Energi di India: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26649601; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Energi di India''' menggambarkan produksi dan konsumsi [[ Sumber daya dan konsumsi energi dunia|energi]] dan [[ Pembangkitan listrik|listrik]] di [[India]]. [[ Kebijakan energi India|Kebijakan energi India]] menggambarkan kebijakan dan strategi India untuk mencapai ketahanan [[ Keamanan energi|energi]] berkelanjutan bagi rakyatnya. [[ Sektor kelistrikan di India|Sektor kelistrikan di India]] adalah artikel utama mengenai kelistrikan di India. [[ Kementerian Energi Baru dan Terbarukan (India)|Kementerian Energi Baru dan Terbarukan]] menyediakan data mengenai kemajuan di sektor energi non-konvensional. | '''Energi di India''' menggambarkan produksi dan konsumsi [[ Sumber daya dan konsumsi energi dunia|energi]] dan [[ Pembangkitan listrik|listrik]] di [[India]]. [[ Kebijakan energi India|Kebijakan energi India]] menggambarkan kebijakan dan strategi India untuk mencapai ketahanan [[ Keamanan energi|energi]] berkelanjutan bagi rakyatnya. [[ Sektor kelistrikan di India|Sektor kelistrikan di India]] adalah artikel utama mengenai kelistrikan di India. [[ Kementerian Energi Baru dan Terbarukan (India)|Kementerian Energi Baru dan Terbarukan]] menyediakan data mengenai kemajuan di sektor energi non-konvensional. | ||
Sejak 2013, total konsumsi [[ Energi primer|energi primer]] di India telah menjadi yang tertinggi ketiga di dunia (lihat [[ Konsumsi energi dunia|konsumsi energi dunia]]) setelah China (lihat [[ Energi di China|energi di China]]) dan [[Amerika Serikat]] (lihat [[ Energi di Amerika Serikat|energi di Amerika Serikat]]). India adalah konsumen batubara nomor dua di tahun 2017 setelah China. India menempati urutan ketiga dalam konsumsi minyak dengan 221 juta ton pada 2017 setelah Amerika Serikat dan Cina. India adalah importir energi netto untuk memenuhi hampir 45% dari total energi primernya. | Sejak 2013, total konsumsi [[ Energi primer|energi primer]] di India telah menjadi yang tertinggi ketiga di dunia (lihat [[ Konsumsi energi dunia|konsumsi energi dunia]]) setelah China (lihat [[ Energi di China|energi di China]]) dan [[Amerika Serikat]] (lihat [[ Energi di Amerika Serikat|energi di Amerika Serikat]]).<ref>[http://www.eia.gov/beta/international/analysis.cfm?iso=IND&src=home-b6 India was the third-largest energy consumer in 2013].</ref><ref>[http://www.usdebtclock.org/energy.html World energy consumption clock]. US debt clock org.</ref> India adalah konsumen batubara nomor dua di tahun 2017 setelah China. India menempati urutan ketiga dalam konsumsi minyak dengan 221 juta ton pada 2017 setelah Amerika Serikat dan Cina. India adalah importir energi netto untuk memenuhi hampir 45% dari total energi primernya.<ref>[http://mospi.nic.in/sites/default/files/publication_reports/Energy_statistics_2016.pdf Indian energy Statistics 2016].</ref> | ||
== Ikhtisar == | == Ikhtisar == | ||
{| class="wikitable" style="text-align:right" | |||
|+Energi di India | |||
!Tahun | |||
!Populasi (juta) | |||
!Penggunaan Energi (TWh) | |||
!Produksi (TWh) | |||
!Impor (TWh) | |||
!Listrik (TWh) | |||
!CO<sub>2</sub>-emisi (Megaton) | |||
|- | |||
| align="left" |2004 | |||
|1.080 | |||
|6,662 | |||
|5.430 | |||
|1.230 | |||
|494 | |||
|1,103 | |||
|- | |||
| align="left" |2007 | |||
|1,123 | |||
|6,919 | |||
|5,244 | |||
|1,745 | |||
|610 | |||
|1,324 | |||
|- | |||
| align="left" |2008 | |||
|1.140 | |||
|7, 222 | |||
|5,446 | |||
|1,836 | |||
|645 | |||
|1,428 | |||
|- | |||
| align="left" |2009 | |||
|1,155 | |||
|7,860 | |||
|5,844 | |||
|2,116 | |||
|690 | |||
|1,586 | |||
|- | |||
| align="left" |2010 | |||
|1,171 | |||
|8.056 | |||
|6.032 | |||
|2.110 | |||
|755 | |||
|1,626 | |||
|- | |||
| align="left" |2012 | |||
|1,241 | |||
|8,716 | |||
|6,291 | |||
|2,483 | |||
|835 | |||
|1,745 | |||
|- | |||
| align="left" |2012R | |||
|1,237 | |||
|9.166 | |||
|6,333 | |||
|2,829 | |||
|940 | |||
|1,954 | |||
|- | |||
| align="left" |2013 | |||
|1.250 | |||
|9.018 | |||
|6.086 | |||
|2,962 | |||
|979 | |||
|1,869 | |||
|- | |||
| align="left" |Ubah 2004-10 | |||
|8,4% | |||
|20,9% | |||
|11,1% | |||
|72% | |||
|53% | |||
|47% | |||
|- | |||
| colspan="7" align="left" |Mtoe = 11,63 TWh, Prim. energi termasuk kehilangan energi yang 2/3 untuk tenaga nuklir <ref>[http://webbshop.cm.se/System/TemplateView.aspx?p=Energimyndigheten&view=default&cat=/Broschyrer&id=e0a2619a83294099a16519a0b5edd26f Energy in Sweden 2010] , Facts and figures, The Swedish Energy Agency, Table 8 Losses in nuclear power stations Table 9 Nuclear power brutto</ref> | |||
2012R = Kriteria perhitungan CO2 berubah, angka diperbarui | |||
|} | |||
== Batubara == | == Batubara == | ||
India adalah produsen [[Penambangan batu bara|batu bara]] nomor empat di tahun 2017 dengan 294,2 Mtoe (7,8% pangsa global). Hampir 80% dari total listrik yang dihasilkan (utilitas dan captive) di India berasal dari batubara. Menurut [[Greenpeace]], sabuk batu bara terbesar di India ada di [[ Jharia|Jharia]]. Sebelum penambangan batubara, Jharia memiliki hutan yang dihuni oleh suku-suku. Pada tahun 1971 [[Penambangan batu bara|tambang batubara]] dinasionalisasi. [[ Bharat Coking Coal Limited|Bharat Coking Coal Limited]] (BCCL) mengambil alih tambang batubara Jharia. | India adalah produsen [[Penambangan batu bara|batu bara]] nomor empat di tahun 2017 dengan 294,2 Mtoe (7,8% pangsa global). Hampir 80% dari total listrik yang dihasilkan (utilitas dan captive) di India berasal dari batubara. Menurut [[Greenpeace]], sabuk batu bara terbesar di India ada di [[ Jharia|Jharia]]. Sebelum penambangan batubara, Jharia memiliki hutan yang dihuni oleh suku-suku. Pada tahun 1971 [[Penambangan batu bara|tambang batubara]] dinasionalisasi. [[ Bharat Coking Coal Limited|Bharat Coking Coal Limited]] (BCCL) mengambil alih tambang batubara Jharia.<ref>[http://www.greenpeace.org/raw/content/international/press/reports/true-cost-coal.pdf "The True Cost of Coal"] Greenpeace 27 November 2008 pp. 24–29</ref> | ||
India menyumbang konsentrasi terbesar dari [[ Api lapisan batubara|kebakaran batubara alami di dunia]]. Area tambang mengalami polusi udara, air dan tanah. Pada 2019, produksi batubara diintegrasikan ke dalam pemerintah nasional. Misalnya, pemerintah memiliki sekitar 75% dari [[ Batubara India|Coal India Limited]], yang memasok sekitar 84% dari batubara termal India. | India menyumbang konsentrasi terbesar dari [[ Api lapisan batubara|kebakaran batubara alami di dunia]]. Area tambang mengalami polusi udara, air dan tanah. Pada 2019, produksi batubara diintegrasikan ke dalam pemerintah nasional.<ref>Rahul Tongia and Samantha Gross. [https://www.brookings.edu/research/coal-in-india/ Coal in India]. ''Brookings''. 2019-03-08.</ref> Misalnya, pemerintah memiliki sekitar 75% dari [[ Batubara India|Coal India Limited]], yang memasok sekitar 84% dari batubara termal India.<ref>Rahul Tongia and Samantha Gross. [https://www.brookings.edu/research/coal-in-india/ Coal in India]. ''Brookings''. 2019-03-08.</ref> | ||
== Minyak bumi dan gas alam == | == Minyak bumi dan gas alam == | ||
India adalah konsumen minyak mentah teratas ketiga secara global (4,8% di dunia) dengan 221 Mt pada 2017. India juga berada di urutan ketiga teratas secara global sebagai importir minyak mentah bersih (termasuk produk minyak mentah) 188 Mt pada tahun 2017. India memiliki 4.972 juta barel per hari (5,1% dari dunia) kapasitas [[kilang minyak]] mentah yang berada di peringkat ke-4 secara global pada tahun 2017. | India adalah konsumen minyak mentah teratas ketiga secara global (4,8% di dunia) dengan 221 Mt pada 2017. India juga berada di urutan ketiga teratas secara global sebagai importir minyak mentah bersih (termasuk produk minyak mentah) 188 Mt pada tahun 2017. India memiliki 4.972 juta barel per hari (5,1% dari dunia) kapasitas [[kilang minyak]] mentah yang berada di peringkat ke-4 secara global pada tahun 2017. | ||
== LPG == | == LPG == | ||
Hampir 10,52 juta ton [[Elpiji|Liquefied Petroleum Gas]] (LPG) dikonsumsi selama April hingga September 2018 (enam bulan) di sektor domestik terutama untuk memasak. Jumlah sambungan domestik adalah 247 juta (satu sambungan untuk lima orang) dengan sirkulasi lebih dari 368 juta tabung LPG yang panjang agregat bersihnya akan membentuk 150.000 jalur pipa panjang km yang lebih dari panjang total [[ Kereta Api India|jalur kereta api yang diletakkan di India]]. India adalah konsumen LPG terbesar kedua di dunia. Sebagian besar kebutuhan LPG diimpor. Pasokan gas kota pipa di India belum dikembangkan dalam skala besar. | Hampir 10,52 juta ton [[Elpiji|Liquefied Petroleum Gas]] (LPG) dikonsumsi selama April hingga September 2018 (enam bulan) di sektor domestik terutama untuk memasak. Jumlah sambungan domestik adalah 247 juta (satu sambungan untuk lima orang) dengan sirkulasi lebih dari 368 juta tabung LPG yang panjang agregat bersihnya akan membentuk 150.000 jalur pipa panjang km yang lebih dari panjang total [[ Kereta Api India|jalur kereta api yang diletakkan di India]].<ref>[https://energy.economictimes.indiatimes.com/news/oil-and-gas/lpg-cylinder-now-used-by-89-households/66930301 LPG cylinder now used by 89% households].</ref><ref>[http://www.ppac.org.in/WriteReadData/userfiles/file/Data%20on%20LPG%20Marketing%201st%20October%202018%20LPG%20Profile.pdf LPG Profile 2018].</ref> India adalah konsumen LPG terbesar kedua di dunia.<ref>[https://energy.economictimes.indiatimes.com/news/oil-and-gas/india-becomes-worlds-2nd-largest-lpg-consumer-after-govts-ujjawla-push/67848639 India becomes world's second-largest LPG consumer].</ref> Sebagian besar kebutuhan LPG diimpor.<ref>[https://energy.economictimes.indiatimes.com/news/oil-and-gas/india-challenges-china-as-worlds-biggest-lpg-importer/62263809 India challenges China as world's biggest LPG importer].</ref> Pasokan gas kota pipa di India belum dikembangkan dalam skala besar.<ref>[https://energy.economictimes.indiatimes.com/news/oil-and-gas/pm-modi-says-70-of-indias-population-will-have-city-gas-facility-in-2-3-years/66752204 PM Modi says 70% of India’s population will have city gas facility in 2-3 years].</ref><ref>[https://gailebank.gail.co.in/goga/NewApplication/index.html#existing-customer Map of GAIL's Natural Gas Pipelines].</ref> | ||
== Biomassa dan arang == | == Biomassa dan arang == | ||
[[Biomassa]] adalah sumber energi terbarukan dan penggunaannya untuk menghasilkan energi adalah [[Bahan bakar karbon netral|bahan bakar netral karbon]]. Biomassa adalah karbon netral karena juga akan melepaskan [[gas rumah kaca]] [[pemanasan global]] seperti metana dan karbon dioksida ketika dibiarkan merosot tanpa menggunakan sebagai sumber energi. Saat ini, hanya 20% rumah tangga di India yang menggunakan biomassa dan arang untuk tujuan memasak karena penggunaan LPG untuk tujuan memasak meningkat dengan cepat. Selain itu biomassa juga digunakan secara marginal dalam memasak komersial, pembangkit listrik, industri proses, dll. Total penggunaan biomassa di India hampir 177 Mtoe pada tahun 2013. Sisa sisa tanaman yang berlebih juga dibakar di ladang pertanian untuk membuka lahan untuk tanaman berikutnya. Hampir 750 juta ton biomassa yang tidak dapat dimakan (oleh ternak) tersedia setiap tahun di India yang dapat digunakan untuk penambahan nilai yang lebih tinggi. | [[Biomassa]] adalah sumber energi terbarukan dan penggunaannya untuk menghasilkan energi adalah [[Bahan bakar karbon netral|bahan bakar netral karbon]]. Biomassa adalah karbon netral karena juga akan melepaskan [[gas rumah kaca]] [[pemanasan global]] seperti metana dan karbon dioksida ketika dibiarkan merosot tanpa menggunakan sebagai sumber energi. Saat ini, hanya 20% rumah tangga di India yang menggunakan biomassa dan arang untuk tujuan memasak karena penggunaan LPG untuk tujuan memasak meningkat dengan cepat.<ref>[https://energy.economictimes.indiatimes.com/news/oil-and-gas/nearly-80-of-indian-households-now-have-access-to-lpg-gas/63226987 Nearly 80% of Indian households now have access to LPG gas].</ref><ref>[http://energy.economictimes.indiatimes.com/news/power/niti-aayog-pitches-for-round-the-clock-power-for-all-electric-vehicles/60217855 NITI Aayog pitches for round-the-clock power for all electric vehicles].</ref> Selain itu biomassa juga digunakan secara marginal dalam memasak komersial, pembangkit listrik, industri proses, dll. Total penggunaan biomassa di India hampir 177 Mtoe pada tahun 2013.<ref>[http://www.eia.gov/beta/international/analysis.cfm?iso=IND&src=home-b6 India was the third-largest energy consumer in 2013].</ref> Sisa sisa tanaman yang berlebih juga dibakar di ladang pertanian untuk membuka lahan untuk tanaman berikutnya. Hampir 750 juta ton biomassa yang tidak dapat dimakan (oleh ternak) tersedia setiap tahun di India yang dapat digunakan untuk penambahan nilai yang lebih tinggi.<ref>[http://www.hindustantimes.com/india-news/maharashtra-punjab-top-producers-of-green-energy-from-farm-waste/article1-1385893.aspx Maharashtra, Punjab top producers of green energy from farm waste].</ref> | ||
Sejumlah besar batubara impor sedang digunakan di pembangkit listrik tenaga batu bara bubuk. Biomassa mentah tidak cocok untuk digunakan di pabrik batu bara bubuk karena mereka sulit untuk [[ Indeks Grindability Hardgrove|digiling]] menjadi bubuk halus karena masalah [[Penggumpalan|pembuatan]]. Namun 100% biomassa dapat dibakar setelah [[ Kekesalan|torrefaksi]] di pabrik batu bara bubuk untuk menggantikan batubara impor. Pembangkit listrik biomassa tertorrefaksi dapat diintegrasikan dengan pembangkit listrik tenaga batu bara bubuk yang ada menggunakan gas buang panas yang tersedia sebagai sumber panas. [[ Cofiring|Membakar]] biomassa kering hingga 20% input panas bersama dengan batubara juga memungkinkan langsung di pembangkit listrik tenaga batu bara bubuk tanpa menghadapi masalah ''caking''. Wilayah barat laut dan selatan dapat menggantikan penggunaan batubara impor dengan biomassa di mana kelebihan pertanian / sisa biomassa tanaman dibakar di ladang yang menyebabkan masalah polusi. Karena penggunaan tradisional biomassa digantikan oleh [[Elpiji|LPG]] dengan kecepatan lebih cepat, pembakaran biomassa di bidang pertanian akan menjadi sumber utama yang menyebabkan polusi udara tingkat tinggi. | Sejumlah besar batubara impor sedang digunakan di pembangkit listrik tenaga batu bara bubuk. Biomassa mentah tidak cocok untuk digunakan di pabrik batu bara bubuk karena mereka sulit untuk [[ Indeks Grindability Hardgrove|digiling]] menjadi bubuk halus karena masalah [[Penggumpalan|pembuatan]]. Namun 100% biomassa dapat dibakar setelah [[ Kekesalan|torrefaksi]] di pabrik batu bara bubuk untuk menggantikan batubara impor.<ref>[http://www.sari-energy.org/PageFiles/What_We_Do/activities/worldbiofuelsmarkets/Presentations/BiofuelsShippingStorageLogistics/Michael_Wild.pdf The upgrading of solid biomasss by means of Torrefaction].</ref> Pembangkit listrik biomassa tertorrefaksi dapat diintegrasikan dengan pembangkit listrik tenaga batu bara bubuk yang ada menggunakan gas buang panas yang tersedia sebagai sumber panas. [[ Cofiring|Membakar]] biomassa kering hingga 20% input panas bersama dengan batubara juga memungkinkan langsung di pembangkit listrik tenaga batu bara bubuk tanpa menghadapi masalah ''caking''.<ref>[http://www.iea-coal.org.uk/documents/83524/9188/Henderson---Cofiring-of-biomass-in-coal-fired-power-plants-%E2%80%93-European-experience Cofiring of biomass in coal-fired power plants – European experience].</ref> Wilayah barat laut dan selatan dapat menggantikan penggunaan batubara impor dengan biomassa di mana kelebihan pertanian / sisa biomassa tanaman dibakar di ladang yang menyebabkan masalah polusi.<ref>[http://www.business-standard.com/article/government-press-release/cea-has-written-to-all-states-to-use-5-10-of-118020801216_1.html CEA has written to all States to use 5-10% of biomass pellets with coal for power generation in thermal power plants].</ref> Karena penggunaan tradisional biomassa digantikan oleh [[Elpiji|LPG]] dengan kecepatan lebih cepat, pembakaran biomassa di bidang pertanian akan menjadi sumber utama yang menyebabkan polusi udara tingkat tinggi.<ref>[http://www.hindustantimes.com/delhi-news/pollution-delhi-gets-whiff-of-hope-as-ntpc-steps-in-to-buy-crop-residue-from-farmers/story-nmfwHl5bDCgdi5ImQPtNQM.html Air Pollution: Delhi sees hope as NTPC steps in to buy crop residue from farmers].</ref> | ||
[[Biogas]] yang terutama metana/gas alam juga dapat digunakan untuk menghasilkan protein, ternak, dan pakan ikan yang kaya protein di desa-desa secara ekonomi dengan membudidayakan kultur bakteri [[ Methylococcus capsulatus|Methylococcus capsulatus]] dengan tanah kecil dan air yang sedikit. Gas karbon dioksida yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari pabrik-pabrik ini dapat digunakan untuk produksi [[Rumput laut (makanan)|minyak ganggang]] dari [[Alga|ganggang]] khususnya di negara-negara tropis seperti India yang dapat menggantikan posisi utama minyak mentah dalam waktu dekat. Pemerintah serikat sedang menerapkan banyak skema untuk memanfaatkan limbah pertanian atau biomassa secara produktif di daerah pedesaan untuk mengangkat ekonomi pedesaan dan potensi pekerjaan. | [[Biogas]] yang terutama metana/gas alam juga dapat digunakan untuk menghasilkan protein, ternak, dan pakan ikan yang kaya protein di desa-desa secara ekonomi dengan membudidayakan kultur bakteri [[ Methylococcus capsulatus|Methylococcus capsulatus]] dengan tanah kecil dan air yang sedikit.<ref>[https://www.ntva.no/wp-content/uploads/2014/01/04-huslid.pdf BioProtein Production].</ref><ref>[https://www.newscientist.com/article/2112298-food-made-from-natural-gas-will-soon-feed-farm-animals-and-us/ Food made from natural gas will soon feed farm animals – and us].</ref><ref>[https://www.cargill.com/2016/new-venture-selects-cargill-tennessee-to-produce-feedkind New venture selects Cargill’s Tennessee site to produce Calysta FeedKind® Protein].</ref> Gas karbon dioksida yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari pabrik-pabrik ini dapat digunakan untuk produksi [[Rumput laut (makanan)|minyak ganggang]] dari [[Alga|ganggang]] khususnya di negara-negara tropis seperti India yang dapat menggantikan posisi utama minyak mentah dalam waktu dekat.<ref>[http://www.greencarcongress.com/2015/01/20150121-algenol.html#more Algenol and Reliance launch algae fuels demonstration project in India].</ref><ref>[http://oilprice.com/Latest-Energy-News/World-News/ExxonMobil-Announces-Breakthrough-In-Renewable-Energy.html ExxonMobil Announces Breakthrough In Renewable Energy].</ref> Pemerintah serikat sedang menerapkan banyak skema untuk memanfaatkan limbah pertanian atau biomassa secara produktif di daerah pedesaan untuk mengangkat ekonomi pedesaan dan potensi pekerjaan.<ref>[https://energy.economictimes.indiatimes.com/news/oil-and-gas/indrapratha-gas-mahindra-mahindra-join-hands-to-stop-stubble-burning/62986917 Indrapratha Gas, Mahindra & Mahindra join hands to stop stubble burning].</ref><ref>[https://energy.economictimes.indiatimes.com/news/oil-and-gas/modi-govt-plans-gobar-dhan-scheme-to-convert-cattle-dung-into-energy/63028408 Modi govt plans Gobar-Dhan scheme to convert cattle dung into energy].</ref> | ||
== Listrik == | == Listrik == | ||
India adalah produsen listrik terbesar ketiga di dunia 1272 TWh pada TA 2014–15, meskipun hanya sekitar 80% dari populasi memiliki akses ke [[daya listrik]]. Pada 2013, India menjadi produsen listrik terbesar ketiga di dunia dengan pangsa global 4,8%, melampaui Jepang dan Rusia. India menempati urutan ke 7 secara global dalam pembangkit listrik tenaga air selama tahun 2015. | India adalah produsen listrik terbesar ketiga di dunia 1272 TWh pada TA 2014–15, meskipun hanya sekitar 80% dari populasi memiliki akses ke [[daya listrik]].<ref>[http://garv.gov.in/garv2/dashboard#2 Rural households electrification in India]. Government of India.</ref> Pada 2013, India menjadi produsen listrik terbesar ketiga di dunia dengan pangsa global 4,8%, melampaui Jepang dan Rusia.<ref>[http://www.iea.org/textbase/nppdf/free/2010/key_stats_2010.pdf IEA Key energy statistics 2010] p. 27</ref><ref>[http://www.adelphi.de/en/publications/dok/43509.php?pid=1971 Energy-efficient buildings – a business case for India? An analysis of incremental costs for four building projects of the Energy-Efficient Homes Programme, 2015]</ref> India menempati urutan ke 7 secara global dalam pembangkit listrik tenaga air selama tahun 2015. | ||
India memiliki 111 gigawatt (GW) (32%) kapasitas terpasang yang berasal dari [[energi terbarukan]]. India adalah salah satu negara pemimpin di dunia dalam investasi dan instalasi energi terbarukan. India telah menetapkan target sebesar 175 GW kapasitas energi terbarukan pada tahun 2022. Ini akan mencakup kapasitas 100 GW dari sumber [[Energi surya|energi matahari]], 60 GW dari [[tenaga angin]], 10 GW dari [[ Biopower|biopower]], dan 5 GW dari [[ Hidro kecil|tenaga air kecil]]. Proses penawaran untuk 115 GW lebih lanjut (tidak termasuk tenaga air besar) diharapkan pada akhir TA 2019-20 untuk mencapai 175 GW total kapasitas terpasang dan pada awal 2018 pemerintah pusat menyiapkan dana US $ 350 juta untuk membiayai proyek-proyek tenaga surya. | India memiliki 111 gigawatt (GW) (32%) kapasitas terpasang yang berasal dari [[energi terbarukan]]. India adalah salah satu negara pemimpin di dunia dalam investasi dan instalasi energi terbarukan. India telah menetapkan target sebesar 175 GW kapasitas energi terbarukan pada tahun 2022.<ref>[http://pib.nic.in/newsite/PrintRelease.aspx?relid=180728 A target of installing 175 GW of renewable energy capacity by the year 2022 has been set]. ''Public Information Bureau''. July 19, 2018.</ref> Ini akan mencakup kapasitas 100 GW dari sumber [[Energi surya|energi matahari]], 60 GW dari [[tenaga angin]], 10 GW dari [[ Biopower|biopower]], dan 5 GW dari [[ Hidro kecil|tenaga air kecil]].<ref>[https://energy.economictimes.indiatimes.com/news/renewable/india-to-install-54-7-gw-wind-energy-capacity-by-2022-fitch-solutions/69081148 India to install 54.7 GW wind energy capacity by 2022: Fitch Solutions - ET EnergyWorld]. ''ETEnergyworld''. April 28, 2019.</ref> Proses penawaran untuk 115 GW lebih lanjut (tidak termasuk tenaga air besar) diharapkan pada akhir TA 2019-20 untuk mencapai 175 GW total kapasitas terpasang dan pada awal 2018 pemerintah pusat menyiapkan dana US $ 350 juta untuk membiayai proyek-proyek tenaga surya.<ref>[http://www.hindustantimes.com/business-news/govt-to-set-up-350-million-fund-to-finance-solar-projects/story-7MtvXS185oQo0SKL2frDYM.html Govt to set up $350 million fund to finance solar projects], Hindustan Times, 18 Jan 2018.</ref><ref>[https://foreignpolicy.com/2018/03/01/cant-stop-the-shining/ Can't stop the shining].</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
*[[Tenaga angin di India]] | *[[Tenaga angin di India]] | ||
*[[Tenaga surya di India]] | *[[Tenaga surya di India]] | ||
| Baris 36: | Baris 119: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Energi+di+India&oldid=26649601 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26649601 (2024-12-16T01:16:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Energi+di+India&oldid=26649601 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26649601 (2024-12-16T01:16:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 08.57
Energi di India menggambarkan produksi dan konsumsi energi dan listrik di India. Kebijakan energi India menggambarkan kebijakan dan strategi India untuk mencapai ketahanan energi berkelanjutan bagi rakyatnya. Sektor kelistrikan di India adalah artikel utama mengenai kelistrikan di India. Kementerian Energi Baru dan Terbarukan menyediakan data mengenai kemajuan di sektor energi non-konvensional.
Sejak 2013, total konsumsi energi primer di India telah menjadi yang tertinggi ketiga di dunia (lihat konsumsi energi dunia) setelah China (lihat energi di China) dan Amerika Serikat (lihat energi di Amerika Serikat).[1][2] India adalah konsumen batubara nomor dua di tahun 2017 setelah China. India menempati urutan ketiga dalam konsumsi minyak dengan 221 juta ton pada 2017 setelah Amerika Serikat dan Cina. India adalah importir energi netto untuk memenuhi hampir 45% dari total energi primernya.[3]
Ikhtisar
| Tahun | Populasi (juta) | Penggunaan Energi (TWh) | Produksi (TWh) | Impor (TWh) | Listrik (TWh) | CO2-emisi (Megaton) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2004 | 1.080 | 6,662 | 5.430 | 1.230 | 494 | 1,103 |
| 2007 | 1,123 | 6,919 | 5,244 | 1,745 | 610 | 1,324 |
| 2008 | 1.140 | 7, 222 | 5,446 | 1,836 | 645 | 1,428 |
| 2009 | 1,155 | 7,860 | 5,844 | 2,116 | 690 | 1,586 |
| 2010 | 1,171 | 8.056 | 6.032 | 2.110 | 755 | 1,626 |
| 2012 | 1,241 | 8,716 | 6,291 | 2,483 | 835 | 1,745 |
| 2012R | 1,237 | 9.166 | 6,333 | 2,829 | 940 | 1,954 |
| 2013 | 1.250 | 9.018 | 6.086 | 2,962 | 979 | 1,869 |
| Ubah 2004-10 | 8,4% | 20,9% | 11,1% | 72% | 53% | 47% |
| Mtoe = 11,63 TWh, Prim. energi termasuk kehilangan energi yang 2/3 untuk tenaga nuklir [4]
2012R = Kriteria perhitungan CO2 berubah, angka diperbarui | ||||||
Batubara
India adalah produsen batu bara nomor empat di tahun 2017 dengan 294,2 Mtoe (7,8% pangsa global). Hampir 80% dari total listrik yang dihasilkan (utilitas dan captive) di India berasal dari batubara. Menurut Greenpeace, sabuk batu bara terbesar di India ada di Jharia. Sebelum penambangan batubara, Jharia memiliki hutan yang dihuni oleh suku-suku. Pada tahun 1971 tambang batubara dinasionalisasi. Bharat Coking Coal Limited (BCCL) mengambil alih tambang batubara Jharia.[5]
India menyumbang konsentrasi terbesar dari kebakaran batubara alami di dunia. Area tambang mengalami polusi udara, air dan tanah. Pada 2019, produksi batubara diintegrasikan ke dalam pemerintah nasional.[6] Misalnya, pemerintah memiliki sekitar 75% dari Coal India Limited, yang memasok sekitar 84% dari batubara termal India.[7]
Minyak bumi dan gas alam
India adalah konsumen minyak mentah teratas ketiga secara global (4,8% di dunia) dengan 221 Mt pada 2017. India juga berada di urutan ketiga teratas secara global sebagai importir minyak mentah bersih (termasuk produk minyak mentah) 188 Mt pada tahun 2017. India memiliki 4.972 juta barel per hari (5,1% dari dunia) kapasitas kilang minyak mentah yang berada di peringkat ke-4 secara global pada tahun 2017.
LPG
Hampir 10,52 juta ton Liquefied Petroleum Gas (LPG) dikonsumsi selama April hingga September 2018 (enam bulan) di sektor domestik terutama untuk memasak. Jumlah sambungan domestik adalah 247 juta (satu sambungan untuk lima orang) dengan sirkulasi lebih dari 368 juta tabung LPG yang panjang agregat bersihnya akan membentuk 150.000 jalur pipa panjang km yang lebih dari panjang total jalur kereta api yang diletakkan di India.[8][9] India adalah konsumen LPG terbesar kedua di dunia.[10] Sebagian besar kebutuhan LPG diimpor.[11] Pasokan gas kota pipa di India belum dikembangkan dalam skala besar.[12][13]
Biomassa dan arang
Biomassa adalah sumber energi terbarukan dan penggunaannya untuk menghasilkan energi adalah bahan bakar netral karbon. Biomassa adalah karbon netral karena juga akan melepaskan gas rumah kaca pemanasan global seperti metana dan karbon dioksida ketika dibiarkan merosot tanpa menggunakan sebagai sumber energi. Saat ini, hanya 20% rumah tangga di India yang menggunakan biomassa dan arang untuk tujuan memasak karena penggunaan LPG untuk tujuan memasak meningkat dengan cepat.[14][15] Selain itu biomassa juga digunakan secara marginal dalam memasak komersial, pembangkit listrik, industri proses, dll. Total penggunaan biomassa di India hampir 177 Mtoe pada tahun 2013.[16] Sisa sisa tanaman yang berlebih juga dibakar di ladang pertanian untuk membuka lahan untuk tanaman berikutnya. Hampir 750 juta ton biomassa yang tidak dapat dimakan (oleh ternak) tersedia setiap tahun di India yang dapat digunakan untuk penambahan nilai yang lebih tinggi.[17]
Sejumlah besar batubara impor sedang digunakan di pembangkit listrik tenaga batu bara bubuk. Biomassa mentah tidak cocok untuk digunakan di pabrik batu bara bubuk karena mereka sulit untuk digiling menjadi bubuk halus karena masalah pembuatan. Namun 100% biomassa dapat dibakar setelah torrefaksi di pabrik batu bara bubuk untuk menggantikan batubara impor.[18] Pembangkit listrik biomassa tertorrefaksi dapat diintegrasikan dengan pembangkit listrik tenaga batu bara bubuk yang ada menggunakan gas buang panas yang tersedia sebagai sumber panas. Membakar biomassa kering hingga 20% input panas bersama dengan batubara juga memungkinkan langsung di pembangkit listrik tenaga batu bara bubuk tanpa menghadapi masalah caking.[19] Wilayah barat laut dan selatan dapat menggantikan penggunaan batubara impor dengan biomassa di mana kelebihan pertanian / sisa biomassa tanaman dibakar di ladang yang menyebabkan masalah polusi.[20] Karena penggunaan tradisional biomassa digantikan oleh LPG dengan kecepatan lebih cepat, pembakaran biomassa di bidang pertanian akan menjadi sumber utama yang menyebabkan polusi udara tingkat tinggi.[21]
Biogas yang terutama metana/gas alam juga dapat digunakan untuk menghasilkan protein, ternak, dan pakan ikan yang kaya protein di desa-desa secara ekonomi dengan membudidayakan kultur bakteri Methylococcus capsulatus dengan tanah kecil dan air yang sedikit.[22][23][24] Gas karbon dioksida yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari pabrik-pabrik ini dapat digunakan untuk produksi minyak ganggang dari ganggang khususnya di negara-negara tropis seperti India yang dapat menggantikan posisi utama minyak mentah dalam waktu dekat.[25][26] Pemerintah serikat sedang menerapkan banyak skema untuk memanfaatkan limbah pertanian atau biomassa secara produktif di daerah pedesaan untuk mengangkat ekonomi pedesaan dan potensi pekerjaan.[27][28]
Listrik
India adalah produsen listrik terbesar ketiga di dunia 1272 TWh pada TA 2014–15, meskipun hanya sekitar 80% dari populasi memiliki akses ke daya listrik.[29] Pada 2013, India menjadi produsen listrik terbesar ketiga di dunia dengan pangsa global 4,8%, melampaui Jepang dan Rusia.[30][31] India menempati urutan ke 7 secara global dalam pembangkit listrik tenaga air selama tahun 2015.
India memiliki 111 gigawatt (GW) (32%) kapasitas terpasang yang berasal dari energi terbarukan. India adalah salah satu negara pemimpin di dunia dalam investasi dan instalasi energi terbarukan. India telah menetapkan target sebesar 175 GW kapasitas energi terbarukan pada tahun 2022.[32] Ini akan mencakup kapasitas 100 GW dari sumber energi matahari, 60 GW dari tenaga angin, 10 GW dari biopower, dan 5 GW dari tenaga air kecil.[33] Proses penawaran untuk 115 GW lebih lanjut (tidak termasuk tenaga air besar) diharapkan pada akhir TA 2019-20 untuk mencapai 175 GW total kapasitas terpasang dan pada awal 2018 pemerintah pusat menyiapkan dana US $ 350 juta untuk membiayai proyek-proyek tenaga surya.[34][35]
Lihat pula
Referensi
- ↑ India was the third-largest energy consumer in 2013.
- ↑ World energy consumption clock. US debt clock org.
- ↑ Indian energy Statistics 2016.
- ↑ Energy in Sweden 2010 , Facts and figures, The Swedish Energy Agency, Table 8 Losses in nuclear power stations Table 9 Nuclear power brutto
- ↑ "The True Cost of Coal" Greenpeace 27 November 2008 pp. 24–29
- ↑ Rahul Tongia and Samantha Gross. Coal in India. Brookings. 2019-03-08.
- ↑ Rahul Tongia and Samantha Gross. Coal in India. Brookings. 2019-03-08.
- ↑ LPG cylinder now used by 89% households.
- ↑ LPG Profile 2018.
- ↑ India becomes world's second-largest LPG consumer.
- ↑ India challenges China as world's biggest LPG importer.
- ↑ PM Modi says 70% of India’s population will have city gas facility in 2-3 years.
- ↑ Map of GAIL's Natural Gas Pipelines.
- ↑ Nearly 80% of Indian households now have access to LPG gas.
- ↑ NITI Aayog pitches for round-the-clock power for all electric vehicles.
- ↑ India was the third-largest energy consumer in 2013.
- ↑ Maharashtra, Punjab top producers of green energy from farm waste.
- ↑ The upgrading of solid biomasss by means of Torrefaction.
- ↑ Cofiring of biomass in coal-fired power plants – European experience.
- ↑ CEA has written to all States to use 5-10% of biomass pellets with coal for power generation in thermal power plants.
- ↑ Air Pollution: Delhi sees hope as NTPC steps in to buy crop residue from farmers.
- ↑ BioProtein Production.
- ↑ Food made from natural gas will soon feed farm animals – and us.
- ↑ New venture selects Cargill’s Tennessee site to produce Calysta FeedKind® Protein.
- ↑ Algenol and Reliance launch algae fuels demonstration project in India.
- ↑ ExxonMobil Announces Breakthrough In Renewable Energy.
- ↑ Indrapratha Gas, Mahindra & Mahindra join hands to stop stubble burning.
- ↑ Modi govt plans Gobar-Dhan scheme to convert cattle dung into energy.
- ↑ Rural households electrification in India. Government of India.
- ↑ IEA Key energy statistics 2010 p. 27
- ↑ Energy-efficient buildings – a business case for India? An analysis of incremental costs for four building projects of the Energy-Efficient Homes Programme, 2015
- ↑ A target of installing 175 GW of renewable energy capacity by the year 2022 has been set. Public Information Bureau. July 19, 2018.
- ↑ India to install 54.7 GW wind energy capacity by 2022: Fitch Solutions - ET EnergyWorld. ETEnergyworld. April 28, 2019.
- ↑ Govt to set up $350 million fund to finance solar projects, Hindustan Times, 18 Jan 2018.
- ↑ Can't stop the shining.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26649601 (2024-12-16T01:16:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.