Lompat ke isi

Nepal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29344936; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Baris 1: Baris 1:
[[File:Nepal_(orthographic_projection).svg|thumb|right|280px|Nepal (orthographic projection)]]
'''Nepal''', dengan nama resmi disebut sebagai '''Republik Demokratik Federal Nepal''' ([[bahasa Nepali|Nepali]]: सङ्घीय लोकतान्त्रिक गणतन्त्र नेपाल, ''Sanghīya Lokatāntrika Ganatantra Nēpāla''), adalah sebuah [[Federalisme|negara federal]] yang bersistem [[Sistem parlementer|parlementer]] dengan berbentuk [[republik]] [[konstitusional]] dan juga [[Negara pedalaman|negara terkurung daratan]] di [[Asia Selatan]]. Hal ini terutama terletak di [[Himalaya]], tetapi juga mencakup bagian dari Dataran Indo-Gangga, berbatasan dengan [[Tibet]], [[Tiongkok|R.R.Tiongkok]] di utara dan [[India]] di timur dan selatan.
'''Nepal''', dengan nama resmi disebut sebagai '''Republik Demokratik Federal Nepal''' ([[bahasa Nepali|Nepali]]: सङ्घीय लोकतान्त्रिक गणतन्त्र नेपाल, ''Sanghīya Lokatāntrika Ganatantra Nēpāla''), adalah sebuah [[Federalisme|negara federal]] yang bersistem [[Sistem parlementer|parlementer]] dengan berbentuk [[republik]] [[konstitusional]] dan juga [[Negara pedalaman|negara terkurung daratan]] di [[Asia Selatan]]. Hal ini terutama terletak di [[Himalaya]], tetapi juga mencakup bagian dari Dataran Indo-Gangga, berbatasan dengan [[Tibet]], [[Tiongkok|R.R.Tiongkok]] di utara dan [[India]] di timur dan selatan.


Baris 4: Baris 6:


== Etimologi ==
== Etimologi ==
Kata "Nepal" diyakini oleh para ahli berasal dari kata "Nepa:" yang mengacu pada Kerajaan Newar. Dalam bahasa Sanskerta (''Atharvaveda Parisista'') dan prasasti periode Gupta, negara ini disebut sebagai Nepala. Newar di Nepal, penduduk Lembah Kathmandu dan perlengkapannya, dilakukan disebut sebagai "Nepa:" sebelum munculnya dinasti Shah.
Kata "Nepal" diyakini oleh para ahli berasal dari kata "Nepa:" yang mengacu pada Kerajaan Newar. Dalam bahasa Sanskerta (''Atharvaveda Parisista'') dan prasasti periode Gupta, negara ini disebut sebagai Nepala. Newar di Nepal, penduduk Lembah Kathmandu dan perlengkapannya, dilakukan disebut sebagai "Nepa:" sebelum munculnya dinasti Shah.


Baris 14: Baris 15:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
=== Zaman purba ===
=== Zaman purba ===
Perangkat [[neolitik]] yang ditemukan di [[Lembah Kathmandu]] menunjukkan bahwa manusia sudah hidup di daerah Himalaya selama sekitar 11.000 tahun.<sup class="reference" id="wu-cite-1">[[#wu-ref-1|[1]]]</sup>


Perangkat [[neolitik]] yang ditemukan di [[Lembah Kathmandu]] menunjukkan bahwa manusia sudah hidup di daerah Himalaya selama sekitar 11.000 tahun.
Nepal pertama kali disebut di dalam ''[[Pariśiṣṭa#Atharvaveda|Atharvaveda Pariśiṣṭa]]'' sebagai tempat yang mengekspor selimut. Tempat ini juga disebut dalam ''Atharvashirsha'' [[Upanishad]].<sup class="reference" id="wu-cite-2">[[#wu-ref-2|[2]]]</sup> Dalam [[Pilar Allahabad]] karya [[Samudragupta]], Nepal disebut sebagai sebuah negara perbatasan. ''[[Skanda Purana]]'' juga memiliki sebuah bab terpisah, dikenal sebagai "Nepal Mahatmya", yang menceritakan keindahan dan kekuatan Nepal secara detail.<sup class="reference" id="wu-cite-3">[[#wu-ref-3|[3]]]</sup> Nepal juga disebut dalam teks [[Hindu]], misalnya ''Narayana Puja''.<sup class="reference" id="wu-cite-4">[[#wu-ref-4|[4]]]</sup>


Nepal pertama kali disebut di dalam ''[[Pariśiṣṭa#Atharvaveda|Atharvaveda Pariśiṣṭa]]'' sebagai tempat yang mengekspor selimut. Tempat ini juga disebut dalam ''Atharvashirsha'' [[Upanishad]]. Dalam [[Pilar Allahabad]] karya [[Samudragupta]], Nepal disebut sebagai sebuah negara perbatasan. ''[[Skanda Purana]]'' juga memiliki sebuah bab terpisah, dikenal sebagai "Nepal Mahatmya", yang menceritakan keindahan dan kekuatan Nepal secara detail. Nepal juga disebut dalam teks [[Hindu]], misalnya ''Narayana Puja''.
Legenda dan teks kuno yang menyebut daerah yang kini dikenal sebagai Nepal ada hingga abad ke-30 Sebelum Masehi.<sup class="reference" id="wu-cite-5">[[#wu-ref-5|[5]]]</sup> Kaum [[Gopal Bansa]] kemungkinan besar merupakan salah satu penghuni lembah Kathmandu yang paling awal. Pemimpin Nepal yang paling awal adalah kaum [[Kirata]] ([[Kerajaan Kirata]]), kaum yang sering disebut dalam teks-teks Hindu. Mereka memimpin Nepal selama berabad-abad.<sup class="reference" id="wu-cite-6">[[#wu-ref-6|[6]]]</sup> Berbagai sumber menyatakan keberadaan setidaknya 32 raja Kirata.<sup class="reference" id="wu-cite-7">[[#wu-ref-7|[7]]]</sup>


Legenda dan teks kuno yang menyebut daerah yang kini dikenal sebagai Nepal ada hingga abad ke-30 Sebelum Masehi. Kaum [[Gopal Bansa]] kemungkinan besar merupakan salah satu penghuni lembah Kathmandu yang paling awal. Pemimpin Nepal yang paling awal adalah kaum [[Kirata]] ([[Kerajaan Kirata]]), kaum yang sering disebut dalam teks-teks Hindu. Mereka memimpin Nepal selama berabad-abad. Berbagai sumber menyatakan keberadaan setidaknya 32 raja Kirata.
Pada sekitar tahun 600 SM, terdapat berbagai kerajaan kecil dan konfederasi klan di daerah selatan Nepal. Dari salah satunya, kota [[Shakya]], lahirlah seorang pangeran yang kemudian melepaskan statusnya untuk menjalani hidup asketik, mendirikan [[Buddhisme]], dan kemudian dikenal sebagai [[Gautama Buddha]] (secara tradisional, ia diketahui hidup pada 623-543 SM).<sup class="reference" id="wu-cite-8">[[#wu-ref-8|[8]]]</sup>


Pada sekitar tahun 600 SM, terdapat berbagai kerajaan kecil dan konfederasi klan di daerah selatan Nepal. Dari salah satunya, kota [[Shakya]], lahirlah seorang pangeran yang kemudian melepaskan statusnya untuk menjalani hidup asketik, mendirikan [[Buddhisme]], dan kemudian dikenal sebagai [[Gautama Buddha]] (secara tradisional, ia diketahui hidup pada 623-543 SM).
Pada 250 SM, daerah-daerah selatan masuk ke dalam pengaruh [[Kerajaan Maurya]] dari [[India Utara]]. Kemudian, daerah ini menjadi kerajaan bawahan [[Kerajaan Gupta]] pada abad ke-4 SM.<sup class="reference" id="wu-cite-9">[[#wu-ref-9|[9]]]</sup>


Pada 250 SM, daerah-daerah selatan masuk ke dalam pengaruh [[Kerajaan Maurya]] dari [[India Utara]]. Kemudian, daerah ini menjadi kerajaan bawahan [[Kerajaan Gupta]] pada abad ke-4 SM.
Kerajaan Nepal digambarkan secara mendetail di dalam tulisan seorang bhiksu Buddhis Tiongkok, [[Xuanzang]], yang diketahui berasal dari sekitar tahun 645.<sup class="reference" id="wu-cite-10">[[#wu-ref-10|[10]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-11">[[#wu-ref-11|[11]]]</sup> Prasasti batu di Lembah Kathmandu adalah sumber penting sejarah Nepal.


Kerajaan Nepal digambarkan secara mendetail di dalam tulisan seorang bhiksu Buddhis Tiongkok, [[Xuanzang]], yang diketahui berasal dari sekitar tahun 645. Prasasti batu di Lembah Kathmandu adalah sumber penting sejarah Nepal.
Setelah dinasti monarki Kirat, raja-raja dinasti Lichavi memimpin Nepal. Konteks 'Ksatriya Suryavansi menciptakan rezim baru setelah mengalahkan kaum Kirat' dapat ditemukan di beberapa genealogi dan Purana.<sup class="reference" id="wu-cite-12">[[#wu-ref-12|[12]]]</sup> Hingga kini, masih belum jelas kapan dinasti Lichhavi mulai berdiri di Nepal. Menurut pendapat Baburam Acharya, sejarawan besar Nepal, dinasti Licchavi mulai memimpin secara merdeka dengan cara mengalahkan negara Kirati yang sudah ada di Nepal sekitar tahun 250.<sup class="reference" id="wu-cite-13">[[#wu-ref-13|[13]]]</sup>


Setelah dinasti monarki Kirat, raja-raja dinasti Lichavi memimpin Nepal. Konteks 'Ksatriya Suryavansi menciptakan rezim baru setelah mengalahkan kaum Kirat' dapat ditemukan di beberapa genealogi dan Purana. Hingga kini, masih belum jelas kapan dinasti Lichhavi mulai berdiri di Nepal. Menurut pendapat Baburam Acharya, sejarawan besar Nepal, dinasti Licchavi mulai memimpin secara merdeka dengan cara mengalahkan negara Kirati yang sudah ada di Nepal sekitar tahun 250.
Dinasti Licchavi kemudian mulai mundur di akhir abad ke-8, dan dilanjutkan dengan era [[Newar]] atau [[Thakuri]]. Raja-raja Thakuri memimpin negeri ini hingga pertengahan abad ke-12. Raja Raghav Dev konon mendirikan dinasti ini pada bulan Oktober tahun 869 M.<sup class="reference" id="wu-cite-14">[[#wu-ref-14|[14]]]</sup> Raja Raghav Dev juga memulai [[Nepal Sambat]].<sup class="reference" id="wu-cite-15">[[#wu-ref-15|[15]]]</sup>
 
Dinasti Licchavi kemudian mulai mundur di akhir abad ke-8, dan dilanjutkan dengan era [[Newar]] atau [[Thakuri]]. Raja-raja Thakuri memimpin negeri ini hingga pertengahan abad ke-12. Raja Raghav Dev konon mendirikan dinasti ini pada bulan Oktober tahun 869 M. Raja Raghav Dev juga memulai [[Nepal Sambat]].


=== Zaman pertengahan ===
=== Zaman pertengahan ===
]
]


Di awal abad ke-12, mulai ada pemimpin Nepal barat jauh yang namanya memiliki akhiran sufiks bahasa Sanskrit, ''malla'' (yang berarti "pegulat"). Raja-raja ini mengonsolidasi kekuatan mereka dan memimpin selama 200 tahun, hingga kerajana ini akhirnya terpecah menjadi dua lusin kerajaan kecil. Dinasti Malla lain, yang dimulai dengan raja [[Jayasthitimalla|Jayasthiti]] muncul di lembah Kathmandu pada akhir abad ke-14. Sejak saat itu, bagian pusat Nepal kembali dipimpin secara terpusat. Pada tahun 1482, daerah Nepal terbagi menjadi tiga kerajaan: [[Kathmandu]], [[Patan, Nepal|Patan]], dan [[Bhaktapur]].
Di awal abad ke-12, mulai ada pemimpin Nepal barat jauh yang namanya memiliki akhiran sufiks bahasa Sanskrit, ''malla'' (yang berarti "pegulat"). Raja-raja ini mengonsolidasi kekuatan mereka dan memimpin selama 200 tahun, hingga kerajana ini akhirnya terpecah menjadi dua lusin kerajaan kecil. Dinasti Malla lain, yang dimulai dengan raja [[Jayasthitimalla|Jayasthiti]] muncul di lembah Kathmandu pada akhir abad ke-14. Sejak saat itu, bagian pusat Nepal kembali dipimpin secara terpusat. Pada tahun 1482, daerah Nepal terbagi menjadi tiga kerajaan: [[Kathmandu]], [[Patan, Nepal|Patan]], dan [[Bhaktapur]].


=== Kerajaan Nepal (1768–2008) ===
=== Kerajaan Nepal (1768–2008) ===
 
Di pertengahan abad ke-18, [[Prithvi Narayan Shah]], seorang raja [[Gurkha]], mulai mendirikan apa yang kini dikenal sebagai Nepal. Ia memulai misinya dengan mengamankan netralitas kerajaan-kerajaan di pegunungan sekitar. Setelah beberapa pertempuran dan pertarungan yang memakan korban, terutama [[Pertempuran Kirtipura]], ia berhasil menaklukkan Lembah Kathmandu pada tahun 1769. Pater Giuseppe menjadi saksi langsung kemenangan Prithvi Narayan Shah dan menuliskan sebuah kesaksian yang mendetail.<sup class="reference" id="wu-cite-16">[[#wu-ref-16|[16]]]</sup>
 
Di pertengahan abad ke-18, [[Prithvi Narayan Shah]], seorang raja [[Gurkha]], mulai mendirikan apa yang kini dikenal sebagai Nepal. Ia memulai misinya dengan mengamankan netralitas kerajaan-kerajaan di pegunungan sekitar. Setelah beberapa pertempuran dan pertarungan yang memakan korban, terutama [[Pertempuran Kirtipura]], ia berhasil menaklukkan Lembah Kathmandu pada tahun 1769. Pater Giuseppe menjadi saksi langsung kemenangan Prithvi Narayan Shah dan menuliskan sebuah kesaksian yang mendetail.


Pemerintahan Gurkha mencapai puncaknya ketika teritori India Utara [[Kerajaan Kumaon]] dan [[Kerajaan Garwhal]] di timur, hingga [[Sikkim]] di barat, masuk ke dalam kendali Nepal. Terjadi sebuah persengketaan dengan [[Tibet]] mengenai kendali perlintasan pegunungan dan pedalaman lembah Tingri di Tibet, hingga akhirnya memaksa dinasti Qing di Tiongkok untuk berperang dalam [[Perang Sino-Nepal]]. Pada akhirnya, pihak Nepal terpaksa mundur dan membayar reparasi perang kepada Beijing.
Pemerintahan Gurkha mencapai puncaknya ketika teritori India Utara [[Kerajaan Kumaon]] dan [[Kerajaan Garwhal]] di timur, hingga [[Sikkim]] di barat, masuk ke dalam kendali Nepal. Terjadi sebuah persengketaan dengan [[Tibet]] mengenai kendali perlintasan pegunungan dan pedalaman lembah Tingri di Tibet, hingga akhirnya memaksa dinasti Qing di Tiongkok untuk berperang dalam [[Perang Sino-Nepal]]. Pada akhirnya, pihak Nepal terpaksa mundur dan membayar reparasi perang kepada Beijing.


Persengketaan antara Kerajaan Nepal dengan [[Perusahaan Hindia Timur Britania]] tentang kendali negara-negara di perbatasan Nepal berujung pada [[Perang Anglo-Nepal]] (1815-16). Pada awalnya, orang Inggris menganggap rendah orang Nepal dan akhirnya mereka kalah, hingga harus menambahkan jumlah tentara dari yang mereka rencanakan. Perang ini berakhir dengan [[Perjanjian Sugauli]], yang mengembalikan daerah-daerah yang baru diambil Nepal, serta hak untuk merekrut tentara. Tanah kaum [[Madhesi]] yang mendukung Perusahaan Hindia Timur Britania dikembalikan sebagai hadiah bagi Nepal.
Persengketaan antara Kerajaan Nepal dengan [[Perusahaan Hindia Timur Britania]] tentang kendali negara-negara di perbatasan Nepal berujung pada [[Perang Anglo-Nepal]] (1815-16). Pada awalnya, orang Inggris menganggap rendah orang Nepal dan akhirnya mereka kalah, hingga harus menambahkan jumlah tentara dari yang mereka rencanakan. Perang ini berakhir dengan [[Perjanjian Sugauli]], yang mengembalikan daerah-daerah yang baru diambil Nepal, serta hak untuk merekrut tentara. Tanah kaum [[Madhesi]] yang mendukung Perusahaan Hindia Timur Britania dikembalikan sebagai hadiah bagi Nepal.<sup class="reference" id="wu-cite-17">[[#wu-ref-17|[17]]]</sup>


Faktionalisme di keluarga kerajaan menyebabkan ketidakstabilan. Pada tahun 1846, ditemukan suatu rencana yang mengatakan bahwa ratu yang waktu itu memimpin hendak membuang Jung Bahadur Kunwar, seorang pimpinan militer yang cepat naik kariernya. Hal ini berujung pada [[Pembunuhan massal Kot]]. Pertarungan bersenjata antara personel militer dan birokrat yang setia pada ratu berujung pada pembunuhan beberapa ratus pangeran di seluruh negeri. Jung Bahadur Kunwar menang dan menciptakan [[dinasti Rana]]. Ia kemudian dikenal sebagai [[Jung Bahadur Rana]].
Faktionalisme di keluarga kerajaan menyebabkan ketidakstabilan. Pada tahun 1846, ditemukan suatu rencana yang mengatakan bahwa ratu yang waktu itu memimpin hendak membuang Jung Bahadur Kunwar, seorang pimpinan militer yang cepat naik kariernya. Hal ini berujung pada [[Pembunuhan massal Kot]]. Pertarungan bersenjata antara personel militer dan birokrat yang setia pada ratu berujung pada pembunuhan beberapa ratus pangeran di seluruh negeri. Jung Bahadur Kunwar menang dan menciptakan [[dinasti Rana]]. Ia kemudian dikenal sebagai [[Jung Bahadur Rana]].


Raja kemudian dijadikan sebagai figur simbolis, dan peran Perdana Menteri dibuat penting dan turun-temurun. Kaum Rana amat pro-Inggris dan membantu mereka pada [[Pemberontakan di India 1857]] (dan kemudian di kedua Perang Dunia). Beberapa bagian daerah Terai, yang berisi orang non-Nepal, diberikan kepada Nepal oleh Inggris, sebagai simbol persahabatan untuk bantuan militernya menjaga kendali Inggris di India selama pemberontakan. Pada tahun 1923, [[Britania Raya]] dan Nepal menandatangani perjanjian persahabatan formal yang mengungguli Perjanjian Sugauli tahun 1816.
Raja kemudian dijadikan sebagai figur simbolis, dan peran Perdana Menteri dibuat penting dan turun-temurun. Kaum Rana amat pro-Inggris dan membantu mereka pada [[Pemberontakan di India 1857]] (dan kemudian di kedua Perang Dunia). Beberapa bagian daerah Terai, yang berisi orang non-Nepal, diberikan kepada Nepal oleh Inggris, sebagai simbol persahabatan untuk bantuan militernya menjaga kendali Inggris di India selama pemberontakan. Pada tahun 1923, [[Britania Raya]] dan Nepal menandatangani perjanjian persahabatan formal yang mengungguli Perjanjian Sugauli tahun 1816.<sup class="reference" id="wu-cite-18">[[#wu-ref-18|[18]]]</sup>


Perbudakan legal di Nepal dibatalkan pada tahun 1924. Namun demikian, di Nepal masa kini, ada sekitar 234.600 orang (sekitar 0,82%) yang diperbudak. Perbudakan akibat hutang, bahkan yang termasuk anak penghutang, adalah masalah sosial besar di daerah [[Terai]]. Kepemimpinan Rana sarat dengan tirani, kebobrokan moral, ekploitasi ekonomi, serta persekusi agama.
Perbudakan legal di Nepal dibatalkan pada tahun 1924.<sup class="reference" id="wu-cite-19">[[#wu-ref-19|[19]]]</sup> Namun demikian, di Nepal masa kini, ada sekitar 234.600 orang (sekitar 0,82%) yang diperbudak.<sup class="reference" id="wu-cite-20">[[#wu-ref-20|[20]]]</sup> Perbudakan akibat hutang, bahkan yang termasuk anak penghutang, adalah masalah sosial besar di daerah [[Terai]]. Kepemimpinan Rana sarat dengan tirani, kebobrokan moral, ekploitasi ekonomi, serta persekusi agama.<sup class="reference" id="wu-cite-21">[[#wu-ref-21|[21]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-22">[[#wu-ref-22|[22]]]</sup>


Pada akhir tahun 1940an, gerakan serta partai politik prodemokrasi yang baru muncul di Nepal amat kritis terhadap otokrasi Rana. Sementara itu, dengan invasi [[Tibet]] oleh [[Tiongkok]] pada tahun 1950an, India mulai mencoba menyeimbangkan ancaman militer yang mulai muncul di bagian utaranya dengan mendekati Nepal. India mensponsori [[Raja Tribhuvan]] (yang memimpin dari tahun 1911–55) sebagai pemimpin baru Nepal pada tahun 1951, serta sebuah pemerintahan baru, yang terutama terdiri dari [[Kongres Nepal]], dan mengakhiri hegemoni Rana di dalam kerajaan.
Pada akhir tahun 1940an, gerakan serta partai politik prodemokrasi yang baru muncul di Nepal amat kritis terhadap otokrasi Rana. Sementara itu, dengan invasi [[Tibet]] oleh [[Tiongkok]] pada tahun 1950an, India mulai mencoba menyeimbangkan ancaman militer yang mulai muncul di bagian utaranya dengan mendekati Nepal. India mensponsori [[Raja Tribhuvan]] (yang memimpin dari tahun 1911–55) sebagai pemimpin baru Nepal pada tahun 1951, serta sebuah pemerintahan baru, yang terutama terdiri dari [[Kongres Nepal]], dan mengakhiri hegemoni Rana di dalam kerajaan.<sup class="reference" id="wu-cite-23">[[#wu-ref-23|[23]]]</sup>


Setelah beberapa tahun berseteru mengenai kekuasaan antara raja dan pemerintah, [[Raja Mahendra]] (yang memimpin 1955-72) kemudian membatalkan eksperimen demokrasi pada tahun 1959 dan sistem "nonpartai" [[Panchayat (Nepal)|Panchayat]] didirikan untuk memimpin Nepal hingga tahun 1989, ketika "Jan Andolan" (Gerakan Rakyat) memaksa [[Raja Birendra dari Nepal|Raja Birendra]] (memimpin 1972–2001) untuk menerima reformasi konstitusional dan menciptakan parlemen multipartai yang mulai beroperasi pada Mei 1991. Pada tahun 1996, [[Partai Komunis Bersatu Nepal (Maois)|Partai Komunis Nepal]] mulai mengadakan pergerakan bersenjata untuk mengubah sistem parlementer kerajaan dengan republik rakyat sehingga terjadi [[Perang Sipil Nepal]] dan lebih dari 12.000 orang meninggal.
Setelah beberapa tahun berseteru mengenai kekuasaan antara raja dan pemerintah, [[Raja Mahendra]] (yang memimpin 1955-72) kemudian membatalkan eksperimen demokrasi pada tahun 1959 dan sistem "nonpartai" [[Panchayat (Nepal)|Panchayat]] didirikan untuk memimpin Nepal hingga tahun 1989, ketika "Jan Andolan" (Gerakan Rakyat) memaksa [[Raja Birendra dari Nepal|Raja Birendra]] (memimpin 1972–2001) untuk menerima reformasi konstitusional dan menciptakan parlemen multipartai yang mulai beroperasi pada Mei 1991.<sup class="reference" id="wu-cite-24">[[#wu-ref-24|[24]]]</sup> Pada tahun 1996, [[Partai Komunis Bersatu Nepal (Maois)|Partai Komunis Nepal]] mulai mengadakan pergerakan bersenjata untuk mengubah sistem parlementer kerajaan dengan republik rakyat sehingga terjadi [[Perang Sipil Nepal]] dan lebih dari 12.000 orang meninggal.


Pada 1 Juni 2001, terjadi pembunuhan massal di istana kerajaan. Raja Birendra, [[Aishwarya dari Nepal|Ratu Aishwarya]], dan tujuh anggota kerajaan lainnya, mati terbunuh. Pelakunya diperkirakan adalah [[Pangeran Dipendra dari Nepal|Pangeran Dipendra]], yang diduga bunuh diri tidak lama kemudian. Pembunuhan massal ini konon adalah respons Dipendra terhadap pelarangan orang tuanya untuk menikahi istrinya. Namun demikian, terdapat spekulasi dan keraguan warga Nepal tentang siapa yang bertanggung jawab.
Pada 1 Juni 2001, terjadi pembunuhan massal di istana kerajaan. Raja Birendra, [[Aishwarya dari Nepal|Ratu Aishwarya]], dan tujuh anggota kerajaan lainnya, mati terbunuh. Pelakunya diperkirakan adalah [[Pangeran Dipendra dari Nepal|Pangeran Dipendra]], yang diduga bunuh diri tidak lama kemudian. Pembunuhan massal ini konon adalah respons Dipendra terhadap pelarangan orang tuanya untuk menikahi istrinya. Namun demikian, terdapat spekulasi dan keraguan warga Nepal tentang siapa yang bertanggung jawab.


Setelah pembunuhan massal itu terjadi, saudara laki-laki Raja Birendra, [[Gyanendra dari Nepal|Gyanendra]], mendapatkan takhta. Pada 1 Februari 2005, Raja Gyanendra membatalkan pemerintahan dan mengambil kekuasaan eksekutif penuh untuk menghabisi gerakan bersenjata Maois. Akan tetapi, inisiatif ini tidak berhasil karena kaum Maois sudah kuat bertahan di sejumlah besar perbatasan negeri, tetapi mereka belum bisa mengalahkan militer dari kota-kota besar. Pada September 2005, kaum Maois mendeklarasikan gencatan senjata tiga bulan untuk melakukan negosiasi.
Setelah pembunuhan massal itu terjadi, saudara laki-laki Raja Birendra, [[Gyanendra dari Nepal|Gyanendra]], mendapatkan takhta. Pada 1 Februari 2005, Raja Gyanendra membatalkan pemerintahan dan mengambil kekuasaan eksekutif penuh untuk menghabisi gerakan bersenjata Maois.<sup class="reference" id="wu-cite-25">[[#wu-ref-25|[25]]]</sup> Akan tetapi, inisiatif ini tidak berhasil karena kaum Maois sudah kuat bertahan di sejumlah besar perbatasan negeri, tetapi mereka belum bisa mengalahkan militer dari kota-kota besar. Pada September 2005, kaum Maois mendeklarasikan gencatan senjata tiga bulan untuk melakukan negosiasi.


Sebagai hasil dari [[Pergerakan demokrasi Nepal tahun 2006|pergerakan demokrasi tahun 2006]], Raja Gyanendra setuju untuk memberikan kedaulatan kepada rakyat. Pada tanggal 24 April 2006, Majelis Representasi Rakyat yang dibubarkan kembali didirikan. Dengan otoritas kedaulatan yang baru didapat, Majelis itu kemudian melakukan ''voting'' dan menentukan bahwa kekuasaan raja harus dipersempit dan Nepal dinyatakan sebagai [[negara sekuler]], mengakhiri status resmi Nepal sebagai Kerajaan Hindu, pada 18 Mei 2006. Pada 28 Desember 2007, parlemen merilis undang-undang yang mengamendemen Pasal 159 konstitusi, mengganti kata-kata "Hukum mengenai Raja" menjadi "Hukum mengenai Kepala Negara", mendeklarasikan Nepal sebagai sebuah [[republik federal]], dan dengan demikian membatalkan monarki. Undang-undang ini memiliki kekuasaan hukum sejak 28 Mei 2008.
Sebagai hasil dari [[Pergerakan demokrasi Nepal tahun 2006|pergerakan demokrasi tahun 2006]], Raja Gyanendra setuju untuk memberikan kedaulatan kepada rakyat. Pada tanggal 24 April 2006, Majelis Representasi Rakyat yang dibubarkan kembali didirikan. Dengan otoritas kedaulatan yang baru didapat, Majelis itu kemudian melakukan ''voting'' dan menentukan bahwa kekuasaan raja harus dipersempit dan Nepal dinyatakan sebagai [[negara sekuler]], mengakhiri status resmi Nepal sebagai Kerajaan Hindu, pada 18 Mei 2006. Pada 28 Desember 2007, parlemen merilis undang-undang yang mengamendemen Pasal 159 konstitusi, mengganti kata-kata "Hukum mengenai Raja" menjadi "Hukum mengenai Kepala Negara", mendeklarasikan Nepal sebagai sebuah [[republik federal]], dan dengan demikian membatalkan monarki.<sup class="reference" id="wu-cite-26">[[#wu-ref-26|[26]]]</sup> Undang-undang ini memiliki kekuasaan hukum sejak 28 Mei 2008.<sup class="reference" id="wu-cite-27">[[#wu-ref-27|[27]]]</sup>


=== Republik Nepal (2008–masa kini) ===
=== Republik Nepal (2008–masa kini) ===
[[Partai Komunis Nepal]] memenangkan jumlah kursi terbanyak di pemilihan Majelis Konstituen pada 10 April 2008. Mereka mendirikan sebuah pemerintahan koalisi dengan hampir seluruh partai di Majelis Konstituen. Meskipun terjadi aksi kekerasan pada masa prapemilihan, akan tetapi pemilihan itu sendiri bersifat damai dan "dijalankan dengan baik".
[[Partai Komunis Nepal]] memenangkan jumlah kursi terbanyak di pemilihan Majelis Konstituen pada 10 April 2008. Mereka mendirikan sebuah pemerintahan koalisi dengan hampir seluruh partai di Majelis Konstituen. Meskipun terjadi aksi kekerasan pada masa prapemilihan, akan tetapi pemilihan itu sendiri bersifat damai dan "dijalankan dengan baik".<sup class="reference" id="wu-cite-28">[[#wu-ref-28|[28]]]</sup>


Majelis yang baru dibangun ini melakukan rapat di Kathmandu pada 28 Mei 2008. Setelah melakukan polling pada 564 anggota Majelis Konstituen, 560 orang menyatakan mendirikan pemerintahan baru. Partai monarkis, [[Partai Rastriya Prajatantra]], yang memiliki empat perwakilan di majelis, menyatakan ketidaksetujuannya. Di titik itu dinyatakan bahwa Nepal telah menjadi negara republik demokratis yang sekuler dan inklusif. Pemerintah kemudian menyatakan tanggal 28–30 Mei sebagai hari libur. Raja diberikan waktu 15 hari untuk meninggalkan [[Istana Narayanhity]], agar istana itu dapat dibuka untuk umum sebagai sebuah museum.
Majelis yang baru dibangun ini melakukan rapat di Kathmandu pada 28 Mei 2008. Setelah melakukan polling pada 564 anggota Majelis Konstituen, 560 orang menyatakan mendirikan pemerintahan baru.<sup class="reference" id="wu-cite-29">[[#wu-ref-29|[29]]]</sup> Partai monarkis, [[Partai Rastriya Prajatantra]], yang memiliki empat perwakilan di majelis, menyatakan ketidaksetujuannya. Di titik itu dinyatakan bahwa Nepal telah menjadi negara republik demokratis yang sekuler dan inklusif.<sup class="reference" id="wu-cite-30">[[#wu-ref-30|[30]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-31">[[#wu-ref-31|[31]]]</sup> Pemerintah kemudian menyatakan tanggal 28–30 Mei sebagai hari libur. Raja diberikan waktu 15 hari untuk meninggalkan [[Istana Narayanhity]], agar istana itu dapat dibuka untuk umum sebagai sebuah museum.<sup class="reference" id="wu-cite-32">[[#wu-ref-32|[32]]]</sup>


Namun demikian, perseteruan politik dan pertarungan kekuasaan yang muncul darinya terus ada di Nepal. Pada bulan Mei 2009, pemerintahan Maois dijatuhkan dan pemerintahan koalisi lain, dengan semua partai politik besar kecuali partai Maois, pun terbentuk. [[Madhav Kumar Nepal]] dari [[Partai Komunis Nepal (Marxis–Leninis)]] menjadi Perdana Menteri pemerintahan koalisi ini. Pada bulan Februari 2011, pemerintahan Madhav Kumar Nepal pun dibubarkan dan [[Jhala Nath Khanal]] dari Partai Komunis Nepal (Marxis–Leninis) dijadikan Perdana Menteri. Pada bulan Agustus 2011, pemerintahan Jhala Nath Khanal dibubarkan dan [[Baburam Bhattarai]] dari Partai Komunis Nepal (Maois) dijadikan Perdana Menteri.
Namun demikian, perseteruan politik dan pertarungan kekuasaan yang muncul darinya terus ada di Nepal. Pada bulan Mei 2009, pemerintahan Maois dijatuhkan dan pemerintahan koalisi lain, dengan semua partai politik besar kecuali partai Maois, pun terbentuk.<sup class="reference" id="wu-cite-33">[[#wu-ref-33|[33]]]</sup> [[Madhav Kumar Nepal]] dari [[Partai Komunis Nepal (Marxis–Leninis)]] menjadi Perdana Menteri pemerintahan koalisi ini.<sup class="reference" id="wu-cite-34">[[#wu-ref-34|[34]]]</sup> Pada bulan Februari 2011, pemerintahan Madhav Kumar Nepal pun dibubarkan dan [[Jhala Nath Khanal]] dari Partai Komunis Nepal (Marxis–Leninis) dijadikan Perdana Menteri.<sup class="reference" id="wu-cite-35">[[#wu-ref-35|[35]]]</sup> Pada bulan Agustus 2011, pemerintahan Jhala Nath Khanal dibubarkan dan [[Baburam Bhattarai]] dari Partai Komunis Nepal (Maois) dijadikan Perdana Menteri.<sup class="reference" id="wu-cite-36">[[#wu-ref-36|[36]]]</sup>


Partai politik yang ada gagal menciptakan konstitusi dalam jangka waktu yang ditentukan. Hal ini berujung pada pembubaran Majelis Konstituen, untuk menciptakan pemilihan-pemilihan baru agar terjadi mandat politik baru. Berlawanan dengan teori [[pemisahan kekuasaan]], Hakim Agung waktu itu, Khil Raj Ragmi, dinyatakan sebagai pimpinan pemerintahan sementara. Di bawah kepemimpinan Regmi, terjadi pemilihan umum majelis konstituen yang damai. Kekuatan-kekuatan utama di Majelis Konstituen yang sebelumnya, yaitu (PKN Maois dan partai-partai Madhesi) pun terpuruk hingga posisi 3 dan lebih rendah.
Partai politik yang ada gagal menciptakan konstitusi dalam jangka waktu yang ditentukan.<sup class="reference" id="wu-cite-37">[[#wu-ref-37|[37]]]</sup> Hal ini berujung pada pembubaran Majelis Konstituen, untuk menciptakan pemilihan-pemilihan baru agar terjadi mandat politik baru. Berlawanan dengan teori [[pemisahan kekuasaan]], Hakim Agung waktu itu, Khil Raj Ragmi, dinyatakan sebagai pimpinan pemerintahan sementara. Di bawah kepemimpinan Regmi, terjadi pemilihan umum majelis konstituen yang damai. Kekuatan-kekuatan utama di Majelis Konstituen yang sebelumnya, yaitu (PKN Maois dan partai-partai Madhesi) pun terpuruk hingga posisi 3 dan lebih rendah.<sup class="reference" id="wu-cite-38">[[#wu-ref-38|[38]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-39">[[#wu-ref-39|[39]]]</sup>


Pada bulan Februari 2014, setelah terjadi konsensus antara dua partai besar di Majelis Konstituen, Sushil Koirala dijadikan perdana menteri Nepal yang baru.
Pada bulan Februari 2014, setelah terjadi konsensus antara dua partai besar di Majelis Konstituen, Sushil Koirala dijadikan perdana menteri Nepal yang baru.<sup class="reference" id="wu-cite-40">[[#wu-ref-40|[40]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-41">[[#wu-ref-41|[41]]]</sup>


Pada 25 April 2015, gempa bumi 7,8 SR terjadi di Nepal. Dua bulan kemudian, pada tanggal 12 Mei, kembali terjadi gempa bumi bermagnitudo 7,3 SR, yang memakan korban meninggal sebanyak 8.500 orang dan korban cedera 21.000 orang.
Pada 25 April 2015, gempa bumi 7,8 SR terjadi di Nepal.<sup class="reference" id="wu-cite-42">[[#wu-ref-42|[42]]]</sup> Dua bulan kemudian, pada tanggal 12 Mei, kembali terjadi gempa bumi bermagnitudo 7,3 SR, yang memakan korban meninggal sebanyak 8.500 orang dan korban cedera 21.000 orang.<sup class="reference" id="wu-cite-43">[[#wu-ref-43|[43]]]</sup>


Pada tanggal 20 September 2015, konstitusi baru, ''[[Konstitusi Nepal]] 2015'' () disampaikan Presiden [[Ram Baran Yadav]] di Majelis Konstituen. Majelis ini kemudian dijadikan parlemen legislatif oleh ketua majelis pada saat itu. Konstitusi Nepal yang baru praktis mengubah Nepal menjadi sebuah republik demokratis federal dengan 7 negara bagian yang belum bernama.
Pada tanggal 20 September 2015, konstitusi baru, ''[[Konstitusi Nepal]] 2015'' () disampaikan Presiden [[Ram Baran Yadav]] di Majelis Konstituen. Majelis ini kemudian dijadikan parlemen legislatif oleh ketua majelis pada saat itu. Konstitusi Nepal yang baru praktis mengubah Nepal menjadi sebuah republik demokratis federal dengan 7 negara bagian yang belum bernama.


Pada bulan Oktober 2015, [[Bidhya Devi Bhandari]] dinominasikan sebagai presiden perempuan pertama.
Pada bulan Oktober 2015, [[Bidhya Devi Bhandari]] dinominasikan sebagai presiden perempuan pertama.<sup class="reference" id="wu-cite-44">[[#wu-ref-44|[44]]]</sup>


== Geografi ==
== Geografi ==
 
Nepal nyaris berbentuk segi empat, dengan panjang 650&nbsp;km dan lebar 200&nbsp;km, dengan luas wilayah 147.181&nbsp;km². Itu terletak di antara garis lintang 26° dan 31°LU, dan garis bujur 80° dan 89°BT. Proses geologis yang membentuk Nepal dimulai 75 juta tahun yang lalu ketika [[lempeng India]], yang saat itu merupakan bagian dari benua super selatan [[Gondwana]], mulai bergeser ke arah timur laut yang disebabkan oleh dasar laut yang menyebar ke barat daya, dan kemudian, ke selatan dan tenggara. Bersamaan dengan itu, kerak [[Samudra Tethys]] yang luas, di sebelah timur lautnya, mulai tenggelam di bawah [[lempeng Eurasia]]. Proses ganda ini, didorong oleh konveksi di [[Mantel (geologi)|mantel]] Bumi, keduanya menciptakan [[Samudra Hindia]] dan menyebabkan kerak benua India akhirnya mendorong Eurasia dan mengangkat [[Pegunungan Himalaya|Himalaya]].<sup class="reference" id="wu-cite-45">[[#wu-ref-45|[45]]]</sup> Rintangan yang meninggi menghalangi jalur sungai sehingga menciptakan danau besar, yang baru tembus 100.000 tahun yang lalu, menciptakan lembah subur di perbukitan tengah seperti [[Lembah Kathmandu]]. Di wilayah barat, sungai-sungai yang terlalu kuat untuk dihalangi memotong beberapa ngarai terdalam di dunia.<sup class="reference" id="wu-cite-46">[[#wu-ref-46|[46]]]</sup> Tepat di selatan pegunungan Himalaya yang muncul, pergerakan lempeng menciptakan palung besar yang dengan cepat terisi oleh sedimen yang terbawa sungai<sup class="reference" id="wu-cite-47">[[#wu-ref-47|[47]]]</sup> dan sekarang menjadi [[Dataran Rendah Indo-Gangga|Dataran Indo-Gangga]].<sup class="reference" id="wu-cite-48">[[#wu-ref-48|[48]]]</sup> Nepal terletak hampir sepenuhnya dalam zona tabrakan ini, menempati sektor tengah busur Himalaya, hampir sepertiga dari Himalaya sepanjang 2.400&nbsp;km (1.500 mil),<sup class="reference" id="wu-cite-49">[[#wu-ref-49|[49]]]</sup> dengan jalur kecil Nepal paling selatan yang membentang ke dataran Indo-Gangga dan dua distrik di barat laut yang membentang hingga [[dataran tinggi Tibet]].<sup class="reference" id="wu-cite-50">[[#wu-ref-50|[50]]]</sup>
 
Nepal nyaris berbentuk segi empat, dengan panjang 650&nbsp;km dan lebar 200&nbsp;km, dengan luas wilayah 147.181&nbsp;km². Itu terletak di antara garis lintang 26° dan 31°LU, dan garis bujur 80° dan 89°BT. Proses geologis yang membentuk Nepal dimulai 75 juta tahun yang lalu ketika [[lempeng India]], yang saat itu merupakan bagian dari benua super selatan [[Gondwana]], mulai bergeser ke arah timur laut yang disebabkan oleh dasar laut yang menyebar ke barat daya, dan kemudian, ke selatan dan tenggara. Bersamaan dengan itu, kerak [[Samudra Tethys]] yang luas, di sebelah timur lautnya, mulai tenggelam di bawah [[lempeng Eurasia]]. Proses ganda ini, didorong oleh konveksi di [[Mantel (geologi)|mantel]] Bumi, keduanya menciptakan [[Samudra Hindia]] dan menyebabkan kerak benua India akhirnya mendorong Eurasia dan mengangkat [[Pegunungan Himalaya|Himalaya]]. Rintangan yang meninggi menghalangi jalur sungai sehingga menciptakan danau besar, yang baru tembus 100.000 tahun yang lalu, menciptakan lembah subur di perbukitan tengah seperti [[Lembah Kathmandu]]. Di wilayah barat, sungai-sungai yang terlalu kuat untuk dihalangi memotong beberapa ngarai terdalam di dunia. Tepat di selatan pegunungan Himalaya yang muncul, pergerakan lempeng menciptakan palung besar yang dengan cepat terisi oleh sedimen yang terbawa sungai dan sekarang menjadi [[Dataran Rendah Indo-Gangga|Dataran Indo-Gangga]]. Nepal terletak hampir sepenuhnya dalam zona tabrakan ini, menempati sektor tengah busur Himalaya, hampir sepertiga dari Himalaya sepanjang 2.400&nbsp;km (1.500 mil), dengan jalur kecil Nepal paling selatan yang membentang ke dataran Indo-Gangga dan dua distrik di barat laut yang membentang hingga [[dataran tinggi Tibet]].


India mengelilingi Nepal di tiga sisi; barat, selatan, dan timur. Sedangkan Tiongkok di sisi utara. Meskipun Nepal tidak berbatasan dengan [[Bangladesh]], tetapi kedua negara ini dipisahkan oleh tanah selebar 24&nbsp;km saja. yang dikenal sebagai [[Leher Ayam]]. Nepal intinya terbagi tiga daerah fisiografik - Pegunungan, [[Daerah bukit|bukit]], dan dataran rendah atau [[Terai]]. Terai atau dataran rendah di Nepal merupakan bagian dari [[Dataran Rendah Indo-Gangga]] yang dialiri sungai-sungai seperti [[Sungai Kosi|Kosi]], [[Sungai Narayani|Narayani]], dan [[Sugai Karnali|Karnali]]. Tujuh gunung yang termasuk sepuluh besar gunung tertinggi di dunia berada di Nepal atau di perbatasan dengan Cina seperti [[Everest]], yang merupakan titik tertinggi di Nepal sekaligus gunung tertinggi di dunia; [[Lhotse]]; [[Makalu]]; [[Cho Oyu]]; [[Kangchenjunga]]; [[Dhaulagiri]]; [[Annapurna]]; dan [[Manaslu]].
India mengelilingi Nepal di tiga sisi; barat, selatan, dan timur. Sedangkan Tiongkok di sisi utara. Meskipun Nepal tidak berbatasan dengan [[Bangladesh]], tetapi kedua negara ini dipisahkan oleh tanah selebar 24&nbsp;km saja. yang dikenal sebagai [[Leher Ayam]]. Nepal intinya terbagi tiga daerah fisiografik - Pegunungan, [[Daerah bukit|bukit]], dan dataran rendah atau [[Terai]]. Terai atau dataran rendah di Nepal merupakan bagian dari [[Dataran Rendah Indo-Gangga]] yang dialiri sungai-sungai seperti [[Sungai Kosi|Kosi]], [[Sungai Narayani|Narayani]], dan [[Sugai Karnali|Karnali]]. Tujuh gunung yang termasuk sepuluh besar gunung tertinggi di dunia berada di Nepal atau di perbatasan dengan Cina seperti [[Everest]], yang merupakan titik tertinggi di Nepal sekaligus gunung tertinggi di dunia; [[Lhotse]]; [[Makalu]]; [[Cho Oyu]]; [[Kangchenjunga]]; [[Dhaulagiri]]; [[Annapurna]]; dan [[Manaslu]].


== Politik ==
== Politik ==
{| class="wikitable" style="text-align:left; float:right; margin-right:9px; margin-left:2px;"
|-
| style="text-align:left;"|  || style="text-align:left;" |
|-
| style="text-align:center;"|[[Ram Chandra Poudel]]<br />
| style="text-align:center;"|[[Pushpa Kamal Dahal]]<br />
|}


Nepal adalah sebuah [[republik parlementer]] dengan [[Sistem multipartai|sistem multi-partai]].<sup class="reference" id="wu-cite-51">[[#wu-ref-51|[51]]]</sup> Nepal dulu disebut sebagai 'Republik Demokratik Federal Nepal' sampai Pemerintah Nepal memutuskan untuk menggunakan 'Nepal' saja sebagai nama resmi negara tersebut.<sup class="reference" id="wu-cite-52">[[#wu-ref-52|[52]]]</sup> [[Daftar Presiden Nepal|Presiden]] merupakan kepala negara yang menunjuk ketua partai parlemen dari partai politik dengan mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat sebagai [[Perdana Menteri Nepal|Perdana Menteri]], yang membentuk Dewan menteri yang menjalankan kekuasaan eksekutif.<sup class="reference" id="wu-cite-53">[[#wu-ref-53|[53]]]</sup>


Nepal adalah sebuah [[republik parlementer]] dengan [[Sistem multipartai|sistem multi-partai]]. Nepal dulu disebut sebagai 'Republik Demokratik Federal Nepal' sampai Pemerintah Nepal memutuskan untuk menggunakan 'Nepal' saja sebagai nama resmi negara tersebut. [[Daftar Presiden Nepal|Presiden]] merupakan kepala negara yang menunjuk ketua partai parlemen dari partai politik dengan mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat sebagai [[Perdana Menteri Nepal|Perdana Menteri]], yang membentuk Dewan menteri yang menjalankan kekuasaan eksekutif.
Badan Legislatif Nepal, disebut [[Parlemen Federal Nepal|Parlemen Federal]], terdiri dari [[Dewan Perwakilan Rakyat Nepal|DPR]] dan [[Majelis Nasional Nepal|Majelis Nasional]]. DPR terdiri dari 275 anggota yang dipilih melalui sistem pemilu campuran dan memiliki masa jabatan lima tahun. Majelis Nasional, yang terdiri dari 59 anggota yang dipilih oleh kolese tinggi pemilihan provinsi, adalah majelis tetap; sepertiga anggotanya dipilih setiap dua tahun untuk masa jabatan enam tahun.<sup class="reference" id="wu-cite-54">[[#wu-ref-54|[54]]]</sup>


Badan Legislatif Nepal, disebut [[Parlemen Federal Nepal|Parlemen Federal]], terdiri dari [[Dewan Perwakilan Rakyat Nepal|DPR]] dan [[Majelis Nasional Nepal|Majelis Nasional]]. DPR terdiri dari 275 anggota yang dipilih melalui sistem pemilu campuran dan memiliki masa jabatan lima tahun. Majelis Nasional, yang terdiri dari 59 anggota yang dipilih oleh kolese tinggi pemilihan provinsi, adalah majelis tetap; sepertiga anggotanya dipilih setiap dua tahun untuk masa jabatan enam tahun.
Nepal memiliki kesatuan peradilan independen tiga tingkat yang terdiri dari [[Mahkamah Agung Nepal|Mahkamah Agung]], pengadilan tertinggi di negeri itu, dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung; tujuh Pengadilan Tinggi, satu di setiap provinsi, pengadilan tertinggi di tingkat provinsi; dan 77 pengadilan distrik, satu di setiap kabupaten. Dewan kota dapat bersidang dengan badan peradilan lokal untuk menyelesaikan perselisihan dan memberikan putusan yang tidak mengikat dalam kasus yang tidak melibatkan kejahatan yang dapat ditindaklanjuti. Tindakan dan proses badan peradilan lokal dapat dipandu dan dibatalkan oleh pengadilan distrik.<sup class="reference" id="wu-cite-55">[[#wu-ref-55|[55]]]</sup>


Nepal memiliki kesatuan peradilan independen tiga tingkat yang terdiri dari [[Mahkamah Agung Nepal|Mahkamah Agung]], pengadilan tertinggi di negeri itu, dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung; tujuh Pengadilan Tinggi, satu di setiap provinsi, pengadilan tertinggi di tingkat provinsi; dan 77 pengadilan distrik, satu di setiap kabupaten. Dewan kota dapat bersidang dengan badan peradilan lokal untuk menyelesaikan perselisihan dan memberikan putusan yang tidak mengikat dalam kasus yang tidak melibatkan kejahatan yang dapat ditindaklanjuti. Tindakan dan proses badan peradilan lokal dapat dipandu dan dibatalkan oleh pengadilan distrik.
Nepal memiliki tujuh partai politik nasional yang diakui di parlemen federal: [[Partai Komunis Nepal (Marxis–Leninis Bersatu)]], [[Kongres Nepal]], [[Partai Komunis Bersatu Nepal (Maois)|Partai Komunis Nepal (Pusat Maois)]], [[Partai Rastriya Swatantra]], [[Partai Rastriya Prajatantra]], [[Partai Sosialis Nepal|Partai Sosialis Rakyat]], dan [[Partai Janamat]].<sup class="reference" id="wu-cite-56">[[#wu-ref-56|[56]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-57">[[#wu-ref-57|[57]]]</sup>
 
Nepal memiliki tujuh partai politik nasional yang diakui di parlemen federal: [[Partai Komunis Nepal (Marxis–Leninis Bersatu)]], [[Kongres Nepal]], [[Partai Komunis Bersatu Nepal (Maois)|Partai Komunis Nepal (Pusat Maois)]], [[Partai Rastriya Swatantra]], [[Partai Rastriya Prajatantra]], [[Partai Sosialis Nepal|Partai Sosialis Rakyat]], dan [[Partai Janamat]].


=== Hubungan luar negeri ===
=== Hubungan luar negeri ===
Nepal memiliki hubungan diplomatik bilateral dengan 167 negara dan [[Uni Eropa]],<sup class="reference" id="wu-cite-58">[[#wu-ref-58|[58]]]</sup> memiliki kedutaan besar di 30 negara<sup class="reference" id="wu-cite-59">[[#wu-ref-59|[59]]]</sup> dan enam [[konsul]]at,<sup class="reference" id="wu-cite-60">[[#wu-ref-60|[60]]]</sup> sementara 25 negara memiliki kedutaan besar di Nepal, dan lebih dari 80 lainnya memiliki misi diplomatik non-tetap.<sup class="reference" id="wu-cite-61">[[#wu-ref-61|[61]]]</sup>


Meskipun [[Kementerian Luar Negeri Nepal|Kementerian Luar Negeri]] (MOFA) adalah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan hubungan luar negeri Nepal, secara historis, Kantor Perdana Menteri (PMO) yang menjalankan wewenang untuk merumuskan dan melakukan kebijakan yang berkaitan dengan urusan luar negeri Nepal. Sebagai negara yang terkurung daratan yang terjepit di antara dua kekuatan yang lebih besar dan kuat, Nepal berusaha menjaga hubungan baik dengan kedua tetangganya, [[Tiongkok|Republik Rakyat Tiongkok]] dan [[India]].<sup class="reference" id="wu-cite-62">[[#wu-ref-62|[62]]]</sup> Hubungan Nepal dengan Tiongkok, India, dan [[Amerika Serikat]] tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah Nepal berturut-turut. Namun, hubungan antara Nepal dan India terhambat secara signifikan selama [[blokade Nepal 2015]] oleh pengunjuk rasa anti-Nepal pro-India, di mana Pemerintah Nepal menuduh India menggunakan taktik "Rusia-Ukraina" untuk menyebabkan kerusuhan di sepanjang perbatasan selatan Nepal menggunakan penduduk etnis India dari Nepal. India dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan mengatakan kerusuhan itu semata-mata karena pengunjuk rasa [[Madhesi]].<sup class="reference" id="wu-cite-63">[[#wu-ref-63|[63]]]</sup>


Nepal memiliki hubungan diplomatik bilateral dengan 167 negara dan [[Uni Eropa]], memiliki kedutaan besar di 30 negara dan enam [[konsul]]at, sementara 25 negara memiliki kedutaan besar di Nepal, dan lebih dari 80 lainnya memiliki misi diplomatik non-tetap.
Hubungan internasional Nepal yang paling substantif mungkin dengan lembaga ekonomi internasional, seperti [[Bank Pembangunan Asia]], [[Dana Moneter Internasional]], [[Bank Dunia]], dan [[Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan|Asosiasi Asia Selatan untuk Kerjasama Regional]], sebuah asosiasi pembangunan ekonomi multilateral. Nepal juga memiliki hubungan bilateral yang kuat dengan penyedia bantuan ekonomi dan militer utama, seperti [[Prancis]], [[Jerman]], [[Jepang]], [[Korea Selatan]], [[Swiss]], [[Amerika Serikat]], dan khususnya [[Britania Raya]], yang menjalin hubungan militer sejak abad ke-19. Hubungan eksternal negara terutama dikelola oleh Kementerian Luar Negeri sementara hubungan dengan India, Tiongkok, dan Amerika Serikat, mitra terpenting Nepal, masih dikelola oleh Kantor Perdana Menteri. Hubungan Nepal dengan Tiongkok mengalami peningkatan besar dalam beberapa tahun terakhir dengan Tiongkok sekarang menjadi 5 besar pemberi bantuan untuk Nepal sementara AS tetap menjadi bantuan asing terbesar.<sup class="reference" id="wu-cite-64">[[#wu-ref-64|[64]]]</sup> Pada tahun 2021, pemerintah India juga mengumumkan peningkatan bantuan ke Nepal sebesar hampir 13% menjadi $130 juta, untuk mengimbangi jejak Tiongkok yang semakin meningkat di Nepal. Namun data tentang pencairan bantuan yang sebenarnya oleh pemerintah India tidak jelas.<sup class="reference" id="wu-cite-65">[[#wu-ref-65|[65]]]</sup>
 
Meskipun [[Kementerian Luar Negeri Nepal|Kementerian Luar Negeri]] (MOFA) adalah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan hubungan luar negeri Nepal, secara historis, Kantor Perdana Menteri (PMO) yang menjalankan wewenang untuk merumuskan dan melakukan kebijakan yang berkaitan dengan urusan luar negeri Nepal. Sebagai negara yang terkurung daratan yang terjepit di antara dua kekuatan yang lebih besar dan kuat, Nepal berusaha menjaga hubungan baik dengan kedua tetangganya, [[Tiongkok|Republik Rakyat Tiongkok]] dan [[India]]. Hubungan Nepal dengan Tiongkok, India, dan [[Amerika Serikat]] tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah Nepal berturut-turut. Namun, hubungan antara Nepal dan India terhambat secara signifikan selama [[blokade Nepal 2015]] oleh pengunjuk rasa anti-Nepal pro-India, di mana Pemerintah Nepal menuduh India menggunakan taktik "Rusia-Ukraina" untuk menyebabkan kerusuhan di sepanjang perbatasan selatan Nepal menggunakan penduduk etnis India dari Nepal. India dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan mengatakan kerusuhan itu semata-mata karena pengunjuk rasa [[Madhesi]].
 
Hubungan internasional Nepal yang paling substantif mungkin dengan lembaga ekonomi internasional, seperti [[Bank Pembangunan Asia]], [[Dana Moneter Internasional]], [[Bank Dunia]], dan [[Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan|Asosiasi Asia Selatan untuk Kerjasama Regional]], sebuah asosiasi pembangunan ekonomi multilateral. Nepal juga memiliki hubungan bilateral yang kuat dengan penyedia bantuan ekonomi dan militer utama, seperti [[Prancis]], [[Jerman]], [[Jepang]], [[Korea Selatan]], [[Swiss]], [[Amerika Serikat]], dan khususnya [[Britania Raya]], yang menjalin hubungan militer sejak abad ke-19. Hubungan eksternal negara terutama dikelola oleh Kementerian Luar Negeri sementara hubungan dengan India, Tiongkok, dan Amerika Serikat, mitra terpenting Nepal, masih dikelola oleh Kantor Perdana Menteri. Hubungan Nepal dengan Tiongkok mengalami peningkatan besar dalam beberapa tahun terakhir dengan Tiongkok sekarang menjadi 5 besar pemberi bantuan untuk Nepal sementara AS tetap menjadi bantuan asing terbesar. Pada tahun 2021, pemerintah India juga mengumumkan peningkatan bantuan ke Nepal sebesar hampir 13% menjadi $130 juta, untuk mengimbangi jejak Tiongkok yang semakin meningkat di Nepal. Namun data tentang pencairan bantuan yang sebenarnya oleh pemerintah India tidak jelas.


Nepal menekankan kerja sama yang lebih besar di [[Asia Selatan]] dan secara aktif mendorong pembentukan SAARC, [[Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan]], yang sekretariat permanennya, diselenggarakan di [[Kathmandu]]. Nepal adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan [[Bangladesh]], dan kedua negara berupaya meningkatkan kerja sama yang lebih besar, dalam perdagangan dan pengelolaan air; pelabuhan-pelabuhan di Bangladesh, yang lebih dekat, dipandang sebagai alternatif yang layak untuk monopoli India atas perdagangan negara ketiga Nepal. Nepal adalah negara Asia Selatan pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan [[Israel]], dan negara-negara tersebut menikmati hubungan yang kuat; tetapi negara ini juga mengakui hak-hak rakyat [[Palestina]], setelah memilih mendukung pengakuannya di [[Perserikatan Bangsa-Bangsa|PBB]] dan menentang pengakuan [[Yerusalem]] sebagai ibu kota Israel.
Nepal menekankan kerja sama yang lebih besar di [[Asia Selatan]] dan secara aktif mendorong pembentukan SAARC, [[Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan]], yang sekretariat permanennya, diselenggarakan di [[Kathmandu]].<sup class="reference" id="wu-cite-66">[[#wu-ref-66|[66]]]</sup> Nepal adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan [[Bangladesh]], dan kedua negara berupaya meningkatkan kerja sama yang lebih besar, dalam perdagangan dan pengelolaan air; pelabuhan-pelabuhan di Bangladesh, yang lebih dekat, dipandang sebagai alternatif yang layak untuk monopoli India atas perdagangan negara ketiga Nepal.<sup class="reference" id="wu-cite-67">[[#wu-ref-67|[67]]]</sup> Nepal adalah negara Asia Selatan pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan [[Israel]], dan negara-negara tersebut menikmati hubungan yang kuat;<sup class="reference" id="wu-cite-68">[[#wu-ref-68|[68]]]</sup> tetapi negara ini juga mengakui hak-hak rakyat [[Palestina]], setelah memilih mendukung pengakuannya di [[Perserikatan Bangsa-Bangsa|PBB]] dan menentang pengakuan [[Yerusalem]] sebagai ibu kota Israel.<sup class="reference" id="wu-cite-69">[[#wu-ref-69|[69]]]</sup>


Nepal telah menjadi anggota [[Organisasi Perdagangan Dunia]] (WTO) sejak 11 September 2003 dan pada 24 Januari 2017 menjadi anggota WTO ke-108 yang meratifikasi [[Paket Bali|Perjanjian Fasilitasi Perdagangan WTO]].
Nepal telah menjadi anggota [[Organisasi Perdagangan Dunia]] (WTO) sejak 11 September 2003<sup class="reference" id="wu-cite-70">[[#wu-ref-70|[70]]]</sup> dan pada 24 Januari 2017 menjadi anggota WTO ke-108 yang meratifikasi [[Paket Bali|Perjanjian Fasilitasi Perdagangan WTO]].<sup class="reference" id="wu-cite-71">[[#wu-ref-71|[71]]]</sup>


=== Militer ===
=== Militer ===
[[Angkatan Bersenjata Nepal]] adalah pasukan militer Nepal. Utamanya terdiri dari [[Angkatan Darat Nepal]] berbasis darat, diorganisir menjadi enam divisi tempur aktif. Angkatan Darat Nepal juga mengoperasikan formasi yang lebih kecil yang bertanggung jawab atas organisasi pertahanan udara, logistik, komunikasi militer, artileri, dan pasukan lintas udara di dalam wilayah Nepal. Selain itu ada juga [[Angkatan Udara Nepal]] yang lebih kecil, dirancang untuk mendukung operasi militer dan memberikan dukungan pertempuran jarak dekat. Serta [[Angkatan Polisi Bersenjata]] bertindak sebagai pasukan [[paramiliter]] yang bertugas menjaga keamanan internal di Nepal. Pada tahun 2019, prajurit aktif berjumlah 96.800 orang.<sup class="reference" id="wu-cite-72">[[#wu-ref-72|[72]]]</sup>


Pasal 144 Konstitusi Sementara Nepal menyatakan bahwa Presiden Nepal adalah Panglima Tertinggi Angkatan Darat Nepal. Saat ini sebagai Presiden Nepal [[Ram Chandra Poudel]] yang mulai menjabat pada 13 Maret 2023,<sup class="reference" id="wu-cite-73">[[#wu-ref-73|[73]]]</sup> adalah panglima tertinggi Angkatan Darat Nepal.


[[Angkatan Bersenjata Nepal]] adalah pasukan militer Nepal. Utamanya terdiri dari [[Angkatan Darat Nepal]] berbasis darat, diorganisir menjadi enam divisi tempur aktif. Angkatan Darat Nepal juga mengoperasikan formasi yang lebih kecil yang bertanggung jawab atas organisasi pertahanan udara, logistik, komunikasi militer, artileri, dan pasukan lintas udara di dalam wilayah Nepal. Selain itu ada juga [[Angkatan Udara Nepal]] yang lebih kecil, dirancang untuk mendukung operasi militer dan memberikan dukungan pertempuran jarak dekat. Serta [[Angkatan Polisi Bersenjata]] bertindak sebagai pasukan [[paramiliter]] yang bertugas menjaga keamanan internal di Nepal. Pada tahun 2019, prajurit aktif berjumlah 96.800 orang.
Nepal adalah salah satu kontributor utama misi penjaga perdamaian PBB, telah menyumbang lebih dari 119.000 personel untuk 42 misi sejak 1958.<sup class="reference" id="wu-cite-74">[[#wu-ref-74|[74]]]</sup> Orang Nepal pernah melayani sebagai prajurit [[Gurkha]] legendaris di tentara India dan Inggris selama 200 tahun terakhir, dengan layanan di kedua [[perang dunia]], [[Perang dan konflik India-Pakistan|perang India-Pakistan]] serta [[Perang di Afganistan (1978–sekarang)|Afghanistan]] dan [[Invasi Irak 2003|Irak]],<sup class="reference" id="wu-cite-75">[[#wu-ref-75|[75]]]</sup> meskipun Nepal tidak terlibat langsung dalam salah satu konflik tersebut, dan memenangkan penghargaan militer tertinggi, termasuk [[Salib Victoria|Victoria Cross]] dan [[Param Veer Chakra]].<sup class="reference" id="wu-cite-76">[[#wu-ref-76|[76]]]</sup>


Pasal 144 Konstitusi Sementara Nepal menyatakan bahwa Presiden Nepal adalah Panglima Tertinggi Angkatan Darat Nepal. Saat ini sebagai Presiden Nepal [[Ram Chandra Poudel]] yang mulai menjabat pada 13 Maret 2023, adalah panglima tertinggi Angkatan Darat Nepal.
Pengeluaran militer untuk tahun 2018 adalah $398,5 juta,<sup class="reference" id="wu-cite-77">[[#wu-ref-77|[77]]]</sup> sekitar 1,4% dari PDB.<sup class="reference" id="wu-cite-78">[[#wu-ref-78|[78]]]</sup> Pasukan infanteri darat yang hampir eksklusif, jumlah Angkatan Darat Nepal kurang dari seratus ribu;<sup class="reference" id="wu-cite-79">[[#wu-ref-79|[79]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-80">[[#wu-ref-80|[80]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-81">[[#wu-ref-81|[81]]]</sup> perekrutan bersifat sukarela.<sup class="reference" id="wu-cite-82">[[#wu-ref-82|[82]]]</sup> Ini memiliki beberapa pesawat, terutama helikopter, utamanya digunakan untuk transportasi, patroli, serta pencarian dan penyelamatan.<sup class="reference" id="wu-cite-83">[[#wu-ref-83|[83]]]</sup> Angkatan Darat Nepal terutama digunakan untuk keamanan rutin aset-aset penting, patroli anti-perburuan liar di taman nasional, kontra-pemberontakan, dan pencarian dan penyelamatan selama bencana alam;<sup class="reference" id="wu-cite-84">[[#wu-ref-84|[84]]]</sup> ia juga melakukan proyek-proyek konstruksi besar.<sup class="reference" id="wu-cite-85">[[#wu-ref-85|[85]]]</sup> Tidak ada kebijakan diskriminatif dalam rekrutmen menjadi tentara, tetapi didominasi oleh laki-laki dari kasta prajurit elit Pahari.<sup class="reference" id="wu-cite-86">[[#wu-ref-86|[86]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-87">[[#wu-ref-87|[87]]]</sup>


Nepal adalah salah satu kontributor utama misi penjaga perdamaian PBB, telah menyumbang lebih dari 119.000 personel untuk 42 misi sejak 1958. Orang Nepal pernah melayani sebagai prajurit [[Gurkha]] legendaris di tentara India dan Inggris selama 200 tahun terakhir, dengan layanan di kedua [[perang dunia]], [[Perang dan konflik India-Pakistan|perang India-Pakistan]] serta [[Perang di Afganistan (1978–sekarang)|Afghanistan]] dan [[Invasi Irak 2003|Irak]], meskipun Nepal tidak terlibat langsung dalam salah satu konflik tersebut, dan memenangkan penghargaan militer tertinggi, termasuk [[Salib Victoria|Victoria Cross]] dan [[Param Veer Chakra]].
India setuju untuk melanjutkan bantuan militer ke Nepal. Bantuan tersebut dalam proses sebelum India memberlakukan embargo pada Februari 2005 menyusul perebutan kekuasaan oleh Raja [[Gyanendra dari Nepal|Gyanendra]] saat itu. Pada tahun 2009, Tiongkok menjanjikan bantuan militer senilai Rs100 juta ke Nepal.<sup class="reference" id="wu-cite-88">[[#wu-ref-88|[88]]]</sup>
 
Pengeluaran militer untuk tahun 2018 adalah $398,5 juta, sekitar 1,4% dari PDB. Pasukan infanteri darat yang hampir eksklusif, jumlah Angkatan Darat Nepal kurang dari seratus ribu; perekrutan bersifat sukarela. Ini memiliki beberapa pesawat, terutama helikopter, utamanya digunakan untuk transportasi, patroli, serta pencarian dan penyelamatan. Angkatan Darat Nepal terutama digunakan untuk keamanan rutin aset-aset penting, patroli anti-perburuan liar di taman nasional, kontra-pemberontakan, dan pencarian dan penyelamatan selama bencana alam; ia juga melakukan proyek-proyek konstruksi besar. Tidak ada kebijakan diskriminatif dalam rekrutmen menjadi tentara, tetapi didominasi oleh laki-laki dari kasta prajurit elit Pahari.
 
India setuju untuk melanjutkan bantuan militer ke Nepal. Bantuan tersebut dalam proses sebelum India memberlakukan embargo pada Februari 2005 menyusul perebutan kekuasaan oleh Raja [[Gyanendra dari Nepal|Gyanendra]] saat itu. Pada tahun 2009, Tiongkok menjanjikan bantuan militer senilai Rs100 juta ke Nepal.


=== Pembagian administratif ===
=== Pembagian administratif ===
{|class="wikitable sortable"
|+
|- style="background:#98fb98;"
! Provinsi
! Ibu kota
! [[Daftar distrik di Nepal|Distrik]]
! Area<br />(km<sup>2</sup>)
! Populasi<br />Sensus<br />2011
! Populasi<br />Sensus<br />2021
! Kepadatan<br />(orang/km<sup>2</sup>)<br />2021
! [[Indeks Pembangunan Manusia|IPM]]
! Peta
|-
|[[Provinsi Koshi]]||[[Biratnagar]]|| align="center" |14|| align="right" |25.905|| align="right" |4.534.943|| align="right" |4.972.021|| align="center" |192|| align="center" |0,553||
|-
|[[Provinsi Madhesh]]||[[Janakpur]]|| align="center" |8|| align="right" |9.661|| align="right" |5.404.145|| align="right" |6.126.288|| align="center" |634|| align="center" |0,485||
|-
|[[Provinsi Bagmati]]||[[Hetauda]] || align="center" |13|| align="right" |20.300|| align="right" |5.529.452|| align="right" |6.084.042|| align="center" |300|| align="center" |0,560||
|-
|[[Provinsi Gandaki]]||[[Pokhara]] || align="center" |11|| align="right" |21.856|| align="right" |2.403.757|| align="right" |2.479.745|| align="center" |113|| align="center" |0,567||
|-
|[[Provinsi Lumbini]]||[[Deukhuri]]|| align="center" |12|| align="right" |19.707|| align="right" |4.499.272|| align="right" |5.124.225|| align="center" |260|| align="center" |0,519||
|-
|[[Provinsi Karnali]]||[[Birendranagar]]|| align="center" |10|| align="right" |30.213|| align="right" |1.570.418|| align="right" |1.694.889|| align="center" |56|| align="center" |0,469||
|-
|[[Sudurpashchim|Provinsi Sudurpashchim]]||[[Godawari, Seti|Godawari]]|| align="center" |9|| align="right" |19.539|| align="right" |2.552.517|| align="right" |2.711.270|| align="center" |139|| align="center" |0,478||
|-
!Total
!
![[Daftar distrik di Nepall|77]]
!147.181
!26.494.504
!29.192.480
!198
!0,579
!
|}


 
Nepal adalah republik federal yang terdiri dari 7 provinsi. Setiap provinsi terdiri dari 8 hingga 14 distrik. Distrik, pada gilirannya, terdiri dari unit lokal yang dikenal sebagai munisipalitas perkotaan dan pedesaan.<sup class="reference" id="wu-cite-89">[[#wu-ref-89|[89]]]</sup> Ada total 753 unit lokal yang meliputi 6 munisipalitas metropolitan, 11 munisipalitas sub-metropolitan dan 276 munisipalitas dengan total 293 munisipalitas perkotaan, dan 460 munisipalitas pedesaan.<sup class="reference" id="wu-cite-90">[[#wu-ref-90|[90]]]</sup>
Nepal adalah republik federal yang terdiri dari 7 provinsi. Setiap provinsi terdiri dari 8 hingga 14 distrik. Distrik, pada gilirannya, terdiri dari unit lokal yang dikenal sebagai munisipalitas perkotaan dan pedesaan. Ada total 753 unit lokal yang meliputi 6 munisipalitas metropolitan, 11 munisipalitas sub-metropolitan dan 276 munisipalitas dengan total 293 munisipalitas perkotaan, dan 460 munisipalitas pedesaan.


== Ekonomi ==
== Ekonomi ==
Nepal adalah [[negara berkembang]], yang menduduki peringkat ke-165 di dunia dalam [[Daftar negara menurut PDB (nominal) per kapita|PDB nominal per kapita]]<sup class="reference" id="wu-cite-91">[[#wu-ref-91|[91]]]</sup> dan ke-162 dalam [[Daftar negara menurut PDB (KKB) per kapita|PDB per kapita di PPP]].<sup class="reference" id="wu-cite-92">[[#wu-ref-92|[92]]]</sup> Produk domestik bruto (PDB) Nepal untuk 2019 adalah $34,186 miliar.<sup class="reference" id="wu-cite-93">[[#wu-ref-93|[93]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-94">[[#wu-ref-94|[94]]]</sup> Dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 6,6% pada 2019,<sup class="reference" id="wu-cite-95">[[#wu-ref-95|[95]]]</sup> dan diperkirakan 2,89% pada 2021.<sup class="reference" id="wu-cite-96">[[#wu-ref-96|[96]]]</sup> Nepal telah menjadi anggota [[Organisasi Perdagangan Dunia|WTO]] sejak 23 April 2004.<sup class="reference" id="wu-cite-97">[[#wu-ref-97|[97]]]</sup>


Angkatan kerja Nepal yang berjumlah 16,8 juta pekerja adalah yang terbesar ke-37 di dunia.<sup class="reference" id="wu-cite-98">[[#wu-ref-98|[98]]]</sup> [[Sektor primer]] menyumbang 27,59% dari PDB, [[sektor sekunder]] 14,6%, dan [[sektor tersier]] 57,81%.<sup class="reference" id="wu-cite-99">[[#wu-ref-99|[99]]]</sup> Pengiriman valuta asing Nepal sebesar US$8,1 miliar pada tahun 2018, terbesar ke-19 di dunia dan merupakan 28,0% dari PDB,<sup class="reference" id="wu-cite-100">[[#wu-ref-100|[100]]]</sup> disumbangkan kepada ekonominya oleh jutaan pekerja terutama di India, [[Timur Tengah]], dan [[Asia Timur]], hampir mereka semua adalah buruh kasar.<sup class="reference" id="wu-cite-101">[[#wu-ref-101|[101]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-102">[[#wu-ref-102|[102]]]</sup> Produk pertanian utama termasuk sereal ([[Jali|barley]], jagung, [[Milet|millet]], padi dan gandum), biji minyak, kentang, kacang-kacangan, tebu, goni, tembakau, susu dan daging kerbau.<sup class="reference" id="wu-cite-103">[[#wu-ref-103|[103]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-104">[[#wu-ref-104|[104]]]</sup> Industri utama meliputi pariwisata, permadani, tekstil, rokok, semen, batu bata, serta penggilingan beras kecil, goni, gula, dan biji minyak.<sup class="reference" id="wu-cite-105">[[#wu-ref-105|[105]]]</sup> Perdagangan internasional Nepal berkembang pesat pada tahun 1951 dengan berdirinya demokrasi; liberalisasi dimulai pada tahun 1985 dan meningkat pesat setelah tahun 1990. Pada tahun fiskal 2016/17, perdagangan luar negeri Nepal berjumlah Rs 1,06 triliun, meningkat dua puluh tiga kali lipat dari Rs 45,6 miliar pada tahun 1990/91. Lebih dari 60% perdagangan Nepal adalah dengan India. Ekspor utama meliputi garmen siap pakai, karpet, kacang-kacangan, kerajinan tangan, kulit, jamu, dan produk kertas, yang merupakan 90% dari total. Impor utama meliputi berbagai barang jadi dan setengah jadi, bahan baku, mesin dan peralatan, pupuk kimia, peralatan listrik dan elektronik, produk minyak bumi, emas, dan pakaian siap pakai.<sup class="reference" id="wu-cite-106">[[#wu-ref-106|[106]]]</sup> Inflasi mencapai 4,5% pada 2019.<sup class="reference" id="wu-cite-107">[[#wu-ref-107|[107]]]</sup> Cadangan devisa mencapai US$9,5 miliar pada Juli 2019, setara dengan 7,8 bulan impor.<sup class="reference" id="wu-cite-108">[[#wu-ref-108|[108]]]</sup>


Nepal adalah [[negara berkembang]], yang menduduki peringkat ke-165 di dunia dalam [[Daftar negara menurut PDB (nominal) per kapita|PDB nominal per kapita]] dan ke-162 dalam [[Daftar negara menurut PDB (KKB) per kapita|PDB per kapita di PPP]]. Produk domestik bruto (PDB) Nepal untuk 2019 adalah $34,186 miliar. Dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 6,6% pada 2019, dan diperkirakan 2,89% pada 2021. Nepal telah menjadi anggota [[Organisasi Perdagangan Dunia|WTO]] sejak 23 April 2004.
Selain memiliki geografi yang terkurung daratan dan terjal, sedikit sumber daya alam nyata dan infrastruktur yang buruk, pemerintahan pasca-1950 yang tidak efektif dan perang saudara yang berkepanjangan juga menjadi faktor penghambat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara.<sup class="reference" id="wu-cite-109">[[#wu-ref-109|[109]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-110">[[#wu-ref-110|[110]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-111">[[#wu-ref-111|[111]]]</sup> Penjeratan utang bahkan melibatkan anak-anak debitur telah menjadi masalah sosial yang terus-menerus di perbukitan barat dan [[Terai]], dengan perkiraan 234.600 orang atau 0,82% dari populasi dianggap sebagai budak, oleh Indeks Perbudakan Global pada tahun 2016.<sup class="reference" id="wu-cite-112">[[#wu-ref-112|[112]]]</sup>


Angkatan kerja Nepal yang berjumlah 16,8 juta pekerja adalah yang terbesar ke-37 di dunia. [[Sektor primer]] menyumbang 27,59% dari PDB, [[sektor sekunder]] 14,6%, dan [[sektor tersier]] 57,81%. Pengiriman valuta asing Nepal sebesar US$8,1 miliar pada tahun 2018, terbesar ke-19 di dunia dan merupakan 28,0% dari PDB, disumbangkan kepada ekonominya oleh jutaan pekerja terutama di India, [[Timur Tengah]], dan [[Asia Timur]], hampir mereka semua adalah buruh kasar. Produk pertanian utama termasuk sereal ([[Jali|barley]], jagung, [[Milet|millet]], padi dan gandum), biji minyak, kentang, kacang-kacangan, tebu, goni, tembakau, susu dan daging kerbau. Industri utama meliputi pariwisata, permadani, tekstil, rokok, semen, batu bata, serta penggilingan beras kecil, goni, gula, dan biji minyak. Perdagangan internasional Nepal berkembang pesat pada tahun 1951 dengan berdirinya demokrasi; liberalisasi dimulai pada tahun 1985 dan meningkat pesat setelah tahun 1990. Pada tahun fiskal 2016/17, perdagangan luar negeri Nepal berjumlah Rs 1,06 triliun, meningkat dua puluh tiga kali lipat dari Rs 45,6 miliar pada tahun 1990/91. Lebih dari 60% perdagangan Nepal adalah dengan India. Ekspor utama meliputi garmen siap pakai, karpet, kacang-kacangan, kerajinan tangan, kulit, jamu, dan produk kertas, yang merupakan 90% dari total. Impor utama meliputi berbagai barang jadi dan setengah jadi, bahan baku, mesin dan peralatan, pupuk kimia, peralatan listrik dan elektronik, produk minyak bumi, emas, dan pakaian siap pakai. Inflasi mencapai 4,5% pada 2019. Cadangan devisa mencapai US$9,5 miliar pada Juli 2019, setara dengan 7,8 bulan impor.
Pada tahun 2022, Nepal membatasi impor barang-barang non-esensial setelah [[cadangan devisa]]nya turun. [[Pandemi Covid-19 di Nepal|Pandemi COVID-19]] menyebabkan penurunan pengeluaran pariwisata dan uang yang dikirim pulang oleh orang Nepal yang bekerja di luar negeri, yang pada gilirannya menurunkan cadangan devisa negara.<sup class="reference" id="wu-cite-113">[[#wu-ref-113|[113]]]</sup>
 
Selain memiliki geografi yang terkurung daratan dan terjal, sedikit sumber daya alam nyata dan infrastruktur yang buruk, pemerintahan pasca-1950 yang tidak efektif dan perang saudara yang berkepanjangan juga menjadi faktor penghambat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara. Penjeratan utang bahkan melibatkan anak-anak debitur telah menjadi masalah sosial yang terus-menerus di perbukitan barat dan [[Terai]], dengan perkiraan 234.600 orang atau 0,82% dari populasi dianggap sebagai budak, oleh Indeks Perbudakan Global pada tahun 2016.
 
Pada tahun 2022, Nepal membatasi impor barang-barang non-esensial setelah [[cadangan devisa]]nya turun. [[Pandemi Covid-19 di Nepal|Pandemi COVID-19]] menyebabkan penurunan pengeluaran pariwisata dan uang yang dikirim pulang oleh orang Nepal yang bekerja di luar negeri, yang pada gilirannya menurunkan cadangan devisa negara.


=== Pekerjaan di luar negeri ===
=== Pekerjaan di luar negeri ===
Baris 148: Baris 175:


== Demografi ==
== Demografi ==
Nepal adalah negara multikultural dan multietnis, rumah bagi 125 kelompok etnis yang berbeda, berbicara dalam 123 bahasa ibu yang berbeda dan mengikuti sejumlah agama asli selain [[Agama Hindu|Hindu]], [[Agama Buddha|Budha]], [[Islam di Nepal|Islam]] dan [[Kekristenan|Kristen]]. Menurut sensus 2011, populasi Nepal adalah 26,5 juta, meningkat hampir tiga kali lipat dari sembilan juta pada tahun 1950. Dari tahun 2001 hingga 2011, ukuran keluarga rata-rata menurun dari 5,44 menjadi 4,9. Sensus tersebut juga mencatat sekitar 1,9 juta orang yang tidak hadir, lebih dari satu juta lebih banyak dibandingkan tahun 2001; sebagian besar adalah buruh laki-laki yang bekerja di luar negeri. Hal ini berkorelasi dengan penurunan rasio jenis kelamin menjadi 94,2 dari 99,8 pada tahun 2001. Tingkat pertumbuhan penduduk tahunan adalah 1,35% antara tahun 2001 dan 2011, dibandingkan dengan rata-rata 2,25% antara tahun 1961 dan 2001; juga dikaitkan dengan populasi yang tidak hadir.<sup class="reference" id="wu-cite-114">[[#wu-ref-114|[114]]]</sup>


 
Nepal adalah salah satu dari sepuluh [[urbanisasi]] paling sedikit, dan sepuluh negara urbanisasi tercepat di dunia. Pada 2014, diperkirakan 18,3% populasi tinggal di daerah perkotaan. Tingkat urbanisasi tinggi di [[Terai]], lembah doon di Terai bagian dalam dan lembah di perbukitan tengah, tetapi rendah di Himalaya yang tinggi. Demikian pula, angkanya lebih tinggi di Nepal tengah dan timur dibandingkan dengan lebih jauh ke barat.<sup class="reference" id="wu-cite-115">[[#wu-ref-115|[115]]]</sup> Ibukotanya, Kathmandu, dijuluki "Kota Kuil", adalah kota terbesar di negara ini dan merupakan jantung budaya dan ekonomi. Kota-kota besar lainnya di Nepal termasuk [[Pokhara]], [[Biratnagar]], [[Patan, Lalitpur|Lalitpur]], [[Bharatpur, Nepal|Bharatpur]], [[Birgunj]], [[Dharan]], [[Hetauda]] dan [[Nepalgunj]]. Kemacetan, polusi, dan kekurangan air minum adalah beberapa masalah utama yang dihadapi kota-kota yang berkembang pesat, terutama Lembah Kathmandu.
Nepal adalah negara multikultural dan multietnis, rumah bagi 125 kelompok etnis yang berbeda, berbicara dalam 123 bahasa ibu yang berbeda dan mengikuti sejumlah agama asli selain [[Agama Hindu|Hindu]], [[Agama Buddha|Budha]], [[Islam di Nepal|Islam]] dan [[Kekristenan|Kristen]]. Menurut sensus 2011, populasi Nepal adalah 26,5 juta, meningkat hampir tiga kali lipat dari sembilan juta pada tahun 1950. Dari tahun 2001 hingga 2011, ukuran keluarga rata-rata menurun dari 5,44 menjadi 4,9. Sensus tersebut juga mencatat sekitar 1,9 juta orang yang tidak hadir, lebih dari satu juta lebih banyak dibandingkan tahun 2001; sebagian besar adalah buruh laki-laki yang bekerja di luar negeri. Hal ini berkorelasi dengan penurunan rasio jenis kelamin menjadi 94,2 dari 99,8 pada tahun 2001. Tingkat pertumbuhan penduduk tahunan adalah 1,35% antara tahun 2001 dan 2011, dibandingkan dengan rata-rata 2,25% antara tahun 1961 dan 2001; juga dikaitkan dengan populasi yang tidak hadir.
 
Nepal adalah salah satu dari sepuluh [[urbanisasi]] paling sedikit, dan sepuluh negara urbanisasi tercepat di dunia. Pada 2014, diperkirakan 18,3% populasi tinggal di daerah perkotaan. Tingkat urbanisasi tinggi di [[Terai]], lembah doon di Terai bagian dalam dan lembah di perbukitan tengah, tetapi rendah di Himalaya yang tinggi. Demikian pula, angkanya lebih tinggi di Nepal tengah dan timur dibandingkan dengan lebih jauh ke barat. Ibukotanya, Kathmandu, dijuluki "Kota Kuil", adalah kota terbesar di negara ini dan merupakan jantung budaya dan ekonomi. Kota-kota besar lainnya di Nepal termasuk [[Pokhara]], [[Biratnagar]], [[Patan, Lalitpur|Lalitpur]], [[Bharatpur, Nepal|Bharatpur]], [[Birgunj]], [[Dharan]], [[Hetauda]] dan [[Nepalgunj]]. Kemacetan, polusi, dan kekurangan air minum adalah beberapa masalah utama yang dihadapi kota-kota yang berkembang pesat, terutama Lembah Kathmandu.


=== Agama ===
=== Agama ===
Sebagai [[negara sekuler]], sebagaimana dinyatakan oleh Konstitusi Nepal 2012 (Bagian 1, Pasal 4), Nepal menjamin [[kebebasan beragama]].<sup class="reference" id="wu-cite-116">[[#wu-ref-116|[116]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-117">[[#wu-ref-117|[117]]]</sup> Sensus 2011 melaporkan bahwa agama dengan jumlah pengikut terbesar di Nepal adalah [[Agama Hindu|Hindu]] (81,3% dari populasi), diikuti oleh [[Agama Buddha|Buddha]] (9%); sisanya adalah [[Islam di Nepal|Islam]] (4,4%), [[Kirat Mundhum|Kirant]] (3,1%), [[Kekristenan|Kristen]] (1,4%) dan ''Prakriti'' atau pemujaan alam (0,5%).


Sementara pada hasil sensus penduduk Nepal 2021 mencatat, sebanyak 23.677.744 jiwa atau 81,19% dari 29.164.578 jiwa penduduk Nepal, menganut agama [[Hindu]]. Diikuti oleh agama [[Agama Buddha|Buddha]] sebanyak 8,21%, [[Islam]] sebanyak 5,08%, [[Kirant]] sebanyak 3,17%, [[Kristen]] sebanyak 1,76%, [[Prakriti]] sebanyak 0,35%, dan animis Bon sebanyak 0,15%, selebihnya agama [[Jain]], [[Bahai]], dan [[Sikh]] sebanyak 0,01%.<sup class="reference" id="wu-cite-118">[[#wu-ref-118|[118]]]</sup> Berdasarkan persentase populasi, Nepal memiliki populasi umat Hindu terbesar di dunia,<sup class="reference" id="wu-cite-119">[[#wu-ref-119|[119]]]</sup> dan kedua setelah India dalam jumlah pemeluk.<sup class="reference" id="wu-cite-120">[[#wu-ref-120|[120]]]</sup>


Sebagai [[negara sekuler]], sebagaimana dinyatakan oleh Konstitusi Nepal 2012 (Bagian 1, Pasal 4), Nepal menjamin [[kebebasan beragama]]. Sensus 2011 melaporkan bahwa agama dengan jumlah pengikut terbesar di Nepal adalah [[Agama Hindu|Hindu]] (81,3% dari populasi), diikuti oleh [[Agama Buddha|Buddha]] (9%); sisanya adalah [[Islam di Nepal|Islam]] (4,4%), [[Kirat Mundhum|Kirant]] (3,1%), [[Kekristenan|Kristen]] (1,4%) dan ''Prakriti'' atau pemujaan alam (0,5%).
{| class="wikitable sortable"
|-
!rowspan="2"|No
!rowspan="2"|Agama
!colspan="2"|Sensus 2021
|-
!style="background:#E0F0FF;" |Jumlah
!style="background:#FFFFC0;" |%
|-
|1
|[[Hindu]]
|align=right|23.677.744
|align=right|81,19%
|-
|3
|[[Agama Buddha|Buddha]]
|align=right|2.393.549
|align=right|8,21%
|-
|4
|[[Islam]]
|align=right|1.483.066
|align=right|5,08%
|-
|2
|[[Kirat]]
|align=right|924.204
|align=right|3,17%
|-
|5
|[[Kristen]]
|align=right|512.313
|align=right|1,76%
|-
|6
|[[Prakriti]]
|align=right|102.048
|align=right|0,35%
|-
|6
|[[Bon]]
|align=right|67.233
|align=right|0,23%
|-
|7
|Lainnya
|align=right|4.431
|align=right|0,01%
|-
|
|Total
|align=right|'''29.164.578'''
|align=right|100%
|}


 
Nepal secara resmi adalah Kerajaan Hindu sampai baru-baru ini, dan [[Siwa]] dianggap sebagai dewa penjaga negara.<sup class="reference" id="wu-cite-121">[[#wu-ref-121|[121]]]</sup> Meskipun banyak kebijakan pemerintah sepanjang sejarah telah mengabaikan atau meminggirkan agama minoritas, masyarakat Nepal umumnya menikmati toleransi beragama dan keharmonisan di antara semua agama, dengan hanya sedikit insiden kekerasan bermotivasi agama.<sup class="reference" id="wu-cite-122">[[#wu-ref-122|[122]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-123">[[#wu-ref-123|[123]]]</sup> Konstitusi Nepal tidak memberi siapa pun hak untuk mengubah siapa pun ke agama lain. Nepal juga mengesahkan undang-undang anti-konversi yang lebih ketat pada 2017.<sup class="reference" id="wu-cite-124">[[#wu-ref-124|[124]]]</sup>
Sementara pada hasil sensus penduduk Nepal 2021 mencatat, sebanyak 23.677.744 jiwa atau 81,19% dari 29.164.578 jiwa penduduk Nepal, menganut agama [[Hindu]]. Diikuti oleh agama [[Agama Buddha|Buddha]] sebanyak 8,21%, [[Islam]] sebanyak 5,08%, [[Kirant]] sebanyak 3,17%, [[Kristen]] sebanyak 1,76%, [[Prakriti]] sebanyak 0,35%, dan animis Bon sebanyak 0,15%, selebihnya agama [[Jain]], [[Bahai]], dan [[Sikh]] sebanyak 0,01%. Berdasarkan persentase populasi, Nepal memiliki populasi umat Hindu terbesar di dunia, dan kedua setelah India dalam jumlah pemeluk.
 
 
Nepal secara resmi adalah Kerajaan Hindu sampai baru-baru ini, dan [[Siwa]] dianggap sebagai dewa penjaga negara. Meskipun banyak kebijakan pemerintah sepanjang sejarah telah mengabaikan atau meminggirkan agama minoritas, masyarakat Nepal umumnya menikmati toleransi beragama dan keharmonisan di antara semua agama, dengan hanya sedikit insiden kekerasan bermotivasi agama. Konstitusi Nepal tidak memberi siapa pun hak untuk mengubah siapa pun ke agama lain. Nepal juga mengesahkan undang-undang anti-konversi yang lebih ketat pada 2017.


Etnis Chhetri, Hill Brahman, Tharu, Magar, Newar, Kami, Yadav, Damai, Thakuri, Sarki, dan Teli, kesebelas etnis ini kecuali etnis Magar, rata-rata 94% keatas, mereka menganut agama [[Hindu]], sementara etnis Magar, 79% diantaranya menganut [[Hindu]].
Etnis Chhetri, Hill Brahman, Tharu, Magar, Newar, Kami, Yadav, Damai, Thakuri, Sarki, dan Teli, kesebelas etnis ini kecuali etnis Magar, rata-rata 94% keatas, mereka menganut agama [[Hindu]], sementara etnis Magar, 79% diantaranya menganut [[Hindu]].
Baris 170: Baris 246:


=== Bahasa ===
=== Bahasa ===
Bahasa kerja resmi di tingkat federal adalah [[bahasa Nepali]], tetapi konstitusi menetapkan setiap provinsi untuk memilih satu atau lebih bahasa kerja resmi tambahan. Komisi Bahasa Nepal pada 6 September 2021 merekomendasikan 14 bahasa resmi untuk berbagai provinsi di Nepal.
Bahasa kerja resmi di tingkat federal adalah [[bahasa Nepali]], tetapi konstitusi menetapkan setiap provinsi untuk memilih satu atau lebih bahasa kerja resmi tambahan.<sup class="reference" id="wu-cite-125">[[#wu-ref-125|[125]]]</sup> Komisi Bahasa Nepal pada 6 September 2021 merekomendasikan 14 bahasa resmi untuk berbagai provinsi di Nepal.<sup class="reference" id="wu-cite-126">[[#wu-ref-126|[126]]]</sup>


Sensus nasional 2011 mencantumkan 123 bahasa yang digunakan sebagai [[bahasa ibu]] (bahasa pertama) di Nepal. Sebagian besar milik rumpun bahasa [[Rumpun bahasa Indo-Arya|Indo-Arya]] dan [[Rumpun bahasa Sino-Tibet|Sino-Tibet]]. Bahasa ibu Nepal, atau bahasa asal Nepal terkadang disebut sebagai bahasa Nepali.
Sensus nasional 2011 mencantumkan 123 bahasa yang digunakan sebagai [[bahasa ibu]] (bahasa pertama) di Nepal.<sup class="reference" id="wu-cite-127">[[#wu-ref-127|[127]]]</sup> Sebagian besar milik rumpun bahasa [[Rumpun bahasa Indo-Arya|Indo-Arya]] dan [[Rumpun bahasa Sino-Tibet|Sino-Tibet]]. Bahasa ibu Nepal, atau bahasa asal Nepal terkadang disebut sebagai bahasa Nepali.<sup class="reference" id="wu-cite-128">[[#wu-ref-128|[128]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-129">[[#wu-ref-129|[129]]]</sup>


== Budaya ==
== Budaya ==
 
Nilai-nilai keluarga penting dalam tradisi Nepal, dan keluarga bersama patriarki multi-generasi telah menjadi norma di Nepal, meskipun keluarga inti menjadi umum di daerah perkotaan. Mayoritas orang Nepal, dengan atau tanpa persetujuan mereka, [[Perjodohan di anak benua India|dijodohkan]] yang diatur oleh orang tua atau tetua keluarga lainnya. Perkawinan dianggap untuk seumur hidup, dan tingkat perceraian sangat rendah, dengan kurang dari satu dari seribu perkawinan berakhir dengan perceraian.<sup class="reference" id="wu-cite-130">[[#wu-ref-130|[130]]]</sup> [[Pernikahan anak]] sering terjadi, terutama di daerah pedesaan; banyak wanita menikah sebelum mencapai usia 18 tahun.<sup class="reference" id="wu-cite-131">[[#wu-ref-131|[131]]]</sup>
 
Nilai-nilai keluarga penting dalam tradisi Nepal, dan keluarga bersama patriarki multi-generasi telah menjadi norma di Nepal, meskipun keluarga inti menjadi umum di daerah perkotaan. Mayoritas orang Nepal, dengan atau tanpa persetujuan mereka, [[Perjodohan di anak benua India|dijodohkan]] yang diatur oleh orang tua atau tetua keluarga lainnya. Perkawinan dianggap untuk seumur hidup, dan tingkat perceraian sangat rendah, dengan kurang dari satu dari seribu perkawinan berakhir dengan perceraian. [[Pernikahan anak]] sering terjadi, terutama di daerah pedesaan; banyak wanita menikah sebelum mencapai usia 18 tahun.


=== Sastra ===
=== Sastra ===
 
Sastra Nepal terkait erat dengan sastra Asia Selatan lainnya hingga penyatuannya menjadi kerajaan modern. Karya sastra, yang ditulis dalam bahasa [[Bahasa Sanskerta|Sansekerta]] oleh para pendeta [[Brahmana]] yang berpendidikan dan kadang-kadang juga berbasis di [[Benares|Varanasi]], mencakup teks-teks religius dan fantasi lain yang melibatkan raja, dewa, dan setan.<sup class="reference" id="wu-cite-132">[[#wu-ref-132|[132]]]</sup> Teks bahasa Nepal tertua yang masih ada berasal dari abad ke-13. Sastra Newar sudah ada sejak hampir 500 tahun yang lalu.<sup class="reference" id="wu-cite-133">[[#wu-ref-133|[133]]]</sup> Sejarah modern kesusastraan Nepal dimulai dengan [[Bhanubhakta Acharya]] (1814–1868), yang untuk pertama kalinya menggubah karya-karya besar dan berpengaruh dalam bahasa Nepal, bahasa yang dapat diakses oleh massa, yang paling menonjol, ''[[Bhanubhakta Ramayana]]'', terjemahan dari epik Hindu kuno.<sup class="reference" id="wu-cite-134">[[#wu-ref-134|[134]]]</sup> Pada akhir abad ke-19, [[Motiram Bhatta]] telah menerbitkan edisi cetak dari karya-karya Acharya, dan melalui usahanya, seorang diri mempopulerkan dan mendorong kesusastraan berbahasa Nepal ke dalam modernitas.<sup class="reference" id="wu-cite-135">[[#wu-ref-135|[135]]]</sup> Pada pertengahan abad ke-20, sastra Nepal tidak lagi terbatas pada tradisi sastra Hindu. Dipengaruhi oleh tradisi sastra barat, penulis pada periode ini mulai memproduksi karya sastra yang membahas masalah sosial kontemporer,<sup class="reference" id="wu-cite-136">[[#wu-ref-136|[136]]]</sup> sementara banyak penulis lainnya terus memperkaya tradisi puitis Nepal dengan puisi asli Nepal. Sastra Newar juga muncul sebagai tradisi sastra utama. Setelah munculnya demokrasi pada tahun 1951, sastra Nepal berkembang pesat. Karya sastra dalam banyak bahasa lain mulai diproduksi. Sastra Nepal terus mengalami modernisasi, dan dalam beberapa tahun terakhir, sangat dipengaruhi oleh pengalaman Nepal pascaperang saudara serta tradisi sastra global.<sup class="reference" id="wu-cite-137">[[#wu-ref-137|[137]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-138">[[#wu-ref-138|[138]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-139">[[#wu-ref-139|[139]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-140">[[#wu-ref-140|[140]]]</sup>
 
Sastra Nepal terkait erat dengan sastra Asia Selatan lainnya hingga penyatuannya menjadi kerajaan modern. Karya sastra, yang ditulis dalam bahasa [[Bahasa Sanskerta|Sansekerta]] oleh para pendeta [[Brahmana]] yang berpendidikan dan kadang-kadang juga berbasis di [[Benares|Varanasi]], mencakup teks-teks religius dan fantasi lain yang melibatkan raja, dewa, dan setan. Teks bahasa Nepal tertua yang masih ada berasal dari abad ke-13. Sastra Newar sudah ada sejak hampir 500 tahun yang lalu. Sejarah modern kesusastraan Nepal dimulai dengan [[Bhanubhakta Acharya]] (1814–1868), yang untuk pertama kalinya menggubah karya-karya besar dan berpengaruh dalam bahasa Nepal, bahasa yang dapat diakses oleh massa, yang paling menonjol, ''[[Bhanubhakta Ramayana]]'', terjemahan dari epik Hindu kuno. Pada akhir abad ke-19, [[Motiram Bhatta]] telah menerbitkan edisi cetak dari karya-karya Acharya, dan melalui usahanya, seorang diri mempopulerkan dan mendorong kesusastraan berbahasa Nepal ke dalam modernitas. Pada pertengahan abad ke-20, sastra Nepal tidak lagi terbatas pada tradisi sastra Hindu. Dipengaruhi oleh tradisi sastra barat, penulis pada periode ini mulai memproduksi karya sastra yang membahas masalah sosial kontemporer, sementara banyak penulis lainnya terus memperkaya tradisi puitis Nepal dengan puisi asli Nepal. Sastra Newar juga muncul sebagai tradisi sastra utama. Setelah munculnya demokrasi pada tahun 1951, sastra Nepal berkembang pesat. Karya sastra dalam banyak bahasa lain mulai diproduksi. Sastra Nepal terus mengalami modernisasi, dan dalam beberapa tahun terakhir, sangat dipengaruhi oleh pengalaman Nepal pascaperang saudara serta tradisi sastra global.


=== Pakaian ===
=== Pakaian ===
Pakaian tradisional yang paling banyak dipakai di Nepal, baik untuk wanita maupun pria, dari zaman kuno hingga munculnya zaman modern, adalah sampiran. Bagi wanita, berbentuk [[sari]], sepotong kain panjang, terkenal sepanjang enam meter, dan lebarnya menutupi tubuh bagian bawah. Sari diikatkan di pinggang dan disimpul di salah satu ujungnya, dililitkan di tubuh bagian bawah, lalu di atas bahu. Dalam bentuknya yang lebih modern, ia digunakan untuk menutupi kepala, dan terkadang wajah, sebagai kerudung, khususnya di Terai. Dikombinasikan dengan rok dalam, atau [[petticoat]], dan diselipkan di pinggang agar lebih aman dikencangkan. Hal ini dikenakan dengan blus, atau cholo, yang berfungsi sebagai garmen tubuh bagian atas utama, ujung sari, melewati bahu, sekarang berfungsi untuk mengaburkan kontur tubuh bagian atas, dan untuk menutupi perut.<sup class="reference" id="wu-cite-141">[[#wu-ref-141|[141]]]</sup>


 
Untuk pria, kain yang serupa tetapi lebih pendek, [[dhoti]], berfungsi sebagai pakaian bagian bawah tubuh. Itu juga diikatkan di pinggang dan dililitkan.<sup class="reference" id="wu-cite-142">[[#wu-ref-142|[142]]]</sup>
Pakaian tradisional yang paling banyak dipakai di Nepal, baik untuk wanita maupun pria, dari zaman kuno hingga munculnya zaman modern, adalah sampiran. Bagi wanita, berbentuk [[sari]], sepotong kain panjang, terkenal sepanjang enam meter, dan lebarnya menutupi tubuh bagian bawah. Sari diikatkan di pinggang dan disimpul di salah satu ujungnya, dililitkan di tubuh bagian bawah, lalu di atas bahu. Dalam bentuknya yang lebih modern, ia digunakan untuk menutupi kepala, dan terkadang wajah, sebagai kerudung, khususnya di Terai. Dikombinasikan dengan rok dalam, atau [[petticoat]], dan diselipkan di pinggang agar lebih aman dikencangkan. Hal ini dikenakan dengan blus, atau cholo, yang berfungsi sebagai garmen tubuh bagian atas utama, ujung sari, melewati bahu, sekarang berfungsi untuk mengaburkan kontur tubuh bagian atas, dan untuk menutupi perut.
 
Untuk pria, kain yang serupa tetapi lebih pendek, [[dhoti]], berfungsi sebagai pakaian bagian bawah tubuh. Itu juga diikatkan di pinggang dan dililitkan.


=== Kuliner ===
=== Kuliner ===
 
Masakan Nepal terdiri dari berbagai macam masakan daerah dan tradisional. Mengingat keragaman dalam jenis tanah, iklim, budaya, kelompok etnis, dan pekerjaan, masakan ini sangat bervariasi satu sama lain, menggunakan rempah-rempah, jamu, sayuran, dan buah yang tersedia secara lokal.<sup class="reference" id="wu-cite-143">[[#wu-ref-143|[143]]]</sup> [[Pertukaran Kolumbus]] telah membawa kentang, tomat, jagung, kacang tanah, kacang mete, nanas, jambu biji, dan terutama, cabai, ke Asia Selatan. Masing-masing menjadi kebutuhan pokok.<sup class="reference" id="wu-cite-144">[[#wu-ref-144|[144]]]</sup> Sereal yang ditanam di Nepal, pilihannya, waktu, dan wilayah penanamannya, sangat sesuai dengan waktu monsun Nepal,<sup class="reference" id="wu-cite-145">[[#wu-ref-145|[145]]]</sup> dan variasi ketinggian. Padi dan gandum sebagian besar ditanam di dataran Terai dan lembah yang beririgasi baik, dan jagung, jewawut, serta soba di perbukitan yang kurang subur dan lebih kering.<sup class="reference" id="wu-cite-146">[[#wu-ref-146|[146]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-147">[[#wu-ref-147|[147]]]</sup>
 
Masakan Nepal terdiri dari berbagai macam masakan daerah dan tradisional. Mengingat keragaman dalam jenis tanah, iklim, budaya, kelompok etnis, dan pekerjaan, masakan ini sangat bervariasi satu sama lain, menggunakan rempah-rempah, jamu, sayuran, dan buah yang tersedia secara lokal. [[Pertukaran Kolumbus]] telah membawa kentang, tomat, jagung, kacang tanah, kacang mete, nanas, jambu biji, dan terutama, cabai, ke Asia Selatan. Masing-masing menjadi kebutuhan pokok. Sereal yang ditanam di Nepal, pilihannya, waktu, dan wilayah penanamannya, sangat sesuai dengan waktu monsun Nepal, dan variasi ketinggian. Padi dan gandum sebagian besar ditanam di dataran Terai dan lembah yang beririgasi baik, dan jagung, jewawut, serta soba di perbukitan yang kurang subur dan lebih kering.


=== Olahraga ===
=== Olahraga ===
Olahraga tradisional Nepal, seperti [[dandi biyo]] dan [[kabaddi]] yang hingga saat ini dianggap sebagai olahraga nasional tidak resmi,<sup class="reference" id="wu-cite-148">[[#wu-ref-148|[148]]]</sup> masih populer di daerah pedesaan.<sup class="reference" id="wu-cite-149">[[#wu-ref-149|[149]]]</sup> Meskipun upaya, standardisasi dan pengembangan dandi biyo belum tercapai,<sup class="reference" id="wu-cite-150">[[#wu-ref-150|[150]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-151">[[#wu-ref-151|[151]]]</sup> sementara Kabaddi, sebagai olahraga profesional, masih dalam tahap awal di Nepal.<sup class="reference" id="wu-cite-152">[[#wu-ref-152|[152]]]</sup> [[Bagh-Chal]], permainan papan kuno yang diperkirakan berasal dari Nepal, dapat dimainkan di papan yang digambar dengan kapur, dengan kerikil, dan masih populer sampai sekarang.<sup class="reference" id="wu-cite-153">[[#wu-ref-153|[153]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-154">[[#wu-ref-154|[154]]]</sup> Ludo, ular tangga, dan [[karambol]] adalah hiburan yang populer.<sup class="reference" id="wu-cite-155">[[#wu-ref-155|[155]]]</sup> Catur juga dimainkan.<sup class="reference" id="wu-cite-156">[[#wu-ref-156|[156]]]</sup>


[[Sepak bola]] dan [[kriket]] adalah olahraga profesional yang populer.<sup class="reference" id="wu-cite-157">[[#wu-ref-157|[157]]]</sup> Nepal bersaing dalam sepak bola di kawasan Asia Selatan tetapi belum pernah memenangkan kejuaraan [[Federasi Sepak Bola Asia Selatan|SAFF]], turnamen regional tersebut.<sup class="reference" id="wu-cite-158">[[#wu-ref-158|[158]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-159">[[#wu-ref-159|[159]]]</sup> Biasanya berada di peringkat kuarter terbawah dalam [[Peringkat Dunia FIFA]].<sup class="reference" id="wu-cite-160">[[#wu-ref-160|[160]]]</sup> Nepal telah sukses dalam kriket dan memegang status elite [[One Day International|ODI]],<sup class="reference" id="wu-cite-161">[[#wu-ref-161|[161]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-162">[[#wu-ref-162|[162]]]</sup> secara konsisten menempati peringkat 20 Besar di peringkat [[Dewan Kriket Internasional|ICC]] ODI dan T20I.<sup class="reference" id="wu-cite-163">[[#wu-ref-163|[163]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-164">[[#wu-ref-164|[164]]]</sup> Nepal cukup sukses dalam atletik dan seni bela diri, memenangkan banyak medali di [[Pesta Olahraga Asia Selatan]] dan beberapa di [[Pesta Olahraga Asia]].<sup class="reference" id="wu-cite-165">[[#wu-ref-165|[165]]]</sup> Nepal tidak pernah memenangkan medali olimpiade.<sup class="reference" id="wu-cite-166">[[#wu-ref-166|[166]]]</sup> Olahraga seperti bola basket, bola voli, futsal, gulat, binaraga kompetitif<sup class="reference" id="wu-cite-167">[[#wu-ref-167|[167]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-168">[[#wu-ref-168|[168]]]</sup> dan bulu tangkis juga semakin populer.<sup class="reference" id="wu-cite-169">[[#wu-ref-169|[169]]]</sup> Bola voli dinyatakan sebagai olahraga nasional Nepal pada tahun 2017.<sup class="reference" id="wu-cite-170">[[#wu-ref-170|[170]]]</sup> Wanita dalam sepak bola, kriket, atletik, seni bela diri, bulu tangkis, dan renang telah menemukan beberapa keberhasilan.<sup class="reference" id="wu-cite-171">[[#wu-ref-171|[171]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-172">[[#wu-ref-172|[172]]]</sup> Nepal juga menurunkan pemain dan tim nasional dalam beberapa turnamen untuk penyandang [[disabilitas]], terutama di kriket [[tunanetra]] putra<sup class="reference" id="wu-cite-173">[[#wu-ref-173|[173]]]</sup> dan kriket [[Kebutaan|buta]] putri.<sup class="reference" id="wu-cite-174">[[#wu-ref-174|[174]]]</sup>


Olahraga tradisional Nepal, seperti [[dandi biyo]] dan [[kabaddi]] yang hingga saat ini dianggap sebagai olahraga nasional tidak resmi, masih populer di daerah pedesaan. Meskipun upaya, standardisasi dan pengembangan dandi biyo belum tercapai, sementara Kabaddi, sebagai olahraga profesional, masih dalam tahap awal di Nepal. [[Bagh-Chal]], permainan papan kuno yang diperkirakan berasal dari Nepal, dapat dimainkan di papan yang digambar dengan kapur, dengan kerikil, dan masih populer sampai sekarang. Ludo, ular tangga, dan [[karambol]] adalah hiburan yang populer. Catur juga dimainkan.
Satu-satunya stadion internasional di negara ini adalah [[Dasharath Rangasath|Stadion Dasarath]] serbaguna tempat tim sepak bola nasional putra dan putri memainkan pertandingan kandang mereka.<sup class="reference" id="wu-cite-175">[[#wu-ref-175|[175]]]</sup>
 
[[Sepak bola]] dan [[kriket]] adalah olahraga profesional yang populer. Nepal bersaing dalam sepak bola di kawasan Asia Selatan tetapi belum pernah memenangkan kejuaraan [[Federasi Sepak Bola Asia Selatan|SAFF]], turnamen regional tersebut. Biasanya berada di peringkat kuarter terbawah dalam [[Peringkat Dunia FIFA]]. Nepal telah sukses dalam kriket dan memegang status elite [[One Day International|ODI]], secara konsisten menempati peringkat 20 Besar di peringkat [[Dewan Kriket Internasional|ICC]] ODI dan T20I. Nepal cukup sukses dalam atletik dan seni bela diri, memenangkan banyak medali di [[Pesta Olahraga Asia Selatan]] dan beberapa di [[Pesta Olahraga Asia]]. Nepal tidak pernah memenangkan medali olimpiade. Olahraga seperti bola basket, bola voli, futsal, gulat, binaraga kompetitif dan bulu tangkis juga semakin populer. Bola voli dinyatakan sebagai olahraga nasional Nepal pada tahun 2017. Wanita dalam sepak bola, kriket, atletik, seni bela diri, bulu tangkis, dan renang telah menemukan beberapa keberhasilan. Nepal juga menurunkan pemain dan tim nasional dalam beberapa turnamen untuk penyandang [[disabilitas]], terutama di kriket [[tunanetra]] putra dan kriket [[Kebutaan|buta]] putri.
 
Satu-satunya stadion internasional di negara ini adalah [[Dasharath Rangasath|Stadion Dasarath]] serbaguna tempat tim sepak bola nasional putra dan putri memainkan pertandingan kandang mereka.
 
== Referensi ==
 


== Bacaan tambahan ==
== Bacaan tambahan ==
Baris 226: Baris 289:


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*  [http://www.nepalgov.gov.np/ Situs resmi]
*  [http://www.nepalgov.gov.np/ Situs resmi]
*  [http://www.fifa.com/en/regulations/magazine/index/0,1569,102162,00.html?articleid=102162 FIFA - "Football at the heart of the Himalayas"]
*  [http://www.fifa.com/en/regulations/magazine/index/0,1569,102162,00.html?articleid=102162 FIFA - "Football at the heart of the Himalayas"]  
*  [http://encarta.msn.com/encyclopedia_761562648_3/Nepal.html MSN Encarta - Nepal]
*  [http://encarta.msn.com/encyclopedia_761562648_3/Nepal.html MSN Encarta - Nepal]
*  [http://www.cia.gov/cia/publications/factbook/geos/np.html The World Factbook - Nepal]
*  [http://www.cia.gov/cia/publications/factbook/geos/np.html The World Factbook - Nepal]  
*  [http://memory.loc.gov/frd/cs/nptoc.html Country Study - Nepal]
*  [http://memory.loc.gov/frd/cs/nptoc.html Country Study - Nepal]
*  [http://www.john15.org/NepalHimalyanMission.htm Blessed Children's Home]
*  [http://www.john15.org/NepalHimalyanMission.htm Blessed Children's Home]  
*  [http://www.nepaldemocracy.org/documents/treaties_agreements/nep_india_open_border.htm "The Evolution of Nepal's International Boundary with China and India"]
*  [http://www.nepaldemocracy.org/documents/treaties_agreements/nep_india_open_border.htm "The Evolution of Nepal's International Boundary with China and India"]
*  [http://www.infoclub.com.np/nepal/history/history_ancient.htm Nepal History: Ancient Period]
*  [http://www.infoclub.com.np/nepal/history/history_ancient.htm Nepal History: Ancient Period]  
*  [http://www.atimes.com/atimes/South_Asia/GB24Df04.html "India hits Nepal where it hurts"]
*  [http://www.atimes.com/atimes/South_Asia/GB24Df04.html "India hits Nepal where it hurts"]  
*  [http://www.thesouthasian.org/archives/000155.html "Nepal: A State Under Siege"]
*  [http://www.thesouthasian.org/archives/000155.html "Nepal: A State Under Siege"]  
*  [http://www.nepalhomepage.com/general/glance.html Nepal: Basic Fact Sheet]
*  [http://www.nepalhomepage.com/general/glance.html Nepal: Basic Fact Sheet]


== Referensi ==
<ol class="references wiki-unissula-manual-references">
<li id="wu-ref-1">Krishna P. Bhattarai. [https://books.google.com/books?id=-aArqOqBGBQC&pg=PA32&dq Nepal]. Infobase publishing. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-1|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-2">P. 17 ''Looking to the Future: Indo-Nepal Relations in Perspective'' By Lok Raj Baral <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-2|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-3">[http://www.gktoday.in/current-article-indias-bilateral-relationships-nepal/ India-Nepal relations]. gktoday.in. 18 November 2009. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-3|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-4">P. 17 ''Looking to the Future: Indo-Nepal Relations in Perspective'' By Lok Raj Baral <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-4|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-5">G.P. Singh. ''Kiratas in Ancient India''. Gian Pub. House. 1990. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-5|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-6">G.P. Singh. ''Kiratas in Ancient India''. Gian Pub. House. 1990. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-6|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-7">[http://www.telegraphnepal.com/national/2014-02-19/the-lichhavi-and-kirat-kings-of-nepal Salinan arsip]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-7|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-8">[https://www.gktoday.in/gk/current-article-indias-bilateral-relationships-nepal/ India-Nepal Relations - General Knowledge Today]. ''www.gktoday.in''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-8|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-9">[https://www.gktoday.in/gk/current-article-indias-bilateral-relationships-nepal/ India-Nepal Relations - General Knowledge Today]. ''www.gktoday.in''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-9|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-10">Li, Rongxi (translator). 1995. ''The Great Tang Dynasty Record of the Western Regions'', pp. 219–220. Numata Center for Buddhist Translation and Research. Berkeley, California. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-10|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-11">Watters, Thomas. 1904-5. ''On Yuan Chwang's Travels in India (A.D. 629–645)'', pp. 83–85. Reprint: Mushiram Manoharlal Publishers, New Delhi. 1973. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-11|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-12">[http://www.telegraphnepal.com/national/2014-02-19/the-lichhavi-and-kirat-kings-of-nepal Salinan arsip]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-12|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-13">[http://www.telegraphnepal.com/national/2014-02-19/the-lichhavi-and-kirat-kings-of-nepal Salinan arsip]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-13|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-14">[http://royalnepal.synthasite.com/the-thakuri-dynasty.php Nepal Monarchy: Thakuri Dynasty]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-14|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-15">[http://royalnepal.synthasite.com/the-thakuri-dynasty.php Nepal Monarchy: Thakuri Dynasty]. ''royalnepal.synthasite.com''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-15|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-16">Father Giuseppe. [https://books.google.com/books?id=vSsoAAAAYAAJ&pg=PA307 Account of the Kingdom of Nepal]. ''Asiatick Researches''. London: Vernor and Hood. 1799. p. 308. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-16|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-17">harris, george lawrence. [https://www.loc.gov/item/93012226/ Nepal and Bhutan : country studies]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-17|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-18">harris, george lawrence. [https://www.loc.gov/item/93012226/ Nepal and Bhutan : country studies]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-18|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-19">Tucci, Giuseppe. (1952). ''Journey to Mustang, 1952''. Trans. by Diana Fussell. 1st Italian edition, 1953; 1st English edition, 1977. 2nd edition revised, 2003, p. 22. Bibliotheca Himalayica. (South Asia); (Outside of South Asia). <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-19|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-20">et al Kevin Bales. [https://www.globalslaveryindex.org/country/nepal/ Nepal]. ''The Global Slavery Index 2016''. The Minderoo Foundation Pty Ltd. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-20|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-21">Angela Dietrich. [http://ccbs.ntu.edu.tw/FULLTEXT/JR-BH/bh117536.htm Buddhist Monks and Rana Rulers: A History of Persecution]. ''Buddhist Himalaya: A Journal of Nagarjuna Institute of Exact Methods''. 1996. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-21|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-22">C.K. Lal. [http://nepalitimes.com/news.php?id=8741 The Rana resonance]. ''Nepali Times''. 16 February 2001. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-22|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-23">harris, george lawrence. [https://www.loc.gov/item/93012226/ Nepal and Bhutan : country studies]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-23|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-24">[http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/south_asia/country_profiles/1166516.stm Timeline: Nepal]. BBC News. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-24|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-25">[http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/south_asia/country_profiles/1166516.stm Timeline: Nepal]. BBC News. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-25|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-26">[http://edition.cnn.com/2007/WORLD/asiapcf/12/28/nepal.monarchy/index.html?iref=mpstoryview Nepal votes to end monarchy]. ''CNN Asia report''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-26|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-27">[http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/7424302.stm Nepal votes to abolish monarchy]. BBC News. 28 May 2008. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-27|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-28">The Carter Center. [http://www.cartercenter.org/countries/nepal.html Activities by Country: Nepal]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-28|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-29">[http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/7424302.stm Nepal votes to abolish monarchy]. BBC News. 28 May 2008. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-29|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-30">[http://english.aljazeera.net/NR/exeres/0A9B5B1F-5BF2-4ACB-A159-700F21DAD3C4.htm Nepal abolishes its monarchy]. Al Jazeera. 28 May 2008. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-30|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-31">Monika Timsina. [http://www.ekantipur.com/the-kathmandu-post/2010/08/01/oped/theyre-more-violent/211098/ They're more violent]. ''Ekantipur''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-31|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-32">[http://news.outlookindia.com/items.aspx?artid=575330 Nepal King gets 15 days to leave palace]. Outlookindia.com. 28 May 2008. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-32|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-33">[http://www.sundaytimes.lk/080817/International/sundaytimesinternational_04.html Prachanda becomes PM, Nepal set for major change]. ''The Sunday Times''. 17 August 2008. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-33|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-34">[http://news.rediff.com/interview/2009/may/23/madhav-kumar-nepal-elected-new-nepal-pm.htm Madhav Kumar Nepal elected new Nepal PM]. Rediffnews. 23 May 2009. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-34|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-35">[http://www.bbc.co.uk/news/world-south-asia-12358985 Nepal: Jhalanath Khanal elected new prime minister]. ''BBC''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-35|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-36">[http://www.nepalnews.com/archive/2011/aug/aug28/news13.php Bhattarai elected new Prime Minister of Nepal]. Nepalnews.com. 28 August 2011. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-36|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-37">[http://www.jagarannepal.org/ca-dissolved-without-promulgating-constitution- CA dissolved without promulgating constitution]. ''Jagaran Nepal''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-37|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-38">[http://www.can.gov.np/en Home Page]. ''Official Page of Constituent Assembly of Nepal''. Government of Nepal. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-38|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-39">[http://www.cartercenter.org/news/publications/peace/democracy_publications/nepal-peace-reports.html Nepal Peace Reports]. The Carter Center. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-39|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-40">[http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-26116387 Sushil Koirala wins vote to be Nepal's prime minister]. BBC. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-40|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-41">[http://www.ekantipur.com/2014/02/10/top-story/sushil-koirala-becomes-new-pm-of-nepal/385171.html Sushil Koirala becomes new prime minister of Nepal]. ''Ekantipur''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-41|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-42">Corinne Cathcard. [http://abcnews.go.com/International/hundreds-dead-massive-earthquake-strikes-nepal/story?id=30577374 Nepal Earthquake: Death Toll Jumps Over 1,800]. ABC News. 25 April 2015. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-42|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-43">[http://indianexpress.com/article/world/neighbours/nepal-earthquake-death-toll-reaches-8635-over-300-missing/ Nepal earthquake death toll reaches 8,635, over 300 missing]. ''The Indian Express''. 23 May 2015. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-43|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-44">[http://qz.com/535260/nepal-just-elected-its-first-female-president/ Nepal just elected its first female president]. ''Quartz''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-44|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-45">J. R. Ali. [https://archive.org/details/sim_earth-science-reviews_2005-10_72_3-4/page/170 Greater India]. ''Earth-Science Reviews''. 2005. Vol. 72 (3–4). hlm. 170–173. doi:10.1016/j.earscirev.2005.07.005. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-45|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-46">John Whelpton. [https://archive.org/details/historyofnepal00whel A History of Nepal]. Cambridge University Press. 2005. ISBN 978-0-521-80470-7. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-46|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-47">K. R. Dikshit. [https://www.britannica.com/EBchecked/topic/285248/India India: Land]. hlm. 1–29. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-47|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-48">B. Prakash. [http://www.ias.ac.in/currsci/aug252000/prakash.pdf Holocene Tectonic Movements and Stress Field in the Western Gangetic Plains]. ''Current Science''. 2000. Vol. 79 (4). hlm. 438–449. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-48|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-49">Peter van der Beek. [https://hal.archives-ouvertes.fr/hal-00137089/file/vdbeek_et_al_BR_2006.pdf Late Miocene- Recent Exhumation of the Central Himalaya and Recycling in the Foreland Basin Assessed by Apatite Fission-Track Thermochronology of Siwalik Sediments, Nepal]. ''Basin Research''. 2006. Vol. 18 (4). hlm. 413–434. doi:10.1111/j.1365-2117.2006.00305.x. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-49|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-50">John Whelpton. [https://archive.org/details/historyofnepal00whel A History of Nepal]. Cambridge University Press. 2005. ISBN 978-0-521-80470-7. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-50|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-51">[https://www.aljazeera.com/indepth/interactive/2017/11/nepal-elections-2017-explained-171126103009857.html Nepal elections explained]. Al Jazeera. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-51|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-52">[https://ekantipur.com/news/2020/11/09/160490601327098883.html देशको नामलाई एकरुपता दिन 'संघीय लोकतान्त्रिक गणतन्त्र' नलेख्‍न भनिएको हो : मन्त्री ज्ञवाली]. ''ekantipur.com''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-52|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-53">[http://www.lawcommission.gov.np/np/wp-content/uploads/2018/09/%E0%A4%A8%E0%A5%87%E0%A4%AA%E0%A4%BE%E0%A4%B2%E0%A4%95%E0%A5%8B-%E0%A4%B8%E0%A4%82%E0%A4%B5%E0%A4%BF%E0%A4%A7%E0%A4%BE%E0%A4%A8-1.pdf नेपालको संविधान २०७२]. 20 September 2015. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-53|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-54">[http://kathmandupost.ekantipur.com/printedition/news/2015-09-16/ca-approves-ceremonial-prez-bicameral-legislature.html CA approves ceremonial prez, bicameral legislature]. ''The Kathmandu Post''. 16 September 2015. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-54|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-55">[http://www.lawcommission.gov.np/np/wp-content/uploads/2018/09/%E0%A4%A8%E0%A5%87%E0%A4%AA%E0%A4%BE%E0%A4%B2%E0%A4%95%E0%A5%8B-%E0%A4%B8%E0%A4%82%E0%A4%B5%E0%A4%BF%E0%A4%A7%E0%A4%BE%E0%A4%A8-1.pdf नेपालको संविधान २०७२]. 20 September 2015. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-55|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-56">[https://www.aljazeera.com/indepth/interactive/2017/11/nepal-elections-2017-explained-171126103009857.html Nepal elections explained]. Al Jazeera. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-56|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-57">[https://ekantipur.com/news/2022/12/06/167034242099737230.html प्रतिनिधिसभामा १२ दल, राष्ट्रिय पार्टी ७ मात्रै]. ''ekantipur.com''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-57|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-58">[https://mofa.gov.np/foreign-policy/bilateral-relation/ Bilateral Relations – Ministry of Foreign Affairs Nepal MOFA]. Government of Nepal. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-58|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-59">[https://mofa.gov.np/embassy-of-nepal/ Embassy of Nepal – Ministry of Foreign Affairs Nepal MOFA]. Government of Nepal. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-59|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-60">[https://mofa.gov.np/consulates-general-of-nepal/ Consulates General of Nepal – Ministry of Foreign Affairs Nepal MOFA]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-60|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-61">[https://mofa.gov.np/non-residential-diplomatic-missions/ NON-RESIDENTIAL DIPLOMATIC MISSIONS – Ministry of Foreign Affairs Nepal MOFA]. Government of Nepal. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-61|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-62">[http://www.ndtv.com/india-news/nepal-prime-minister-kp-sharma-oli-calls-china-an-all-weather-friend-1290375 China is Our 'All Weather Friend', Says Nepal Prime Minister KP Sharma Oli]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-62|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-63">Krishna Pokharel. [https://www.wsj.com/articles/BL-IRTB-30919 The Two-Month Blockade of Nepal Explained]. ''Wall Street Journal''. 2015-11-26. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-63|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-64">[https://www.business-standard.com/article/news-ians/china-increases-aid-fdi-significantly-to-nepal-115031800390_1.html China increases aid, FDI significantly to Nepal]. ''Business Standard India''. 2015-03-18. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-64|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-65">[https://kathmandupost.com/money/2021/02/01/india-raises-nepal-grant-by-nearly-13-percent-to-rs15-87-billion India raises Nepal grant by nearly 13 percent to Rs15.87 billion]. ''kathmandupost.com''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-65|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-66">Muhammad Jamshed Iqbal. [http://www.nihcr.edu.pk/Latest_English_Journal/SAARC_Jamshed_Iqbal.pdf SAARC: Origin, Growth, Potential and Achievements]. ''Pakistan Journal of History & Culture''. 2006. Vol. XXVII. hlm. 127–40. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-66|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-67">[http://therisingnepal.org.np/news/19231 Nepal, Bangladesh Can Become Better Trade Partners]. ''The Rising Nepal''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-67|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-68">[http://myrepublica.nagariknetwork.com/news/42903/ Marking the diplomatic ties between Nepal and Israel]. ''Republica''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-68|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-69">[https://kathmandupost.com/national/2017/12/23/unga-vote-consistent-with-nepals-position-on-israel-palestine UNGA vote 'consistent with Nepal's position on Israel, Palestine']. ''The Kathmandu Post''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-69|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-70">WTO, [https://www.wto.org/english/news_e/pres03_e/pr356_e.htm WTO Ministerial Conference approves Nepal's membership], 11 September 2003, accessed 25 January 2017 <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-70|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-71">[https://www.wto.org/english/news_e/news17_e/fac_24jan17_e.htm Nepal ratifies the Trade Facilitation Agreement], 24 January 2017 <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-71|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-72">IISS 2019, pp. 294 <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-72|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-73">[http://www.nepalnews.com/archive/2008/jul/jul23/news08.php] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-73|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-74">[https://peacekeeping.un.org/en/nepalese-peacekeepers-receive-un-medal Nepalese Peacekeepers receive UN Medal]. United Nations. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-74|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-75">Peter Gill. [https://thediplomat.com/2018/09/the-nepalis-fighting-americas-wars/ The Nepalis Fighting America's Wars]. ''The Diplomat''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-75|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-76">[http://www.independent.co.uk/news/uk/home-news/the-big-question-who-are-the-gurkhas-and-what-is-their-contribution-to-military-history-1676354.html The Big Question: Who are the Gurkhas and what is their contribution]. ''The Independent''. 30 April 2009. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-76|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-77">[https://data.worldbank.org/indicator/MS.MIL.XPND.CD?locations=NP Military expenditure (current USD) Data]. World Bank. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-77|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-78">[https://data.worldbank.org/indicator/MS.MIL.XPND.GD.ZS?locations=NP Military expenditure (% of GDP) Data]. World Bank. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-78|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-79">V. R. Raghavan. [https://books.google.com/books?id=8dHXRR3z-_EC&pg=PA130 Nepal as a Federal State: Lessons from Indian Experience]. Vij Books India. 2013. ISBN 9789382652014. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-79|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-80">[https://kathmandupost.com/national/2018/08/10/new-chief-faces-daunting-task-rebuilding-nepal-armys-image New chief faces daunting task rebuilding Nepal Army's image]. ''The Kathmandu Post''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-80|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-81">[https://thehimalayantimes.com/kathmandu/lieutenant-general-purna-chandra-thapa-to-take-charge-of-nepali-army-as-acting-chief-of-army-staff/ Thapa to take charge of Nepali Army as acting CoAS]. ''The Himalayan Times''. 9 August 2018. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-81|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-82">[https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/nepal/ South Asia :: Nepal – The World Factbook – Central Intelligence Agency]. Central Intelligence Agency. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-82|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-83">[https://thehimalayantimes.com/business/nepali-army-launches-new-helicopters/ Nepali Army launches new helicopters]. ''The Himalayan Times''. 23 June 2015. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-83|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-84">[http://myrepublica.nagariknetwork.com/news/19522/ Army to rescue]. ''Republica''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-84|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-85">[https://thehimalayantimes.com/nepal/dolpa-hq-connected-to-national-road-network/ Dolpa HQ connected to national road network]. ''The Himalayan Times''. 18 November 2018. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-85|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-86">Kamal Pariyar. [http://myrepublica.nagariknetwork.com/news/4357/ Women promoted to major for first time in NA infantry]. ''Republica''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-86|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-87">[https://www.saferworld.org.uk/resources/news-and-analysis/post/751-bhakti-shah-the-fight-for-gay-and-transgender-rights-in-nepal Bhakti Shah – the fight for gay and transgender rights in Nepal]. Saferworld. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-87|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-88">[http://www.phayul.com/news/article.aspx?id=26083&t=1 China pledges military assistance worth Rs100 million to Nepal]. ''Phayul.com''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-88|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-89">[http://www.lawcommission.gov.np/np/wp-content/uploads/2018/09/%E0%A4%A8%E0%A5%87%E0%A4%AA%E0%A4%BE%E0%A4%B2%E0%A4%95%E0%A5%8B-%E0%A4%B8%E0%A4%82%E0%A4%B5%E0%A4%BF%E0%A4%A7%E0%A4%BE%E0%A4%A8-1.pdf नेपालको संविधान २०७२]. 20 September 2015. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-89|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-90">Australian Government-The Asia Foundation Partnership on Subnational Governance in Nepal. [https://asiafoundation.org/wp-content/uploads/2018/07/Diagnostic-Study-of-Local-Governance-in-Federal-Nepal-07112018.pdf Diagnostic Study of Local Governance in Federal Nepal 2017]. The Asia Foundation. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-90|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-91">[https://www.imf.org/external/pubs/ft/weo/2019/02/weodata/weorept.aspx?pr.x=47&pr.y=14&sy=2019&ey=2019&scsm=1&ssd=1&sort=country&ds=.&br=1&c=512,668,914,672,612,946,614,137,311,546,213,674,911,676,314,548,193,556,122,678,912,181,313,867,419,682,513,684,316,273,913,868,124,921,339,948,638,943,514,686,218,688,963,518,616,728,223,836,516,558,918,138,748,196,618,278,624,692,522,694,622,962,156,142,626,449,628,564,228,565,924,283,233,853,632,288,636,293,634,566,238,964,662,182,960,359,423,453,935,968,128,922,611,714,321,862,243,135,248,716,469,456,253,722,642,942,643,718,939,724,734,576,644,936,819,961,172,813,132,726,646,199,648,733,915,184,134,524,652,361,174,362,328,364,258,732,656,366,654,144,336,146,263,463,268,528,532,923,944,738,176,578,534,537,536,742,429,866,433,369,178,744,436,186,136,925,343,869,158,746,439,926,916,466,664,112,826,111,542,298,967,927,443,846,917,299,544,582,941,474,446,754,666,698&s=NGDPDPC&grp=0&a= Report for Selected Countries and Subjects]. IMF. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-91|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-92">[https://www.imf.org/external/pubs/ft/weo/2019/02/weodata/weorept.aspx?pr.x=81&pr.y=10&sy=2019&ey=2019&scsm=1&ssd=1&sort=country&ds=.&br=1&c=512,668,914,672,612,946,614,137,311,546,213,674,911,676,314,548,193,556,122,678,912,181,313,867,419,682,513,684,316,273,913,868,124,921,339,948,638,943,514,686,218,688,963,518,616,728,223,836,516,558,918,138,748,196,618,278,624,692,522,694,622,962,156,142,626,449,628,564,228,565,924,283,233,853,632,288,636,293,634,566,238,964,662,182,960,359,423,453,935,968,128,922,611,714,321,862,243,135,248,716,469,456,253,722,642,942,643,718,939,724,734,576,644,936,819,961,172,813,132,726,646,199,648,733,915,184,134,524,652,361,174,362,328,364,258,732,656,366,654,144,336,146,263,463,268,528,532,923,944,738,176,578,534,537,536,742,429,866,433,369,178,744,436,186,136,925,343,869,158,746,439,926,916,466,664,112,826,111,542,298,967,927,443,846,917,299,544,582,941,474,446,754,666,698&s=PPPPC&grp=0&a= Report for Selected Countries and Subjects]. IMF. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-92|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-93">[https://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.MKTP.CD?locations=NP GDP (current US$) Data]. World Bank. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-93|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-94">[https://data.worldbank.org/country/NP Nepal Data]. World Bank. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-94|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-95">[https://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.MKTP.KD.ZG?locations=NP GDP growth (annual %) Data]. World Bank. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-95|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-96">[https://www.statista.com/statistics/425729/gross-domestic-product-gdp-growth-rate-in-nepal/ Nepal – Gross domestic product (GDP) growth rate 2026]. ''Statista''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-96|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-97">[https://www.wto.org/english/thewto_e/acc_e/a1_nepal_e.htm Accessions: Nepal]. WTO. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-97|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-98">[https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/rankorder/2095rank.html The World Factbook]. Central Intelligence Agency. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-98|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-99">Sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-99|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-100">[https://kathmandupost.com/money/2019/04/10/nepal-is-19th-largest-receiver-of-remittances-with-81-billion Nepal is 19th largest receiver of remittances with $8.1 billion]. ''Kathmandu Post''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-100|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-101">[https://kathmandupost.com/valley/2018/05/02/unskilled-workers-dominate-nepali-labour-force-abroad Unskilled workers dominate Nepali labour force abroad]. ''Kathmandu Post''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-101|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-102">[https://kathmandupost.com/miscellaneous/2017/09/18/more-nepalis-going-abroad-for-employment More Nepalis going abroad for employment]. ''Kathmandu Post''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-102|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-103">[https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/nepal/ South Asia :: Nepal – The World Factbook]. Central Intelligence Agency. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-103|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-104">Deepak Chaudhary. ''Agricultural Policies and Rural Development in Nepal: An Overview''. ''Research Nepal Journal of Development Studies''. 1 November 2018. Vol. 1 (2). hlm. 34–46. doi:10.3126/rnjds.v1i2.22425. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-104|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-105">[https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/nepal/ South Asia :: Nepal – The World Factbook]. Central Intelligence Agency. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-105|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-106">Khubi Ram Acharya. ''Nepalese Foreign Trade: Growth, Composition, and Direction''. ''NCC Journal''. 5 July 2019. Vol. 4 (1). hlm. 91–96. doi:10.3126/nccj.v4i1.24741. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-106|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-107">[https://www.worldbank.org/en/country/nepal/overview Overview]. World Bank. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-107|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-108">[https://www.worldbank.org/en/country/nepal/overview Overview]. World Bank. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-108|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-109">[http://encarta.msn.com/encyclopedia_761562648_3/Nepal.html Nepal: Economy]. ''MSN Encarta''. hlm. 3. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-109|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-110">[http://digitalcommons.macalester.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1514&context=himalaya Development Failure: A Critical Review of Three Analyses of Development in Nepal]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-110|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-111">[http://www.internal-displacement.org/idmc/website/countries.nsf/%28httpEnvelopes%29/22099AADFE2FE9D2C12576B0003EC686?OpenDocument A Development Failure: The Development-Conflict Nexus]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-111|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-112">Kevin Bales. [https://www.globalslaveryindex.org/country/nepal/ Nepal]. ''The Global Slavery Index 2016''. The Minderoo Foundation Pty Ltd. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-112|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-113">[https://www.bbc.com/news/business-61076089 Nepal limits imports as foreign currency reserves slide]. BBC News. 12 April 2022. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-113|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-114">[https://nepal.unfpa.org/sites/default/files/pub-pdf/Nepal%20Population%20Situation%20Analysis.pdf Population situation analysis of Nepal]. UNFPA. 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-114|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-115">S. Bakrania. ''Urbanisation and urban growth in Nepal (GSDRC Helpdesk Research Report 1294)''. UK:GSDRC. 2015. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-115|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-116">[https://www.wipo.int/edocs/lexdocs/laws/en/np/np029en.pdf The Constitution of Nepal]. ''Nepal Gazette''. 20 September 2015. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-116|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-117">[http://mohp.gov.np/downloads/Constitution%20of%20Nepal_2072_Nepali.pdf Constitution of Napal (in Nepali)]. ''mohp.gov.np/''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-117|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-118">[https://censusnepal.cbs.gov.np/results/files/caste/Religion_NPHC_2021.xlsx Population By Religion and Sex NPHC 2021]. ''National Statistics Office''. 2021. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-118|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-119">[https://www.beliefnet.com/columnists/religion101/2012/11/hindu-demographics-denominations-part-one.html Hindu Demographics & Denominations (Part One)]. ''Religion 101''. 28 November 2012. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-119|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-120">[http://www.pewforum.org/2012/12/18/global-religious-landscape-exec/ The Global Religious Landscape]. Pew Research Center. December 2012. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-120|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-121">''Anthologia anthropologica. The native races of Asia and Europe;'' by James George Frazer, Sir; Robert Angus Downie <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-121|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-122">UPENDRA LAMICHHANE and BASANT KHADKA. [https://myrepublica.nagariknetwork.com/news/22579/ Eid highlights Nepal's religious tolerance]. ''My Republica''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-122|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-123">[https://np.usembassy.gov/wp-content/uploads/sites/79/NEPAL-2018-INTERNATIONAL-RELIGIOUS-FREEDOM-REPORT.pdf NEPAL-2018-INTERNATIONAL-RELIGIOUS-FREEDOM-REPORT]. US Embassy Nepal. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-123|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-124">[https://www.csw.org.uk/2017/08/21/press/3676/article.htm Nepal: Nepal: Bill criminalises religious conversion]. ''csw.org.uk''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-124|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-125">[https://www.lawcommission.gov.np/en/wp-content/uploads/2021/01/Constitution-of-Nepal.pdf The Constitution of Nepal]. ''Nepal Law Commission''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-125|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-126">[https://languagecommission.gov.np/files/%E0%A4%B8%E0%A4%BE%E0%A4%B0%E0%A4%BE%E0%A4%82%E0%A4%B8%20%E0%A4%B8%E0%A4%82%E0%A4%AA%E0%A5%8D%E0%A4%B0%E0%A5%87%E0%A4%B7%E0%A4%A3%20%E0%A4%B8%E0%A4%B0%E0%A4%95%E0%A4%BE%E0%A4%B0%E0%A5%80%20%E0%A4%95%E0%A4%BE%E0%A4%AE%E0%A4%95%E0%A4%BE%E0%A4%9C%E0%A4%95%E0%A5%8B%20%E0%A4%AD%E0%A4%BE%E0%A4%B7%E0%A4%BE.pdf सरकारी कामकाजको भाषाका आधारहरूको निर्धारण तथा भाषासम्बन्धी सिफारिसहरू (पञ्चवर्षीय प्रतिवेदन- साराांश) २०७८]. ''Language Commission''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-126|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-127">[http://cbs.gov.np/wp-content/uploads/2012/11/Summary-Nepali.pdf Official Summary of Census (2011), Central Bureau of Statistics, Nepal] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-127|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-128">[http://www.worldnewah.org/wp-content/uploads/2017/08/wno-magazine-2016-inner-pages.pdf नेपालको संविधानको प्रारम्भिक मस्यौदामा वर्ल्ड नेवाः अर्गनाइजेशनको सुझाव]. March 2016. hlm. 27. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-128|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-129">[https://www.facebook.com/NepaliBhasaLanguage/ नेपालका सबै भाषाहरु नेपाली भाषा हुन्]. ''Facebook''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-129|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-130">Bala Ram Acharya. [https://www.nepjol.info/index.php/DSAJ/article/view/284 Sociological Analysis of Divorce: A Case Study from Pokhara, Nepal]. ''Dhaulagiri Journal of Sociology and Anthropology''. 2005. Vol. 1. hlm. 129–145. doi:10.3126/dsaj.v1i0.284. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-130|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-131">[https://nepal.unfpa.org/en/node/15217 Child Marriage]. ''UNFPA Nepal''. 30 December 2015. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-131|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-132">Kiran Shankar Maitra. ''The First Poet of Nepali Literature''. ''Indian Literature''. 1982. Vol. 25 (5). hlm. 63–71. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-132|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-133">Michael J. Hutt. [https://books.google.com/books?id=y6IwDwAAQBAJ Himalayan Voices: An Introduction to Modern Nepali Literature]. University of California Press. 29 July 1991. ISBN 978-0-520-07048-6. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-133|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-134">Kiran Shankar Maitra. ''The First Poet of Nepali Literature''. ''Indian Literature''. 1982. Vol. 25 (5). hlm. 63–71. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-134|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-135">Michael J. Hutt. [https://books.google.com/books?id=y6IwDwAAQBAJ Himalayan Voices: An Introduction to Modern Nepali Literature]. University of California Press. 29 July 1991. ISBN 978-0-520-07048-6. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-135|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-136">V. Sharma. [https://archive.org/details/sim_journal-of-south-asian-literature_summer-fall-1992_27_2/page/209 B. P. Koirala: A Major Figure in Modern Nepali Literature]. ''Journal of South Asian Literature''. 1992. Vol. 27 (2). hlm. 209–218. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-136|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-137">Michael J. Hutt. [https://books.google.com/books?id=y6IwDwAAQBAJ Himalayan Voices: An Introduction to Modern Nepali Literature]. University of California Press. 29 July 1991. ISBN 978-0-520-07048-6. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-137|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-138">[https://www.britannica.com/art/Nepali-literature Nepali literature]. ''Encyclopædia Britannica''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-138|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-139">[http://www.therisingnepal.org.np/index/news/34119 Conflict-period Nepali literature holds importance for awareness]. ''The Rising Nepal''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-139|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-140">Theodore Riccardi. ''Review of Himalayan Voices: An Introduction to Modern Nepali Literature''. ''Bulletin of the School of Oriental and African Studies, University of London''. 1993. Vol. 56 (1). hlm. 157–158. doi:10.1017/S0041977X00002007. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-140|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-141">Emma Tarlo. [https://books.google.com/books?id=ByoTXhXCuyAC&pg=PA26 Clothing Matters: Dress and Identity in India]. University of Chicago Press. 1996. hlm. 26. ISBN 978-0-226-78976-7. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-141|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-142">Emma Tarlo. [https://books.google.com/books?id=ByoTXhXCuyAC&pg=PA26 Clothing Matters: Dress and Identity in India]. University of Chicago Press. 1996. hlm. 26–28. ISBN 978-0-226-78976-7. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-142|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-143">[https://kathmandupost.com/opinion/2018/08/12/defining-our-food-culture Defining our food culture]. ''Kathmandu Post''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-143|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-144">D Balasubramanian. [http://www.hindu.com/seta/2008/10/16/stories/2008101650731500.htm Potato: historically important vegetable]. ''The Hindu''. 16 October 2008. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-144|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-145">Colleen Taylor Sen. [https://books.google.com/books?id=VN_vCgAAQBAJ&pg=PA164 Feasts and Fasts: A History of Food in India]. Reaktion Books. 2014. hlm. 164–165. ISBN 978-1-78023-391-8. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-145|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-146">[https://kathmandupost.com/opinion/2018/08/12/defining-our-food-culture Defining our food culture]. ''Kathmandu Post''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-146|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-147">Jyoti Pathak. [https://books.google.com/books?id=BiOiK89C5jcC Taste of Nepal]. Hippocrene Books. 2007. ISBN 978-0-7818-1121-7. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-147|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-148">[https://english.onlinekhabar.com/its-official-volleyball-is-the-national-sport-of-nepal.html It's official: Volleyball is the national sport of Nepal]. ''Online Khabar''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-148|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-149">[https://thehimalayantimes.com/lifestyle/people/more-than-just-childs-play/ More than just child's play]. ''The Himalayan Times''. 25 February 2018. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-149|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-150">[https://english.onlinekhabar.com/nepals-national-sport-five-things-didnt-know-dandi-biyo.html Nepal's' 'national sport' we never had: Five things you didn't know about dandi-biyo]. ''Online Khabar''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-150|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-151">Republica. [https://myrepublica.nagariknetwork.com/news/57793/ Dandi Biyo Championship in Dhading]. ''Republica''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-151|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-152">[https://www.sportskeeda.com/kabaddi/nepali-kabaddi-team-announces-12-member-men-s-squad-for-asian-games-2018 Nepal announces 12-member men's kabaddi squad for Asian Games 2018]. ''Sportskeeda''. 6 August 2018. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-152|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-153">L.Y. Jin. [https://www.msri.org/people/staff/levy/files/Book56/22jin.pdf Tiger and goats is a draw]. ''Games of No Chance''. MSRI Publications. 2009. Vol. 56. hlm. 163–176. doi:10.1017/CBO9780511807251.008. ISBN 9780511807251. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-153|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-154">Hiroyuki Iida. [http://ejournals.ukm.my/apjitm/article/view/26093 Analyzing Thousand Years Old Game Tigers and Goats is Still Alive]. ''Asia-Pacific Journal of Information Technology and Multimedia''. 1 October 2018. Vol. 7 (2). <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-154|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-155">[https://www.kuna.net.kw/ArticleDetails.aspx?id=2741570&language=en KUNA : Carrom... Traditional game widely loved in Gulf region – Society – 16/08/2018]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-155|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-156">[https://thehimalayantimes.com/lifestyle/people/more-than-just-childs-play/ More than just child's play]. ''The Himalayan Times''. 25 February 2018. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-156|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-157">[https://www.fifa.com/theclub/news/newsid=93201/ Football at the heart of the Himalayas]. FIFA. 5 March 2009. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-157|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-158">[https://kathmandupost.com/sports/2018/09/12/nepal-eye-historic-final Saff Championship: Nepal eye historic final]. ''The Kathmandu Post''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-158|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-159">[https://thehimalayantimes.com/sports/nepal-crash-out-of-saff-cship-after-3-0-defeat-to-maldives/ Nepal crash out of SAFF C'ship after 3–0 defeat to Maldives]. ''The Himalayan Times''. 12 September 2018. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-159|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-160">[https://www.fifa.com/fifa-world-ranking/men The FIFA/Coca-Cola World Ranking – Ranking Table]. FIFA. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-160|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-161">[https://www.theweek.co.uk/cricket/92328/nepal-cricket-odi-status?amp Nepal make cricket history after securing ODI status]. ''The Week (UK)''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-161|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-162">[http://www.espncricinfo.com/story/_/id/22777050/biggest-day-nepal-cricket-history-khadka 'Biggest day in Nepal cricket history' – Khadka]. ESPNcricinfo. 15 March 2018. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-162|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-163">[https://www.icc-cricket.com/rankings/mens/team-rankings/odi ICC Ranking for ODI teams International Cricket Council]. ICC. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-163|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-164">[https://www.icc-cricket.com/rankings/mens/team-rankings/t20i ICC Ranking for T20 teams International Cricket Council]. ICC. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-164|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-165">[http://therisingnepal.org.np/news/33198 Current priorities of sports: Hosting SAG, winning medals]. ''The Rising Nepal''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-165|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-166">Rajan Shah. [https://myrepublica.nagariknetwork.com/news/67830/ Will she quench Nepal's thirst for Olympic medals?]. ''Republica''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-166|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-167">Rajan Shah. [https://myrepublica.nagariknetwork.com/news/67830/ Will she quench Nepal's thirst for Olympic medals?]. ''Republica''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-167|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-168">[https://thehimalayantimes.com/sports/malik-overall-winner-afghanistan-bag-team-cship/ Malik overall winner, Afghanistan bag team c'ship]. ''The Himalayan Times''. 21 July 2019. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-168|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-169">[https://thehimalayantimes.com/lifestyle/people/more-than-just-childs-play/ More than just child's play]. ''The Himalayan Times''. 25 February 2018. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-169|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-170">[https://english.onlinekhabar.com/its-official-volleyball-is-the-national-sport-of-nepal.html It's official: Volleyball is the national sport of Nepal]. ''Online Khabar''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-170|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-171">Rajan Shah. [https://myrepublica.nagariknetwork.com/news/67830/ Will she quench Nepal's thirst for Olympic medals?]. ''Republica''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-171|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-172">[https://thehimalayantimes.com/sports/cricket-football-dominate-nominations/ Cricket, football dominate nominations]. ''The Himalayan Times''. 26 June 2019. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-172|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-173">[https://thehimalayantimes.com/sports/blind-cricketers-horrible-journey-to-world-cup/ Blind cricketers' horrible journey to WC]. ''The Himalayan Times''. 22 January 2018. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-173|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-174">[https://thehimalayantimes.com/sports/nepal-defeat-pakistan-seal-womens-blind-cricket-series/ Nepal defeat Pakistan, seal women's blind cricket series]. ''The Himalayan Times''. 4 February 2019. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-174|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-175">Prabin Bikram Katwal. [https://myrepublica.nagariknetwork.com/news/27598/ Renovation of Dasharath Stadium takes forever, hurts nation's football]. ''Republica''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-175|↑]]</span></li>
</ol>


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nepal&oldid=29344936 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29344936 (2026-06-14T08:00:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nepal&oldid=29344936 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29344936 (2026-06-14T08:00:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi per 26 Agustus 2026 13.56

Nepal (orthographic projection)

Nepal, dengan nama resmi disebut sebagai Republik Demokratik Federal Nepal (Nepali: सङ्घीय लोकतान्त्रिक गणतन्त्र नेपाल, Sanghīya Lokatāntrika Ganatantra Nēpāla), adalah sebuah negara federal yang bersistem parlementer dengan berbentuk republik konstitusional dan juga negara terkurung daratan di Asia Selatan. Hal ini terutama terletak di Himalaya, tetapi juga mencakup bagian dari Dataran Indo-Gangga, berbatasan dengan Tibet, R.R.Tiongkok di utara dan India di timur dan selatan.

Nepal memiliki geografi yang beragam, termasuk dataran subur, perbukitan berhutan dan delapan dari sepuluh gunung tertinggi di dunia termasuk Gunung Everest ada di Nepal. Nepal adalah negara multi-etnis, multi-bahasa, multi-agama dan multi-budaya dengan bahasa Nepal sebagai bahasa resmi. Kathmandu adalah ibu kota negara dan kota terbesar di negara tersebut.

Etimologi

Kata "Nepal" diyakini oleh para ahli berasal dari kata "Nepa:" yang mengacu pada Kerajaan Newar. Dalam bahasa Sanskerta (Atharvaveda Parisista) dan prasasti periode Gupta, negara ini disebut sebagai Nepala. Newar di Nepal, penduduk Lembah Kathmandu dan perlengkapannya, dilakukan disebut sebagai "Nepa:" sebelum munculnya dinasti Shah.

Legenda setempat mengatakan bahwa seorang Hindu yang bijak bernama "Ne" berdiri sendiri di lembah Kathmandu pada zaman prasejarah dan bahwa kata "Nepal" muncul sebagai tempat yang terlindung ("pala" dalam bahasa Sanskerta) oleh orang bijak "Ne". Etimologi rakyat ini nama Nepal berarti, "negara dipelihara oleh Ne". [10]

Dia dikatakan telah melakukan upacara keagamaan di Teku, pada pertemuan yang Bagmati dan sungai-sungai Bishnumati dan telah memilih seorang gembala sapi yang saleh untuk menjadi yang pertama dari banyak raja dari dinasti Gopala. Dia adalah penguasa dikatakan telah memerintah Nepal selama lebih dari 500 tahun Dia memilih Bhuktaman menjadi raja pertama di garis Gopala (gembala sapi) Dinasti. Dinasti Gopala dikatakan telah memerintah selama 621 tahun. Yakshya Gupta adalah raja terakhir dari dinasti ini.

Namun, menurut Skanda Purana, Resi yang disebut "Ne" atau "Nemuni" dulu tinggal di Himalaya. Dalam Purana Pashupati,. Ia disebut-sebut sebagai seorang santo dan pelindung. Dia dikatakan telah berlatih meditasi di Bagmati dan sungai Kesavati dan telah mengajar di sana.

Sejarah

Zaman purba

Perangkat neolitik yang ditemukan di Lembah Kathmandu menunjukkan bahwa manusia sudah hidup di daerah Himalaya selama sekitar 11.000 tahun.[1]

Nepal pertama kali disebut di dalam Atharvaveda Pariśiṣṭa sebagai tempat yang mengekspor selimut. Tempat ini juga disebut dalam Atharvashirsha Upanishad.[2] Dalam Pilar Allahabad karya Samudragupta, Nepal disebut sebagai sebuah negara perbatasan. Skanda Purana juga memiliki sebuah bab terpisah, dikenal sebagai "Nepal Mahatmya", yang menceritakan keindahan dan kekuatan Nepal secara detail.[3] Nepal juga disebut dalam teks Hindu, misalnya Narayana Puja.[4]

Legenda dan teks kuno yang menyebut daerah yang kini dikenal sebagai Nepal ada hingga abad ke-30 Sebelum Masehi.[5] Kaum Gopal Bansa kemungkinan besar merupakan salah satu penghuni lembah Kathmandu yang paling awal. Pemimpin Nepal yang paling awal adalah kaum Kirata (Kerajaan Kirata), kaum yang sering disebut dalam teks-teks Hindu. Mereka memimpin Nepal selama berabad-abad.[6] Berbagai sumber menyatakan keberadaan setidaknya 32 raja Kirata.[7]

Pada sekitar tahun 600 SM, terdapat berbagai kerajaan kecil dan konfederasi klan di daerah selatan Nepal. Dari salah satunya, kota Shakya, lahirlah seorang pangeran yang kemudian melepaskan statusnya untuk menjalani hidup asketik, mendirikan Buddhisme, dan kemudian dikenal sebagai Gautama Buddha (secara tradisional, ia diketahui hidup pada 623-543 SM).[8]

Pada 250 SM, daerah-daerah selatan masuk ke dalam pengaruh Kerajaan Maurya dari India Utara. Kemudian, daerah ini menjadi kerajaan bawahan Kerajaan Gupta pada abad ke-4 SM.[9]

Kerajaan Nepal digambarkan secara mendetail di dalam tulisan seorang bhiksu Buddhis Tiongkok, Xuanzang, yang diketahui berasal dari sekitar tahun 645.[10][11] Prasasti batu di Lembah Kathmandu adalah sumber penting sejarah Nepal.

Setelah dinasti monarki Kirat, raja-raja dinasti Lichavi memimpin Nepal. Konteks 'Ksatriya Suryavansi menciptakan rezim baru setelah mengalahkan kaum Kirat' dapat ditemukan di beberapa genealogi dan Purana.[12] Hingga kini, masih belum jelas kapan dinasti Lichhavi mulai berdiri di Nepal. Menurut pendapat Baburam Acharya, sejarawan besar Nepal, dinasti Licchavi mulai memimpin secara merdeka dengan cara mengalahkan negara Kirati yang sudah ada di Nepal sekitar tahun 250.[13]

Dinasti Licchavi kemudian mulai mundur di akhir abad ke-8, dan dilanjutkan dengan era Newar atau Thakuri. Raja-raja Thakuri memimpin negeri ini hingga pertengahan abad ke-12. Raja Raghav Dev konon mendirikan dinasti ini pada bulan Oktober tahun 869 M.[14] Raja Raghav Dev juga memulai Nepal Sambat.[15]

Zaman pertengahan

]

Di awal abad ke-12, mulai ada pemimpin Nepal barat jauh yang namanya memiliki akhiran sufiks bahasa Sanskrit, malla (yang berarti "pegulat"). Raja-raja ini mengonsolidasi kekuatan mereka dan memimpin selama 200 tahun, hingga kerajana ini akhirnya terpecah menjadi dua lusin kerajaan kecil. Dinasti Malla lain, yang dimulai dengan raja Jayasthiti muncul di lembah Kathmandu pada akhir abad ke-14. Sejak saat itu, bagian pusat Nepal kembali dipimpin secara terpusat. Pada tahun 1482, daerah Nepal terbagi menjadi tiga kerajaan: Kathmandu, Patan, dan Bhaktapur.

Kerajaan Nepal (1768–2008)

Di pertengahan abad ke-18, Prithvi Narayan Shah, seorang raja Gurkha, mulai mendirikan apa yang kini dikenal sebagai Nepal. Ia memulai misinya dengan mengamankan netralitas kerajaan-kerajaan di pegunungan sekitar. Setelah beberapa pertempuran dan pertarungan yang memakan korban, terutama Pertempuran Kirtipura, ia berhasil menaklukkan Lembah Kathmandu pada tahun 1769. Pater Giuseppe menjadi saksi langsung kemenangan Prithvi Narayan Shah dan menuliskan sebuah kesaksian yang mendetail.[16]

Pemerintahan Gurkha mencapai puncaknya ketika teritori India Utara Kerajaan Kumaon dan Kerajaan Garwhal di timur, hingga Sikkim di barat, masuk ke dalam kendali Nepal. Terjadi sebuah persengketaan dengan Tibet mengenai kendali perlintasan pegunungan dan pedalaman lembah Tingri di Tibet, hingga akhirnya memaksa dinasti Qing di Tiongkok untuk berperang dalam Perang Sino-Nepal. Pada akhirnya, pihak Nepal terpaksa mundur dan membayar reparasi perang kepada Beijing.

Persengketaan antara Kerajaan Nepal dengan Perusahaan Hindia Timur Britania tentang kendali negara-negara di perbatasan Nepal berujung pada Perang Anglo-Nepal (1815-16). Pada awalnya, orang Inggris menganggap rendah orang Nepal dan akhirnya mereka kalah, hingga harus menambahkan jumlah tentara dari yang mereka rencanakan. Perang ini berakhir dengan Perjanjian Sugauli, yang mengembalikan daerah-daerah yang baru diambil Nepal, serta hak untuk merekrut tentara. Tanah kaum Madhesi yang mendukung Perusahaan Hindia Timur Britania dikembalikan sebagai hadiah bagi Nepal.[17]

Faktionalisme di keluarga kerajaan menyebabkan ketidakstabilan. Pada tahun 1846, ditemukan suatu rencana yang mengatakan bahwa ratu yang waktu itu memimpin hendak membuang Jung Bahadur Kunwar, seorang pimpinan militer yang cepat naik kariernya. Hal ini berujung pada Pembunuhan massal Kot. Pertarungan bersenjata antara personel militer dan birokrat yang setia pada ratu berujung pada pembunuhan beberapa ratus pangeran di seluruh negeri. Jung Bahadur Kunwar menang dan menciptakan dinasti Rana. Ia kemudian dikenal sebagai Jung Bahadur Rana.

Raja kemudian dijadikan sebagai figur simbolis, dan peran Perdana Menteri dibuat penting dan turun-temurun. Kaum Rana amat pro-Inggris dan membantu mereka pada Pemberontakan di India 1857 (dan kemudian di kedua Perang Dunia). Beberapa bagian daerah Terai, yang berisi orang non-Nepal, diberikan kepada Nepal oleh Inggris, sebagai simbol persahabatan untuk bantuan militernya menjaga kendali Inggris di India selama pemberontakan. Pada tahun 1923, Britania Raya dan Nepal menandatangani perjanjian persahabatan formal yang mengungguli Perjanjian Sugauli tahun 1816.[18]

Perbudakan legal di Nepal dibatalkan pada tahun 1924.[19] Namun demikian, di Nepal masa kini, ada sekitar 234.600 orang (sekitar 0,82%) yang diperbudak.[20] Perbudakan akibat hutang, bahkan yang termasuk anak penghutang, adalah masalah sosial besar di daerah Terai. Kepemimpinan Rana sarat dengan tirani, kebobrokan moral, ekploitasi ekonomi, serta persekusi agama.[21][22]

Pada akhir tahun 1940an, gerakan serta partai politik prodemokrasi yang baru muncul di Nepal amat kritis terhadap otokrasi Rana. Sementara itu, dengan invasi Tibet oleh Tiongkok pada tahun 1950an, India mulai mencoba menyeimbangkan ancaman militer yang mulai muncul di bagian utaranya dengan mendekati Nepal. India mensponsori Raja Tribhuvan (yang memimpin dari tahun 1911–55) sebagai pemimpin baru Nepal pada tahun 1951, serta sebuah pemerintahan baru, yang terutama terdiri dari Kongres Nepal, dan mengakhiri hegemoni Rana di dalam kerajaan.[23]

Setelah beberapa tahun berseteru mengenai kekuasaan antara raja dan pemerintah, Raja Mahendra (yang memimpin 1955-72) kemudian membatalkan eksperimen demokrasi pada tahun 1959 dan sistem "nonpartai" Panchayat didirikan untuk memimpin Nepal hingga tahun 1989, ketika "Jan Andolan" (Gerakan Rakyat) memaksa Raja Birendra (memimpin 1972–2001) untuk menerima reformasi konstitusional dan menciptakan parlemen multipartai yang mulai beroperasi pada Mei 1991.[24] Pada tahun 1996, Partai Komunis Nepal mulai mengadakan pergerakan bersenjata untuk mengubah sistem parlementer kerajaan dengan republik rakyat sehingga terjadi Perang Sipil Nepal dan lebih dari 12.000 orang meninggal.

Pada 1 Juni 2001, terjadi pembunuhan massal di istana kerajaan. Raja Birendra, Ratu Aishwarya, dan tujuh anggota kerajaan lainnya, mati terbunuh. Pelakunya diperkirakan adalah Pangeran Dipendra, yang diduga bunuh diri tidak lama kemudian. Pembunuhan massal ini konon adalah respons Dipendra terhadap pelarangan orang tuanya untuk menikahi istrinya. Namun demikian, terdapat spekulasi dan keraguan warga Nepal tentang siapa yang bertanggung jawab.

Setelah pembunuhan massal itu terjadi, saudara laki-laki Raja Birendra, Gyanendra, mendapatkan takhta. Pada 1 Februari 2005, Raja Gyanendra membatalkan pemerintahan dan mengambil kekuasaan eksekutif penuh untuk menghabisi gerakan bersenjata Maois.[25] Akan tetapi, inisiatif ini tidak berhasil karena kaum Maois sudah kuat bertahan di sejumlah besar perbatasan negeri, tetapi mereka belum bisa mengalahkan militer dari kota-kota besar. Pada September 2005, kaum Maois mendeklarasikan gencatan senjata tiga bulan untuk melakukan negosiasi.

Sebagai hasil dari pergerakan demokrasi tahun 2006, Raja Gyanendra setuju untuk memberikan kedaulatan kepada rakyat. Pada tanggal 24 April 2006, Majelis Representasi Rakyat yang dibubarkan kembali didirikan. Dengan otoritas kedaulatan yang baru didapat, Majelis itu kemudian melakukan voting dan menentukan bahwa kekuasaan raja harus dipersempit dan Nepal dinyatakan sebagai negara sekuler, mengakhiri status resmi Nepal sebagai Kerajaan Hindu, pada 18 Mei 2006. Pada 28 Desember 2007, parlemen merilis undang-undang yang mengamendemen Pasal 159 konstitusi, mengganti kata-kata "Hukum mengenai Raja" menjadi "Hukum mengenai Kepala Negara", mendeklarasikan Nepal sebagai sebuah republik federal, dan dengan demikian membatalkan monarki.[26] Undang-undang ini memiliki kekuasaan hukum sejak 28 Mei 2008.[27]

Republik Nepal (2008–masa kini)

Partai Komunis Nepal memenangkan jumlah kursi terbanyak di pemilihan Majelis Konstituen pada 10 April 2008. Mereka mendirikan sebuah pemerintahan koalisi dengan hampir seluruh partai di Majelis Konstituen. Meskipun terjadi aksi kekerasan pada masa prapemilihan, akan tetapi pemilihan itu sendiri bersifat damai dan "dijalankan dengan baik".[28]

Majelis yang baru dibangun ini melakukan rapat di Kathmandu pada 28 Mei 2008. Setelah melakukan polling pada 564 anggota Majelis Konstituen, 560 orang menyatakan mendirikan pemerintahan baru.[29] Partai monarkis, Partai Rastriya Prajatantra, yang memiliki empat perwakilan di majelis, menyatakan ketidaksetujuannya. Di titik itu dinyatakan bahwa Nepal telah menjadi negara republik demokratis yang sekuler dan inklusif.[30][31] Pemerintah kemudian menyatakan tanggal 28–30 Mei sebagai hari libur. Raja diberikan waktu 15 hari untuk meninggalkan Istana Narayanhity, agar istana itu dapat dibuka untuk umum sebagai sebuah museum.[32]

Namun demikian, perseteruan politik dan pertarungan kekuasaan yang muncul darinya terus ada di Nepal. Pada bulan Mei 2009, pemerintahan Maois dijatuhkan dan pemerintahan koalisi lain, dengan semua partai politik besar kecuali partai Maois, pun terbentuk.[33] Madhav Kumar Nepal dari Partai Komunis Nepal (Marxis–Leninis) menjadi Perdana Menteri pemerintahan koalisi ini.[34] Pada bulan Februari 2011, pemerintahan Madhav Kumar Nepal pun dibubarkan dan Jhala Nath Khanal dari Partai Komunis Nepal (Marxis–Leninis) dijadikan Perdana Menteri.[35] Pada bulan Agustus 2011, pemerintahan Jhala Nath Khanal dibubarkan dan Baburam Bhattarai dari Partai Komunis Nepal (Maois) dijadikan Perdana Menteri.[36]

Partai politik yang ada gagal menciptakan konstitusi dalam jangka waktu yang ditentukan.[37] Hal ini berujung pada pembubaran Majelis Konstituen, untuk menciptakan pemilihan-pemilihan baru agar terjadi mandat politik baru. Berlawanan dengan teori pemisahan kekuasaan, Hakim Agung waktu itu, Khil Raj Ragmi, dinyatakan sebagai pimpinan pemerintahan sementara. Di bawah kepemimpinan Regmi, terjadi pemilihan umum majelis konstituen yang damai. Kekuatan-kekuatan utama di Majelis Konstituen yang sebelumnya, yaitu (PKN Maois dan partai-partai Madhesi) pun terpuruk hingga posisi 3 dan lebih rendah.[38][39]

Pada bulan Februari 2014, setelah terjadi konsensus antara dua partai besar di Majelis Konstituen, Sushil Koirala dijadikan perdana menteri Nepal yang baru.[40][41]

Pada 25 April 2015, gempa bumi 7,8 SR terjadi di Nepal.[42] Dua bulan kemudian, pada tanggal 12 Mei, kembali terjadi gempa bumi bermagnitudo 7,3 SR, yang memakan korban meninggal sebanyak 8.500 orang dan korban cedera 21.000 orang.[43]

Pada tanggal 20 September 2015, konstitusi baru, Konstitusi Nepal 2015 () disampaikan Presiden Ram Baran Yadav di Majelis Konstituen. Majelis ini kemudian dijadikan parlemen legislatif oleh ketua majelis pada saat itu. Konstitusi Nepal yang baru praktis mengubah Nepal menjadi sebuah republik demokratis federal dengan 7 negara bagian yang belum bernama.

Pada bulan Oktober 2015, Bidhya Devi Bhandari dinominasikan sebagai presiden perempuan pertama.[44]

Geografi

Nepal nyaris berbentuk segi empat, dengan panjang 650 km dan lebar 200 km, dengan luas wilayah 147.181 km². Itu terletak di antara garis lintang 26° dan 31°LU, dan garis bujur 80° dan 89°BT. Proses geologis yang membentuk Nepal dimulai 75 juta tahun yang lalu ketika lempeng India, yang saat itu merupakan bagian dari benua super selatan Gondwana, mulai bergeser ke arah timur laut yang disebabkan oleh dasar laut yang menyebar ke barat daya, dan kemudian, ke selatan dan tenggara. Bersamaan dengan itu, kerak Samudra Tethys yang luas, di sebelah timur lautnya, mulai tenggelam di bawah lempeng Eurasia. Proses ganda ini, didorong oleh konveksi di mantel Bumi, keduanya menciptakan Samudra Hindia dan menyebabkan kerak benua India akhirnya mendorong Eurasia dan mengangkat Himalaya.[45] Rintangan yang meninggi menghalangi jalur sungai sehingga menciptakan danau besar, yang baru tembus 100.000 tahun yang lalu, menciptakan lembah subur di perbukitan tengah seperti Lembah Kathmandu. Di wilayah barat, sungai-sungai yang terlalu kuat untuk dihalangi memotong beberapa ngarai terdalam di dunia.[46] Tepat di selatan pegunungan Himalaya yang muncul, pergerakan lempeng menciptakan palung besar yang dengan cepat terisi oleh sedimen yang terbawa sungai[47] dan sekarang menjadi Dataran Indo-Gangga.[48] Nepal terletak hampir sepenuhnya dalam zona tabrakan ini, menempati sektor tengah busur Himalaya, hampir sepertiga dari Himalaya sepanjang 2.400 km (1.500 mil),[49] dengan jalur kecil Nepal paling selatan yang membentang ke dataran Indo-Gangga dan dua distrik di barat laut yang membentang hingga dataran tinggi Tibet.[50]

India mengelilingi Nepal di tiga sisi; barat, selatan, dan timur. Sedangkan Tiongkok di sisi utara. Meskipun Nepal tidak berbatasan dengan Bangladesh, tetapi kedua negara ini dipisahkan oleh tanah selebar 24 km saja. yang dikenal sebagai Leher Ayam. Nepal intinya terbagi tiga daerah fisiografik - Pegunungan, bukit, dan dataran rendah atau Terai. Terai atau dataran rendah di Nepal merupakan bagian dari Dataran Rendah Indo-Gangga yang dialiri sungai-sungai seperti Kosi, Narayani, dan Karnali. Tujuh gunung yang termasuk sepuluh besar gunung tertinggi di dunia berada di Nepal atau di perbatasan dengan Cina seperti Everest, yang merupakan titik tertinggi di Nepal sekaligus gunung tertinggi di dunia; Lhotse; Makalu; Cho Oyu; Kangchenjunga; Dhaulagiri; Annapurna; dan Manaslu.

Politik

Ram Chandra Poudel
Pushpa Kamal Dahal

Nepal adalah sebuah republik parlementer dengan sistem multi-partai.[51] Nepal dulu disebut sebagai 'Republik Demokratik Federal Nepal' sampai Pemerintah Nepal memutuskan untuk menggunakan 'Nepal' saja sebagai nama resmi negara tersebut.[52] Presiden merupakan kepala negara yang menunjuk ketua partai parlemen dari partai politik dengan mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat sebagai Perdana Menteri, yang membentuk Dewan menteri yang menjalankan kekuasaan eksekutif.[53]

Badan Legislatif Nepal, disebut Parlemen Federal, terdiri dari DPR dan Majelis Nasional. DPR terdiri dari 275 anggota yang dipilih melalui sistem pemilu campuran dan memiliki masa jabatan lima tahun. Majelis Nasional, yang terdiri dari 59 anggota yang dipilih oleh kolese tinggi pemilihan provinsi, adalah majelis tetap; sepertiga anggotanya dipilih setiap dua tahun untuk masa jabatan enam tahun.[54]

Nepal memiliki kesatuan peradilan independen tiga tingkat yang terdiri dari Mahkamah Agung, pengadilan tertinggi di negeri itu, dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung; tujuh Pengadilan Tinggi, satu di setiap provinsi, pengadilan tertinggi di tingkat provinsi; dan 77 pengadilan distrik, satu di setiap kabupaten. Dewan kota dapat bersidang dengan badan peradilan lokal untuk menyelesaikan perselisihan dan memberikan putusan yang tidak mengikat dalam kasus yang tidak melibatkan kejahatan yang dapat ditindaklanjuti. Tindakan dan proses badan peradilan lokal dapat dipandu dan dibatalkan oleh pengadilan distrik.[55]

Nepal memiliki tujuh partai politik nasional yang diakui di parlemen federal: Partai Komunis Nepal (Marxis–Leninis Bersatu), Kongres Nepal, Partai Komunis Nepal (Pusat Maois), Partai Rastriya Swatantra, Partai Rastriya Prajatantra, Partai Sosialis Rakyat, dan Partai Janamat.[56][57]

Hubungan luar negeri

Nepal memiliki hubungan diplomatik bilateral dengan 167 negara dan Uni Eropa,[58] memiliki kedutaan besar di 30 negara[59] dan enam konsulat,[60] sementara 25 negara memiliki kedutaan besar di Nepal, dan lebih dari 80 lainnya memiliki misi diplomatik non-tetap.[61]

Meskipun Kementerian Luar Negeri (MOFA) adalah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan hubungan luar negeri Nepal, secara historis, Kantor Perdana Menteri (PMO) yang menjalankan wewenang untuk merumuskan dan melakukan kebijakan yang berkaitan dengan urusan luar negeri Nepal. Sebagai negara yang terkurung daratan yang terjepit di antara dua kekuatan yang lebih besar dan kuat, Nepal berusaha menjaga hubungan baik dengan kedua tetangganya, Republik Rakyat Tiongkok dan India.[62] Hubungan Nepal dengan Tiongkok, India, dan Amerika Serikat tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah Nepal berturut-turut. Namun, hubungan antara Nepal dan India terhambat secara signifikan selama blokade Nepal 2015 oleh pengunjuk rasa anti-Nepal pro-India, di mana Pemerintah Nepal menuduh India menggunakan taktik "Rusia-Ukraina" untuk menyebabkan kerusuhan di sepanjang perbatasan selatan Nepal menggunakan penduduk etnis India dari Nepal. India dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan mengatakan kerusuhan itu semata-mata karena pengunjuk rasa Madhesi.[63]

Hubungan internasional Nepal yang paling substantif mungkin dengan lembaga ekonomi internasional, seperti Bank Pembangunan Asia, Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, dan Asosiasi Asia Selatan untuk Kerjasama Regional, sebuah asosiasi pembangunan ekonomi multilateral. Nepal juga memiliki hubungan bilateral yang kuat dengan penyedia bantuan ekonomi dan militer utama, seperti Prancis, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Swiss, Amerika Serikat, dan khususnya Britania Raya, yang menjalin hubungan militer sejak abad ke-19. Hubungan eksternal negara terutama dikelola oleh Kementerian Luar Negeri sementara hubungan dengan India, Tiongkok, dan Amerika Serikat, mitra terpenting Nepal, masih dikelola oleh Kantor Perdana Menteri. Hubungan Nepal dengan Tiongkok mengalami peningkatan besar dalam beberapa tahun terakhir dengan Tiongkok sekarang menjadi 5 besar pemberi bantuan untuk Nepal sementara AS tetap menjadi bantuan asing terbesar.[64] Pada tahun 2021, pemerintah India juga mengumumkan peningkatan bantuan ke Nepal sebesar hampir 13% menjadi $130 juta, untuk mengimbangi jejak Tiongkok yang semakin meningkat di Nepal. Namun data tentang pencairan bantuan yang sebenarnya oleh pemerintah India tidak jelas.[65]

Nepal menekankan kerja sama yang lebih besar di Asia Selatan dan secara aktif mendorong pembentukan SAARC, Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan, yang sekretariat permanennya, diselenggarakan di Kathmandu.[66] Nepal adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Bangladesh, dan kedua negara berupaya meningkatkan kerja sama yang lebih besar, dalam perdagangan dan pengelolaan air; pelabuhan-pelabuhan di Bangladesh, yang lebih dekat, dipandang sebagai alternatif yang layak untuk monopoli India atas perdagangan negara ketiga Nepal.[67] Nepal adalah negara Asia Selatan pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, dan negara-negara tersebut menikmati hubungan yang kuat;[68] tetapi negara ini juga mengakui hak-hak rakyat Palestina, setelah memilih mendukung pengakuannya di PBB dan menentang pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.[69]

Nepal telah menjadi anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sejak 11 September 2003[70] dan pada 24 Januari 2017 menjadi anggota WTO ke-108 yang meratifikasi Perjanjian Fasilitasi Perdagangan WTO.[71]

Militer

Angkatan Bersenjata Nepal adalah pasukan militer Nepal. Utamanya terdiri dari Angkatan Darat Nepal berbasis darat, diorganisir menjadi enam divisi tempur aktif. Angkatan Darat Nepal juga mengoperasikan formasi yang lebih kecil yang bertanggung jawab atas organisasi pertahanan udara, logistik, komunikasi militer, artileri, dan pasukan lintas udara di dalam wilayah Nepal. Selain itu ada juga Angkatan Udara Nepal yang lebih kecil, dirancang untuk mendukung operasi militer dan memberikan dukungan pertempuran jarak dekat. Serta Angkatan Polisi Bersenjata bertindak sebagai pasukan paramiliter yang bertugas menjaga keamanan internal di Nepal. Pada tahun 2019, prajurit aktif berjumlah 96.800 orang.[72]

Pasal 144 Konstitusi Sementara Nepal menyatakan bahwa Presiden Nepal adalah Panglima Tertinggi Angkatan Darat Nepal. Saat ini sebagai Presiden Nepal Ram Chandra Poudel yang mulai menjabat pada 13 Maret 2023,[73] adalah panglima tertinggi Angkatan Darat Nepal.

Nepal adalah salah satu kontributor utama misi penjaga perdamaian PBB, telah menyumbang lebih dari 119.000 personel untuk 42 misi sejak 1958.[74] Orang Nepal pernah melayani sebagai prajurit Gurkha legendaris di tentara India dan Inggris selama 200 tahun terakhir, dengan layanan di kedua perang dunia, perang India-Pakistan serta Afghanistan dan Irak,[75] meskipun Nepal tidak terlibat langsung dalam salah satu konflik tersebut, dan memenangkan penghargaan militer tertinggi, termasuk Victoria Cross dan Param Veer Chakra.[76]

Pengeluaran militer untuk tahun 2018 adalah $398,5 juta,[77] sekitar 1,4% dari PDB.[78] Pasukan infanteri darat yang hampir eksklusif, jumlah Angkatan Darat Nepal kurang dari seratus ribu;[79][80][81] perekrutan bersifat sukarela.[82] Ini memiliki beberapa pesawat, terutama helikopter, utamanya digunakan untuk transportasi, patroli, serta pencarian dan penyelamatan.[83] Angkatan Darat Nepal terutama digunakan untuk keamanan rutin aset-aset penting, patroli anti-perburuan liar di taman nasional, kontra-pemberontakan, dan pencarian dan penyelamatan selama bencana alam;[84] ia juga melakukan proyek-proyek konstruksi besar.[85] Tidak ada kebijakan diskriminatif dalam rekrutmen menjadi tentara, tetapi didominasi oleh laki-laki dari kasta prajurit elit Pahari.[86][87]

India setuju untuk melanjutkan bantuan militer ke Nepal. Bantuan tersebut dalam proses sebelum India memberlakukan embargo pada Februari 2005 menyusul perebutan kekuasaan oleh Raja Gyanendra saat itu. Pada tahun 2009, Tiongkok menjanjikan bantuan militer senilai Rs100 juta ke Nepal.[88]

Pembagian administratif

Provinsi Ibu kota Distrik Area
(km2)
Populasi
Sensus
2011
Populasi
Sensus
2021
Kepadatan
(orang/km2)
2021
IPM Peta
Provinsi Koshi Biratnagar 14 25.905 4.534.943 4.972.021 192 0,553
Provinsi Madhesh Janakpur 8 9.661 5.404.145 6.126.288 634 0,485
Provinsi Bagmati Hetauda 13 20.300 5.529.452 6.084.042 300 0,560
Provinsi Gandaki Pokhara 11 21.856 2.403.757 2.479.745 113 0,567
Provinsi Lumbini Deukhuri 12 19.707 4.499.272 5.124.225 260 0,519
Provinsi Karnali Birendranagar 10 30.213 1.570.418 1.694.889 56 0,469
Provinsi Sudurpashchim Godawari 9 19.539 2.552.517 2.711.270 139 0,478
Total 77 147.181 26.494.504 29.192.480 198 0,579

Nepal adalah republik federal yang terdiri dari 7 provinsi. Setiap provinsi terdiri dari 8 hingga 14 distrik. Distrik, pada gilirannya, terdiri dari unit lokal yang dikenal sebagai munisipalitas perkotaan dan pedesaan.[89] Ada total 753 unit lokal yang meliputi 6 munisipalitas metropolitan, 11 munisipalitas sub-metropolitan dan 276 munisipalitas dengan total 293 munisipalitas perkotaan, dan 460 munisipalitas pedesaan.[90]

Ekonomi

Nepal adalah negara berkembang, yang menduduki peringkat ke-165 di dunia dalam PDB nominal per kapita[91] dan ke-162 dalam PDB per kapita di PPP.[92] Produk domestik bruto (PDB) Nepal untuk 2019 adalah $34,186 miliar.[93][94] Dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 6,6% pada 2019,[95] dan diperkirakan 2,89% pada 2021.[96] Nepal telah menjadi anggota WTO sejak 23 April 2004.[97]

Angkatan kerja Nepal yang berjumlah 16,8 juta pekerja adalah yang terbesar ke-37 di dunia.[98] Sektor primer menyumbang 27,59% dari PDB, sektor sekunder 14,6%, dan sektor tersier 57,81%.[99] Pengiriman valuta asing Nepal sebesar US$8,1 miliar pada tahun 2018, terbesar ke-19 di dunia dan merupakan 28,0% dari PDB,[100] disumbangkan kepada ekonominya oleh jutaan pekerja terutama di India, Timur Tengah, dan Asia Timur, hampir mereka semua adalah buruh kasar.[101][102] Produk pertanian utama termasuk sereal (barley, jagung, millet, padi dan gandum), biji minyak, kentang, kacang-kacangan, tebu, goni, tembakau, susu dan daging kerbau.[103][104] Industri utama meliputi pariwisata, permadani, tekstil, rokok, semen, batu bata, serta penggilingan beras kecil, goni, gula, dan biji minyak.[105] Perdagangan internasional Nepal berkembang pesat pada tahun 1951 dengan berdirinya demokrasi; liberalisasi dimulai pada tahun 1985 dan meningkat pesat setelah tahun 1990. Pada tahun fiskal 2016/17, perdagangan luar negeri Nepal berjumlah Rs 1,06 triliun, meningkat dua puluh tiga kali lipat dari Rs 45,6 miliar pada tahun 1990/91. Lebih dari 60% perdagangan Nepal adalah dengan India. Ekspor utama meliputi garmen siap pakai, karpet, kacang-kacangan, kerajinan tangan, kulit, jamu, dan produk kertas, yang merupakan 90% dari total. Impor utama meliputi berbagai barang jadi dan setengah jadi, bahan baku, mesin dan peralatan, pupuk kimia, peralatan listrik dan elektronik, produk minyak bumi, emas, dan pakaian siap pakai.[106] Inflasi mencapai 4,5% pada 2019.[107] Cadangan devisa mencapai US$9,5 miliar pada Juli 2019, setara dengan 7,8 bulan impor.[108]

Selain memiliki geografi yang terkurung daratan dan terjal, sedikit sumber daya alam nyata dan infrastruktur yang buruk, pemerintahan pasca-1950 yang tidak efektif dan perang saudara yang berkepanjangan juga menjadi faktor penghambat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara.[109][110][111] Penjeratan utang bahkan melibatkan anak-anak debitur telah menjadi masalah sosial yang terus-menerus di perbukitan barat dan Terai, dengan perkiraan 234.600 orang atau 0,82% dari populasi dianggap sebagai budak, oleh Indeks Perbudakan Global pada tahun 2016.[112]

Pada tahun 2022, Nepal membatasi impor barang-barang non-esensial setelah cadangan devisanya turun. Pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan pengeluaran pariwisata dan uang yang dikirim pulang oleh orang Nepal yang bekerja di luar negeri, yang pada gilirannya menurunkan cadangan devisa negara.[113]

Pekerjaan di luar negeri

Tingkat pengangguran dan setengah pengangguran melebihi separuh populasi usia kerja, mendorong jutaan orang mencari pekerjaan di luar negeri, terutama di India, kawasan Teluk, dan Asia Timur. Sebagian besar tidak terampil, tidak berpendidikan, dan terlilit utang kepada rentenir, para pekerja ini ditipu oleh perusahaan tenaga kerja dan dikirim ke perusahaan-perusahaan yang eksploitatif atau negara-negara yang dilanda perang dengan kontrak-kontrak palsu. Paspor mereka disita, untuk dikembalikan ketika perusahaan mengizinkan cuti atau mengakhiri kontrak mereka. Sebagian besar tidak menerima upah minimum, dan banyak yang terpaksa kehilangan sebagian atau seluruh upah mereka. Banyak warga Nepal bekerja dalam kondisi yang sangat tidak aman; rata-rata dua pekerja meninggal setiap hari. Karena pembatasan yang diberlakukan pada perempuan, banyak yang bergantung pada para pedagang manusia untuk keluar dari negara tersebut, dan akhirnya menjadi korban kekerasan dan pelecehan. Banyak warga Nepal diyakini bekerja dalam kondisi seperti perbudakan, dan Nepal menghabiskan miliaran rupee untuk menyelamatkan pekerja yang telantar, untuk membayar remunerasi bagi keluarga korban yang terlilit utang, dan untuk biaya hukum bagi mereka yang ditangkap di luar negeri. Meskipun jutaan orang telah berhasil keluar dari kemiskinan akibat kurangnya keterampilan berwirausaha, uang kiriman tersebut sebagian besar dihabiskan untuk properti dan konsumsi.

Demografi

Nepal adalah negara multikultural dan multietnis, rumah bagi 125 kelompok etnis yang berbeda, berbicara dalam 123 bahasa ibu yang berbeda dan mengikuti sejumlah agama asli selain Hindu, Budha, Islam dan Kristen. Menurut sensus 2011, populasi Nepal adalah 26,5 juta, meningkat hampir tiga kali lipat dari sembilan juta pada tahun 1950. Dari tahun 2001 hingga 2011, ukuran keluarga rata-rata menurun dari 5,44 menjadi 4,9. Sensus tersebut juga mencatat sekitar 1,9 juta orang yang tidak hadir, lebih dari satu juta lebih banyak dibandingkan tahun 2001; sebagian besar adalah buruh laki-laki yang bekerja di luar negeri. Hal ini berkorelasi dengan penurunan rasio jenis kelamin menjadi 94,2 dari 99,8 pada tahun 2001. Tingkat pertumbuhan penduduk tahunan adalah 1,35% antara tahun 2001 dan 2011, dibandingkan dengan rata-rata 2,25% antara tahun 1961 dan 2001; juga dikaitkan dengan populasi yang tidak hadir.[114]

Nepal adalah salah satu dari sepuluh urbanisasi paling sedikit, dan sepuluh negara urbanisasi tercepat di dunia. Pada 2014, diperkirakan 18,3% populasi tinggal di daerah perkotaan. Tingkat urbanisasi tinggi di Terai, lembah doon di Terai bagian dalam dan lembah di perbukitan tengah, tetapi rendah di Himalaya yang tinggi. Demikian pula, angkanya lebih tinggi di Nepal tengah dan timur dibandingkan dengan lebih jauh ke barat.[115] Ibukotanya, Kathmandu, dijuluki "Kota Kuil", adalah kota terbesar di negara ini dan merupakan jantung budaya dan ekonomi. Kota-kota besar lainnya di Nepal termasuk Pokhara, Biratnagar, Lalitpur, Bharatpur, Birgunj, Dharan, Hetauda dan Nepalgunj. Kemacetan, polusi, dan kekurangan air minum adalah beberapa masalah utama yang dihadapi kota-kota yang berkembang pesat, terutama Lembah Kathmandu.

Agama

Sebagai negara sekuler, sebagaimana dinyatakan oleh Konstitusi Nepal 2012 (Bagian 1, Pasal 4), Nepal menjamin kebebasan beragama.[116][117] Sensus 2011 melaporkan bahwa agama dengan jumlah pengikut terbesar di Nepal adalah Hindu (81,3% dari populasi), diikuti oleh Buddha (9%); sisanya adalah Islam (4,4%), Kirant (3,1%), Kristen (1,4%) dan Prakriti atau pemujaan alam (0,5%).

Sementara pada hasil sensus penduduk Nepal 2021 mencatat, sebanyak 23.677.744 jiwa atau 81,19% dari 29.164.578 jiwa penduduk Nepal, menganut agama Hindu. Diikuti oleh agama Buddha sebanyak 8,21%, Islam sebanyak 5,08%, Kirant sebanyak 3,17%, Kristen sebanyak 1,76%, Prakriti sebanyak 0,35%, dan animis Bon sebanyak 0,15%, selebihnya agama Jain, Bahai, dan Sikh sebanyak 0,01%.[118] Berdasarkan persentase populasi, Nepal memiliki populasi umat Hindu terbesar di dunia,[119] dan kedua setelah India dalam jumlah pemeluk.[120]

No Agama Sensus 2021
Jumlah %
1 Hindu 23.677.744 81,19%
3 Buddha 2.393.549 8,21%
4 Islam 1.483.066 5,08%
2 Kirat 924.204 3,17%
5 Kristen 512.313 1,76%
6 Prakriti 102.048 0,35%
6 Bon 67.233 0,23%
7 Lainnya 4.431 0,01%
Total 29.164.578 100%

Nepal secara resmi adalah Kerajaan Hindu sampai baru-baru ini, dan Siwa dianggap sebagai dewa penjaga negara.[121] Meskipun banyak kebijakan pemerintah sepanjang sejarah telah mengabaikan atau meminggirkan agama minoritas, masyarakat Nepal umumnya menikmati toleransi beragama dan keharmonisan di antara semua agama, dengan hanya sedikit insiden kekerasan bermotivasi agama.[122][123] Konstitusi Nepal tidak memberi siapa pun hak untuk mengubah siapa pun ke agama lain. Nepal juga mengesahkan undang-undang anti-konversi yang lebih ketat pada 2017.[124]

Etnis Chhetri, Hill Brahman, Tharu, Magar, Newar, Kami, Yadav, Damai, Thakuri, Sarki, dan Teli, kesebelas etnis ini kecuali etnis Magar, rata-rata 94% keatas, mereka menganut agama Hindu, sementara etnis Magar, 79% diantaranya menganut Hindu.

Sementara etnis Tamnag, etnis mayoritas yang jumlahnya sekitar 1,5 juta, sebanyak 87,30% menganut agama Buddha, dan etnis lainnya yang mayoritas beragama Buddha yakni etnis Sherpa, Bhote, Yehlmo, dan etnis Gurung. Kemudian, etnis Rai, Limbu, dan Yakha, mayoritas menganut Kirat.

Bahasa

Bahasa kerja resmi di tingkat federal adalah bahasa Nepali, tetapi konstitusi menetapkan setiap provinsi untuk memilih satu atau lebih bahasa kerja resmi tambahan.[125] Komisi Bahasa Nepal pada 6 September 2021 merekomendasikan 14 bahasa resmi untuk berbagai provinsi di Nepal.[126]

Sensus nasional 2011 mencantumkan 123 bahasa yang digunakan sebagai bahasa ibu (bahasa pertama) di Nepal.[127] Sebagian besar milik rumpun bahasa Indo-Arya dan Sino-Tibet. Bahasa ibu Nepal, atau bahasa asal Nepal terkadang disebut sebagai bahasa Nepali.[128][129]

Budaya

Nilai-nilai keluarga penting dalam tradisi Nepal, dan keluarga bersama patriarki multi-generasi telah menjadi norma di Nepal, meskipun keluarga inti menjadi umum di daerah perkotaan. Mayoritas orang Nepal, dengan atau tanpa persetujuan mereka, dijodohkan yang diatur oleh orang tua atau tetua keluarga lainnya. Perkawinan dianggap untuk seumur hidup, dan tingkat perceraian sangat rendah, dengan kurang dari satu dari seribu perkawinan berakhir dengan perceraian.[130] Pernikahan anak sering terjadi, terutama di daerah pedesaan; banyak wanita menikah sebelum mencapai usia 18 tahun.[131]

Sastra

Sastra Nepal terkait erat dengan sastra Asia Selatan lainnya hingga penyatuannya menjadi kerajaan modern. Karya sastra, yang ditulis dalam bahasa Sansekerta oleh para pendeta Brahmana yang berpendidikan dan kadang-kadang juga berbasis di Varanasi, mencakup teks-teks religius dan fantasi lain yang melibatkan raja, dewa, dan setan.[132] Teks bahasa Nepal tertua yang masih ada berasal dari abad ke-13. Sastra Newar sudah ada sejak hampir 500 tahun yang lalu.[133] Sejarah modern kesusastraan Nepal dimulai dengan Bhanubhakta Acharya (1814–1868), yang untuk pertama kalinya menggubah karya-karya besar dan berpengaruh dalam bahasa Nepal, bahasa yang dapat diakses oleh massa, yang paling menonjol, Bhanubhakta Ramayana, terjemahan dari epik Hindu kuno.[134] Pada akhir abad ke-19, Motiram Bhatta telah menerbitkan edisi cetak dari karya-karya Acharya, dan melalui usahanya, seorang diri mempopulerkan dan mendorong kesusastraan berbahasa Nepal ke dalam modernitas.[135] Pada pertengahan abad ke-20, sastra Nepal tidak lagi terbatas pada tradisi sastra Hindu. Dipengaruhi oleh tradisi sastra barat, penulis pada periode ini mulai memproduksi karya sastra yang membahas masalah sosial kontemporer,[136] sementara banyak penulis lainnya terus memperkaya tradisi puitis Nepal dengan puisi asli Nepal. Sastra Newar juga muncul sebagai tradisi sastra utama. Setelah munculnya demokrasi pada tahun 1951, sastra Nepal berkembang pesat. Karya sastra dalam banyak bahasa lain mulai diproduksi. Sastra Nepal terus mengalami modernisasi, dan dalam beberapa tahun terakhir, sangat dipengaruhi oleh pengalaman Nepal pascaperang saudara serta tradisi sastra global.[137][138][139][140]

Pakaian

Pakaian tradisional yang paling banyak dipakai di Nepal, baik untuk wanita maupun pria, dari zaman kuno hingga munculnya zaman modern, adalah sampiran. Bagi wanita, berbentuk sari, sepotong kain panjang, terkenal sepanjang enam meter, dan lebarnya menutupi tubuh bagian bawah. Sari diikatkan di pinggang dan disimpul di salah satu ujungnya, dililitkan di tubuh bagian bawah, lalu di atas bahu. Dalam bentuknya yang lebih modern, ia digunakan untuk menutupi kepala, dan terkadang wajah, sebagai kerudung, khususnya di Terai. Dikombinasikan dengan rok dalam, atau petticoat, dan diselipkan di pinggang agar lebih aman dikencangkan. Hal ini dikenakan dengan blus, atau cholo, yang berfungsi sebagai garmen tubuh bagian atas utama, ujung sari, melewati bahu, sekarang berfungsi untuk mengaburkan kontur tubuh bagian atas, dan untuk menutupi perut.[141]

Untuk pria, kain yang serupa tetapi lebih pendek, dhoti, berfungsi sebagai pakaian bagian bawah tubuh. Itu juga diikatkan di pinggang dan dililitkan.[142]

Kuliner

Masakan Nepal terdiri dari berbagai macam masakan daerah dan tradisional. Mengingat keragaman dalam jenis tanah, iklim, budaya, kelompok etnis, dan pekerjaan, masakan ini sangat bervariasi satu sama lain, menggunakan rempah-rempah, jamu, sayuran, dan buah yang tersedia secara lokal.[143] Pertukaran Kolumbus telah membawa kentang, tomat, jagung, kacang tanah, kacang mete, nanas, jambu biji, dan terutama, cabai, ke Asia Selatan. Masing-masing menjadi kebutuhan pokok.[144] Sereal yang ditanam di Nepal, pilihannya, waktu, dan wilayah penanamannya, sangat sesuai dengan waktu monsun Nepal,[145] dan variasi ketinggian. Padi dan gandum sebagian besar ditanam di dataran Terai dan lembah yang beririgasi baik, dan jagung, jewawut, serta soba di perbukitan yang kurang subur dan lebih kering.[146][147]

Olahraga

Olahraga tradisional Nepal, seperti dandi biyo dan kabaddi yang hingga saat ini dianggap sebagai olahraga nasional tidak resmi,[148] masih populer di daerah pedesaan.[149] Meskipun upaya, standardisasi dan pengembangan dandi biyo belum tercapai,[150][151] sementara Kabaddi, sebagai olahraga profesional, masih dalam tahap awal di Nepal.[152] Bagh-Chal, permainan papan kuno yang diperkirakan berasal dari Nepal, dapat dimainkan di papan yang digambar dengan kapur, dengan kerikil, dan masih populer sampai sekarang.[153][154] Ludo, ular tangga, dan karambol adalah hiburan yang populer.[155] Catur juga dimainkan.[156]

Sepak bola dan kriket adalah olahraga profesional yang populer.[157] Nepal bersaing dalam sepak bola di kawasan Asia Selatan tetapi belum pernah memenangkan kejuaraan SAFF, turnamen regional tersebut.[158][159] Biasanya berada di peringkat kuarter terbawah dalam Peringkat Dunia FIFA.[160] Nepal telah sukses dalam kriket dan memegang status elite ODI,[161][162] secara konsisten menempati peringkat 20 Besar di peringkat ICC ODI dan T20I.[163][164] Nepal cukup sukses dalam atletik dan seni bela diri, memenangkan banyak medali di Pesta Olahraga Asia Selatan dan beberapa di Pesta Olahraga Asia.[165] Nepal tidak pernah memenangkan medali olimpiade.[166] Olahraga seperti bola basket, bola voli, futsal, gulat, binaraga kompetitif[167][168] dan bulu tangkis juga semakin populer.[169] Bola voli dinyatakan sebagai olahraga nasional Nepal pada tahun 2017.[170] Wanita dalam sepak bola, kriket, atletik, seni bela diri, bulu tangkis, dan renang telah menemukan beberapa keberhasilan.[171][172] Nepal juga menurunkan pemain dan tim nasional dalam beberapa turnamen untuk penyandang disabilitas, terutama di kriket tunanetra putra[173] dan kriket buta putri.[174]

Satu-satunya stadion internasional di negara ini adalah Stadion Dasarath serbaguna tempat tim sepak bola nasional putra dan putri memainkan pertandingan kandang mereka.[175]

Bacaan tambahan

  • Barbara Crossette. 1995. So Close to Heaven: The Vanishing Buddhist Kingdoms of the Himalayas. New York: Vintage. (ISBN 0679743634)
  • Bista, Dor Bahadur. The Peoples of Nepal
  • Peter Matthiessen.1993, "The Snow Leopard".(ISBN 0-00-272025-6)
  • Joe Simpson. 1997. "Storms of Silence"
  • Samrat Upadhyay. 2001. "Arresting God in Kathmandu"
  • Joseph R. Pietri.2001. "The King of Nepal"
  • Maurice Herzog 1951. "Annapurna"
  • Dervla Murphy.1967. "The Waiting Land"
  • Jon Kraukauer.1997. "Into Thin Air"
  • Indra Majupuria.1996. "Nepalese Women". (ISBN 974-89675-6-5)
  • Dor Bahadur Bista.1996. "People of Nepal". Kathmandu.
  • Eva Kipp.1995. "Bending Bamboo Changing Winds". (ISBN 81-7303-037-5)
  • Broughton Coburn.1982/1991. "Nepali Ama". (ISBN 0-918373-74-3)
  • Rishikesh Shaha.2001. "Modern Nepal: A Political History". (ISBN 8173044031)

Pranala luar

Referensi

  1. Krishna P. Bhattarai. Nepal. Infobase publishing.
  2. P. 17 Looking to the Future: Indo-Nepal Relations in Perspective By Lok Raj Baral
  3. India-Nepal relations. gktoday.in. 18 November 2009.
  4. P. 17 Looking to the Future: Indo-Nepal Relations in Perspective By Lok Raj Baral
  5. G.P. Singh. Kiratas in Ancient India. Gian Pub. House. 1990.
  6. G.P. Singh. Kiratas in Ancient India. Gian Pub. House. 1990.
  7. Salinan arsip.
  8. India-Nepal Relations - General Knowledge Today. www.gktoday.in.
  9. India-Nepal Relations - General Knowledge Today. www.gktoday.in.
  10. Li, Rongxi (translator). 1995. The Great Tang Dynasty Record of the Western Regions, pp. 219–220. Numata Center for Buddhist Translation and Research. Berkeley, California.
  11. Watters, Thomas. 1904-5. On Yuan Chwang's Travels in India (A.D. 629–645), pp. 83–85. Reprint: Mushiram Manoharlal Publishers, New Delhi. 1973.
  12. Salinan arsip.
  13. Salinan arsip.
  14. Nepal Monarchy: Thakuri Dynasty.
  15. Nepal Monarchy: Thakuri Dynasty. royalnepal.synthasite.com.
  16. Father Giuseppe. Account of the Kingdom of Nepal. Asiatick Researches. London: Vernor and Hood. 1799. p. 308.
  17. harris, george lawrence. Nepal and Bhutan : country studies.
  18. harris, george lawrence. Nepal and Bhutan : country studies.
  19. Tucci, Giuseppe. (1952). Journey to Mustang, 1952. Trans. by Diana Fussell. 1st Italian edition, 1953; 1st English edition, 1977. 2nd edition revised, 2003, p. 22. Bibliotheca Himalayica. (South Asia); (Outside of South Asia).
  20. et al Kevin Bales. Nepal. The Global Slavery Index 2016. The Minderoo Foundation Pty Ltd.
  21. Angela Dietrich. Buddhist Monks and Rana Rulers: A History of Persecution. Buddhist Himalaya: A Journal of Nagarjuna Institute of Exact Methods. 1996.
  22. C.K. Lal. The Rana resonance. Nepali Times. 16 February 2001.
  23. harris, george lawrence. Nepal and Bhutan : country studies.
  24. Timeline: Nepal. BBC News.
  25. Timeline: Nepal. BBC News.
  26. Nepal votes to end monarchy. CNN Asia report.
  27. Nepal votes to abolish monarchy. BBC News. 28 May 2008.
  28. The Carter Center. Activities by Country: Nepal.
  29. Nepal votes to abolish monarchy. BBC News. 28 May 2008.
  30. Nepal abolishes its monarchy. Al Jazeera. 28 May 2008.
  31. Monika Timsina. They're more violent. Ekantipur.
  32. Nepal King gets 15 days to leave palace. Outlookindia.com. 28 May 2008.
  33. Prachanda becomes PM, Nepal set for major change. The Sunday Times. 17 August 2008.
  34. Madhav Kumar Nepal elected new Nepal PM. Rediffnews. 23 May 2009.
  35. Nepal: Jhalanath Khanal elected new prime minister. BBC.
  36. Bhattarai elected new Prime Minister of Nepal. Nepalnews.com. 28 August 2011.
  37. CA dissolved without promulgating constitution. Jagaran Nepal.
  38. Home Page. Official Page of Constituent Assembly of Nepal. Government of Nepal.
  39. Nepal Peace Reports. The Carter Center.
  40. Sushil Koirala wins vote to be Nepal's prime minister. BBC.
  41. Sushil Koirala becomes new prime minister of Nepal. Ekantipur.
  42. Corinne Cathcard. Nepal Earthquake: Death Toll Jumps Over 1,800. ABC News. 25 April 2015.
  43. Nepal earthquake death toll reaches 8,635, over 300 missing. The Indian Express. 23 May 2015.
  44. Nepal just elected its first female president. Quartz.
  45. J. R. Ali. Greater India. Earth-Science Reviews. 2005. Vol. 72 (3–4). hlm. 170–173. doi:10.1016/j.earscirev.2005.07.005.
  46. John Whelpton. A History of Nepal. Cambridge University Press. 2005. ISBN 978-0-521-80470-7.
  47. K. R. Dikshit. India: Land. hlm. 1–29.
  48. B. Prakash. Holocene Tectonic Movements and Stress Field in the Western Gangetic Plains. Current Science. 2000. Vol. 79 (4). hlm. 438–449.
  49. Peter van der Beek. Late Miocene- Recent Exhumation of the Central Himalaya and Recycling in the Foreland Basin Assessed by Apatite Fission-Track Thermochronology of Siwalik Sediments, Nepal. Basin Research. 2006. Vol. 18 (4). hlm. 413–434. doi:10.1111/j.1365-2117.2006.00305.x.
  50. John Whelpton. A History of Nepal. Cambridge University Press. 2005. ISBN 978-0-521-80470-7.
  51. Nepal elections explained. Al Jazeera.
  52. देशको नामलाई एकरुपता दिन 'संघीय लोकतान्त्रिक गणतन्त्र' नलेख्‍न भनिएको हो : मन्त्री ज्ञवाली. ekantipur.com.
  53. नेपालको संविधान २०७२. 20 September 2015.
  54. CA approves ceremonial prez, bicameral legislature. The Kathmandu Post. 16 September 2015.
  55. नेपालको संविधान २०७२. 20 September 2015.
  56. Nepal elections explained. Al Jazeera.
  57. प्रतिनिधिसभामा १२ दल, राष्ट्रिय पार्टी ७ मात्रै. ekantipur.com.
  58. Bilateral Relations – Ministry of Foreign Affairs Nepal MOFA. Government of Nepal.
  59. Embassy of Nepal – Ministry of Foreign Affairs Nepal MOFA. Government of Nepal.
  60. Consulates General of Nepal – Ministry of Foreign Affairs Nepal MOFA.
  61. NON-RESIDENTIAL DIPLOMATIC MISSIONS – Ministry of Foreign Affairs Nepal MOFA. Government of Nepal.
  62. China is Our 'All Weather Friend', Says Nepal Prime Minister KP Sharma Oli.
  63. Krishna Pokharel. The Two-Month Blockade of Nepal Explained. Wall Street Journal. 2015-11-26.
  64. China increases aid, FDI significantly to Nepal. Business Standard India. 2015-03-18.
  65. India raises Nepal grant by nearly 13 percent to Rs15.87 billion. kathmandupost.com.
  66. Muhammad Jamshed Iqbal. SAARC: Origin, Growth, Potential and Achievements. Pakistan Journal of History & Culture. 2006. Vol. XXVII. hlm. 127–40.
  67. Nepal, Bangladesh Can Become Better Trade Partners. The Rising Nepal.
  68. Marking the diplomatic ties between Nepal and Israel. Republica.
  69. UNGA vote 'consistent with Nepal's position on Israel, Palestine'. The Kathmandu Post.
  70. WTO, WTO Ministerial Conference approves Nepal's membership, 11 September 2003, accessed 25 January 2017
  71. Nepal ratifies the Trade Facilitation Agreement, 24 January 2017
  72. IISS 2019, pp. 294
  73. [1]
  74. Nepalese Peacekeepers receive UN Medal. United Nations.
  75. Peter Gill. The Nepalis Fighting America's Wars. The Diplomat.
  76. The Big Question: Who are the Gurkhas and what is their contribution. The Independent. 30 April 2009.
  77. Military expenditure (current USD) Data. World Bank.
  78. Military expenditure (% of GDP) Data. World Bank.
  79. V. R. Raghavan. Nepal as a Federal State: Lessons from Indian Experience. Vij Books India. 2013. ISBN 9789382652014.
  80. New chief faces daunting task rebuilding Nepal Army's image. The Kathmandu Post.
  81. Thapa to take charge of Nepali Army as acting CoAS. The Himalayan Times. 9 August 2018.
  82. South Asia :: Nepal – The World Factbook – Central Intelligence Agency. Central Intelligence Agency.
  83. Nepali Army launches new helicopters. The Himalayan Times. 23 June 2015.
  84. Army to rescue. Republica.
  85. Dolpa HQ connected to national road network. The Himalayan Times. 18 November 2018.
  86. Kamal Pariyar. Women promoted to major for first time in NA infantry. Republica.
  87. Bhakti Shah – the fight for gay and transgender rights in Nepal. Saferworld.
  88. China pledges military assistance worth Rs100 million to Nepal. Phayul.com.
  89. नेपालको संविधान २०७२. 20 September 2015.
  90. Australian Government-The Asia Foundation Partnership on Subnational Governance in Nepal. Diagnostic Study of Local Governance in Federal Nepal 2017. The Asia Foundation.
  91. Report for Selected Countries and Subjects. IMF.
  92. Report for Selected Countries and Subjects. IMF.
  93. GDP (current US$) Data. World Bank.
  94. Nepal Data. World Bank.
  95. GDP growth (annual %) Data. World Bank.
  96. Nepal – Gross domestic product (GDP) growth rate 2026. Statista.
  97. Accessions: Nepal. WTO.
  98. The World Factbook. Central Intelligence Agency.
  99. Sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia.
  100. Nepal is 19th largest receiver of remittances with $8.1 billion. Kathmandu Post.
  101. Unskilled workers dominate Nepali labour force abroad. Kathmandu Post.
  102. More Nepalis going abroad for employment. Kathmandu Post.
  103. South Asia :: Nepal – The World Factbook. Central Intelligence Agency.
  104. Deepak Chaudhary. Agricultural Policies and Rural Development in Nepal: An Overview. Research Nepal Journal of Development Studies. 1 November 2018. Vol. 1 (2). hlm. 34–46. doi:10.3126/rnjds.v1i2.22425.
  105. South Asia :: Nepal – The World Factbook. Central Intelligence Agency.
  106. Khubi Ram Acharya. Nepalese Foreign Trade: Growth, Composition, and Direction. NCC Journal. 5 July 2019. Vol. 4 (1). hlm. 91–96. doi:10.3126/nccj.v4i1.24741.
  107. Overview. World Bank.
  108. Overview. World Bank.
  109. Nepal: Economy. MSN Encarta. hlm. 3.
  110. Development Failure: A Critical Review of Three Analyses of Development in Nepal.
  111. A Development Failure: The Development-Conflict Nexus.
  112. Kevin Bales. Nepal. The Global Slavery Index 2016. The Minderoo Foundation Pty Ltd.
  113. Nepal limits imports as foreign currency reserves slide. BBC News. 12 April 2022.
  114. Population situation analysis of Nepal. UNFPA. 2017.
  115. S. Bakrania. Urbanisation and urban growth in Nepal (GSDRC Helpdesk Research Report 1294). UK:GSDRC. 2015.
  116. The Constitution of Nepal. Nepal Gazette. 20 September 2015.
  117. Constitution of Napal (in Nepali). mohp.gov.np/.
  118. Population By Religion and Sex NPHC 2021. National Statistics Office. 2021.
  119. Hindu Demographics & Denominations (Part One). Religion 101. 28 November 2012.
  120. The Global Religious Landscape. Pew Research Center. December 2012.
  121. Anthologia anthropologica. The native races of Asia and Europe; by James George Frazer, Sir; Robert Angus Downie
  122. UPENDRA LAMICHHANE and BASANT KHADKA. Eid highlights Nepal's religious tolerance. My Republica.
  123. NEPAL-2018-INTERNATIONAL-RELIGIOUS-FREEDOM-REPORT. US Embassy Nepal.
  124. Nepal: Nepal: Bill criminalises religious conversion. csw.org.uk.
  125. The Constitution of Nepal. Nepal Law Commission.
  126. सरकारी कामकाजको भाषाका आधारहरूको निर्धारण तथा भाषासम्बन्धी सिफारिसहरू (पञ्चवर्षीय प्रतिवेदन- साराांश) २०७८. Language Commission.
  127. Official Summary of Census (2011), Central Bureau of Statistics, Nepal
  128. नेपालको संविधानको प्रारम्भिक मस्यौदामा वर्ल्ड नेवाः अर्गनाइजेशनको सुझाव. March 2016. hlm. 27.
  129. नेपालका सबै भाषाहरु नेपाली भाषा हुन्. Facebook.
  130. Bala Ram Acharya. Sociological Analysis of Divorce: A Case Study from Pokhara, Nepal. Dhaulagiri Journal of Sociology and Anthropology. 2005. Vol. 1. hlm. 129–145. doi:10.3126/dsaj.v1i0.284.
  131. Child Marriage. UNFPA Nepal. 30 December 2015.
  132. Kiran Shankar Maitra. The First Poet of Nepali Literature. Indian Literature. 1982. Vol. 25 (5). hlm. 63–71.
  133. Michael J. Hutt. Himalayan Voices: An Introduction to Modern Nepali Literature. University of California Press. 29 July 1991. ISBN 978-0-520-07048-6.
  134. Kiran Shankar Maitra. The First Poet of Nepali Literature. Indian Literature. 1982. Vol. 25 (5). hlm. 63–71.
  135. Michael J. Hutt. Himalayan Voices: An Introduction to Modern Nepali Literature. University of California Press. 29 July 1991. ISBN 978-0-520-07048-6.
  136. V. Sharma. B. P. Koirala: A Major Figure in Modern Nepali Literature. Journal of South Asian Literature. 1992. Vol. 27 (2). hlm. 209–218.
  137. Michael J. Hutt. Himalayan Voices: An Introduction to Modern Nepali Literature. University of California Press. 29 July 1991. ISBN 978-0-520-07048-6.
  138. Nepali literature. Encyclopædia Britannica.
  139. Conflict-period Nepali literature holds importance for awareness. The Rising Nepal.
  140. Theodore Riccardi. Review of Himalayan Voices: An Introduction to Modern Nepali Literature. Bulletin of the School of Oriental and African Studies, University of London. 1993. Vol. 56 (1). hlm. 157–158. doi:10.1017/S0041977X00002007.
  141. Emma Tarlo. Clothing Matters: Dress and Identity in India. University of Chicago Press. 1996. hlm. 26. ISBN 978-0-226-78976-7.
  142. Emma Tarlo. Clothing Matters: Dress and Identity in India. University of Chicago Press. 1996. hlm. 26–28. ISBN 978-0-226-78976-7.
  143. Defining our food culture. Kathmandu Post.
  144. D Balasubramanian. Potato: historically important vegetable. The Hindu. 16 October 2008.
  145. Colleen Taylor Sen. Feasts and Fasts: A History of Food in India. Reaktion Books. 2014. hlm. 164–165. ISBN 978-1-78023-391-8.
  146. Defining our food culture. Kathmandu Post.
  147. Jyoti Pathak. Taste of Nepal. Hippocrene Books. 2007. ISBN 978-0-7818-1121-7.
  148. It's official: Volleyball is the national sport of Nepal. Online Khabar.
  149. More than just child's play. The Himalayan Times. 25 February 2018.
  150. Nepal's' 'national sport' we never had: Five things you didn't know about dandi-biyo. Online Khabar.
  151. Republica. Dandi Biyo Championship in Dhading. Republica.
  152. Nepal announces 12-member men's kabaddi squad for Asian Games 2018. Sportskeeda. 6 August 2018.
  153. L.Y. Jin. Tiger and goats is a draw. Games of No Chance. MSRI Publications. 2009. Vol. 56. hlm. 163–176. doi:10.1017/CBO9780511807251.008. ISBN 9780511807251.
  154. Hiroyuki Iida. Analyzing Thousand Years Old Game Tigers and Goats is Still Alive. Asia-Pacific Journal of Information Technology and Multimedia. 1 October 2018. Vol. 7 (2).
  155. KUNA : Carrom... Traditional game widely loved in Gulf region – Society – 16/08/2018.
  156. More than just child's play. The Himalayan Times. 25 February 2018.
  157. Football at the heart of the Himalayas. FIFA. 5 March 2009.
  158. Saff Championship: Nepal eye historic final. The Kathmandu Post.
  159. Nepal crash out of SAFF C'ship after 3–0 defeat to Maldives. The Himalayan Times. 12 September 2018.
  160. The FIFA/Coca-Cola World Ranking – Ranking Table. FIFA.
  161. Nepal make cricket history after securing ODI status. The Week (UK).
  162. 'Biggest day in Nepal cricket history' – Khadka. ESPNcricinfo. 15 March 2018.
  163. ICC Ranking for ODI teams International Cricket Council. ICC.
  164. ICC Ranking for T20 teams International Cricket Council. ICC.
  165. Current priorities of sports: Hosting SAG, winning medals. The Rising Nepal.
  166. Rajan Shah. Will she quench Nepal's thirst for Olympic medals?. Republica.
  167. Rajan Shah. Will she quench Nepal's thirst for Olympic medals?. Republica.
  168. Malik overall winner, Afghanistan bag team c'ship. The Himalayan Times. 21 July 2019.
  169. More than just child's play. The Himalayan Times. 25 February 2018.
  170. It's official: Volleyball is the national sport of Nepal. Online Khabar.
  171. Rajan Shah. Will she quench Nepal's thirst for Olympic medals?. Republica.
  172. Cricket, football dominate nominations. The Himalayan Times. 26 June 2019.
  173. Blind cricketers' horrible journey to WC. The Himalayan Times. 22 January 2018.
  174. Nepal defeat Pakistan, seal women's blind cricket series. The Himalayan Times. 4 February 2019.
  175. Prabin Bikram Katwal. Renovation of Dasharath Stadium takes forever, hurts nation's football. Republica.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29344936 (2026-06-14T08:00:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.