Lompat ke isi

Kompleksitas: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28381467; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kompleksitas''' adalah sebuah perilaku sebuah [[sistem]] atau [[model]] yang komponen-komponennya berinteraksi dengan banyak cara, dan mengikuti peraturan atau hukum lokal, mengarah ke [[Sistem nonlinier|non-linieritas]], [[keacakan]], [[dinamika kolektif]], [[hierarki]] dan [[Kemunculan (filsafat)|kemunculan]].
'''Kompleksitas''' adalah sebuah perilaku sebuah [[sistem]] atau [[model]] yang komponen-komponennya berinteraksi dengan banyak cara, dan mengikuti peraturan atau hukum lokal, mengarah ke [[Sistem nonlinier|non-linieritas]], [[keacakan]], [[dinamika kolektif]], [[hierarki]] dan [[Kemunculan (filsafat)|kemunculan]].<ref>Steven Johnson. [https://books.google.com/books?id=Au_tLkCwExQC Emergence: The Connected Lives of Ants, Brains, Cities]. Scribner. 2001. hlm. 19. ISBN 978-3411040742.</ref><ref>[https://www.santafe.edu//what-is-complex-systems-science What is complex systems science? Santa Fe Institute]. ''www.santafe.edu''.</ref>


Istilah ini umumnya digunakan untuk mencirikan sesuatu dengan banyak bagian, yang mana bagian tersebut berinteraksi dengan satu sama lain dengan beragam jenis cara, berujung pada keteraturan tinggi kemunculan, lebih besar daripada jumlah dari bagian-bagian dari suatu tersebut digabungkan. Bidang ilmu yang mempelajari hubungan dan interaksi kompleks tersebut pada skala yang beragam adalah tujuan utama dari [[Teori sistem kompleks]].
Istilah ini umumnya digunakan untuk mencirikan sesuatu dengan banyak bagian, yang mana bagian tersebut berinteraksi dengan satu sama lain dengan beragam jenis cara, berujung pada keteraturan tinggi kemunculan, lebih besar daripada jumlah dari bagian-bagian dari suatu tersebut digabungkan. Bidang ilmu yang mempelajari hubungan dan interaksi kompleks tersebut pada skala yang beragam adalah tujuan utama dari [[Teori sistem kompleks]].


Kriteria intuitif dari kompleksitas dapat dirancang sebagai berikut: sebuah sistem menjadi lebih kompleks bila dapat membedakan lebih banyak bagian, dan bila terdapat lebih banyak hubungan antara bagian-bagian tersebut.
Kriteria intuitif dari kompleksitas dapat dirancang sebagai berikut: sebuah sistem menjadi lebih kompleks bila dapat membedakan lebih banyak bagian, dan bila terdapat lebih banyak hubungan antara bagian-bagian tersebut.<ref>Heylighen, Francis (1999). ''The Growth of Structural and Functional Complexity during Evolution'', in; F. Heylighen, J. Bollen & A. Riegler (Eds.) The Evolution of Complexity. (Kluwer Academic, Dordrecht): 17–44.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompleksitas&oldid=28381467 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28381467 (2025-11-08T05:50:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompleksitas&oldid=28381467 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28381467 (2025-11-08T05:50:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.27

Kompleksitas adalah sebuah perilaku sebuah sistem atau model yang komponen-komponennya berinteraksi dengan banyak cara, dan mengikuti peraturan atau hukum lokal, mengarah ke non-linieritas, keacakan, dinamika kolektif, hierarki dan kemunculan.[1][2]

Istilah ini umumnya digunakan untuk mencirikan sesuatu dengan banyak bagian, yang mana bagian tersebut berinteraksi dengan satu sama lain dengan beragam jenis cara, berujung pada keteraturan tinggi kemunculan, lebih besar daripada jumlah dari bagian-bagian dari suatu tersebut digabungkan. Bidang ilmu yang mempelajari hubungan dan interaksi kompleks tersebut pada skala yang beragam adalah tujuan utama dari Teori sistem kompleks.

Kriteria intuitif dari kompleksitas dapat dirancang sebagai berikut: sebuah sistem menjadi lebih kompleks bila dapat membedakan lebih banyak bagian, dan bila terdapat lebih banyak hubungan antara bagian-bagian tersebut.[3]

Referensi

  1. Steven Johnson. Emergence: The Connected Lives of Ants, Brains, Cities. Scribner. 2001. hlm. 19. ISBN 978-3411040742.
  2. What is complex systems science? Santa Fe Institute. www.santafe.edu.
  3. Heylighen, Francis (1999). The Growth of Structural and Functional Complexity during Evolution, in; F. Heylighen, J. Bollen & A. Riegler (Eds.) The Evolution of Complexity. (Kluwer Academic, Dordrecht): 17–44.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28381467 (2025-11-08T05:50:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.