Lompat ke isi

Energi di Bhutan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 18165638; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Energi di Bhutan''' telah menjadi fokus utama pembangunan di kerajaan tersebut sesuai dengan Rencana Lima Tahun. Bhutan telah bekerja sama dengan [[India]] dalam melaksanakan proyek [[pembangkit listrik tenaga air]], dan listrik yang dihasilkan diperdagangkan antara kedua negara. Meskipun [[pembangkit listrik tenaga air]] [[Bhutan]] menghasilkan energi yang jauh melebihi kebutuhannya pada musim panas, pada musim dingin, permintaan energi melonjak dan pada musim tersebut negeri ini harus mengimpor energi dari India.
'''Energi di Bhutan''' telah menjadi fokus utama pembangunan di kerajaan tersebut sesuai dengan Rencana Lima Tahun. Bhutan telah bekerja sama dengan [[India]] dalam melaksanakan proyek [[pembangkit listrik tenaga air]], dan listrik yang dihasilkan diperdagangkan antara kedua negara. Meskipun [[pembangkit listrik tenaga air]] [[Bhutan]] menghasilkan energi yang jauh melebihi kebutuhannya pada musim panas, pada musim dingin, permintaan energi melonjak dan pada musim tersebut negeri ini harus mengimpor energi dari India.<ref>Pushkar Chhetri. [http://www.bhutanobserver.bt/adb-grants-21-6-m-for-rural-electrification/ ADB Grants $21.6 M for Rural Electrification]. Bhutan Observer online. 2010-11-10.</ref><ref>[http://www.adb.org/Documents/RRPs/BHU/37399-BHU-RRP.pdf Bhutan: Green Power Development Project]. Asian Development Bank. October 2008.</ref>


Pada tahun 2011, pemerintah Bhutan memasok listrik ke 60 persen rumah tangga di pedesaan, yang meningkat pesat dari sekitar 20 persen pada 2003. Sekitar 2.500 orang menggunakan tenaga surya di Bhutan. Sebagian besar rumah tangga di pedesaan memasak dengan kayu bakar, termasuk rumah tangga yang sudah dialiri listrik. Rumah di desa sering dipanaskan dengan [[kayu bakar]], [[minyak tanah]], atau [[elpiji]].
Pada tahun 2011, pemerintah Bhutan memasok listrik ke 60 persen rumah tangga di pedesaan,<ref>Pushkar Chhetri. [http://www.bhutanobserver.bt/adb-grants-21-6-m-for-rural-electrification/ ADB Grants $21.6 M for Rural Electrification]. Bhutan Observer online. 2010-11-10.</ref> yang meningkat pesat dari sekitar 20 persen pada 2003.<ref>Kogan Page. [https://books.google.com/books?id=z1cpiEJMAi8C Asia & Pacific Review 2003/04: The Economic and Business Report]. ''Asia and Pacific Review''. Kogan Page Publishers. 2003. hlm. 31. ISBN 0-7494-4063-5.</ref><ref>Lindsay Brown. [https://books.google.com/books?id=s-L8NUlW_QgC Bhutan]. Lonely Planet. 2007. hlm. 24, 151, 167, 198. ISBN 1-74059-529-7.</ref> Sekitar 2.500 orang menggunakan tenaga surya di Bhutan.<ref>Pushkar Chhetri. [http://www.bhutanobserver.bt/adb-grants-21-6-m-for-rural-electrification/ ADB Grants $21.6 M for Rural Electrification]. Bhutan Observer online. 2010-11-10.</ref> Sebagian besar rumah tangga di pedesaan memasak dengan kayu bakar, termasuk rumah tangga yang sudah dialiri listrik. Rumah di desa sering dipanaskan dengan [[kayu bakar]], [[minyak tanah]], atau [[elpiji]].<ref>Sonam Pelden. [http://www.bhutanobserver.bt/from-dung-to-clean-energy/ From Dung to Clean Energy]. Bhutan Observer online. 2010-08-31.</ref>


Bhutan tidak memiliki cadangan [[minyak bumi]] atau [[Gas alam|gas]] alam. Kerajaan ini memiliki sekitar 1,3 juta ton cadangan [[Batu bara|batubara]], tetapi hanya menggali sekitar 1.000 ton batubara setiap tahunnya dan semuanya untuk konsumsi dalam negeri. Bhutan juga mengimpor sekitar 1.000 barel minyak per hari. Sebagian besar minyak yang diimpor dipakai untuk kendaraan bermotor.
Bhutan tidak memiliki cadangan [[minyak bumi]] atau [[Gas alam|gas]] alam. Kerajaan ini memiliki sekitar 1,3 juta ton cadangan [[Batu bara|batubara]], tetapi hanya menggali sekitar 1.000 ton batubara setiap tahunnya dan semuanya untuk konsumsi dalam negeri. Bhutan juga mengimpor sekitar 1.000 barel minyak per hari.<ref>Kogan Page. [https://books.google.com/books?id=z1cpiEJMAi8C Asia & Pacific Review 2003/04: The Economic and Business Report]. ''Asia and Pacific Review''. Kogan Page Publishers. 2003. hlm. 31. ISBN 0-7494-4063-5.</ref> Sebagian besar minyak yang diimpor dipakai untuk kendaraan bermotor.<ref>P. R Shukla. [https://books.google.com/books?id=AyF_KkVjQsYC Climate Policy Assessment for India: Applications of Asia-Pacific Integrated Model (AIM)]. Universities Press. 2004. hlm. 146. ISBN 81-7371-484-3.</ref>


Bhutan secara keseluruhan tetap menjadi negara yang netral karbon dan secara neto merupakan penyerap [[gas rumah kaca]]. Namun, seiring dengan kemajuan ekonomi Bhutan, permintaan energi dari dalam negeri juga melonjak.
Bhutan secara keseluruhan tetap menjadi negara yang netral karbon dan secara neto merupakan penyerap [[gas rumah kaca]].<ref>[http://climateactiontracker.org/countries/bhutan.html Bhutan- Climate Action Tracker]. ''Climate Action Tracker''.</ref><ref>Sonam Pelden. [http://www.bhutanobserver.bt/report-underlines-climate-threats/ Report Underlines Climate Threats]. Bhutan Observer online. 2011-09-05.</ref><ref>Sonam Pelden. [http://www.bhutanobserver.bt/bhutan-submit-climate-issues-unfccc-durban/ Bhutan to Submit its Climate Issues to UNFCCC in Durban]. Bhutan Observer online. 2011-10-11.</ref> Namun, seiring dengan kemajuan ekonomi Bhutan, permintaan energi dari dalam negeri juga melonjak.<ref>Sonam Pelden. [http://bhutanobserver.bt/3291-bo-news-about-challenge_of_powering_growth.aspx Challenge of Powering Growth]. Bhutan Observer online. 2010-10-03.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Energi+di+Bhutan&oldid=18165638 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18165638 (2021-03-22T17:37:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Energi+di+Bhutan&oldid=18165638 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18165638 (2021-03-22T17:37:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.02

Energi di Bhutan telah menjadi fokus utama pembangunan di kerajaan tersebut sesuai dengan Rencana Lima Tahun. Bhutan telah bekerja sama dengan India dalam melaksanakan proyek pembangkit listrik tenaga air, dan listrik yang dihasilkan diperdagangkan antara kedua negara. Meskipun pembangkit listrik tenaga air Bhutan menghasilkan energi yang jauh melebihi kebutuhannya pada musim panas, pada musim dingin, permintaan energi melonjak dan pada musim tersebut negeri ini harus mengimpor energi dari India.[1][2]

Pada tahun 2011, pemerintah Bhutan memasok listrik ke 60 persen rumah tangga di pedesaan,[3] yang meningkat pesat dari sekitar 20 persen pada 2003.[4][5] Sekitar 2.500 orang menggunakan tenaga surya di Bhutan.[6] Sebagian besar rumah tangga di pedesaan memasak dengan kayu bakar, termasuk rumah tangga yang sudah dialiri listrik. Rumah di desa sering dipanaskan dengan kayu bakar, minyak tanah, atau elpiji.[7]

Bhutan tidak memiliki cadangan minyak bumi atau gas alam. Kerajaan ini memiliki sekitar 1,3 juta ton cadangan batubara, tetapi hanya menggali sekitar 1.000 ton batubara setiap tahunnya dan semuanya untuk konsumsi dalam negeri. Bhutan juga mengimpor sekitar 1.000 barel minyak per hari.[8] Sebagian besar minyak yang diimpor dipakai untuk kendaraan bermotor.[9]

Bhutan secara keseluruhan tetap menjadi negara yang netral karbon dan secara neto merupakan penyerap gas rumah kaca.[10][11][12] Namun, seiring dengan kemajuan ekonomi Bhutan, permintaan energi dari dalam negeri juga melonjak.[13]

Referensi

  1. Pushkar Chhetri. ADB Grants $21.6 M for Rural Electrification. Bhutan Observer online. 2010-11-10.
  2. Bhutan: Green Power Development Project. Asian Development Bank. October 2008.
  3. Pushkar Chhetri. ADB Grants $21.6 M for Rural Electrification. Bhutan Observer online. 2010-11-10.
  4. Kogan Page. Asia & Pacific Review 2003/04: The Economic and Business Report. Asia and Pacific Review. Kogan Page Publishers. 2003. hlm. 31. ISBN 0-7494-4063-5.
  5. Lindsay Brown. Bhutan. Lonely Planet. 2007. hlm. 24, 151, 167, 198. ISBN 1-74059-529-7.
  6. Pushkar Chhetri. ADB Grants $21.6 M for Rural Electrification. Bhutan Observer online. 2010-11-10.
  7. Sonam Pelden. From Dung to Clean Energy. Bhutan Observer online. 2010-08-31.
  8. Kogan Page. Asia & Pacific Review 2003/04: The Economic and Business Report. Asia and Pacific Review. Kogan Page Publishers. 2003. hlm. 31. ISBN 0-7494-4063-5.
  9. P. R Shukla. Climate Policy Assessment for India: Applications of Asia-Pacific Integrated Model (AIM). Universities Press. 2004. hlm. 146. ISBN 81-7371-484-3.
  10. Bhutan- Climate Action Tracker. Climate Action Tracker.
  11. Sonam Pelden. Report Underlines Climate Threats. Bhutan Observer online. 2011-09-05.
  12. Sonam Pelden. Bhutan to Submit its Climate Issues to UNFCCC in Durban. Bhutan Observer online. 2011-10-11.
  13. Sonam Pelden. Challenge of Powering Growth. Bhutan Observer online. 2010-10-03.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 18165638 (2021-03-22T17:37:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.