Angin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27815204; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Angin''' atau '''pawana''' adalah pergerakan [[udara]] dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Pembentukan arah angin terjadi karena perbedaan [[Tekanan atmosfer|tekanan udara]] di dua tempat berbeda. Aliran angin berasal dari tempat yang memiliki tekanan udara tinggi menuju ke tempat yang bertekanan udara rendah. Terjadinya angin dipengaruhi oleh [[Rotasi Bumi|rotasi]] bumi bersamaan dengan proses pemanasan suatu wilayah oleh matahari. Angin diberi nama berdasarkan asal datangnya, seperti angin darat, angin lembah, dan angin gunung. Kekuatan angin dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan di kehidupan manusia. Penduduk yang tinggal di [[Pesisir|pesisir pantai]] memanfaatkan angin ketika akan pergi melaut dengan [[kapal layar]]. Angin juga berguna untuk menerbangkan mainan [[layang-layang]]. Angin bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber [[energi terbarukan]] melalui [[Pembangkit listrik tenaga bayu|pembangkit listrik tenaga bayu (pembangkit listrik tenaga angin, ladang angin)]]. Proses terjadinya angin tidak lepas dari hubungan antara tekanan udara dan [[suhu]]. Apabila dipanaskan, udara [[memuai]]. Udara yang memuai menjadi lebih ringan dan tekanan udara turun karena kepadatan udara berkurang. Udara dingin kemudian mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tersebut. Aliran naik udara panas dan turun udara dingin ini dinamakan [[konveksi]]. Kecepatan angin dinyatakan dalam satuan [[Knot (satuan)|knot]]. Sedangkan arah [[mata angin]] terbagi menjadi delapan yaitu utara, selatan, barat, timur, tenggara, barat laut, timur laut, dan barat daya berdasarkan dari mana angin berhembus atau dapat pula dinyatakan dalam sudut [[azimut]]. | [[File:Pieter_Kluyver_-_Boom_in_stormwind.jpg|thumb|right|280px|Pieter Kluyver (1816–1900)]] | ||
'''Angin'''<ref>[https://kbbi.web.id/angin Arti kata angin - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online]. ''kbbi.web.id''.</ref> atau '''pawana'''<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angin&oldid=27815204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> adalah pergerakan [[udara]] dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Pembentukan arah angin terjadi karena perbedaan [[Tekanan atmosfer|tekanan udara]] di dua tempat berbeda. Aliran angin berasal dari tempat yang memiliki tekanan udara tinggi menuju ke tempat yang bertekanan udara rendah.<ref>Sofyan Arsyad. ''Ilmu Iklim dan Pengairan''. CV. Yasaguna. 1983.</ref> Terjadinya angin dipengaruhi oleh [[Rotasi Bumi|rotasi]] bumi bersamaan dengan proses pemanasan suatu wilayah oleh matahari.<ref>Donald L. Grebner. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780123869012000142 Introduction to Forestry and Natural Resources]. Academic Press. 2013-01-01. hlm. 323–358. doi:10.1016/b978-0-12-386901-2.00014-2. ISBN 978-0-12-386901-2.</ref> Angin diberi nama berdasarkan asal datangnya, seperti angin darat, angin lembah, dan angin gunung. Kekuatan angin dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan di kehidupan manusia. Penduduk yang tinggal di [[Pesisir|pesisir pantai]] memanfaatkan angin ketika akan pergi melaut dengan [[kapal layar]].<ref>Donald L. Grebner. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780123869012000142 Introduction to Forestry and Natural Resources]. Academic Press. 2013-01-01. hlm. 323–358. doi:10.1016/b978-0-12-386901-2.00014-2. ISBN 978-0-12-386901-2.</ref> Angin juga berguna untuk menerbangkan mainan [[layang-layang]]. Angin bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber [[energi terbarukan]] melalui [[Pembangkit listrik tenaga bayu|pembangkit listrik tenaga bayu (pembangkit listrik tenaga angin, ladang angin)]]. Proses terjadinya angin tidak lepas dari hubungan antara tekanan udara dan [[suhu]]. Apabila dipanaskan, udara [[memuai]]. Udara yang memuai menjadi lebih ringan dan tekanan udara turun karena kepadatan udara berkurang. Udara dingin kemudian mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tersebut. Aliran naik udara panas dan turun udara dingin ini dinamakan [[konveksi]].<ref>[https://ei.lehigh.edu/learners/energy/wind1.html#:~:text=Wind%20is%20air%20in%20motion,movement%20of%20air%20is%20wind. Energy - Student Resources: Wind]. ''ei.lehigh.edu''.</ref> Kecepatan angin dinyatakan dalam satuan [[Knot (satuan)|knot]]. Sedangkan arah [[mata angin]] terbagi menjadi delapan yaitu utara, selatan, barat, timur, tenggara, barat laut, timur laut, dan barat daya berdasarkan dari mana angin berhembus atau dapat pula dinyatakan dalam sudut [[azimut]]<ref>Ian Brooks. [https://doi.org/10.5194/essd-2017-67-rc1 review]. ''doi.org''. 2017-08-03.</ref>.<ref>Aldrian, dkk. [https://www.researchgate.net/profile/Edvin_Aldrian/publication/309721670_Adaptasi_dan_Mitigasi_Perubahan_Iklim_di_Indonesia/links/581ec39c08aea429b295db6b/Adaptasi-dan-Mitigasi-Perubahan-Iklim-di-Indonesia.pdf Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Indonesia]. Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara, Kedeputian Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. 2011. hlm. 15.</ref> | |||
== Faktor Penggerak Angin == | == Faktor Penggerak Angin == | ||
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya angin, yaitu: | Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya angin, yaitu:<ref>Pattinaja, Y.I., Nadeak, R., Suhono, L., Widodo, A., Purwanto, A., dan Wahyu. [https://books.google.co.id/books?id=P7jNDwAAQBAJ&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false Buku Saku ENSIKLOPEDIA KELAUTAN DAN PERIKANAN Edisi 1]. Zifatama Jawara. 2019. hlm. 20. ISBN 978-602-5815-64-5.</ref> | ||
;Gradien barometris: Gradien barometris adalah besaran gaya yang diakibatkan oleh perbedaan [[tekanan]] [[udara]] antara dua atau lebih lokasi yang ditinjau. Semakin besar [[gradien]] barometris, semakin cepat hembusan angin. | ;Gradien barometris: Gradien barometris adalah besaran gaya yang diakibatkan oleh perbedaan [[tekanan]] [[udara]] antara dua atau lebih lokasi yang ditinjau.<ref>[https://books.google.co.id/books?id=YDsYfnffX70C&pg=PA65&dq=gradien+barometrik&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwiB96X_oc3tAhXRfX0KHfYhAEkQ6AEwAHoECAUQAg#v=onepage&q=gradien%20barometrik&f=false Sukses Sains Fisika 1: Ringkasan Materi dan Kumpulan Soal]. Grasindo. ISBN 978-979-025-170-0.</ref> Semakin besar [[gradien]] barometris, semakin cepat hembusan angin. | ||
;Letak tempat: Kecepatan angin di wilayah yang dekat dengan [[khatulistiwa]] lebih cepat daripada wilayah yang jauh dari khatulistiwa. | ;Letak tempat: Kecepatan angin di wilayah yang dekat dengan [[khatulistiwa]] lebih cepat daripada wilayah yang jauh dari khatulistiwa. | ||
| Baris 14: | Baris 15: | ||
== Tipe-Tipe Angin == | == Tipe-Tipe Angin == | ||
=== Angin laut === | === Angin laut === | ||
'''Angin laut''' () adalah angin yang bertiup dari arah [[laut]] ke arah [[darat]] yang umumnya terjadi pada siang hari kira-kira dari pukul 09.00 sampai pukul 16.00 di daerah pesisir pantai. Angin ini biasa dimanfaatkan para [[nelayan]] untuk pulang dari menangkap ikan di laut. Angin laut ini terjadi pada siang hari. Karena air mempunyai kapasitas panas yang lebih besar daripada daratan, sinar matahari memanasi laut lebih lambat daripada daratan. Ketika suhu permukaan daratan meningkat pada siang hari, udara di atas permukaan darat meningkat pula akibat konduksi. Tekanan udara di atas daratan menjadi lebih rendah karena panas, sedangkan tekanan udara di lautan cenderung masih lebih tinggi karena lebih dingin. Akibatnya terjadi gradien tekanan dari lautan yang lebih tinggi ke daratan yang lebih rendah, sehingga menyebabkan terjadinya angin laut, di mana kekuatannya sebanding dengan perbedaan suhu antara daratan dan lautan. Namun, jika ada angin lepas pantai yang lebih kencang dari 8 km/jam, maka angin laut tidak terjadi.<ref>Dr. Steve Ackerman. [http://cimss.ssec.wisc.edu/wxwise/seabrz.html Sea and Land Breezes]. University of Wisconsin. 1995.</ref> | |||
'''Angin laut''' () adalah angin yang bertiup dari arah [[laut]] ke arah [[darat]] yang umumnya terjadi pada siang hari kira-kira dari pukul 09.00 sampai pukul 16.00 di daerah pesisir pantai. Angin ini biasa dimanfaatkan para [[nelayan]] untuk pulang dari menangkap ikan di laut. Angin laut ini terjadi pada siang hari. Karena air mempunyai kapasitas panas yang lebih besar daripada daratan, sinar matahari memanasi laut lebih lambat daripada daratan. Ketika suhu permukaan daratan meningkat pada siang hari, udara di atas permukaan darat meningkat pula akibat konduksi. Tekanan udara di atas daratan menjadi lebih rendah karena panas, sedangkan tekanan udara di lautan cenderung masih lebih tinggi karena lebih dingin. Akibatnya terjadi gradien tekanan dari lautan yang lebih tinggi ke daratan yang lebih rendah, sehingga menyebabkan terjadinya angin laut, di mana kekuatannya sebanding dengan perbedaan suhu antara daratan dan lautan. Namun, jika ada angin lepas pantai yang lebih kencang dari 8 km/jam, maka angin laut tidak terjadi. | |||
=== Angin darat === | === Angin darat === | ||
'''Angin darat''' () adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut yang umumnya terjadi pada saat malam hari dari jam 20.00 sampai dengan jam 06.00 di daerah pesisir pantai. Angin jenis ini bermanfaat bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahu bertenaga angin sederhana. Pada malam hari daratan menjadi dingin lebih cepat daripada lautan, karena kapasitas panas tanah lebih rendah daripada air. Akibatnya perbedaan suhu yang menyebabkan terjadinya angin laut lambat laun hilang dan sebaliknya muncul perbedaan tekanan yang berlawanan karena tekanan udara di atas lautan yang lebih panas itu menjadi lebih rendah daripada daratan, sehingga terjadilah angin darat, khususnya bila angin pantai tidak cukup kuat untuk melawannya.<ref>JetStream: An Online School For Weather. [http://www.srh.weather.gov/srh/jetstream/ocean/seabreezes.htm The Sea Breeze]. (tidak lagi berfungsi) National Weather Service. 2008.</ref> | |||
'''Angin darat''' () adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut yang umumnya terjadi pada saat malam hari dari jam 20.00 sampai dengan jam 06.00 di daerah pesisir pantai. Angin jenis ini bermanfaat bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahu bertenaga angin sederhana. Pada malam hari daratan menjadi dingin lebih cepat daripada lautan, karena kapasitas panas tanah lebih rendah daripada air. Akibatnya perbedaan suhu yang menyebabkan terjadinya angin laut lambat laun hilang dan sebaliknya muncul perbedaan tekanan yang berlawanan karena tekanan udara di atas lautan yang lebih panas itu menjadi lebih rendah daripada daratan, sehingga terjadilah angin darat, khususnya bila angin pantai tidak cukup kuat untuk melawannya. | |||
=== Angin gunung === | === Angin gunung === | ||
'''Angin gunung''' adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah gunung dan terjadi pada malam hari. | '''Angin gunung''' adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah gunung dan terjadi pada malam hari. | ||
=== Angin lembah === | === Angin lembah === | ||
'''Angin lembah''' adalah angin yang bertiup dari arah [[lembah]] ke arah puncak [[gunung]] dan terjadi pada siang hari. | '''Angin lembah''' adalah angin yang bertiup dari arah [[lembah]] ke arah puncak [[gunung]] dan terjadi pada siang hari. | ||
=== Angin fohn === | === Angin fohn === | ||
[[Angin fohn]] (angin lokal, angin terjun, angin jatuh) () adalah angin yang terjadi seusai [[Hujan#Efek orografis|hujan orografis]]. Angin bertiup pada suatu wilayah dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda. Angin fohn terjadi karena ada gerakan massa udara yang naik pegunungan yang tingginya lebih dari 200 meter di satu sisi lalu turun di sisi lain. Ketika naik, angin mengalami proses pendinginan dan uap air yang terbentuk turun sebagai hujan orografis. Ketika angin menuruni lembah, kenaikan tekanan menaikkan suhu udara yang terbawa melalui proses adiabatik. | [[Angin fohn]] (angin lokal, angin terjun, angin jatuh) () adalah angin yang terjadi seusai [[Hujan#Efek orografis|hujan orografis]]. Angin bertiup pada suatu wilayah dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda. Angin fohn terjadi karena ada gerakan massa udara yang naik pegunungan yang tingginya lebih dari 200 meter di satu sisi lalu turun di sisi lain. Ketika naik, angin mengalami proses pendinginan dan uap air yang terbentuk turun sebagai hujan orografis. Ketika angin menuruni lembah, kenaikan tekanan menaikkan suhu udara yang terbawa melalui proses adiabatik.<ref>Matthys Levy. [https://books.google.co.id/books?id=yDnmsMVdS6sC&pg=PA111&dq=foehn+wind&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwj8iuuPpM3tAhX8lEsFHRYhCHcQ6AEwBHoECAQQAg#v=onepage&q=foehn%20wind&f=false Why the Wind Blows: A History of Weather and Global Warming]. Upper Access Books. 2007. ISBN 978-0-942679-31-1.</ref> | ||
Angin fohn yang jatuh dari puncak gunung bersifat panas dan kering, karena uap air sudah dibuang pada saat hujan orografis. Angin fohn dapat terjadi di [[Kepulauan Biak]] dan [[Eropa]] tengah dan Eropa selatan. Biasanya angin ini bersifat panas merusak dan dapat menimbulkan korban. Tanaman yang terkena angin fohn bisa mati karena kekeringan. Efek terhadap manusia yaitu penurunan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit dan penurunan kesehatan mental. | Angin fohn yang jatuh dari puncak gunung bersifat panas dan kering, karena uap air sudah dibuang pada saat hujan orografis. Angin fohn dapat terjadi di [[Kepulauan Biak]] dan [[Eropa]] tengah dan Eropa selatan. Biasanya angin ini bersifat panas merusak dan dapat menimbulkan korban. Tanaman yang terkena angin fohn bisa mati karena kekeringan.<ref>[https://www.hko.gov.hk/en/education/weather/meteorology-basics/00003-what-is-foehn-wind.html What is Foehn Wind?]. ''www.hko.gov.hk''.</ref> Efek terhadap manusia yaitu penurunan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit dan penurunan kesehatan mental.<ref>[https://www.metoffice.gov.uk/weather/learn-about/weather/types-of-weather/wind/foehn-effect Foehn effect]. ''Met Office''.</ref><ref>Sarah Strauss. [https://www.jstor.org/stable/4623127 An Ill Wind: The Foehn in Leukerbad and Beyond]. ''The Journal of the Royal Anthropological Institute''. 2007. Vol. 13. hlm. S165–S181.</ref> | ||
=== Angin Muson === | === Angin Muson === | ||
| Baris 63: | Baris 59: | ||
== Pengukuran == | == Pengukuran == | ||
Angin di permukaan diukur dengan menggunakan [[anemometer]]. Alat ukur dipasang pada ketinggin 10 meter dari permukaan Bumi. Anemometer mengukur kecepatan dalam satuan m/detik atau knot. Selain itu, anemometer juga memberikan [[informasi]] dari arah angin. Arah angin dinyatakan dengan derajat. Angin dari arah utara dinyatakan dengan 360 derajat, dari arah timur dengan 90 derajat, dari arah selatan dengan 180 derajat dan dari arah barat dengan 270 derajat. Sedangkan angin yang sangat lemah dan tidak dapat dipastikan arahnya ditandai dengan 0 derajat. [[Tenaga angin|Energi angin]] setara dengan kecepatannya. Tingkat kekuatan angin ditentukan berdasarkan [[skala Beaufort]], sedangkan kecepatan angin dirumuskan berdasarkan skala Beaufort oleh [[George Simpson]]. | Angin di permukaan diukur dengan menggunakan [[anemometer]]. Alat ukur dipasang pada ketinggin 10 meter dari permukaan Bumi. Anemometer mengukur kecepatan dalam satuan m/detik atau knot. Selain itu, anemometer juga memberikan [[informasi]] dari arah angin.<ref>Sucahyono S., D., dan Ribudiyanto, K. [http://puslitbang.bmkg.go.id/litbang/wp-content/uploads/2018/01/cuaca-dan-iklim-ekstrim.pdf Cuaca dan Iklim Ekstrem di Indonesia]. Pusat Penelitian dan Pengembangan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. 2013. hlm. 15. ISBN 978-602-1282-00-7.</ref> Arah angin dinyatakan dengan derajat. Angin dari arah utara dinyatakan dengan 360 derajat, dari arah timur dengan 90 derajat, dari arah selatan dengan 180 derajat dan dari arah barat dengan 270 derajat. Sedangkan angin yang sangat lemah dan tidak dapat dipastikan arahnya ditandai dengan 0 derajat. [[Tenaga angin|Energi angin]] setara dengan kecepatannya. Tingkat kekuatan angin ditentukan berdasarkan [[skala Beaufort]], sedangkan kecepatan angin dirumuskan berdasarkan skala Beaufort oleh [[George Simpson]]. | ||
== Peran == | == Peran == | ||
=== Peternakan === | === Peternakan === | ||
Angin dapat memengaruhi suhu udara, kelembapan udara dan pergerakan awan. Arah angin berpengaruh terhadap pembawaan uap air yang yang membentuk awan dan dapat menyebabkan hujan. Ternak yang terkena oleh angin akan mengalami pelepasan panas tubuh pada permukaan kulit. Pelepasan panas pada tubuh ternak terjadi lebih cepat jika suhu udara di tingkat yang sedang dan kecepatan angin di tingkat yang tinggi. Angin juga membantu proses penyebaran [[biji]] tumbuhan, [[penyerbukan]] dan [[pembuahan]] pada tanaman. Pertumbuhan tanaman yang dibantu oleh angin membuat proses [[Regenerasi (biologi)|regenerasi]] tanaman dapat terus berlangsung. Selain itu, angin juga dapat menjadi media penyebaran penyakit pada ternak dan tanaman. | Angin dapat memengaruhi suhu udara, kelembapan udara dan pergerakan awan. Arah angin berpengaruh terhadap pembawaan uap air yang yang membentuk awan dan dapat menyebabkan hujan. Ternak yang terkena oleh angin akan mengalami pelepasan panas tubuh pada permukaan kulit. Pelepasan panas pada tubuh ternak terjadi lebih cepat jika suhu udara di tingkat yang sedang dan kecepatan angin di tingkat yang tinggi. Angin juga membantu proses penyebaran [[biji]] tumbuhan, [[penyerbukan]] dan [[pembuahan]] pada tanaman. Pertumbuhan tanaman yang dibantu oleh angin membuat proses [[Regenerasi (biologi)|regenerasi]] tanaman dapat terus berlangsung. Selain itu, angin juga dapat menjadi media penyebaran penyakit pada ternak dan tanaman.<ref>Patriani, dkk. [https://www.researchgate.net/profile/Peni_Patriani2/publication/341078304_KLIMATOLOGI_DAN_LINGKUNGAN_TERNAK/links/5eac2c9a45851592d6aea5e9/KLIMATOLOGI-DAN-LINGKUNGAN-TERNAK.pdf Klimatologi dan Lingkungan Ternak]. USU Press. 2019. hlm. 42. ISBN 978-602-465-123-7.</ref> | ||
=== Dinamika cuaca === | === Dinamika cuaca === | ||
| Baris 73: | Baris 69: | ||
=== Pembentukan hujan === | === Pembentukan hujan === | ||
Embusan angin membawa [[air]] yang banyak. Air ini kemudian berubah menjadi [[uap air]]. Pada tekanan tertentu, uap air berubah menjadi awan. Setelah menjadi awan, uap air berubah menjadi tetes air yang kemudian jatuh ke permukaan Bumi menjadi hujan. | Embusan angin membawa [[air]] yang banyak. Air ini kemudian berubah menjadi [[uap air]]. Pada tekanan tertentu, uap air berubah menjadi awan. Setelah menjadi awan, uap air berubah menjadi tetes air yang kemudian jatuh ke permukaan Bumi menjadi hujan.<ref>Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. [https://pustakalajnah.kemenag.go.id/public/koleksi/safelink/70757374616b616c616a6e61682d313137 Pelestarian Lingkungan Hidup]. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. 2009. hlm. 31. ISBN 978-602-95370-1-7.</ref> | ||
== Prinsip Angin == | == Prinsip Angin == | ||
| Baris 92: | Baris 88: | ||
* [[Topan]] | * [[Topan]] | ||
* [[Angin menurut Islam]] | * [[Angin menurut Islam]] | ||
== Daftar pustaka == | == Daftar pustaka == | ||
# | |||
# | # | ||
# | |||
== Bacaan terkait == | == Bacaan terkait == | ||
| Baris 108: | Baris 100: | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://ww2010.atmos.uiuc.edu/(Gh)/guides/mtr/fw/home.rxml Meteorology Guides: Forces and Winds] – Instruksional modul dari University of Illinois | * [http://ww2010.atmos.uiuc.edu/(Gh)/guides/mtr/fw/home.rxml Meteorology Guides: Forces and Winds] – Instruksional modul dari University of Illinois | ||
* [http://ggweather.com/winds.html Names of Winds] – Sebuah daftar dari Layanan Cuaca Golden Gate | * [http://ggweather.com/winds.html Names of Winds] – Sebuah daftar dari Layanan Cuaca Golden Gate | ||
* [http://www.windatlas.dk/ Wind Atlases of the World] – Daftar atlas angin dan survei angin dari seluruh dunia | * [http://www.windatlas.dk/ Wind Atlases of the World] – Daftar atlas angin dan survei angin dari seluruh dunia | ||
* [http://www.lpi.usra.edu/publications/slidesets/winds.html Winds of Mars: Aeolian Activity and Landforms] – Paper dengan slide yang menggambarkan aktivitas angin di planet Mars | * [http://www.lpi.usra.edu/publications/slidesets/winds.html Winds of Mars: Aeolian Activity and Landforms] – Paper dengan slide yang menggambarkan aktivitas angin di planet Mars | ||
* [http://www.windows.ucar.edu/tour/link=/earth/Atmosphere/wind_speeds.html&edu=high Classification of Wind Speeds] | * [http://www.windows.ucar.edu/tour/link=/earth/Atmosphere/wind_speeds.html&edu=high Classification of Wind Speeds] | ||
* [http://www.magenn.com/winddata.php Wind-speed chart] | * [http://www.magenn.com/winddata.php Wind-speed chart] | ||
* [http://www.lbk.ars.usda.gov/wewc/biblio/bar.htm The Bibliography of Aeolian Research] | * [http://www.lbk.ars.usda.gov/wewc/biblio/bar.htm The Bibliography of Aeolian Research] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angin&oldid=27815204 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27815204 (2025-09-12T15:03:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.01

Angin[1] atau pawana[2] adalah pergerakan udara dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Pembentukan arah angin terjadi karena perbedaan tekanan udara di dua tempat berbeda. Aliran angin berasal dari tempat yang memiliki tekanan udara tinggi menuju ke tempat yang bertekanan udara rendah.[3] Terjadinya angin dipengaruhi oleh rotasi bumi bersamaan dengan proses pemanasan suatu wilayah oleh matahari.[4] Angin diberi nama berdasarkan asal datangnya, seperti angin darat, angin lembah, dan angin gunung. Kekuatan angin dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan di kehidupan manusia. Penduduk yang tinggal di pesisir pantai memanfaatkan angin ketika akan pergi melaut dengan kapal layar.[5] Angin juga berguna untuk menerbangkan mainan layang-layang. Angin bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga bayu (pembangkit listrik tenaga angin, ladang angin). Proses terjadinya angin tidak lepas dari hubungan antara tekanan udara dan suhu. Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang memuai menjadi lebih ringan dan tekanan udara turun karena kepadatan udara berkurang. Udara dingin kemudian mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tersebut. Aliran naik udara panas dan turun udara dingin ini dinamakan konveksi.[6] Kecepatan angin dinyatakan dalam satuan knot. Sedangkan arah mata angin terbagi menjadi delapan yaitu utara, selatan, barat, timur, tenggara, barat laut, timur laut, dan barat daya berdasarkan dari mana angin berhembus atau dapat pula dinyatakan dalam sudut azimut[7].[8]
Faktor Penggerak Angin
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya angin, yaitu:[9]
- Gradien barometris
- Gradien barometris adalah besaran gaya yang diakibatkan oleh perbedaan tekanan udara antara dua atau lebih lokasi yang ditinjau.[10] Semakin besar gradien barometris, semakin cepat hembusan angin.
- Letak tempat
- Kecepatan angin di wilayah yang dekat dengan khatulistiwa lebih cepat daripada wilayah yang jauh dari khatulistiwa.
- Tinggi tempat
- Semakin tinggi tempat, semakin kencang angin yang bertiup. Hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesek yang menghambat laju udara. Topografi tidak rata di permukaan bumi seperti gunung, bukit, dan pohon memberikan gaya gesek yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesek semakin kecil.
- Waktu
- Secara umum, angin bergerak lebih cepat pada siang hari daripada malam hari karena adanya aktivitas pemanasan yang sporadis, seperti konveksi oleh pemanasan dari radiasi matahari.
Tipe-Tipe Angin
Angin laut
Angin laut () adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat yang umumnya terjadi pada siang hari kira-kira dari pukul 09.00 sampai pukul 16.00 di daerah pesisir pantai. Angin ini biasa dimanfaatkan para nelayan untuk pulang dari menangkap ikan di laut. Angin laut ini terjadi pada siang hari. Karena air mempunyai kapasitas panas yang lebih besar daripada daratan, sinar matahari memanasi laut lebih lambat daripada daratan. Ketika suhu permukaan daratan meningkat pada siang hari, udara di atas permukaan darat meningkat pula akibat konduksi. Tekanan udara di atas daratan menjadi lebih rendah karena panas, sedangkan tekanan udara di lautan cenderung masih lebih tinggi karena lebih dingin. Akibatnya terjadi gradien tekanan dari lautan yang lebih tinggi ke daratan yang lebih rendah, sehingga menyebabkan terjadinya angin laut, di mana kekuatannya sebanding dengan perbedaan suhu antara daratan dan lautan. Namun, jika ada angin lepas pantai yang lebih kencang dari 8 km/jam, maka angin laut tidak terjadi.[11]
Angin darat
Angin darat () adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut yang umumnya terjadi pada saat malam hari dari jam 20.00 sampai dengan jam 06.00 di daerah pesisir pantai. Angin jenis ini bermanfaat bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahu bertenaga angin sederhana. Pada malam hari daratan menjadi dingin lebih cepat daripada lautan, karena kapasitas panas tanah lebih rendah daripada air. Akibatnya perbedaan suhu yang menyebabkan terjadinya angin laut lambat laun hilang dan sebaliknya muncul perbedaan tekanan yang berlawanan karena tekanan udara di atas lautan yang lebih panas itu menjadi lebih rendah daripada daratan, sehingga terjadilah angin darat, khususnya bila angin pantai tidak cukup kuat untuk melawannya.[12]
Angin gunung
Angin gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah gunung dan terjadi pada malam hari.
Angin lembah
Angin lembah adalah angin yang bertiup dari arah lembah ke arah puncak gunung dan terjadi pada siang hari.
Angin fohn
Angin fohn (angin lokal, angin terjun, angin jatuh) () adalah angin yang terjadi seusai hujan orografis. Angin bertiup pada suatu wilayah dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda. Angin fohn terjadi karena ada gerakan massa udara yang naik pegunungan yang tingginya lebih dari 200 meter di satu sisi lalu turun di sisi lain. Ketika naik, angin mengalami proses pendinginan dan uap air yang terbentuk turun sebagai hujan orografis. Ketika angin menuruni lembah, kenaikan tekanan menaikkan suhu udara yang terbawa melalui proses adiabatik.[13]
Angin fohn yang jatuh dari puncak gunung bersifat panas dan kering, karena uap air sudah dibuang pada saat hujan orografis. Angin fohn dapat terjadi di Kepulauan Biak dan Eropa tengah dan Eropa selatan. Biasanya angin ini bersifat panas merusak dan dapat menimbulkan korban. Tanaman yang terkena angin fohn bisa mati karena kekeringan.[14] Efek terhadap manusia yaitu penurunan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit dan penurunan kesehatan mental.[15][16]
Angin Muson
Angin Muson () adalah angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Biasanya pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya bertiup angin laut yang basah.
Pada bulan Oktober – April, matahari berada pada belahan langit Selatan, sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari dari benua Asia. Akibatnya di Australia terdapat pusat tekanan udara rendah (depresi) sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi (kompresi). Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua Australia.
Di Indonesia angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan. Oleh karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka banyak membawa uap air, sehingga di Indonesia terjadi musim penghujan. Musim penghujan meliputi seluruh wilayah Indonesia, hanya saja persebarannya tidak merata. makin ke timur curah hujan makin berkurang karena kandungan uap airnya makin sedikit.
Pada bulan April-Oktober, matahari berada di belahan langit utara, sehingga benua Asia lebih panas daripada benua Australia. Akibatnya, di asia terdapat pusat-pusat tekanan udara rendah, sedangkan di Australia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi yang menyebabkan terjadinya angin dari Australia menuju Asia.
Di Indonesia terjadi angin musim Timur di belahan bumi Selatan dan angin musim barat daya di belahan bumi utara. Oleh karena tidak melewati lautan yang luas maka angin tidak banyak mengandung uap air oleh karena itu di indonesia terjadi musim kemarau, kecuali pantai barat Sumatra, Sulawesi Tenggara, dan pantai selatan Papua.
Antara kedua musim tersebut ada musim yang disebut musim pancaroba (peralihan), yaitu musim kemareng yang merupakan peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, dan musim labuh yang merupakan peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Adapun ciri-ciri musim pancaroba yaitu: Udara terasa panas, arah angin tidak teratur dan terjadi hujan secara tiba-tiba dalam waktu singkat dan lebat.
Angin Munson dibagi menjadi 2, yaitu Munson Barat atau dikenal dengan Angin Musim Barat dan Munson Timur atau dikenal dengan Angin Musim Timur
Angin Musim Barat
Angin Musim Barat/Angin Muson Barat adalah angin yang berembus dari Benua Asia (musim dingin) ke Benua Australia (musim panas) dan mengandung curah hujan yang banyak di Indonesia bagian barat, hal ini disebabkan karena angin melewati tempat yang luas, seperti perairan dan samudra. Contoh perairan dan samudra yang dilewati adalah Laut China Selatan dan Samudra Hindia. Angin Musim Barat menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan.
Angin ini terjadi antara bulan Oktober sampai bulan April di Indonesia terjadi musim hujan.
Angin Musim Timur
Angin Musim Timur/Angin Muson Timur adalah angin yang mengalir dari Benua Australia (musim dingin) ke Benua Asia (musim panas) sedikit curah hujan (kemarau) di Indonesia bagian Timur karena angin melewati celah- celah sempit dan berbagai gurun (Gibson, Australia Besar, dan Victoria). Ini yang menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau. Terjadi pada bulan Juni, Juli dan Agustus, dan maksimal pada bulan Juli.
Pergerakan
Aliran angin dalam jumlah yang besar merupakan akibat dari adanya rotasi bumi, perbedaan suhu dan perbedaan tekanan udara antara dua tempat dengan kecepatan yang dinamis dan fluktatif. Proses pengaliran angin merupakan perpindahan massa udara dari satu tempat ke tempat lainnya secara mendatar atau hampir mendatar. Pengaruh perputaran bumi terhadap angin disebut dengan efek Coriolis. Pergerakan angin yang searah jarum jam dan berlawanan arah dengan jarum jam disebabkan oleh efek Coriolis. Angin bergerak mengitari daerah bertekanan rendah di belahan bumi bagian selatan dengan searah jarum jam. Sebaliknya, angin bergerak berlawanan arah jarum jam mengitari daerah bertekanan rendah di belahan bumi bagian utara.
Pengukuran
Angin di permukaan diukur dengan menggunakan anemometer. Alat ukur dipasang pada ketinggin 10 meter dari permukaan Bumi. Anemometer mengukur kecepatan dalam satuan m/detik atau knot. Selain itu, anemometer juga memberikan informasi dari arah angin.[17] Arah angin dinyatakan dengan derajat. Angin dari arah utara dinyatakan dengan 360 derajat, dari arah timur dengan 90 derajat, dari arah selatan dengan 180 derajat dan dari arah barat dengan 270 derajat. Sedangkan angin yang sangat lemah dan tidak dapat dipastikan arahnya ditandai dengan 0 derajat. Energi angin setara dengan kecepatannya. Tingkat kekuatan angin ditentukan berdasarkan skala Beaufort, sedangkan kecepatan angin dirumuskan berdasarkan skala Beaufort oleh George Simpson.
Peran
Peternakan
Angin dapat memengaruhi suhu udara, kelembapan udara dan pergerakan awan. Arah angin berpengaruh terhadap pembawaan uap air yang yang membentuk awan dan dapat menyebabkan hujan. Ternak yang terkena oleh angin akan mengalami pelepasan panas tubuh pada permukaan kulit. Pelepasan panas pada tubuh ternak terjadi lebih cepat jika suhu udara di tingkat yang sedang dan kecepatan angin di tingkat yang tinggi. Angin juga membantu proses penyebaran biji tumbuhan, penyerbukan dan pembuahan pada tanaman. Pertumbuhan tanaman yang dibantu oleh angin membuat proses regenerasi tanaman dapat terus berlangsung. Selain itu, angin juga dapat menjadi media penyebaran penyakit pada ternak dan tanaman.[18]
Dinamika cuaca
Dalam ilmu meteorologi, angin merupakan mekanisme untuk perpindahan panas dan pemindahan uap air. Angin dapat menyeimbangkan neraca radiasi matahari dengan melakukan pemindahan panas dari garis lintang rendah ke garis lintang tinggi. Panas yang dipindahkan dalam bentuk yang dapat diukur maupun yang tersimpan dari garis lintang rendah ke lintang yang lebih tinggi. Sedangkan pemanfaatan angin untuk pemindahan uap air dilakukan untuk menyediakan kebutuhan air yang turun kembali sebagai hujan, kabut, ataupun embun. Uap air yang dipindahkan berasal dari laut dan ditempatkan ke daratan.
Pembentukan hujan
Embusan angin membawa air yang banyak. Air ini kemudian berubah menjadi uap air. Pada tekanan tertentu, uap air berubah menjadi awan. Setelah menjadi awan, uap air berubah menjadi tetes air yang kemudian jatuh ke permukaan Bumi menjadi hujan.[19]
Prinsip Angin
Perbedaan nilai densitas menjadi penyebab perbedaan arah datangnya angin. Angin berasal dari daerah dengan densitas besar menuju ke daerah dengan densitas kecil. Kedatangan angin digambarkan sebagai sebuah gradien tekanan menurun. Pernyataan tentang arah angin dinyatakan sebagai garis lurus yang serenjang dengan isobar. Garis lurus akan tetap serenjang dengan isobar jika hanya gradien tekanan yang bekerja. Adanya efek Coriolis akibat rotasi Bumi membuat gerakan udara memiliki kemiringan dan memotong garis-garis isobar dengan sudut yang kecil. Perubahan gradien tekanan menunjukkan nilai kecepatan angin. Kecuraman gradien tekanan menandakan angin bergerak dengan kecepatan tiinggi. Tingkat kecuraman gradien tekanan ditentukan melalui kerapatan isobar.
Lihat pula
Daftar pustaka
Bacaan terkait
- Buku LLC, 2010. Iklim di Kanada: Angin Chinook, Kekeringan di Kanada, Suhu di Kanada, Iklim di Manitoba, Selat Northumberland iklim mikro, Snowbelt. ISBN 1-156-42440-2.
- C. Donald Ahrens, 2000. Essentials of Meteorology: An Invitation to the Atmosphere (with CD-ROM). 3rd Edition. Brooks Cole.
- Dr. Gary L. Johnson, 2006. Wind Energy Systems by Dr. Gary L. Johnson. Edition. University Reprints.
- Stefan Emeis, 2012. Wind Energy Meteorology: Atmospheric Physics for Wind Power Generation (Green Energy and Technology). 2013 Edition. Springer.
Pranala luar
- Meteorology Guides: Forces and Winds – Instruksional modul dari University of Illinois
- Names of Winds – Sebuah daftar dari Layanan Cuaca Golden Gate
- Wind Atlases of the World – Daftar atlas angin dan survei angin dari seluruh dunia
- Winds of Mars: Aeolian Activity and Landforms – Paper dengan slide yang menggambarkan aktivitas angin di planet Mars
- Classification of Wind Speeds
- Wind-speed chart
- The Bibliography of Aeolian Research
Referensi
- ↑ Arti kata angin - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. kbbi.web.id.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Sofyan Arsyad. Ilmu Iklim dan Pengairan. CV. Yasaguna. 1983.
- ↑ Donald L. Grebner. Introduction to Forestry and Natural Resources. Academic Press. 2013-01-01. hlm. 323–358. doi:10.1016/b978-0-12-386901-2.00014-2. ISBN 978-0-12-386901-2.
- ↑ Donald L. Grebner. Introduction to Forestry and Natural Resources. Academic Press. 2013-01-01. hlm. 323–358. doi:10.1016/b978-0-12-386901-2.00014-2. ISBN 978-0-12-386901-2.
- ↑ Energy - Student Resources: Wind. ei.lehigh.edu.
- ↑ Ian Brooks. review. doi.org. 2017-08-03.
- ↑ Aldrian, dkk. Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Indonesia. Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara, Kedeputian Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. 2011. hlm. 15.
- ↑ Pattinaja, Y.I., Nadeak, R., Suhono, L., Widodo, A., Purwanto, A., dan Wahyu. Buku Saku ENSIKLOPEDIA KELAUTAN DAN PERIKANAN Edisi 1. Zifatama Jawara. 2019. hlm. 20. ISBN 978-602-5815-64-5.
- ↑ Sukses Sains Fisika 1: Ringkasan Materi dan Kumpulan Soal. Grasindo. ISBN 978-979-025-170-0.
- ↑ Dr. Steve Ackerman. Sea and Land Breezes. University of Wisconsin. 1995.
- ↑ JetStream: An Online School For Weather. The Sea Breeze. (tidak lagi berfungsi) National Weather Service. 2008.
- ↑ Matthys Levy. Why the Wind Blows: A History of Weather and Global Warming. Upper Access Books. 2007. ISBN 978-0-942679-31-1.
- ↑ What is Foehn Wind?. www.hko.gov.hk.
- ↑ Foehn effect. Met Office.
- ↑ Sarah Strauss. An Ill Wind: The Foehn in Leukerbad and Beyond. The Journal of the Royal Anthropological Institute. 2007. Vol. 13. hlm. S165–S181.
- ↑ Sucahyono S., D., dan Ribudiyanto, K. Cuaca dan Iklim Ekstrem di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. 2013. hlm. 15. ISBN 978-602-1282-00-7.
- ↑ Patriani, dkk. Klimatologi dan Lingkungan Ternak. USU Press. 2019. hlm. 42. ISBN 978-602-465-123-7.
- ↑ Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. Pelestarian Lingkungan Hidup. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. 2009. hlm. 31. ISBN 978-602-95370-1-7.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27815204 (2025-09-12T15:03:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.