Lompat ke isi

Sekuritisasi (hubungan internasional): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28076044; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Sekuritisasi''' dalam [[hubungan internasional]] ([[Mazhab Kopenhagen (hubungan internasional)|Mazhab Kopenhagen]]) adalah proses perubahan subjek menjadi persoalan 'keamanan' oleh negara. Ini adalah [[politik|politisasi]] versi ekstrem yang mengizinkan cara apapun demi menjaga keamanan.
'''Sekuritisasi''' dalam [[hubungan internasional]] ([[Mazhab Kopenhagen (hubungan internasional)|Mazhab Kopenhagen]]) adalah proses perubahan subjek menjadi persoalan 'keamanan' oleh negara. Ini adalah [[politik|politisasi]] versi ekstrem yang mengizinkan cara apapun demi menjaga keamanan.<ref>Barry Buzan, Ole Wæver, and Jaap de Wilde, ''Security: A New Framework for Analysis'', Boulder: Lynne Rienner Publishers, 1998, p. 25.</ref>


Isu yang tersekuritisasi tidak selalu berupa isu yang menentukan keberlangsungan sebuah [[negara berdaulat|negara]]. Isu yang tersekuritisasi justru merupakan isu ketika seseorang berhasil mengubah suatu isu menjadi persoalan hidup dan mati (eksistensial).
Isu yang tersekuritisasi tidak selalu berupa isu yang menentukan keberlangsungan sebuah [[negara berdaulat|negara]]. Isu yang tersekuritisasi justru merupakan isu ketika seseorang berhasil mengubah suatu isu menjadi persoalan hidup dan mati (eksistensial).
Baris 5: Baris 5:
Teoriwan sekuritisasi menegaskan bahwa subjek yang berhasil tersekuritisasi mendapat lebih banyak perhatian dan sumber daya daripada subjek yang gagal tersekuritisasi sehingga memicu kerugian manusia yang lebih besar. Contoh yang sering digunakan para teoriwan adalah pembahasan ancaman terorisme dalam berbagai diskusi keamanan, padahal ancaman kecelakaan lalu lintas dan penyakit jauh lebih besar.
Teoriwan sekuritisasi menegaskan bahwa subjek yang berhasil tersekuritisasi mendapat lebih banyak perhatian dan sumber daya daripada subjek yang gagal tersekuritisasi sehingga memicu kerugian manusia yang lebih besar. Contoh yang sering digunakan para teoriwan adalah pembahasan ancaman terorisme dalam berbagai diskusi keamanan, padahal ancaman kecelakaan lalu lintas dan penyakit jauh lebih besar.


Studi sekuritisasi berusaha memahami "siapa yang melakukan sekuritisasi (pelaku), atas dasar apa (ancaman), untuk siapa (objek acuan), mengapa, bagaimana hasilnya, dan apa saja syaratnya."
Studi sekuritisasi berusaha memahami "siapa yang melakukan sekuritisasi (pelaku), atas dasar apa (ancaman), untuk siapa (objek acuan), mengapa, bagaimana hasilnya, dan apa saja syaratnya."<ref>Barry Buzan, Ole Wæver, and Jaap de Wilde, ''Security: A New Framework for Analysis'', Boulder: Lynne Rienner Publishers, 1998, p. 32.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Keamanan masyarakat]]
* [[Keamanan masyarakat]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sekuritisasi+%28hubungan+internasional%29&oldid=28076044 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28076044 (2025-10-17T17:08:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sekuritisasi+%28hubungan+internasional%29&oldid=28076044 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28076044 (2025-10-17T17:08:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.09

Sekuritisasi dalam hubungan internasional (Mazhab Kopenhagen) adalah proses perubahan subjek menjadi persoalan 'keamanan' oleh negara. Ini adalah politisasi versi ekstrem yang mengizinkan cara apapun demi menjaga keamanan.[1]

Isu yang tersekuritisasi tidak selalu berupa isu yang menentukan keberlangsungan sebuah negara. Isu yang tersekuritisasi justru merupakan isu ketika seseorang berhasil mengubah suatu isu menjadi persoalan hidup dan mati (eksistensial).

Teoriwan sekuritisasi menegaskan bahwa subjek yang berhasil tersekuritisasi mendapat lebih banyak perhatian dan sumber daya daripada subjek yang gagal tersekuritisasi sehingga memicu kerugian manusia yang lebih besar. Contoh yang sering digunakan para teoriwan adalah pembahasan ancaman terorisme dalam berbagai diskusi keamanan, padahal ancaman kecelakaan lalu lintas dan penyakit jauh lebih besar.

Studi sekuritisasi berusaha memahami "siapa yang melakukan sekuritisasi (pelaku), atas dasar apa (ancaman), untuk siapa (objek acuan), mengapa, bagaimana hasilnya, dan apa saja syaratnya."[2]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Barry Buzan, Ole Wæver, and Jaap de Wilde, Security: A New Framework for Analysis, Boulder: Lynne Rienner Publishers, 1998, p. 25.
  2. Barry Buzan, Ole Wæver, and Jaap de Wilde, Security: A New Framework for Analysis, Boulder: Lynne Rienner Publishers, 1998, p. 32.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28076044 (2025-10-17T17:08:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.