Lompat ke isi

Ras manusia: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29466659; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''[[Kebangsaan|Ras]]''' (dari [[bahasa Prancis]] ''[[:fr:race|race]]'', yang sendirinya dari [[bahasa Latin]] ''radix'', "akar") adalah suatu sistem [[klasifikasi]] yang digunakan untuk mengkategorikan [[manusia]] dalam [[Populasi (biologi)|populasi]] atau [[kelompok sosial|kelompok]] besar dan berbeda melalui ciri [[fenotipe]], asal-usul geografis, tampang jasmani dan [[suku|kesukuan]] yang terwarisi. Di awal abad ke-20 istilah ini sering digunakan dalam arti [[biologis]] untuk menunjuk populasi manusia yang beraneka ragam dari segi [[genetik]] dengan anggota yang memiliki [[fenotipe]] (tampang luar) yang sama. Arti "ras" ini masih digunakan dalam [[antropologi]] [[forensik]] (dalam menganalisis sisa tulang), penelitian [[biomedis]] dan [[kedokteran]] berdasarkan asal-usul.
[[File:Karl_Ernst_von_Baer_Types_Principaux_des_Differents_Race_Humaines.jpg|thumb|right|280px|Karl Ernst von Baer Types Principaux des Differents Race Humaines]]


Di samping itu, di [[Amerika Serikat]] misalnya, penegak [[hukum]] menggunakan istilah "[[Rasionalisme|ras]]" untuk menentukan profil tersangka dan penggambaran kembali tampang para pelaku kriminal berdasarkan informasi visual dari korban. Pada sistem di masyarakat, pengelompokan berdasarkan "ras" mengikuti pola pelapisan [[sosial]], bagi ilmuwan sosial yang meneliti kesenjangan sosial, "ras" dapat menjadi [[variabel]] yang berarti. Sebagai faktor [[sosiologi]]s, kategori "ras" dapat secara terbatas mencerminkan penjelasan yang subjektif, mengenai jati diri dan lembaga sosial.
'''[[Kebangsaan|Ras]]''' (dari [[bahasa Prancis]] ''[[:fr:race|race]]'', yang sendirinya dari [[bahasa Latin]] ''radix'', "akar") adalah suatu sistem [[klasifikasi]] yang digunakan untuk mengkategorikan [[manusia]] dalam [[Populasi (biologi)|populasi]] atau [[kelompok sosial|kelompok]] besar dan berbeda melalui ciri [[fenotipe]], asal-usul geografis, tampang jasmani dan [[suku|kesukuan]] yang terwarisi. Di awal abad ke-20 istilah ini sering digunakan dalam arti [[biologis]] untuk menunjuk populasi manusia yang beraneka ragam dari segi [[genetik]] dengan anggota yang memiliki [[fenotipe]] (tampang luar) yang sama.<ref>''See:'' * * * * * * * *</ref> Arti "ras" ini masih digunakan dalam [[antropologi]] [[forensik]] (dalam menganalisis sisa tulang), penelitian [[biomedis]] dan [[kedokteran]] berdasarkan asal-usul.<ref>''See:'' * * * *</ref>
 
Di samping itu, di [[Amerika Serikat]] misalnya, penegak [[hukum]] menggunakan istilah "[[Rasionalisme|ras]]" untuk menentukan profil tersangka dan penggambaran kembali tampang para pelaku kriminal berdasarkan informasi visual dari korban. Pada sistem di masyarakat, pengelompokan berdasarkan "ras" mengikuti pola pelapisan [[sosial]], bagi ilmuwan sosial yang meneliti kesenjangan sosial, "ras" dapat menjadi [[variabel]] yang berarti. Sebagai faktor [[sosiologi]]s, kategori "ras" dapat secara terbatas mencerminkan penjelasan yang subjektif, mengenai jati diri dan lembaga sosial.<ref>: For example, "the association of blacks with poverty and welfare ... is due, not to race per se, but to the link that race has with poverty and its associated disadvantages"–p.75.</ref><ref>: "In many parts of Latin America, racial groupings are based less on the biological physical features and more on an intersection between physical features and social features such as economic class, dress, education, and context. Thus, a more fluid treatment allows for the construction of race as an achieved status rather than an ascribed status as is the case in the United States"</ref>


Oleh karena itu, [[paradigma]] "ras" yang digunakan dalam berbagai [[disiplin]] menekan dengan cara yang beraneka pada sifat [[biologi]]s atau pada segi konstruk sosial.
Oleh karena itu, [[paradigma]] "ras" yang digunakan dalam berbagai [[disiplin]] menekan dengan cara yang beraneka pada sifat [[biologi]]s atau pada segi konstruk sosial.


Walau para biologis kadang-kadang menggunakan paham "ras" untuk membuat pembedaan antara kumpulan ciri-ciri yang rancu, [[ilmuwan]] lain mengajukan wawasan bahwa paham "ras" sering digunakan secara naif atau terlalu sederhana. "Ras" tidak memiliki arti [[taksonomi]]s untuk manusia: semua manusia adalah anggota dari [[subspesies]] [[hominid]] yang sama yaitu ''[[Homo sapiens sapiens]]''. Paham sosial dan pengelompokan ras berubah dengan waktu, termasuk [[taksonomi]] awam
Walau para biologis kadang-kadang menggunakan paham "ras" untuk membuat pembedaan antara kumpulan ciri-ciri yang rancu, [[ilmuwan]] lain mengajukan wawasan bahwa paham "ras" sering digunakan<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> secara naif<ref>: "We caution against making the naive leap to a genetic explanation for group differences in complex traits, especially for human behavioral traits such as IQ scores"</ref> atau terlalu sederhana. "Ras" tidak memiliki arti [[taksonomi]]s untuk manusia: semua manusia adalah anggota dari [[subspesies]] [[hominid]] yang sama yaitu ''[[Homo sapiens sapiens]]''.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>"Pure races, in the sense of genetically homogeneous populations, do not exist in the human species today, nor is there any evidence that they have ever existed in the past."-p.714</ref> Paham sosial dan pengelompokan ras berubah dengan waktu, termasuk [[taksonomi]] awam
yang menentukan tipe orang yang bersifat [[esensialisme]] berdasarkan ciri-ciri yang terlihat. Para ilmuwan menganggap [[esensialisme]] biologis sudah ketinggalan zaman, dan pada umumnya tidak mendukung penjelasan berdasarkan ras untuk pembedaan kelompok, baik dari segi ciri-ciri jasmani maupun kelakuan.
<ref>''See:'' * *</ref> yang menentukan tipe orang yang bersifat [[esensialisme]] berdasarkan ciri-ciri yang terlihat. Para ilmuwan menganggap [[esensialisme]] biologis sudah ketinggalan zaman,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan pada umumnya tidak mendukung penjelasan berdasarkan ras untuk pembedaan kelompok, baik dari segi ciri-ciri jasmani maupun kelakuan.<ref>: "We caution against making the naive leap to a genetic explanation for group differences in complex traits, especially for human behavioral traits such as IQ scores"</ref><ref>: ''For example, "Evidence from the analysis of genetics (e.g., DNA) indicates that most physical variation, about 94%, lies within so-called racial groups. Conventional geographic 'racial' groupings differ from one another only in about 6% of their genes. This means that there is greater variation within 'racial' groups than between them."''</ref>


Saat orang menentukan dan menggunakan satu paham tertentu untuk "ras", mereka menciptakan suatu kenyataan sosial di mana diterapkan suatu kategorisasi sosial tertentu. Oleh sebab itu "ras" dipandang sebagai konstruk sosial. Konstruksi tersebut berkembang dalam berbagai konteks hukum, ekonomi dan sosio-politik, dan boleh jadi lebih merupakan akibat daripada sebab dari kenyataan sosial. Walau banyak ilmuwan berpandangan bahwa "ras" adalah suatu konstruksi sosial, kebanyakan pakar setuju bahwa "ras" memiliki dampak material yang nyata dalam diskriminasi perhunian, proses hukum, praktik politik, pendidikan, dll. Teori Omi dan Winant mengenai pembentukan ras mengatakan bahwa ras adalah suatu konsep yang mengartikan dan melambangkan pertentangan dan kepentingan sosial melalui pengacuan pada tipe jasmani manusia yang berbeda.” Arti dan maksud dari istilah "ras" dihasilkan dan digunakan oleh [[lembaga]] sosial melalui pandangan bersifat kebudayaan. Sejak Omi dan Winant, para akademisi telah menyusun dan meninjau kembali maksud "ras" sebagai konstruksi sosial dengan meneliti cara gambaran, paham dan asumsi mengenai "ras" dirumuskan dalam kehidupan sehari-hari. Angela Davis, Ruth Gilmore, dan Imani Perry telah menelusuri hubungan antara paham "ras" dari segi sejarah dan sosial production dalam bahasa hukum dan pidana, dan dampaknya atas kebijakan terhadap [[Negro|orang Hitam]] di Amerika, dan jumlah mereka dalam penjara yang sudah tidak proporsional lagi.
Saat orang menentukan dan menggunakan satu paham tertentu untuk "ras", mereka menciptakan suatu kenyataan sosial di mana diterapkan suatu kategorisasi sosial tertentu.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Oleh sebab itu "ras" dipandang sebagai konstruk sosial.<ref>''See:'' * *</ref> Konstruksi tersebut berkembang dalam berbagai konteks hukum, ekonomi dan sosio-politik, dan boleh jadi lebih merupakan akibat daripada sebab dari kenyataan sosial.<ref>''See:'' * * * as cited in</ref> Walau banyak ilmuwan berpandangan bahwa "ras" adalah suatu konstruksi sosial, kebanyakan pakar setuju bahwa "ras" memiliki dampak material yang nyata dalam diskriminasi perhunian, proses hukum, praktik politik, pendidikan, dll. Teori Omi dan Winant mengenai pembentukan ras mengatakan bahwa ras adalah suatu konsep yang mengartikan dan melambangkan pertentangan dan kepentingan sosial melalui pengacuan pada tipe jasmani manusia yang berbeda.”<ref>Omi, Michael dan Howard Winant, ''Racial Formation in the United States: From the 1960s to the 1990s'', New York, Routledge, 1994, halaman 55</ref> Arti dan maksud dari istilah "ras" dihasilkan dan digunakan oleh [[lembaga]] sosial melalui pandangan bersifat kebudayaan. Sejak Omi dan Winant, para akademisi telah menyusun dan meninjau kembali maksud "ras" sebagai konstruksi sosial dengan meneliti cara gambaran, paham dan asumsi mengenai "ras" dirumuskan dalam kehidupan sehari-hari. Angela Davis,<ref>Davis, Angela. ''Are Prisons Obsolete?'' Toronto: Publishers Group Canada, 2003.</ref> Ruth Gilmore,<ref>Gilmore, Ruth, ''Golden Gulag: Prisons, Surplus, Crisis, and Opposition in Globalizing California'', Berkeley: University of California Press, 2007</ref> dan Imani Perry<ref>Perry, Imani, ''More Beautiful, More Terrible: The Embrace and Transcendence of Racial Inequality in the United States''</ref> telah menelusuri hubungan antara paham "ras" dari segi sejarah dan sosial production dalam bahasa hukum dan pidana, dan dampaknya atas kebijakan terhadap [[Negro|orang Hitam]] di Amerika, dan jumlah mereka dalam penjara yang sudah tidak proporsional lagi.


Faktor sosio dan ekonomi berakibatkan penderitaan yang sangat besar di dalam kelompok yang telantar. [[Diskriminasi]] rasial sering bertepatan dengan pola pikir yang [[Rasisme|rasis]], di mana para individu dan ideologi satu kelompok melihat anggota dari kelompok lain sebagai suatu "ras" tertentu yang lebih rendah secara moral. Alhasil, kelompok yang tidak banyak berkuasa sering terasing atau tertindas, sedangkan individu dan [[lembaga]] yang dominan dituduh bersikap rasis. Rasisme mengakibatkan banyak contoh tragedi, termasuk [[perbudakan]] dan [[genosida]].
Faktor sosio dan ekonomi berakibatkan penderitaan yang sangat besar di dalam kelompok yang telantar.<ref>''See:'' * as cited in * * * * *: "It was Aristotle who first arranged all animals into a single, graded scale that placed humans at the top as the most perfect iteration. By the late 19th century, the idea that inequality was the basis of natural order, known as the ''great chain of being'', was part of the common lexicon."</ref> [[Diskriminasi]] rasial sering bertepatan dengan pola pikir yang [[Rasisme|rasis]], di mana para individu dan ideologi satu kelompok melihat anggota dari kelompok lain sebagai suatu "ras" tertentu yang lebih rendah secara moral.<ref>citing and</ref> Alhasil, kelompok yang tidak banyak berkuasa sering terasing atau tertindas, sedangkan individu dan [[lembaga]] yang dominan dituduh bersikap rasis.<ref>''See:'' * * *: psychiatric instrument called the "Perceived Racism Scale" "provides a measure of the frequency of exposure to many manifestations of racism ... including individual and institutional"; also assesses motional and behavioral coping responses to racism. *</ref> Rasisme mengakibatkan banyak contoh tragedi, termasuk [[perbudakan]] dan [[genosida]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Sementara ilmuwan Eropa sebagian besar telah meninggalkan klasifikasi rasial, konsep tersebut menjadi arus utama oleh ilmuwan non-Eropa. Baru-baru ini, beberapa penelitian pada tahun 2019 dan 2020 dari "Central South University" (CSU; 中南 大学), telah menyajikan bukti kuat untuk asal muasal multiregional manusia. Bukti genetik menunjukkan bahwa populasi terkait Asia Timur (orang Asia Timur, orang Siberia, orang Asia Tengah, orang Asia Tenggara, orang Polinesia, dan orang Amerika Pribumi) secara genetik berbeda dari orang Eropa atau Afrika. Mereka selanjutnya menyarankan bahwa bukti ini bertentangan dengan migrasi keluar dari Afrika. Mereka menyimpulkan bahwa populasi terkait Asia Timur (juga dikenal sebagai ras Mongoloid) berasal dari suatu tempat di Asia Timur (Tiongkok selatan).
Sementara ilmuwan Eropa sebagian besar telah meninggalkan klasifikasi rasial, konsep tersebut menjadi arus utama oleh ilmuwan non-Eropa. Baru-baru ini, beberapa penelitian pada tahun 2019 dan 2020 dari "Central South University" (CSU; 中南 大学), telah menyajikan bukti kuat untuk asal muasal multiregional manusia. Bukti genetik menunjukkan bahwa populasi terkait Asia Timur (orang Asia Timur, orang Siberia, orang Asia Tengah, orang Asia Tenggara, orang Polinesia, dan orang Amerika Pribumi) secara genetik berbeda dari orang Eropa atau Afrika. Mereka selanjutnya menyarankan bahwa bukti ini bertentangan dengan migrasi keluar dari Afrika. Mereka menyimpulkan bahwa populasi terkait Asia Timur (juga dikenal sebagai ras Mongoloid) berasal dari suatu tempat di Asia Timur (Tiongkok selatan).<ref>Dejian Yuan. [https://www.biorxiv.org/content/10.1101/101410v6 Modern human origins: multiregional evolution of autosomes and East Asia origin of Y and mtDNA]. ''bioRxiv''. 2019-06-09. hlm. 101410. doi:10.1101/101410.</ref><ref>Hongyao Chen. [https://www.biorxiv.org/content/10.1101/2020.03.10.986042v1 Ancient Y chromosomes confirm origin of modern human paternal lineages in Asia rather than Africa]. ''bioRxiv''. 2020-03-11. hlm. 2020.03.10.986042. doi:10.1101/2020.03.10.986042.</ref>


Rata-rata jarak genetik Fst antara populasi manusia adalah sekitar 0,125. Lewontin berargumen bahwa ini mewakili variasi ras yang kecil. Harpending, di sisi lain, berargumen bahwa jarak tersebut mengimplikasikan hubungan kekerabatan antara individu dari populasi yang sama setara dengan hubungan kekerabatan antara saudara tiri dalam populasi yang kawin secara acak, dan bahwa seseorang dari populasi tertentu secara genetik lebih dekat dengan individu yang tidak terkait dari populasi yang sama daripada dengan saudara tiri dari ras campuran.
Rata-rata jarak genetik Fst antara populasi manusia adalah sekitar 0,125. Lewontin berargumen bahwa ini mewakili variasi ras yang kecil.<ref>https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-1-4684-9063-3_14</ref> Harpending, di sisi lain, berargumen bahwa jarak tersebut mengimplikasikan hubungan kekerabatan antara individu dari populasi yang sama setara dengan hubungan kekerabatan antara saudara tiri dalam populasi yang kawin secara acak, dan bahwa seseorang dari populasi tertentu secara genetik lebih dekat dengan individu yang tidak terkait dari populasi yang sama daripada dengan saudara tiri dari ras campuran.<ref>https://www.jstor.org/stable/27503827</ref>


== Pemahaman modern pertama tentang "ras" ==
== Pemahaman modern pertama tentang "ras" ==
Boleh jadi kelompok manusia dari dulu selalu menentukan diri sendiri sebagai berbeda dari kelompok lain. Namun, perbedaan tersebut belum tentu selalu dipandang sebagai sesuatu yang alami, tak terubahkan dan menyeluruh. Pandang seperti ini merupakan ciri-ciri khas paham "ras" yang digunakan pada masa kini.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Pada awalnya, kata "ras" dipakai untuk menunjuk suatu [[bangsa]] atau [[kelompok etnis]]. [[Marco Polo]] misalnya, dalam bukunya yang ditulis pada abad ke-13, menguraikan "ras [[Persia]]".<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Paham "ras" masa kini baru muncul pada abad ke-17.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Boleh jadi kelompok manusia dari dulu selalu menentukan diri sendiri sebagai berbeda dari kelompok lain. Namun, perbedaan tersebut belum tentu selalu dipandang sebagai sesuatu yang alami, tak terubahkan dan menyeluruh. Pandang seperti ini merupakan ciri-ciri khas paham "ras" yang digunakan pada masa kini.
Paham Eropa tentang "ras", sejalan dengan sejumlah paham yang sekarang dikaitkan dengan istilah tersebut, muncul pada saat [[revolusi ilmiah]], di mana penelitian alam dimulai dan diutamakan, dan masa [[imperialisme]] dan [[kolonialisme]] Eropa yang menciptakan hubungan politik antara orang Eropa dan bangsa yang memiliki tradisi kebudayaan dan politik yang berbeda.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dengan bertemunya orang Eropa dengan bangsa dari berbagai bagian dunia, mereka membahas perbedaan jasmani, sosial, dan kebudayaan di antara berbagai kelompok manusia. Munculnya perniagaan budak di Atlantik, yang secara berangsur menggantikan perniagaan budak yang lebih lama di seluruh dunia, makin mendorong untuk mengkategorikan kelompok manusia demi membenarkan ditundukkannya budak asal Afrika.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dengan mengacu kepada sumber [[Klasik]] mereka dan hubungan antar bangsa Eropa sendiri — misalnya, permusuhan bebuyutan antara [[Inggris]] dan [[Prancis]] sangat berpengaruh atas pemikiran Eropa awal mengenai perbedaan antar bangsa<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> — orang Eropa mulai mengotakkan mereka sendiri dan bangsa lain dalam kelompok berdasarkan tampang jasmani, dan melekatkan pada individu dalam kelompok tersebut, perilaku dan kemampuan yang dianggap mengakar dalam-dalam. Berkembanlah sejumlah [[kepercayaan]] yang mengaitkan perbedaan jasmani antar kelompok yang terwarisi, dengan sifat [[intelektual]], perilaku, dan [[moral]] yang juga dikira terwarisi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Paham serupa ditemukan pada kebudayaan lain,<ref>''For examples see:'' * *</ref> misalnya di [[Tiongkok]], di mana suatu konsep yang diterjemahkan dengan istilah "ras" dikaitkan dengan yang dipercayai adalah keturunan bersama dari [[Kaisar Kuning]], dan digunakan untuk menegaskan kesatuan para [[kelompok etnis]] di Tiongkok China. Pertikaian penuh kekerasan antar kelompok etnis sempat terjadi di sepanjang sejarah dan di seluruh dunia.<ref>Race, Ethnicity, and Genetics Working Group. ''The use of racial, ethnic, and ancestral categories in human genetics research''. ''American Journal of Human Genetics''. October 2005. Vol. 77 (4). hlm. 519–32. doi:10.1086/491747.</ref>
 
Pada awalnya, kata "ras" dipakai untuk menunjuk suatu [[bangsa]] atau [[kelompok etnis]]. [[Marco Polo]] misalnya, dalam bukunya yang ditulis pada abad ke-13, menguraikan "ras [[Persia]]". Paham "ras" masa kini baru muncul pada abad ke-17.
 
Paham Eropa tentang "ras", sejalan dengan sejumlah paham yang sekarang dikaitkan dengan istilah tersebut, muncul pada saat [[revolusi ilmiah]], di mana penelitian alam dimulai dan diutamakan, dan masa [[imperialisme]] dan [[kolonialisme]] Eropa yang menciptakan hubungan politik antara orang Eropa dan bangsa yang memiliki tradisi kebudayaan dan politik yang berbeda. Dengan bertemunya orang Eropa dengan bangsa dari berbagai bagian dunia, mereka membahas perbedaan jasmani, sosial, dan kebudayaan di antara berbagai kelompok manusia. Munculnya perniagaan budak di Atlantik, yang secara berangsur menggantikan perniagaan budak yang lebih lama di seluruh dunia, makin mendorong untuk mengkategorikan kelompok manusia demi membenarkan ditundukkannya budak asal Afrika. Dengan mengacu kepada sumber [[Klasik]] mereka dan hubungan antar bangsa Eropa sendiri — misalnya, permusuhan bebuyutan antara [[Inggris]] dan [[Prancis]] sangat berpengaruh atas pemikiran Eropa awal mengenai perbedaan antar bangsa — orang Eropa mulai mengotakkan mereka sendiri dan bangsa lain dalam kelompok berdasarkan tampang jasmani, dan melekatkan pada individu dalam kelompok tersebut, perilaku dan kemampuan yang dianggap mengakar dalam-dalam. Berkembanlah sejumlah [[kepercayaan]] yang mengaitkan perbedaan jasmani antar kelompok yang terwarisi, dengan sifat [[intelektual]], perilaku, dan [[moral]] yang juga dikira terwarisi. Paham serupa ditemukan pada kebudayaan lain, misalnya di [[Tiongkok]], di mana suatu konsep yang diterjemahkan dengan istilah "ras" dikaitkan dengan yang dipercayai adalah keturunan bersama dari [[Kaisar Kuning]], dan digunakan untuk menegaskan kesatuan para [[kelompok etnis]] di Tiongkok China. Pertikaian penuh kekerasan antar kelompok etnis sempat terjadi di sepanjang sejarah dan di seluruh dunia.


Klasifikasi pasca-[[klasik]] yang pertama manusia dalam "ras" diketahui adalah ''Nouvelle division de la terre par les différents espèces ou races qui l'habitent'' ("Pembagian baru Bumi oleh spesies atau ras yang menghuninya") oleh [[François Bernier]] dari Prancis, yang diterbitkan tahun 1684. Pada abad ke-18, perbedaan antara kelompok manusia menjadi bahan penyelidikan ilmiah. Namun klasifikasi ilmiah mengenai variasi [[fenotipe]] sering disertai gagasan [[rasisme|rasis]] mengenai kemampuan yang dianggap melekat pada berbagai kelompok, yang selalu memberi ciri-ciri yang paling bagus kepada orang Eropa atau [[orang Kulit putih]], dan memperingkatkan "ras" lain dalam suatu kontinuum ciri-ciri yang secara berangsur menjadi kurang bagus. Klasifikasi [[Carolus Linnaeus]], pencipta [[taksonomi]] zoologis, tahun 1755 membagi ras manusia [[Homo Sapiens]] dalam varietas "''Europaeus''", "''Asiaticus''", "''Americanus''" dan "''Afer''", yang masing-masing dikaitkan dengan watak yang berbeda: "''sanguine''", "melancolis", "''choleric''" dan "''bilious''". ''Homo Sapiens Europeaus'' dikatakan aktif, cerdas dan petualang, sedangkan ''Homo Sapiens Afer'' dikatakan licik, pemalas dan sembrono.
Klasifikasi pasca-[[klasik]] yang pertama manusia dalam "ras" diketahui adalah ''Nouvelle division de la terre par les différents espèces ou races qui l'habitent'' ("Pembagian baru Bumi oleh spesies atau ras yang menghuninya") oleh [[François Bernier]] dari Prancis, yang diterbitkan tahun 1684.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada abad ke-18, perbedaan antara kelompok manusia menjadi bahan penyelidikan ilmiah. Namun klasifikasi ilmiah mengenai variasi [[fenotipe]] sering disertai gagasan [[rasisme|rasis]] mengenai kemampuan yang dianggap melekat pada berbagai kelompok, yang selalu memberi ciri-ciri yang paling bagus kepada orang Eropa atau [[orang Kulit putih]], dan memperingkatkan "ras" lain dalam suatu kontinuum ciri-ciri yang secara berangsur menjadi kurang bagus. Klasifikasi [[Carolus Linnaeus]], pencipta [[taksonomi]] zoologis, tahun 1755 membagi ras manusia [[Homo Sapiens]] dalam varietas "''Europaeus''", "''Asiaticus''", "''Americanus''" dan "''Afer''", yang masing-masing dikaitkan dengan watak yang berbeda: "''sanguine''", "melancolis", "''choleric''" dan "''bilious''".<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> ''Homo Sapiens Europeaus'' dikatakan aktif, cerdas dan petualang, sedangkan ''Homo Sapiens Afer'' dikatakan licik, pemalas dan sembrono.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Dalam bukunya berjudul ''The Natural Varieties of Mankind'', [[Johann Friedrich Blumenbach]] yang diterbitkan tahun 1775 mengajukan lima kelompok besar: "[[ras Kaukasoid]]", "[[ras Mongoloid]]", "ras Etiopia" (yang kemudian dinamakan "[[ras Negroid]]"), "[[suku Indian|ras Indian]]" dan "[[ras Melayu]]", namun dia tidak mengusulkan peringkatan apa pun antara para ras.
Dalam bukunya berjudul ''The Natural Varieties of Mankind'', [[Johann Friedrich Blumenbach]] yang diterbitkan tahun 1775 mengajukan lima kelompok besar: "[[ras Kaukasoid]]", "[[ras Mongoloid]]", "ras Etiopia" (yang kemudian dinamakan "[[ras Negroid]]"), "[[suku Indian|ras Indian]]" dan "[[ras Melayu]]", namun dia tidak mengusulkan peringkatan apa pun antara para ras.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Dari abad ke-17 sampai 19, pelemburan kepercayaan orang awam mengenai perbedaan antar kelompok, dengan penjelasan ilmiah mengenai perbedaan ini, menghasilkan apa yang oleh salah satu pakar disebut "[[ideologi]] tentang ras". Menurut ideologi ini, ras adalah mendasar, alami, lestari dan terpisah. Di [[Amerika Serikat]], teori ras [[Thomas Jefferson]] berpengaruh. Dia melihat orang Afrika lebih rendah daripada orang Kulit putih, khususnya dari segi kecerdasan, dan memiliki nafsu seks yang kelebihan, tetapi menganggap [[Suku Indian|orang Indian]] setara dengan orang Kulit putih.
Dari abad ke-17 sampai 19, pelemburan kepercayaan orang awam mengenai perbedaan antar kelompok, dengan penjelasan ilmiah mengenai perbedaan ini, menghasilkan apa yang oleh salah satu pakar disebut "[[ideologi]] tentang ras".<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Menurut ideologi ini, ras adalah mendasar, alami, lestari dan terpisah. Di [[Amerika Serikat]], teori ras [[Thomas Jefferson]] berpengaruh. Dia melihat orang Afrika lebih rendah daripada orang Kulit putih, khususnya dari segi kecerdasan, dan memiliki nafsu seks yang kelebihan, tetapi menganggap [[Suku Indian|orang Indian]] setara dengan orang Kulit putih.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Di dua dasawarsa terakhir abad ke-18[[poligenisme]], yaitu kepercayaan bahwa "ras" yang berbeda telah berkembang secara terpisah di setiap benua dan tidak memiliki moyang yang sama, diajukan di Inggris oleh sejarawan [[Edward Long]] dan anatomis [[Charles White]], di Jerman oleh etnograf [[Christoph Meiners]] dan [[Georg Forster]], di Prancis oleh Julien Virey dan di Amerika Serikat oleh [[Samuel Morton]], [[Josiah Nott]] dan [[Louis Agassiz]]. Poligenisme popular dan paling menyebar pada abad ke-19, dan memuncak dengan didirikannya [[Anthropological Society of London]] selama [[American civil war]], bertentangan denga [[Ethnological Society of London]] yang anti-perbudakan.
Di dua dasawarsa terakhir abad ke-18[[poligenisme]], yaitu kepercayaan bahwa "ras" yang berbeda telah berkembang secara terpisah di setiap benua dan tidak memiliki moyang yang sama,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> diajukan di Inggris oleh sejarawan [[Edward Long]] dan anatomis [[Charles White]], di Jerman oleh etnograf [[Christoph Meiners]] dan [[Georg Forster]], di Prancis oleh Julien Virey dan di Amerika Serikat oleh [[Samuel Morton]], [[Josiah Nott]] dan [[Louis Agassiz]]. Poligenisme popular dan paling menyebar pada abad ke-19, dan memuncak dengan didirikannya [[Anthropological Society of London]] selama [[American civil war]], bertentangan denga [[Ethnological Society of London]] yang anti-perbudakan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


== Perdebatan kini ==
== Perdebatan kini ==
=== Model [[evolusi manusia]] ===
=== Model [[evolusi manusia]] ===
Dalam suatu artikel pada tahun 1995, [[Leonard Lieberman]] dan [[Fatimah Jackson]] menyatakan bahwa dukungan baru mana pun untuk suatu paham biologis tentang "ras" kemungkinan besar akan datang dari penelitian tentang evolusi manusia. Menurut mereka, pertanyaannya adalah mengenai akibat model evolusi manusia yang ada sekarang atas paham "ras" yang berdasarkan biologi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Saat ini semua manusia diklasifikasi sebagai anggota dari [[spesies]] ''[[Homo sapiens]]'' dan [[subspesies]] ''[[Homo sapiens sapiens]]''. Namun manusia bukan spesies ''[[homininae]]'' pertama. Spesies pertama dari [[genus]] ''[[Homo]]'' adalah ''[[Homo habilis]]'', yang diperkirakan muncul di Afrika Timur paling sedikit 2 juta tahun lalu. Anggota dari spesies ini menghuni berbagai bagian Afrika dalam waktu yang agak singkat. ''[[Homo erectus]]'' diteorikan berkembang lebih dari 1,8 juta tahun silam, dan sekitar 1,5 juta tahun silam bersebar di Eropa dan Asia. Hampir semua antropolog fisik setuju bahwa ''Homo sapiens'' berkembang dari ''Homo erectus'' Afrika ((''sensu lato'') atau[[Homo ergaster]]).<ref>Camilo J. Cela-Conde and Francisco J. Ayala, ''Human Evolution Trails from the Past'', 2007 Oxford University Press, halaman 195</ref><ref>Lewin, Roger, ''Human Evolution an illustrated introduction'', terbitan ke-5, 2005, halaman 159, Blackwell</ref>
Kebanyakan antropolog berpikir bahwa ''Homo sapiens'' berkembang di Afrika Timur, dan kemudian bermigrasi keluar dari Afrika, menggantikan populasi ''H. erectus'' di Eropa dan Asia (model "[[asal-usul manusia modern dari Afrika]]). Recent [[Human evolutionary genetics]] ( Jobling, Hurles and Tyler-Smith, 2004) support this “[[Out of Africa]]” model, however the recent sequencing of the [[Neanderthal]] and [[Denisovan]] genomes shows some admixture <ref>Reich D, Patterson N, Kircher M, ''et al.''. [https://archive.org/details/sim_american-journal-of-human-genetics_2011-10-07_89_4/page/516 Denisova admixture and the first modern human dispersals into Southeast Asia and Oceania]. ''Am. J. Hum. Genet''. 2011. Vol. 89 (4). hlm. 516–28. doi:10.1016/j.ajhg.2011.09.005.</ref>


Dalam suatu artikel pada tahun 1995, [[Leonard Lieberman]] dan [[Fatimah Jackson]] menyatakan bahwa dukungan baru mana pun untuk suatu paham biologis tentang "ras" kemungkinan besar akan datang dari penelitian tentang evolusi manusia. Menurut mereka, pertanyaannya adalah mengenai akibat model evolusi manusia yang ada sekarang atas paham "ras" yang berdasarkan biologi.
Baru-baru ini, beberapa penelitian pada tahun 2019 dan 2020 dari "Central South University" (CSU; 中南 大学), telah menyajikan bukti kuat untuk asal muasal multiregional manusia. Bukti genetik menunjukkan bahwa populasi terkait Asia Timur (orang Asia Timur, orang Siberia, orang Asia Tengah, orang Asia Tenggara, orang Polinesia, dan orang Amerika Pribumi) secara genetik berbeda dari orang Eropa atau Afrika. Mereka selanjutnya menyarankan bahwa bukti ini bertentangan dengan migrasi keluar dari Afrika. Mereka menyimpulkan bahwa populasi terkait Asia Timur (juga dikenal sebagai ras Mongoloid) berasal dari suatu tempat di Asia Timur (Tiongkok selatan).<ref>Dejian Yuan. [https://www.biorxiv.org/content/10.1101/101410v6 Modern human origins: multiregional evolution of autosomes and East Asia origin of Y and mtDNA]. ''bioRxiv''. 2019-06-09. hlm. 101410. doi:10.1101/101410.</ref><ref>Hongyao Chen. [https://www.biorxiv.org/content/10.1101/2020.03.10.986042v1 Ancient Y chromosomes confirm origin of modern human paternal lineages in Asia rather than Africa]. ''bioRxiv''. 2020-03-11. hlm. 2020.03.10.986042. doi:10.1101/2020.03.10.986042.</ref>
 
Saat ini semua manusia diklasifikasi sebagai anggota dari [[spesies]] ''[[Homo sapiens]]'' dan [[subspesies]] ''[[Homo sapiens sapiens]]''. Namun manusia bukan spesies ''[[homininae]]'' pertama. Spesies pertama dari [[genus]] ''[[Homo]]'' adalah ''[[Homo habilis]]'', yang diperkirakan muncul di Afrika Timur paling sedikit 2 juta tahun lalu. Anggota dari spesies ini menghuni berbagai bagian Afrika dalam waktu yang agak singkat. ''[[Homo erectus]]'' diteorikan berkembang lebih dari 1,8 juta tahun silam, dan sekitar 1,5 juta tahun silam bersebar di Eropa dan Asia. Hampir semua antropolog fisik setuju bahwa ''Homo sapiens'' berkembang dari ''Homo erectus'' Afrika ((''sensu lato'') atau[[Homo ergaster]]).
Kebanyakan antropolog berpikir bahwa ''Homo sapiens'' berkembang di Afrika Timur, dan kemudian bermigrasi keluar dari Afrika, menggantikan populasi ''H. erectus'' di Eropa dan Asia (model "[[asal-usul manusia modern dari Afrika]]). Recent [[Human evolutionary genetics]] ( Jobling, Hurles and Tyler-Smith, 2004) support this “[[Out of Africa]]” model, however the recent sequencing of the [[Neanderthal]] and [[Denisovan]] genomes shows some admixture
 
Baru-baru ini, beberapa penelitian pada tahun 2019 dan 2020 dari "Central South University" (CSU; 中南 大学), telah menyajikan bukti kuat untuk asal muasal multiregional manusia. Bukti genetik menunjukkan bahwa populasi terkait Asia Timur (orang Asia Timur, orang Siberia, orang Asia Tengah, orang Asia Tenggara, orang Polinesia, dan orang Amerika Pribumi) secara genetik berbeda dari orang Eropa atau Afrika. Mereka selanjutnya menyarankan bahwa bukti ini bertentangan dengan migrasi keluar dari Afrika. Mereka menyimpulkan bahwa populasi terkait Asia Timur (juga dikenal sebagai ras Mongoloid) berasal dari suatu tempat di Asia Timur (Tiongkok selatan).


=== Ringkasan berbagai definisi biologis untuk "ras" ===
=== Ringkasan berbagai definisi biologis untuk "ras" ===
 
{| class="wikitable" border="1"
|+ Biological definitions of race ''
! Concept || Reference || Definition
|-
| Esentialis ||  || "A great division of mankind, characterized as a group by the sharing of a certain combination of features, which have been derived from their common descent, and constitute a vague physical background, usually more or less obscured by individual variations, and realized best in a composite picture."
|-
| Taksonomis ||  || "A subspecies is an aggregate of phenotypically similar populations of a species, inhabiting a geographic subdivision of the range of a species, and differing taxonomically from other populations of the species."
|-
| Populasi ||  || "Races are genetically distinct Mendelian populations. They are neither individuals nor particular genotypes, they consist of individuals who differ genetically among themselves."
|-
| Lineage ||  || "A subspecies (race) is a distinct evolutionary lineage within a species. This definition requires that a subspecies be genetically differentiated due to barriers to genetic exchange that have persisted for long periods of time; that is, the subspecies must have historical continuity in addition to current genetic differentiation." ("Suatu subspesies (ras) adalah suatu garis evolusi yang berbeda dalam suatu spesies. Definisi ini menentukan bahwa suatu subspesies berbeda secara genetis karena kendala dalam pertukaran genetis yang sudah bertahan selama jangka waktu yang panjang. Artinya, subspesies tersebut harus memiliki kesinambungan sejarah di samping pembedaan genetis masa kini")
|-
|Population genetic correlation structure ||  || "most of the information that distinguishes populations is hidden in the correlation structure of the data and not simply in the variation of the individual factors." ("Kebanyakan informasi yang membedakan populasi tersembunyi dalam struktur korelasi data, bukan hanya dalam variasi faktor individu")
|}


=== "Ras" sebagai konstruksi sosial ===
=== "Ras" sebagai konstruksi sosial ===
Para [[antropolog]] dan ilmuwan [[evolusi]] lain sudah beralih dari istilah "ras" ke istilah "[[populasi]]" untuk membahas perbedaan [[genetika]]. Para [[sejarawan]], antropolog kebudayaan dan ilmuwan sosial memahamkan kembali istilah "ras" sebagai kategori kebudayaan atau [[konstruksi]] sosial, suatu cara tertentu orang bicara tentang mereka sendiri dan tentang orang lain.
Para [[antropolog]] dan ilmuwan [[evolusi]] lain sudah beralih dari istilah "ras" ke istilah "[[populasi]]" untuk membahas perbedaan [[genetika]]. Para [[sejarawan]], antropolog kebudayaan dan ilmuwan sosial memahamkan kembali istilah "ras" sebagai kategori kebudayaan atau [[konstruksi]] sosial, suatu cara tertentu orang bicara tentang mereka sendiri dan tentang orang lain.


Banyak ilmuwan sosial sudah menggantikan istilah "ras" dengan kata "[[kelompok etnik]]" untuk menunjuk kelompok yang mengidentifikasi diri sendiri berdasarkan kepercayan mereka mengenai kebudayaan, asal-usul dan sejarah bersama. Selain masalah empiris dan konseptual yang dibawa paham "ras," setelah [[Perang Dunia Kedua]], para ilmuwan di bidang [[evolusi]] dan sosial sangat menyadari betapa kepercayaan mengenai "ras" diperalat untuk membenarkan diskriminasi, [[apartheid]], perbudakan dan [[genosid]]. Pertanyaan ini bertambah ramai pada tahun 1960-an dengan gerakan hak sipil di Amerika Serikat dan munculnya banyak gerakan anti-kolonial di seluruh dunia. Para ilmuwan akhirnya mulai berpikir bahwa "ras" adalah suatu [[konstruksi sosial]], suatu paham yang orang percaya adalah suatu kenyataan obyectif tetapi sebetulnya mendapat kepercayaan karena fungsi sosialnya.
Banyak ilmuwan sosial sudah menggantikan istilah "ras" dengan kata "[[kelompok etnik]]" untuk menunjuk kelompok yang mengidentifikasi diri sendiri berdasarkan kepercayan mereka mengenai kebudayaan, asal-usul dan sejarah bersama. Selain masalah empiris dan konseptual yang dibawa paham "ras," setelah [[Perang Dunia Kedua]], para ilmuwan di bidang [[evolusi]] dan sosial sangat menyadari betapa kepercayaan mengenai "ras" diperalat untuk membenarkan diskriminasi, [[apartheid]], perbudakan dan [[genosid]]. Pertanyaan ini bertambah ramai pada tahun 1960-an dengan gerakan hak sipil di Amerika Serikat dan munculnya banyak gerakan anti-kolonial di seluruh dunia. Para ilmuwan akhirnya mulai berpikir bahwa "ras" adalah suatu [[konstruksi sosial]], suatu paham yang orang percaya adalah suatu kenyataan obyectif tetapi sebetulnya mendapat kepercayaan karena fungsi sosialnya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Tahun 2000, Craig Venter dan Francis Collins dari National Institute of Health (lembaga kesehatan nasional) fi Amerika Serikat mengumumkan bersama suatu pemetaan dari [[genom]] manusia. Setelah meneliti data dari pemetaan genom tersebut, Venter melihat bahwa walau besaran variasi genetik dalam [[spesies]] manusia adalah sekitar 1–3% (yaitu lebih dari 1% yang diperkirakan semula), tipe variasi tersebut tidak mendukung paham "ras" dalam arti genetik. Venter mengatakan bahwa "Ras adalah suatu konsep sosial. Buka konsep ilmiah. Tidak ada garis yang jelas (yang akan muncul), seandainya kita membandingkan semua genom bersekuensi dari semua orang di atas planet ini." "Bila kita coba menerapkan ilmu untuk mencoba menyusun perbedaan sosial tersebut, runtuh semuanya."
Tahun 2000, Craig Venter dan Francis Collins dari National Institute of Health (lembaga kesehatan nasional) fi Amerika Serikat mengumumkan bersama suatu pemetaan dari [[genom]] manusia. Setelah meneliti data dari pemetaan genom tersebut, Venter melihat bahwa walau besaran variasi genetik dalam [[spesies]] manusia adalah sekitar 1–3% (yaitu lebih dari 1% yang diperkirakan semula), tipe variasi tersebut tidak mendukung paham "ras" dalam arti genetik. Venter mengatakan bahwa "Ras adalah suatu konsep sosial. Buka konsep ilmiah. Tidak ada garis yang jelas (yang akan muncul), seandainya kita membandingkan semua genom bersekuensi dari semua orang di atas planet ini." "Bila kita coba menerapkan ilmu untuk mencoba menyusun perbedaan sosial tersebut, runtuh semuanya."<ref>[http://fora.tv/2008/07/30/New_Ideas_New_Fuels_Craig_Venter_at_the_Oxonian#chapter_17 New Ideas, New Fuels: Craig Venter at the Oxonian]. FORA.tv. 2008-11-03.</ref>


Stephan Palmié menegaskan bahwa "ras" "bukan suatu benda tetapi suatu hubungan sosial"; atau, dengan kata[[Katya Gibel Mevorach]], "suatu metonim," "suatu karangan manusia yang kriteria pembedaannya tidak universal dan tidak tetap, tetapi selalu digunakan untuk mengatur perbedaan." Dengan demikian, penggunaan kata "ras" sendiri perlu dianalisis. Lebih dari itu, Palmié dan Mevorach mengatakan bahwa biologi tidak akan dapat menjelaskan mengapa atau bagaimana orang menggunakan paham "ras". Yang akan menjelaskannyua adalah sejarah dan tatanan sosial.
Stephan Palmié menegaskan bahwa "ras" "bukan suatu benda tetapi suatu hubungan sosial";<ref>Stephan Palmié. [https://archive.org/details/sim_american-ethnologist_2007-05_34_2/page/205 Genomics, divination, 'racecraft']. ''American Ethnologist''. May 2007. Vol. 34 (2). hlm. 205–22. doi:10.1525/ae.2007.34.2.205.</ref> atau, dengan kata[[Katya Gibel Mevorach]], "suatu metonim," "suatu karangan manusia yang kriteria pembedaannya tidak universal dan tidak tetap, tetapi selalu digunakan untuk mengatur perbedaan."<ref>Katya Gibel Mevorach. [https://archive.org/details/sim_american-ethnologist_2007-05_34_2/page/n43 Race, racism, and academic complicity]. ''American Ethnologist''. 2007. Vol. 34 (2). hlm. 238–241. doi:10.1525/ae.2007.34.2.238.</ref> Dengan demikian, penggunaan kata "ras" sendiri perlu dianalisis. Lebih dari itu, Palmié dan Mevorach mengatakan bahwa biologi tidak akan dapat menjelaskan mengapa atau bagaimana orang menggunakan paham "ras". Yang akan menjelaskannyua adalah sejarah dan tatanan sosial.


== Catatan ==
== Catatan ==
== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Asal-usul manusia modern dari Afrika]]
* [[Asal-usul manusia modern dari Afrika]]
Baris 71: Baris 78:


== Perpustakaan ==
== Perpustakaan ==
*


*


*
*  
 
*
 
*
 
*
 
*


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*
*  


*


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 363: Baris 366:
*  [http://www.bloodbook.com/world-abo.html Racial & Ethnic Distribution of ABO Blood Types] - bloodbook.com
*  [http://www.bloodbook.com/world-abo.html Racial & Ethnic Distribution of ABO Blood Types] - bloodbook.com


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29466659 (2026-07-16T18:17:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras+manusia&oldid=29466659 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29466659 (2026-07-16T18:17:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 10.35

Karl Ernst von Baer Types Principaux des Differents Race Humaines

Ras (dari bahasa Prancis race, yang sendirinya dari bahasa Latin radix, "akar") adalah suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda melalui ciri fenotipe, asal-usul geografis, tampang jasmani dan kesukuan yang terwarisi. Di awal abad ke-20 istilah ini sering digunakan dalam arti biologis untuk menunjuk populasi manusia yang beraneka ragam dari segi genetik dengan anggota yang memiliki fenotipe (tampang luar) yang sama.[1] Arti "ras" ini masih digunakan dalam antropologi forensik (dalam menganalisis sisa tulang), penelitian biomedis dan kedokteran berdasarkan asal-usul.[2]

Di samping itu, di Amerika Serikat misalnya, penegak hukum menggunakan istilah "ras" untuk menentukan profil tersangka dan penggambaran kembali tampang para pelaku kriminal berdasarkan informasi visual dari korban. Pada sistem di masyarakat, pengelompokan berdasarkan "ras" mengikuti pola pelapisan sosial, bagi ilmuwan sosial yang meneliti kesenjangan sosial, "ras" dapat menjadi variabel yang berarti. Sebagai faktor sosiologis, kategori "ras" dapat secara terbatas mencerminkan penjelasan yang subjektif, mengenai jati diri dan lembaga sosial.[3][4]

Oleh karena itu, paradigma "ras" yang digunakan dalam berbagai disiplin menekan dengan cara yang beraneka pada sifat biologis atau pada segi konstruk sosial.

Walau para biologis kadang-kadang menggunakan paham "ras" untuk membuat pembedaan antara kumpulan ciri-ciri yang rancu, ilmuwan lain mengajukan wawasan bahwa paham "ras" sering digunakan[5] secara naif[6] atau terlalu sederhana. "Ras" tidak memiliki arti taksonomis untuk manusia: semua manusia adalah anggota dari subspesies hominid yang sama yaitu Homo sapiens sapiens.[7][8] Paham sosial dan pengelompokan ras berubah dengan waktu, termasuk taksonomi awam [9] yang menentukan tipe orang yang bersifat esensialisme berdasarkan ciri-ciri yang terlihat. Para ilmuwan menganggap esensialisme biologis sudah ketinggalan zaman,[10] dan pada umumnya tidak mendukung penjelasan berdasarkan ras untuk pembedaan kelompok, baik dari segi ciri-ciri jasmani maupun kelakuan.[11][12]

Saat orang menentukan dan menggunakan satu paham tertentu untuk "ras", mereka menciptakan suatu kenyataan sosial di mana diterapkan suatu kategorisasi sosial tertentu.[13] Oleh sebab itu "ras" dipandang sebagai konstruk sosial.[14] Konstruksi tersebut berkembang dalam berbagai konteks hukum, ekonomi dan sosio-politik, dan boleh jadi lebih merupakan akibat daripada sebab dari kenyataan sosial.[15] Walau banyak ilmuwan berpandangan bahwa "ras" adalah suatu konstruksi sosial, kebanyakan pakar setuju bahwa "ras" memiliki dampak material yang nyata dalam diskriminasi perhunian, proses hukum, praktik politik, pendidikan, dll. Teori Omi dan Winant mengenai pembentukan ras mengatakan bahwa ras adalah suatu konsep yang mengartikan dan melambangkan pertentangan dan kepentingan sosial melalui pengacuan pada tipe jasmani manusia yang berbeda.”[16] Arti dan maksud dari istilah "ras" dihasilkan dan digunakan oleh lembaga sosial melalui pandangan bersifat kebudayaan. Sejak Omi dan Winant, para akademisi telah menyusun dan meninjau kembali maksud "ras" sebagai konstruksi sosial dengan meneliti cara gambaran, paham dan asumsi mengenai "ras" dirumuskan dalam kehidupan sehari-hari. Angela Davis,[17] Ruth Gilmore,[18] dan Imani Perry[19] telah menelusuri hubungan antara paham "ras" dari segi sejarah dan sosial production dalam bahasa hukum dan pidana, dan dampaknya atas kebijakan terhadap orang Hitam di Amerika, dan jumlah mereka dalam penjara yang sudah tidak proporsional lagi.

Faktor sosio dan ekonomi berakibatkan penderitaan yang sangat besar di dalam kelompok yang telantar.[20] Diskriminasi rasial sering bertepatan dengan pola pikir yang rasis, di mana para individu dan ideologi satu kelompok melihat anggota dari kelompok lain sebagai suatu "ras" tertentu yang lebih rendah secara moral.[21] Alhasil, kelompok yang tidak banyak berkuasa sering terasing atau tertindas, sedangkan individu dan lembaga yang dominan dituduh bersikap rasis.[22] Rasisme mengakibatkan banyak contoh tragedi, termasuk perbudakan dan genosida.[23]

Sementara ilmuwan Eropa sebagian besar telah meninggalkan klasifikasi rasial, konsep tersebut menjadi arus utama oleh ilmuwan non-Eropa. Baru-baru ini, beberapa penelitian pada tahun 2019 dan 2020 dari "Central South University" (CSU; 中南 大学), telah menyajikan bukti kuat untuk asal muasal multiregional manusia. Bukti genetik menunjukkan bahwa populasi terkait Asia Timur (orang Asia Timur, orang Siberia, orang Asia Tengah, orang Asia Tenggara, orang Polinesia, dan orang Amerika Pribumi) secara genetik berbeda dari orang Eropa atau Afrika. Mereka selanjutnya menyarankan bahwa bukti ini bertentangan dengan migrasi keluar dari Afrika. Mereka menyimpulkan bahwa populasi terkait Asia Timur (juga dikenal sebagai ras Mongoloid) berasal dari suatu tempat di Asia Timur (Tiongkok selatan).[24][25]

Rata-rata jarak genetik Fst antara populasi manusia adalah sekitar 0,125. Lewontin berargumen bahwa ini mewakili variasi ras yang kecil.[26] Harpending, di sisi lain, berargumen bahwa jarak tersebut mengimplikasikan hubungan kekerabatan antara individu dari populasi yang sama setara dengan hubungan kekerabatan antara saudara tiri dalam populasi yang kawin secara acak, dan bahwa seseorang dari populasi tertentu secara genetik lebih dekat dengan individu yang tidak terkait dari populasi yang sama daripada dengan saudara tiri dari ras campuran.[27]

Pemahaman modern pertama tentang "ras"

Boleh jadi kelompok manusia dari dulu selalu menentukan diri sendiri sebagai berbeda dari kelompok lain. Namun, perbedaan tersebut belum tentu selalu dipandang sebagai sesuatu yang alami, tak terubahkan dan menyeluruh. Pandang seperti ini merupakan ciri-ciri khas paham "ras" yang digunakan pada masa kini.[28]

Pada awalnya, kata "ras" dipakai untuk menunjuk suatu bangsa atau kelompok etnis. Marco Polo misalnya, dalam bukunya yang ditulis pada abad ke-13, menguraikan "ras Persia".[29] Paham "ras" masa kini baru muncul pada abad ke-17.[30]

Paham Eropa tentang "ras", sejalan dengan sejumlah paham yang sekarang dikaitkan dengan istilah tersebut, muncul pada saat revolusi ilmiah, di mana penelitian alam dimulai dan diutamakan, dan masa imperialisme dan kolonialisme Eropa yang menciptakan hubungan politik antara orang Eropa dan bangsa yang memiliki tradisi kebudayaan dan politik yang berbeda.[31][32] Dengan bertemunya orang Eropa dengan bangsa dari berbagai bagian dunia, mereka membahas perbedaan jasmani, sosial, dan kebudayaan di antara berbagai kelompok manusia. Munculnya perniagaan budak di Atlantik, yang secara berangsur menggantikan perniagaan budak yang lebih lama di seluruh dunia, makin mendorong untuk mengkategorikan kelompok manusia demi membenarkan ditundukkannya budak asal Afrika.[33] Dengan mengacu kepada sumber Klasik mereka dan hubungan antar bangsa Eropa sendiri — misalnya, permusuhan bebuyutan antara Inggris dan Prancis sangat berpengaruh atas pemikiran Eropa awal mengenai perbedaan antar bangsa[34] — orang Eropa mulai mengotakkan mereka sendiri dan bangsa lain dalam kelompok berdasarkan tampang jasmani, dan melekatkan pada individu dalam kelompok tersebut, perilaku dan kemampuan yang dianggap mengakar dalam-dalam. Berkembanlah sejumlah kepercayaan yang mengaitkan perbedaan jasmani antar kelompok yang terwarisi, dengan sifat intelektual, perilaku, dan moral yang juga dikira terwarisi.[35] Paham serupa ditemukan pada kebudayaan lain,[36] misalnya di Tiongkok, di mana suatu konsep yang diterjemahkan dengan istilah "ras" dikaitkan dengan yang dipercayai adalah keturunan bersama dari Kaisar Kuning, dan digunakan untuk menegaskan kesatuan para kelompok etnis di Tiongkok China. Pertikaian penuh kekerasan antar kelompok etnis sempat terjadi di sepanjang sejarah dan di seluruh dunia.[37]

Klasifikasi pasca-klasik yang pertama manusia dalam "ras" diketahui adalah Nouvelle division de la terre par les différents espèces ou races qui l'habitent ("Pembagian baru Bumi oleh spesies atau ras yang menghuninya") oleh François Bernier dari Prancis, yang diterbitkan tahun 1684.[38] Pada abad ke-18, perbedaan antara kelompok manusia menjadi bahan penyelidikan ilmiah. Namun klasifikasi ilmiah mengenai variasi fenotipe sering disertai gagasan rasis mengenai kemampuan yang dianggap melekat pada berbagai kelompok, yang selalu memberi ciri-ciri yang paling bagus kepada orang Eropa atau orang Kulit putih, dan memperingkatkan "ras" lain dalam suatu kontinuum ciri-ciri yang secara berangsur menjadi kurang bagus. Klasifikasi Carolus Linnaeus, pencipta taksonomi zoologis, tahun 1755 membagi ras manusia Homo Sapiens dalam varietas "Europaeus", "Asiaticus", "Americanus" dan "Afer", yang masing-masing dikaitkan dengan watak yang berbeda: "sanguine", "melancolis", "choleric" dan "bilious".[39] Homo Sapiens Europeaus dikatakan aktif, cerdas dan petualang, sedangkan Homo Sapiens Afer dikatakan licik, pemalas dan sembrono.[40]

Dalam bukunya berjudul The Natural Varieties of Mankind, Johann Friedrich Blumenbach yang diterbitkan tahun 1775 mengajukan lima kelompok besar: "ras Kaukasoid", "ras Mongoloid", "ras Etiopia" (yang kemudian dinamakan "ras Negroid"), "ras Indian" dan "ras Melayu", namun dia tidak mengusulkan peringkatan apa pun antara para ras.[41]

Dari abad ke-17 sampai 19, pelemburan kepercayaan orang awam mengenai perbedaan antar kelompok, dengan penjelasan ilmiah mengenai perbedaan ini, menghasilkan apa yang oleh salah satu pakar disebut "ideologi tentang ras".[42] Menurut ideologi ini, ras adalah mendasar, alami, lestari dan terpisah. Di Amerika Serikat, teori ras Thomas Jefferson berpengaruh. Dia melihat orang Afrika lebih rendah daripada orang Kulit putih, khususnya dari segi kecerdasan, dan memiliki nafsu seks yang kelebihan, tetapi menganggap orang Indian setara dengan orang Kulit putih.[43]

Di dua dasawarsa terakhir abad ke-18poligenisme, yaitu kepercayaan bahwa "ras" yang berbeda telah berkembang secara terpisah di setiap benua dan tidak memiliki moyang yang sama,[44] diajukan di Inggris oleh sejarawan Edward Long dan anatomis Charles White, di Jerman oleh etnograf Christoph Meiners dan Georg Forster, di Prancis oleh Julien Virey dan di Amerika Serikat oleh Samuel Morton, Josiah Nott dan Louis Agassiz. Poligenisme popular dan paling menyebar pada abad ke-19, dan memuncak dengan didirikannya Anthropological Society of London selama American civil war, bertentangan denga Ethnological Society of London yang anti-perbudakan.[45]

Perdebatan kini

Dalam suatu artikel pada tahun 1995, Leonard Lieberman dan Fatimah Jackson menyatakan bahwa dukungan baru mana pun untuk suatu paham biologis tentang "ras" kemungkinan besar akan datang dari penelitian tentang evolusi manusia. Menurut mereka, pertanyaannya adalah mengenai akibat model evolusi manusia yang ada sekarang atas paham "ras" yang berdasarkan biologi.[46]

Saat ini semua manusia diklasifikasi sebagai anggota dari spesies Homo sapiens dan subspesies Homo sapiens sapiens. Namun manusia bukan spesies homininae pertama. Spesies pertama dari genus Homo adalah Homo habilis, yang diperkirakan muncul di Afrika Timur paling sedikit 2 juta tahun lalu. Anggota dari spesies ini menghuni berbagai bagian Afrika dalam waktu yang agak singkat. Homo erectus diteorikan berkembang lebih dari 1,8 juta tahun silam, dan sekitar 1,5 juta tahun silam bersebar di Eropa dan Asia. Hampir semua antropolog fisik setuju bahwa Homo sapiens berkembang dari Homo erectus Afrika ((sensu lato) atauHomo ergaster).[47][48] Kebanyakan antropolog berpikir bahwa Homo sapiens berkembang di Afrika Timur, dan kemudian bermigrasi keluar dari Afrika, menggantikan populasi H. erectus di Eropa dan Asia (model "asal-usul manusia modern dari Afrika). Recent Human evolutionary genetics ( Jobling, Hurles and Tyler-Smith, 2004) support this “Out of Africa” model, however the recent sequencing of the Neanderthal and Denisovan genomes shows some admixture [49]

Baru-baru ini, beberapa penelitian pada tahun 2019 dan 2020 dari "Central South University" (CSU; 中南 大学), telah menyajikan bukti kuat untuk asal muasal multiregional manusia. Bukti genetik menunjukkan bahwa populasi terkait Asia Timur (orang Asia Timur, orang Siberia, orang Asia Tengah, orang Asia Tenggara, orang Polinesia, dan orang Amerika Pribumi) secara genetik berbeda dari orang Eropa atau Afrika. Mereka selanjutnya menyarankan bahwa bukti ini bertentangan dengan migrasi keluar dari Afrika. Mereka menyimpulkan bahwa populasi terkait Asia Timur (juga dikenal sebagai ras Mongoloid) berasal dari suatu tempat di Asia Timur (Tiongkok selatan).[50][51]

Ringkasan berbagai definisi biologis untuk "ras"

Biological definitions of race
Concept Reference Definition
Esentialis "A great division of mankind, characterized as a group by the sharing of a certain combination of features, which have been derived from their common descent, and constitute a vague physical background, usually more or less obscured by individual variations, and realized best in a composite picture."
Taksonomis "A subspecies is an aggregate of phenotypically similar populations of a species, inhabiting a geographic subdivision of the range of a species, and differing taxonomically from other populations of the species."
Populasi "Races are genetically distinct Mendelian populations. They are neither individuals nor particular genotypes, they consist of individuals who differ genetically among themselves."
Lineage "A subspecies (race) is a distinct evolutionary lineage within a species. This definition requires that a subspecies be genetically differentiated due to barriers to genetic exchange that have persisted for long periods of time; that is, the subspecies must have historical continuity in addition to current genetic differentiation." ("Suatu subspesies (ras) adalah suatu garis evolusi yang berbeda dalam suatu spesies. Definisi ini menentukan bahwa suatu subspesies berbeda secara genetis karena kendala dalam pertukaran genetis yang sudah bertahan selama jangka waktu yang panjang. Artinya, subspesies tersebut harus memiliki kesinambungan sejarah di samping pembedaan genetis masa kini")
Population genetic correlation structure "most of the information that distinguishes populations is hidden in the correlation structure of the data and not simply in the variation of the individual factors." ("Kebanyakan informasi yang membedakan populasi tersembunyi dalam struktur korelasi data, bukan hanya dalam variasi faktor individu")

"Ras" sebagai konstruksi sosial

Para antropolog dan ilmuwan evolusi lain sudah beralih dari istilah "ras" ke istilah "populasi" untuk membahas perbedaan genetika. Para sejarawan, antropolog kebudayaan dan ilmuwan sosial memahamkan kembali istilah "ras" sebagai kategori kebudayaan atau konstruksi sosial, suatu cara tertentu orang bicara tentang mereka sendiri dan tentang orang lain.

Banyak ilmuwan sosial sudah menggantikan istilah "ras" dengan kata "kelompok etnik" untuk menunjuk kelompok yang mengidentifikasi diri sendiri berdasarkan kepercayan mereka mengenai kebudayaan, asal-usul dan sejarah bersama. Selain masalah empiris dan konseptual yang dibawa paham "ras," setelah Perang Dunia Kedua, para ilmuwan di bidang evolusi dan sosial sangat menyadari betapa kepercayaan mengenai "ras" diperalat untuk membenarkan diskriminasi, apartheid, perbudakan dan genosid. Pertanyaan ini bertambah ramai pada tahun 1960-an dengan gerakan hak sipil di Amerika Serikat dan munculnya banyak gerakan anti-kolonial di seluruh dunia. Para ilmuwan akhirnya mulai berpikir bahwa "ras" adalah suatu konstruksi sosial, suatu paham yang orang percaya adalah suatu kenyataan obyectif tetapi sebetulnya mendapat kepercayaan karena fungsi sosialnya.[52]

Tahun 2000, Craig Venter dan Francis Collins dari National Institute of Health (lembaga kesehatan nasional) fi Amerika Serikat mengumumkan bersama suatu pemetaan dari genom manusia. Setelah meneliti data dari pemetaan genom tersebut, Venter melihat bahwa walau besaran variasi genetik dalam spesies manusia adalah sekitar 1–3% (yaitu lebih dari 1% yang diperkirakan semula), tipe variasi tersebut tidak mendukung paham "ras" dalam arti genetik. Venter mengatakan bahwa "Ras adalah suatu konsep sosial. Buka konsep ilmiah. Tidak ada garis yang jelas (yang akan muncul), seandainya kita membandingkan semua genom bersekuensi dari semua orang di atas planet ini." "Bila kita coba menerapkan ilmu untuk mencoba menyusun perbedaan sosial tersebut, runtuh semuanya."[53]

Stephan Palmié menegaskan bahwa "ras" "bukan suatu benda tetapi suatu hubungan sosial";[54] atau, dengan kataKatya Gibel Mevorach, "suatu metonim," "suatu karangan manusia yang kriteria pembedaannya tidak universal dan tidak tetap, tetapi selalu digunakan untuk mengatur perbedaan."[55] Dengan demikian, penggunaan kata "ras" sendiri perlu dianalisis. Lebih dari itu, Palmié dan Mevorach mengatakan bahwa biologi tidak akan dapat menjelaskan mengapa atau bagaimana orang menggunakan paham "ras". Yang akan menjelaskannyua adalah sejarah dan tatanan sosial.

Catatan

Lihat pula

Perpustakaan

Pranala luar

Referensi

  1. See: * * * * * * * *
  2. See: * * * *
  3. : For example, "the association of blacks with poverty and welfare ... is due, not to race per se, but to the link that race has with poverty and its associated disadvantages"–p.75.
  4. : "In many parts of Latin America, racial groupings are based less on the biological physical features and more on an intersection between physical features and social features such as economic class, dress, education, and context. Thus, a more fluid treatment allows for the construction of race as an achieved status rather than an ascribed status as is the case in the United States"
  5. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  6. : "We caution against making the naive leap to a genetic explanation for group differences in complex traits, especially for human behavioral traits such as IQ scores"
  7. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  8. "Pure races, in the sense of genetically homogeneous populations, do not exist in the human species today, nor is there any evidence that they have ever existed in the past."-p.714
  9. See: * *
  10. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  11. : "We caution against making the naive leap to a genetic explanation for group differences in complex traits, especially for human behavioral traits such as IQ scores"
  12. : For example, "Evidence from the analysis of genetics (e.g., DNA) indicates that most physical variation, about 94%, lies within so-called racial groups. Conventional geographic 'racial' groupings differ from one another only in about 6% of their genes. This means that there is greater variation within 'racial' groups than between them."
  13. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  14. See: * *
  15. See: * * * as cited in
  16. Omi, Michael dan Howard Winant, Racial Formation in the United States: From the 1960s to the 1990s, New York, Routledge, 1994, halaman 55
  17. Davis, Angela. Are Prisons Obsolete? Toronto: Publishers Group Canada, 2003.
  18. Gilmore, Ruth, Golden Gulag: Prisons, Surplus, Crisis, and Opposition in Globalizing California, Berkeley: University of California Press, 2007
  19. Perry, Imani, More Beautiful, More Terrible: The Embrace and Transcendence of Racial Inequality in the United States
  20. See: * as cited in * * * * *: "It was Aristotle who first arranged all animals into a single, graded scale that placed humans at the top as the most perfect iteration. By the late 19th century, the idea that inequality was the basis of natural order, known as the great chain of being, was part of the common lexicon."
  21. citing and
  22. See: * * *: psychiatric instrument called the "Perceived Racism Scale" "provides a measure of the frequency of exposure to many manifestations of racism ... including individual and institutional"; also assesses motional and behavioral coping responses to racism. *
  23. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  24. Dejian Yuan. Modern human origins: multiregional evolution of autosomes and East Asia origin of Y and mtDNA. bioRxiv. 2019-06-09. hlm. 101410. doi:10.1101/101410.
  25. Hongyao Chen. Ancient Y chromosomes confirm origin of modern human paternal lineages in Asia rather than Africa. bioRxiv. 2020-03-11. hlm. 2020.03.10.986042. doi:10.1101/2020.03.10.986042.
  26. https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-1-4684-9063-3_14
  27. https://www.jstor.org/stable/27503827
  28. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  29. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  30. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  31. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  32. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  33. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  34. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  35. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  36. For examples see: * *
  37. Race, Ethnicity, and Genetics Working Group. The use of racial, ethnic, and ancestral categories in human genetics research. American Journal of Human Genetics. October 2005. Vol. 77 (4). hlm. 519–32. doi:10.1086/491747.
  38. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  39. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  40. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  41. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  42. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  43. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  44. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  45. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  46. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  47. Camilo J. Cela-Conde and Francisco J. Ayala, Human Evolution Trails from the Past, 2007 Oxford University Press, halaman 195
  48. Lewin, Roger, Human Evolution an illustrated introduction, terbitan ke-5, 2005, halaman 159, Blackwell
  49. Reich D, Patterson N, Kircher M, et al.. Denisova admixture and the first modern human dispersals into Southeast Asia and Oceania. Am. J. Hum. Genet. 2011. Vol. 89 (4). hlm. 516–28. doi:10.1016/j.ajhg.2011.09.005.
  50. Dejian Yuan. Modern human origins: multiregional evolution of autosomes and East Asia origin of Y and mtDNA. bioRxiv. 2019-06-09. hlm. 101410. doi:10.1101/101410.
  51. Hongyao Chen. Ancient Y chromosomes confirm origin of modern human paternal lineages in Asia rather than Africa. bioRxiv. 2020-03-11. hlm. 2020.03.10.986042. doi:10.1101/2020.03.10.986042.
  52. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  53. New Ideas, New Fuels: Craig Venter at the Oxonian. FORA.tv. 2008-11-03.
  54. Stephan Palmié. Genomics, divination, 'racecraft'. American Ethnologist. May 2007. Vol. 34 (2). hlm. 205–22. doi:10.1525/ae.2007.34.2.205.
  55. Katya Gibel Mevorach. Race, racism, and academic complicity. American Ethnologist. 2007. Vol. 34 (2). hlm. 238–241. doi:10.1525/ae.2007.34.2.238.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29466659 (2026-07-16T18:17:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.