Lompat ke isi

Dilema buaya: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29444911; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Dilema buaya''' adalah sebuah [[paradoks]] dalam [[logika]] yang masih satu keluarga dengan [[paradoks pembohong]]. Premisnya menyatakan bahwa seekor buaya telah menculik seorang anak. Si buaya berjanji kepada ayahnya bahwa anaknya akan dikembalikan [[jika dan hanya jika]] ia bisa menebak dengan tepat apakah si buaya akan mengembalikan anaknya atau tidak.
'''Dilema buaya''' adalah sebuah [[paradoks]] dalam [[logika]] yang masih satu keluarga dengan [[paradoks pembohong]].<ref>Margherita Barile. [http://mathworld.wolfram.com/CrocodilesDilemma.html Crococile Dilemma – MathWorld].</ref> Premisnya menyatakan bahwa seekor buaya telah menculik seorang anak. Si buaya berjanji kepada ayahnya bahwa anaknya akan dikembalikan [[jika dan hanya jika]] ia bisa menebak dengan tepat apakah si buaya akan mengembalikan anaknya atau tidak.


Secara logis, transaksi ini tampak lancar (tetapi tidak dapat diprediksi) jika ayahnya menebak si anak akan dikembalikan, tetapi akan muncul dilema bagi buaya jika si ayah menjawab anaknya tidak akan dikembalikan. Jika buaya memutuskan tidak mengembalikan anaknya, ia melanggar peraturannya sendiri, karena tebakan ayahnya benar dan si anak harus dikembalikan. Akan tetapi, apabila buaya memutuskan untuk memberikan kembali anak itu, ia masih melanggar persyaratannya, bahkan jika keputusan ini didasarkan pada hasil sebelumnya: tebakan sang Ayah menjadi salah, dan anak itu seharusnya tidak dikembalikan. Pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan oleh buaya menjadi [[paradoks]]ikal, dan tidak memiliki solusi yang dapat dibenarkan.
Secara logis, transaksi ini tampak lancar (tetapi tidak dapat diprediksi) jika ayahnya menebak si anak akan dikembalikan, tetapi akan muncul dilema bagi buaya jika si ayah menjawab anaknya tidak akan dikembalikan. Jika buaya memutuskan tidak mengembalikan anaknya, ia melanggar peraturannya sendiri, karena tebakan ayahnya benar dan si anak harus dikembalikan. Akan tetapi, apabila buaya memutuskan untuk memberikan kembali anak itu, ia masih melanggar persyaratannya, bahkan jika keputusan ini didasarkan pada hasil sebelumnya: tebakan sang Ayah menjadi salah, dan anak itu seharusnya tidak dikembalikan. Pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan oleh buaya menjadi [[paradoks]]ikal, dan tidak memiliki solusi yang dapat dibenarkan.<ref>[https://archive.org/details/lecturenotesinar0000jsie Lecture Notes in Artificial Intelligence]. Springer-Verlag. 1989. hlm. [https://archive.org/details/lecturenotesinar0000jsie/page/14 14]. ISBN 3540530827.</ref><ref>Ronald E Young. ''Traveling East''. iUniverse. 2005. hlm. 8–9. ISBN 0595795846.</ref><ref>Richard Murray. [https://archive.org/details/murrayscompendi00murrgoog Murray's Compendium of logic]. 1847. hlm. [https://archive.org/details/murrayscompendi00murrgoog/page/n171 159].</ref>


Dilema buaya berusaha memaparkan sejumlah persoalan logika [[metapengetahuan]]. Karena itu, dilema ini memiliki konstruksi yang serupa dengan [[Paradoks hukuman gantung tidak terduga]] yang pernah dipakai [[Richard Montague]]&nbsp;(1960) untuk mendemonstrasikan bahwa asumsi-asumsi tentang pengetahuan berikut tidak konsisten saat diuji gabungan:
Dilema buaya berusaha memaparkan sejumlah persoalan logika [[metapengetahuan]]. Karena itu, dilema ini memiliki konstruksi yang serupa dengan [[Paradoks hukuman gantung tidak terduga]] yang pernah dipakai [[Richard Montague]]&nbsp;(1960) untuk mendemonstrasikan bahwa asumsi-asumsi tentang pengetahuan berikut tidak konsisten saat diuji gabungan:<ref>[https://archive.org/details/lecturenotesinar0000jsie Lecture Notes in Artificial Intelligence]. Springer-Verlag. 1989. hlm. [https://archive.org/details/lecturenotesinar0000jsie/page/14 14]. ISBN 3540530827.</ref>
:<blockquote>(i) Jika ''ρ'' dianggap benar, maka ''ρ''.</blockquote>
:<blockquote>(i) Jika ''ρ'' dianggap benar, maka ''ρ''.</blockquote>
:<blockquote>(ii) Diketahui (i).</blockquote>
:<blockquote>(ii) Diketahui (i).</blockquote>
:<blockquote>(iii) Jika ''ρ'' berarti ''σ'', dan ''ρ'' dianggap benar, maka ''σ'' juga dianggap benar.</blockquote>
:<blockquote>(iii) Jika ''ρ'' berarti ''σ'', dan ''ρ'' dianggap benar, maka ''σ'' juga dianggap benar.</blockquote>
Dilema ini juga sama seperti [[paradoks pembohong]]. Sumber-sumber Yunani Kuno adalah yang pertama membahas dilema buaya.
Dilema ini juga sama seperti [[paradoks pembohong]]. Sumber-sumber Yunani Kuno adalah yang pertama membahas dilema buaya.<ref>Margherita Barile. [http://mathworld.wolfram.com/CrocodilesDilemma.html Crococile Dilemma – MathWorld].</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Daftar paradoks]]
* [[Daftar paradoks]]


== Catatan kaki ==
== Referensi ==
 
<references />
 
[[en:Crocodile dilemma]]
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dilema+buaya&oldid=29444911 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29444911 (2026-07-11T16:26:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dilema+buaya&oldid=29444911 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29444911 (2026-07-11T16:26:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.05

Dilema buaya adalah sebuah paradoks dalam logika yang masih satu keluarga dengan paradoks pembohong.[1] Premisnya menyatakan bahwa seekor buaya telah menculik seorang anak. Si buaya berjanji kepada ayahnya bahwa anaknya akan dikembalikan jika dan hanya jika ia bisa menebak dengan tepat apakah si buaya akan mengembalikan anaknya atau tidak.

Secara logis, transaksi ini tampak lancar (tetapi tidak dapat diprediksi) jika ayahnya menebak si anak akan dikembalikan, tetapi akan muncul dilema bagi buaya jika si ayah menjawab anaknya tidak akan dikembalikan. Jika buaya memutuskan tidak mengembalikan anaknya, ia melanggar peraturannya sendiri, karena tebakan ayahnya benar dan si anak harus dikembalikan. Akan tetapi, apabila buaya memutuskan untuk memberikan kembali anak itu, ia masih melanggar persyaratannya, bahkan jika keputusan ini didasarkan pada hasil sebelumnya: tebakan sang Ayah menjadi salah, dan anak itu seharusnya tidak dikembalikan. Pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan oleh buaya menjadi paradoksikal, dan tidak memiliki solusi yang dapat dibenarkan.[2][3][4]

Dilema buaya berusaha memaparkan sejumlah persoalan logika metapengetahuan. Karena itu, dilema ini memiliki konstruksi yang serupa dengan Paradoks hukuman gantung tidak terduga yang pernah dipakai Richard Montague (1960) untuk mendemonstrasikan bahwa asumsi-asumsi tentang pengetahuan berikut tidak konsisten saat diuji gabungan:[5]

(i) Jika ρ dianggap benar, maka ρ.

(ii) Diketahui (i).

(iii) Jika ρ berarti σ, dan ρ dianggap benar, maka σ juga dianggap benar.

Dilema ini juga sama seperti paradoks pembohong. Sumber-sumber Yunani Kuno adalah yang pertama membahas dilema buaya.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. Margherita Barile. Crococile Dilemma – MathWorld.
  2. Lecture Notes in Artificial Intelligence. Springer-Verlag. 1989. hlm. 14. ISBN 3540530827.
  3. Ronald E Young. Traveling East. iUniverse. 2005. hlm. 8–9. ISBN 0595795846.
  4. Richard Murray. Murray's Compendium of logic. 1847. hlm. 159.
  5. Lecture Notes in Artificial Intelligence. Springer-Verlag. 1989. hlm. 14. ISBN 3540530827.
  6. Margherita Barile. Crococile Dilemma – MathWorld.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29444911 (2026-07-11T16:26:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.