Lompat ke isi

Bias kognitif: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28704246; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Bias kognitif''' atau '''prasikap kognitif''' adalah [[Kondisionalitas|kondisi]] yang terjadi ketika [[alam bawah sadar]] salah dalam [[Pikiran|berpikir]] sehingga akan menimbulkan kesalahan dalam berpikir, memproses, dan menafsirkan [[informasi]]. hal ini juga dapat memengaruhi rasionalitas dan keakuratan dalam menentukan keputusan dan penilaian. [[Bias]] merupakan proses yang tidak disadari dan secara otomatis dirancang untuk membuat pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efisien, bias kognitif dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor [[heuristik]] (jalan pintas mental), tekanan [[sosial]] dan [[emosi]].
'''Bias kognitif''' atau '''prasikap kognitif'''<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bias+kognitif&oldid=28704246 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> adalah [[Kondisionalitas|kondisi]] yang terjadi ketika [[alam bawah sadar]] salah dalam [[Pikiran|berpikir]] sehingga akan menimbulkan kesalahan dalam berpikir, memproses, dan menafsirkan [[informasi]]. hal ini juga dapat memengaruhi rasionalitas dan keakuratan dalam menentukan keputusan dan penilaian.<ref>Charlotte Ruhl. [https://www.simplypsychology.org/cognitive-bias.html What Is Cognitive Bias?]. ''Simply Psychology''. 4 Mei 2021.</ref> [[Bias]] merupakan proses yang tidak disadari dan secara otomatis dirancang untuk membuat pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efisien, bias kognitif dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor [[heuristik]] (jalan pintas mental), tekanan [[sosial]] dan [[emosi]].<ref>Charlotte Ruhl. [https://www.simplypsychology.org/cognitive-bias.html What Is Cognitive Bias?]. ''Simply Psychology''. 4 Mei 2021.</ref>


== Penyebab ==
== Penyebab ==
Bias kognitif dapat disebabkan oleh banyak faktor, tetapi penyebab utamanya sering terjadi karena adanya jalan pintas [[mental]] atau yang biasa dikenal sebagai heuristik, heuristik ini merupakan proses pengambilan kesimpulan atau keputusan secara cepat berdasarkan data yang tidak lengkap, sehingga hal tersebut dapat memicu terjadinya bias dalam [[Pengambilan keputusan|mengambil keputusan]] atau memecahkan [[masalah]]. Faktor lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya bias kognitif ini antara lain [[emosi]], [[motivasi]] [[individu]], batasan kemampuan pikiran untuk memproses informasi dan adanya tekanan [[sosial]]. Kemunculan bias kognitif juga dapat meningkat seiring bertambahnya [[usia]], hal ini disebabkan karena adanya penurunan pada fleksibilitas kognitif.'
Bias kognitif dapat disebabkan oleh banyak faktor, tetapi penyebab utamanya sering terjadi karena adanya jalan pintas [[mental]] atau yang biasa dikenal sebagai heuristik,<ref>Kendra Cherry. [https://www.verywellmind.com/what-is-a-cognitive-bias-2794963 How Cognitive Biases Influence How You Think and Act]. ''Verywell Mind''. 19 Juli 2020.</ref> heuristik ini merupakan proses pengambilan kesimpulan atau keputusan secara cepat berdasarkan data yang tidak lengkap, sehingga hal tersebut dapat memicu terjadinya bias dalam [[Pengambilan keputusan|mengambil keputusan]] atau memecahkan [[masalah]].<ref>Ros Mayasari. [https://media.neliti.com/media/publications/184360-none-7c082364.pdf Peran Pemikiran Heuristik pada Hubungan Persepsi Sosial dengan Munculnya Sikap terhadap Ide Penegakkan Khilafah Islamiyah di Indonesia]. ''AL Ulum''. 2 Desember 2016. Vol. 16 (2). hlm. 390.</ref> Faktor lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya bias kognitif ini antara lain [[emosi]], [[motivasi]] [[individu]], batasan kemampuan pikiran untuk memproses informasi dan adanya tekanan [[sosial]].<ref>Kendra Cherry. [https://www.verywellmind.com/what-is-a-cognitive-bias-2794963 How Cognitive Biases Influence How You Think and Act]. ''Verywell Mind''. 19 Juli 2020.</ref> Kemunculan bias kognitif juga dapat meningkat seiring bertambahnya [[usia]], hal ini disebabkan karena adanya penurunan pada fleksibilitas kognitif.<ref>Cristina G. Wilson. [https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/13803395.2017.1398311?journalCode=ncen20 Age-differences in cognitive flexibility when overcoming a preexisting bias through feedback]. ''J Clin Exp Neuropsychology''. 2018. Vol. 40 (6). hlm. 586 sampai 594. doi:10.1080/13803395.2017.1398311.</ref>'


== Jenis ==
== Jenis ==
=== Bias tindakan ===
=== Bias tindakan ===
Bias tindakan merupakan kecenderungan [[pikiran]] untuk merespons suatu tindakan sebagai reaksi bawaan yang harus dilakukan, bahkan tanpa adanya alasan yang kuat untuk melakukan tindakan tersebut. Bias tindakan cenderung memaksa pikiran untuk lebih memilih bertindak daripada tidak melakukan tindakan. meskipun tindakan tersebut tidak membuktikan menghasilkan reaksi yang lebih baik daripada tidak melakukan tindakan.
Bias tindakan merupakan kecenderungan [[pikiran]] untuk merespons suatu tindakan sebagai reaksi bawaan yang harus dilakukan, bahkan tanpa adanya alasan yang kuat untuk melakukan tindakan tersebut. Bias tindakan cenderung memaksa pikiran untuk lebih memilih bertindak daripada tidak melakukan tindakan. meskipun tindakan tersebut tidak membuktikan menghasilkan reaksi yang lebih baik daripada tidak melakukan tindakan.<ref>[https://thedecisionlab.com/biases/action-bias/ Action Bias]. ''The Decision Lab''.</ref>


=== Heuristik afeksi ===
=== Heuristik afeksi ===
Peneliti dari [[Eugene, Oregon]][[Oregon|, Amerika Serikat]], Paul Slovic menjelaskan bahwa [[heuristik]] [[afeksi]] merupakan kecenderungan orang mempertimbangkan dan mengambil keputusan dengan melibatkan emosi, seperti faktor apakah saya menyukainya? Apakah saya membencinya? Dibandingkan menggunakan data dan informasi yang lebih konkret.
Peneliti dari [[Eugene, Oregon]][[Oregon|, Amerika Serikat]], Paul Slovic menjelaskan bahwa [[heuristik]] [[afeksi]] merupakan kecenderungan orang mempertimbangkan dan mengambil keputusan dengan melibatkan emosi, seperti faktor apakah saya menyukainya? Apakah saya membencinya?<ref>Daniel Kahneman. [https://books.google.co.id/books?id=TYToDwAAQBAJ&pg=PA155#v=onepage&q&f=false Thinking, Fast and Slow]. Gramedia Pustaka Utama. 29 Mei 2020. hlm. 155 sampai 156. ISBN 6020637190.</ref> Dibandingkan menggunakan data dan informasi yang lebih konkret.<ref>[https://thedecisionlab.com/biases/affect-heuristic/ Affect Heuristic - Biases & Heuristics]. ''The Decision Lab''.</ref>


=== Efek ambiguitas ===
=== Efek ambiguitas ===
 
Efek ambiguitas adalah sebuah tindakan atau pemikiran yang menggambarkan kecenderungan orang untuk menghindari pilihan yang belum diketahui kebenarannya karena kurangnya informasi, orang lebih cenderung memilih pilihan yang lebih pasti bahkan jika pilihan tersebut belum tentu menguntungkan. Efek ambiguitas ini pertama kali dipelajari oleh seorang [[ekonom]] bernama [[Daniel Ellsberg]] pada tahun 1961, dengan penelitiannya yang dikenal sebagai "Paradoks Ellsbreg".<ref>[https://tactics.convertize.com/definitions/ambiguity-effect Definition of Ambiguity effect]. ''Convertize''.</ref>
Efek ambiguitas adalah sebuah tindakan atau pemikiran yang menggambarkan kecenderungan orang untuk menghindari pilihan yang belum diketahui kebenarannya karena kurangnya informasi, orang lebih cenderung memilih pilihan yang lebih pasti bahkan jika pilihan tersebut belum tentu menguntungkan. Efek ambiguitas ini pertama kali dipelajari oleh seorang [[ekonom]] bernama [[Daniel Ellsberg]] pada tahun 1961, dengan penelitiannya yang dikenal sebagai "Paradoks Ellsbreg".


=== Anchoring bias ===
=== Anchoring bias ===
''Anchoring bias'' merupakan bias kognitif yang menyebabkan pikiran menentukan keputusan dengan terlalu tergantung pada informasi awal yang diterima dari suatu topik. Saat pikiran membuat rencana atau keputusan tentang suatu topik, pikiran akan menafsirkan informasi baru terhadap informasi pertama sebagai referensi, hal ini akan menyebabkan bias karena pikiran tidak akan melihat dari sisi yang objektif. Bias ini bisa disebabkan oleh faktor [[demografi]] dan faktor [[kepribadian]].
''Anchoring bias'' merupakan bias kognitif yang menyebabkan pikiran menentukan keputusan dengan terlalu tergantung pada informasi awal yang diterima dari suatu topik. Saat pikiran membuat rencana atau keputusan tentang suatu topik, pikiran akan menafsirkan informasi baru terhadap informasi pertama sebagai referensi, hal ini akan menyebabkan bias karena pikiran tidak akan melihat dari sisi yang objektif.<ref>[https://thedecisionlab.com/biases/anchoring-bias/ Anchoring Bias - Biases & Heuristics]. ''The Decision Lab''.</ref> Bias ini bisa disebabkan oleh faktor [[demografi]] dan faktor [[kepribadian]].<ref>Melia Elsa Putri. [http://repo.darmajaya.ac.id/1682/1/SKRIPSI%20GABUNGAN%20FULL.pdf Analisisis Pengaruh Anchoring Bias Dan Loss Aversion Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Di Kota Bandar Lampunv]. ''IIB Darmajaya''. 2019. hlm. 17 sampai 19.</ref>


=== Attentional bias ===
=== Attentional bias ===
''Attentional bias'' merupakan jenis bias kognitif yang membuat pikiran akan lebih fokus pada hal-hal yang menurutnya bagus dan mengambaikan aspek penting lainya dari penilaian. Sebagai contoh jika seseorang membeli mobil bekas dan terlalu jatuh cinta terhadap eksterior dan interior mobil tersebut, maka bisa saja pembeli akan mengabaikan faktor penting lain seperti jarak tempuh maupun riwayat kerusakan mesinnya.
''Attentional bias'' merupakan jenis bias kognitif yang membuat pikiran akan lebih fokus pada hal-hal yang menurutnya bagus dan mengambaikan aspek penting lainya dari penilaian. Sebagai contoh jika seseorang membeli mobil bekas dan terlalu jatuh cinta terhadap eksterior dan interior mobil tersebut, maka bisa saja pembeli akan mengabaikan faktor penting lain seperti jarak tempuh maupun riwayat kerusakan mesinnya.<ref>Bayu Galih Pratama. [https://www.sehatq.com/artikel/bias-kognitif Bias Kognitif: Tanda-Tanda, Jenis, dan Cara Mencegahnya]. ''SehatQ''. 28 September 2021.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Bias kognitif di Indonesia]]
* [[Bias kognitif di Indonesia]]
* [[:en:List_of_cognitive_biases|Daftar bias kognisi]]
* [[:en:List_of_cognitive_biases|Daftar bias kognisi]]


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bias+kognitif&oldid=28704246 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28704246 (2025-12-16T02:01:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bias+kognitif&oldid=28704246 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28704246 (2025-12-16T02:01:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 10.25

Bias kognitif atau prasikap kognitif[1] adalah kondisi yang terjadi ketika alam bawah sadar salah dalam berpikir sehingga akan menimbulkan kesalahan dalam berpikir, memproses, dan menafsirkan informasi. hal ini juga dapat memengaruhi rasionalitas dan keakuratan dalam menentukan keputusan dan penilaian.[2] Bias merupakan proses yang tidak disadari dan secara otomatis dirancang untuk membuat pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efisien, bias kognitif dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor heuristik (jalan pintas mental), tekanan sosial dan emosi.[3]

Penyebab

Bias kognitif dapat disebabkan oleh banyak faktor, tetapi penyebab utamanya sering terjadi karena adanya jalan pintas mental atau yang biasa dikenal sebagai heuristik,[4] heuristik ini merupakan proses pengambilan kesimpulan atau keputusan secara cepat berdasarkan data yang tidak lengkap, sehingga hal tersebut dapat memicu terjadinya bias dalam mengambil keputusan atau memecahkan masalah.[5] Faktor lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya bias kognitif ini antara lain emosi, motivasi individu, batasan kemampuan pikiran untuk memproses informasi dan adanya tekanan sosial.[6] Kemunculan bias kognitif juga dapat meningkat seiring bertambahnya usia, hal ini disebabkan karena adanya penurunan pada fleksibilitas kognitif.[7]'

Jenis

Bias tindakan

Bias tindakan merupakan kecenderungan pikiran untuk merespons suatu tindakan sebagai reaksi bawaan yang harus dilakukan, bahkan tanpa adanya alasan yang kuat untuk melakukan tindakan tersebut. Bias tindakan cenderung memaksa pikiran untuk lebih memilih bertindak daripada tidak melakukan tindakan. meskipun tindakan tersebut tidak membuktikan menghasilkan reaksi yang lebih baik daripada tidak melakukan tindakan.[8]

Heuristik afeksi

Peneliti dari Eugene, Oregon, Amerika Serikat, Paul Slovic menjelaskan bahwa heuristik afeksi merupakan kecenderungan orang mempertimbangkan dan mengambil keputusan dengan melibatkan emosi, seperti faktor apakah saya menyukainya? Apakah saya membencinya?[9] Dibandingkan menggunakan data dan informasi yang lebih konkret.[10]

Efek ambiguitas

Efek ambiguitas adalah sebuah tindakan atau pemikiran yang menggambarkan kecenderungan orang untuk menghindari pilihan yang belum diketahui kebenarannya karena kurangnya informasi, orang lebih cenderung memilih pilihan yang lebih pasti bahkan jika pilihan tersebut belum tentu menguntungkan. Efek ambiguitas ini pertama kali dipelajari oleh seorang ekonom bernama Daniel Ellsberg pada tahun 1961, dengan penelitiannya yang dikenal sebagai "Paradoks Ellsbreg".[11]

Anchoring bias

Anchoring bias merupakan bias kognitif yang menyebabkan pikiran menentukan keputusan dengan terlalu tergantung pada informasi awal yang diterima dari suatu topik. Saat pikiran membuat rencana atau keputusan tentang suatu topik, pikiran akan menafsirkan informasi baru terhadap informasi pertama sebagai referensi, hal ini akan menyebabkan bias karena pikiran tidak akan melihat dari sisi yang objektif.[12] Bias ini bisa disebabkan oleh faktor demografi dan faktor kepribadian.[13]

Attentional bias

Attentional bias merupakan jenis bias kognitif yang membuat pikiran akan lebih fokus pada hal-hal yang menurutnya bagus dan mengambaikan aspek penting lainya dari penilaian. Sebagai contoh jika seseorang membeli mobil bekas dan terlalu jatuh cinta terhadap eksterior dan interior mobil tersebut, maka bisa saja pembeli akan mengabaikan faktor penting lain seperti jarak tempuh maupun riwayat kerusakan mesinnya.[14]

Lihat pula

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Charlotte Ruhl. What Is Cognitive Bias?. Simply Psychology. 4 Mei 2021.
  3. Charlotte Ruhl. What Is Cognitive Bias?. Simply Psychology. 4 Mei 2021.
  4. Kendra Cherry. How Cognitive Biases Influence How You Think and Act. Verywell Mind. 19 Juli 2020.
  5. Ros Mayasari. Peran Pemikiran Heuristik pada Hubungan Persepsi Sosial dengan Munculnya Sikap terhadap Ide Penegakkan Khilafah Islamiyah di Indonesia. AL Ulum. 2 Desember 2016. Vol. 16 (2). hlm. 390.
  6. Kendra Cherry. How Cognitive Biases Influence How You Think and Act. Verywell Mind. 19 Juli 2020.
  7. Cristina G. Wilson. Age-differences in cognitive flexibility when overcoming a preexisting bias through feedback. J Clin Exp Neuropsychology. 2018. Vol. 40 (6). hlm. 586 sampai 594. doi:10.1080/13803395.2017.1398311.
  8. Action Bias. The Decision Lab.
  9. Daniel Kahneman. Thinking, Fast and Slow. Gramedia Pustaka Utama. 29 Mei 2020. hlm. 155 sampai 156. ISBN 6020637190.
  10. Affect Heuristic - Biases & Heuristics. The Decision Lab.
  11. Definition of Ambiguity effect. Convertize.
  12. Anchoring Bias - Biases & Heuristics. The Decision Lab.
  13. Melia Elsa Putri. Analisisis Pengaruh Anchoring Bias Dan Loss Aversion Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Di Kota Bandar Lampunv. IIB Darmajaya. 2019. hlm. 17 sampai 19.
  14. Bayu Galih Pratama. Bias Kognitif: Tanda-Tanda, Jenis, dan Cara Mencegahnya. SehatQ. 28 September 2021.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28704246 (2025-12-16T02:01:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.