Lompat ke isi

Unsur transuranium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28461416; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Unsur transuranium''', juga dikenal sebagai '''transuranium''' atau '''unsur transuranik''', adalah [[unsur kimia]] yang memiliki [[nomor atom]] lebih besar dari 92, yang merupakan nomor atom [[uranium]]. Semua unsur ini tidak stabil dan [[peluruhan radioaktif|meluruh secara radioaktif]] menjadi unsur lain. Dengan pengecualian [[neptunium]] dan [[plutonium]] (yang telah ditemukan dalam jumlah kecil di alam), mereka semua tidak terjadi secara alami di Bumi dan merupakan [[unsur kimia sintetis|unsur sintetis]].
'''Unsur transuranium''', juga dikenal sebagai '''transuranium''' atau '''unsur transuranik''', adalah [[unsur kimia]] yang memiliki [[nomor atom]] lebih besar dari 92, yang merupakan nomor atom [[uranium]]. Semua unsur ini tidak stabil dan [[peluruhan radioaktif|meluruh secara radioaktif]] menjadi unsur lain. Dengan pengecualian [[neptunium]] dan [[plutonium]] (yang telah ditemukan dalam jumlah kecil di alam), mereka semua tidak terjadi secara alami di Bumi dan merupakan [[unsur kimia sintetis|unsur sintetis]].
==Ikhtisar==
==Ikhtisar==
Dari unsur-unsur dengan nomor atom 1 hingga 92, sebagian besar dapat ditemukan di alam, memiliki isotop stabil (seperti [[hidrogen]]) atau [[radionuklida|radioisotop]] yang berumur sangat panjang (seperti [[uranium]]), atau eksis sebagai [[produk peluruhan]] biasa dari peluruhan uranium dan torium. (seperti [[radon]]). Pengecualiannya adalah unsur [[teknesium|43]], [[prometium|61]], [[astatin|85]], dan [[fransium|87]]; keempatnya terjadi di alam, tetapi hanya dalam cabang yang sangat kecil dari rantai peluruhan uranium dan torium, sehingga semua kecuali unsur 87 pertama kali ditemukan melalui sintesis di laboratorium dan bukan di alam (dan bahkan unsur 87 ditemukan dari sampel induknya yang dimurnikan, tidak langsung dari alam).
Dari unsur-unsur dengan nomor atom 1 hingga 92, sebagian besar dapat ditemukan di alam, memiliki isotop stabil (seperti [[hidrogen]]) atau [[radionuklida|radioisotop]] yang berumur sangat panjang (seperti [[uranium]]), atau eksis sebagai [[produk peluruhan]] biasa dari peluruhan uranium dan torium. (seperti [[radon]]). Pengecualiannya adalah unsur [[teknesium|43]], [[prometium|61]], [[astatin|85]], dan [[fransium|87]]; keempatnya terjadi di alam, tetapi hanya dalam cabang yang sangat kecil dari rantai peluruhan uranium dan torium, sehingga semua kecuali unsur 87 pertama kali ditemukan melalui sintesis di laboratorium dan bukan di alam (dan bahkan unsur 87 ditemukan dari sampel induknya yang dimurnikan, tidak langsung dari alam).


Semua unsur dengan nomor atom lebih tinggi pertama kali ditemukan di laboratorium, dengan [[neptunium]] dan [[plutonium]] kemudian juga ditemukan di alam. Mereka semua bersifat [[peluruhan radioaktif|radioaktif]], dengan [[waktu paruh]] jauh lebih pendek dari [[usia Bumi]], sehingga setiap atom primordial dari unsur-unsur ini, jika pernah hadir pada pembentukan Bumi, telah lama meluruh. Sejumlah kecil neptunium dan plutonium terbentuk di beberapa batuan kaya uranium, dan sejumlah kecil diproduksi selama uji coba [[senjata nuklir]] di atmosfer. Kedua unsur ini dihasilkan dari [[tangkapan neutron|penangkapan neutron]] dalam bijih uranium dengan [[peluruhan beta]] berikutnya (misalnya [[Uranium-238|<sup>238</sup>U]] + [[Neutron|n]] → [[Isotop uranium#Uranium-239|<sup>239</sup>U]] → [[Isotop neptunium#Daftar isotop|<sup>239</sup>Np]] → [[Plutonium-239|<sup>239</sup>Pu]]).
Semua unsur dengan nomor atom lebih tinggi pertama kali ditemukan di laboratorium, dengan [[neptunium]] dan [[plutonium]] kemudian juga ditemukan di alam. Mereka semua bersifat [[peluruhan radioaktif|radioaktif]], dengan [[waktu paruh]] jauh lebih pendek dari [[usia Bumi]], sehingga setiap atom primordial dari unsur-unsur ini, jika pernah hadir pada pembentukan Bumi, telah lama meluruh. Sejumlah kecil neptunium dan plutonium terbentuk di beberapa batuan kaya uranium, dan sejumlah kecil diproduksi selama uji coba [[senjata nuklir]] di atmosfer. Kedua unsur ini dihasilkan dari [[tangkapan neutron|penangkapan neutron]] dalam bijih uranium dengan [[peluruhan beta]] berikutnya (misalnya [[Uranium-238|<sup>238</sup>U]] + [[Neutron|n]] → [[Isotop uranium#Uranium-239|<sup>239</sup>U]] → [[Isotop neptunium#Daftar isotop|<sup>239</sup>Np]] → [[Plutonium-239|<sup>239</sup>Pu]]).


Semua unsur yang lebih berat dari plutonium sepenuhnya [[unsur kimia sintetis|sintetis]]; mereka dibuat di dalam [[reaktor nuklir]] atau [[pemercepat partikel|akselerator partikel]]. Waktu paruh unsur-unsur ini menunjukkan penurunan seiring dengan bertambahnya nomor atom. Namun terdapat pengecualian, termasuk beberapa isotop [[kurium]] dan [[dubnium]]. Beberapa unsur yang lebih berat dalam deret ini, dengan nomor atom sekitar 110–114, diperkirakan mematahkan tren dan menunjukkan peningkatan stabilitas nuklir, yang terdiri dari [[pulau kestabilan nuklir|pulau stabilitas]] teoretis.
Semua unsur yang lebih berat dari plutonium sepenuhnya [[unsur kimia sintetis|sintetis]]; mereka dibuat di dalam [[reaktor nuklir]] atau [[pemercepat partikel|akselerator partikel]]. Waktu paruh unsur-unsur ini menunjukkan penurunan seiring dengan bertambahnya nomor atom. Namun terdapat pengecualian, termasuk beberapa isotop [[kurium]] dan [[dubnium]]. Beberapa unsur yang lebih berat dalam deret ini, dengan nomor atom sekitar 110–114, diperkirakan mematahkan tren dan menunjukkan peningkatan stabilitas nuklir, yang terdiri dari [[pulau kestabilan nuklir|pulau stabilitas]] teoretis.<ref>[https://archive.org/details/vannostrandsscie0001unse_b2u7 Van Nostrand's Scientific Encyclopedia]. Wiley Interscience. 2002. hlm. [https://archive.org/details/vannostrandsscie0001unse_b2u7/page/n757 738]. ISBN 978-0-471-33230-5.</ref>


Unsur transuranium berat sulit dan mahal untuk diproduksi, dan harganya meningkat pesat seiring dengan kenaikan nomor atom. Pada tahun 2008, harga plutonium tingkat senjata ialah sekitar AS$4.000/gram, dan [[kalifornium]] melebihi AS$60.000.000/gram. [[Einsteinium]] adalah unsur terberat yang telah diproduksi dalam jumlah makroskopis.
Unsur transuranium berat sulit dan mahal untuk diproduksi, dan harganya meningkat pesat seiring dengan kenaikan nomor atom. Pada tahun 2008, harga plutonium tingkat senjata ialah sekitar AS$4.000/gram,<ref>Andrew Morel. [https://hypertextbook.com/facts/2008/AndrewMorel.shtml Price of Plutonium]. The Physics Factbook. 2008.</ref> dan [[kalifornium]] melebihi AS$60.000.000/gram.<ref>Rodger C. Martin. [https://archive.org/details/ApplicationsAndAvailabilityOfCalifornium252NeutronSourcesForWasteCharacterization Applications and Availability of Californium-252 Neutron Sources for Waste Characterization]. 2001.</ref> [[Einsteinium]] adalah unsur terberat yang telah diproduksi dalam jumlah makroskopis.<ref>Robert J. Silva. ''The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements''. Springer Science+Business Media. 2006. ISBN 978-1-4020-3555-5.</ref>


Unsur transuranium yang belum ditemukan, atau telah ditemukan tetapi belum diberi nama secara resmi, menggunakan [[nama unsur sistematik]] [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional|IUPAC]]. Penamaan unsur transuranium mungkin menjadi sumber [[Kontroversi penamaan unsur kimia|kontroversi]].
Unsur transuranium yang belum ditemukan, atau telah ditemukan tetapi belum diberi nama secara resmi, menggunakan [[nama unsur sistematik]] [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional|IUPAC]]. Penamaan unsur transuranium mungkin menjadi sumber [[Kontroversi penamaan unsur kimia|kontroversi]].
==Penemuan dan penamaan unsur transuranium==
==Penemuan dan penamaan unsur transuranium==
Sejauh ini, pada dasarnya semua unsur transuranium telah ditemukan di empat laboratorium: [[Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley]] di Amerika Serikat (unsur 93–101, 106, dan kredit bersama untuk 103–105), [[Joint Institute for Nuclear Research|Institut Bersama untuk Riset Nuklir]] di Rusia (unsur 102 dan 114–118, dan kredit bersama untuk 103–105), [[Pusat Penelitian Ion Berat GSI Helmholtz]] di Jerman (unsur 107–112), dan [[RIKEN]] di Jepang (unsur 113).
Sejauh ini, pada dasarnya semua unsur transuranium telah ditemukan di empat laboratorium: [[Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley]] di Amerika Serikat (unsur 93–101, 106, dan kredit bersama untuk 103–105), [[Joint Institute for Nuclear Research|Institut Bersama untuk Riset Nuklir]] di Rusia (unsur 102 dan 114–118, dan kredit bersama untuk 103–105), [[Pusat Penelitian Ion Berat GSI Helmholtz]] di Jerman (unsur 107–112), dan [[RIKEN]] di Jepang (unsur 113).
*Laboratorium Radiasi (sekarang [[Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley]]) di [[Universitas California, Berkeley]], dipimpin terutama oleh [[Edwin McMillan]], [[Glenn Seaborg]], dan [[Albert Ghiorso]], selama 1945-1974:
*Laboratorium Radiasi (sekarang [[Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley]]) di [[Universitas California, Berkeley]], dipimpin terutama oleh [[Edwin McMillan]], [[Glenn Seaborg]], dan [[Albert Ghiorso]], selama 1945-1974:
Baris 45: Baris 43:
**118. [[oganeson]], Og, dinamai dari [[Yuri Oganessian]], yang memimpin tim JINR dalam penemuan unsur 114 hingga 118 (2002).
**118. [[oganeson]], Og, dinamai dari [[Yuri Oganessian]], yang memimpin tim JINR dalam penemuan unsur 114 hingga 118 (2002).
==Unsur superberat==
==Unsur superberat==
'''Unsur superberat''' (juga dikenal sebagai ''atom superberat'') biasanya mengacu pada [[unsur transaktinida]] yang diawali dengan [[ruterfordium]] (nomor atom 104). Mereka hanya dibuat secara artifisial, dan saat ini tidak memiliki tujuan praktis karena [[waktu paruh]] mereka yang singkat menyebabkan mereka meluruh setelah waktu yang sangat singkat, mulai dari beberapa menit hingga hanya beberapa milidetik (kecuali untuk [[dubnium]], yang memiliki waktu paruh lebih dari satu hari), yang juga membuat mereka sangat sulit untuk dipelajari.<ref>Paul-Henri Heenen. [https://www.europhysicsnews.org/articles/epn/pdf/2002/01/epn02102.pdf Quest for superheavy nuclei]. ''Europhysics News''. 2002. Vol. 33 (1). hlm. 5–9. doi:10.1051/epn:2002102.</ref><ref>Norman N. Greenwood. [https://old.iupac.org/publications/pac/1997/pdf/6901x0179.pdf Recent developments concerning the discovery of elements 100–111]. ''Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional''. 1997. Vol. 69 (1). hlm. 179–184. doi:10.1351/pac199769010179.</ref>


 
Atom superberat semuanya telah diciptakan sejak paruh kedua abad ke-20, dan terus diciptakan selama abad ke-21 seiring dengan kemajuan teknologi. Mereka diciptakan melalui pemborbardiran unsur lain dalam [[Pemercepat partikel|akselerator partikel]]. Misalnya, [[fusi nuklir]] [[kalifornium]]-249 dan [[karbon]]-12 menghasilkan [[ruterfordium]]-261. Unsur-unsur ini dibuat dalam jumlah pada skala atom dan tidak ada metode penciptaan massal yang ditemukan.<ref>Paul-Henri Heenen. [https://www.europhysicsnews.org/articles/epn/pdf/2002/01/epn02102.pdf Quest for superheavy nuclei]. ''Europhysics News''. 2002. Vol. 33 (1). hlm. 5–9. doi:10.1051/epn:2002102.</ref>
'''Unsur superberat''' (juga dikenal sebagai ''atom superberat'') biasanya mengacu pada [[unsur transaktinida]] yang diawali dengan [[ruterfordium]] (nomor atom 104). Mereka hanya dibuat secara artifisial, dan saat ini tidak memiliki tujuan praktis karena [[waktu paruh]] mereka yang singkat menyebabkan mereka meluruh setelah waktu yang sangat singkat, mulai dari beberapa menit hingga hanya beberapa milidetik (kecuali untuk [[dubnium]], yang memiliki waktu paruh lebih dari satu hari), yang juga membuat mereka sangat sulit untuk dipelajari.
 
Atom superberat semuanya telah diciptakan sejak paruh kedua abad ke-20, dan terus diciptakan selama abad ke-21 seiring dengan kemajuan teknologi. Mereka diciptakan melalui pemborbardiran unsur lain dalam [[Pemercepat partikel|akselerator partikel]]. Misalnya, [[fusi nuklir]] [[kalifornium]]-249 dan [[karbon]]-12 menghasilkan [[ruterfordium]]-261. Unsur-unsur ini dibuat dalam jumlah pada skala atom dan tidak ada metode penciptaan massal yang ditemukan.
==Aplikasi==
==Aplikasi==
Unsur transuranium dapat digunakan untuk menyintesis unsur superberat lainnya. Unsur-unsur dalam [[Pulau kestabilan nuklir|pulau stabilitas]] memiliki aplikasi militer yang berpotensi penting, termasuk pengembangan senjata nuklir kompak. Aplikasi sehari-hari potensial sangatlah luas; unsur [[amerisium]] digunakan dalam perangkat seperti [[Pendeteksi kebakaran|pendeteksi asap]] dan [[spektrometer]].
Unsur transuranium dapat digunakan untuk menyintesis unsur superberat lainnya.<ref>R. W. Lougheed. ''Search for superheavy elements using 48 Ca + 254 Es g reaction''. ''Physical Review C''. 1985. Vol. 32 (5). hlm. 1760–1763. doi:10.1103/PhysRevC.32.1760.</ref> Unsur-unsur dalam [[Pulau kestabilan nuklir|pulau stabilitas]] memiliki aplikasi militer yang berpotensi penting, termasuk pengembangan senjata nuklir kompak.<ref>André Gsponer. [https://cryptome.org/2014/06/wmd-4th-gen-quest.pdf The Physical Principles of Thermonuclear Explosives, Intertial Confinement Fusion, and the Quest for Fourth Generation Nuclear Weapons]. International Network of Engineers and Scientists Against Proliferation. 1997. hlm. 110–115. ISBN 978-3-933071-02-6.</ref> Aplikasi sehari-hari potensial sangatlah luas; unsur [[amerisium]] digunakan dalam perangkat seperti [[Pendeteksi kebakaran|pendeteksi asap]] dan [[spektrometer]].<ref>[http://www.uic.com.au/nip35.htm Smoke Detectors and Americium]. ''Nuclear Issues Briefing Paper''. Mei 2002. Vol. 35.</ref><ref>[http://www.nndc.bnl.gov/nudat2/indx_dec.jsp Nuclear Data Viewer 2.4], NNDC</ref>
==Lihat pula==
==Lihat pula==
*[[Kondensat Bose–Einstein]] (juga dikenal sebagai ''Superatom'')
*[[Kondensat Bose–Einstein]] (juga dikenal sebagai ''Superatom'')
Baris 59: Baris 55:
==Catatan dan referensi==
==Catatan dan referensi==
===Catatan===
===Catatan===
===Referensi===
===Referensi===
==Bacaan lebih lanjut==
==Bacaan lebih lanjut==
*Eric Scerri, A Very Short Introduction to the Periodic Table, Oxford University Press, Oxford, 2011.
*Eric Scerri, A Very Short Introduction to the Periodic Table, Oxford University Press, Oxford, 2011.
Baris 72: Baris 66:
* Christian Schnier, Joachim Feuerborn, Bong-Jun Lee: The search for super heavy elements (SHE) in terrestrial minerals using XRF with high energy synchrotron radiation. ([ftp://ftp.hzg.de/pub/schnier/2-SHE.pdf Daring], PDF-Datei, 446&nbsp;kB)
* Christian Schnier, Joachim Feuerborn, Bong-Jun Lee: The search for super heavy elements (SHE) in terrestrial minerals using XRF with high energy synchrotron radiation. ([ftp://ftp.hzg.de/pub/schnier/2-SHE.pdf Daring], PDF-Datei, 446&nbsp;kB)


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Unsur+transuranium&oldid=28461416 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28461416 (2025-11-13T11:46:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Unsur+transuranium&oldid=28461416 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28461416 (2025-11-13T11:46:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.02

Unsur transuranium, juga dikenal sebagai transuranium atau unsur transuranik, adalah unsur kimia yang memiliki nomor atom lebih besar dari 92, yang merupakan nomor atom uranium. Semua unsur ini tidak stabil dan meluruh secara radioaktif menjadi unsur lain. Dengan pengecualian neptunium dan plutonium (yang telah ditemukan dalam jumlah kecil di alam), mereka semua tidak terjadi secara alami di Bumi dan merupakan unsur sintetis.

Ikhtisar

Dari unsur-unsur dengan nomor atom 1 hingga 92, sebagian besar dapat ditemukan di alam, memiliki isotop stabil (seperti hidrogen) atau radioisotop yang berumur sangat panjang (seperti uranium), atau eksis sebagai produk peluruhan biasa dari peluruhan uranium dan torium. (seperti radon). Pengecualiannya adalah unsur 43, 61, 85, dan 87; keempatnya terjadi di alam, tetapi hanya dalam cabang yang sangat kecil dari rantai peluruhan uranium dan torium, sehingga semua kecuali unsur 87 pertama kali ditemukan melalui sintesis di laboratorium dan bukan di alam (dan bahkan unsur 87 ditemukan dari sampel induknya yang dimurnikan, tidak langsung dari alam).

Semua unsur dengan nomor atom lebih tinggi pertama kali ditemukan di laboratorium, dengan neptunium dan plutonium kemudian juga ditemukan di alam. Mereka semua bersifat radioaktif, dengan waktu paruh jauh lebih pendek dari usia Bumi, sehingga setiap atom primordial dari unsur-unsur ini, jika pernah hadir pada pembentukan Bumi, telah lama meluruh. Sejumlah kecil neptunium dan plutonium terbentuk di beberapa batuan kaya uranium, dan sejumlah kecil diproduksi selama uji coba senjata nuklir di atmosfer. Kedua unsur ini dihasilkan dari penangkapan neutron dalam bijih uranium dengan peluruhan beta berikutnya (misalnya 238U + n239U239Np239Pu).

Semua unsur yang lebih berat dari plutonium sepenuhnya sintetis; mereka dibuat di dalam reaktor nuklir atau akselerator partikel. Waktu paruh unsur-unsur ini menunjukkan penurunan seiring dengan bertambahnya nomor atom. Namun terdapat pengecualian, termasuk beberapa isotop kurium dan dubnium. Beberapa unsur yang lebih berat dalam deret ini, dengan nomor atom sekitar 110–114, diperkirakan mematahkan tren dan menunjukkan peningkatan stabilitas nuklir, yang terdiri dari pulau stabilitas teoretis.[1]

Unsur transuranium berat sulit dan mahal untuk diproduksi, dan harganya meningkat pesat seiring dengan kenaikan nomor atom. Pada tahun 2008, harga plutonium tingkat senjata ialah sekitar AS$4.000/gram,[2] dan kalifornium melebihi AS$60.000.000/gram.[3] Einsteinium adalah unsur terberat yang telah diproduksi dalam jumlah makroskopis.[4]

Unsur transuranium yang belum ditemukan, atau telah ditemukan tetapi belum diberi nama secara resmi, menggunakan nama unsur sistematik IUPAC. Penamaan unsur transuranium mungkin menjadi sumber kontroversi.

Penemuan dan penamaan unsur transuranium

Sejauh ini, pada dasarnya semua unsur transuranium telah ditemukan di empat laboratorium: Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley di Amerika Serikat (unsur 93–101, 106, dan kredit bersama untuk 103–105), Institut Bersama untuk Riset Nuklir di Rusia (unsur 102 dan 114–118, dan kredit bersama untuk 103–105), Pusat Penelitian Ion Berat GSI Helmholtz di Jerman (unsur 107–112), dan RIKEN di Jepang (unsur 113).

Unsur superberat

Unsur superberat (juga dikenal sebagai atom superberat) biasanya mengacu pada unsur transaktinida yang diawali dengan ruterfordium (nomor atom 104). Mereka hanya dibuat secara artifisial, dan saat ini tidak memiliki tujuan praktis karena waktu paruh mereka yang singkat menyebabkan mereka meluruh setelah waktu yang sangat singkat, mulai dari beberapa menit hingga hanya beberapa milidetik (kecuali untuk dubnium, yang memiliki waktu paruh lebih dari satu hari), yang juga membuat mereka sangat sulit untuk dipelajari.[5][6]

Atom superberat semuanya telah diciptakan sejak paruh kedua abad ke-20, dan terus diciptakan selama abad ke-21 seiring dengan kemajuan teknologi. Mereka diciptakan melalui pemborbardiran unsur lain dalam akselerator partikel. Misalnya, fusi nuklir kalifornium-249 dan karbon-12 menghasilkan ruterfordium-261. Unsur-unsur ini dibuat dalam jumlah pada skala atom dan tidak ada metode penciptaan massal yang ditemukan.[7]

Aplikasi

Unsur transuranium dapat digunakan untuk menyintesis unsur superberat lainnya.[8] Unsur-unsur dalam pulau stabilitas memiliki aplikasi militer yang berpotensi penting, termasuk pengembangan senjata nuklir kompak.[9] Aplikasi sehari-hari potensial sangatlah luas; unsur amerisium digunakan dalam perangkat seperti pendeteksi asap dan spektrometer.[10][11]

Lihat pula

Catatan dan referensi

Catatan

Referensi

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. Van Nostrand's Scientific Encyclopedia. Wiley Interscience. 2002. hlm. 738. ISBN 978-0-471-33230-5.
  2. Andrew Morel. Price of Plutonium. The Physics Factbook. 2008.
  3. Rodger C. Martin. Applications and Availability of Californium-252 Neutron Sources for Waste Characterization. 2001.
  4. Robert J. Silva. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. Springer Science+Business Media. 2006. ISBN 978-1-4020-3555-5.
  5. Paul-Henri Heenen. Quest for superheavy nuclei. Europhysics News. 2002. Vol. 33 (1). hlm. 5–9. doi:10.1051/epn:2002102.
  6. Norman N. Greenwood. Recent developments concerning the discovery of elements 100–111. Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional. 1997. Vol. 69 (1). hlm. 179–184. doi:10.1351/pac199769010179.
  7. Paul-Henri Heenen. Quest for superheavy nuclei. Europhysics News. 2002. Vol. 33 (1). hlm. 5–9. doi:10.1051/epn:2002102.
  8. R. W. Lougheed. Search for superheavy elements using 48 Ca + 254 Es g reaction. Physical Review C. 1985. Vol. 32 (5). hlm. 1760–1763. doi:10.1103/PhysRevC.32.1760.
  9. André Gsponer. The Physical Principles of Thermonuclear Explosives, Intertial Confinement Fusion, and the Quest for Fourth Generation Nuclear Weapons. International Network of Engineers and Scientists Against Proliferation. 1997. hlm. 110–115. ISBN 978-3-933071-02-6.
  10. Smoke Detectors and Americium. Nuclear Issues Briefing Paper. Mei 2002. Vol. 35.
  11. Nuclear Data Viewer 2.4, NNDC

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28461416 (2025-11-13T11:46:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.