Prinsip relativitas: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28065286; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:World_line.svg|thumb|right|280px|World line]] | |||
Dalam [[fisika]], '''prinsip relativitas''' adalah keharusan bahwa persamaan-persamaan yang menggambarkan [[hukum fisika|hukum-hukum fisika]] memiliki bentuk yang sama dalam semua [[kerangka acuan]]. | Dalam [[fisika]], '''prinsip relativitas''' adalah keharusan bahwa persamaan-persamaan yang menggambarkan [[hukum fisika|hukum-hukum fisika]] memiliki bentuk yang sama dalam semua [[kerangka acuan]]. | ||
| Baris 6: | Baris 8: | ||
==Konsep dasar== | ==Konsep dasar== | ||
Beberapa jenis prinsip relativitas biasa diasumsikan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Salah satu yang paling dipercaya adalah prinsip bahwa semua [[hukum fisika|hukum alam]] harus selalu berbentuk sama; dan penelitian ilmiah biasanya berasumsi bahwa hukum alam selalu sama tidak peduli siapa yang mengukurnya. | Beberapa jenis prinsip relativitas biasa diasumsikan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Salah satu yang paling dipercaya adalah prinsip bahwa semua [[hukum fisika|hukum alam]] harus selalu berbentuk sama; dan penelitian ilmiah biasanya berasumsi bahwa hukum alam selalu sama tidak peduli siapa yang mengukurnya. | ||
Semua prinsip relativitas menetapkan sebuah [[simetri]] dalam hukum alam: artinya, suatu hukum akan tampak sama bagi seorang pengamat dengan yang tampak bagi pengamat lainnya. Menurut [[teorema Noether]], simetri tersebut juga menyiratkan berlakunya suatu [[hukum kekekalan]]. Sebagai contoh, jika dua pengamat pada waktu yang berbeda mengamati berlakunya hukum-hukum yang sama, maka suatu kuantitas yang disebut [[energi]] akan [[hukum kekekalan energi|bersifat kekal]]. Oleh karena ini, prinsip relativitas bisa menjadi prediksi mengenai alam yang bisa diuji, dan bukan hanya pernyataan mengenai bagaimana ilmuwan harus menulis hukum. | Semua prinsip relativitas menetapkan sebuah [[simetri]] dalam hukum alam: artinya, suatu hukum akan tampak sama bagi seorang pengamat dengan yang tampak bagi pengamat lainnya. Menurut [[teorema Noether]], simetri tersebut juga menyiratkan berlakunya suatu [[hukum kekekalan]].<ref>Alexei Deriglazov. [https://books.google.com/books?id=zEz5-HEu3D0C Classical Mechanics: Hamiltonian and Lagrangian Formalism]. Springer. 2010. hlm. 111. ISBN 978-3-642-14037-2. [https://books.google.com/books?id=zEz5-HEu3D0C&pg=PA111 Ekstrak dari halaman 111]</ref><ref>Bertram E. Schwarzbach. [https://books.google.com/books?id=e8F38Pu0YgEC The Noether Theorems: Invariance and Conservation Laws in the Twentieth Century]. Springer. 2010. hlm. 174. ISBN 0-387-87868-8. [https://books.google.com/books?id=e8F38Pu0YgEC&pg=PA174 Ekstrak dari halaman 174]</ref> Sebagai contoh, jika dua pengamat pada waktu yang berbeda mengamati berlakunya hukum-hukum yang sama, maka suatu kuantitas yang disebut [[energi]] akan [[hukum kekekalan energi|bersifat kekal]]. Oleh karena ini, prinsip relativitas bisa menjadi prediksi mengenai alam yang bisa diuji, dan bukan hanya pernyataan mengenai bagaimana ilmuwan harus menulis hukum. | ||
==Prinsip relativitas khusus== | ==Prinsip relativitas khusus== | ||
Menurut postulat pertama dari teori relativitas khusus:<ref>Einstein, A., Lorentz, H. A., Minkowski, H., and Weyl, H. [https://books.google.com/?id=yECokhzsJYIC&pg=PA111 The Principle of Relativity: A Collection of Original Memoirs on the Special and General Theory of Relativity]. Dover Publications. 1952. hlm. 111. ISBN 0-486-60081-5.</ref> | |||
Menurut postulat pertama dari teori relativitas khusus: | |||
Postulat ini mendefinisikan '''kerangka acuan inersia'''. | Postulat ini mendefinisikan '''kerangka acuan inersia'''. | ||
'''Prinsip relativitas khusus''' menyatakan bahwa hukum-hukum fisika seharusnya sama bagi semua [[kerangka acuan inersia]], tetapi masih mungkin berbeda-beda di kerangka acuan yang tidak inersia. Prinsip ini digunakan baik dalam [[mekanika Newton]] dan teori [[relativitas khusus]] Einstein. Pengaruhnya sangat kuat bagi teori Einstein sehingga [[Max Planck]] menamakan teori tersebut berdasarkan prinsip ini. | '''Prinsip relativitas khusus''' menyatakan bahwa hukum-hukum fisika seharusnya sama bagi semua [[kerangka acuan inersia]], tetapi masih mungkin berbeda-beda di kerangka acuan yang tidak inersia. Prinsip ini digunakan baik dalam [[mekanika Newton]] dan teori [[relativitas khusus]] Einstein. Pengaruhnya sangat kuat bagi teori Einstein sehingga [[Max Planck]] menamakan teori tersebut berdasarkan prinsip ini.<ref>Galina Weistein. [https://books.google.com/books?id=FWIHCgAAQBAJ Einstein's Pathway to the Special Theory of Relativity]. Cambridge Scholars Publishing. 2015. hlm. 272. ISBN 978-1-4438-7889-0. [https://books.google.com/books?id=FWIHCgAAQBAJ&pg=PA272 Extract of page 272]</ref> | ||
==Prinsip relativitas umum== | ==Prinsip relativitas umum== | ||
'''Prinsip relativitas umum''' menyatakan: | '''Prinsip relativitas umum''' menyatakan:<ref>C. Møller. [https://books.google.com/?id=xaFKAAAACAAJ&dq=intitle:The+intitle:theory+intitle:of+intitle:relativity+inauthor:Moller The Theory of Relativity]. Oxford University Press. 1952. hlm. 220. ISBN 0-19-560539-X.</ref> | ||
Artinya, hukum-hukum fisika seharusnya sama bagi ''semua'' kerangka acuan—inersia ataupun tidak. Partikel bermuatan yang dipercepat mungkin memancarkan [[radian sinkrotron]], tetapi partikel yang diam tidak. Jika partikel yang dipercepat tersebut diamati dalam kerangka acuan non-inersianya sendiri, partikel tersebut memancarkan radiasi dalam keadaan diam. | Artinya, hukum-hukum fisika seharusnya sama bagi ''semua'' kerangka acuan—inersia ataupun tidak. Partikel bermuatan yang dipercepat mungkin memancarkan [[radian sinkrotron]], tetapi partikel yang diam tidak. Jika partikel yang dipercepat tersebut diamati dalam kerangka acuan non-inersianya sendiri, partikel tersebut memancarkan radiasi dalam keadaan diam. | ||
| Baris 30: | Baris 28: | ||
*[[Uniformitarianisme|Prinsip uniformitas]] | *[[Uniformitarianisme|Prinsip uniformitas]] | ||
==Referensi== | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prinsip+relativitas&oldid=28065286 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28065286 (2025-10-17T11:47:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.06
Dalam fisika, prinsip relativitas adalah keharusan bahwa persamaan-persamaan yang menggambarkan hukum-hukum fisika memiliki bentuk yang sama dalam semua kerangka acuan.
Sebagai contoh, dalam kerangka kerja relativitas khusus persamaan Maxwell memiliki bentuk yang sama dalam semua kerangka acuan inersia. Dalam kerangka kerja relativitas umum persamaan Maxwell atau persamaan medan Einstein memiliki bentuk yang sama dalam kerangka acuan manapun.
Beberapa prinsip relativitas telah diterapkan dengan berhasil, baik secara tersirat (seperti dalam mekanika Newton) atau tersurat (seperti dalam teori relativitas Albert Einstein).
Konsep dasar
Beberapa jenis prinsip relativitas biasa diasumsikan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Salah satu yang paling dipercaya adalah prinsip bahwa semua hukum alam harus selalu berbentuk sama; dan penelitian ilmiah biasanya berasumsi bahwa hukum alam selalu sama tidak peduli siapa yang mengukurnya.
Semua prinsip relativitas menetapkan sebuah simetri dalam hukum alam: artinya, suatu hukum akan tampak sama bagi seorang pengamat dengan yang tampak bagi pengamat lainnya. Menurut teorema Noether, simetri tersebut juga menyiratkan berlakunya suatu hukum kekekalan.[1][2] Sebagai contoh, jika dua pengamat pada waktu yang berbeda mengamati berlakunya hukum-hukum yang sama, maka suatu kuantitas yang disebut energi akan bersifat kekal. Oleh karena ini, prinsip relativitas bisa menjadi prediksi mengenai alam yang bisa diuji, dan bukan hanya pernyataan mengenai bagaimana ilmuwan harus menulis hukum.
Prinsip relativitas khusus
Menurut postulat pertama dari teori relativitas khusus:[3]
Postulat ini mendefinisikan kerangka acuan inersia.
Prinsip relativitas khusus menyatakan bahwa hukum-hukum fisika seharusnya sama bagi semua kerangka acuan inersia, tetapi masih mungkin berbeda-beda di kerangka acuan yang tidak inersia. Prinsip ini digunakan baik dalam mekanika Newton dan teori relativitas khusus Einstein. Pengaruhnya sangat kuat bagi teori Einstein sehingga Max Planck menamakan teori tersebut berdasarkan prinsip ini.[4]
Prinsip relativitas umum
Prinsip relativitas umum menyatakan:[5]
Artinya, hukum-hukum fisika seharusnya sama bagi semua kerangka acuan—inersia ataupun tidak. Partikel bermuatan yang dipercepat mungkin memancarkan radian sinkrotron, tetapi partikel yang diam tidak. Jika partikel yang dipercepat tersebut diamati dalam kerangka acuan non-inersianya sendiri, partikel tersebut memancarkan radiasi dalam keadaan diam.
Lihat pula
Referensi
- ↑ Alexei Deriglazov. Classical Mechanics: Hamiltonian and Lagrangian Formalism. Springer. 2010. hlm. 111. ISBN 978-3-642-14037-2. Ekstrak dari halaman 111
- ↑ Bertram E. Schwarzbach. The Noether Theorems: Invariance and Conservation Laws in the Twentieth Century. Springer. 2010. hlm. 174. ISBN 0-387-87868-8. Ekstrak dari halaman 174
- ↑ Einstein, A., Lorentz, H. A., Minkowski, H., and Weyl, H. The Principle of Relativity: A Collection of Original Memoirs on the Special and General Theory of Relativity. Dover Publications. 1952. hlm. 111. ISBN 0-486-60081-5.
- ↑ Galina Weistein. Einstein's Pathway to the Special Theory of Relativity. Cambridge Scholars Publishing. 2015. hlm. 272. ISBN 978-1-4438-7889-0. Extract of page 272
- ↑ C. Møller. The Theory of Relativity. Oxford University Press. 1952. hlm. 220. ISBN 0-19-560539-X.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28065286 (2025-10-17T11:47:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.