Lompat ke isi

Keburukan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28341724; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kejahatan''' (), atau '''keburukan''' dalam pengertian umum, adalah perilaku yang salah secara moral, atau kondisi yang menyebabkan [[Penderitaan|rasa sakit dan penderitaan]] yang tidak perlu, sehingga menyebabkan dampak yang negatif kepada dunia.
'''Kejahatan''' (), atau '''keburukan''' dalam pengertian umum, adalah perilaku yang salah secara moral, atau kondisi yang menyebabkan [[Penderitaan|rasa sakit dan penderitaan]] yang tidak perlu, sehingga menyebabkan dampak yang negatif kepada dunia.<ref>[https://www.definitions.net/definition/Evil What does Evil mean?]. ''www.definitions.net''.</ref>
 
Kejahatan biasanya dipandang sebagai lawan dari kebaikan atau [[Tidak adanya kebaikan|tidak adanya]] [[Bagus|kebaikan]]. Ini bisa menjadi konsep yang sangat luas. Dalam penggunaan sehari-hari, [[kejahatan]] sering dimaknai sebagai perbuatan pidana. Dalam studi filsafat, kejahatan memiliki beberapa bentuk, seperti [[kejahatan moral]], yang umumnya diasosiasikan dengan kesalahan yang dilakukan oleh manusia, atau [[Kejahatan alami|kejahatan alam]] (seperti dalam kasus bencana alam atau penyakit). Dalam [[Agama|pemikiran keagamaan]], terdapat bentuk kejahatan yang [[Demon|bersifat demonik]] atau [[Adikodrati|supranatural]]. Dalam beberapa agama, [[pandangan dunia]], dan filsafat, fokus sering dititikberatkan pada "kebaikan versus kejahatan". Namun, terdapat agama lain yang menolak untuk menggunakan kejahatan dalam mendeskripsikan manusia.


Kejahatan biasanya dipandang sebagai lawan dari kebaikan atau [[Tidak adanya kebaikan|tidak adanya]] [[Bagus|kebaikan]]. Ini bisa menjadi konsep yang sangat luas. Dalam penggunaan sehari-hari, [[kejahatan]] sering dimaknai sebagai perbuatan pidana. Dalam studi filsafat, kejahatan memiliki beberapa bentuk, seperti [[kejahatan moral]], yang umumnya diasosiasikan dengan kesalahan yang dilakukan oleh manusia, atau [[Kejahatan alami|kejahatan alam]] (seperti dalam kasus bencana alam atau penyakit). Dalam [[Agama|pemikiran keagamaan]], terdapat bentuk kejahatan yang [[Demon|bersifat demonik]] atau [[Adikodrati|supranatural]].<ref>David Ray Griffin. ''God, Power, and Evil: a Process Theodicy''. Westminster. 2004. hlm. 31. ISBN 978-0-664-22906-1.</ref> Dalam beberapa agama, [[pandangan dunia]], dan filsafat, fokus sering dititikberatkan pada "kebaikan versus kejahatan". Namun, terdapat agama lain yang menolak untuk menggunakan kejahatan dalam mendeskripsikan manusia.


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keburukan&oldid=28341724 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28341724 (2025-11-04T09:35:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keburukan&oldid=28341724 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28341724 (2025-11-04T09:35:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.12

Kejahatan (), atau keburukan dalam pengertian umum, adalah perilaku yang salah secara moral, atau kondisi yang menyebabkan rasa sakit dan penderitaan yang tidak perlu, sehingga menyebabkan dampak yang negatif kepada dunia.[1]

Kejahatan biasanya dipandang sebagai lawan dari kebaikan atau tidak adanya kebaikan. Ini bisa menjadi konsep yang sangat luas. Dalam penggunaan sehari-hari, kejahatan sering dimaknai sebagai perbuatan pidana. Dalam studi filsafat, kejahatan memiliki beberapa bentuk, seperti kejahatan moral, yang umumnya diasosiasikan dengan kesalahan yang dilakukan oleh manusia, atau kejahatan alam (seperti dalam kasus bencana alam atau penyakit). Dalam pemikiran keagamaan, terdapat bentuk kejahatan yang bersifat demonik atau supranatural.[2] Dalam beberapa agama, pandangan dunia, dan filsafat, fokus sering dititikberatkan pada "kebaikan versus kejahatan". Namun, terdapat agama lain yang menolak untuk menggunakan kejahatan dalam mendeskripsikan manusia.

Referensi

  1. What does Evil mean?. www.definitions.net.
  2. David Ray Griffin. God, Power, and Evil: a Process Theodicy. Westminster. 2004. hlm. 31. ISBN 978-0-664-22906-1.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28341724 (2025-11-04T09:35:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.