Lompat ke isi

Ion lawan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27472040; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Kimia antarmuka ==
== Kimia antarmuka ==
Ion lawan adalah ion bergerak dalam polimer dan [[koloid]] pertukaran ion. [[Resin penukar ion]] adalah polimer dengan muatan bersih negatif atau positif. Resin penukar kation berisi polimer anionik dengan kation lawan, biasanya [[Natrium|Na<sup>+</sup>]] (natrium). Resin memiliki afinitas yang lebih tinggi terhadap ion lawan yang bermuatan lebih tinggi, misalnya [[Kalsium|Ca<sup>2+</sup>]] (kalsium) dalam hal . Sebaliknya, resin penukar anion biasanya tersedia dalam bentuk [[Klorin|Cl<big><sup>−</sup></big>]] (klorida), yang memiliki ion lawan bergerak tinggi.
Ion lawan adalah ion bergerak dalam polimer dan [[koloid]] pertukaran ion.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ion+lawan&oldid=27472040 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Resin penukar ion]] adalah polimer dengan muatan bersih negatif atau positif. Resin penukar kation berisi polimer anionik dengan kation lawan, biasanya [[Natrium|Na<sup>+</sup>]] (natrium). Resin memiliki afinitas yang lebih tinggi terhadap ion lawan yang bermuatan lebih tinggi, misalnya [[Kalsium|Ca<sup>2+</sup>]] (kalsium) dalam hal . Sebaliknya, resin penukar anion biasanya tersedia dalam bentuk [[Klorin|Cl<big><sup>−</sup></big>]] (klorida), yang memiliki ion lawan bergerak tinggi.


Ion lawan digunakan dalam . Dalam aplikasi tipikal ion lawan lipofilik seperti [[Benzalkonium klorida|benzalkonium]] melarutkan pereaksi dalam pelarut organik.
Ion lawan digunakan dalam . Dalam aplikasi tipikal ion lawan lipofilik seperti [[Benzalkonium klorida|benzalkonium]] melarutkan pereaksi dalam pelarut organik.
Baris 8: Baris 8:
== Kimia larutan ==
== Kimia larutan ==
Kelarutan garam dalam pelarut organik merupakan fungsi baik kation dan anion. Kelarutan kation dalam pelarut organik dapat ditingkatkan jika anionnya bersifat lipofilik. Analog dengan hal tersebut, kelarutan anion dalam pelarut organik meningkat dengan kation lipofilik. Kation lipofilik yang paling umum adalah [[kation amonium kuarterner]], yang disebut "garam kuat".
Kelarutan garam dalam pelarut organik merupakan fungsi baik kation dan anion. Kelarutan kation dalam pelarut organik dapat ditingkatkan jika anionnya bersifat lipofilik. Analog dengan hal tersebut, kelarutan anion dalam pelarut organik meningkat dengan kation lipofilik. Kation lipofilik yang paling umum adalah [[kation amonium kuarterner]], yang disebut "garam kuat".


Banyak kompleks organologam kationik diisolasi dengan ion lawan non-koordinasi yang lengai.  adalah salah satu contohnya.
Banyak kompleks organologam kationik diisolasi dengan ion lawan non-koordinasi yang lengai.  adalah salah satu contohnya.


== Elektrokimia ==
== Elektrokimia ==
Untuk mencapai konduktivitas ionik tinggi, pengukuran elektrokimia dilakukan dengan adanya kelebihan elektrolit. Dalam air, elektrolit sering kali berupa garam sederhana seperti [[kalium klorida]]. Untuk pengukuran dalam larutan non air, digunakan garam yang terdiri dari kation dan anion lipofilik, misalnya [[tetrabutilamonium heksafluorofosfat]]. Bahkan dalam kasus seperti itu potensi dipengaruhi oleh [[pasangan ion]], efek yang ditekankan dalam pelarut dengan [[konstanta dielektrik]] rendah.
Untuk mencapai konduktivitas ionik tinggi, pengukuran elektrokimia dilakukan dengan adanya kelebihan elektrolit. Dalam air, elektrolit sering kali berupa garam sederhana seperti [[kalium klorida]]. Untuk pengukuran dalam larutan non air, digunakan garam yang terdiri dari kation dan anion lipofilik, misalnya [[tetrabutilamonium heksafluorofosfat]]. Bahkan dalam kasus seperti itu potensi dipengaruhi oleh [[pasangan ion]], efek yang ditekankan dalam pelarut dengan [[konstanta dielektrik]] rendah.<ref>Geiger, W. E., Barrière, F., "Organometallic Electrochemistry Based on Electrolytes Containing Weakly-Coordinating Fluoroarylborate Anions", Acc. Chem. Res. 2010, 43, 1030.</ref>


In order to achieve high ionic conductivity, electrochemical measurements are conducted in the presence of excess electrolyte. In water the electrolyte is often a simple salt such as [[potassium chloride]]. For measurements in nonaqueous solutions, salts composed of both lipophilic cations and anions are employed, e.g., [[tetrabutylammonium hexafluorophosphate]]. Even in such cases potentials are influenced by [[ion-pairing]], an effect that is accentuated in solvents of low [[dielectric constant]].
In order to achieve high ionic conductivity, electrochemical measurements are conducted in the presence of excess electrolyte. In water the electrolyte is often a simple salt such as [[potassium chloride]]. For measurements in nonaqueous solutions, salts composed of both lipophilic cations and anions are employed, e.g., [[tetrabutylammonium hexafluorophosphate]]. Even in such cases potentials are influenced by [[ion-pairing]], an effect that is accentuated in solvents of low [[dielectric constant]].
Baris 21: Baris 20:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ion+lawan&oldid=27472040 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27472040 (2025-06-28T07:34:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ion+lawan&oldid=27472040 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27472040 (2025-06-28T07:34:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.02

Sebuah ion lawan ( atau counter ion) adalah ion yang menyertai spesies ion untuk menjaga netralitas listrik. Dalam garam dapur (NaCl), ion natrium (bermuatan positif) adalah ion lawan dari ion klorin (bermuatan negatif) dan sebaliknya. Ion lawan lebih umum dirujuk sebagai anion atau kation, tergantung listriknya. Oleh karena itu, ion lawan dari anion adalah kation, dan sebaliknya.

Kimia antarmuka

Ion lawan adalah ion bergerak dalam polimer dan koloid pertukaran ion.[1] Resin penukar ion adalah polimer dengan muatan bersih negatif atau positif. Resin penukar kation berisi polimer anionik dengan kation lawan, biasanya Na+ (natrium). Resin memiliki afinitas yang lebih tinggi terhadap ion lawan yang bermuatan lebih tinggi, misalnya Ca2+ (kalsium) dalam hal . Sebaliknya, resin penukar anion biasanya tersedia dalam bentuk Cl (klorida), yang memiliki ion lawan bergerak tinggi.

Ion lawan digunakan dalam . Dalam aplikasi tipikal ion lawan lipofilik seperti benzalkonium melarutkan pereaksi dalam pelarut organik.

Kimia larutan

Kelarutan garam dalam pelarut organik merupakan fungsi baik kation dan anion. Kelarutan kation dalam pelarut organik dapat ditingkatkan jika anionnya bersifat lipofilik. Analog dengan hal tersebut, kelarutan anion dalam pelarut organik meningkat dengan kation lipofilik. Kation lipofilik yang paling umum adalah kation amonium kuarterner, yang disebut "garam kuat".

Banyak kompleks organologam kationik diisolasi dengan ion lawan non-koordinasi yang lengai. adalah salah satu contohnya.

Elektrokimia

Untuk mencapai konduktivitas ionik tinggi, pengukuran elektrokimia dilakukan dengan adanya kelebihan elektrolit. Dalam air, elektrolit sering kali berupa garam sederhana seperti kalium klorida. Untuk pengukuran dalam larutan non air, digunakan garam yang terdiri dari kation dan anion lipofilik, misalnya tetrabutilamonium heksafluorofosfat. Bahkan dalam kasus seperti itu potensi dipengaruhi oleh pasangan ion, efek yang ditekankan dalam pelarut dengan konstanta dielektrik rendah.[2]

In order to achieve high ionic conductivity, electrochemical measurements are conducted in the presence of excess electrolyte. In water the electrolyte is often a simple salt such as potassium chloride. For measurements in nonaqueous solutions, salts composed of both lipophilic cations and anions are employed, e.g., tetrabutylammonium hexafluorophosphate. Even in such cases potentials are influenced by ion-pairing, an effect that is accentuated in solvents of low dielectric constant.

Kestabilan ion lawan

Untuk banyak aplikasi, ion lawan hanya menyediakan muatan dan lipofilisitas yang memungkinkan manipulasi ion mitranya. Ion lawan diharapkan bersifat lengai secara kimia. Untuk anion lawan, kelengaian dinyatakan dalam hal kebasaan Lewis rendah. Ion lawan idealnya kasar dan tidak reaktif. Untuk kation lawan amonium dan fosfonium kuaterner, kelengaian terkait dengan ketahanan degradasi oleh basa kuat dan nukleofil kuat.

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Geiger, W. E., Barrière, F., "Organometallic Electrochemistry Based on Electrolytes Containing Weakly-Coordinating Fluoroarylborate Anions", Acc. Chem. Res. 2010, 43, 1030.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27472040 (2025-06-28T07:34:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.