Lompat ke isi

Plutonium-244: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29577910; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Pu-244_solution.png|thumb|right|280px|Pu-244 solution]]
'''Plutonium-244''' ('''<sup>244</sup>Pu''' atau '''Pu-244''') adalah sebuah [[isotop]] [[plutonium]] yang memiliki [[waktu paruh]] 80 juta tahun. Ia lebih panjang dari [[isotop plutonium]] lainnya dan lebih panjang dari isotop [[aktinida]] lainnya kecuali tiga isotop yang melimpah secara alami: [[uranium-235]] (704 juta tahun), [[uranium-238]] (4,468 miliar tahun), dan [[torium-232]] (14,05 miliar tahun). Meskipun penelitian yang bertentangan, mengingat matematika peluruhan plutonium-244, jumlah yang sangat kecil masih harus ada dalam komposisi Bumi, membuat plutonium berkemungkinan meskipun belum terbukti sebagai [[Nuklida primordial|unsur primordial]] yang berumur pendek.
'''Plutonium-244''' ('''<sup>244</sup>Pu''' atau '''Pu-244''') adalah sebuah [[isotop]] [[plutonium]] yang memiliki [[waktu paruh]] 80 juta tahun. Ia lebih panjang dari [[isotop plutonium]] lainnya dan lebih panjang dari isotop [[aktinida]] lainnya kecuali tiga isotop yang melimpah secara alami: [[uranium-235]] (704 juta tahun), [[uranium-238]] (4,468 miliar tahun), dan [[torium-232]] (14,05 miliar tahun). Meskipun penelitian yang bertentangan, mengingat matematika peluruhan plutonium-244, jumlah yang sangat kecil masih harus ada dalam komposisi Bumi, membuat plutonium berkemungkinan meskipun belum terbukti sebagai [[Nuklida primordial|unsur primordial]] yang berumur pendek.


Pengukuran yang akurat, dimulai pada awal 1970-an, telah mendeteksi plutonium-244, menjadikannya sebagai [[nuklida]] primordial berumur pendek. Jumlah <sup>244</sup>Pu di [[Pembentukan dan evolusi Tata Surya#Pembentukan planet-planet|nebula pra-Matahari]] (4,57 tahun yang lalu) diperkirakan 0,8% jumlah <sup>238</sup>U. Karena [[usia Bumi]] adalah sekitar 57 kali waktu paruh <sup>244</sup>Pu, jumlah plutonium-244 yang tersisa seharusnya sangat kecil; Hoffman dkk. memperkirakan kandungannya dalam mineral tanah jarang [[bastnäsite]] sebagai &nbsp;= 1,0g/g, yang sesuai dengan kandungan dalam [[kerak Bumi]] serendah 3 g/g (yaitu massa total plutonium-244 di kerak bumi adalah sekitar 9&nbsp;g). Karena plutonium-244 tidak dapat dengan mudah diproduksi dengan [[Tangkapan neutron|penangkapan neutron]] alami di lingkungan aktivitas neutron rendah dari bijih uranium (lihat di bawah), kehadirannya tidak dapat dijelaskan secara masuk akal dengan cara lain selain penciptaan oleh [[Nukleosintesis bintang|nukleosintesis]] [[proses r]] dalam supernova. Dengan demikian, plutonium-244 harus menjadi [[Nuklida primordial|isotop primordial]] yang berumur terpendek kedua (setelah [[samarium-146]]) dan terberat yang pernah terdeteksi atau diprediksi secara teoritis.
Pengukuran yang akurat, dimulai pada awal 1970-an, telah mendeteksi plutonium-244,<ref>D. C. Hoffman. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1971-11-19_234_5325/page/132 Detection of Plutonium-244 in Nature]. ''Nature''. 1971. Vol. 234. hlm. 132–134. doi:10.1038/234132a0.</ref> menjadikannya sebagai [[nuklida]] primordial berumur pendek. Jumlah <sup>244</sup>Pu di [[Pembentukan dan evolusi Tata Surya#Pembentukan planet-planet|nebula pra-Matahari]] (4,57 tahun yang lalu) diperkirakan 0,8% jumlah <sup>238</sup>U.<ref>J. Lachner. ''Attempt to detect primordial 244 Pu on Earth''. ''Physical Review C''. 2012. Vol. 85. hlm. 015801. doi:10.1103/PhysRevC.85.015801.</ref> Karena [[usia Bumi]] adalah sekitar 57 kali waktu paruh <sup>244</sup>Pu, jumlah plutonium-244 yang tersisa seharusnya sangat kecil; Hoffman dkk. memperkirakan kandungannya dalam mineral tanah jarang [[bastnäsite]] sebagai &nbsp;= 1,0g/g, yang sesuai dengan kandungan dalam [[kerak Bumi]] serendah 3 g/g<ref>D. C. Hoffman. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1971-11-19_234_5325/page/132 Detection of Plutonium-244 in Nature]. ''Nature''. 1971. Vol. 234. hlm. 132–134. doi:10.1038/234132a0.</ref> (yaitu massa total plutonium-244 di kerak bumi adalah sekitar 9&nbsp;g). Karena plutonium-244 tidak dapat dengan mudah diproduksi dengan [[Tangkapan neutron|penangkapan neutron]] alami di lingkungan aktivitas neutron rendah dari bijih uranium (lihat di bawah), kehadirannya tidak dapat dijelaskan secara masuk akal dengan cara lain selain penciptaan oleh [[Nukleosintesis bintang|nukleosintesis]] [[proses r]] dalam supernova. Dengan demikian, plutonium-244 harus menjadi [[Nuklida primordial|isotop primordial]] yang berumur terpendek kedua (setelah [[samarium-146]]) dan terberat yang pernah terdeteksi atau diprediksi secara teoritis.


Jumlah renik <sup>244</sup>Pu (yang tiba di Bumi dalam 10 juta tahun terakhir) ditemukan di bebatuan dari [[samudra Pasifik]] oleh perusahaan eksplorasi minyak [[Jepang]].
Jumlah renik <sup>244</sup>Pu (yang tiba di Bumi dalam 10 juta tahun terakhir) ditemukan di bebatuan dari [[samudra Pasifik]] oleh perusahaan eksplorasi minyak [[Jepang]].<ref>[https://www.opb.org/article/2021/05/13/freshly-made-plutonium-from-outer-space-found-on-ocean-floor/] Freshly-made plutonium from outer space found on ocean floor | Nell Greenfieldboyce (NPR) | 13 Mei 2021</ref>


Pendeteksian <sup>244</sup>Pu primordial pada tahun 1971 tidak dikonfirmasi oleh pengukuran terbaru yang lebih sensitif menggunakan metode [[spektrometri massa akselerator]]. Dalam penelitian ini, tidak ada jejak plutonium-244 dalam sampel [[bastnäsite]] (diambil dari tambang yang sama seperti pada penelitian awal) yang dapat teramati, jadi hanya batas atas kandungan <sup>244</sup>Pu yang diperoleh:  < 0,15 g/g, yaitu 370 (atau kurang) atom per gram dalam sampel tersebut, setidaknya 7 kali lebih rendah dari kelimpahan yang diukur oleh Hoffman dkk.
Pendeteksian <sup>244</sup>Pu primordial pada tahun 1971 tidak dikonfirmasi oleh pengukuran terbaru yang lebih sensitif<ref>J. Lachner. ''Attempt to detect primordial 244 Pu on Earth''. ''Physical Review C''. 2012. Vol. 85. hlm. 015801. doi:10.1103/PhysRevC.85.015801.</ref> menggunakan metode [[spektrometri massa akselerator]]. Dalam penelitian ini, tidak ada jejak plutonium-244 dalam sampel [[bastnäsite]] (diambil dari tambang yang sama seperti pada penelitian awal) yang dapat teramati, jadi hanya batas atas kandungan <sup>244</sup>Pu yang diperoleh:  < 0,15 g/g, yaitu 370 (atau kurang) atom per gram dalam sampel tersebut, setidaknya 7 kali lebih rendah dari kelimpahan yang diukur oleh Hoffman dkk.


Plutonium-244 antarbintang yang hidup telah terdeteksi dalam debu meteorit di sedimen laut, meskipun tingkat yang terdeteksi jauh lebih rendah daripada yang diperkirakan dari pemodelan jatuhan saat ini dari [[medium antarbintang]].  Penting untuk diingat, bagaimanapun, bahwa untuk menjadi nuklida primordial – yang merupakan amalgam yang mengorbit [[Matahari]] dan akhirnya menyatu ke Bumi – plutonium-244 harus terdiri dari beberapa nebula Matahari, bukannya diisi ulang oleh debu meteorit ekstrasurya. Kehadiran plutonium-244 dalam komposisi meteorit tanpa bukti bahwa meteor tersebut berasal dari piringan formasi [[Tata Surya]] mendukung hipotesis bahwa <sup>244</sup>Pu cukup melimpah untuk menjadi bagian dari piringan itu, jika meteor ekstrasurya memuatnya di beberapa sistem lain yang didukung gravitasi, tetapi meteor seperti itu tidak dapat membuktikan hipotesis. Hanya penemuan <sup>244</sup>Pu hidup yang tidak mungkin dalam komposisi Bumi yang dapat melakukannya.
Plutonium-244 antarbintang yang hidup telah terdeteksi dalam debu meteorit di sedimen laut, meskipun tingkat yang terdeteksi jauh lebih rendah daripada yang diperkirakan dari pemodelan jatuhan saat ini dari [[medium antarbintang]].<ref>A. Wallner. ''Abundance of live 244Pu in deep-sea reservoirs on Earth points to rarity of actinide nucleosynthesis''. ''Nature Communications''. 2015. Vol. 6. hlm. 5956. doi:10.1038/ncomms6956.</ref> Penting untuk diingat, bagaimanapun, bahwa untuk menjadi nuklida primordial – yang merupakan amalgam yang mengorbit [[Matahari]] dan akhirnya menyatu ke Bumi – plutonium-244 harus terdiri dari beberapa nebula Matahari, bukannya diisi ulang oleh debu meteorit ekstrasurya. Kehadiran plutonium-244 dalam komposisi meteorit tanpa bukti bahwa meteor tersebut berasal dari piringan formasi [[Tata Surya]] mendukung hipotesis bahwa <sup>244</sup>Pu cukup melimpah untuk menjadi bagian dari piringan itu, jika meteor ekstrasurya memuatnya di beberapa sistem lain yang didukung gravitasi, tetapi meteor seperti itu tidak dapat membuktikan hipotesis. Hanya penemuan <sup>244</sup>Pu hidup yang tidak mungkin dalam komposisi Bumi yang dapat melakukannya.


Tidak seperti [[plutonium-238]], [[plutonium-239]], [[plutonium-240]], [[plutonium-241]], dan [[plutonium-242]], plutonium-244 tidak diproduksi secara kuantitas oleh [[siklus bahan bakar nuklir]], karena penangkapan neutron lebih lanjut pada plutonium-242 menghasilkan [[plutonium-243]] yang memiliki waktu paruh yang pendek (5 jam) dan dengan cepat meluruh melalui peluruhan beta menjadi [[amerisium-243]] sebelum memiliki banyak kesempatan untuk menangkap neutron lebih lanjut di lingkungan [[fluks neutron]] yang sangat tinggi. Secara teori, ledakan [[senjata nuklir]] dapat menghasilkan beberapa plutonium-244 dengan [[Proses r|penangkapan neutron yang berurutan dengan cepat]], yang mungkin dikaitkan dengan [[Luruhan nuklir|kejatuhan nuklir]] dari senjata semacam itu. Bagaimanpun, sampai saat ini, tidak ada transmutasi plutonium atau uranium yang ditemukan dalam jumlah yang cukup untuk diidentifikasi, terutama mengingat pengujian persenjataan nuklir di permukaan atau di atmosfer dihindari oleh dua kekuatan dunia yang sampai sekarang memiliki kemampuan untuk mengeksekusi tes seperti itu, dengan perjanjian bersama dalam [[Traktat Pelarangan Sebagian Uji Coba Nuklir]] tahun 1963.
Tidak seperti [[plutonium-238]], [[plutonium-239]], [[plutonium-240]], [[plutonium-241]], dan [[plutonium-242]], plutonium-244 tidak diproduksi secara kuantitas oleh [[siklus bahan bakar nuklir]], karena penangkapan neutron lebih lanjut pada plutonium-242 menghasilkan [[plutonium-243]] yang memiliki waktu paruh yang pendek (5 jam) dan dengan cepat meluruh melalui peluruhan beta menjadi [[amerisium-243]] sebelum memiliki banyak kesempatan untuk menangkap neutron lebih lanjut di lingkungan [[fluks neutron]] yang sangat tinggi. Secara teori, ledakan [[senjata nuklir]] dapat menghasilkan beberapa plutonium-244 dengan [[Proses r|penangkapan neutron yang berurutan dengan cepat]], yang mungkin dikaitkan dengan [[Luruhan nuklir|kejatuhan nuklir]] dari senjata semacam itu. Bagaimanpun, sampai saat ini, tidak ada transmutasi plutonium atau uranium yang ditemukan dalam jumlah yang cukup untuk diidentifikasi, terutama mengingat pengujian persenjataan nuklir di permukaan atau di atmosfer dihindari oleh dua kekuatan dunia yang sampai sekarang memiliki kemampuan untuk mengeksekusi tes seperti itu, dengan perjanjian bersama dalam [[Traktat Pelarangan Sebagian Uji Coba Nuklir]] tahun 1963.
Baris 18: Baris 20:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Plutonium-244&oldid=29577910 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577910 (2026-08-14T16:09:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Plutonium-244&oldid=29577910 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577910 (2026-08-14T16:09:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 08.58

Pu-244 solution

Plutonium-244 (244Pu atau Pu-244) adalah sebuah isotop plutonium yang memiliki waktu paruh 80 juta tahun. Ia lebih panjang dari isotop plutonium lainnya dan lebih panjang dari isotop aktinida lainnya kecuali tiga isotop yang melimpah secara alami: uranium-235 (704 juta tahun), uranium-238 (4,468 miliar tahun), dan torium-232 (14,05 miliar tahun). Meskipun penelitian yang bertentangan, mengingat matematika peluruhan plutonium-244, jumlah yang sangat kecil masih harus ada dalam komposisi Bumi, membuat plutonium berkemungkinan meskipun belum terbukti sebagai unsur primordial yang berumur pendek.

Pengukuran yang akurat, dimulai pada awal 1970-an, telah mendeteksi plutonium-244,[1] menjadikannya sebagai nuklida primordial berumur pendek. Jumlah 244Pu di nebula pra-Matahari (4,57 tahun yang lalu) diperkirakan 0,8% jumlah 238U.[2] Karena usia Bumi adalah sekitar 57 kali waktu paruh 244Pu, jumlah plutonium-244 yang tersisa seharusnya sangat kecil; Hoffman dkk. memperkirakan kandungannya dalam mineral tanah jarang bastnäsite sebagai  = 1,0g/g, yang sesuai dengan kandungan dalam kerak Bumi serendah 3 g/g[3] (yaitu massa total plutonium-244 di kerak bumi adalah sekitar 9 g). Karena plutonium-244 tidak dapat dengan mudah diproduksi dengan penangkapan neutron alami di lingkungan aktivitas neutron rendah dari bijih uranium (lihat di bawah), kehadirannya tidak dapat dijelaskan secara masuk akal dengan cara lain selain penciptaan oleh nukleosintesis proses r dalam supernova. Dengan demikian, plutonium-244 harus menjadi isotop primordial yang berumur terpendek kedua (setelah samarium-146) dan terberat yang pernah terdeteksi atau diprediksi secara teoritis.

Jumlah renik 244Pu (yang tiba di Bumi dalam 10 juta tahun terakhir) ditemukan di bebatuan dari samudra Pasifik oleh perusahaan eksplorasi minyak Jepang.[4]

Pendeteksian 244Pu primordial pada tahun 1971 tidak dikonfirmasi oleh pengukuran terbaru yang lebih sensitif[5] menggunakan metode spektrometri massa akselerator. Dalam penelitian ini, tidak ada jejak plutonium-244 dalam sampel bastnäsite (diambil dari tambang yang sama seperti pada penelitian awal) yang dapat teramati, jadi hanya batas atas kandungan 244Pu yang diperoleh: < 0,15 g/g, yaitu 370 (atau kurang) atom per gram dalam sampel tersebut, setidaknya 7 kali lebih rendah dari kelimpahan yang diukur oleh Hoffman dkk.

Plutonium-244 antarbintang yang hidup telah terdeteksi dalam debu meteorit di sedimen laut, meskipun tingkat yang terdeteksi jauh lebih rendah daripada yang diperkirakan dari pemodelan jatuhan saat ini dari medium antarbintang.[6] Penting untuk diingat, bagaimanapun, bahwa untuk menjadi nuklida primordial – yang merupakan amalgam yang mengorbit Matahari dan akhirnya menyatu ke Bumi – plutonium-244 harus terdiri dari beberapa nebula Matahari, bukannya diisi ulang oleh debu meteorit ekstrasurya. Kehadiran plutonium-244 dalam komposisi meteorit tanpa bukti bahwa meteor tersebut berasal dari piringan formasi Tata Surya mendukung hipotesis bahwa 244Pu cukup melimpah untuk menjadi bagian dari piringan itu, jika meteor ekstrasurya memuatnya di beberapa sistem lain yang didukung gravitasi, tetapi meteor seperti itu tidak dapat membuktikan hipotesis. Hanya penemuan 244Pu hidup yang tidak mungkin dalam komposisi Bumi yang dapat melakukannya.

Tidak seperti plutonium-238, plutonium-239, plutonium-240, plutonium-241, dan plutonium-242, plutonium-244 tidak diproduksi secara kuantitas oleh siklus bahan bakar nuklir, karena penangkapan neutron lebih lanjut pada plutonium-242 menghasilkan plutonium-243 yang memiliki waktu paruh yang pendek (5 jam) dan dengan cepat meluruh melalui peluruhan beta menjadi amerisium-243 sebelum memiliki banyak kesempatan untuk menangkap neutron lebih lanjut di lingkungan fluks neutron yang sangat tinggi. Secara teori, ledakan senjata nuklir dapat menghasilkan beberapa plutonium-244 dengan penangkapan neutron yang berurutan dengan cepat, yang mungkin dikaitkan dengan kejatuhan nuklir dari senjata semacam itu. Bagaimanpun, sampai saat ini, tidak ada transmutasi plutonium atau uranium yang ditemukan dalam jumlah yang cukup untuk diidentifikasi, terutama mengingat pengujian persenjataan nuklir di permukaan atau di atmosfer dihindari oleh dua kekuatan dunia yang sampai sekarang memiliki kemampuan untuk mengeksekusi tes seperti itu, dengan perjanjian bersama dalam Traktat Pelarangan Sebagian Uji Coba Nuklir tahun 1963.

Lihat pula

Referensi

  1. D. C. Hoffman. Detection of Plutonium-244 in Nature. Nature. 1971. Vol. 234. hlm. 132–134. doi:10.1038/234132a0.
  2. J. Lachner. Attempt to detect primordial 244 Pu on Earth. Physical Review C. 2012. Vol. 85. hlm. 015801. doi:10.1103/PhysRevC.85.015801.
  3. D. C. Hoffman. Detection of Plutonium-244 in Nature. Nature. 1971. Vol. 234. hlm. 132–134. doi:10.1038/234132a0.
  4. [1] Freshly-made plutonium from outer space found on ocean floor | Nell Greenfieldboyce (NPR) | 13 Mei 2021
  5. J. Lachner. Attempt to detect primordial 244 Pu on Earth. Physical Review C. 2012. Vol. 85. hlm. 015801. doi:10.1103/PhysRevC.85.015801.
  6. A. Wallner. Abundance of live 244Pu in deep-sea reservoirs on Earth points to rarity of actinide nucleosynthesis. Nature Communications. 2015. Vol. 6. hlm. 5956. doi:10.1038/ncomms6956.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29577910 (2026-08-14T16:09:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.