Lompat ke isi

Robekan Besar: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27600630; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:WMAP_2012.png|thumb|right|280px|WMAP 2012]]
'''Robekan Besar''' () adalah salah satu dari empat skenario berakhirnya [[alam semesta]], di mana ruang itu sendiri robek.
'''Robekan Besar''' () adalah salah satu dari empat skenario berakhirnya [[alam semesta]], di mana ruang itu sendiri robek.


== Penyebab dan efek ==
== Penyebab dan efek ==
Skenario ini disebabkan oleh sebuah energi toeritis yang bernama energi gelap hantu (). Tidak seperti [[energi gelap]] yang konstan (lihat [[Pembekuan Besar]]), energi gelap hantu mengalami peningkatan, dan kekuatannya lebih besar dari gaya gravitasi dan eletromagnetik (yang juga menahan kekuatan energi gelap), sehingga mulai menghancurkan seluruh benda di jagat raya sampai ke skala [[kuantum]], bahkan atom pun hancur. Di detik-detik terakhir, ruang itu sendiri akan hancur.
Skenario ini disebabkan oleh sebuah energi toeritis yang bernama energi gelap hantu (). Tidak seperti [[energi gelap]] yang konstan (lihat [[Pembekuan Besar]]), energi gelap hantu mengalami peningkatan,<ref>Yunanto Wiji Utomo. [https://sains.kompas.com/read/2012/12/19/19095087/Big.Rip.Semua.Terpisah.Jauh.Saat.Kiamat Big Rip, Semua Terpisah Jauh Saat Kiamat]. ''Kompas.com''. 2012-12-19.</ref> dan kekuatannya lebih besar dari gaya gravitasi dan eletromagnetik (yang juga menahan kekuatan energi gelap), sehingga mulai menghancurkan seluruh benda di jagat raya sampai ke skala [[kuantum]], bahkan atom pun hancur.<ref>[https://nationalgeographic.grid.id/read/13299893/benarkah-big-rip-jadi-akhir-dunia?page=all Benarkah Big Rip Jadi Akhir Dunia? - National Geographic]. ''nationalgeographic.grid.id''.</ref> Di detik-detik terakhir, ruang itu sendiri akan hancur.<ref>[https://www.youtube.com/watch?v=8uQgiv_Uy7w 4 Ways the Universe Might End (All of Them Are Bad)].</ref>


== Waktu ==
== Waktu ==
Jika skenario ini benar-benar terjadi, maka menurut penelitian di [[Universitas Vanderbilt]] di [[Nashville, Tennessee]], skenario ini akan terjadi sekitar 22 miliar tahun mendatang.
Jika skenario ini benar-benar terjadi, maka menurut penelitian di [[Universitas Vanderbilt]] di [[Nashville, Tennessee]], skenario ini akan terjadi sekitar 22 miliar tahun mendatang.<ref>Jeko I. R. [https://www.liputan6.com/tekno/read/2265691/kiamat-besar-besaran-terjadi-22-miliar-tahun-lagi Kiamat Besar-besaran Terjadi 22 Miliar Tahun Lagi?]. ''Liputan6.com''. 2015-07-06.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Robekan+Besar&oldid=27600630 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27600630 (2025-07-26T17:24:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Robekan+Besar&oldid=27600630 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27600630 (2025-07-26T17:24:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.11

WMAP 2012

Robekan Besar () adalah salah satu dari empat skenario berakhirnya alam semesta, di mana ruang itu sendiri robek.

Penyebab dan efek

Skenario ini disebabkan oleh sebuah energi toeritis yang bernama energi gelap hantu (). Tidak seperti energi gelap yang konstan (lihat Pembekuan Besar), energi gelap hantu mengalami peningkatan,[1] dan kekuatannya lebih besar dari gaya gravitasi dan eletromagnetik (yang juga menahan kekuatan energi gelap), sehingga mulai menghancurkan seluruh benda di jagat raya sampai ke skala kuantum, bahkan atom pun hancur.[2] Di detik-detik terakhir, ruang itu sendiri akan hancur.[3]

Waktu

Jika skenario ini benar-benar terjadi, maka menurut penelitian di Universitas Vanderbilt di Nashville, Tennessee, skenario ini akan terjadi sekitar 22 miliar tahun mendatang.[4]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27600630 (2025-07-26T17:24:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.