Lompat ke isi

Energi kisi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29208983; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Energi kisi''' dari suatu [[padatan]] [[kristal]]in adalah ukuran energi yang dilepas ketika [[Ion|ion-ion]] penyusunnya bergabung untuk membentuk senyawa. Energi ini merupakan ukuran gaya kohesif yang mengikat ion-ion tersebut. Energi kisi adalah energi yang dilepaskan bila [[kation|ion positif]] dan [[anion|ion negatif]] dalam keadaan gas membentuk padatan kristal ionik.
'''Energi kisi''' dari suatu [[padatan]] [[kristal]]in adalah ukuran energi yang dilepas ketika [[Ion|ion-ion]] penyusunnya bergabung untuk membentuk senyawa. Energi ini merupakan ukuran gaya kohesif yang mengikat ion-ion tersebut. Energi kisi adalah energi yang dilepaskan bila [[kation|ion positif]] dan [[anion|ion negatif]] dalam keadaan gas membentuk padatan kristal ionik.<ref>''Solid State Physics''. Palgrave. 1981. doi:10.1007/978-1-349-00784-4_5. ISBN 978-0-333-10623-5.</ref>
:M<sup>+</sup> (g) + X<sup>-</sup> (g) → M<sup>+</sup>X<sup>-</sup> (s)
:M<sup>+</sup> (g) + X<sup>-</sup> (g) → M<sup>+</sup>X<sup>-</sup> (s)


Energi kisi karenanya dapat dianggap sebagai ukuran kekuatan [[ikatan ionik]]. Energi kisi terkait dengan banyak [[sifat fisik]] senyawa termasuk [[kelarutan]], tingkat kekerasan dan volatilitas. Energi kisi biasanya ditentukan [[siklus Born–Haber]].
Energi kisi karenanya dapat dianggap sebagai ukuran kekuatan [[ikatan ionik]]. Energi kisi terkait dengan banyak [[sifat fisik]] senyawa termasuk [[kelarutan]], tingkat kekerasan dan volatilitas. Energi kisi biasanya ditentukan [[siklus Born–Haber]].<ref>Atkins. [https://archive.org/details/shriveratkinsino0000unse_h4a7 Shriver and Atkins' Inorganic Chemistry]. W. H. Freeman and Company. 2010. ISBN 978-1-4292-1820-7.</ref>


== Energi kisi vs entalpi kisi ==
== Energi kisi vs entalpi kisi ==
Energi kisi bersifat [[eksotermik]], yaitu, nilai ''ΔH<sub>lat</sub>'' bernilai negatif karena nilai ini menyatakan penggabungan ion berfasa gas yang terpisah tak berhingga dalam [[vakum]] untuk membentuk kisi ionik. ''Entalpi'' kisi dilaporkan sebagai nilai positif.
Energi kisi bersifat [[eksotermik]], yaitu, nilai ''ΔH<sub>lat</sub>'' bernilai negatif karena nilai ini menyatakan penggabungan ion berfasa gas yang terpisah tak berhingga dalam [[vakum]] untuk membentuk kisi ionik. ''Entalpi'' kisi dilaporkan sebagai nilai positif.<ref>Jim Clark. [https://www.chemguide.co.uk/physical/energetics/lattice.html LATTICE ENTHALPY (LATTICE ENERGY)]. ''Chemguide.co.uk''. 2010.</ref>


 
Konsep energi kisi awalnya dikembangkan untuk senyawa berstruktur-[[halit|garam batu]] dan senyawa berstruktur-[[sfalerit]] seperti [[Natrium klorida|NaCl]] dan [[Seng sulfida|ZnS]], di mana ion-ion menempati lokasi kisi kristal bersimetri-tinggi. Dalam kasus NaCl, energi kisi adalah energi yang dilepaskan oleh reaksi:<ref>Burgess, J. [https://archive.org/details/metalionsinsolut0000john Metal Ions in Solution]. Ellis Horwood. 1978. ISBN 978-0-85312-027-8.</ref>
Konsep energi kisi awalnya dikembangkan untuk senyawa berstruktur-[[halit|garam batu]] dan senyawa berstruktur-[[sfalerit]] seperti [[Natrium klorida|NaCl]] dan [[Seng sulfida|ZnS]], di mana ion-ion menempati lokasi kisi kristal bersimetri-tinggi. Dalam kasus NaCl, energi kisi adalah energi yang dilepaskan oleh reaksi:
: Na<sup>+</sup> (g) + Cl<sup>−</sup> (g) → NaCl (s)
: Na<sup>+</sup> (g) + Cl<sup>−</sup> (g) → NaCl (s)
yang bernilai -786 kJ/mol.
yang bernilai -786 kJ/mol.<ref>David Arthur Johnson, ''Metals and Chemical Change'', Open University, Royal Society of Chemistry, 2002,</ref>


Beberapa buku dan [[CRC Handbook of Chemistry and Physics]] yang umum digunakan mendefinisikan energi kisi dengan tanda yang berlawanan, yaitu energi yang diperlukan untuk mengubah kristal menjadi ion gas yang terpisah secara tak terbatas dalam [[vakum]], suatu proses [[endotermik]]. Setelah konvensi ini, energi kisi NaCl akan menjadi +786 kJ/mol. Energi kisi untuk kristal [[senyawa ion|ionik]] seperti natrium klorida, logam seperti besi, atau senyawa yang terikat secara kovalen seperti [[intan]] jauh berukuran lebih besar daripada padatan seperti gula atau yodium, yang molekul netralnya berinteraksi hanya oleh [[gaya dipol-dipol|dipol-dipol]] atau [[gaya van der Waals]] yang lebih lemah.
Beberapa buku<ref>Steven S. Zumdahl. [https://archive.org/details/chemistry0004zumd Chemistry]. Houghton Mifflin. 1997. hlm. [https://archive.org/details/chemistry0004zumd/page/357 357]–358. ISBN 978-0-669-41794-4.</ref> dan [[CRC Handbook of Chemistry and Physics]] yang umum digunakan<ref>William M. Haynes. ''CRC handbook of chemistry and physics : a ready-reference book of chemical and physical data''. CRC Press, Taylor & Francis Group. 2017. hlm. 12–22 to 12–34. ISBN 9781498754293.</ref> mendefinisikan energi kisi dengan tanda yang berlawanan, yaitu energi yang diperlukan untuk mengubah kristal menjadi ion gas yang terpisah secara tak terbatas dalam [[vakum]], suatu proses [[endotermik]]. Setelah konvensi ini, energi kisi NaCl akan menjadi +786 kJ/mol. Energi kisi untuk kristal [[senyawa ion|ionik]] seperti natrium klorida, logam seperti besi, atau senyawa yang terikat secara kovalen seperti [[intan]] jauh berukuran lebih besar daripada padatan seperti gula atau yodium, yang molekul netralnya berinteraksi hanya oleh [[gaya dipol-dipol|dipol-dipol]] atau [[gaya van der Waals]] yang lebih lemah.<ref>''Solid State Physics''. Palgrave. 1981. doi:10.1007/978-1-349-00784-4_5. ISBN 978-0-333-10623-5.</ref>


== Hubungan teoretis ==
== Hubungan teoretis ==
Hubungan antara energi kisi molar dan entalpi kisi molar dinyatakan dalam persamaan:
Hubungan antara energi kisi molar dan entalpi kisi molar dinyatakan dalam persamaan:<ref>Jim Clark. [https://www.chemguide.co.uk/physical/energetics/lattice.html LATTICE ENTHALPY (LATTICE ENERGY)]. ''Chemguide.co.uk''. 2010.</ref>
:<math>\Delta _G U=\Delta _G H -p\Delta V_m</math>,
:<math>\Delta _G U=\Delta _G H -p\Delta V_m</math>,


di mana <math>\Delta _G U</math> adalah energi kisi molar, <math>\Delta _G H</math> adalah entalpi kisi molar, dan <math>\Delta V_m</math> adalah perubahan volume per mol. Karenanya, [[entalpi]] kisi lebih lanjut memperhitungkan bahwa pekerjaan harus dilakukan terhadap tekanan luar <math>p</math>.
di mana <math>\Delta _G U</math> adalah energi kisi molar, <math>\Delta _G H</math> adalah entalpi kisi molar, dan <math>\Delta V_m</math> adalah perubahan volume per mol. Karenanya, [[entalpi]] kisi lebih lanjut memperhitungkan bahwa pekerjaan harus dilakukan terhadap tekanan luar <math>p</math>.<ref>Jim Clark. [https://www.chemguide.co.uk/physical/energetics/lattice.html LATTICE ENTHALPY (LATTICE ENERGY)]. ''Chemguide.co.uk''. 2010.</ref>


Energi kisi dari senyawa ionik tergantung pada muatan ion yang membentuk padatan. Lebih jauh lagi, mempertimbangkan ukuran relatif dan absolut dari pengaruh ion ''ΔH<sub>lat</sub>''.
Energi kisi dari senyawa ionik tergantung pada muatan ion yang membentuk padatan. Lebih jauh lagi, mempertimbangkan ukuran relatif dan absolut dari pengaruh ion ''ΔH<sub>lat</sub>''.<ref>Jim Clark. [https://www.chemguide.co.uk/physical/energetics/lattice.html LATTICE ENTHALPY (LATTICE ENERGY)]. ''Chemguide.co.uk''. 2010.</ref>


=== Persamaan Born–Landé ===
=== Persamaan Born–Landé ===
 
Pada tahun 1918<ref>I.D. Brown, ''The Chemical Bond in Inorganic Chemistry'', IUCr monographs in crystallography, Oxford University Press, 2002,</ref> [[Max Born|Born]] dan [[Alfred Landé|Landé]] mengusulkan bahwa energi kisi dapat diturunkan dari [[potensial listrik]] dari kisi ionik dan istilah [[energi potensial]] repulsif.<ref>David Arthur Johnson, ''Metals and Chemical Change'', Open University, Royal Society of Chemistry, 2002,</ref>
Pada tahun 1918 [[Max Born|Born]] dan [[Alfred Landé|Landé]] mengusulkan bahwa energi kisi dapat diturunkan dari [[potensial listrik]] dari kisi ionik dan istilah [[energi potensial]] repulsif.


:<math>E = -\frac{N_AMz^+z^- q_e^2 }{4 \pi \varepsilon_0 r_0}\left(1-\frac{1}{n}\right),</math>
:<math>E = -\frac{N_AMz^+z^- q_e^2 }{4 \pi \varepsilon_0 r_0}\left(1-\frac{1}{n}\right),</math>
Baris 36: Baris 34:
:''ε''<sub>0</sub> adalah [[permitivitas ruang hampa]], setara ;
:''ε''<sub>0</sub> adalah [[permitivitas ruang hampa]], setara ;
:''r''<sub>0</sub> adalah jarak ke ion terdekat; dan
:''r''<sub>0</sub> adalah jarak ke ion terdekat; dan
:''n'' adalah eksponen Born, bilangan antara 5 dan 12, ditentukan secara eksperimental dengan mengukur [[kompresibilitas]] padatan, atau diturunkan secara teoretis.
:''n'' adalah eksponen Born, bilangan antara 5 dan 12, ditentukan secara eksperimental dengan mengukur [[kompresibilitas]] padatan, atau diturunkan secara teoretis.<ref>Cotton, F. Albert; Wilkinson, Geoffrey; (1966). Advanced Inorganic Chemistry (2d Edn.) New York:Wiley-Interscience.</ref>


=== Persamaan Kapustinskii ===
=== Persamaan Kapustinskii ===
[[Persamaan Kapustinskii]] dapat digunakan sebagai cara yang lebih sederhana untuk memperoleh energi kisi di mana presisi tinggi tidak diperlukan.
[[Persamaan Kapustinskii]] dapat digunakan sebagai cara yang lebih sederhana untuk memperoleh energi kisi di mana presisi tinggi tidak diperlukan.<ref>David Arthur Johnson, ''Metals and Chemical Change'', Open University, Royal Society of Chemistry, 2002,</ref>


=== Efek polarisasi ===
=== Efek polarisasi ===
Untuk senyawa ionik dengan ion yang menempati situs kisi dengan [[grup titik kristal]]ografi ''C''<sub>1</sub>, ''C''<sub>1</sub>''<sub>h</sub>'', ''C<sub>n</sub>'' atau ''C<sub>nv</sub>'' (''n'' = 2, 3, 4 atau 6) konsep energi kisi dan siklus Born-Haber harus diperluas. Dalam kasus ini, energi [[Polarisasi ionik|polarisasi]] ''E<sub>pol</sub>'' terkait dengan ion di situs kisi kutub harus dimasukkan dalam siklus Born-Haber dan reaksi pembentukan padatan harus dimulai dari spesi yang sudah terpolarisasi. Sebagai contoh, seseorang dapat mempertimbangkan kasus [[pirit|besi-pirit]] FeS<sub>2</sub>, di mana ion [[belerang]] menempati situs kisi dengan grup simetri titik ''C''<sub>3</sub>. Reaksi yang mendefinisikan energi kisi kemudian dituliskan:
Untuk senyawa ionik dengan ion yang menempati situs kisi dengan [[grup titik kristal]]ografi ''C''<sub>1</sub>, ''C''<sub>1</sub>''<sub>h</sub>'', ''C<sub>n</sub>'' atau ''C<sub>nv</sub>'' (''n'' = 2, 3, 4 atau 6) konsep energi kisi dan siklus Born-Haber harus diperluas.<ref>M. Birkholz. [https://www.researchgate.net/publication/227050494 Crystal-field induced dipoles in heteropolar crystals – I. concept]. ''Z. Phys. B''. 1995. Vol. 96 (3). hlm. 325–332. doi:10.1007/BF01313054.</ref> Dalam kasus ini, energi [[Polarisasi ionik|polarisasi]] ''E<sub>pol</sub>'' terkait dengan ion di situs kisi kutub harus dimasukkan dalam siklus Born-Haber dan reaksi pembentukan padatan harus dimulai dari spesi yang sudah terpolarisasi. Sebagai contoh, seseorang dapat mempertimbangkan kasus [[pirit|besi-pirit]] FeS<sub>2</sub>, di mana ion [[belerang]] menempati situs kisi dengan grup simetri titik ''C''<sub>3</sub>. Reaksi yang mendefinisikan energi kisi kemudian dituliskan:<ref>K. Sato. ''Pyrite type compounds — With particular reference to optical characterization''. ''Prog. Cryst. Growth Charact''. 1985. Vol. 11 (3). hlm. 109-154. doi:10.1016/0146-3535(85)90032-2.</ref>


: Fe<sup>2+</sup> (g) + 2 pol S<sup>−</sup> (g) → FeS<sub>2</sub> (s)
: Fe<sup>2+</sup> (g) + 2 pol S<sup>−</sup> (g) → FeS<sub>2</sub> (s)


di mana pol S<sup>−</sup> merupakan singkatan dari ion belerang gas yang terpolarisasi. Telah ditunjukkan bahwa pengabaian efek ini menyebabkan perbedaan 15% antara energi [[siklus termodinamika]] teoretis dan eksperimental dari FeS<sub>2</sub> yang berkurang menjadi hanya 2%, ketika efek polarisasi belerang dimasukkan.
di mana pol S<sup>−</sup> merupakan singkatan dari ion belerang gas yang terpolarisasi. Telah ditunjukkan bahwa pengabaian efek ini menyebabkan perbedaan 15% antara energi [[siklus termodinamika]] teoretis dan eksperimental dari FeS<sub>2</sub> yang berkurang menjadi hanya 2%, ketika efek polarisasi belerang dimasukkan.<ref>M. Birkholz. [https://www.researchgate.net/publication/231101585 The crystal energy of pyrite]. ''J. Phys.: Condens. Matter''. 1992. Vol. 4 (29). hlm. 6227–6240. doi:10.1088/0953-8984/4/29/007.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 60: Baris 58:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Energi+kisi&oldid=29208983 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29208983 (2026-05-10T04:37:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Energi+kisi&oldid=29208983 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29208983 (2026-05-10T04:37:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.12

Energi kisi dari suatu padatan kristalin adalah ukuran energi yang dilepas ketika ion-ion penyusunnya bergabung untuk membentuk senyawa. Energi ini merupakan ukuran gaya kohesif yang mengikat ion-ion tersebut. Energi kisi adalah energi yang dilepaskan bila ion positif dan ion negatif dalam keadaan gas membentuk padatan kristal ionik.[1]

M+ (g) + X- (g) → M+X- (s)

Energi kisi karenanya dapat dianggap sebagai ukuran kekuatan ikatan ionik. Energi kisi terkait dengan banyak sifat fisik senyawa termasuk kelarutan, tingkat kekerasan dan volatilitas. Energi kisi biasanya ditentukan siklus Born–Haber.[2]

Energi kisi vs entalpi kisi

Energi kisi bersifat eksotermik, yaitu, nilai ΔHlat bernilai negatif karena nilai ini menyatakan penggabungan ion berfasa gas yang terpisah tak berhingga dalam vakum untuk membentuk kisi ionik. Entalpi kisi dilaporkan sebagai nilai positif.[3]

Konsep energi kisi awalnya dikembangkan untuk senyawa berstruktur-garam batu dan senyawa berstruktur-sfalerit seperti NaCl dan ZnS, di mana ion-ion menempati lokasi kisi kristal bersimetri-tinggi. Dalam kasus NaCl, energi kisi adalah energi yang dilepaskan oleh reaksi:[4]

Na+ (g) + Cl (g) → NaCl (s)

yang bernilai -786 kJ/mol.[5]

Beberapa buku[6] dan CRC Handbook of Chemistry and Physics yang umum digunakan[7] mendefinisikan energi kisi dengan tanda yang berlawanan, yaitu energi yang diperlukan untuk mengubah kristal menjadi ion gas yang terpisah secara tak terbatas dalam vakum, suatu proses endotermik. Setelah konvensi ini, energi kisi NaCl akan menjadi +786 kJ/mol. Energi kisi untuk kristal ionik seperti natrium klorida, logam seperti besi, atau senyawa yang terikat secara kovalen seperti intan jauh berukuran lebih besar daripada padatan seperti gula atau yodium, yang molekul netralnya berinteraksi hanya oleh dipol-dipol atau gaya van der Waals yang lebih lemah.[8]

Hubungan teoretis

Hubungan antara energi kisi molar dan entalpi kisi molar dinyatakan dalam persamaan:[9]

ΔGU=ΔGHpΔVm,

di mana ΔGU adalah energi kisi molar, ΔGH adalah entalpi kisi molar, dan ΔVm adalah perubahan volume per mol. Karenanya, entalpi kisi lebih lanjut memperhitungkan bahwa pekerjaan harus dilakukan terhadap tekanan luar p.[10]

Energi kisi dari senyawa ionik tergantung pada muatan ion yang membentuk padatan. Lebih jauh lagi, mempertimbangkan ukuran relatif dan absolut dari pengaruh ion ΔHlat.[11]

Persamaan Born–Landé

Pada tahun 1918[12] Born dan Landé mengusulkan bahwa energi kisi dapat diturunkan dari potensial listrik dari kisi ionik dan istilah energi potensial repulsif.[13]

E=NAMz+zqe24πε0r0(11n),

di mana

NA adalah konstanta Avogadro;
M adalah konstanta Madelung, terkait dengan geometri kristal;
z+ adalah muatan kation;
z adalah muatan anion;
qe adalah muatan elementer, setara ;
ε0 adalah permitivitas ruang hampa, setara ;
r0 adalah jarak ke ion terdekat; dan
n adalah eksponen Born, bilangan antara 5 dan 12, ditentukan secara eksperimental dengan mengukur kompresibilitas padatan, atau diturunkan secara teoretis.[14]

Persamaan Kapustinskii

Persamaan Kapustinskii dapat digunakan sebagai cara yang lebih sederhana untuk memperoleh energi kisi di mana presisi tinggi tidak diperlukan.[15]

Efek polarisasi

Untuk senyawa ionik dengan ion yang menempati situs kisi dengan grup titik kristalografi C1, C1h, Cn atau Cnv (n = 2, 3, 4 atau 6) konsep energi kisi dan siklus Born-Haber harus diperluas.[16] Dalam kasus ini, energi polarisasi Epol terkait dengan ion di situs kisi kutub harus dimasukkan dalam siklus Born-Haber dan reaksi pembentukan padatan harus dimulai dari spesi yang sudah terpolarisasi. Sebagai contoh, seseorang dapat mempertimbangkan kasus besi-pirit FeS2, di mana ion belerang menempati situs kisi dengan grup simetri titik C3. Reaksi yang mendefinisikan energi kisi kemudian dituliskan:[17]

Fe2+ (g) + 2 pol S (g) → FeS2 (s)

di mana pol S merupakan singkatan dari ion belerang gas yang terpolarisasi. Telah ditunjukkan bahwa pengabaian efek ini menyebabkan perbedaan 15% antara energi siklus termodinamika teoretis dan eksperimental dari FeS2 yang berkurang menjadi hanya 2%, ketika efek polarisasi belerang dimasukkan.[18]

Lihat pula

Referensi

  1. Solid State Physics. Palgrave. 1981. doi:10.1007/978-1-349-00784-4_5. ISBN 978-0-333-10623-5.
  2. Atkins. Shriver and Atkins' Inorganic Chemistry. W. H. Freeman and Company. 2010. ISBN 978-1-4292-1820-7.
  3. Jim Clark. LATTICE ENTHALPY (LATTICE ENERGY). Chemguide.co.uk. 2010.
  4. Burgess, J. Metal Ions in Solution. Ellis Horwood. 1978. ISBN 978-0-85312-027-8.
  5. David Arthur Johnson, Metals and Chemical Change, Open University, Royal Society of Chemistry, 2002,
  6. Steven S. Zumdahl. Chemistry. Houghton Mifflin. 1997. hlm. 357–358. ISBN 978-0-669-41794-4.
  7. William M. Haynes. CRC handbook of chemistry and physics : a ready-reference book of chemical and physical data. CRC Press, Taylor & Francis Group. 2017. hlm. 12–22 to 12–34. ISBN 9781498754293.
  8. Solid State Physics. Palgrave. 1981. doi:10.1007/978-1-349-00784-4_5. ISBN 978-0-333-10623-5.
  9. Jim Clark. LATTICE ENTHALPY (LATTICE ENERGY). Chemguide.co.uk. 2010.
  10. Jim Clark. LATTICE ENTHALPY (LATTICE ENERGY). Chemguide.co.uk. 2010.
  11. Jim Clark. LATTICE ENTHALPY (LATTICE ENERGY). Chemguide.co.uk. 2010.
  12. I.D. Brown, The Chemical Bond in Inorganic Chemistry, IUCr monographs in crystallography, Oxford University Press, 2002,
  13. David Arthur Johnson, Metals and Chemical Change, Open University, Royal Society of Chemistry, 2002,
  14. Cotton, F. Albert; Wilkinson, Geoffrey; (1966). Advanced Inorganic Chemistry (2d Edn.) New York:Wiley-Interscience.
  15. David Arthur Johnson, Metals and Chemical Change, Open University, Royal Society of Chemistry, 2002,
  16. M. Birkholz. Crystal-field induced dipoles in heteropolar crystals – I. concept. Z. Phys. B. 1995. Vol. 96 (3). hlm. 325–332. doi:10.1007/BF01313054.
  17. K. Sato. Pyrite type compounds — With particular reference to optical characterization. Prog. Cryst. Growth Charact. 1985. Vol. 11 (3). hlm. 109-154. doi:10.1016/0146-3535(85)90032-2.
  18. M. Birkholz. The crystal energy of pyrite. J. Phys.: Condens. Matter. 1992. Vol. 4 (29). hlm. 6227–6240. doi:10.1088/0953-8984/4/29/007.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29208983 (2026-05-10T04:37:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.