1000-an: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25557637; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
== Peristiwa == | == Peristiwa == | ||
* "Hukum Sinus" ditemukan oleh pakar matematika muslim, tetapi tidak jelas siapa yang pertama menemukan di antara [[Abu-Mahmud al-Khujandi]], [[Abu Nasr Mansur]], [[Abū al-Wafā' al-Būzjānī]] (Abu al-Wafa) dan [[Abu-Mahmud al-Khujandi]] (al-Khujandi).<ref>''Juga "hukum sinus" ('sine law') dalam geometri dan trigonometri, dapat diterapkan pada trigonometri bola) juga dianggap ditemukan oleh, antara lain, Alkhujandi. Tiga yang lain adalah Abul Wafa Bozjani, Nasiruddin Tusi dan Abu Nasr Mansur.'' Razvi, Syed Abbas Hasan (1991) ''A history of science, technology, and culture in Central Asia, Volume 1'' University of Peshawar, Peshawar, Pakistan, page 358, [http://www.worldcat.org/oclc/26317600 OCLC 26317600]</ref><ref>Bijli mengusulkan bahwa ada 3 pakar matematika yang mungkin menjadi orang pertama, Alkhujandi, Abdul-Wafa dan Mansur, tidak menyertakan Nasiruddin Tusi. Bijli, Shah Muhammad and Delli, Idarah-i Adabiyāt-i (2004) ''Early Muslims and their contribution to science: ninth to fourteenth century'' Idarah-i Adabiyat-i Delli, Delhi, India, page 44, [http://www.worldcat.org/oclc/66527483 OCLC 66527483]</ref> | |||
* Pada tahun 1006 ledakan besar [[Gunung Merapi]] menutupi seluruh [[Jawa Tengah]] dengan abu volkanik, mengakibatkan kerusakan hebat di wilayah tersebut dan meruntuhkan [[Kerajaan Medang]] (Mataram Kuno), sebuah Kerajaan Hindu di Jawa Tengah, yang harus pindah ke [[Jawa Timur]].<ref>[http://volcano.und.edu/vwdocs/current_volcs/merapi/ A history of Merapi].</ref> | |||
* Pada tahun 1006 ledakan besar [[Gunung Merapi]] menutupi seluruh [[Jawa Tengah]] dengan abu volkanik, mengakibatkan kerusakan hebat di wilayah tersebut dan meruntuhkan [[Kerajaan Medang]] (Mataram Kuno), sebuah Kerajaan Hindu di Jawa Tengah, yang harus pindah ke [[Jawa Timur]]. | |||
== Kelahiran == | == Kelahiran == | ||
== Kematian == | == Kematian == | ||
== Pranala luar == | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=1000-an&oldid=25557637 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25557637 (2024-04-10T17:10:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=1000-an&oldid=25557637 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25557637 (2024-04-10T17:10:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi per 27 Agustus 2026 03.56
Peristiwa
- "Hukum Sinus" ditemukan oleh pakar matematika muslim, tetapi tidak jelas siapa yang pertama menemukan di antara Abu-Mahmud al-Khujandi, Abu Nasr Mansur, Abū al-Wafā' al-Būzjānī (Abu al-Wafa) dan Abu-Mahmud al-Khujandi (al-Khujandi).[1][2]
- Pada tahun 1006 ledakan besar Gunung Merapi menutupi seluruh Jawa Tengah dengan abu volkanik, mengakibatkan kerusakan hebat di wilayah tersebut dan meruntuhkan Kerajaan Medang (Mataram Kuno), sebuah Kerajaan Hindu di Jawa Tengah, yang harus pindah ke Jawa Timur.[3]
Kelahiran
Kematian
Pranala luar
Referensi
- ↑ Juga "hukum sinus" ('sine law') dalam geometri dan trigonometri, dapat diterapkan pada trigonometri bola) juga dianggap ditemukan oleh, antara lain, Alkhujandi. Tiga yang lain adalah Abul Wafa Bozjani, Nasiruddin Tusi dan Abu Nasr Mansur. Razvi, Syed Abbas Hasan (1991) A history of science, technology, and culture in Central Asia, Volume 1 University of Peshawar, Peshawar, Pakistan, page 358, OCLC 26317600
- ↑ Bijli mengusulkan bahwa ada 3 pakar matematika yang mungkin menjadi orang pertama, Alkhujandi, Abdul-Wafa dan Mansur, tidak menyertakan Nasiruddin Tusi. Bijli, Shah Muhammad and Delli, Idarah-i Adabiyāt-i (2004) Early Muslims and their contribution to science: ninth to fourteenth century Idarah-i Adabiyat-i Delli, Delhi, India, page 44, OCLC 66527483
- ↑ A history of Merapi.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25557637 (2024-04-10T17:10:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.