Makropori: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 17067426; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Makropori''' dalam hal tanah, didefinisikan sebagai rongga yang lebih besar dari 75 [[mikrometer|μm]]. Secara fungsional, pori-pori atau rongga ukuran ini menjadi tempat bagi aliran larutan [[tanah]] dan transportasi cepat [[Larutan|zat terlarut]] dan [[koloid]]. Makropori meningkatkan [[konduktivitas hidraulik]] tanah, memungkinkan air untuk [[infiltrasi]] dan [[drainase|tiris]] dengan cepat, serta [[air tanah]] yang dangkal dapat bergerak dengan relatif cepat melalui aliran lateral. Di tanah, makropori terbentuk oleh [[tanaman]] [[akar]], retakan tanah, [[fauna tanah]], dan dengan agregasi partikel tanah ke dalam [[bongkah]]. | '''Makropori''' dalam hal tanah, didefinisikan sebagai rongga yang lebih besar dari 75 [[mikrometer|μm]].<ref>Soil Science Glossary Terms Committee. [https://www.soils.org/publications/soils-glossary# Glossary of Soil Science Terms 2008]. Soil Science Society of America. 2008. ISBN 978-0-89118-851-3.</ref> Secara fungsional, pori-pori atau rongga ukuran ini menjadi tempat bagi aliran larutan [[tanah]] dan transportasi cepat [[Larutan|zat terlarut]] dan [[koloid]]. Makropori meningkatkan [[konduktivitas hidraulik]] tanah, memungkinkan air untuk [[infiltrasi]] dan [[drainase|tiris]] dengan cepat, serta [[air tanah]] yang dangkal dapat bergerak dengan relatif cepat melalui aliran lateral. Di tanah, makropori terbentuk oleh [[tanaman]] [[akar]], retakan tanah, [[fauna tanah]], dan dengan agregasi partikel tanah ke dalam [[bongkah]]. | ||
Makropori dapat didefinisikan secara berbeda dalam konteks lain. Untuk konteks pori-pori [[solid]] pada [[koloid]] dan [[kimia permukaan|permukaan]] (bukan agregasi berpori seperti tanah), para ahli kimia mendefinisikan makropori sebagai rongga yang lebih besar dari 50 nm. | Makropori dapat didefinisikan secara berbeda dalam konteks lain. Untuk konteks pori-pori [[solid]] pada [[koloid]] dan [[kimia permukaan|permukaan]] (bukan agregasi berpori seperti tanah), para ahli kimia mendefinisikan makropori sebagai rongga yang lebih besar dari 50 nm.<ref>J. Rouquerol. [http://media.iupac.org/publications/pac/1994/pdf/6608x1739.pdf Recommendations for the characterization of porous solids]. ''Pure Appl. Chem''. 1994. Vol. 66. hlm. 1739–1758. doi:10.1351/pac199466081739.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Makropori&oldid=17067426 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 17067426 (2020-06-12T10:42:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Makropori&oldid=17067426 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 17067426 (2020-06-12T10:42:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.00
Makropori dalam hal tanah, didefinisikan sebagai rongga yang lebih besar dari 75 μm.[1] Secara fungsional, pori-pori atau rongga ukuran ini menjadi tempat bagi aliran larutan tanah dan transportasi cepat zat terlarut dan koloid. Makropori meningkatkan konduktivitas hidraulik tanah, memungkinkan air untuk infiltrasi dan tiris dengan cepat, serta air tanah yang dangkal dapat bergerak dengan relatif cepat melalui aliran lateral. Di tanah, makropori terbentuk oleh tanaman akar, retakan tanah, fauna tanah, dan dengan agregasi partikel tanah ke dalam bongkah.
Makropori dapat didefinisikan secara berbeda dalam konteks lain. Untuk konteks pori-pori solid pada koloid dan permukaan (bukan agregasi berpori seperti tanah), para ahli kimia mendefinisikan makropori sebagai rongga yang lebih besar dari 50 nm.[2]
Referensi
- ↑ Soil Science Glossary Terms Committee. Glossary of Soil Science Terms 2008. Soil Science Society of America. 2008. ISBN 978-0-89118-851-3.
- ↑ J. Rouquerol. Recommendations for the characterization of porous solids. Pure Appl. Chem. 1994. Vol. 66. hlm. 1739–1758. doi:10.1351/pac199466081739.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 17067426 (2020-06-12T10:42:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.