Lompat ke isi

Sejarah elektrokimia: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29581849; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Baris 1: Baris 1:
'''Elektrokimia''', salah satu cabang ilmu [[kimia]], mengalami beberapa perubahan selama evolusinya dari mulai prinsip-prinsip awal yang berkaitan dengan [[magnet]] pada awal abad ke-16 dan ke-17, hingga teori-teori kompleks yang melibatkan [[Konduktivitas listrik|konduktivitas]], [[muatan listrik]] dan metode matematika. Istilah ''[[elektrokimia]]'' digunakan untuk menggambarkan fenomena listrik pada akhir abad ke-19 dan ke-20. Dalam beberapa dekade terakhir, [[elektrokimia]] telah menjadi bidang penelitian saat ini, termasuk penelitian dalam [[baterai (listrik)|baterai]] dan [[sel bahan bakar]], mencegah [[korosi]] logam, penggunaan sel elektrokimia untuk menghilangkan organik refraktori dan kontaminan serupa dalam [[elektrokoagulasi]] air limbah dan peningkatan teknik [[pemurnian]] bahan kimia menggunakan [[elektrolisis]] dan [[elektroforesis]].
'''Elektrokimia''', salah satu cabang ilmu [[kimia]], mengalami beberapa perubahan selama evolusinya dari mulai prinsip-prinsip awal yang berkaitan dengan [[magnet]] pada awal abad ke-16 dan ke-17, hingga teori-teori kompleks yang melibatkan [[Konduktivitas listrik|konduktivitas]], [[muatan listrik]] dan metode matematika. Istilah ''[[elektrokimia]]'' digunakan untuk menggambarkan fenomena listrik pada akhir abad ke-19 dan ke-20.<ref>Swaddle, Thomas Wilson [https://books.google.com/books?id=hXpOtkYS5X4C&pg=PA316 Inorganic chemistry: an industrial and environmental perspective], Academic Press (1997)</ref> Dalam beberapa dekade terakhir, [[elektrokimia]] telah menjadi bidang penelitian saat ini, termasuk penelitian dalam [[baterai (listrik)|baterai]] dan [[sel bahan bakar]], mencegah [[korosi]] logam, penggunaan sel elektrokimia untuk menghilangkan organik refraktori dan kontaminan serupa dalam [[elektrokoagulasi]] air limbah dan peningkatan teknik [[pemurnian]] bahan kimia menggunakan [[elektrolisis]] dan [[elektroforesis]].<ref>''Electrochemistry, Past and Present''. American Chemical Society. 1989. Vol. 390. doi:10.1021/bk-1989-0390. ISBN 9780841215726.</ref>


== Latar belakang ==
== Latar belakang ==
Abad ke-16 menandai dimulainya pemahaman ilmiah mengenai kelistrikan dan magnet yang berujung pada [[pencatu daya|produksi tenaga listrik]] dan [[revolusi industri]] pada akhir abad ke-19.
Abad ke-16 menandai dimulainya pemahaman ilmiah mengenai kelistrikan dan magnet yang berujung pada [[pencatu daya|produksi tenaga listrik]] dan [[revolusi industri]] pada akhir abad ke-19.<ref>Wilhelm Ostwald. [https://books.google.co.id/books?id=lBm2AAAAIAAJ Electrochemistry, history and theory: Elektrochemie: Ihre Geschichte und Lehre]. 1980. Vol. 2.</ref>


Pada tahun 1550-an, ilmuwan Inggris [[William Gilbert (astronom)|William Gilbert]] menghabiskan 17 tahun bereksperimen dengan [[magnetisme]] dan listrik, pada tingkat lebih rendah. Pada karyanya mengenai kemagnetan, Gilbert dikenal sebagai "Bapak Kemagnetan." Bukunya ''[[Demagnetisasi|De Magnete]]'' dengan cepat menjadi karya standar mengenai kelistrikan dan magnet di seantero Eropa, memaparkan perbedaan yang jelas antara keduanya dan memperkenalkan apa yang kemudian disebut sebagai "efek amber" (kelistrikan statis).
Pada tahun 1550-an, ilmuwan Inggris [[William Gilbert (astronom)|William Gilbert]] menghabiskan 17 tahun bereksperimen dengan [[magnetisme]] dan listrik, pada tingkat lebih rendah. Pada karyanya mengenai kemagnetan, Gilbert dikenal sebagai "Bapak Kemagnetan."<ref>Merriam-Webster Collegiate Dictionary, 2000, CD-ROM, version 2.5.</ref> Bukunya ''[[Demagnetisasi|De Magnete]]'' dengan cepat menjadi karya standar mengenai kelistrikan dan magnet di seantero Eropa, memaparkan perbedaan yang jelas antara keduanya dan memperkenalkan apa yang kemudian disebut sebagai "efek amber" (kelistrikan statis).<ref>Edgar Zilsel. [http://philoscience.unibe.ch/documents/MaterialHS11/PSWissRev/Zilsel1941.pdf The Origin of William Gilbert’s Scientific Method]. ''Journal of the History of Ideas''. 1941. Vol. 2. hlm. 1–32.</ref><ref>Roller, Duane H D (1959) ''The De Magnete of William Gilbert'', Amsterdam.</ref>


 
Pada tahun 1663, [[fisikawan]] Jerman [[Otto von Guericke]] menciptakan generator elektrostatik pertama, yang menghasilkan listrik statis dengan menerapkan gesekan.<ref>R. Hellborg [https://books.google.com/books?id=tc6CEuIV1jEC&pg=PA52 Electrostatic accelerators: fundamentals and applications] (2005) hlm. 52</ref><ref>Joseph Dewey. ''Great Lives from History: Inventors & Inventions''. Salem Press. 2009. Vol. Vol. 2. hlm. 480–482. ISBN 9781587655241.</ref> Generator itu terbuat dari bola [[belerang]] besar di dalam bola kaca, yang dipasang pada poros. Bola itu diputar dengan menggunakan engkol dan [[percikan listrik|percikan]] [[listrik statis]] yang diproduksi ketika suatu bantalan digosokkan pada permukaan bola saat diputar. Bola tersebut dapat dilepas dan digunakan sebagai sumber listrik untuk percobaan listrik. Von Guericke menggunakan generatornya untuk menunjukkan bahwa muatan listrik seperti saling tolak-menolak.<ref>Lihat: Heathcote, N. H. de V. (1950) "Guericke's sulphur globe", ''Annals of Science'', '''6''' : 293-305. doi:[http://doi.org/10.1080/00033795000201981 10.1080/00033795000201981] * Zeitler, Jürgen (2011) "Guerickes Weltkräfte und die Schwefelkugel", ''Monumenta Guerickiana'' '''20'''/'''21''' : 147-156. * Michael Brian Schiffer. [https://books.google.com/?id=QQuk6bH2apcC&pg=PA18 Draw the Lightning Down: Benjamin Franklin and Electrical Technology in the Age of Enlightenment]. Univ. of California Press. 2003. hlm. 18–19. ISBN 0-520-24829-5.</ref>
Pada tahun 1663, [[fisikawan]] Jerman [[Otto von Guericke]] menciptakan generator elektrostatik pertama, yang menghasilkan listrik statis dengan menerapkan gesekan. Generator itu terbuat dari bola [[belerang]] besar di dalam bola kaca, yang dipasang pada poros. Bola itu diputar dengan menggunakan engkol dan [[percikan listrik|percikan]] [[listrik statis]] yang diproduksi ketika suatu bantalan digosokkan pada permukaan bola saat diputar. Bola tersebut dapat dilepas dan digunakan sebagai sumber listrik untuk percobaan listrik. Von Guericke menggunakan generatornya untuk menunjukkan bahwa muatan listrik seperti saling tolak-menolak.


== Perkembangan ==
== Perkembangan ==
=== Abad ke-18: Lahirnya elektrokimia ===
=== Abad ke-18: Lahirnya elektrokimia ===
Pada tahun 1709, [[Francis Hauksbee]] dari [[Royal Society]] di London menemukan bahwa dengan meletakkan sejumlah kecil [[raksa]] di dalam gelas generator Von Guericke dan membuat bola tersebut hampa udara, raksa tersebut akan menyala setiap kali muatan terkumpul pada bola dan tangannya menempel pada bola tersebut.<ref>Joseph Priestley. [https://archive.org/stream/historyandprese00priegoog#page/n64/mode/2up/ The History and Present State of Electricity, with original experiments]. 1775. hlm. 19–31.</ref> Dia telah menciptakan [[lampu pelepas gas#Sejarah|lampu pelepas gas]] pertama.<ref>James Burke. [https://archive.org/details/connections0000burk Connections]. Macmillan. 1978. hlm. [https://archive.org/details/connections0000burk/page/75 75]. ISBN 0-333-24827-9.</ref>


Pada tahun 1709, [[Francis Hauksbee]] dari [[Royal Society]] di London menemukan bahwa dengan meletakkan sejumlah kecil [[raksa]] di dalam gelas generator Von Guericke dan membuat bola tersebut hampa udara, raksa tersebut akan menyala setiap kali muatan terkumpul pada bola dan tangannya menempel pada bola tersebut. Dia telah menciptakan [[lampu pelepas gas#Sejarah|lampu pelepas gas]] pertama.
Antara tahun 1729 dan 1736, dua ilmuwan Inggris, [[Stephen Gray (ilmuwan)|Stephen Gray]] dan [[John Theophilus Desaguliers|Jean Desaguliers]], melakukan serangkaian percobaan yang menunjukkan bahwa [[gabus]] atau benda lain sejauh 800 atau 900 kaki (245–275&nbsp;m) dapat dialiri listrik dengan menghubungkannya melalui tabung gelas yang terisi daya ke material seperti kabel logam atau tali rami.<ref>Bernal, John Desmond (1997). ''A History of Classical Physics: From Antiquity to the Quantum'', hlm. 284. Barnes & Noble Books. .</ref><ref>Heilbron. [https://books.google.com/?id=UlTLRUn1sy8C&lpg=PA231&dq=hauksbee+electricity&pg=PP1#v=onepage&q=hauksbee%20electricity&f=false Electricity in the 17th and 18th Centuries: A Study of Early Modern Physics]. 1 Januari 1979. ISBN 9780520034785.</ref> Mereka menemukan bahwa bahan lain, seperti [[sutra]], tidak akan memberikan efek kelistrikan.<ref>Benjamin, Park (1898). ''A History of Electricity (the Intellectual Rise in Electricity) from Antiquity to the Days of Benjamin Franklin'', hlm. 470–71. New York: John Wiley & Sons.</ref>


Antara tahun 1729 dan 1736, dua ilmuwan Inggris, [[Stephen Gray (ilmuwan)|Stephen Gray]] dan [[John Theophilus Desaguliers|Jean Desaguliers]], melakukan serangkaian percobaan yang menunjukkan bahwa [[gabus]] atau benda lain sejauh 800 atau 900 kaki (245–275&nbsp;m) dapat dialiri listrik dengan menghubungkannya melalui tabung gelas yang terisi daya ke material seperti kabel logam atau tali rami. Mereka menemukan bahwa bahan lain, seperti [[sutra]], tidak akan memberikan efek kelistrikan.
Pada pertengahan abad ke-18, [[kimiawan]] [[Prancis]] [[C. F. du Fay|Charles François de Cisternay Du Fay]] telah menemukan dua bentuk listrik statis, dan muatan yang sejenis saling tolak-menolak sementara muatan yang berlawanan seperti tarik-menarik. Du Fay mengumumkan bahwa listrik terdiri dari dua fluida: listrik ''[[vitreous]]'' (dari bahasa [[bahasa Latin|Latin]] untuk "kaca"), atau positif; dan listrik ''resinous'', atau negatif. Hal ini dikenal sebagai "teori dua fluida" kelistrikan, yang kemudian ditentang oleh "teori satu fluida" oleh [[Benjamin Franklin]] kemudian di abad yang sama.<ref>[http://www.sparkmuseum.com/BOOK_DUFAY.HTM Two Kinds of Electrical Fluid: Vitreous and Resinous], du Fay 1733</ref>


Pada pertengahan abad ke-18, [[kimiawan]] [[Prancis]] [[C. F. du Fay|Charles François de Cisternay Du Fay]] telah menemukan dua bentuk listrik statis, dan muatan yang sejenis saling tolak-menolak sementara muatan yang berlawanan seperti tarik-menarik. Du Fay mengumumkan bahwa listrik terdiri dari dua fluida: listrik ''[[vitreous]]'' (dari bahasa [[bahasa Latin|Latin]] untuk "kaca"), atau positif; dan listrik ''resinous'', atau negatif. Hal ini dikenal sebagai "teori dua fluida" kelistrikan, yang kemudian ditentang oleh "teori satu fluida" oleh [[Benjamin Franklin]] kemudian di abad yang sama.
Pada tahun 1745, [[Jean-Antoine Nollet]] mengembangkan teori tarik-menarik dan tolakan listrik yang mengandaikan adanya aliran terus-menerus materi listrik antara benda bermuatan. [[Noëllet|Teori Nollet]] pada mulanya diterima secara luas, tetapi menemui perlawanan pada 1752 dengan terbitnya ''[[Experiments and Observations on Electricity]]'' karangan Franklin yang diterjemahkan dalam bahasa Prancis. Franklin dan Nollet memperdebatkan sifat listrik, dengan Franklin mendukung aksi pada jarak dan dua jenis listrik yang saling berlawanan, dan Nollet mendukung aksi mekanis dan satu jenis fluida listrik. Argumen Franklin akhirnya menang dan teori Nollet ditinggalkan.<ref>Michael R. Lynn. [https://books.google.com/books?id=lLBGTD5iZ9EC&pg=PA31 Popular science and public opinion in eighteenth-century France]. Manchester Univ. Press. 2006. hlm. 31. ISBN 978-0719073731.</ref>


Pada tahun 1745, [[Jean-Antoine Nollet]] mengembangkan teori tarik-menarik dan tolakan listrik yang mengandaikan adanya aliran terus-menerus materi listrik antara benda bermuatan. [[Noëllet|Teori Nollet]] pada mulanya diterima secara luas, tetapi menemui perlawanan pada 1752 dengan terbitnya ''[[Experiments and Observations on Electricity]]'' karangan Franklin yang diterjemahkan dalam bahasa Prancis. Franklin dan Nollet memperdebatkan sifat listrik, dengan Franklin mendukung aksi pada jarak dan dua jenis listrik yang saling berlawanan, dan Nollet mendukung aksi mekanis dan satu jenis fluida listrik. Argumen Franklin akhirnya menang dan teori Nollet ditinggalkan.
Pada tahun 1748, Nollet menemukan salah satu [[elektrometer]] pertama, [[elektroskop]], yang menunjukkan muatan listrik menggunakan daya tolakan dan [[daya tarik elektrostatik]]. Nollet dikenal sebagai tokoh pertama yang menerapkan nama "[[Leyden jar]]" pada perangkat pertama untuk menyimpan listrik. Penemuan Nollet digantikan oleh elektrometer [[Horace-Bénédict de Saussure]] pada tahun 1766.<ref>[https://books.google.dk/books?id=sOTEs76vAFkC&pg=PA626 Nollet, Jean-Antoine]. ''Electrochemical Dictionary''. Springer. 2008. hlm. 626. doi:10.1007/978-3-540-74598-3_14. ISBN 9783540745976.</ref>
 
Pada tahun 1748, Nollet menemukan salah satu [[elektrometer]] pertama, [[elektroskop]], yang menunjukkan muatan listrik menggunakan daya tolakan dan [[daya tarik elektrostatik]]. Nollet dikenal sebagai tokoh pertama yang menerapkan nama "[[Leyden jar]]" pada perangkat pertama untuk menyimpan listrik. Penemuan Nollet digantikan oleh elektrometer [[Horace-Bénédict de Saussure]] pada tahun 1766.


=== Abad ke-19: Kebangkitan elektrokimia sebagai cabang ilmu kimia ===
=== Abad ke-19: Kebangkitan elektrokimia sebagai cabang ilmu kimia ===
Pada tahun 1800, kimiawan Inggris [[William Nicholson (kimiawan)|William Nicholson]] dan [[Johann Wilhelm Ritter]] berhasil memisahkan air menjadi [[hidrogen]] dan [[oksigen]] dengan memanfaatkan [[elektrolisis]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah+elektrokimia&oldid=29581849 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[http://www.rsc.org/chemistryworld/Issues/2003/August/electrolysis.asp Enterprise and electrolysis]. Chemistry World, August 2003, Royal Society of Chemistry</ref> Segera setelah itu, Ritter menemukan proses [[pelapisan]]. Ia juga mengamati bahwa jumlah logam yang diendapkan dan jumlah oksigen yang dihasilkan selama proses elektrolisis tergantung pada jarak antara [[elektrode]]. Pada 1801 Ritter telah mengamati arus termoelektrik, yang mengantisipasi penemuan [[termoelektrik]] oleh [[Thomas Johann Seebeck]].<ref>Hermann Berg (2008), "[http://www.jstage.jst.go.jp/article/revpolarography/54/2/54_99/_article Johann Wilhelm Ritter – The Founder of Scientific Electrochemistry]", ''Review of Polarography'', Vol. 54, No. 2, hlm. 99-103.</ref><ref>Walter D. Wetzels (1978), "J. W. Ritter: The Beginnings of Electrochemistry in Germany", dalam: ''Selected Topics in the History of Electrochemistry'', eds. G. Dubpernell and J. H. Westbrook. Princeton: The Electrochemical Society, hlm. 68-73.</ref>


Pada tahun 1800, kimiawan Inggris [[William Nicholson (kimiawan)|William Nicholson]] dan [[Johann Wilhelm Ritter]] berhasil memisahkan air menjadi [[hidrogen]] dan [[oksigen]] dengan memanfaatkan [[elektrolisis]]. Segera setelah itu, Ritter menemukan proses [[pelapisan]]. Ia juga mengamati bahwa jumlah logam yang diendapkan dan jumlah oksigen yang dihasilkan selama proses elektrolisis tergantung pada jarak antara [[elektrode]]. Pada 1801 Ritter telah mengamati arus termoelektrik, yang mengantisipasi penemuan [[termoelektrik]] oleh [[Thomas Johann Seebeck]].
Pada tahun 1802, [[William Cruickshank (kimiawan)|William Cruickshank]] merancang baterai listrik pertama yang mampu dihasilkan secara massal. Seperti Volta, Cruickshank mengatur pelat tembaga persegi, yang disolder pada ujungnya, bersama dengan pelat seng dengan ukuran yang sama. Pelat-pelat ini ditempatkan ke dalam kotak kayu persegi panjang yang disegel dengan semen. Alur di dalam kotak menahan pelat logam pada posisinya. Kotak itu kemudian diisi dengan elektrolit [[air garam]], atau asam encer. Rancangan ini memiliki keuntungan karena tidak mengering dengan penggunaan dan memberikan lebih banyak energi daripada pengaturan Volta, yang menggunakan kertas yang direndam air garam di antara pelat.<ref>Elements of Galvanism in Theory and Practice, Vol. 2 by C.H. Wilkinson, publ. M'Millan (1804) hlm. 52-60 (tersedia dalam [https://books.google.com/books?id=IpM5AAAAcAAJ&pg=PA52 format digital] oleh Google).</ref>
 
Pada tahun 1802, [[William Cruickshank (kimiawan)|William Cruickshank]] merancang baterai listrik pertama yang mampu dihasilkan secara massal. Seperti Volta, Cruickshank mengatur pelat tembaga persegi, yang disolder pada ujungnya, bersama dengan pelat seng dengan ukuran yang sama. Pelat-pelat ini ditempatkan ke dalam kotak kayu persegi panjang yang disegel dengan semen. Alur di dalam kotak menahan pelat logam pada posisinya. Kotak itu kemudian diisi dengan elektrolit [[air garam]], atau asam encer. Rancangan ini memiliki keuntungan karena tidak mengering dengan penggunaan dan memberikan lebih banyak energi daripada pengaturan Volta, yang menggunakan kertas yang direndam air garam di antara pelat.


Dalam upaya untuk menghasilkan logam [[platina]] yang lebih baik, dua ilmuwan, [[William Hyde Wollaston]] dan [[Smithson Tennant]], bekerja sama untuk merancang teknik elektrokimia yang efisien untuk memurnikan atau memurnikan platina. Tennant akhirnya menemukan unsur [[iridium]] dan [[osmium]]. Upaya Wollaston, pada gilirannya, membawanya pada penemuan logam [[paladium]] pada tahun 1803 dan [[rodium]] pada tahun 1804.
Dalam upaya untuk menghasilkan logam [[platina]] yang lebih baik, dua ilmuwan, [[William Hyde Wollaston]] dan [[Smithson Tennant]], bekerja sama untuk merancang teknik elektrokimia yang efisien untuk memurnikan atau memurnikan platina. Tennant akhirnya menemukan unsur [[iridium]] dan [[osmium]].<ref>[http://www.platinummetalsreview.com/dynamic/article/view/48-4-182-189 Osmium and Iridium Events Surrounding Their Discoveries] , diakses tanggal 31 Maret 2013.</ref> Upaya Wollaston, pada gilirannya, membawanya pada penemuan logam [[paladium]] pada tahun 1803 dan [[rodium]] pada tahun 1804.<ref>Melvyn C. Usselman: [http://www.britannica.com/EBchecked/topic/646649/William-Hyde-Wollaston William Hyde Wollaston] Encyclopædia Britannica, diakses tanggal 31 Maret 2013.</ref>


Karya [[Humphry Davy]] mengenai elektrolisis menghasilkan kesimpulan bahwa produksi listrik dalam [[sel elektrolisis]] sederhana dihasilkan dari reaksi kimia antara elektrolit dan logam, dan terjadi antara zat-zat dengan muatan yang berlawanan. Dia beralasan bahwa interaksi arus listrik dengan bahan kimia menawarkan kemungkinan besar [[dekomposisi]] semua zat menjadi unsur dasarnya. Pandangan-pandangan ini dijelaskan pada 1806 dalam ceramahnya ''On Some Chemical Agencies of Electricity'', di mana ia menerima [[Hadiah Napoleon]] dari [[Institut de France]] pada 1807 (terlepas dari kenyataan bahwa Inggris dan Prancis sedang berperang pada saat itu). Karya ini mengarah langsung pada isolasi natrium dan kalium dari senyawa umum mereka dan [[logam alkali tanah]] dari senyawanya pada tahun 1808.
Karya [[Humphry Davy]] mengenai elektrolisis menghasilkan kesimpulan bahwa produksi listrik dalam [[sel elektrolisis]] sederhana dihasilkan dari reaksi kimia antara elektrolit dan logam, dan terjadi antara zat-zat dengan muatan yang berlawanan. Dia beralasan bahwa interaksi arus listrik dengan bahan kimia menawarkan kemungkinan besar [[dekomposisi]] semua zat menjadi unsur dasarnya. Pandangan-pandangan ini dijelaskan pada 1806 dalam ceramahnya ''On Some Chemical Agencies of Electricity'', di mana ia menerima [[Hadiah Napoleon]] dari [[Institut de France]] pada 1807 (terlepas dari kenyataan bahwa Inggris dan Prancis sedang berperang pada saat itu). Karya ini mengarah langsung pada isolasi natrium dan kalium dari senyawa umum mereka dan [[logam alkali tanah]] dari senyawanya pada tahun 1808.<ref>H Humphry Davy. ''On a New Phenomenon of Electro-Magnetism''. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London''. 1823. Vol. 113. hlm. 153–159. doi:10.1098/rstl.1823.0015.</ref>


Penemuan [[Hans Christian Ørsted]] menenai efek kemagnetan arus listrik pada tahun 1820 langsung diakui sebagai kemajuan yang penting, meskipun ia meninggalkan pekerjaan lebih lanjut pada [[elektromagnetisme]] kepada orang lain. [[André-Marie Ampère]] dengan cepat mengulangi eksperimen Ørsted, dan merumuskannya secara matematis (yang kemudian menjadi [[hukum Ampere]]). Ørsted juga menemukan bahwa jarum magnetik tidak hanya dibelokkan oleh arus listrik, tetapi juga kabel listrik hidup yang dibelokkan dalam medan magnet, sehingga meletakkan fondasi untuk pembangunan motor listrik. Penemuan Ørsted mengenai [[piperin]], salah satu komponen pedas dari lada, merupakan kontribusi penting bagi bidang kimia, seperti preparasi [[aluminium]] yang ia lakukan pada tahun 1825.
Penemuan [[Hans Christian Ørsted]] menenai efek kemagnetan arus listrik pada tahun 1820 langsung diakui sebagai kemajuan yang penting, meskipun ia meninggalkan pekerjaan lebih lanjut pada [[elektromagnetisme]] kepada orang lain. [[André-Marie Ampère]] dengan cepat mengulangi eksperimen Ørsted, dan merumuskannya secara matematis (yang kemudian menjadi [[hukum Ampere]]).<ref>''Exposé des nouvelles découvertes sur l'électricité et le magnétisme''. Chez Méquignon-Marvis. 1822.</ref> Ørsted juga menemukan bahwa jarum magnetik tidak hanya dibelokkan oleh arus listrik, tetapi juga kabel listrik hidup yang dibelokkan dalam medan magnet, sehingga meletakkan fondasi untuk pembangunan motor listrik.<ref>Hans Christian Ørsted (1997). Karen Jelved, Andrew D. Jackson, and Ole Knudsen, translators from Danish to English. ''Selected Scientific Works of Hans Christian Ørsted'', , hlm. 421-445</ref><ref>Martins, Roberto de Andrade, "[http://ppp.unipv.it/Collana/Pages/Libri/Saggi/Volta%20and%20the%20History%20of%20Electricity/V&H%20Sect3/V&H%20245-265.pdf Resistance to the discovery of ]electromagnetism : Ørsted and the symmetry of the magnetic field ", in: Fabio Bevilacqua & Enrico Giannetto (eds.), ''Volta and the History of Electricity'', Pavia / Milano, Università degli Studi di Pavia / Editore Ulrico Hoepli, 2003, hlm. 245-265. (Collana di Storia della Scienza)</ref> Penemuan Ørsted mengenai [[piperin]], salah satu komponen pedas dari lada, merupakan kontribusi penting bagi bidang kimia, seperti preparasi [[aluminium]] yang ia lakukan pada tahun 1825.<ref>Royal Danish Academy of Sciences and Letters. [https://books.google.com/books?id=L2BFAAAAcAAJ&pg=PR25 Det Kongelige Danske Videnskabernes Selskabs philosophiske og historiske afhandlinger]. Popp. 1827. hlm. xxv–xxvi.</ref><ref>Friedrich Wöhler. [http://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=uc1.b4433551;view=1up;seq=162 Ueber das Aluminium]. ''Annalen der Physik und Chemie''. 1827. Vol. 11. hlm. 146–161.</ref>


=== Abad ke-20: Kemajuan dan pendirian masyarakat elektrokimia ===
=== Abad ke-20: Kemajuan dan pendirian masyarakat elektrokimia ===
Pada tahun 1869 [[Zénobe Gramme]] merancang dinamo arus searah bersih pertamanya. Generatornya menampilkan cincin dengan banyak kumparan kawat.
Pada tahun 1869 [[Zénobe Gramme]] merancang dinamo arus searah bersih pertamanya. Generatornya menampilkan cincin dengan banyak kumparan kawat.<ref>[http://www.madehow.com/inventorbios/61/Z-nobe-Th-ophile-Gramme.html Zénobe Théophile Gramme Biography (1826-1901)]. How products are made.</ref>
 
[[Svante August Arrhenius]] menerbitkan tesisnya pada tahun 1884, ''Recherches sur la conductibilité galvanique des électrolytes'' (Investigasi pada konduktivitas galvanik elektrolit). Dari hasil eksperimennya, penulis menyimpulkan bahwa elektrolit, ketika dilarutkan dalam air, berubah menjadi berbagai derajat atau terdisosiasi menjadi ion positif dan negatif. Sejauh mana disosiasi ini terjadi tergantung pada sifat substansi dan konsentrasinya dalam larutan, semakin berkembang semakin besar pengencerannya. Ion-ion seharusnya menjadi pembawa tidak hanya arus listrik, seperti pada elektrolisis, tetapi juga dari aktivitas kimia. Hubungan antara jumlah aktual ion dan jumlah mereka pada pengenceran hebat (ketika semua molekul dipisahkan) memberikan sejumlah minat khusus ("konstanta aktivitas").


[[Svante August Arrhenius]] menerbitkan tesisnya pada tahun 1884, ''Recherches sur la conductibilité galvanique des électrolytes'' (Investigasi pada konduktivitas galvanik elektrolit). Dari hasil eksperimennya, penulis menyimpulkan bahwa elektrolit, ketika dilarutkan dalam air, berubah menjadi berbagai derajat atau terdisosiasi menjadi ion positif dan negatif. Sejauh mana disosiasi ini terjadi tergantung pada sifat substansi dan konsentrasinya dalam larutan, semakin berkembang semakin besar pengencerannya. Ion-ion seharusnya menjadi pembawa tidak hanya arus listrik, seperti pada elektrolisis, tetapi juga dari aktivitas kimia. Hubungan antara jumlah aktual ion dan jumlah mereka pada pengenceran hebat (ketika semua molekul dipisahkan) memberikan sejumlah minat khusus ("konstanta aktivitas").<ref>[https://archive.org/details/newcolumbiaencyc00harr The New Columbia Encyclopedia]. Columbia University. 1975. hlm. [https://archive.org/details/newcolumbiaencyc00harr/page/155 155]. ISBN 978-0-231035-729.</ref><ref>''The New Encyclopædia Britannica''. Encyclopædia Britannica, Inc. 1992. Vol. 1. hlm. 587. ISBN 978-085-229553-3.</ref><ref>[https://archive.org/details/dictionaryofscie07gill Dictionary of Scientific Biography]. Charles Scribner's Sons. 1970. hlm. [https://archive.org/details/dictionaryofscie07gill/page/296 296]–302. ISBN 978-0-684101-125.</ref>


Perlombaan untuk memproduksi [[aluminium]] secara komersial dimenangkan pada tahun 1886 oleh [[Paul Héroult]] dan [[Charles Martin Hall]]. Masalah yang dimiliki banyak peneliti dalam mengekstraksi aluminium adalah ketika mengelektrolisis garam aluminium yang dilarutkan dalam air justru dihasilkan [[aluminium hidroksida]]. Baik Hall dan Héroult menghindari masalah ini dengan melarutkan aluminium oksida dalam pelarut baru— [[kriolit]] terfusi ([[Natrium|Na]]<sub>3</sub>Al[[Fluorida|F]]<sub>6</sub>).
Perlombaan untuk memproduksi [[aluminium]] secara komersial dimenangkan pada tahun 1886 oleh [[Paul Héroult]] dan [[Charles Martin Hall]]. Masalah yang dimiliki banyak peneliti dalam mengekstraksi aluminium adalah ketika mengelektrolisis garam aluminium yang dilarutkan dalam air justru dihasilkan [[aluminium hidroksida]]. Baik Hall dan Héroult menghindari masalah ini dengan melarutkan aluminium oksida dalam pelarut baru— [[kriolit]] terfusi ([[Natrium|Na]]<sub>3</sub>Al[[Fluorida|F]]<sub>6</sub>).<ref>American Chemical Society Office of Public Outreach. [http://www.pittsburghacs.org/wp-content/uploads/2012/11/National-Historic-Chemical-Landmark-Production-of-Al-Metal.pdf Production of aluminum metal by electrochemistry]. American Chemical Society. 1997.</ref><ref>Mimi Sheller. [https://books.google.com/books?id=wOfaAgAAQBAJ&pg=PA41 Aluminum Dreams: The Making of Light Modernity]. MIT Press. 2014. hlm. 41. ISBN 978-0-262-02682-6.</ref>


Pada tahun 1902, [[The Electrochemical Society]] (ECS) didirikan.
Pada tahun 1902, [[The Electrochemical Society]] (ECS) didirikan.<ref>[http://www.electrochem.org/dl/hc/ ECS History Center]</ref>


Pada tahun 1909, [[Robert Andrews Millikan]] memulai serangkaian eksperimen (lihat [[percobaan tetesan minyak]]) untuk menentukan muatan listrik yang dibawa oleh satu [[elektron]].
Pada tahun 1909, [[Robert Andrews Millikan]] memulai serangkaian eksperimen (lihat [[percobaan tetesan minyak]]) untuk menentukan muatan listrik yang dibawa oleh satu [[elektron]].<ref>Robert A. Millikan. [https://authors.library.caltech.edu/6437/1/MILpr11b.pdf The Isolation of an Ion, a Precision Measurement of its Charge, and the Correction of Stokes' Law]. ''Physical Review''. 1911. Vol. 32 (2). hlm. 349–397. doi:10.1103/PhysRevSeriesI.32.349.</ref>


Pada tahun 1923, [[Johannes Nicolaus Brønsted]] dan [[Thomas Martin Lowry]] pada dasarnya menerbitkan teori yang sama tentang bagaimana [[Teori asam-basa Brønsted–Lowry|asam dan basa]] berperilaku menggunakan basis elektrokimia.
Pada tahun 1923, [[Johannes Nicolaus Brønsted]] dan [[Thomas Martin Lowry]] pada dasarnya menerbitkan teori yang sama tentang bagaimana [[Teori asam-basa Brønsted–Lowry|asam dan basa]] berperilaku menggunakan basis elektrokimia.<ref>J. N. Brönsted (1923) "Einige Bemerkungen über den Begriff der Säuren und Basen" (Some observations about the concept of acids and bases), ''Recueil des Travaux Chimiques des Pays-Bas'', '''42''' (8) : 718-728.</ref><ref>T. M. Lowry (1923) [https://archive.org/stream/ost-chemistry-chemistryindustr01soci/chemistryindustr01soci#page/n65/mode/2up "The uniqueness of hydrogen,"] ''Journal of the Society of Chemical Industry'', '''42''' (3) : 43-47.</ref>


[[International Society of Electrochemistry]] (ISE) didirikan pada tahun 1949, dan beberapa tahun kemudian, perangkat [[elektroforesis]] canggih pertama dikembangkan pada tahun 1937 oleh [[Arne Tiselius]], yang dianugerahi [[hadiah Nobel]] tahun 1948 untuk karyanya dalam elektroforesis [[protein]]. Dia mengembangkan "batas bergerak," yang kemudian dikenal sebagai ''zona elektroforesis'', dan menggunakannya untuk memisahkan protein serum dalam larutan. Elektroforesis menjadi banyak dikembangkan pada tahun 1940-an dan 1950-an ketika teknik ini diterapkan pada molekul mulai dari protein terbesar hingga [[asam amino]] dan bahkan ion anorganik.
[[International Society of Electrochemistry]] (ISE) didirikan pada tahun 1949,<ref>[http://www.ise-online.org/geninfo/index.php The International Society of Electrochemistry]</ref> dan beberapa tahun kemudian, perangkat [[elektroforesis]] canggih pertama dikembangkan pada tahun 1937 oleh [[Arne Tiselius]], yang dianugerahi [[hadiah Nobel]] tahun 1948 untuk karyanya dalam elektroforesis [[protein]].<ref>R. A. Kyle. [https://archive.org/details/sim_mayo-clinic-proceedings_2005-03_80_3/page/n5 Arne Tiselius—father of electrophoresis]. ''Mayo Clinic Proceedings''. 2005. Vol. 80 (3). hlm. 302.</ref> Dia mengembangkan "batas bergerak," yang kemudian dikenal sebagai ''zona elektroforesis'', dan menggunakannya untuk memisahkan protein serum dalam larutan.<ref>A. Tiselius. ''A new apparatus for electrophoretic analysis of colloidal mixtures''. ''Transactions of the Faraday Society''. 1937. Vol. 33. hlm. 524–1933. doi:10.1039/tf9373300524.</ref> Elektroforesis menjadi banyak dikembangkan pada tahun 1940-an dan 1950-an ketika teknik ini diterapkan pada molekul mulai dari protein terbesar hingga [[asam amino]] dan bahkan ion anorganik.<ref>A Tiselius. ''The moving-boundary method of studying the electrophoresis of proteins''. ''Nova Acta Regiae Societatis Scientiarum Upsaliensis''. 1930. Vol. Ser. IV, Vol. 7 (4).</ref><ref>F. W. Putnam. [https://archive.org/details/sim_perspectives-in-biology-and-medicine_spring-1993_36_3/page/323 Alpha-, beta-, gamma-globulin—Arne Tiselius and the advent of electrophoresis]. ''Perspectives in Biology and Medicine''. 1993. Vol. 36 (3). hlm. 323–337. doi:10.1353/pbm.1993.0030.</ref>


Selama 1960-an dan 1970-an [[elektrokimia kuantum]] dikembangkan oleh [[Revaz Dogonadze]] dan murid-muridnya.
Selama 1960-an dan 1970-an [[elektrokimia kuantum]] dikembangkan oleh [[Revaz Dogonadze]] dan murid-muridnya.<ref>R.R. Dogonadze and A.M. Kuznetsov, "Quantum Electrochemical Kinetics: Continuum Theory", in: B.E. Conway, J.O'M. Bockris and E. Yeager (Eds.), ''Comprehensive Treatise of Electrochemistry'', Vol. 7, Plenum Press, New York, 1983, hlm. 1-40.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Elektrokimia]]
* [[Elektrokimia]]
* [[Sejarah baterai]]
* [[Sejarah baterai]]
* [[Tumpukan volta]]
* [[Tumpukan volta]]
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
*
*  
* Referensi klasik dan berpengetahuan - tetapi usang - tentang sejarah elektrokimia adalah oleh peraih Hadiah Nobel Kimia 1909, Wilhelm Ostwald: Elektrochemie: Ihre Geschichte und Lehre, Wilhelm Ostwald, Veit, Leipzig, 1896. (https://archive.org/details/elektrochemieih00ostwgoog). Versi bahasa Inggris tersedia sebagai "Electrochemistry: history and theory" (2 volume), diterjemahkan oleh N. P. Date. Buku ini diterbitkan untuk Smithsonian Institution dan National Science Foundation, Washington, DC, oleh Amerind Publ. Co, New Delhi, 1980.
* Referensi klasik dan berpengetahuan - tetapi usang - tentang sejarah elektrokimia adalah oleh peraih Hadiah Nobel Kimia 1909, Wilhelm Ostwald: Elektrochemie: Ihre Geschichte und Lehre, Wilhelm Ostwald, Veit, Leipzig, 1896. (https://archive.org/details/elektrochemieih00ostwgoog). Versi bahasa Inggris tersedia sebagai "Electrochemistry: history and theory" (2 volume), diterjemahkan oleh N. P. Date. Buku ini diterbitkan untuk Smithsonian Institution dan National Science Foundation, Washington, DC, oleh Amerind Publ. Co, New Delhi, 1980.


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah+elektrokimia&oldid=29581849 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29581849 (2026-08-15T09:12:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah+elektrokimia&oldid=29581849 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29581849 (2026-08-15T09:12:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi per 27 Agustus 2026 04.01

Elektrokimia, salah satu cabang ilmu kimia, mengalami beberapa perubahan selama evolusinya dari mulai prinsip-prinsip awal yang berkaitan dengan magnet pada awal abad ke-16 dan ke-17, hingga teori-teori kompleks yang melibatkan konduktivitas, muatan listrik dan metode matematika. Istilah elektrokimia digunakan untuk menggambarkan fenomena listrik pada akhir abad ke-19 dan ke-20.[1] Dalam beberapa dekade terakhir, elektrokimia telah menjadi bidang penelitian saat ini, termasuk penelitian dalam baterai dan sel bahan bakar, mencegah korosi logam, penggunaan sel elektrokimia untuk menghilangkan organik refraktori dan kontaminan serupa dalam elektrokoagulasi air limbah dan peningkatan teknik pemurnian bahan kimia menggunakan elektrolisis dan elektroforesis.[2]

Latar belakang

Abad ke-16 menandai dimulainya pemahaman ilmiah mengenai kelistrikan dan magnet yang berujung pada produksi tenaga listrik dan revolusi industri pada akhir abad ke-19.[3]

Pada tahun 1550-an, ilmuwan Inggris William Gilbert menghabiskan 17 tahun bereksperimen dengan magnetisme dan listrik, pada tingkat lebih rendah. Pada karyanya mengenai kemagnetan, Gilbert dikenal sebagai "Bapak Kemagnetan."[4] Bukunya De Magnete dengan cepat menjadi karya standar mengenai kelistrikan dan magnet di seantero Eropa, memaparkan perbedaan yang jelas antara keduanya dan memperkenalkan apa yang kemudian disebut sebagai "efek amber" (kelistrikan statis).[5][6]

Pada tahun 1663, fisikawan Jerman Otto von Guericke menciptakan generator elektrostatik pertama, yang menghasilkan listrik statis dengan menerapkan gesekan.[7][8] Generator itu terbuat dari bola belerang besar di dalam bola kaca, yang dipasang pada poros. Bola itu diputar dengan menggunakan engkol dan percikan listrik statis yang diproduksi ketika suatu bantalan digosokkan pada permukaan bola saat diputar. Bola tersebut dapat dilepas dan digunakan sebagai sumber listrik untuk percobaan listrik. Von Guericke menggunakan generatornya untuk menunjukkan bahwa muatan listrik seperti saling tolak-menolak.[9]

Perkembangan

Abad ke-18: Lahirnya elektrokimia

Pada tahun 1709, Francis Hauksbee dari Royal Society di London menemukan bahwa dengan meletakkan sejumlah kecil raksa di dalam gelas generator Von Guericke dan membuat bola tersebut hampa udara, raksa tersebut akan menyala setiap kali muatan terkumpul pada bola dan tangannya menempel pada bola tersebut.[10] Dia telah menciptakan lampu pelepas gas pertama.[11]

Antara tahun 1729 dan 1736, dua ilmuwan Inggris, Stephen Gray dan Jean Desaguliers, melakukan serangkaian percobaan yang menunjukkan bahwa gabus atau benda lain sejauh 800 atau 900 kaki (245–275 m) dapat dialiri listrik dengan menghubungkannya melalui tabung gelas yang terisi daya ke material seperti kabel logam atau tali rami.[12][13] Mereka menemukan bahwa bahan lain, seperti sutra, tidak akan memberikan efek kelistrikan.[14]

Pada pertengahan abad ke-18, kimiawan Prancis Charles François de Cisternay Du Fay telah menemukan dua bentuk listrik statis, dan muatan yang sejenis saling tolak-menolak sementara muatan yang berlawanan seperti tarik-menarik. Du Fay mengumumkan bahwa listrik terdiri dari dua fluida: listrik vitreous (dari bahasa Latin untuk "kaca"), atau positif; dan listrik resinous, atau negatif. Hal ini dikenal sebagai "teori dua fluida" kelistrikan, yang kemudian ditentang oleh "teori satu fluida" oleh Benjamin Franklin kemudian di abad yang sama.[15]

Pada tahun 1745, Jean-Antoine Nollet mengembangkan teori tarik-menarik dan tolakan listrik yang mengandaikan adanya aliran terus-menerus materi listrik antara benda bermuatan. Teori Nollet pada mulanya diterima secara luas, tetapi menemui perlawanan pada 1752 dengan terbitnya Experiments and Observations on Electricity karangan Franklin yang diterjemahkan dalam bahasa Prancis. Franklin dan Nollet memperdebatkan sifat listrik, dengan Franklin mendukung aksi pada jarak dan dua jenis listrik yang saling berlawanan, dan Nollet mendukung aksi mekanis dan satu jenis fluida listrik. Argumen Franklin akhirnya menang dan teori Nollet ditinggalkan.[16]

Pada tahun 1748, Nollet menemukan salah satu elektrometer pertama, elektroskop, yang menunjukkan muatan listrik menggunakan daya tolakan dan daya tarik elektrostatik. Nollet dikenal sebagai tokoh pertama yang menerapkan nama "Leyden jar" pada perangkat pertama untuk menyimpan listrik. Penemuan Nollet digantikan oleh elektrometer Horace-Bénédict de Saussure pada tahun 1766.[17]

Abad ke-19: Kebangkitan elektrokimia sebagai cabang ilmu kimia

Pada tahun 1800, kimiawan Inggris William Nicholson dan Johann Wilhelm Ritter berhasil memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen dengan memanfaatkan elektrolisis.[18][19] Segera setelah itu, Ritter menemukan proses pelapisan. Ia juga mengamati bahwa jumlah logam yang diendapkan dan jumlah oksigen yang dihasilkan selama proses elektrolisis tergantung pada jarak antara elektrode. Pada 1801 Ritter telah mengamati arus termoelektrik, yang mengantisipasi penemuan termoelektrik oleh Thomas Johann Seebeck.[20][21]

Pada tahun 1802, William Cruickshank merancang baterai listrik pertama yang mampu dihasilkan secara massal. Seperti Volta, Cruickshank mengatur pelat tembaga persegi, yang disolder pada ujungnya, bersama dengan pelat seng dengan ukuran yang sama. Pelat-pelat ini ditempatkan ke dalam kotak kayu persegi panjang yang disegel dengan semen. Alur di dalam kotak menahan pelat logam pada posisinya. Kotak itu kemudian diisi dengan elektrolit air garam, atau asam encer. Rancangan ini memiliki keuntungan karena tidak mengering dengan penggunaan dan memberikan lebih banyak energi daripada pengaturan Volta, yang menggunakan kertas yang direndam air garam di antara pelat.[22]

Dalam upaya untuk menghasilkan logam platina yang lebih baik, dua ilmuwan, William Hyde Wollaston dan Smithson Tennant, bekerja sama untuk merancang teknik elektrokimia yang efisien untuk memurnikan atau memurnikan platina. Tennant akhirnya menemukan unsur iridium dan osmium.[23] Upaya Wollaston, pada gilirannya, membawanya pada penemuan logam paladium pada tahun 1803 dan rodium pada tahun 1804.[24]

Karya Humphry Davy mengenai elektrolisis menghasilkan kesimpulan bahwa produksi listrik dalam sel elektrolisis sederhana dihasilkan dari reaksi kimia antara elektrolit dan logam, dan terjadi antara zat-zat dengan muatan yang berlawanan. Dia beralasan bahwa interaksi arus listrik dengan bahan kimia menawarkan kemungkinan besar dekomposisi semua zat menjadi unsur dasarnya. Pandangan-pandangan ini dijelaskan pada 1806 dalam ceramahnya On Some Chemical Agencies of Electricity, di mana ia menerima Hadiah Napoleon dari Institut de France pada 1807 (terlepas dari kenyataan bahwa Inggris dan Prancis sedang berperang pada saat itu). Karya ini mengarah langsung pada isolasi natrium dan kalium dari senyawa umum mereka dan logam alkali tanah dari senyawanya pada tahun 1808.[25]

Penemuan Hans Christian Ørsted menenai efek kemagnetan arus listrik pada tahun 1820 langsung diakui sebagai kemajuan yang penting, meskipun ia meninggalkan pekerjaan lebih lanjut pada elektromagnetisme kepada orang lain. André-Marie Ampère dengan cepat mengulangi eksperimen Ørsted, dan merumuskannya secara matematis (yang kemudian menjadi hukum Ampere).[26] Ørsted juga menemukan bahwa jarum magnetik tidak hanya dibelokkan oleh arus listrik, tetapi juga kabel listrik hidup yang dibelokkan dalam medan magnet, sehingga meletakkan fondasi untuk pembangunan motor listrik.[27][28] Penemuan Ørsted mengenai piperin, salah satu komponen pedas dari lada, merupakan kontribusi penting bagi bidang kimia, seperti preparasi aluminium yang ia lakukan pada tahun 1825.[29][30]

Abad ke-20: Kemajuan dan pendirian masyarakat elektrokimia

Pada tahun 1869 Zénobe Gramme merancang dinamo arus searah bersih pertamanya. Generatornya menampilkan cincin dengan banyak kumparan kawat.[31]

Svante August Arrhenius menerbitkan tesisnya pada tahun 1884, Recherches sur la conductibilité galvanique des électrolytes (Investigasi pada konduktivitas galvanik elektrolit). Dari hasil eksperimennya, penulis menyimpulkan bahwa elektrolit, ketika dilarutkan dalam air, berubah menjadi berbagai derajat atau terdisosiasi menjadi ion positif dan negatif. Sejauh mana disosiasi ini terjadi tergantung pada sifat substansi dan konsentrasinya dalam larutan, semakin berkembang semakin besar pengencerannya. Ion-ion seharusnya menjadi pembawa tidak hanya arus listrik, seperti pada elektrolisis, tetapi juga dari aktivitas kimia. Hubungan antara jumlah aktual ion dan jumlah mereka pada pengenceran hebat (ketika semua molekul dipisahkan) memberikan sejumlah minat khusus ("konstanta aktivitas").[32][33][34]

Perlombaan untuk memproduksi aluminium secara komersial dimenangkan pada tahun 1886 oleh Paul Héroult dan Charles Martin Hall. Masalah yang dimiliki banyak peneliti dalam mengekstraksi aluminium adalah ketika mengelektrolisis garam aluminium yang dilarutkan dalam air justru dihasilkan aluminium hidroksida. Baik Hall dan Héroult menghindari masalah ini dengan melarutkan aluminium oksida dalam pelarut baru— kriolit terfusi (Na3AlF6).[35][36]

Pada tahun 1902, The Electrochemical Society (ECS) didirikan.[37]

Pada tahun 1909, Robert Andrews Millikan memulai serangkaian eksperimen (lihat percobaan tetesan minyak) untuk menentukan muatan listrik yang dibawa oleh satu elektron.[38]

Pada tahun 1923, Johannes Nicolaus Brønsted dan Thomas Martin Lowry pada dasarnya menerbitkan teori yang sama tentang bagaimana asam dan basa berperilaku menggunakan basis elektrokimia.[39][40]

International Society of Electrochemistry (ISE) didirikan pada tahun 1949,[41] dan beberapa tahun kemudian, perangkat elektroforesis canggih pertama dikembangkan pada tahun 1937 oleh Arne Tiselius, yang dianugerahi hadiah Nobel tahun 1948 untuk karyanya dalam elektroforesis protein.[42] Dia mengembangkan "batas bergerak," yang kemudian dikenal sebagai zona elektroforesis, dan menggunakannya untuk memisahkan protein serum dalam larutan.[43] Elektroforesis menjadi banyak dikembangkan pada tahun 1940-an dan 1950-an ketika teknik ini diterapkan pada molekul mulai dari protein terbesar hingga asam amino dan bahkan ion anorganik.[44][45]

Selama 1960-an dan 1970-an elektrokimia kuantum dikembangkan oleh Revaz Dogonadze dan murid-muridnya.[46]

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

  • Referensi klasik dan berpengetahuan - tetapi usang - tentang sejarah elektrokimia adalah oleh peraih Hadiah Nobel Kimia 1909, Wilhelm Ostwald: Elektrochemie: Ihre Geschichte und Lehre, Wilhelm Ostwald, Veit, Leipzig, 1896. (https://archive.org/details/elektrochemieih00ostwgoog). Versi bahasa Inggris tersedia sebagai "Electrochemistry: history and theory" (2 volume), diterjemahkan oleh N. P. Date. Buku ini diterbitkan untuk Smithsonian Institution dan National Science Foundation, Washington, DC, oleh Amerind Publ. Co, New Delhi, 1980.

Referensi

  1. Swaddle, Thomas Wilson Inorganic chemistry: an industrial and environmental perspective, Academic Press (1997)
  2. Electrochemistry, Past and Present. American Chemical Society. 1989. Vol. 390. doi:10.1021/bk-1989-0390. ISBN 9780841215726.
  3. Wilhelm Ostwald. Electrochemistry, history and theory: Elektrochemie: Ihre Geschichte und Lehre. 1980. Vol. 2.
  4. Merriam-Webster Collegiate Dictionary, 2000, CD-ROM, version 2.5.
  5. Edgar Zilsel. The Origin of William Gilbert’s Scientific Method. Journal of the History of Ideas. 1941. Vol. 2. hlm. 1–32.
  6. Roller, Duane H D (1959) The De Magnete of William Gilbert, Amsterdam.
  7. R. Hellborg Electrostatic accelerators: fundamentals and applications (2005) hlm. 52
  8. Joseph Dewey. Great Lives from History: Inventors & Inventions. Salem Press. 2009. Vol. Vol. 2. hlm. 480–482. ISBN 9781587655241.
  9. Lihat: Heathcote, N. H. de V. (1950) "Guericke's sulphur globe", Annals of Science, 6 : 293-305. doi:10.1080/00033795000201981 * Zeitler, Jürgen (2011) "Guerickes Weltkräfte und die Schwefelkugel", Monumenta Guerickiana 20/21 : 147-156. * Michael Brian Schiffer. Draw the Lightning Down: Benjamin Franklin and Electrical Technology in the Age of Enlightenment. Univ. of California Press. 2003. hlm. 18–19. ISBN 0-520-24829-5.
  10. Joseph Priestley. The History and Present State of Electricity, with original experiments. 1775. hlm. 19–31.
  11. James Burke. Connections. Macmillan. 1978. hlm. 75. ISBN 0-333-24827-9.
  12. Bernal, John Desmond (1997). A History of Classical Physics: From Antiquity to the Quantum, hlm. 284. Barnes & Noble Books. .
  13. Heilbron. Electricity in the 17th and 18th Centuries: A Study of Early Modern Physics. 1 Januari 1979. ISBN 9780520034785.
  14. Benjamin, Park (1898). A History of Electricity (the Intellectual Rise in Electricity) from Antiquity to the Days of Benjamin Franklin, hlm. 470–71. New York: John Wiley & Sons.
  15. Two Kinds of Electrical Fluid: Vitreous and Resinous, du Fay 1733
  16. Michael R. Lynn. Popular science and public opinion in eighteenth-century France. Manchester Univ. Press. 2006. hlm. 31. ISBN 978-0719073731.
  17. Nollet, Jean-Antoine. Electrochemical Dictionary. Springer. 2008. hlm. 626. doi:10.1007/978-3-540-74598-3_14. ISBN 9783540745976.
  18. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  19. Enterprise and electrolysis. Chemistry World, August 2003, Royal Society of Chemistry
  20. Hermann Berg (2008), "Johann Wilhelm Ritter – The Founder of Scientific Electrochemistry", Review of Polarography, Vol. 54, No. 2, hlm. 99-103.
  21. Walter D. Wetzels (1978), "J. W. Ritter: The Beginnings of Electrochemistry in Germany", dalam: Selected Topics in the History of Electrochemistry, eds. G. Dubpernell and J. H. Westbrook. Princeton: The Electrochemical Society, hlm. 68-73.
  22. Elements of Galvanism in Theory and Practice, Vol. 2 by C.H. Wilkinson, publ. M'Millan (1804) hlm. 52-60 (tersedia dalam format digital oleh Google).
  23. Osmium and Iridium Events Surrounding Their Discoveries , diakses tanggal 31 Maret 2013.
  24. Melvyn C. Usselman: William Hyde Wollaston Encyclopædia Britannica, diakses tanggal 31 Maret 2013.
  25. H Humphry Davy. On a New Phenomenon of Electro-Magnetism. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 1823. Vol. 113. hlm. 153–159. doi:10.1098/rstl.1823.0015.
  26. Exposé des nouvelles découvertes sur l'électricité et le magnétisme. Chez Méquignon-Marvis. 1822.
  27. Hans Christian Ørsted (1997). Karen Jelved, Andrew D. Jackson, and Ole Knudsen, translators from Danish to English. Selected Scientific Works of Hans Christian Ørsted, , hlm. 421-445
  28. Martins, Roberto de Andrade, "Resistance to the discovery of electromagnetism : Ørsted and the symmetry of the magnetic field ", in: Fabio Bevilacqua & Enrico Giannetto (eds.), Volta and the History of Electricity, Pavia / Milano, Università degli Studi di Pavia / Editore Ulrico Hoepli, 2003, hlm. 245-265. (Collana di Storia della Scienza)
  29. Royal Danish Academy of Sciences and Letters. Det Kongelige Danske Videnskabernes Selskabs philosophiske og historiske afhandlinger. Popp. 1827. hlm. xxv–xxvi.
  30. Friedrich Wöhler. Ueber das Aluminium. Annalen der Physik und Chemie. 1827. Vol. 11. hlm. 146–161.
  31. Zénobe Théophile Gramme Biography (1826-1901). How products are made.
  32. The New Columbia Encyclopedia. Columbia University. 1975. hlm. 155. ISBN 978-0-231035-729.
  33. The New Encyclopædia Britannica. Encyclopædia Britannica, Inc. 1992. Vol. 1. hlm. 587. ISBN 978-085-229553-3.
  34. Dictionary of Scientific Biography. Charles Scribner's Sons. 1970. hlm. 296–302. ISBN 978-0-684101-125.
  35. American Chemical Society Office of Public Outreach. Production of aluminum metal by electrochemistry. American Chemical Society. 1997.
  36. Mimi Sheller. Aluminum Dreams: The Making of Light Modernity. MIT Press. 2014. hlm. 41. ISBN 978-0-262-02682-6.
  37. ECS History Center
  38. Robert A. Millikan. The Isolation of an Ion, a Precision Measurement of its Charge, and the Correction of Stokes' Law. Physical Review. 1911. Vol. 32 (2). hlm. 349–397. doi:10.1103/PhysRevSeriesI.32.349.
  39. J. N. Brönsted (1923) "Einige Bemerkungen über den Begriff der Säuren und Basen" (Some observations about the concept of acids and bases), Recueil des Travaux Chimiques des Pays-Bas, 42 (8) : 718-728.
  40. T. M. Lowry (1923) "The uniqueness of hydrogen," Journal of the Society of Chemical Industry, 42 (3) : 43-47.
  41. The International Society of Electrochemistry
  42. R. A. Kyle. Arne Tiselius—father of electrophoresis. Mayo Clinic Proceedings. 2005. Vol. 80 (3). hlm. 302.
  43. A. Tiselius. A new apparatus for electrophoretic analysis of colloidal mixtures. Transactions of the Faraday Society. 1937. Vol. 33. hlm. 524–1933. doi:10.1039/tf9373300524.
  44. A Tiselius. The moving-boundary method of studying the electrophoresis of proteins. Nova Acta Regiae Societatis Scientiarum Upsaliensis. 1930. Vol. Ser. IV, Vol. 7 (4).
  45. F. W. Putnam. Alpha-, beta-, gamma-globulin—Arne Tiselius and the advent of electrophoresis. Perspectives in Biology and Medicine. 1993. Vol. 36 (3). hlm. 323–337. doi:10.1353/pbm.1993.0030.
  46. R.R. Dogonadze and A.M. Kuznetsov, "Quantum Electrochemical Kinetics: Continuum Theory", in: B.E. Conway, J.O'M. Bockris and E. Yeager (Eds.), Comprehensive Treatise of Electrochemistry, Vol. 7, Plenum Press, New York, 1983, hlm. 1-40.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29581849 (2026-08-15T09:12:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.