Lompat ke isi

Teleologi dalam biologi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26119112; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


Walaupun begitu, pakar biologi masih sering menulis tentang evolusi dengan menggunakan bahasa yang mengesankan bahwa organisme memiliki tujuan, dan beberapa filsuf biologi seperti [[Francisco J. Ayala|Francisco Ayala]] dan pakar biologi seperti [[J.B.S. Haldane|JBS Haldane]] merasa bahwa bahasa teleologis tidak dapat dihindarkan dalam bidang [[biologi evolusioner]] .
Walaupun begitu, pakar biologi masih sering menulis tentang evolusi dengan menggunakan bahasa yang mengesankan bahwa organisme memiliki tujuan, dan beberapa filsuf biologi seperti [[Francisco J. Ayala|Francisco Ayala]] dan pakar biologi seperti [[J.B.S. Haldane|JBS Haldane]] merasa bahwa bahasa teleologis tidak dapat dihindarkan dalam bidang [[biologi evolusioner]] .
== Referensi ==


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teleologi+dalam+biologi&oldid=26119112 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26119112 (2024-08-03T07:42:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teleologi+dalam+biologi&oldid=26119112 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26119112 (2024-08-03T07:42:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.05

Teleologi dalam biologi adalah penggunaan bahasa yang mengesankan bahwa adaptasi evolusioner memiliki suatu tujuan. Istilah teleonomi juga telah diusulkan untuk menyebut penggunaan bahasa semacam ini. Sebelum Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya, organisme diyakini sebagai hasil "rancangan" dan "ciptaan" Tuhan; menurut teologi alam, organ dan perilaku hewan "diciptakan" sesuai dengan fungsinya, misalnya mata "diciptakan" dengan tujuan untuk melihat. Pakar biologi evolusioner sering menggunakan bahasa teleologis yang mengesankan adanya tujuan, misalnya dengan menyatakan bahwa "tangan primata dirancang untuk menggenggam", tetapi yang dimaksud dengan "dirancang" di sini bukanlah dirancang oleh Tuhan, tetapi oleh seleksi alam. Dalam sejarah pemikiran evolusi sendiri terdapat pandangan bahwa evolusi memiliki suatu tujuan (ortogenesis), dan menurut pandangan vitalisme, didorong oleh suatu daya pendorong hidup yang memiliki suatu tujuan. Kedua pandangan ini tidak diterima oleh ilmuwan modern, dan konsensus ilmiah menyatakan bahwa evolusi berlangsung melalui mekanisme seleksi alam berdasarkan variasi yang diwariskan. Oleh sebab itu, penggunaan bahasa teleologis dianggap bermasalah oleh beberapa pakar biologi dan filsuf sains, dan telah dilakukan upaya untuk mengajarkan mahasiswa-mahasiswa biologi untuk tidak menggunakan bahasa teleologis.

Walaupun begitu, pakar biologi masih sering menulis tentang evolusi dengan menggunakan bahasa yang mengesankan bahwa organisme memiliki tujuan, dan beberapa filsuf biologi seperti Francisco Ayala dan pakar biologi seperti JBS Haldane merasa bahwa bahasa teleologis tidak dapat dihindarkan dalam bidang biologi evolusioner .

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26119112 (2024-08-03T07:42:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.