Lompat ke isi

Pusat Riset Ilmiah Nuklir Yongbyon: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26070764; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pusat Riset Ilmiah Nuklir Yongbyon''' adalah fasilitas nuklir utama di [[Korea Utara]], mengoperasikan [[reaktor nuklir]]nya yang pertama. Terletak di daerah [[Yongbyon]] di provinsi [[Pyongan Utara]], 100 km sebelah utara [[Pyongyang]]. "Yongbyon" dieja serta dilafalkan 녕변 (Nyŏngbyŏn) di Korea Utara, dan 영변 (Yŏngbyŏn) di [[Korea Selatan]].
[[File:Yongbyon_5MWe_Magnox_reactor.jpg|thumb|right|280px|Yongbyon 5MWe Magnox reactor]]
 
'''Pusat Riset Ilmiah Nuklir Yongbyon''' adalah fasilitas nuklir utama di [[Korea Utara]], mengoperasikan [[reaktor nuklir]]nya yang pertama. Terletak di daerah [[Yongbyon]] di provinsi [[Pyongan Utara]], 100&nbsp;km sebelah utara [[Pyongyang]]. "Yongbyon" dieja serta dilafalkan 녕변 (Nyŏngbyŏn) di Korea Utara, dan 영변 (Yŏngbyŏn) di [[Korea Selatan]].<ref>Chaim Braun. [https://fsi-live.s3.us-west-1.amazonaws.com/s3fs-public/khucisacfinalreport_compressed.pdf North Korean Nuclear Facilities After the Agreed Framework]. ''Center for International Security and Cooperation''. Stanford University. 27 May 2016.</ref><ref>Chaim Braun. [https://fsi-live.s3.us-west-1.amazonaws.com/s3fs-public/khucisacfinalreport_compressed.pdf North Korean Nuclear Facilities After the Agreed Framework]. ''Center for International Security and Cooperation''. Stanford University. 27 May 2016.</ref><ref>Radioactive Waste Management Advisory Committee. [http://www.defra.gov.uk/rwmac/reports/reprocess/16.htm RWMAC's Advice to Ministers on the Radioactive Waste Implications of Reprocessing, Annex 4: Dry storage and disposal of Magnox spent fuel]. Department for Environment, Food and Rural Affairs. November 2000.</ref><ref>[https://www.bbc.co.uk/news/world-asia-34254634 North Korea Yongbyon nuclear site 'in operation']. BBC. 15 September 2015.</ref><ref>[http://www.iaea.org/cgi-bin/rrdb.page.pl/rrdeta.htm?country=KP&site=IRT-DPRK&facno=258 Research Reactor Details – IRT-DPRK]. International Atomic Energy Agency. 30 July 1996.</ref><ref>Siegfried S. Hecker. [http://fsi.stanford.edu/publications/report_of_visit_to_north_korea_to_senate_foreign_relations_committee/ Report of Visit to North Korea to Senate Foreign Relations Committee]. Center for International Security and Cooperation, Stanford University. 14 March 2008.</ref><ref>David Albright. [http://www.isis-online.org/publications/dprk/CivilNuclearNK.pdf Phased International Cooperation with North Korea's Civil Nuclear Programs]. Institute for Science and International Security. 19 March 2007.</ref>


Instalasi utama mencakup semua aspek siklus [[bahan bakar]] [[reaktor nuklir]] Magnox, berdasarkan penggunaan bahan bakar [[uranium]] alam:
Instalasi utama mencakup semua aspek siklus [[bahan bakar]] [[reaktor nuklir]] Magnox, berdasarkan penggunaan bahan bakar [[uranium]] alam:
Baris 8: Baris 10:
* Bahan bakar bekas Magnox tidak dirancang untuk penyimpanan jangka panjang karena casing dan inti logam uranium bereaksi dengan air; bahan bakar itu dirancang untuk diproses ulang dalam beberapa tahun setelah dikeluarkan dari reaktor. Sebagai pendingin adalah karbon dioksida, reaktor Magnox yang dimoderasi grafit tidak memerlukan bahan bakar uranium yang diperkaya yang sulit diproduksi atau moderator air berat, ini adalah pilihan yang menarik untuk pengembangan reaktor nuklir yang sepenuhnya asli.
* Bahan bakar bekas Magnox tidak dirancang untuk penyimpanan jangka panjang karena casing dan inti logam uranium bereaksi dengan air; bahan bakar itu dirancang untuk diproses ulang dalam beberapa tahun setelah dikeluarkan dari reaktor. Sebagai pendingin adalah karbon dioksida, reaktor Magnox yang dimoderasi grafit tidak memerlukan bahan bakar uranium yang diperkaya yang sulit diproduksi atau moderator air berat, ini adalah pilihan yang menarik untuk pengembangan reaktor nuklir yang sepenuhnya asli.


Fasilitas Magnox dinonaktifkan pada tahun 2007 sesuai dengan perjanjian pembicaraan enam pihak, tetapi setelah rusaknya perjanjian tersebut sebagian diaktifkan kembali pada tahun 2009 untuk memproses ulang stok bahan bakar bekas yang ada. Pada 15 September 2015, Korea Utara mengumumkan bahwa reaktor telah kembali beroperasi.
Fasilitas Magnox dinonaktifkan pada tahun 2007 sesuai dengan perjanjian pembicaraan enam pihak, tetapi setelah rusaknya perjanjian tersebut sebagian diaktifkan kembali pada tahun 2009 untuk memproses ulang stok bahan bakar bekas yang ada. Pada 15 September 2015, Korea Utara mengumumkan bahwa reaktor telah kembali beroperasi.<ref>Jacob Bogle. [https://www.38north.org/2020/03/jbogle032020/ More Underground Facilities Near Yongbyon: A Potential Challenge for Future Denuclearization Deals]. ''38 North''. The Henry L. Stimson Center. 20 March 2020.</ref><ref>Sheryl WuDunn. [https://www.nytimes.com/1992/05/17/world/north-korean-site-has-a-bomb-hints.html North Korean site has A-bomb hints]. ''The New York Times''. 17 May 1992.</ref><ref>Siegfried S. Hecker. [http://cisac.stanford.edu/publications/north_koreas_choice_bombs_over_electricity/ North Korea's Choice: Bombs Over Electricity]. ''The Bridge''. National Academy of Engineering. Summer 2010. Vol. 40 (2). hlm. 5–12.</ref><ref>[https://www.nytimes.com/2006/10/17/world/asia/17diplo.html North Korean Fuel Identified as Plutonium] , Thom Shanker and David E. Sanger, New York Times, 17 October 2006</ref><ref>Siegfried S. Hecker. [http://www.thebulletin.org/web-edition/features/the-risks-of-north-koreas-nuclear-restart The risks of North Korea's nuclear restart]. ''Bulletin of the Atomic Scientists''. 12 May 2009.</ref>


Pusat ini juga memiliki reaktor riset tipe kolam IRT-2000, yang dipasok oleh Uni Soviet pada tahun 1963, beroperasi sejak tahun 1965. Bahan bakar reaktornya adalah rakitan tipe IRT-2M dari 10%, 36% dan 80% uranium yang diperkaya. Karena pusat tersebut belum menerima bahan bakar segar sejak zaman Soviet, reaktor ini sekarang hanya dijalankan sesekali untuk menghasilkan yodium-131 untuk terapi radiasi kanker tiroid.
Pusat ini juga memiliki reaktor riset tipe kolam IRT-2000, yang dipasok oleh Uni Soviet pada tahun 1963, beroperasi sejak tahun 1965. Bahan bakar reaktornya adalah rakitan tipe IRT-2M dari 10%, 36% dan 80% uranium yang diperkaya. Karena pusat tersebut belum menerima bahan bakar segar sejak zaman Soviet, reaktor ini sekarang hanya dijalankan sesekali untuk menghasilkan yodium-131 untuk terapi radiasi kanker tiroid.
Baris 17: Baris 19:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pusat+Riset+Ilmiah+Nuklir+Yongbyon&oldid=26070764 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26070764 (2024-07-21T17:57:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pusat+Riset+Ilmiah+Nuklir+Yongbyon&oldid=26070764 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26070764 (2024-07-21T17:57:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 08.59

Yongbyon 5MWe Magnox reactor

Pusat Riset Ilmiah Nuklir Yongbyon adalah fasilitas nuklir utama di Korea Utara, mengoperasikan reaktor nuklirnya yang pertama. Terletak di daerah Yongbyon di provinsi Pyongan Utara, 100 km sebelah utara Pyongyang. "Yongbyon" dieja serta dilafalkan 녕변 (Nyŏngbyŏn) di Korea Utara, dan 영변 (Yŏngbyŏn) di Korea Selatan.[1][2][3][4][5][6][7]

Instalasi utama mencakup semua aspek siklus bahan bakar reaktor nuklir Magnox, berdasarkan penggunaan bahan bakar uranium alam:

  • Sebuah pabrik fabrikasi bahan bakar.
  • Reaktor eksperimental 5MWe yang menghasilkan listrik dan pemanasan distrik,
  • Fasilitas penyimpanan bahan bakar bekas jangka pendek,
  • Sebuah fasilitas pengolahan ulang bahan bakar yang pulihkan uranium dan plutonium dari bahan bakar bekas menggunakan proses PUREX.
  • Bahan bakar bekas Magnox tidak dirancang untuk penyimpanan jangka panjang karena casing dan inti logam uranium bereaksi dengan air; bahan bakar itu dirancang untuk diproses ulang dalam beberapa tahun setelah dikeluarkan dari reaktor. Sebagai pendingin adalah karbon dioksida, reaktor Magnox yang dimoderasi grafit tidak memerlukan bahan bakar uranium yang diperkaya yang sulit diproduksi atau moderator air berat, ini adalah pilihan yang menarik untuk pengembangan reaktor nuklir yang sepenuhnya asli.

Fasilitas Magnox dinonaktifkan pada tahun 2007 sesuai dengan perjanjian pembicaraan enam pihak, tetapi setelah rusaknya perjanjian tersebut sebagian diaktifkan kembali pada tahun 2009 untuk memproses ulang stok bahan bakar bekas yang ada. Pada 15 September 2015, Korea Utara mengumumkan bahwa reaktor telah kembali beroperasi.[8][9][10][11][12]

Pusat ini juga memiliki reaktor riset tipe kolam IRT-2000, yang dipasok oleh Uni Soviet pada tahun 1963, beroperasi sejak tahun 1965. Bahan bakar reaktornya adalah rakitan tipe IRT-2M dari 10%, 36% dan 80% uranium yang diperkaya. Karena pusat tersebut belum menerima bahan bakar segar sejak zaman Soviet, reaktor ini sekarang hanya dijalankan sesekali untuk menghasilkan yodium-131 untuk terapi radiasi kanker tiroid.

Pada tahun 2009 pembangunan reaktor air ringan eksperimental pribumi kecil dimulai. Pada tahun 2010 pabrik pengayaan uranium mulai beroperasi.

Situs Pusat Penelitian Ilmiah Nuklir Yongbyon menempati 24,8 kilometer persegi (9,6 sq mi). Pusat ini memiliki dua bagian, bagian penelitian nuklir dan distrik perumahan yang lebih besar (kadang-kadang bernama Bungang atau Pun'gangni), dipisahkan dan dikelilingi oleh pagar.

Referensi

  1. Chaim Braun. North Korean Nuclear Facilities After the Agreed Framework. Center for International Security and Cooperation. Stanford University. 27 May 2016.
  2. Chaim Braun. North Korean Nuclear Facilities After the Agreed Framework. Center for International Security and Cooperation. Stanford University. 27 May 2016.
  3. Radioactive Waste Management Advisory Committee. RWMAC's Advice to Ministers on the Radioactive Waste Implications of Reprocessing, Annex 4: Dry storage and disposal of Magnox spent fuel. Department for Environment, Food and Rural Affairs. November 2000.
  4. North Korea Yongbyon nuclear site 'in operation'. BBC. 15 September 2015.
  5. Research Reactor Details – IRT-DPRK. International Atomic Energy Agency. 30 July 1996.
  6. Siegfried S. Hecker. Report of Visit to North Korea to Senate Foreign Relations Committee. Center for International Security and Cooperation, Stanford University. 14 March 2008.
  7. David Albright. Phased International Cooperation with North Korea's Civil Nuclear Programs. Institute for Science and International Security. 19 March 2007.
  8. Jacob Bogle. More Underground Facilities Near Yongbyon: A Potential Challenge for Future Denuclearization Deals. 38 North. The Henry L. Stimson Center. 20 March 2020.
  9. Sheryl WuDunn. North Korean site has A-bomb hints. The New York Times. 17 May 1992.
  10. Siegfried S. Hecker. North Korea's Choice: Bombs Over Electricity. The Bridge. National Academy of Engineering. Summer 2010. Vol. 40 (2). hlm. 5–12.
  11. North Korean Fuel Identified as Plutonium , Thom Shanker and David E. Sanger, New York Times, 17 October 2006
  12. Siegfried S. Hecker. The risks of North Korea's nuclear restart. Bulletin of the Atomic Scientists. 12 May 2009.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26070764 (2024-07-21T17:57:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.