Lompat ke isi

Silogisme kategorikal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27850895; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Silogisme kategorikal''' atau biasa disebut silogisme kategoris adalah argumen yang pasti terdiri atas dua premis dan satu konklusi, dengan setiap pernyataannya dimulai dengan kata ''semua,'' ''tidak ada,'' ''beberapa'' atau ''sebagian,'' dan berisi tiga bagian yang masing-masing hanya boleh muncul dalam dua proposisi silogisme. Silogisme kategorikal merupakan silogisme yang premis-premis dan kesimpulannya berupa keputusan kategoris. Oleh karena itu, untuk mendapat kesimpulan yang benar, kita harus memperhatikan patokan-patokan silogisme.
'''Silogisme kategorikal''' atau biasa disebut silogisme kategoris adalah argumen yang pasti terdiri atas dua premis dan satu konklusi, dengan setiap pernyataannya dimulai dengan kata ''semua,'' ''tidak ada,'' ''beberapa'' atau ''sebagian,'' dan berisi tiga bagian yang masing-masing hanya boleh muncul dalam dua proposisi silogisme.<ref>[https://books.google.com/books?id=Q1VdkUdDXRMC&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA76&dq=silogisme&hl=id Wacana: jurnal ilmu pengetahuan budaya]. Yayasan Obor Indonesia. hlm. 76.</ref> Silogisme kategorikal merupakan silogisme yang premis-premis dan kesimpulannya berupa keputusan kategoris. Oleh karena itu, untuk mendapat kesimpulan yang benar, kita harus memperhatikan patokan-patokan silogisme.<ref>[https://kumparan.com/berita-hari-ini/mengenal-apa-itu-silogisme-dan-contohnya-1umOwpmbTfS Mengenal Apa Itu Silogisme dan Contohnya]. ''kumparan''.</ref>


Contoh:
Contoh:
Baris 7: Baris 7:
Premis 2: Akasia adalah tanaman.
Premis 2: Akasia adalah tanaman.


Konklusi: Akasia membutuhkan air.
Konklusi: Akasia membutuhkan air.<ref>[https://kumparan.com/berita-hari-ini/mengenal-apa-itu-silogisme-dan-contohnya-1umOwpmbTfS Mengenal Apa Itu Silogisme dan Contohnya]. ''kumparan''.</ref>


== Prinsip-Prinsip Umum Silogisme Kategorikal ==
== Prinsip-Prinsip Umum Silogisme Kategorikal ==
'''Prinsip Identitas Timbal Balik'''
'''Prinsip Identitas Timbal Balik'''


Jika ada dua term sesuai atau identik dengan term ketiga, maka kedua term itu saling sesuai atau saling identik.
Jika ada dua term sesuai atau identik dengan term ketiga, maka kedua term itu saling sesuai atau saling identik.<ref>[https://books.google.com/books?id=HsJdE6alXBYC&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA124&dq=silogisme&hl=id Pengantar Logika]. Grasindo. hlm. 105-107. ISBN 978-979-759-940-9.</ref>


Contoh:
Contoh:


M adalah P.
M adalah P.          


S adalah M.
S adalah M.          


Jadi, S adalah P.
Jadi, S adalah P.  


'''Prinsip Non-Identitas Timbal Balik'''
'''Prinsip Non-Identitas Timbal Balik'''


Jika salah satu dari dua term identik dengan term ketiga sedangkan term lainnya tidak identik dengan term ketiga, maka kedua term itu tidak saling terkait.
Jika salah satu dari dua term identik dengan term ketiga sedangkan term lainnya tidak identik dengan term ketiga, maka kedua term itu tidak saling terkait.<ref>[https://books.google.com/books?id=HsJdE6alXBYC&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA124&dq=silogisme&hl=id Pengantar Logika]. Grasindo. hlm. 105-107. ISBN 978-979-759-940-9.</ref>


Contoh:
Contoh:  


P adalah M.
P adalah M.
Baris 36: Baris 36:
'''Hukum tentang Semua'''
'''Hukum tentang Semua'''


Menurut prinsip ini, apa yang diafirmasikan tentang suatu term yang ada bisa juga diafirmasikan tentang setiap term yang berasal dari term itu.
Menurut prinsip ini, apa yang diafirmasikan tentang suatu term yang ada bisa juga diafirmasikan tentang setiap term yang berasal dari term itu.<ref>[https://books.google.com/books?id=HsJdE6alXBYC&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA124&dq=silogisme&hl=id Pengantar Logika]. Grasindo. hlm. 105-107. ISBN 978-979-759-940-9.</ref>


Contoh:
Contoh:
Baris 48: Baris 48:
'''Hukum tentang Ketiadaan'''
'''Hukum tentang Ketiadaan'''


Menurut prinsip ini, apa yang diingkari secara universal tentang suatu term juga diingkari tentang setiap referen dari term itu.
Menurut prinsip ini, apa yang diingkari secara universal tentang suatu term juga diingkari tentang setiap referen dari term itu.<ref>[https://books.google.com/books?id=HsJdE6alXBYC&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA124&dq=silogisme&hl=id Pengantar Logika]. Grasindo. hlm. 105-107. ISBN 978-979-759-940-9.</ref>


Contoh:
Contoh:
Baris 59: Baris 59:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Silogisme+kategorikal&oldid=27850895 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27850895 (2025-09-18T11:40:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Silogisme+kategorikal&oldid=27850895 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27850895 (2025-09-18T11:40:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.06

Silogisme kategorikal atau biasa disebut silogisme kategoris adalah argumen yang pasti terdiri atas dua premis dan satu konklusi, dengan setiap pernyataannya dimulai dengan kata semua, tidak ada, beberapa atau sebagian, dan berisi tiga bagian yang masing-masing hanya boleh muncul dalam dua proposisi silogisme.[1] Silogisme kategorikal merupakan silogisme yang premis-premis dan kesimpulannya berupa keputusan kategoris. Oleh karena itu, untuk mendapat kesimpulan yang benar, kita harus memperhatikan patokan-patokan silogisme.[2]

Contoh:

Premis 1: Semua tanaman membutuhkan air.

Premis 2: Akasia adalah tanaman.

Konklusi: Akasia membutuhkan air.[3]

Prinsip-Prinsip Umum Silogisme Kategorikal

Prinsip Identitas Timbal Balik

Jika ada dua term sesuai atau identik dengan term ketiga, maka kedua term itu saling sesuai atau saling identik.[4]

Contoh:

M adalah P.

S adalah M.

Jadi, S adalah P.

Prinsip Non-Identitas Timbal Balik

Jika salah satu dari dua term identik dengan term ketiga sedangkan term lainnya tidak identik dengan term ketiga, maka kedua term itu tidak saling terkait.[5]

Contoh:

P adalah M.

S bukan M.

Jadi, S bukan P.

Hukum tentang Semua

Menurut prinsip ini, apa yang diafirmasikan tentang suatu term yang ada bisa juga diafirmasikan tentang setiap term yang berasal dari term itu.[6]

Contoh:

Setiap manusia dapat mati.

Yono adalah manusia.

Jadi, Yono dapat mati.

Hukum tentang Ketiadaan

Menurut prinsip ini, apa yang diingkari secara universal tentang suatu term juga diingkari tentang setiap referen dari term itu.[7]

Contoh:

Tidak ada orang Indonesia adalah orang Eskimo.

Semua orang Betawi adalah orang Indonesia.

Jadi, tidak ada orang Betawi adalah orang Eskimo.

Referensi

  1. Wacana: jurnal ilmu pengetahuan budaya. Yayasan Obor Indonesia. hlm. 76.
  2. Mengenal Apa Itu Silogisme dan Contohnya. kumparan.
  3. Mengenal Apa Itu Silogisme dan Contohnya. kumparan.
  4. Pengantar Logika. Grasindo. hlm. 105-107. ISBN 978-979-759-940-9.
  5. Pengantar Logika. Grasindo. hlm. 105-107. ISBN 978-979-759-940-9.
  6. Pengantar Logika. Grasindo. hlm. 105-107. ISBN 978-979-759-940-9.
  7. Pengantar Logika. Grasindo. hlm. 105-107. ISBN 978-979-759-940-9.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27850895 (2025-09-18T11:40:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.