Nobelium: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29299551; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Electron_shell_102_Nobelium.svg|thumb|right|280px|Electron shell 102 Nobelium]] | |||
'''Nobelium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] [[Unsur kimia sintetis|sintetis]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''No''' dan [[nomor atom]] 102. Unsur ini dinamai untuk menghormati [[Alfred Nobel]], penemu [[dinamit]] dan dermawan ilmu pengetahuan. Ia adalah sebuah [[logam]] yang [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]], dan merupakan [[unsur transuranium]] kesepuluh serta anggota terakhir dari [[aktinida|deret aktinida]]. Seperti semua unsur dengan nomor atom lebih dari 100, nobelium hanya dapat diproduksi dalam [[pemercepat partikel|akselerator partikel]] dengan membombardir unsur yang lebih ringan dengan partikel bermuatan. Sebanyak dua belas [[isotop nobelium]] telah diketahui; yang paling stabil adalah <sup>259</sup>No dengan [[waktu paruh]] 58 menit, tetapi <sup>255</sup>No (waktu paruh 3,1 menit) paling sering digunakan dalam kimia karena dapat diproduksi dalam skala yang lebih besar. | '''Nobelium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] [[Unsur kimia sintetis|sintetis]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''No''' dan [[nomor atom]] 102. Unsur ini dinamai untuk menghormati [[Alfred Nobel]], penemu [[dinamit]] dan dermawan ilmu pengetahuan. Ia adalah sebuah [[logam]] yang [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]], dan merupakan [[unsur transuranium]] kesepuluh serta anggota terakhir dari [[aktinida|deret aktinida]]. Seperti semua unsur dengan nomor atom lebih dari 100, nobelium hanya dapat diproduksi dalam [[pemercepat partikel|akselerator partikel]] dengan membombardir unsur yang lebih ringan dengan partikel bermuatan. Sebanyak dua belas [[isotop nobelium]] telah diketahui; yang paling stabil adalah <sup>259</sup>No dengan [[waktu paruh]] 58 menit, tetapi <sup>255</sup>No (waktu paruh 3,1 menit) paling sering digunakan dalam kimia karena dapat diproduksi dalam skala yang lebih besar. | ||
| Baris 5: | Baris 7: | ||
Pada 1950-an dan 1960-an, banyak klaim penemuan nobelium dibuat dari laboratorium di [[Swedia]], [[Uni Soviet]], dan [[Amerika Serikat]]. Meskipun ilmuwan Swedia segera mencabut klaim mereka, prioritas penemuan dan [[Kontroversi penamaan unsur kimia|penamaan unsur tersebut diperdebatkan]] antara ilmuwan Soviet dan Amerika, dan baru pada tahun 1997 [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional]] (IUPAC) mengkreditkan tim Soviet dengan penemuan tersebut, tetapi mempertahankan nobelium, usulan Swedia, sebagai nama unsur tersebut karena penggunaannya yang sudah lama ada dalam literatur. | Pada 1950-an dan 1960-an, banyak klaim penemuan nobelium dibuat dari laboratorium di [[Swedia]], [[Uni Soviet]], dan [[Amerika Serikat]]. Meskipun ilmuwan Swedia segera mencabut klaim mereka, prioritas penemuan dan [[Kontroversi penamaan unsur kimia|penamaan unsur tersebut diperdebatkan]] antara ilmuwan Soviet dan Amerika, dan baru pada tahun 1997 [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional]] (IUPAC) mengkreditkan tim Soviet dengan penemuan tersebut, tetapi mempertahankan nobelium, usulan Swedia, sebagai nama unsur tersebut karena penggunaannya yang sudah lama ada dalam literatur. | ||
==Pengantar== | ==Pengantar== | ||
==Penemuan== | ==Penemuan== | ||
Penemuan unsur 102 merupakan proses yang rumit dan diklaim oleh kelompok dari [[Swedia]], [[Amerika Serikat]], dan [[Uni Soviet]]. Laporan pertama yang lengkap dan tak terbantahkan tentang [[Penemuan unsur kimia|pendeteksiannya]] baru datang pada tahun 1966 dari [[Joint Institute for Nuclear Research|Institut Bersama untuk Riset Nuklir]] di [[Dubna]] (saat itu di Uni Soviet).<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> | |||
Pengumuman pertama penemuan unsur 102 diumumkan oleh fisikawan di [[Lembaga Nobel Norwegia|Institut Nobel]] di Swedia pada tahun 1957. Tim tersebut melaporkan bahwa mereka telah membombardir target [[kurium]] dengan ion [[karbon-13]] selama dua puluh lima jam dalam interval setengah jam. Di antara pemborbardiran, kimia [[pertukaran ion]] dilakukan pada target. Dua belas dari lima puluh pemborbardiran mengandung sampel yang memancarkan [[partikel alfa]] (8,5 ± 0,1) [[Elektronvolt|MeV]], yang merupakan tetesan yang terelusi lebih awal dari [[fermium]] (nomor atom ''Z'' = 100) dan [[kalifornium]] (''Z'' = 98). [[Waktu paruh]] yang dilaporkan adalah 10 menit dan ditetapkan untuk <sup>251</sup>102 atau <sup>253</sup>102, meskipun kemungkinan bahwa partikel alfa yang diamati berasal dari isotop [[mendelevium]] (''Z'' = 101) berumur pendek yang dibuat dari penangkapan elektron unsur 102 tidak dikecualikan.<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> Tim tersebut mengusulkan nama ''nobelium'' (No) untuk unsur baru itu,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Peter R. Fields. ''Production of the New Element 102''. ''Physical Review''. 1 September 1957. Vol. 107 (5). hlm. 1460–1462. doi:10.1103/PhysRev.107.1460.</ref> yang segera disetujui oleh IUPAC,<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=4BAg769RfKoC&pg=PA368 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. hlm. 368–9. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> sebuah keputusan yang dicirikan oleh grup Dubna pada tahun 1968 sebagai tergesa-gesa.<ref>Albert Ghiorso. ''Responses on 'Discovery of the transfermium elements' by Lawrence Berkeley Laboratory, California; Joint Institute for Nuclear Research, Dubna; and Gesellschaft fur Schwerionenforschung, Darmstadt followed by reply to responses by the Transfermium Working Group''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1815–1824. doi:10.1351/pac199365081815.</ref> | |||
Pengumuman pertama penemuan unsur 102 diumumkan oleh fisikawan di [[Lembaga Nobel Norwegia|Institut Nobel]] di Swedia pada tahun 1957. Tim tersebut melaporkan bahwa mereka telah membombardir target [[kurium]] dengan ion [[karbon-13]] selama dua puluh lima jam dalam interval setengah jam. Di antara pemborbardiran, kimia [[pertukaran ion]] dilakukan pada target. Dua belas dari lima puluh pemborbardiran mengandung sampel yang memancarkan [[partikel alfa]] (8,5 ± 0,1) [[Elektronvolt|MeV]], yang merupakan tetesan yang terelusi lebih awal dari [[fermium]] (nomor atom ''Z'' = 100) dan [[kalifornium]] (''Z'' = 98). [[Waktu paruh]] yang dilaporkan adalah 10 menit dan ditetapkan untuk <sup>251</sup>102 atau <sup>253</sup>102, meskipun kemungkinan bahwa partikel alfa yang diamati berasal dari isotop [[mendelevium]] (''Z'' = 101) berumur pendek yang dibuat dari penangkapan elektron unsur 102 tidak dikecualikan. Tim tersebut mengusulkan nama ''nobelium'' (No) untuk unsur baru itu, yang segera disetujui oleh IUPAC, sebuah keputusan yang dicirikan oleh grup Dubna pada tahun 1968 sebagai tergesa-gesa. | |||
Pada tahun 1958, para ilmuwan di [[Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley]] mengulangi percobaan tersebut. Tim Berkeley, yang terdiri dari [[Albert Ghiorso]], [[Glenn Seaborg|Glenn T. Seaborg]], [[John R. Walton]], dan [[Torbjørn Sikkeland]], menggunakan [[Pemercepat partikel linear|akselerator linear]] [[ion]] berat (''heavy-ion linear accelerator'', HILAC) baru untuk membombardir target kurium (95% <sup>244</sup>Cm dan 5% <sup>246</sup>Cm) dengan ion <sup>13</sup>C dan <sup>12</sup>C. Mereka tidak dapat mengkonfirmasi aktivitas 8,5 MeV yang diklaim oleh tim Swedia tetapi sebaliknya mampu mendeteksi peluruhan dari fermium-250, diduga anak dari <sup>254</sup>102 (diproduksi dari kurium-246), yang memiliki [[waktu paruh]] ~3 detik. | Pada tahun 1958, para ilmuwan di [[Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley]] mengulangi percobaan tersebut. Tim Berkeley, yang terdiri dari [[Albert Ghiorso]], [[Glenn Seaborg|Glenn T. Seaborg]], [[John R. Walton]], dan [[Torbjørn Sikkeland]], menggunakan [[Pemercepat partikel linear|akselerator linear]] [[ion]] berat (''heavy-ion linear accelerator'', HILAC) baru untuk membombardir target kurium (95% <sup>244</sup>Cm dan 5% <sup>246</sup>Cm) dengan ion <sup>13</sup>C dan <sup>12</sup>C. Mereka tidak dapat mengkonfirmasi aktivitas 8,5 MeV yang diklaim oleh tim Swedia tetapi sebaliknya mampu mendeteksi peluruhan dari fermium-250, diduga anak dari <sup>254</sup>102 (diproduksi dari kurium-246), yang memiliki [[waktu paruh]] ~3 detik.<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> | ||
Pada tahun 1959, tim Swedia berusaha menjelaskan ketidakmampuan tim Berkeley untuk mendeteksi unsur 102 pada tahun 1958, mempertahankan bahwa mereka menemukannya. Namun, pekerjaan selanjutnya menunjukkan bahwa tidak ada isotop nobelium yang lebih ringan dari <sup>259</sup>No (tidak ada isotop yang lebih berat yang dapat dihasilkan dalam eksperimen Swedia) dengan waktu paruh lebih dari 3 menit, dan bahwa hasil tim Swedia kemungkinan besar berasal dari [[torium]]-225, yang memiliki waktu paruh 8 menit dan dengan cepat mengalami peluruhan alfa tripel menjadi [[polonium]]-213, yang memiliki energi peluruhan 8,53612 MeV. Hipotesis ini didukung oleh fakta bahwa torium-225 dapat dengan mudah diproduksi dalam reaksi yang digunakan dan tidak akan dipisahkan oleh metode kimia yang digunakan. Pekerjaan selanjutnya pada nobelium juga menunjukkan bahwa keadaan divalen lebih stabil daripada yang trivalen dan karenanya sampel yang memancarkan partikel alfa tidak mungkin mengandung nobelium, karena nobelium divalen tidak akan terelusi dengan aktinida trivalen lainnya. Dengan demikian, tim Swedia kemudian mencabut klaim mereka dan mengaitkan aktivitas tersebut dengan efek latar belakang. | Pada tahun 1959, tim Swedia berusaha menjelaskan ketidakmampuan tim Berkeley untuk mendeteksi unsur 102 pada tahun 1958, mempertahankan bahwa mereka menemukannya. Namun, pekerjaan selanjutnya menunjukkan bahwa tidak ada isotop nobelium yang lebih ringan dari <sup>259</sup>No (tidak ada isotop yang lebih berat yang dapat dihasilkan dalam eksperimen Swedia) dengan waktu paruh lebih dari 3 menit, dan bahwa hasil tim Swedia kemungkinan besar berasal dari [[torium]]-225, yang memiliki waktu paruh 8 menit dan dengan cepat mengalami peluruhan alfa tripel menjadi [[polonium]]-213, yang memiliki energi peluruhan 8,53612 MeV. Hipotesis ini didukung oleh fakta bahwa torium-225 dapat dengan mudah diproduksi dalam reaksi yang digunakan dan tidak akan dipisahkan oleh metode kimia yang digunakan. Pekerjaan selanjutnya pada nobelium juga menunjukkan bahwa keadaan divalen lebih stabil daripada yang trivalen dan karenanya sampel yang memancarkan partikel alfa tidak mungkin mengandung nobelium, karena nobelium divalen tidak akan terelusi dengan aktinida trivalen lainnya.<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> Dengan demikian, tim Swedia kemudian mencabut klaim mereka dan mengaitkan aktivitas tersebut dengan efek latar belakang.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=4BAg769RfKoC&pg=PA368 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. hlm. 368–9. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> | ||
Pekerjaan Dubna tahun 1963 menegaskan bahwa <sup>254</sup>102 dapat diproduksi dalam reaksi ini, tetapi waktu paruhnya sebenarnya adalah . Pada tahun 1967, tim Berkeley berusaha untuk mempertahankan pekerjaan mereka, menyatakan bahwa isotop yang ditemukan memang <sup>250</sup>Fm tetapi isotop yang benar-benar terkait dengan pengukuran waktu paruh adalah kalifornium-244, [[produk peluruhan|cucu]] dari <sup>252</sup>102, dihasilkan dari kurium-244 yang lebih melimpah. Perbedaan energi kemudian dikaitkan dengan "masalah resolusi dan drift", meskipun ini belum pernah dilaporkan sebelumnya dan seharusnya juga memengaruhi hasil lainnya. Eksperimen tahun 1977 menunjukkan bahwa <sup>252</sup>102 memang memiliki waktu paruh 2,3 detik. Namun, penelitian tahun 1973 juga menunjukkan bahwa rekoil <sup>250</sup>Fm juga dapat dengan mudah dihasilkan dari [[Isomer nuklir#Proses peluruhan|transisi isomeris]] <sup>250m</sup>Fm (waktu paruh 1,8 detik) yang juga dapat terbentuk dalam reaksi pada energi yang digunakan. Mengingat hal ini, kemungkinan tidak ada nobelium yang benar-benar diproduksi dalam percobaan ini. | Pekerjaan Dubna tahun 1963 menegaskan bahwa <sup>254</sup>102 dapat diproduksi dalam reaksi ini, tetapi waktu paruhnya sebenarnya adalah . Pada tahun 1967, tim Berkeley berusaha untuk mempertahankan pekerjaan mereka, menyatakan bahwa isotop yang ditemukan memang <sup>250</sup>Fm tetapi isotop yang benar-benar terkait dengan pengukuran waktu paruh adalah kalifornium-244, [[produk peluruhan|cucu]] dari <sup>252</sup>102, dihasilkan dari kurium-244 yang lebih melimpah. Perbedaan energi kemudian dikaitkan dengan "masalah resolusi dan drift", meskipun ini belum pernah dilaporkan sebelumnya dan seharusnya juga memengaruhi hasil lainnya. Eksperimen tahun 1977 menunjukkan bahwa <sup>252</sup>102 memang memiliki waktu paruh 2,3 detik. Namun, penelitian tahun 1973 juga menunjukkan bahwa rekoil <sup>250</sup>Fm juga dapat dengan mudah dihasilkan dari [[Isomer nuklir#Proses peluruhan|transisi isomeris]] <sup>250m</sup>Fm (waktu paruh 1,8 detik) yang juga dapat terbentuk dalam reaksi pada energi yang digunakan.<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> Mengingat hal ini, kemungkinan tidak ada nobelium yang benar-benar diproduksi dalam percobaan ini.<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> | ||
Pada tahun 1959, tim melanjutkan studi mereka dan mengklaim bahwa mereka mampu menghasilkan isotop yang meluruh terutama melalui emisi partikel alfa 8,3 MeV, dengan waktu paruh 3 detik dengan 30% cabang [[Pembelahan spontan|fisi spontan]] terkait. Aktivitas tersebut awalnya diberikan ke <sup>254</sup>102 tetapi kemudian diubah menjadi <sup>252</sup>102. Namun, mereka juga mencatat bahwa nobelium belum pasti diproduksi karena kondisi yang sulit. Tim Berkeley memutuskan untuk mengadopsi nama yang diusulkan dari tim Swedia, "nobelium", untuk unsur tersebut. | Pada tahun 1959, tim melanjutkan studi mereka dan mengklaim bahwa mereka mampu menghasilkan isotop yang meluruh terutama melalui emisi partikel alfa 8,3 MeV, dengan waktu paruh 3 detik dengan 30% cabang [[Pembelahan spontan|fisi spontan]] terkait. Aktivitas tersebut awalnya diberikan ke <sup>254</sup>102 tetapi kemudian diubah menjadi <sup>252</sup>102. Namun, mereka juga mencatat bahwa nobelium belum pasti diproduksi karena kondisi yang sulit.<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> Tim Berkeley memutuskan untuk mengadopsi nama yang diusulkan dari tim Swedia, "nobelium", untuk unsur tersebut.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=4BAg769RfKoC&pg=PA368 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. hlm. 368–9. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> | ||
: + → → + 4 | : + → → + 4 | ||
Sedangkan di Dubna, percobaan dilakukan pada tahun 1958 dan 1960 bertujuan untuk menyintesis unsur 102 juga. Eksperimen pertama tahun 1958 membombardir [[plutonium-239]] dan [[plutonium-241|-241]] dengan ion [[oksigen-16]]. Beberapa peluruhan alfa dengan energi lebih dari 8,5 MeV diamati, dan mereka ditetapkan ke <sup>251,252,253</sup>102, meskipun tim menulis bahwa pembentukan isotop dari pengotor [[timbal]] atau [[bismut]] (yang tidak akan menghasilkan nobelium) tidak dapat dikesampingkan. Walaupun percobaan tahun 1958 mencatat bahwa isotop baru dapat dihasilkan dari pengotor [[raksa]], [[talium]], timbal, atau bismut, para ilmuwan tetap berpegang pada kesimpulan mereka bahwa unsur 102 dapat dihasilkan dari reaksi ini, dengan menyebutkan waktu paruh di bawah 30 detik dan energi peluruhan (8,8 ± 0,5) MeV. Eksperimen tahun 1960 membuktikan bahwa ini adalah efek latar belakang. Eksperimen 1967 juga menurunkan energi peluruhan menjadi (8,6 ± 0,4) MeV, tetapi kedua nilai tersebut terlalu tinggi untuk menyamai <sup>253</sup>No atau <sup>254</sup>No. Tim Dubna kemudian menyatakan pada tahun 1970 dan sekali lagi pada tahun 1987 bahwa hasil tersebut tidak meyakinkan. | Sedangkan di Dubna, percobaan dilakukan pada tahun 1958 dan 1960 bertujuan untuk menyintesis unsur 102 juga. Eksperimen pertama tahun 1958 membombardir [[plutonium-239]] dan [[plutonium-241|-241]] dengan ion [[oksigen-16]]. Beberapa peluruhan alfa dengan energi lebih dari 8,5 MeV diamati, dan mereka ditetapkan ke <sup>251,252,253</sup>102, meskipun tim menulis bahwa pembentukan isotop dari pengotor [[timbal]] atau [[bismut]] (yang tidak akan menghasilkan nobelium) tidak dapat dikesampingkan. Walaupun percobaan tahun 1958 mencatat bahwa isotop baru dapat dihasilkan dari pengotor [[raksa]], [[talium]], timbal, atau bismut, para ilmuwan tetap berpegang pada kesimpulan mereka bahwa unsur 102 dapat dihasilkan dari reaksi ini, dengan menyebutkan waktu paruh di bawah 30 detik dan energi peluruhan (8,8 ± 0,5) MeV. Eksperimen tahun 1960 membuktikan bahwa ini adalah efek latar belakang. Eksperimen 1967 juga menurunkan energi peluruhan menjadi (8,6 ± 0,4) MeV, tetapi kedua nilai tersebut terlalu tinggi untuk menyamai <sup>253</sup>No atau <sup>254</sup>No.<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> Tim Dubna kemudian menyatakan pada tahun 1970 dan sekali lagi pada tahun 1987 bahwa hasil tersebut tidak meyakinkan.<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> | ||
Pada tahun 1961, ilmuwan Berkeley mengklaim penemuan [[lawrensium|unsur 103]] dalam reaksi kalifornium dengan ion [[boron]] dan karbon. Mereka mengklaim produksi isotop <sup>257</sup>103, dan juga mengklaim telah menyintesis isotop yang meluruh melalui peluruhan alfa dari unsur 102 yang memiliki waktu paruh 15 detik dan energi peluruhan alfa 8,2 MeV. Mereka menetapkan ini pada <sup>255</sup>102 tanpa memberikan alasan untuk penetapan tersebut. Nilainya tidak sesuai dengan yang sekarang dikenal dengan <sup>255</sup>No, meskipun mereka setuju dengan yang sekarang dikenal dengan <sup>257</sup>No, dan walaupun isotop ini mungkin berperan dalam percobaan ini, penemuannya tidaklah meyakinkan. | Pada tahun 1961, ilmuwan Berkeley mengklaim penemuan [[lawrensium|unsur 103]] dalam reaksi kalifornium dengan ion [[boron]] dan karbon. Mereka mengklaim produksi isotop <sup>257</sup>103, dan juga mengklaim telah menyintesis isotop yang meluruh melalui peluruhan alfa dari unsur 102 yang memiliki waktu paruh 15 detik dan energi peluruhan alfa 8,2 MeV. Mereka menetapkan ini pada <sup>255</sup>102 tanpa memberikan alasan untuk penetapan tersebut. Nilainya tidak sesuai dengan yang sekarang dikenal dengan <sup>255</sup>No, meskipun mereka setuju dengan yang sekarang dikenal dengan <sup>257</sup>No, dan walaupun isotop ini mungkin berperan dalam percobaan ini, penemuannya tidaklah meyakinkan.<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> | ||
Pekerjaan pada unsur 102 juga dilanjutkan di Dubna, dan pada tahun 1964, eksperimen dilakukan di sana untuk mendeteksi produk peluruhan alfa dari isotop elemen 102 dengan menyintesis unsur 102 dari reaksi target [[uranium-238]] dengan ion [[neon]]. Produk tersebut dibawa sepanjang foil penangkap [[perak]] dan dimurnikan secara kimia, dan isotop <sup>250</sup>Fm dan <sup>252</sup>Fm terdeteksi. Hasil <sup>252</sup>Fm ditafsirkan sebagai bukti bahwa induknya <sup>256</sup>102 juga disintesis: seperti yang dicatat bahwa <sup>252</sup>Fm juga dapat diproduksi langsung dalam reaksi ini dengan emisi simultan partikel alfa dengan surplus neutron, langkah-langkah diambil untuk memastikan bahwa <sup>252</sup>Fm tidak bisa langsung ke penangkap foil. Waktu paruh yang terdeteksi untuk <sup>256</sup>102 adalah 8 detik, yang jauh lebih tinggi daripada nilai tahun 1967 yang lebih modern (3,2 ± 0,2) detik. Eksperimen lebih lanjut dilakukan pada tahun 1966 untuk <sup>254</sup>102, menggunakan reaksi <sup>243</sup>[[amerisium|Am]](<sup>15</sup>[[nitrogen|N]],4n)<sup>254</sup>102 dan <sup>238</sup>U(<sup>22</sup>Ne,6n)<sup>254</sup>102, menemukan waktu paruh (50 ± 10) detik: pada saat itu perbedaan antara nilai ini dan nilai Berkeley sebelumnya tidak dapat dipahami, meskipun pekerjaan selanjutnya membuktikan bahwa pembentukan isomer <sup>250m</sup>Fm lebih kecil kemungkinannya dalam eksperimen Dubna dibandingkan eksperimen Berkeley. Bila dipikir, hasil Dubna pada <sup>254</sup>102 mungkin benar dan sekarang dapat dianggap sebagai deteksi konklusif unsur 102. | Pekerjaan pada unsur 102 juga dilanjutkan di Dubna, dan pada tahun 1964, eksperimen dilakukan di sana untuk mendeteksi produk peluruhan alfa dari isotop elemen 102 dengan menyintesis unsur 102 dari reaksi target [[uranium-238]] dengan ion [[neon]]. Produk tersebut dibawa sepanjang foil penangkap [[perak]] dan dimurnikan secara kimia, dan isotop <sup>250</sup>Fm dan <sup>252</sup>Fm terdeteksi. Hasil <sup>252</sup>Fm ditafsirkan sebagai bukti bahwa induknya <sup>256</sup>102 juga disintesis: seperti yang dicatat bahwa <sup>252</sup>Fm juga dapat diproduksi langsung dalam reaksi ini dengan emisi simultan partikel alfa dengan surplus neutron, langkah-langkah diambil untuk memastikan bahwa <sup>252</sup>Fm tidak bisa langsung ke penangkap foil. Waktu paruh yang terdeteksi untuk <sup>256</sup>102 adalah 8 detik, yang jauh lebih tinggi daripada nilai tahun 1967 yang lebih modern (3,2 ± 0,2) detik.<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> Eksperimen lebih lanjut dilakukan pada tahun 1966 untuk <sup>254</sup>102, menggunakan reaksi <sup>243</sup>[[amerisium|Am]](<sup>15</sup>[[nitrogen|N]],4n)<sup>254</sup>102 dan <sup>238</sup>U(<sup>22</sup>Ne,6n)<sup>254</sup>102, menemukan waktu paruh (50 ± 10) detik: pada saat itu perbedaan antara nilai ini dan nilai Berkeley sebelumnya tidak dapat dipahami, meskipun pekerjaan selanjutnya membuktikan bahwa pembentukan isomer <sup>250m</sup>Fm lebih kecil kemungkinannya dalam eksperimen Dubna dibandingkan eksperimen Berkeley. Bila dipikir, hasil Dubna pada <sup>254</sup>102 mungkin benar dan sekarang dapat dianggap sebagai deteksi konklusif unsur 102.<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> | ||
Satu lagi percobaan yang sangat meyakinkan dari Dubna diterbitkan pada tahun 1966, sekali lagi menggunakan dua reaksi yang sama, yang menyimpulkan bahwa <sup>254</sup>102 memang memiliki waktu paruh lebih lama dari 3 detik yang diklaim oleh Berkeley. Pekerjaan selanjutnya pada tahun 1967 di Berkeley dan tahun 1971 di [[Laboratorium Nasional Oak Ridge]] sepenuhnya mengonfirmasi penemuan unsur 102 dan mengklarifikasi pengamatan sebelumnya. Pada bulan Desember 1966, kelompok Berkeley mengulangi percobaan Dubna dan mengonfirmasi sepenuhnya, dan menggunakan data ini untuk akhirnya menetapkan dengan benar isotop yang telah mereka sintesis sebelumnya tetapi belum dapat diidentifikasi pada saat itu, dan dengan demikian mengklaim telah menemukan nobelium pada tahun 1958 hingga 1961. | Satu lagi percobaan yang sangat meyakinkan dari Dubna diterbitkan pada tahun 1966, sekali lagi menggunakan dua reaksi yang sama, yang menyimpulkan bahwa <sup>254</sup>102 memang memiliki waktu paruh lebih lama dari 3 detik yang diklaim oleh Berkeley.<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> Pekerjaan selanjutnya pada tahun 1967 di Berkeley dan tahun 1971 di [[Laboratorium Nasional Oak Ridge]] sepenuhnya mengonfirmasi penemuan unsur 102 dan mengklarifikasi pengamatan sebelumnya.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=4BAg769RfKoC&pg=PA368 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. hlm. 368–9. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> Pada bulan Desember 1966, kelompok Berkeley mengulangi percobaan Dubna dan mengonfirmasi sepenuhnya, dan menggunakan data ini untuk akhirnya menetapkan dengan benar isotop yang telah mereka sintesis sebelumnya tetapi belum dapat diidentifikasi pada saat itu, dan dengan demikian mengklaim telah menemukan nobelium pada tahun 1958 hingga 1961.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=4BAg769RfKoC&pg=PA368 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. hlm. 368–9. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref> | ||
: + → → + 6 | : + → → + 6 | ||
Pada tahun 1969, tim Dubna melakukan percobaan kimia pada unsur 102 dan menyimpulkan bahwa ia berperilaku sebagai homolog [[iterbium]] yang lebih berat. Para ilmuwan Rusia mengusulkan nama ''joliotium'' (Jo) untuk unsur baru itu dari [[Irène Joliot-Curie]], yang baru saja meninggal, menciptakan [[Perang Transfermium|kontroversi penamaan unsur]] yang tidak akan terselesaikan selama beberapa dekade, dengan masing-masing kelompok menggunakan nama yang diusulkan sendiri. | Pada tahun 1969, tim Dubna melakukan percobaan kimia pada unsur 102 dan menyimpulkan bahwa ia berperilaku sebagai homolog [[iterbium]] yang lebih berat. Para ilmuwan Rusia mengusulkan nama ''joliotium'' (Jo) untuk unsur baru itu dari [[Irène Joliot-Curie]], yang baru saja meninggal, menciptakan [[Perang Transfermium|kontroversi penamaan unsur]] yang tidak akan terselesaikan selama beberapa dekade, dengan masing-masing kelompok menggunakan nama yang diusulkan sendiri.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=4BAg769RfKoC&pg=PA368 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. hlm. 368–9. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref><ref>V. Karpenko. ''The Discovery of Supposed New Elements: Two Centuries of Errors''. ''Ambix''. 1980. Vol. 27 (2). hlm. 77–102. doi:10.1179/amb.1980.27.2.77.</ref> | ||
Pada tahun 1992, [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional|IUPAC]]-[[Persatuan Fisika Murni dan Terapan Internasional|IUPAP]] Transfermium Working Group (TWG) menilai kembali klaim penemuan dan menyimpulkan bahwa hanya pekerjaan Dubna dari tahun 1966 yang secara tepat mendeteksi dan menetapkan peluruhan ke inti atom dengan nomor atom 102 pada saat itu. Oleh karena itu, tim Dubna secara resmi diakui sebagai penemu nobelium meskipun ada kemungkinan bahwa itu terdeteksi di Berkeley pada tahun 1959. Keputusan ini dikritik oleh Berkeley pada tahun berikutnya, menyebut pembukaan kembali kasus unsur 101 hingga 103 sebagai "buang-buang waktu", sedangkan Dubna setuju dengan keputusan IUPAC. | Pada tahun 1992, [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional|IUPAC]]-[[Persatuan Fisika Murni dan Terapan Internasional|IUPAP]] Transfermium Working Group (TWG) menilai kembali klaim penemuan dan menyimpulkan bahwa hanya pekerjaan Dubna dari tahun 1966 yang secara tepat mendeteksi dan menetapkan peluruhan ke inti atom dengan nomor atom 102 pada saat itu. Oleh karena itu, tim Dubna secara resmi diakui sebagai penemu nobelium meskipun ada kemungkinan bahwa itu terdeteksi di Berkeley pada tahun 1959.<ref>Robert C. Barber. ''Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)</ref> Keputusan ini dikritik oleh Berkeley pada tahun berikutnya, menyebut pembukaan kembali kasus unsur 101 hingga 103 sebagai "buang-buang waktu", sedangkan Dubna setuju dengan keputusan IUPAC.<ref>Albert Ghiorso. ''Responses on 'Discovery of the transfermium elements' by Lawrence Berkeley Laboratory, California; Joint Institute for Nuclear Research, Dubna; and Gesellschaft fur Schwerionenforschung, Darmstadt followed by reply to responses by the Transfermium Working Group''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1815–1824. doi:10.1351/pac199365081815.</ref> | ||
Pada tahun 1994, sebagai bagian dari upaya penyelesaian kontroversi penamaan unsur, IUPAC meratifikasi nama untuk unsur 101–109. Untuk unsur 102, mereka meratifikasi nama ''nobelium'' (No) atas dasar bahwa nama itu telah mengakar dalam literatur selama 30 tahun dan bahwa [[Alfred Nobel]] harus diperingati dengan cara ini. Karena protes atas nama tahun 1994, yang sebagian besar tidak menghormati pilihan para penemu, periode komentar pun terjadi, dan pada tahun 1995 IUPAC menamai unsur 102 sebagai ''flerovium'' (Fl) sebagai bagian dari proposal baru, dari [[Georgy Flyorov]] atau [[Joint Institute for Nuclear Research|Laboratorium Reaksi Nuklir Flerov]] eponimnya. Proposal ini juga tidak diterima, dan pada tahun 1997 nama ''nobelium'' dipulihkan. Saat ini nama ''flerovium'', dengan lambang yang sama, mengacu pada [[flerovium|unsur 114]]. | Pada tahun 1994, sebagai bagian dari upaya penyelesaian kontroversi penamaan unsur, IUPAC meratifikasi nama untuk unsur 101–109. Untuk unsur 102, mereka meratifikasi nama ''nobelium'' (No) atas dasar bahwa nama itu telah mengakar dalam literatur selama 30 tahun dan bahwa [[Alfred Nobel]] harus diperingati dengan cara ini.<ref>[http://pac.iupac.org/publications/pac/pdf/1997/pdf/6912x2471.pdf Names and symbols of transfermium elements]. ''Pure and Applied Chemistry''. 1997. Vol. 69 (12). hlm. 2471–2473. doi:10.1351/pac199769122471.</ref> Karena protes atas nama tahun 1994, yang sebagian besar tidak menghormati pilihan para penemu, periode komentar pun terjadi, dan pada tahun 1995 IUPAC menamai unsur 102 sebagai ''flerovium'' (Fl) sebagai bagian dari proposal baru, dari [[Georgy Flyorov]] atau [[Joint Institute for Nuclear Research|Laboratorium Reaksi Nuklir Flerov]] eponimnya.<ref>Darleane C. Hoffmann. ''The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements''. Springer. 2006. hlm. 1660. ISBN 978-1-4020-3555-5.</ref> Proposal ini juga tidak diterima, dan pada tahun 1997 nama ''nobelium'' dipulihkan.<ref>[http://pac.iupac.org/publications/pac/pdf/1997/pdf/6912x2471.pdf Names and symbols of transfermium elements]. ''Pure and Applied Chemistry''. 1997. Vol. 69 (12). hlm. 2471–2473. doi:10.1351/pac199769122471.</ref> Saat ini nama ''flerovium'', dengan lambang yang sama, mengacu pada [[flerovium|unsur 114]].<ref>[http://www.iupac.org/news/news-detail/article/element-114-is-named-flerovium-and-element-116-is-named-livermorium.html Element 114 is Named Flerovium and Element 116 is Named Livermorium]. IUPAC. 30 Mei 2012.</ref> | ||
==Karakteristik== | ==Karakteristik== | ||
===Fisik=== | ===Fisik=== | ||
Dalam [[tabel periodik]], nobelium terletak di sebelah kanan aktinida [[mendelevium]], di sebelah kiri aktinida [[lawrensium]], dan di bawah lantanida [[iterbium]]. Logam nobelium belum pernah disiapkan dalam jumlah banyak, dan persiapan massal saat ini tidak mungkin dilakukan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Namun demikian, sejumlah prediksi dan beberapa hasil percobaan pendahuluan telah dilakukan mengenai sifat-sifatnya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Lantanida dan aktinida, dalam keadaan logam, dapat ada sebagai logam divalen (seperti [[europium]] dan [[iterbium]]) atau trivalen (kebanyakan lantanida lainnya). Yang pertama memiliki konfigurasi f<sup>''n''</sup>s<sup>2</sup>, sedangkan yang kedua memiliki konfigurasi f<sup>''n''−1</sup>d<sup>1</sup>s<sup>2</sup>. Pada tahun 1975, Johansson dan Rosengren meneliti nilai [[energi kohesif]] ([[entalpi]] kristalisasi) [[lantanida]] dan [[aktinida]] metalik yang diukur dan diprediksi, baik sebagai logam divalen maupun trivalen.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Börje Johansson. ''Generalized phase diagram for the rare-earth elements: Calculations and correlations of bulk properties''. ''Physical Review B''. 1975. Vol. 11 (8). hlm. 2836–2857. doi:10.1103/PhysRevB.11.2836.</ref> Kesimpulannya adalah bahwa peningkatan energi ikatan konfigurasi [Rn]5f<sup>13</sup>6d<sup>1</sup>7s<sup>2</sup> dibandingkan konfigurasi [Rn]5f<sup>14</sup>7s<sup>2</sup> untuk nobelium tidak cukup untuk mengompensasi energi yang dibutuhkan untuk mempromosikan satu elektron 5f ke 6d, sama seperti untuk aktinida akhir: dengan demikian [[einsteinium]], [[fermium]], [[mendelevium]], dan nobelium diperkirakan menjadi logam divalen, meskipun untuk nobelium prediksi ini belum terkonfirmasi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Meningkatnya dominasi keadaan divalen jauh sebelum deret aktinida berakhir dikaitkan dengan stabilisasi [[Kimia kuantum relativistik|relativistik]] elektron 5f, yang meningkat dengan meningkatnya nomor atom: efek dari ini adalah bahwa nobelium lebih dominan divalen daripada trivalen, tidak seperti semua lantanida dan aktinida lainnya.<ref>E. Kenneth Hulet. [https://archive.org/details/lanthanideactini0000unse/page/239 Lanthanide and Actinide Chemistry and Spectroscopy]. 1980. Vol. 131. hlm. [https://archive.org/details/lanthanideactini0000unse/page/239 239–263]. doi:10.1021/bk-1980-0131.ch012. ISBN 978-0-8412-0568-0.</ref> Pada tahun 1986, logam nobelium diperkirakan memiliki [[entalpi sublimasi]] antara 126 kJ/mol, nilai yang mendekati nilai einsteinium, fermium, dan mendelevium dan mendukung teori bahwa nobelium akan membentuk logam divalen.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Seperti aktinida akhir divalen lainnya (sekali lagi kecuali [[lawrensium]] trivalen), logam nobelium seharusnya memiliki struktur kristal [[Sistem kristal kubik|kubus berpusat muka]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Logam nobelium divalen seharusnya memiliki [[Ikatan logam#Jari-jari logam|jari-jari logam]] sekitar 197 [[pikometer|pm]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Titik lebur nobelium diperkirakan mencapai 827 °C, nilai yang sama seperti yang diprediksikan untuk unsur tetangganya, mendelevium.<ref>[https://archive.org/details/crchandbookofche0000unse_e9l0 CRC Handbook of Chemistry and Physics]. CRC Press. 2011. hlm. 4.121–4.123. ISBN 978-1-4398-5511-9.</ref> Massa jenisnya diperkirakan sekitar 9,9 ± 0,4 g/cm<sup>3</sup>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Lantanida dan aktinida, dalam keadaan logam, dapat ada sebagai logam divalen (seperti [[europium]] dan [[iterbium]]) atau trivalen (kebanyakan lantanida lainnya). Yang pertama memiliki konfigurasi f<sup>''n''</sup>s<sup>2</sup>, sedangkan yang kedua memiliki konfigurasi f<sup>''n''−1</sup>d<sup>1</sup>s<sup>2</sup>. Pada tahun 1975, Johansson dan Rosengren meneliti nilai [[energi kohesif]] ([[entalpi]] kristalisasi) [[lantanida]] dan [[aktinida]] metalik yang diukur dan diprediksi, baik sebagai logam divalen maupun trivalen. Kesimpulannya adalah bahwa peningkatan energi ikatan konfigurasi [Rn]5f<sup>13</sup>6d<sup>1</sup>7s<sup>2</sup> dibandingkan konfigurasi [Rn]5f<sup>14</sup>7s<sup>2</sup> untuk nobelium tidak cukup untuk mengompensasi energi yang dibutuhkan untuk mempromosikan satu elektron 5f ke 6d, sama seperti untuk aktinida akhir: dengan demikian [[einsteinium]], [[fermium]], [[mendelevium]], dan nobelium diperkirakan menjadi logam divalen, meskipun untuk nobelium prediksi ini belum terkonfirmasi. Meningkatnya dominasi keadaan divalen jauh sebelum deret aktinida berakhir dikaitkan dengan stabilisasi [[Kimia kuantum relativistik|relativistik]] elektron 5f, yang meningkat dengan meningkatnya nomor atom: efek dari ini adalah bahwa nobelium lebih dominan divalen daripada trivalen, tidak seperti semua lantanida dan aktinida lainnya. Pada tahun 1986, logam nobelium diperkirakan memiliki [[entalpi sublimasi]] antara 126 kJ/mol, nilai yang mendekati nilai einsteinium, fermium, dan mendelevium dan mendukung teori bahwa nobelium akan membentuk logam divalen. Seperti aktinida akhir divalen lainnya (sekali lagi kecuali [[lawrensium]] trivalen), logam nobelium seharusnya memiliki struktur kristal [[Sistem kristal kubik|kubus berpusat muka]]. Logam nobelium divalen seharusnya memiliki [[Ikatan logam#Jari-jari logam|jari-jari logam]] sekitar 197 [[pikometer|pm]]. Titik lebur nobelium diperkirakan mencapai 827 °C, nilai yang sama seperti yang diprediksikan untuk unsur tetangganya, mendelevium. Massa jenisnya diperkirakan sekitar 9,9 ± 0,4 g/cm<sup>3</sup>. | |||
===Kimia=== | ===Kimia=== | ||
Kimia nobelium tidak sepenuhnya dicirikan dan hanya diketahui dalam larutan berair, di mana ia dapat mengambil [[Bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] +3 atau +2, yang terakhir menjadi yang lebih stabil. Sebagian besar diperkirakan sebelum penemuan nobelium bahwa dalam larutan, ia akan berperilaku seperti aktinida lainnya, dengan keadaan trivalen yang dominan; tetapi, pada tahun 1949, Seaborg meramalkan bahwa keadaan +2 juga akan relatif stabil untuk nobelium, karena ion No<sup>2+</sup> akan memiliki konfigurasi elektron keadaan dasar [Rn]5f<sup>14</sup>, termasuk kulit 5f<sup>14</sup> yang terisi stabil. Butuh sembilan belas tahun sebelum prediksi ini dikonfirmasi. | Kimia nobelium tidak sepenuhnya dicirikan dan hanya diketahui dalam larutan berair, di mana ia dapat mengambil [[Bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] +3 atau +2, yang terakhir menjadi yang lebih stabil.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebagian besar diperkirakan sebelum penemuan nobelium bahwa dalam larutan, ia akan berperilaku seperti aktinida lainnya, dengan keadaan trivalen yang dominan; tetapi, pada tahun 1949, Seaborg meramalkan bahwa keadaan +2 juga akan relatif stabil untuk nobelium, karena ion No<sup>2+</sup> akan memiliki konfigurasi elektron keadaan dasar [Rn]5f<sup>14</sup>, termasuk kulit 5f<sup>14</sup> yang terisi stabil. Butuh sembilan belas tahun sebelum prediksi ini dikonfirmasi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Pada tahun 1967, percobaan dilakukan untuk membandingkan perilaku kimia nobelium dengan [[terbium]], [[kalifornium]], dan [[fermium]]. Keempat unsur tersebut direaksikan dengan [[klorin]] dan klorida yang dihasilkan disimpan di sepanjang tabung, di mana mereka dibawa oleh gas. Ditemukan bahwa nobelium klorida yang dihasilkan ter[[adsorpsi]] kuat pada permukaan padat, membuktikan bahwa ia tidak [[volatilitas (kimia)|volatil]], seperti klorida dari tiga unsur lain yang diteliti. Namun, baik NoCl<sub>2</sub> maupun NoCl<sub>3</sub> diperkirakan menunjukkan perilaku nonvolatil dan karenanya percobaan ini tidak dapat disimpulkan karena keadaan oksidasi nobelium yang disukai tidak diketahui. Penentuan kesukaan nobelium pada keadaan +2 harus menunggu hingga tahun depan, ketika eksperimen [[kromatografi pertukaran kation|kromatografi penukar kation]] dan [[kopresipitasi]] dilakukan pada sekitar 50.000 atom <sup>255</sup>No, menemukan bahwa perilakunya berbeda dari aktinida lain dan lebih mirip [[logam alkali tanah]] divalen. Ini membuktikan bahwa dalam larutan berair, nobelium paling stabil dalam keadaan divalen ketika [[redoks|pengoksidasi]] kuat tidak ada. Eksperimen selanjutnya pada tahun 1974 menunjukkan bahwa nobelium terelusi dengan logam alkali tanah, antara [[kalsium|Ca]]<sup>2+</sup> dan [[stronsium|Sr]]<sup>2+</sup>. Nobelium adalah satu-satunya unsur blok-f yang dikenal dengan keadaan +2 yang paling umum dan stabil dalam larutan berair. Ini terjadi karena celah energi yang besar antara orbital 5f dan 6d pada akhir deret aktinida. | Pada tahun 1967, percobaan dilakukan untuk membandingkan perilaku kimia nobelium dengan [[terbium]], [[kalifornium]], dan [[fermium]]. Keempat unsur tersebut direaksikan dengan [[klorin]] dan klorida yang dihasilkan disimpan di sepanjang tabung, di mana mereka dibawa oleh gas. Ditemukan bahwa nobelium klorida yang dihasilkan ter[[adsorpsi]] kuat pada permukaan padat, membuktikan bahwa ia tidak [[volatilitas (kimia)|volatil]], seperti klorida dari tiga unsur lain yang diteliti. Namun, baik NoCl<sub>2</sub> maupun NoCl<sub>3</sub> diperkirakan menunjukkan perilaku nonvolatil dan karenanya percobaan ini tidak dapat disimpulkan karena keadaan oksidasi nobelium yang disukai tidak diketahui.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Penentuan kesukaan nobelium pada keadaan +2 harus menunggu hingga tahun depan, ketika eksperimen [[kromatografi pertukaran kation|kromatografi penukar kation]] dan [[kopresipitasi]] dilakukan pada sekitar 50.000 atom <sup>255</sup>No, menemukan bahwa perilakunya berbeda dari aktinida lain dan lebih mirip [[logam alkali tanah]] divalen. Ini membuktikan bahwa dalam larutan berair, nobelium paling stabil dalam keadaan divalen ketika [[redoks|pengoksidasi]] kuat tidak ada.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Eksperimen selanjutnya pada tahun 1974 menunjukkan bahwa nobelium terelusi dengan logam alkali tanah, antara [[kalsium|Ca]]<sup>2+</sup> dan [[stronsium|Sr]]<sup>2+</sup>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Nobelium adalah satu-satunya unsur blok-f yang dikenal dengan keadaan +2 yang paling umum dan stabil dalam larutan berair. Ini terjadi karena celah energi yang besar antara orbital 5f dan 6d pada akhir deret aktinida.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Diperkirakan bahwa stabilisasi relativistik subkulit 7s sangat mendestabilisasi nobelium dihidrida, NoH<sub>2</sub>, dan stabilisasi relativistik spinor 7p<sub>1/2</sub> di atas spinor 6d<sub>3/2</sub> mengartikan bahwa keadaan tereksitasi dalam atom nobelium memiliki kontribusi 7s dan 7p alih-alih kontribusi 6d yang diperkirakan. Jarak No–H yang panjang dalam molekul NoH<sub>2</sub> dan transfer muatan yang signifikan menyebabkan ionisitas ekstrem dengan [[Dipol#Dipol molekuler|momen dipol]] sebesar 5,94 [[debye|D]] untuk molekul ini. Dalam molekul ini, nobelium diperkirakan menunjukkan perilaku [[Unsur golongan utama|seperti golongan utama]], khususnya bertindak seperti [[logam alkali tanah]] dengan konfigurasi kulit valensi ''n''s<sup>2</sup> dan orbital 5f mirip intinya. | Diperkirakan bahwa stabilisasi relativistik subkulit 7s sangat mendestabilisasi nobelium dihidrida, NoH<sub>2</sub>, dan stabilisasi relativistik spinor 7p<sub>1/2</sub> di atas spinor 6d<sub>3/2</sub> mengartikan bahwa keadaan tereksitasi dalam atom nobelium memiliki kontribusi 7s dan 7p alih-alih kontribusi 6d yang diperkirakan. Jarak No–H yang panjang dalam molekul NoH<sub>2</sub> dan transfer muatan yang signifikan menyebabkan ionisitas ekstrem dengan [[Dipol#Dipol molekuler|momen dipol]] sebesar 5,94 [[debye|D]] untuk molekul ini. Dalam molekul ini, nobelium diperkirakan menunjukkan perilaku [[Unsur golongan utama|seperti golongan utama]], khususnya bertindak seperti [[logam alkali tanah]] dengan konfigurasi kulit valensi ''n''s<sup>2</sup> dan orbital 5f mirip intinya.<ref>Krishnan Balasubramanian. ''Potential energy surfaces of Lawrencium and Nobelium dihydrides (LrH 2 and NoH 2 )…''. ''Journal of Chemical Physics''. 4 December 2001. Vol. 116 (9). hlm. 3568–75. doi:10.1063/1.1446029.</ref> | ||
Kemampuan [[Kompleks koordinasi|mengomplekskan]] nobelium dengan ion [[klorida]] paling mirip dengan [[barium]], yang kompleksnya agak lemah. Kemampuan kompleksnya dengan [[sitrat]], [[oksalat]], dan [[asetat]] dalam larutan berair 0,5 M [[amonium nitrat]] adalah antara kalsium dan stronsium, meskipun agak lebih dekat dengan stronsium. | Kemampuan [[Kompleks koordinasi|mengomplekskan]] nobelium dengan ion [[klorida]] paling mirip dengan [[barium]], yang kompleksnya agak lemah.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Kemampuan kompleksnya dengan [[sitrat]], [[oksalat]], dan [[asetat]] dalam larutan berair 0,5 M [[amonium nitrat]] adalah antara kalsium dan stronsium, meskipun agak lebih dekat dengan stronsium.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
[[Potensial reduksi|Potensial reduksi standar]] pasangan ''E''°(No<sup>3+</sup>→No<sup>2+</sup>) diperkirakan pada tahun 1967 antara +1,4 dan +1,5 [[volt|V]]; kemudian ditemukan pada tahun 2009 hanya sekitar +0,75 V. Nilai positif menunjukkan bahwa No<sup>2+</sup> lebih stabil daripada No<sup>3+</sup> dan No<sup>3+</sup> adalah zat pengoksidasi yang baik. Walaupun nilai yang dikutip untuk ''E''°(No<sup>2+</sup>→No<sup>0</sup>) dan ''E''°(No<sup>3+</sup>→No<sup>0</sup>) bervariasi di antara sumber, perkiraan standar yang diterima adalah −2,61 dan −1,26 V. Telah diperkirakan bahwa nilai untuk pasangan ''E''°(No<sup>4+</sup>→No<sup>3+</sup>) akan menjadi +6,5 V. [[Energi bebas Gibbs|Energi pembentukan Gibbs]] untuk No<sup>3+</sup> dan No<sup>2+</sup> masing-masing diperkirakan sebesar −342 dan −480 [[joule per mol|kJ/mol]]. | [[Potensial reduksi|Potensial reduksi standar]] pasangan ''E''°(No<sup>3+</sup>→No<sup>2+</sup>) diperkirakan pada tahun 1967 antara +1,4 dan +1,5 [[volt|V]];<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> kemudian ditemukan pada tahun 2009 hanya sekitar +0,75 V.<ref>A. Toyoshima. [https://figshare.com/articles/Oxidation_of_Element_102_Nobelium_with_Flow_Electrolytic_Column_Chromatography_on_an_Atom_at_a_Time_Scale/2844817 Oxidation of element 102, nobelium, with flow electrolytic column chromatography on an atom-at-a-time scale]. ''Journal of the American Chemical Society''. 8 Juli 2009. Vol. 131 (26). hlm. 9180–1. doi:10.1021/ja9030038.</ref> Nilai positif menunjukkan bahwa No<sup>2+</sup> lebih stabil daripada No<sup>3+</sup> dan No<sup>3+</sup> adalah zat pengoksidasi yang baik. Walaupun nilai yang dikutip untuk ''E''°(No<sup>2+</sup>→No<sup>0</sup>) dan ''E''°(No<sup>3+</sup>→No<sup>0</sup>) bervariasi di antara sumber, perkiraan standar yang diterima adalah −2,61 dan −1,26 V.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Telah diperkirakan bahwa nilai untuk pasangan ''E''°(No<sup>4+</sup>→No<sup>3+</sup>) akan menjadi +6,5 V.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Energi bebas Gibbs|Energi pembentukan Gibbs]] untuk No<sup>3+</sup> dan No<sup>2+</sup> masing-masing diperkirakan sebesar −342 dan −480 [[joule per mol|kJ/mol]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
===Atom=== | ===Atom=== | ||
Sebuah atom nobelium memiliki 102 elektron. Mereka diperkirakan tersusun dalam konfigurasi [Rn]5f<sup>14</sup>7s<sup>2</sup> ([[lambang istilah]] keadaan dasar <sup>1</sup>S<sub>0</sub>), meskipun verifikasi eksperimental konfigurasi elektron ini belum dilakukan hingga tahun 2006. Enam belas elektron dalam subkulit 5f dan 7s adalah [[elektron valensi]]. Dalam membentuk senyawa, tiga elektron valensi dapat hilang, meninggalkan inti [Rn]5f<sup>13</sup>: ini sesuai dengan tren yang ditetapkan oleh aktinida lain dengan konfigurasi elektron [Rn]5f<sup>''n''</sup> dalam keadaan tripositif. Namun demikian, kemungkinan besar hanya dua elektron valensi yang hilang, meninggalkan inti [Rn]5f<sup>14</sup> yang stabil dengan kulit 5f<sup>14</sup> yang terisi. [[Energi ionisasi|Potensial ionisasi]] pertama nobelium diukur paling banyak (6,65 ± 0,07) [[Elektronvolt|eV]] pada tahun 1974, berdasarkan asumsi bahwa elektron 7s akan terionisasi sebelum elektron 5f; nilai ini belum disempurnakan lebih lanjut karena kelangkaan nobelium dan radioaktivitasnya yang tinggi. Jari-jari ionik No<sup>3+</sup> [[Bilangan koordinasi|heksakoordinat]] dan oktakoordinat telah diperkirakan sebelumnya pada tahun 1978 masing-masing sekitar 90 dan 102 pm; jari-jari ionik No<sup>2+</sup> telah ditemukan secara eksperimental sebesar 100 pm hingga dua [[angka signifikan]]. [[Entalpi hidrasi]] No<sup>2+</sup> telah dihitung sebesar 1486 kJ/mol. | Sebuah atom nobelium memiliki 102 elektron. Mereka diperkirakan tersusun dalam konfigurasi [Rn]5f<sup>14</sup>7s<sup>2</sup> ([[lambang istilah]] keadaan dasar <sup>1</sup>S<sub>0</sub>), meskipun verifikasi eksperimental konfigurasi elektron ini belum dilakukan hingga tahun 2006. Enam belas elektron dalam subkulit 5f dan 7s adalah [[elektron valensi]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dalam membentuk senyawa, tiga elektron valensi dapat hilang, meninggalkan inti [Rn]5f<sup>13</sup>: ini sesuai dengan tren yang ditetapkan oleh aktinida lain dengan konfigurasi elektron [Rn]5f<sup>''n''</sup> dalam keadaan tripositif. Namun demikian, kemungkinan besar hanya dua elektron valensi yang hilang, meninggalkan inti [Rn]5f<sup>14</sup> yang stabil dengan kulit 5f<sup>14</sup> yang terisi. [[Energi ionisasi|Potensial ionisasi]] pertama nobelium diukur paling banyak (6,65 ± 0,07) [[Elektronvolt|eV]] pada tahun 1974, berdasarkan asumsi bahwa elektron 7s akan terionisasi sebelum elektron 5f;<ref>William C. Martin. [https://pdfs.semanticscholar.org/9618/febdd51cee0e84ff7af88767be47cfcd4818.pdf Ground Levels and Ionization Potentials for Lanthanide and Actinide Atoms and Ions]. ''Journal of Physical and Chemical Reference Data''. 1974. Vol. 3 (3). hlm. 771–9. doi:10.1063/1.3253147.</ref> nilai ini belum disempurnakan lebih lanjut karena kelangkaan nobelium dan radioaktivitasnya yang tinggi.<ref>Lide, David R. (editor), ''CRC Handbook of Chemistry and Physics, Edisi ke-84'', CRC Press, Boca Raton (FL), 2003, section 10, ''Atomic, Molecular, and Optical Physics; Ionization Potentials of Atoms and Atomic Ions''</ref> Jari-jari ionik No<sup>3+</sup> [[Bilangan koordinasi|heksakoordinat]] dan oktakoordinat telah diperkirakan sebelumnya pada tahun 1978 masing-masing sekitar 90 dan 102 pm;<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> jari-jari ionik No<sup>2+</sup> telah ditemukan secara eksperimental sebesar 100 pm hingga dua [[angka signifikan]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Entalpi hidrasi]] No<sup>2+</sup> telah dihitung sebesar 1486 kJ/mol.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
===Isotop=== | ===Isotop=== | ||
Tiga belas isotop nobelium telah diketahui, dengan [[nomor massa]] mulai dari 249 hingga 260 dan 262; semuanya bersifat radioaktif.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[http://www.jinr.ru/wp-content/uploads/JINR_Docs/Otchet_2020_eng_sait.pdf Joint Institute for Nuclear Research, 2020]. 23 Juni 2021. hlm. 117–118.</ref> Selain itu, [[isomer nuklir]] terdapat pada nomor massa 250, 251, 253, dan 254.<ref>[http://www.nucleonica.net/unc.aspx Nucleonica :: Web driven nuclear science].</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dari jumlah tersebut, isotop yang berumur paling panjang adalah <sup>259</sup>No dengan waktu paruh 58 menit, dan isomer yang berumur paling panjang adalah <sup>251m</sup>No dengan waktu paruh dari 1,7 detik.<ref>[http://www.nucleonica.net/unc.aspx Nucleonica :: Web driven nuclear science].</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Namun, isotop <sup>261</sup>No yang masih belum ditemukan diperkirakan masih memiliki waktu paruh lebih lama, yaitu 170 menit.<ref>[http://www.nucleonica.net/unc.aspx Nucleonica :: Web driven nuclear science].</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Selain itu, <sup>255</sup>No yang berumur lebih pendek (waktu paruh 3,1 menit) lebih sering digunakan dalam eksperimen kimia karena dapat diproduksi dalam jumlah yang lebih besar dari penyinaran [[Isotop kalifornium#Daftar isotop|kalifornium-249]] dengan ion [[karbon-12]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Setelah <sup>259</sup>No dan <sup>255</sup>No, isotop nobelium yang paling stabil berikutnya adalah <sup>253</sup>No (waktu paruh 1,62 menit), <sup>254</sup>No (51 detik), <sup>257</sup>No (25 detik), <sup>256</sup>No (2,91 detik), dan <sup>252</sup>No (2,57 detik).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[http://www.nucleonica.net/unc.aspx Nucleonica :: Web driven nuclear science].</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Semua isotop nobelium yang tersisa memiliki waktu paruh kurang dari satu detik, dan isotop nobelium berumur terpendek yang diketahui (<sup>250</sup>No) memiliki waktu paruh hanya 0,25 [[milidetik]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[http://www.nucleonica.net/unc.aspx Nucleonica :: Web driven nuclear science].</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Isotop <sup>254</sup>No sangat menarik secara teoretis karena berada di tengah rangkaian inti [[Sferoid|prolat]] dari <sup>231</sup>[[protaktinium|Pa]] hingga <sup>279</sup>[[roentgenium|Rg]], dan pembentukan isomer nuklirnya (dua di antaranya diketahui) dikendalikan oleh [[Model kulit nuklir|orbital proton]] seperti 2f<sub>5/2</sub> yang datang tepat di atas kulit proton bulat; ia dapat disintesis dalam reaksi <sup>208</sup>Pb dengan <sup>48</sup>Ca.<ref>Jens Volker Kratz. [http://tan11.jinr.ru/pdf/06_Sep/S_1/02_Kratz.pdf The Impact of Superheavy Elements on the Chemical and Physical Sciences]. 5 September 2011.</ref> | |||
Waktu paruh isotop nobelium meningkat dengan lancar dari <sup>250</sup>No hingga <sup>253</sup>No. Namun, penurunan muncul pada <sup>254</sup>No, dan setelah itu waktu paruh isotop nobelium [[Inti atom genap dan ganjil|genap−genap]] turun tajam karena [[Pembelahan spontan|fisi spontan]] menjadi mode peluruhan yang dominan. Misalnya, waktu paruh <sup>256</sup>No hampir tiga detik, tetapi waktu paruh <sup>258</sup>No hanya 1,2 milidetik.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[http://www.nucleonica.net/unc.aspx Nucleonica :: Web driven nuclear science].</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Ini menunjukkan bahwa pada nobelium, tolakan timbal balik proton menimbulkan batas [[Pulau kestabilan nuklir|wilayah inti berumur panjang]] dalam [[aktinida|deret aktinida]].<ref>Matti Nurmia. [http://pubs.acs.org/cen/80th/nobelium.html Nobelium]. ''Chemical and Engineering News''. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 178. doi:10.1021/cen-v081n036.p178.</ref> Isotop nobelium genap−ganjil sebagian besar terus memiliki waktu paruh yang lebih lama karena jumlah massanya meningkat, dengan penurunan tren pada <sup>257</sup>No.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[http://www.nucleonica.net/unc.aspx Nucleonica :: Web driven nuclear science].</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Waktu paruh isotop nobelium meningkat dengan lancar dari <sup>250</sup>No hingga <sup>253</sup>No. Namun, penurunan muncul pada <sup>254</sup>No, dan setelah itu waktu paruh isotop nobelium [[Inti atom genap dan ganjil|genap−genap]] turun tajam karena [[Pembelahan spontan|fisi spontan]] menjadi mode peluruhan yang dominan. Misalnya, waktu paruh <sup>256</sup>No hampir tiga detik, tetapi waktu paruh <sup>258</sup>No hanya 1,2 milidetik. Ini menunjukkan bahwa pada nobelium, tolakan timbal balik proton menimbulkan batas [[Pulau kestabilan nuklir|wilayah inti berumur panjang]] dalam [[aktinida|deret aktinida]]. Isotop nobelium genap−ganjil sebagian besar terus memiliki waktu paruh yang lebih lama karena jumlah massanya meningkat, dengan penurunan tren pada <sup>257</sup>No. | |||
==Persiapan dan pemurnian== | ==Persiapan dan pemurnian== | ||
Isotop nobelium sebagian besar diproduksi dengan membombardir target aktinida ([[uranium]], [[plutonium]], [[kurium]], [[kalifornium]], atau [[einsteinium]]), dengan pengecualian nobelium-262, yang diproduksi sebagai [[produk peluruhan|turunan]] dari lawrensium-262. Isotop yang paling umum digunakan, <sup>255</sup>No, dapat dihasilkan dari pembombardiran [[kurium]]-248 atau kalifornium-249 dengan karbon-12: metode terakhir lebih umum. Menyinari target kalifornium-249 350 [[mikrogram|μg]] cm<sup>−2</sup> dengan tiga triliun (3 × 10<sup>12</sup>) ion karbon-12 73 [[elektronvolt|MeV]] per detik selama sepuluh menit dapat menghasilkan sekitar 1200 atom nobelium-255. | Isotop nobelium sebagian besar diproduksi dengan membombardir target aktinida ([[uranium]], [[plutonium]], [[kurium]], [[kalifornium]], atau [[einsteinium]]), dengan pengecualian nobelium-262, yang diproduksi sebagai [[produk peluruhan|turunan]] dari lawrensium-262.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Isotop yang paling umum digunakan, <sup>255</sup>No, dapat dihasilkan dari pembombardiran [[kurium]]-248 atau kalifornium-249 dengan karbon-12: metode terakhir lebih umum. Menyinari target kalifornium-249 350 [[mikrogram|μg]] cm<sup>−2</sup> dengan tiga triliun (3 × 10<sup>12</sup>) ion karbon-12 73 [[elektronvolt|MeV]] per detik selama sepuluh menit dapat menghasilkan sekitar 1200 atom nobelium-255.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Setelah nobelium-255 diproduksi, ia dapat dipisahkan dengan cara yang sama seperti yang digunakan untuk memurnikan aktinida tetangga, mendelevium. [[Momentum]] putaran dari atom nobelium-255 yang dihasilkan digunakan untuk membawa mereka jauh secara fisik dari target dari mana mereka diproduksi, membawa mereka ke sebuah foil logam tipis (biasanya [[berilium]], [[aluminium]], [[platina]], atau [[emas]]) tepat di belakang sasaran dalam ruang hampa: ini biasanya digabungkan dengan menjebak atom nobelium dalam atmosfer gas (biasanya [[helium]]), dan membawanya bersama dengan semburan gas dari lubang kecil di ruang reaksi. Menggunakan [[Kapilaritas|tabung kapilar]] panjang, dan termasuk aerosol [[kalium klorida]] dalam gas helium, atom nobelium dapat diangkut lebih dari puluhan meter. Lapisan tipis nobelium yang dikumpulkan pada foil kemudian dapat dihilangkan dengan asam encer tanpa melarutkan foil sepenuhnya. Nobelium kemudian dapat diisolasi dengan memanfaatkan kecenderungannya untuk membentuk keadaan divalen, tidak seperti aktinida trivalen lainnya: di bawah kondisi [[elusi]] yang biasanya digunakan ([[asam fosfat bis-(2-etilheksil)]] (HDEHP) sebagai fase organik diam dan [[asam klorida]] 0,05 M sebagai fase berair bergerak, atau menggunakan asam klorida 3 M sebagai eluen dari kolom resin [[pertukaran ion|penukar kation]]), nobelium akan melewati kolom dan terelusi sementara aktinida trivalen lainnya tetap berada di kolom. Namun, jika foil emas "penangkap" langsung digunakan, prosesnya diperumit oleh kebutuhan untuk memisahkan emas menggunakan [[kromatografi]] [[pertukaran ion|penukar anion]] sebelum mengisolasi nobelium dengan elusi dari kolom ekstraksi kromatografi menggunakan HDEHP. | Setelah nobelium-255 diproduksi, ia dapat dipisahkan dengan cara yang sama seperti yang digunakan untuk memurnikan aktinida tetangga, mendelevium. [[Momentum]] putaran dari atom nobelium-255 yang dihasilkan digunakan untuk membawa mereka jauh secara fisik dari target dari mana mereka diproduksi, membawa mereka ke sebuah foil logam tipis (biasanya [[berilium]], [[aluminium]], [[platina]], atau [[emas]]) tepat di belakang sasaran dalam ruang hampa: ini biasanya digabungkan dengan menjebak atom nobelium dalam atmosfer gas (biasanya [[helium]]), dan membawanya bersama dengan semburan gas dari lubang kecil di ruang reaksi. Menggunakan [[Kapilaritas|tabung kapilar]] panjang, dan termasuk aerosol [[kalium klorida]] dalam gas helium, atom nobelium dapat diangkut lebih dari puluhan meter.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Lapisan tipis nobelium yang dikumpulkan pada foil kemudian dapat dihilangkan dengan asam encer tanpa melarutkan foil sepenuhnya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Nobelium kemudian dapat diisolasi dengan memanfaatkan kecenderungannya untuk membentuk keadaan divalen, tidak seperti aktinida trivalen lainnya: di bawah kondisi [[elusi]] yang biasanya digunakan ([[asam fosfat bis-(2-etilheksil)]] (HDEHP) sebagai fase organik diam dan [[asam klorida]] 0,05 M sebagai fase berair bergerak, atau menggunakan asam klorida 3 M sebagai eluen dari kolom resin [[pertukaran ion|penukar kation]]), nobelium akan melewati kolom dan terelusi sementara aktinida trivalen lainnya tetap berada di kolom.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Namun, jika foil emas "penangkap" langsung digunakan, prosesnya diperumit oleh kebutuhan untuk memisahkan emas menggunakan [[kromatografi]] [[pertukaran ion|penukar anion]] sebelum mengisolasi nobelium dengan elusi dari kolom ekstraksi kromatografi menggunakan HDEHP.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
==Catatan== | ==Catatan== | ||
==Bibliografi== | ==Bibliografi== | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* [http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Bagan Nuklida] nndc.bnl.gov | * [http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Bagan Nuklida] nndc.bnl.gov | ||
* [http://periodic.lanl.gov/102.shtml Laboratorium Nasional Los Alamos – Nobelium] | * [http://periodic.lanl.gov/102.shtml Laboratorium Nasional Los Alamos – Nobelium] | ||
| Baris 83: | Baris 75: | ||
* [http://www.periodicvideos.com/videos/102.htm Nobelium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | * [http://www.periodicvideos.com/videos/102.htm Nobelium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nobelium&oldid=29299551 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29299551 (2026-05-31T22:38:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.00
Nobelium adalah sebuah unsur kimia sintetis dengan lambang No dan nomor atom 102. Unsur ini dinamai untuk menghormati Alfred Nobel, penemu dinamit dan dermawan ilmu pengetahuan. Ia adalah sebuah logam yang radioaktif, dan merupakan unsur transuranium kesepuluh serta anggota terakhir dari deret aktinida. Seperti semua unsur dengan nomor atom lebih dari 100, nobelium hanya dapat diproduksi dalam akselerator partikel dengan membombardir unsur yang lebih ringan dengan partikel bermuatan. Sebanyak dua belas isotop nobelium telah diketahui; yang paling stabil adalah 259No dengan waktu paruh 58 menit, tetapi 255No (waktu paruh 3,1 menit) paling sering digunakan dalam kimia karena dapat diproduksi dalam skala yang lebih besar.
Eksperimen kimia telah memastikan bahwa nobelium berperilaku sebagai homolog yang lebih berat terhadap iterbium dalam tabel periodik. Sifat kimia nobelium tidak sepenuhnya diketahui: kebanyakan hanya diketahui dalam larutan berair. Sebelum penemuan nobelium, ia diperkirakan akan menunjukkan keadaan oksidasi +2 yang stabil serta karakteristik keadaan +3 dari aktinida lainnya; prediksi ini kemudian dikonfirmasi, karena keadaan +2 jauh lebih stabil daripada keadaan +3 dalam larutan berair dan sulit untuk mempertahankan nobelium dalam keadaan +3.
Pada 1950-an dan 1960-an, banyak klaim penemuan nobelium dibuat dari laboratorium di Swedia, Uni Soviet, dan Amerika Serikat. Meskipun ilmuwan Swedia segera mencabut klaim mereka, prioritas penemuan dan penamaan unsur tersebut diperdebatkan antara ilmuwan Soviet dan Amerika, dan baru pada tahun 1997 Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional (IUPAC) mengkreditkan tim Soviet dengan penemuan tersebut, tetapi mempertahankan nobelium, usulan Swedia, sebagai nama unsur tersebut karena penggunaannya yang sudah lama ada dalam literatur.
Pengantar
Penemuan
Penemuan unsur 102 merupakan proses yang rumit dan diklaim oleh kelompok dari Swedia, Amerika Serikat, dan Uni Soviet. Laporan pertama yang lengkap dan tak terbantahkan tentang pendeteksiannya baru datang pada tahun 1966 dari Institut Bersama untuk Riset Nuklir di Dubna (saat itu di Uni Soviet).[1]
Pengumuman pertama penemuan unsur 102 diumumkan oleh fisikawan di Institut Nobel di Swedia pada tahun 1957. Tim tersebut melaporkan bahwa mereka telah membombardir target kurium dengan ion karbon-13 selama dua puluh lima jam dalam interval setengah jam. Di antara pemborbardiran, kimia pertukaran ion dilakukan pada target. Dua belas dari lima puluh pemborbardiran mengandung sampel yang memancarkan partikel alfa (8,5 ± 0,1) MeV, yang merupakan tetesan yang terelusi lebih awal dari fermium (nomor atom Z = 100) dan kalifornium (Z = 98). Waktu paruh yang dilaporkan adalah 10 menit dan ditetapkan untuk 251102 atau 253102, meskipun kemungkinan bahwa partikel alfa yang diamati berasal dari isotop mendelevium (Z = 101) berumur pendek yang dibuat dari penangkapan elektron unsur 102 tidak dikecualikan.[2] Tim tersebut mengusulkan nama nobelium (No) untuk unsur baru itu,[3][4] yang segera disetujui oleh IUPAC,[5] sebuah keputusan yang dicirikan oleh grup Dubna pada tahun 1968 sebagai tergesa-gesa.[6]
Pada tahun 1958, para ilmuwan di Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley mengulangi percobaan tersebut. Tim Berkeley, yang terdiri dari Albert Ghiorso, Glenn T. Seaborg, John R. Walton, dan Torbjørn Sikkeland, menggunakan akselerator linear ion berat (heavy-ion linear accelerator, HILAC) baru untuk membombardir target kurium (95% 244Cm dan 5% 246Cm) dengan ion 13C dan 12C. Mereka tidak dapat mengkonfirmasi aktivitas 8,5 MeV yang diklaim oleh tim Swedia tetapi sebaliknya mampu mendeteksi peluruhan dari fermium-250, diduga anak dari 254102 (diproduksi dari kurium-246), yang memiliki waktu paruh ~3 detik.[7]
Pada tahun 1959, tim Swedia berusaha menjelaskan ketidakmampuan tim Berkeley untuk mendeteksi unsur 102 pada tahun 1958, mempertahankan bahwa mereka menemukannya. Namun, pekerjaan selanjutnya menunjukkan bahwa tidak ada isotop nobelium yang lebih ringan dari 259No (tidak ada isotop yang lebih berat yang dapat dihasilkan dalam eksperimen Swedia) dengan waktu paruh lebih dari 3 menit, dan bahwa hasil tim Swedia kemungkinan besar berasal dari torium-225, yang memiliki waktu paruh 8 menit dan dengan cepat mengalami peluruhan alfa tripel menjadi polonium-213, yang memiliki energi peluruhan 8,53612 MeV. Hipotesis ini didukung oleh fakta bahwa torium-225 dapat dengan mudah diproduksi dalam reaksi yang digunakan dan tidak akan dipisahkan oleh metode kimia yang digunakan. Pekerjaan selanjutnya pada nobelium juga menunjukkan bahwa keadaan divalen lebih stabil daripada yang trivalen dan karenanya sampel yang memancarkan partikel alfa tidak mungkin mengandung nobelium, karena nobelium divalen tidak akan terelusi dengan aktinida trivalen lainnya.[8] Dengan demikian, tim Swedia kemudian mencabut klaim mereka dan mengaitkan aktivitas tersebut dengan efek latar belakang.[9]
Pekerjaan Dubna tahun 1963 menegaskan bahwa 254102 dapat diproduksi dalam reaksi ini, tetapi waktu paruhnya sebenarnya adalah . Pada tahun 1967, tim Berkeley berusaha untuk mempertahankan pekerjaan mereka, menyatakan bahwa isotop yang ditemukan memang 250Fm tetapi isotop yang benar-benar terkait dengan pengukuran waktu paruh adalah kalifornium-244, cucu dari 252102, dihasilkan dari kurium-244 yang lebih melimpah. Perbedaan energi kemudian dikaitkan dengan "masalah resolusi dan drift", meskipun ini belum pernah dilaporkan sebelumnya dan seharusnya juga memengaruhi hasil lainnya. Eksperimen tahun 1977 menunjukkan bahwa 252102 memang memiliki waktu paruh 2,3 detik. Namun, penelitian tahun 1973 juga menunjukkan bahwa rekoil 250Fm juga dapat dengan mudah dihasilkan dari transisi isomeris 250mFm (waktu paruh 1,8 detik) yang juga dapat terbentuk dalam reaksi pada energi yang digunakan.[10] Mengingat hal ini, kemungkinan tidak ada nobelium yang benar-benar diproduksi dalam percobaan ini.[11]
Pada tahun 1959, tim melanjutkan studi mereka dan mengklaim bahwa mereka mampu menghasilkan isotop yang meluruh terutama melalui emisi partikel alfa 8,3 MeV, dengan waktu paruh 3 detik dengan 30% cabang fisi spontan terkait. Aktivitas tersebut awalnya diberikan ke 254102 tetapi kemudian diubah menjadi 252102. Namun, mereka juga mencatat bahwa nobelium belum pasti diproduksi karena kondisi yang sulit.[12] Tim Berkeley memutuskan untuk mengadopsi nama yang diusulkan dari tim Swedia, "nobelium", untuk unsur tersebut.[13]
- + → → + 4
Sedangkan di Dubna, percobaan dilakukan pada tahun 1958 dan 1960 bertujuan untuk menyintesis unsur 102 juga. Eksperimen pertama tahun 1958 membombardir plutonium-239 dan -241 dengan ion oksigen-16. Beberapa peluruhan alfa dengan energi lebih dari 8,5 MeV diamati, dan mereka ditetapkan ke 251,252,253102, meskipun tim menulis bahwa pembentukan isotop dari pengotor timbal atau bismut (yang tidak akan menghasilkan nobelium) tidak dapat dikesampingkan. Walaupun percobaan tahun 1958 mencatat bahwa isotop baru dapat dihasilkan dari pengotor raksa, talium, timbal, atau bismut, para ilmuwan tetap berpegang pada kesimpulan mereka bahwa unsur 102 dapat dihasilkan dari reaksi ini, dengan menyebutkan waktu paruh di bawah 30 detik dan energi peluruhan (8,8 ± 0,5) MeV. Eksperimen tahun 1960 membuktikan bahwa ini adalah efek latar belakang. Eksperimen 1967 juga menurunkan energi peluruhan menjadi (8,6 ± 0,4) MeV, tetapi kedua nilai tersebut terlalu tinggi untuk menyamai 253No atau 254No.[14] Tim Dubna kemudian menyatakan pada tahun 1970 dan sekali lagi pada tahun 1987 bahwa hasil tersebut tidak meyakinkan.[15]
Pada tahun 1961, ilmuwan Berkeley mengklaim penemuan unsur 103 dalam reaksi kalifornium dengan ion boron dan karbon. Mereka mengklaim produksi isotop 257103, dan juga mengklaim telah menyintesis isotop yang meluruh melalui peluruhan alfa dari unsur 102 yang memiliki waktu paruh 15 detik dan energi peluruhan alfa 8,2 MeV. Mereka menetapkan ini pada 255102 tanpa memberikan alasan untuk penetapan tersebut. Nilainya tidak sesuai dengan yang sekarang dikenal dengan 255No, meskipun mereka setuju dengan yang sekarang dikenal dengan 257No, dan walaupun isotop ini mungkin berperan dalam percobaan ini, penemuannya tidaklah meyakinkan.[16]
Pekerjaan pada unsur 102 juga dilanjutkan di Dubna, dan pada tahun 1964, eksperimen dilakukan di sana untuk mendeteksi produk peluruhan alfa dari isotop elemen 102 dengan menyintesis unsur 102 dari reaksi target uranium-238 dengan ion neon. Produk tersebut dibawa sepanjang foil penangkap perak dan dimurnikan secara kimia, dan isotop 250Fm dan 252Fm terdeteksi. Hasil 252Fm ditafsirkan sebagai bukti bahwa induknya 256102 juga disintesis: seperti yang dicatat bahwa 252Fm juga dapat diproduksi langsung dalam reaksi ini dengan emisi simultan partikel alfa dengan surplus neutron, langkah-langkah diambil untuk memastikan bahwa 252Fm tidak bisa langsung ke penangkap foil. Waktu paruh yang terdeteksi untuk 256102 adalah 8 detik, yang jauh lebih tinggi daripada nilai tahun 1967 yang lebih modern (3,2 ± 0,2) detik.[17] Eksperimen lebih lanjut dilakukan pada tahun 1966 untuk 254102, menggunakan reaksi 243Am(15N,4n)254102 dan 238U(22Ne,6n)254102, menemukan waktu paruh (50 ± 10) detik: pada saat itu perbedaan antara nilai ini dan nilai Berkeley sebelumnya tidak dapat dipahami, meskipun pekerjaan selanjutnya membuktikan bahwa pembentukan isomer 250mFm lebih kecil kemungkinannya dalam eksperimen Dubna dibandingkan eksperimen Berkeley. Bila dipikir, hasil Dubna pada 254102 mungkin benar dan sekarang dapat dianggap sebagai deteksi konklusif unsur 102.[18]
Satu lagi percobaan yang sangat meyakinkan dari Dubna diterbitkan pada tahun 1966, sekali lagi menggunakan dua reaksi yang sama, yang menyimpulkan bahwa 254102 memang memiliki waktu paruh lebih lama dari 3 detik yang diklaim oleh Berkeley.[19] Pekerjaan selanjutnya pada tahun 1967 di Berkeley dan tahun 1971 di Laboratorium Nasional Oak Ridge sepenuhnya mengonfirmasi penemuan unsur 102 dan mengklarifikasi pengamatan sebelumnya.[20] Pada bulan Desember 1966, kelompok Berkeley mengulangi percobaan Dubna dan mengonfirmasi sepenuhnya, dan menggunakan data ini untuk akhirnya menetapkan dengan benar isotop yang telah mereka sintesis sebelumnya tetapi belum dapat diidentifikasi pada saat itu, dan dengan demikian mengklaim telah menemukan nobelium pada tahun 1958 hingga 1961.[21]
- + → → + 6
Pada tahun 1969, tim Dubna melakukan percobaan kimia pada unsur 102 dan menyimpulkan bahwa ia berperilaku sebagai homolog iterbium yang lebih berat. Para ilmuwan Rusia mengusulkan nama joliotium (Jo) untuk unsur baru itu dari Irène Joliot-Curie, yang baru saja meninggal, menciptakan kontroversi penamaan unsur yang tidak akan terselesaikan selama beberapa dekade, dengan masing-masing kelompok menggunakan nama yang diusulkan sendiri.[22][23]
Pada tahun 1992, IUPAC-IUPAP Transfermium Working Group (TWG) menilai kembali klaim penemuan dan menyimpulkan bahwa hanya pekerjaan Dubna dari tahun 1966 yang secara tepat mendeteksi dan menetapkan peluruhan ke inti atom dengan nomor atom 102 pada saat itu. Oleh karena itu, tim Dubna secara resmi diakui sebagai penemu nobelium meskipun ada kemungkinan bahwa itu terdeteksi di Berkeley pada tahun 1959.[24] Keputusan ini dikritik oleh Berkeley pada tahun berikutnya, menyebut pembukaan kembali kasus unsur 101 hingga 103 sebagai "buang-buang waktu", sedangkan Dubna setuju dengan keputusan IUPAC.[25]
Pada tahun 1994, sebagai bagian dari upaya penyelesaian kontroversi penamaan unsur, IUPAC meratifikasi nama untuk unsur 101–109. Untuk unsur 102, mereka meratifikasi nama nobelium (No) atas dasar bahwa nama itu telah mengakar dalam literatur selama 30 tahun dan bahwa Alfred Nobel harus diperingati dengan cara ini.[26] Karena protes atas nama tahun 1994, yang sebagian besar tidak menghormati pilihan para penemu, periode komentar pun terjadi, dan pada tahun 1995 IUPAC menamai unsur 102 sebagai flerovium (Fl) sebagai bagian dari proposal baru, dari Georgy Flyorov atau Laboratorium Reaksi Nuklir Flerov eponimnya.[27] Proposal ini juga tidak diterima, dan pada tahun 1997 nama nobelium dipulihkan.[28] Saat ini nama flerovium, dengan lambang yang sama, mengacu pada unsur 114.[29]
Karakteristik
Fisik
Dalam tabel periodik, nobelium terletak di sebelah kanan aktinida mendelevium, di sebelah kiri aktinida lawrensium, dan di bawah lantanida iterbium. Logam nobelium belum pernah disiapkan dalam jumlah banyak, dan persiapan massal saat ini tidak mungkin dilakukan.[30] Namun demikian, sejumlah prediksi dan beberapa hasil percobaan pendahuluan telah dilakukan mengenai sifat-sifatnya.[31]
Lantanida dan aktinida, dalam keadaan logam, dapat ada sebagai logam divalen (seperti europium dan iterbium) atau trivalen (kebanyakan lantanida lainnya). Yang pertama memiliki konfigurasi fns2, sedangkan yang kedua memiliki konfigurasi fn−1d1s2. Pada tahun 1975, Johansson dan Rosengren meneliti nilai energi kohesif (entalpi kristalisasi) lantanida dan aktinida metalik yang diukur dan diprediksi, baik sebagai logam divalen maupun trivalen.[32][33] Kesimpulannya adalah bahwa peningkatan energi ikatan konfigurasi [Rn]5f136d17s2 dibandingkan konfigurasi [Rn]5f147s2 untuk nobelium tidak cukup untuk mengompensasi energi yang dibutuhkan untuk mempromosikan satu elektron 5f ke 6d, sama seperti untuk aktinida akhir: dengan demikian einsteinium, fermium, mendelevium, dan nobelium diperkirakan menjadi logam divalen, meskipun untuk nobelium prediksi ini belum terkonfirmasi.[34] Meningkatnya dominasi keadaan divalen jauh sebelum deret aktinida berakhir dikaitkan dengan stabilisasi relativistik elektron 5f, yang meningkat dengan meningkatnya nomor atom: efek dari ini adalah bahwa nobelium lebih dominan divalen daripada trivalen, tidak seperti semua lantanida dan aktinida lainnya.[35] Pada tahun 1986, logam nobelium diperkirakan memiliki entalpi sublimasi antara 126 kJ/mol, nilai yang mendekati nilai einsteinium, fermium, dan mendelevium dan mendukung teori bahwa nobelium akan membentuk logam divalen.[36] Seperti aktinida akhir divalen lainnya (sekali lagi kecuali lawrensium trivalen), logam nobelium seharusnya memiliki struktur kristal kubus berpusat muka.[37] Logam nobelium divalen seharusnya memiliki jari-jari logam sekitar 197 pm.[38] Titik lebur nobelium diperkirakan mencapai 827 °C, nilai yang sama seperti yang diprediksikan untuk unsur tetangganya, mendelevium.[39] Massa jenisnya diperkirakan sekitar 9,9 ± 0,4 g/cm3.[40]
Kimia
Kimia nobelium tidak sepenuhnya dicirikan dan hanya diketahui dalam larutan berair, di mana ia dapat mengambil keadaan oksidasi +3 atau +2, yang terakhir menjadi yang lebih stabil.[41] Sebagian besar diperkirakan sebelum penemuan nobelium bahwa dalam larutan, ia akan berperilaku seperti aktinida lainnya, dengan keadaan trivalen yang dominan; tetapi, pada tahun 1949, Seaborg meramalkan bahwa keadaan +2 juga akan relatif stabil untuk nobelium, karena ion No2+ akan memiliki konfigurasi elektron keadaan dasar [Rn]5f14, termasuk kulit 5f14 yang terisi stabil. Butuh sembilan belas tahun sebelum prediksi ini dikonfirmasi.[42]
Pada tahun 1967, percobaan dilakukan untuk membandingkan perilaku kimia nobelium dengan terbium, kalifornium, dan fermium. Keempat unsur tersebut direaksikan dengan klorin dan klorida yang dihasilkan disimpan di sepanjang tabung, di mana mereka dibawa oleh gas. Ditemukan bahwa nobelium klorida yang dihasilkan teradsorpsi kuat pada permukaan padat, membuktikan bahwa ia tidak volatil, seperti klorida dari tiga unsur lain yang diteliti. Namun, baik NoCl2 maupun NoCl3 diperkirakan menunjukkan perilaku nonvolatil dan karenanya percobaan ini tidak dapat disimpulkan karena keadaan oksidasi nobelium yang disukai tidak diketahui.[43] Penentuan kesukaan nobelium pada keadaan +2 harus menunggu hingga tahun depan, ketika eksperimen kromatografi penukar kation dan kopresipitasi dilakukan pada sekitar 50.000 atom 255No, menemukan bahwa perilakunya berbeda dari aktinida lain dan lebih mirip logam alkali tanah divalen. Ini membuktikan bahwa dalam larutan berair, nobelium paling stabil dalam keadaan divalen ketika pengoksidasi kuat tidak ada.[44] Eksperimen selanjutnya pada tahun 1974 menunjukkan bahwa nobelium terelusi dengan logam alkali tanah, antara Ca2+ dan Sr2+.[45] Nobelium adalah satu-satunya unsur blok-f yang dikenal dengan keadaan +2 yang paling umum dan stabil dalam larutan berair. Ini terjadi karena celah energi yang besar antara orbital 5f dan 6d pada akhir deret aktinida.[46]
Diperkirakan bahwa stabilisasi relativistik subkulit 7s sangat mendestabilisasi nobelium dihidrida, NoH2, dan stabilisasi relativistik spinor 7p1/2 di atas spinor 6d3/2 mengartikan bahwa keadaan tereksitasi dalam atom nobelium memiliki kontribusi 7s dan 7p alih-alih kontribusi 6d yang diperkirakan. Jarak No–H yang panjang dalam molekul NoH2 dan transfer muatan yang signifikan menyebabkan ionisitas ekstrem dengan momen dipol sebesar 5,94 D untuk molekul ini. Dalam molekul ini, nobelium diperkirakan menunjukkan perilaku seperti golongan utama, khususnya bertindak seperti logam alkali tanah dengan konfigurasi kulit valensi ns2 dan orbital 5f mirip intinya.[47]
Kemampuan mengomplekskan nobelium dengan ion klorida paling mirip dengan barium, yang kompleksnya agak lemah.[48] Kemampuan kompleksnya dengan sitrat, oksalat, dan asetat dalam larutan berair 0,5 M amonium nitrat adalah antara kalsium dan stronsium, meskipun agak lebih dekat dengan stronsium.[49]
Potensial reduksi standar pasangan E°(No3+→No2+) diperkirakan pada tahun 1967 antara +1,4 dan +1,5 V;[50] kemudian ditemukan pada tahun 2009 hanya sekitar +0,75 V.[51] Nilai positif menunjukkan bahwa No2+ lebih stabil daripada No3+ dan No3+ adalah zat pengoksidasi yang baik. Walaupun nilai yang dikutip untuk E°(No2+→No0) dan E°(No3+→No0) bervariasi di antara sumber, perkiraan standar yang diterima adalah −2,61 dan −1,26 V.[52] Telah diperkirakan bahwa nilai untuk pasangan E°(No4+→No3+) akan menjadi +6,5 V.[53] Energi pembentukan Gibbs untuk No3+ dan No2+ masing-masing diperkirakan sebesar −342 dan −480 kJ/mol.[54]
Atom
Sebuah atom nobelium memiliki 102 elektron. Mereka diperkirakan tersusun dalam konfigurasi [Rn]5f147s2 (lambang istilah keadaan dasar 1S0), meskipun verifikasi eksperimental konfigurasi elektron ini belum dilakukan hingga tahun 2006. Enam belas elektron dalam subkulit 5f dan 7s adalah elektron valensi.[55] Dalam membentuk senyawa, tiga elektron valensi dapat hilang, meninggalkan inti [Rn]5f13: ini sesuai dengan tren yang ditetapkan oleh aktinida lain dengan konfigurasi elektron [Rn]5fn dalam keadaan tripositif. Namun demikian, kemungkinan besar hanya dua elektron valensi yang hilang, meninggalkan inti [Rn]5f14 yang stabil dengan kulit 5f14 yang terisi. Potensial ionisasi pertama nobelium diukur paling banyak (6,65 ± 0,07) eV pada tahun 1974, berdasarkan asumsi bahwa elektron 7s akan terionisasi sebelum elektron 5f;[56] nilai ini belum disempurnakan lebih lanjut karena kelangkaan nobelium dan radioaktivitasnya yang tinggi.[57] Jari-jari ionik No3+ heksakoordinat dan oktakoordinat telah diperkirakan sebelumnya pada tahun 1978 masing-masing sekitar 90 dan 102 pm;[58] jari-jari ionik No2+ telah ditemukan secara eksperimental sebesar 100 pm hingga dua angka signifikan.[59] Entalpi hidrasi No2+ telah dihitung sebesar 1486 kJ/mol.[60]
Isotop
Tiga belas isotop nobelium telah diketahui, dengan nomor massa mulai dari 249 hingga 260 dan 262; semuanya bersifat radioaktif.[61][62] Selain itu, isomer nuklir terdapat pada nomor massa 250, 251, 253, dan 254.[63][64] Dari jumlah tersebut, isotop yang berumur paling panjang adalah 259No dengan waktu paruh 58 menit, dan isomer yang berumur paling panjang adalah 251mNo dengan waktu paruh dari 1,7 detik.[65][66] Namun, isotop 261No yang masih belum ditemukan diperkirakan masih memiliki waktu paruh lebih lama, yaitu 170 menit.[67][68] Selain itu, 255No yang berumur lebih pendek (waktu paruh 3,1 menit) lebih sering digunakan dalam eksperimen kimia karena dapat diproduksi dalam jumlah yang lebih besar dari penyinaran kalifornium-249 dengan ion karbon-12.[69] Setelah 259No dan 255No, isotop nobelium yang paling stabil berikutnya adalah 253No (waktu paruh 1,62 menit), 254No (51 detik), 257No (25 detik), 256No (2,91 detik), dan 252No (2,57 detik).[70][71][72] Semua isotop nobelium yang tersisa memiliki waktu paruh kurang dari satu detik, dan isotop nobelium berumur terpendek yang diketahui (250No) memiliki waktu paruh hanya 0,25 milidetik.[73][74][75] Isotop 254No sangat menarik secara teoretis karena berada di tengah rangkaian inti prolat dari 231Pa hingga 279Rg, dan pembentukan isomer nuklirnya (dua di antaranya diketahui) dikendalikan oleh orbital proton seperti 2f5/2 yang datang tepat di atas kulit proton bulat; ia dapat disintesis dalam reaksi 208Pb dengan 48Ca.[76]
Waktu paruh isotop nobelium meningkat dengan lancar dari 250No hingga 253No. Namun, penurunan muncul pada 254No, dan setelah itu waktu paruh isotop nobelium genap−genap turun tajam karena fisi spontan menjadi mode peluruhan yang dominan. Misalnya, waktu paruh 256No hampir tiga detik, tetapi waktu paruh 258No hanya 1,2 milidetik.[77][78][79] Ini menunjukkan bahwa pada nobelium, tolakan timbal balik proton menimbulkan batas wilayah inti berumur panjang dalam deret aktinida.[80] Isotop nobelium genap−ganjil sebagian besar terus memiliki waktu paruh yang lebih lama karena jumlah massanya meningkat, dengan penurunan tren pada 257No.[81][82][83]
Persiapan dan pemurnian
Isotop nobelium sebagian besar diproduksi dengan membombardir target aktinida (uranium, plutonium, kurium, kalifornium, atau einsteinium), dengan pengecualian nobelium-262, yang diproduksi sebagai turunan dari lawrensium-262.[84] Isotop yang paling umum digunakan, 255No, dapat dihasilkan dari pembombardiran kurium-248 atau kalifornium-249 dengan karbon-12: metode terakhir lebih umum. Menyinari target kalifornium-249 350 μg cm−2 dengan tiga triliun (3 × 1012) ion karbon-12 73 MeV per detik selama sepuluh menit dapat menghasilkan sekitar 1200 atom nobelium-255.[85]
Setelah nobelium-255 diproduksi, ia dapat dipisahkan dengan cara yang sama seperti yang digunakan untuk memurnikan aktinida tetangga, mendelevium. Momentum putaran dari atom nobelium-255 yang dihasilkan digunakan untuk membawa mereka jauh secara fisik dari target dari mana mereka diproduksi, membawa mereka ke sebuah foil logam tipis (biasanya berilium, aluminium, platina, atau emas) tepat di belakang sasaran dalam ruang hampa: ini biasanya digabungkan dengan menjebak atom nobelium dalam atmosfer gas (biasanya helium), dan membawanya bersama dengan semburan gas dari lubang kecil di ruang reaksi. Menggunakan tabung kapilar panjang, dan termasuk aerosol kalium klorida dalam gas helium, atom nobelium dapat diangkut lebih dari puluhan meter.[86] Lapisan tipis nobelium yang dikumpulkan pada foil kemudian dapat dihilangkan dengan asam encer tanpa melarutkan foil sepenuhnya.[87] Nobelium kemudian dapat diisolasi dengan memanfaatkan kecenderungannya untuk membentuk keadaan divalen, tidak seperti aktinida trivalen lainnya: di bawah kondisi elusi yang biasanya digunakan (asam fosfat bis-(2-etilheksil) (HDEHP) sebagai fase organik diam dan asam klorida 0,05 M sebagai fase berair bergerak, atau menggunakan asam klorida 3 M sebagai eluen dari kolom resin penukar kation), nobelium akan melewati kolom dan terelusi sementara aktinida trivalen lainnya tetap berada di kolom.[88] Namun, jika foil emas "penangkap" langsung digunakan, prosesnya diperumit oleh kebutuhan untuk memisahkan emas menggunakan kromatografi penukar anion sebelum mengisolasi nobelium dengan elusi dari kolom ekstraksi kromatografi menggunakan HDEHP.[89]
Catatan
Bibliografi
Pranala luar
- Bagan Nuklida nndc.bnl.gov
- Laboratorium Nasional Los Alamos – Nobelium
- WebElements.com - Nobelium
- Nobelium di The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
Referensi
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Peter R. Fields. Production of the New Element 102. Physical Review. 1 September 1957. Vol. 107 (5). hlm. 1460–1462. doi:10.1103/PhysRev.107.1460.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. hlm. 368–9. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ Albert Ghiorso. Responses on 'Discovery of the transfermium elements' by Lawrence Berkeley Laboratory, California; Joint Institute for Nuclear Research, Dubna; and Gesellschaft fur Schwerionenforschung, Darmstadt followed by reply to responses by the Transfermium Working Group. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1815–1824. doi:10.1351/pac199365081815.
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. hlm. 368–9. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. hlm. 368–9. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. hlm. 368–9. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. hlm. 368–9. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. hlm. 368–9. ISBN 978-0-19-960563-7.
- ↑ V. Karpenko. The Discovery of Supposed New Elements: Two Centuries of Errors. Ambix. 1980. Vol. 27 (2). hlm. 77–102. doi:10.1179/amb.1980.27.2.77.
- ↑ Robert C. Barber. Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1757. doi:10.1351/pac199365081757. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, hlm. 879–886, 1991)
- ↑ Albert Ghiorso. Responses on 'Discovery of the transfermium elements' by Lawrence Berkeley Laboratory, California; Joint Institute for Nuclear Research, Dubna; and Gesellschaft fur Schwerionenforschung, Darmstadt followed by reply to responses by the Transfermium Working Group. Pure and Applied Chemistry. 1993. Vol. 65 (8). hlm. 1815–1824. doi:10.1351/pac199365081815.
- ↑ Names and symbols of transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1997. Vol. 69 (12). hlm. 2471–2473. doi:10.1351/pac199769122471.
- ↑ Darleane C. Hoffmann. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. Springer. 2006. hlm. 1660. ISBN 978-1-4020-3555-5.
- ↑ Names and symbols of transfermium elements. Pure and Applied Chemistry. 1997. Vol. 69 (12). hlm. 2471–2473. doi:10.1351/pac199769122471.
- ↑ Element 114 is Named Flerovium and Element 116 is Named Livermorium. IUPAC. 30 Mei 2012.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Börje Johansson. Generalized phase diagram for the rare-earth elements: Calculations and correlations of bulk properties. Physical Review B. 1975. Vol. 11 (8). hlm. 2836–2857. doi:10.1103/PhysRevB.11.2836.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ E. Kenneth Hulet. Lanthanide and Actinide Chemistry and Spectroscopy. 1980. Vol. 131. hlm. 239–263. doi:10.1021/bk-1980-0131.ch012. ISBN 978-0-8412-0568-0.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2011. hlm. 4.121–4.123. ISBN 978-1-4398-5511-9.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Krishnan Balasubramanian. Potential energy surfaces of Lawrencium and Nobelium dihydrides (LrH 2 and NoH 2 )…. Journal of Chemical Physics. 4 December 2001. Vol. 116 (9). hlm. 3568–75. doi:10.1063/1.1446029.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ A. Toyoshima. Oxidation of element 102, nobelium, with flow electrolytic column chromatography on an atom-at-a-time scale. Journal of the American Chemical Society. 8 Juli 2009. Vol. 131 (26). hlm. 9180–1. doi:10.1021/ja9030038.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ William C. Martin. Ground Levels and Ionization Potentials for Lanthanide and Actinide Atoms and Ions. Journal of Physical and Chemical Reference Data. 1974. Vol. 3 (3). hlm. 771–9. doi:10.1063/1.3253147.
- ↑ Lide, David R. (editor), CRC Handbook of Chemistry and Physics, Edisi ke-84, CRC Press, Boca Raton (FL), 2003, section 10, Atomic, Molecular, and Optical Physics; Ionization Potentials of Atoms and Atomic Ions
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Joint Institute for Nuclear Research, 2020. 23 Juni 2021. hlm. 117–118.
- ↑ Nucleonica :: Web driven nuclear science.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Nucleonica :: Web driven nuclear science.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Nucleonica :: Web driven nuclear science.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Nucleonica :: Web driven nuclear science.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Nucleonica :: Web driven nuclear science.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Jens Volker Kratz. The Impact of Superheavy Elements on the Chemical and Physical Sciences. 5 September 2011.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Nucleonica :: Web driven nuclear science.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Matti Nurmia. Nobelium. Chemical and Engineering News. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 178. doi:10.1021/cen-v081n036.p178.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Nucleonica :: Web driven nuclear science.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29299551 (2026-05-31T22:38:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.