Lompat ke isi

Helium-3: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28015346; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Helium-3''' (He-3) adalah [[isotop]] [[helium]] yang ringan dan non-[[radioaktif]] dengan dua [[proton]] dan satu [[neutron]]. Isotop ini langka di [[Bumi]] dan dicari-cari untuk digunakan dalam penelitian [[fusi nuklir]]. Helium-3 diduga lebih berlimpah di [[Bulan]] dan berada di lapisan atas [[regolith]] selama miliaran tahun akibat [[angin matahari]], dengan kandungan antara satu hingga 50 [[bagian per juta|bpj]] regolith bulan. Namun, kuantitasnya masih lebih rendah daripada [[raksasa gas]] di [[Tata Surya]] (yang merupakan sisa dari [[nebula matahari]] awal).
'''Helium-3''' (He-3) adalah [[isotop]] [[helium]] yang ringan dan non-[[radioaktif]] dengan dua [[proton]] dan satu [[neutron]]. Isotop ini langka di [[Bumi]] dan dicari-cari untuk digunakan dalam penelitian [[fusi nuklir]]. Helium-3 diduga lebih berlimpah di [[Bulan]] dan berada di lapisan atas [[regolith]] selama miliaran tahun akibat [[angin matahari]],<ref>Fa WenZhe & Jin YaQiu. [http://lunarnetworks.blogspot.in/2010/12/change-1-maps-moons-helium-3-inventory.html Global inventory of Helium-3 in lunar regoliths estimated by a multi-channel microwave radiometer on the Chang-E 1 lunar satellite]. December2010.</ref> dengan kandungan antara satu hingga 50 [[bagian per juta|bpj]] regolith bulan.<ref>E. N. Slyuta. [http://www.lpi.usra.edu/meetings/lpsc2007/pdf/2175.pdf The Estimation of Helium-3 Probable Reserves in Lunar Regolith]. March 12–16, 2007. hlm. 2175.</ref><ref>Cocks, F. H. ''3 He in permanently shadowed lunar polar surfaces''. ''Icarus''. 2010. Vol. 206 (2). hlm. 778–779. doi:10.1016/j.icarus.2009.12.032.</ref> Namun, kuantitasnya masih lebih rendah daripada [[raksasa gas]] di [[Tata Surya]] (yang merupakan sisa dari [[nebula matahari]] awal).


[[Helion (kimia)|Helion]], yaitu [[inti atom]] helium-3, terdiri dari dua proton dan hanya satu neutron, sementara helium pada umumnya memiliki dua neutron. Keberadaannya pertama kali dicetuskan pada tahun 1934 oleh [[fisikawan nuklir]] [[Australia]] [[Mark Oliphant]] saat sedang bekerja di [[Laboratorium Cavendish]] di [[Universitas Cambridge]]. Oliphant telah melakukan percobaan yang menabrakkan [[deuteron]]-deuteron cepat dengan target-target deuteron.
[[Helion (kimia)|Helion]], yaitu [[inti atom]] helium-3, terdiri dari dua proton dan hanya satu neutron, sementara helium pada umumnya memiliki dua neutron. Keberadaannya pertama kali dicetuskan pada tahun 1934 oleh [[fisikawan nuklir]] [[Australia]] [[Mark Oliphant]] saat sedang bekerja di [[Laboratorium Cavendish]] di [[Universitas Cambridge]]. Oliphant telah melakukan percobaan yang menabrakkan [[deuteron]]-deuteron cepat dengan target-target deuteron.<ref>M. L. E. Oliphant. ''Transmutation Effects Observed with Heavy Hydrogen''. ''Proceedings of the Royal Society A''. 1934. Vol. 144 (853). hlm. 692–703. doi:10.1098/rspa.1934.0077.</ref>


Helium-3 sebelumnya diduga merupakan [[radionuklida]] sebelum juga ditemukan dalam sampel helium alami (yang sebagian besar terdiri dari [[helium-4]]), yang diambil dari [[atmosfer Bumi]] dan sumur [[gas fosil]]. Hal ini dilakukan oleh [[Luis W. Alvarez]] dan [[Robert Cornog]] dalam percobaan [[siklotron]] di [[Lawrence Berkeley National Laboratory]], [[California]], pada tahun 1939.
Helium-3 sebelumnya diduga merupakan [[radionuklida]] sebelum juga ditemukan dalam sampel helium alami (yang sebagian besar terdiri dari [[helium-4]]), yang diambil dari [[atmosfer Bumi]] dan sumur [[gas fosil]]. Hal ini dilakukan oleh [[Luis W. Alvarez]] dan [[Robert Cornog]] dalam percobaan [[siklotron]] di [[Lawrence Berkeley National Laboratory]], [[California]], pada tahun 1939.<ref>[http://www.lbl.gov/Science-Articles/Research-Review/Magazine/1981/81fepi1.html Lawrence and His Laboratory: Episode: A Productive Error]. Newsmagazine Publication. 1981.</ref>


Walaupun berdasarkan sampel helium dari sumur gas helium-3 10.000 kali lebih langka dari helium-4, keberadaannya dalam kandungan gas bawah tanah menunjukkan bahwa helium-3 mungkin memiliki [[waktu paruh]] yang sangat lama. [[Hidrogen-1]] dan helium-3 merupakan nuklida stabil yang mengandung lebih banyak proton daripada neutron.
Walaupun berdasarkan sampel helium dari sumur gas helium-3 10.000 kali lebih langka dari helium-4, keberadaannya dalam kandungan gas bawah tanah menunjukkan bahwa helium-3 mungkin memiliki [[waktu paruh]] yang sangat lama. [[Hidrogen-1]] dan helium-3 merupakan nuklida stabil yang mengandung lebih banyak proton daripada neutron.
Baris 27: Baris 27:


== Produksi ==
== Produksi ==
Konsumsi helium-3 pada industri [[Amerika Serikat]] saat ini kurang lebih 60.000 liter (kurang lebih 8&nbsp;kg) per tahun; biaya pada pelelangan kurang lebih $100/liter walaupun meningkatnya permintaan menyebabkan harga naik menjadi $2.000/liter. Helium-3 secara alami terdapat dalam jumlah kecil akibat peluruhan radioaktif, tetapi semua helium-3 yang digunakan dalam industri diproduksi. Helium-3 merupakan hasil dari peluruhan [[tritium]]. Produksi tritium dalam jumlah besar memerlukan [[fluks neutron]] yang tinggi pada reaktor nuklir.
Konsumsi helium-3 pada industri [[Amerika Serikat]] saat ini kurang lebih 60.000 liter (kurang lebih 8&nbsp;kg) per tahun;<ref>[http://www.fas.org/sgp/crs/misc/R41419.pdf The Helium 3 Shortage: Supply, Demand, and Options for Congress] . (PDF) . Diakses pada 2011-11-08.</ref> biaya pada pelelangan kurang lebih $100/liter walaupun meningkatnya permintaan menyebabkan harga naik menjadi $2.000/liter.<ref>[http://spectrum.ieee.org/biomedical/diagnostics/physics-projects-deflate-for-lack-of-helium3 Physics Projects Deflate for Lack of Helium-3] . Spectrum.ieee.org. Diakses pada 2011-11-08.</ref> Helium-3 secara alami terdapat dalam jumlah kecil akibat peluruhan radioaktif, tetapi semua helium-3 yang digunakan dalam industri diproduksi. Helium-3 merupakan hasil dari peluruhan [[tritium]]. Produksi tritium dalam jumlah besar memerlukan [[fluks neutron]] yang tinggi pada reaktor nuklir.


== Keberlimpahan di luar Bumi ==
== Keberlimpahan di luar Bumi ==
Helium-3 langka di Bumi, tetapi berlimpah di luar angkasa. Materi di permukaan Bulan mengandung konsentrasi helium-3 antara 1,4 hingga 15 bpj di wilayah yang disinari matahari, dan mungkin dapat mencapai 50 bpj pada wilayah yang secara permanen tidak disinari matahari. Sejumlah orang seperti Gerald Kulcinski pada tahun 1986, telah mengusulkan penambangan helium-3 dari [[regolith]] bulan untuk fusi nuklir. Baru-baru ini, perusahaan seperti [[Planetary Resources]] telah mengutarakan ketertarikannya untuk menambang helium-3 di Bulan. Akibat konsentrasi helium-3 yang rendah, perlengkapan pertambangan harus memproses regolith dalam jumlah yang besar, yaitu lebih dari 150 juta ton regolith untuk memperoleh satu ton helium 3). Penambangan helium-3 di [[raksasa gas]] juga telah diusulkan karena raksasa gas memiliki kandungan helium-3 yang lebih besar dari Bulan. Walaupun begitu, raksasa gas terbesar di [[Tata Surya]], yaitu [[Yupiter]], memiliki gravitasi yang tinggi, sehingga helium-3 lebih mungkin ditambang di raksasa gas lain.
Helium-3 langka di Bumi, tetapi berlimpah di luar angkasa. Materi di permukaan Bulan mengandung konsentrasi helium-3 antara 1,4 hingga 15 bpj di wilayah yang disinari matahari,<ref>[http://fti.neep.wisc.edu/Research/he3_pubs.html FTI Research Projects:: 3He Lunar Mining] . Fti.neep.wisc.edu. Retrieved on 2011-11-08.</ref><ref>E. N. Slyuta and A. M. Abdrakhimov, and E. M. Galimov. [http://www.lpi.usra.edu/meetings/lpsc2007/pdf/2175.pdf The estimation of helium-3 probable reserves in lunar regolith]. ''Lunar and Planetary Science XXXVIII''. 2007.</ref> dan mungkin dapat mencapai 50 bpj pada wilayah yang secara permanen tidak disinari matahari.<ref>Cocks, F. H. ''3 He in permanently shadowed lunar polar surfaces''. ''Icarus''. 2010. Vol. 206 (2). hlm. 778–779. doi:10.1016/j.icarus.2009.12.032.</ref> Sejumlah orang seperti Gerald Kulcinski pada tahun 1986,<ref>Eric R. Hedman. [http://www.thespacereview.com/article/536/1 A fascinating hour with Gerald Kulcinski]. ''The Space Review''. January 16, 2006.</ref> telah mengusulkan penambangan helium-3 dari [[regolith]] bulan untuk fusi nuklir. Baru-baru ini, perusahaan seperti [[Planetary Resources]] telah mengutarakan ketertarikannya untuk menambang helium-3 di Bulan. Akibat konsentrasi helium-3 yang rendah, perlengkapan pertambangan harus memproses regolith dalam jumlah yang besar, yaitu lebih dari 150 juta ton regolith untuk memperoleh satu ton helium 3).<ref>I.N. Sviatoslavsky. [http://fti.neep.wisc.edu/pdf/wcsar9311-2.pdf The challenge of mining He-3 on the lunar surface: how all the parts fit together]. 1993. Wisconsin Center for Space Automation and Robotics Technical Report WCSAR-TR-AR3-9311-2.</ref> Penambangan helium-3 di [[raksasa gas]] juga telah diusulkan karena raksasa gas memiliki kandungan helium-3 yang lebih besar dari Bulan.<ref>Bryan Palaszewski. [http://gltrs.grc.nasa.gov/reports/2006/TM-2006-214122.pdf Atmospheric Mining in the Outer Solar System]. NASA Technical Memorandum 2006-214122. AIAA–2005–4319. Prepared for the 41st Joint Propulsion Conference and Exhibit cosponsored by AIAA, ASME, SAE, and ASEE, Tucson, Arizona, July 10–13, 2005.</ref> Walaupun begitu, raksasa gas terbesar di [[Tata Surya]], yaitu [[Yupiter]], memiliki gravitasi yang tinggi, sehingga helium-3 lebih mungkin ditambang di raksasa gas lain.
 
Karena potensinya yang besar, berbagai negara dan perusahaan telah mempertimbangkan penggunaan helium-3. Misalnya, salah satu tujuan utama wahana [[program Chang'e|Chang'e]] yang diluncurkan oleh [[Republik Rakyat Tiongkok]] adalah untuk menyelidiki kandungan helium-3 di Bulan. Pada Januari 2006, perusahaan angkasa Rusia [[RKK Energiya]] mengumumkan bahwa mereka mempertimbangkan helium-3 di Bulan sebagai sumber daya ekonomi potensial yang akan ditambang pada tahun 2020 jika mereka dapat memperoleh dana.
 
== Catatan kaki ==


Karena potensinya yang besar, berbagai negara dan perusahaan telah mempertimbangkan penggunaan helium-3. Misalnya, salah satu tujuan utama wahana [[program Chang'e|Chang'e]] yang diluncurkan oleh [[Republik Rakyat Tiongkok]] adalah untuk menyelidiki kandungan helium-3 di Bulan.<ref>[http://www.chinadaily.com.cn/cndy/2006-07/26/content_649325.htm He asked for the moon-and got it] . Chinadaily.com.cn (2006-07-26). Retrieved on 2011-11-08.</ref> Pada Januari 2006, perusahaan angkasa Rusia [[RKK Energiya]] mengumumkan bahwa mereka mempertimbangkan helium-3 di Bulan sebagai sumber daya ekonomi potensial yang akan ditambang pada tahun 2020<ref>[https://web.archive.org/web/20080809210848/http://www.space.com/news/ap_060126_russia_moon.html Russian Rocket Builder Aims for Moon Base by 2015, Reports Say]. Associated Press (via space.com). 26 Januari 2006</ref> jika mereka dapat memperoleh dana.<ref>James Oberg. [http://www.thespacereview.com/article/551/1 Moonscam: Russians try to sell the Moon for foreign cash]. February 6, 2006.</ref><ref>Dwayne A. Day. [http://www.thespacereview.com/article/824/1 Death throes and grand delusions]. ''The Space Review''. March 5, 2007.</ref>


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://nobelprize.org/physics/laureates/2003/presentation-speech.html The Nobel Prize in Physics 2003, presentation speech]
* [http://nobelprize.org/physics/laureates/2003/presentation-speech.html The Nobel Prize in Physics 2003, presentation speech]  
* [http://www.bbc.co.uk/sn/tvradio/programmes/horizon/broadband/tx/moonsale/ Moon for Sale: A BBC Horizon documentary on the possibility of lunar mining of Helium-3]
* [http://www.bbc.co.uk/sn/tvradio/programmes/horizon/broadband/tx/moonsale/ Moon for Sale: A BBC Horizon documentary on the possibility of lunar mining of Helium-3]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Helium-3&oldid=28015346 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28015346 (2025-10-16T11:23:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Helium-3&oldid=28015346 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28015346 (2025-10-16T11:23:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.06

Helium-3 (He-3) adalah isotop helium yang ringan dan non-radioaktif dengan dua proton dan satu neutron. Isotop ini langka di Bumi dan dicari-cari untuk digunakan dalam penelitian fusi nuklir. Helium-3 diduga lebih berlimpah di Bulan dan berada di lapisan atas regolith selama miliaran tahun akibat angin matahari,[1] dengan kandungan antara satu hingga 50 bpj regolith bulan.[2][3] Namun, kuantitasnya masih lebih rendah daripada raksasa gas di Tata Surya (yang merupakan sisa dari nebula matahari awal).

Helion, yaitu inti atom helium-3, terdiri dari dua proton dan hanya satu neutron, sementara helium pada umumnya memiliki dua neutron. Keberadaannya pertama kali dicetuskan pada tahun 1934 oleh fisikawan nuklir Australia Mark Oliphant saat sedang bekerja di Laboratorium Cavendish di Universitas Cambridge. Oliphant telah melakukan percobaan yang menabrakkan deuteron-deuteron cepat dengan target-target deuteron.[4]

Helium-3 sebelumnya diduga merupakan radionuklida sebelum juga ditemukan dalam sampel helium alami (yang sebagian besar terdiri dari helium-4), yang diambil dari atmosfer Bumi dan sumur gas fosil. Hal ini dilakukan oleh Luis W. Alvarez dan Robert Cornog dalam percobaan siklotron di Lawrence Berkeley National Laboratory, California, pada tahun 1939.[5]

Walaupun berdasarkan sampel helium dari sumur gas helium-3 10.000 kali lebih langka dari helium-4, keberadaannya dalam kandungan gas bawah tanah menunjukkan bahwa helium-3 mungkin memiliki waktu paruh yang sangat lama. Hidrogen-1 dan helium-3 merupakan nuklida stabil yang mengandung lebih banyak proton daripada neutron.

Helium-3 merupakan nuklida primordial yang keluar dari kerak Bumi ke luar angkasa selama jutaan tahun. Helium-3 juga diduga merupakan nukleogenik alami dan nuklida kosmogenik. Beberapa helium-3 yang ditemui di atmosfer merupakan sisa dari percobaan senjata nuklir yang dilakukan sebelum tahun 1963, yang sebagian besar berasal dari peluruhan tritium (hidrogen-3) yang meluruh menjadi helium-3 dengan waktu paruh 12,3 tahun. Lebih lagi, beberapa reaktor nuklir secara berkala mengeluarkan helium-3 dan tritium ke atmosfer, terutama bila terjadi suatu masalah. Selain itu, kandungan tritium dan helium-3 telah dihasilkan dalam reaktor nuklir arsenal nasional dari iradiasi lithium-6.

Helium-3 telah diusulkan sebagai bahan bakar generasi kedua untuk fusi nuklir, tetapi reaktor semacam itu masih dikembangkan.

Properti fisik

Karena massa atomnya lebih rendah (yaitu 3,02), helium-3 memiliki properti fisik yang berbeda dari helium-4. Akibat interaksi dipol-dipol terinduksi yang lemah antara atom-atom helium, properti fisik makroskopiknya ditentukan oleh energi titik nolnya. Selain itu, properti fisik helium-3 membuatnya memiliki energi titik nol yang lebih tinggi dari helium-4. Akibatnya, helium-3 dapat melalui interaksi dipol-dipol dengan energi termal yang lebih rendah bila dibandingkan dengan helium-4.

Efek mekanika kuantum helium-3 dan helium-4 berbeda karena helium-4 memiliki dua proton, dua neutron, dan dua elektron, sehingga memiliki spin nol yang menjadikannya boson. Namun, helium-3 yang hanya memiliki satu neutron memiliki spin sebesar setengah, sehingga menjadikannya fermion.

Helium-3 mendidih pada suhu 3,19 K, sementara helium-4 mendidih pada suhu 4,23 K. Titik kritis helium-3 juga tercatat sebesar 3,35 K, yang lebih rendah dari helium-4 dengan titik kritis sebesar 5,2 K.

Reaksi fusi

3He dapat digunakan pada reaksi fusi berikut: 2D + 3He →   4He +  1p + 18.3 MeV, atau 3He + 3He → 4He   + 2 1p+ 12.86 MeV

Pelacakan neutron

Helium-3 adalah isotop penting yang dapat digunakan untuk melacak neutron. Berikut adalah persamaannya:

10n + 23He  13H + 11H

Produksi

Konsumsi helium-3 pada industri Amerika Serikat saat ini kurang lebih 60.000 liter (kurang lebih 8 kg) per tahun;[6] biaya pada pelelangan kurang lebih $100/liter walaupun meningkatnya permintaan menyebabkan harga naik menjadi $2.000/liter.[7] Helium-3 secara alami terdapat dalam jumlah kecil akibat peluruhan radioaktif, tetapi semua helium-3 yang digunakan dalam industri diproduksi. Helium-3 merupakan hasil dari peluruhan tritium. Produksi tritium dalam jumlah besar memerlukan fluks neutron yang tinggi pada reaktor nuklir.

Keberlimpahan di luar Bumi

Helium-3 langka di Bumi, tetapi berlimpah di luar angkasa. Materi di permukaan Bulan mengandung konsentrasi helium-3 antara 1,4 hingga 15 bpj di wilayah yang disinari matahari,[8][9] dan mungkin dapat mencapai 50 bpj pada wilayah yang secara permanen tidak disinari matahari.[10] Sejumlah orang seperti Gerald Kulcinski pada tahun 1986,[11] telah mengusulkan penambangan helium-3 dari regolith bulan untuk fusi nuklir. Baru-baru ini, perusahaan seperti Planetary Resources telah mengutarakan ketertarikannya untuk menambang helium-3 di Bulan. Akibat konsentrasi helium-3 yang rendah, perlengkapan pertambangan harus memproses regolith dalam jumlah yang besar, yaitu lebih dari 150 juta ton regolith untuk memperoleh satu ton helium 3).[12] Penambangan helium-3 di raksasa gas juga telah diusulkan karena raksasa gas memiliki kandungan helium-3 yang lebih besar dari Bulan.[13] Walaupun begitu, raksasa gas terbesar di Tata Surya, yaitu Yupiter, memiliki gravitasi yang tinggi, sehingga helium-3 lebih mungkin ditambang di raksasa gas lain.

Karena potensinya yang besar, berbagai negara dan perusahaan telah mempertimbangkan penggunaan helium-3. Misalnya, salah satu tujuan utama wahana Chang'e yang diluncurkan oleh Republik Rakyat Tiongkok adalah untuk menyelidiki kandungan helium-3 di Bulan.[14] Pada Januari 2006, perusahaan angkasa Rusia RKK Energiya mengumumkan bahwa mereka mempertimbangkan helium-3 di Bulan sebagai sumber daya ekonomi potensial yang akan ditambang pada tahun 2020[15] jika mereka dapat memperoleh dana.[16][17]

Pranala luar

Referensi

  1. Fa WenZhe & Jin YaQiu. Global inventory of Helium-3 in lunar regoliths estimated by a multi-channel microwave radiometer on the Chang-E 1 lunar satellite. December2010.
  2. E. N. Slyuta. The Estimation of Helium-3 Probable Reserves in Lunar Regolith. March 12–16, 2007. hlm. 2175.
  3. Cocks, F. H. 3 He in permanently shadowed lunar polar surfaces. Icarus. 2010. Vol. 206 (2). hlm. 778–779. doi:10.1016/j.icarus.2009.12.032.
  4. M. L. E. Oliphant. Transmutation Effects Observed with Heavy Hydrogen. Proceedings of the Royal Society A. 1934. Vol. 144 (853). hlm. 692–703. doi:10.1098/rspa.1934.0077.
  5. Lawrence and His Laboratory: Episode: A Productive Error. Newsmagazine Publication. 1981.
  6. The Helium 3 Shortage: Supply, Demand, and Options for Congress . (PDF) . Diakses pada 2011-11-08.
  7. Physics Projects Deflate for Lack of Helium-3 . Spectrum.ieee.org. Diakses pada 2011-11-08.
  8. FTI Research Projects:: 3He Lunar Mining . Fti.neep.wisc.edu. Retrieved on 2011-11-08.
  9. E. N. Slyuta and A. M. Abdrakhimov, and E. M. Galimov. The estimation of helium-3 probable reserves in lunar regolith. Lunar and Planetary Science XXXVIII. 2007.
  10. Cocks, F. H. 3 He in permanently shadowed lunar polar surfaces. Icarus. 2010. Vol. 206 (2). hlm. 778–779. doi:10.1016/j.icarus.2009.12.032.
  11. Eric R. Hedman. A fascinating hour with Gerald Kulcinski. The Space Review. January 16, 2006.
  12. I.N. Sviatoslavsky. The challenge of mining He-3 on the lunar surface: how all the parts fit together. 1993. Wisconsin Center for Space Automation and Robotics Technical Report WCSAR-TR-AR3-9311-2.
  13. Bryan Palaszewski. Atmospheric Mining in the Outer Solar System. NASA Technical Memorandum 2006-214122. AIAA–2005–4319. Prepared for the 41st Joint Propulsion Conference and Exhibit cosponsored by AIAA, ASME, SAE, and ASEE, Tucson, Arizona, July 10–13, 2005.
  14. He asked for the moon-and got it . Chinadaily.com.cn (2006-07-26). Retrieved on 2011-11-08.
  15. Russian Rocket Builder Aims for Moon Base by 2015, Reports Say. Associated Press (via space.com). 26 Januari 2006
  16. James Oberg. Moonscam: Russians try to sell the Moon for foreign cash. February 6, 2006.
  17. Dwayne A. Day. Death throes and grand delusions. The Space Review. March 5, 2007.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28015346 (2025-10-16T11:23:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.