Lompat ke isi

Salat Tahajud: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28603135; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Salat Tahajud''' () adalah [[salat sunah]] muakad yang didirikan pada [[malam]] hari atau [[malam]] menjelang [[pagi]]/ sepertiga [[malam]] (dini hari) setelah terjaga dari tidur. [[Salat]] ini bukanlah bagian dari [[salat lima waktu]] yang diwajibkan bagi umat [[Muslim]] dan dapat dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.
'''Salat Tahajud''' () adalah [[salat sunah]] muakad yang didirikan pada [[malam]] hari atau [[malam]] menjelang [[pagi]]/ sepertiga [[malam]] (dini hari) setelah terjaga dari tidur. [[Salat]] ini bukanlah bagian dari [[salat lima waktu]] yang diwajibkan bagi umat [[Muslim]] dan dapat dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.<ref>Anonim, ''Keutamaan dan keistimewaan shalat tahajjud, shalat hajat, shalat istikharah, shalat dhuha beserta wirid, zikir, dan doa-doa pilihan'', Ampel Suci, Surabaya:1995</ref>


==Bukti dalam al-Qur'an==
==Bukti dalam al-Qur'an==
Baris 11: Baris 11:


Selain itu, melakukan salat Tahajud teratur memenuhi syarat sebagai salah satu dari orang-orang benar dan seseorang yang mendapatkan karunia dan kemurahan Allah. Dalam memuji mereka yang melakukan salat malam, Allah berfirman:
Selain itu, melakukan salat Tahajud teratur memenuhi syarat sebagai salah satu dari orang-orang benar dan seseorang yang mendapatkan karunia dan kemurahan Allah. Dalam memuji mereka yang melakukan salat malam, Allah berfirman:


== Dalam hadis ==
== Dalam hadis ==
Baris 19: Baris 18:


==Waktu==
==Waktu==
Tahajud dilakukan setelah bangun tidur pada waktu malam.<ref>''Towards Understanding the Qur'an''. Kube Publishing Ltd. ISBN 0860376133.</ref> Tahajud dapat didirikan saat sepertiga malam awal, tengah, maupun akhir, tetapi dasarnya didirikan setelah mendirikan salat wajib [[Salat Isya|Isyak]]. [[Ibnu Hajar al-'Asqalani|Ibnu Hajar]] mengatakan sebagai berikut:


Tahajud dilakukan setelah bangun tidur pada waktu malam. Tahajud dapat didirikan saat sepertiga malam awal, tengah, maupun akhir, tetapi dasarnya didirikan setelah mendirikan salat wajib [[Salat Isya|Isyak]]. [[Ibnu Hajar al-'Asqalani|Ibnu Hajar]] mengatakan sebagai berikut:
"Waktu terbaik mendirikan tahajud adalah sepertiga malam terakhir." ([[Abu Hurairah]]: [[Fiqh]])<ref>Kazim, Ebrahim. ''Scientific commentary of Suratul Faateḥah = Tā'liqāt 'ulamīah Suratulfātiḥah''. Pharos Media & Pub. 2010. ISBN 9788172210373.</ref>
 
 
"Waktu terbaik mendirikan tahajud adalah sepertiga malam terakhir." ([[Abu Hurairah]]: [[Fiqh]])


Dari [[Umar bin Anbasah]], [[Muhammad]] bersabda:
Dari [[Umar bin Anbasah]], [[Muhammad]] bersabda:


==Jumlah rakaat==
==Jumlah rakaat==
Tahajjud tidak memiliki jumlah rakaat tertentu yang harus dilakukan, dan dapat dikerjakan tidak terbatas rakaat. Namun, salat tahajud didirikan sekurang-kurangnya dua rakaat, dilanjutkan dengan witir sebagaimana Muhammad mengerjakannya. Diriwayatkan dari [[Abdullah bin Umar|'Abdullah bin 'Umar]] bahwa Rasulullah bersabda:
Tahajjud tidak memiliki jumlah rakaat tertentu yang harus dilakukan, dan dapat dikerjakan tidak terbatas rakaat. Namun, salat tahajud didirikan sekurang-kurangnya dua rakaat, dilanjutkan dengan witir sebagaimana Muhammad mengerjakannya. Diriwayatkan dari [[Abdullah bin Umar|'Abdullah bin 'Umar]] bahwa Rasulullah bersabda:


==Pengaruh terhadap kesehatan==
==Pengaruh terhadap kesehatan==
Salat tahajud diketahui mampu mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Kebiasaan tidur tidak teratur (baik kurang tidur maupun terlalu lama tidur) dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler.
Salat tahajud diketahui mampu mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Kebiasaan tidur tidak teratur (baik kurang tidur maupun terlalu lama tidur) dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler.<ref>Yusuf Ahmad. ''Islamic Medicine''. Darussalam Publishers.</ref>


== Manfaat ==
== Manfaat ==
Dalam Islam, seorang muslim memperoleh beberapa manfaat dari salat tahajud. Manfaat ini antara lain yaitu dimasukkan ke dalam golongan orang yang bertakwa dan ahli surga, memperoleh [[pahala]] salat sunnah yang terbaik, digolongkan sebagai orang saleh, dan dijadikan sebagai manusia yang sebaik-baiknya. Muslim yang melaksanakan salah tahajud digolongkan sebagai orang yang bertakwa dan ahli surga berdasarkan firman Allah dalam [[Surah Az-Zariyat]] ayat 15–18. Ayat ini menyebutkan bahwa orang yang sedikit tidur pada waktu malam untuk memohon ampunan dari [[Allah (Islam)|Allah]] hingga waktu sebelum [[fajar]] akan dimasukkan ke dalam taman-taman surga sebagai balasan atas kebaikannya tersebut. Salat tahajud merupakan [[salat sunnah]] terbaik berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh [[Imam Muslim]]. Melaksanakan salat tahajud juga menandakan seseorang termasuk golongan orang saleh berdasarkan  salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Dalam hadis ini disebutkan bahwa melaksanakan salat tahajud merupakan kebiasaan dari orang-orang saleh pada waktu malam. Sedangkan salat tahajud sebagai penanda sebagai sebaik-baiknya [[manusia]]. Hadisnya diiriwayatkan oleh [[Muhammad bin Ismail al-Bukhari|Al-Bukhari]] dan membahas [[Abdullah bin Umar]] mengenai salat tahajud berdasarkan perintah [[Muhammad|Nabi Muhammad]] untuk menjadi sebaik-baiknya manusia.
Dalam Islam, seorang muslim memperoleh beberapa manfaat dari salat tahajud. Manfaat ini antara lain yaitu dimasukkan ke dalam golongan orang yang bertakwa dan ahli surga, memperoleh [[pahala]] salat sunnah yang terbaik, digolongkan sebagai orang saleh, dan dijadikan sebagai manusia yang sebaik-baiknya. Muslim yang melaksanakan salah tahajud digolongkan sebagai orang yang bertakwa dan ahli surga berdasarkan firman Allah dalam [[Surah Az-Zariyat]] ayat 15–18. Ayat ini menyebutkan bahwa orang yang sedikit tidur pada waktu malam untuk memohon ampunan dari [[Allah (Islam)|Allah]] hingga waktu sebelum [[fajar]] akan dimasukkan ke dalam taman-taman surga sebagai balasan atas kebaikannya tersebut. Salat tahajud merupakan [[salat sunnah]] terbaik berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh [[Imam Muslim]]. Melaksanakan salat tahajud juga menandakan seseorang termasuk golongan orang saleh berdasarkan  salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Dalam hadis ini disebutkan bahwa melaksanakan salat tahajud merupakan kebiasaan dari orang-orang saleh pada waktu malam. Sedangkan salat tahajud sebagai penanda sebagai sebaik-baiknya [[manusia]]. Hadisnya diiriwayatkan oleh [[Muhammad bin Ismail al-Bukhari|Al-Bukhari]] dan membahas [[Abdullah bin Umar]] mengenai salat tahajud berdasarkan perintah [[Muhammad|Nabi Muhammad]] untuk menjadi sebaik-baiknya manusia.<ref>Muhammad Hambali. [https://www.google.co.id/books/edition/Panduan_Muslim_Kaffah_Sehari_hari_dari_K/b1FHEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=panduan+muslim+kaffah&pg=PA31&printsec=frontcover Panduan Muslim Kaffah Sehari-Hari: Dari Kandungan hingga Kematian]. Laksana. 2017. hlm. 186. ISBN 978-602-407-185-1.</ref>
 
==Referensi==
 


== Bacaan terkait ==
== Bacaan terkait ==
* Kumpulan Shalat-Shalat Sunnat, Drs. Moh. Rifa'i, CV Toha Putra, Semarang, 1993
* Kumpulan Shalat-Shalat Sunnat, Drs. Moh. Rifa'i, CV Toha Putra, Semarang, 1993


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salat+Tahajud&oldid=28603135 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28603135 (2025-11-22T10:33:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salat+Tahajud&oldid=28603135 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28603135 (2025-11-22T10:33:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 10.28

Salat Tahajud () adalah salat sunah muakad yang didirikan pada malam hari atau malam menjelang pagi/ sepertiga malam (dini hari) setelah terjaga dari tidur. Salat ini bukanlah bagian dari salat lima waktu yang diwajibkan bagi umat Muslim dan dapat dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.[1]

Bukti dalam al-Qur'an

Pada mula-mula, salat ini diwajibkan oleh Allah, pada firmannya di Surah Al-Muzzammil ayat 2:

Namun, setelah turunnya ayat 20 dalam surah ini, Allah meringankannya sebagai sunah. Dalam karyanya yang terkenal, Fiqh As-Sunnah, Sayyid Sabiq Sheikh menguraikan tentang salat tahajjud sebagai berikut:

Allah berfirman sebagai berikut:

Perintah ini secara khusus ditujukan kepada Muhammad, tetapi juga mengacu kepada semua Muslim, karena Muhammad adalah teladan yang sempurna dan panduan bagi mereka dalam segala hal.

Selain itu, melakukan salat Tahajud teratur memenuhi syarat sebagai salah satu dari orang-orang benar dan seseorang yang mendapatkan karunia dan kemurahan Allah. Dalam memuji mereka yang melakukan salat malam, Allah berfirman:

Dalam hadis

Selain ayat-ayat al-Qur'an, hadis juga menjelaskan keutamaan salat Tahajud:

Dalam beragam riwayat hadis, salat ini juga disebut sebagai Qiyamul Layl (berdiri [pada waktu] malam), Ṣalatul Layl (salat malam), dan Tahajjud.

Waktu

Tahajud dilakukan setelah bangun tidur pada waktu malam.[2] Tahajud dapat didirikan saat sepertiga malam awal, tengah, maupun akhir, tetapi dasarnya didirikan setelah mendirikan salat wajib Isyak. Ibnu Hajar mengatakan sebagai berikut:

"Waktu terbaik mendirikan tahajud adalah sepertiga malam terakhir." (Abu Hurairah: Fiqh)[3]

Dari Umar bin Anbasah, Muhammad bersabda:

Jumlah rakaat

Tahajjud tidak memiliki jumlah rakaat tertentu yang harus dilakukan, dan dapat dikerjakan tidak terbatas rakaat. Namun, salat tahajud didirikan sekurang-kurangnya dua rakaat, dilanjutkan dengan witir sebagaimana Muhammad mengerjakannya. Diriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Umar bahwa Rasulullah bersabda:

Pengaruh terhadap kesehatan

Salat tahajud diketahui mampu mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Kebiasaan tidur tidak teratur (baik kurang tidur maupun terlalu lama tidur) dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler.[4]

Manfaat

Dalam Islam, seorang muslim memperoleh beberapa manfaat dari salat tahajud. Manfaat ini antara lain yaitu dimasukkan ke dalam golongan orang yang bertakwa dan ahli surga, memperoleh pahala salat sunnah yang terbaik, digolongkan sebagai orang saleh, dan dijadikan sebagai manusia yang sebaik-baiknya. Muslim yang melaksanakan salah tahajud digolongkan sebagai orang yang bertakwa dan ahli surga berdasarkan firman Allah dalam Surah Az-Zariyat ayat 15–18. Ayat ini menyebutkan bahwa orang yang sedikit tidur pada waktu malam untuk memohon ampunan dari Allah hingga waktu sebelum fajar akan dimasukkan ke dalam taman-taman surga sebagai balasan atas kebaikannya tersebut. Salat tahajud merupakan salat sunnah terbaik berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Melaksanakan salat tahajud juga menandakan seseorang termasuk golongan orang saleh berdasarkan salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Dalam hadis ini disebutkan bahwa melaksanakan salat tahajud merupakan kebiasaan dari orang-orang saleh pada waktu malam. Sedangkan salat tahajud sebagai penanda sebagai sebaik-baiknya manusia. Hadisnya diiriwayatkan oleh Al-Bukhari dan membahas Abdullah bin Umar mengenai salat tahajud berdasarkan perintah Nabi Muhammad untuk menjadi sebaik-baiknya manusia.[5]

Bacaan terkait

  • Kumpulan Shalat-Shalat Sunnat, Drs. Moh. Rifa'i, CV Toha Putra, Semarang, 1993

Referensi

  1. Anonim, Keutamaan dan keistimewaan shalat tahajjud, shalat hajat, shalat istikharah, shalat dhuha beserta wirid, zikir, dan doa-doa pilihan, Ampel Suci, Surabaya:1995
  2. Towards Understanding the Qur'an. Kube Publishing Ltd. ISBN 0860376133.
  3. Kazim, Ebrahim. Scientific commentary of Suratul Faateḥah = Tā'liqāt 'ulamīah Suratulfātiḥah. Pharos Media & Pub. 2010. ISBN 9788172210373.
  4. Yusuf Ahmad. Islamic Medicine. Darussalam Publishers.
  5. Muhammad Hambali. Panduan Muslim Kaffah Sehari-Hari: Dari Kandungan hingga Kematian. Laksana. 2017. hlm. 186. ISBN 978-602-407-185-1.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28603135 (2025-11-22T10:33:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.