Lompat ke isi

Artileri nuklir: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28439582; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Nuclear_artillery_test_Grable_Event_-_Part_of_Operation_Upshot-Knothole.jpg|thumb|right|280px|Nuclear artillery test Grable Event - Part of Operation Upshot-Knothole]]
'''Artileri nuklir''' adalah bagian dari [[senjata nuklir]] taktis dengan hasil terbatas, khususnya [[senjata]] yang diluncurkan dari darat pada [[Target tembak|sasaran]] di medan perang. Artileri nuklir umumnya diasosiasikan dengan peluru yang dikirimkan dengan [[meriam]], tetapi dalam pengertian teknis, [[roket artileri]] jarak pendek, [[artileri laut]] atau [[rudal balistik]] taktis juga disertakan.
'''Artileri nuklir''' adalah bagian dari [[senjata nuklir]] taktis dengan hasil terbatas, khususnya [[senjata]] yang diluncurkan dari darat pada [[Target tembak|sasaran]] di medan perang. Artileri nuklir umumnya diasosiasikan dengan peluru yang dikirimkan dengan [[meriam]], tetapi dalam pengertian teknis, [[roket artileri]] jarak pendek, [[artileri laut]] atau [[rudal balistik]] taktis juga disertakan.


Pengembangan artileri nuklir adalah bagian dari dorongan luas negara-negara pemilik senjata nuklir untuk mengembangkan senjata nuklir yang dapat digunakan secara taktis melawan tentara musuh di lapangan (sebagai lawan dari penggunaan strategis terhadap kota, pangkalan militer, dan industri berat). Artileri nuklir dikembangkan dan dikerahkan oleh sekelompok kecil negara, termasuk [[Amerika Serikat]], [[Uni Soviet]], dan [[Prancis]]. [[Britania Raya]] merencanakan dan mengembangkan sebagian sistem senjata tersebut (rudal Blue Water dan peluru artileri Yellow Anvil) tetapi tidak memproduksinya.
Pengembangan artileri nuklir adalah bagian dari dorongan luas negara-negara pemilik senjata nuklir untuk mengembangkan senjata nuklir yang dapat digunakan secara taktis melawan tentara musuh di lapangan (sebagai lawan dari penggunaan strategis terhadap kota, pangkalan militer, dan industri berat). Artileri nuklir dikembangkan dan dikerahkan oleh sekelompok kecil negara, termasuk [[Amerika Serikat]], [[Uni Soviet]], dan [[Prancis]]. [[Britania Raya]] merencanakan dan mengembangkan sebagian sistem senjata tersebut (rudal Blue Water dan peluru artileri Yellow Anvil) tetapi tidak memproduksinya.<ref>William ‘Bill’ Yenne. [https://books.google.com/books?id=TbByQl2h0LcC&q=grable+test&pg=PA44 Secret Gadgets and Strange Gizmos: High-Tech (and Low-Tech) Innovations of the U.S. Military]. MBI. 2006. hlm. 44. ISBN 9781610607445..</ref><ref>[https://books.google.com/books?id=CQYAAAAAMBAJ&q=w48+warhead&pg=PA39 Bulletin of the Atomic Scientists]. Aug 1984. hlm. 6S..</ref>


Kelompok negara kedua memiliki hubungan turunan dengan artileri nuklir. Negara-negara ini menerjunkan unit artileri yang dilatih dan diperlengkapi untuk menggunakan senjata nuklir, tetapi tidak mengendalikan perangkat tersebut sendiri. Sebaliknya, perangkat tersebut dipegang oleh unit kustodian di negara-negara berkembang. Unit-unit kustodian ini tetap memegang kendali atas senjata nuklir sampai senjata tersebut dilepaskan untuk digunakan dalam krisis. Kelompok kedua ini mencakup negara-negara Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) seperti Belgia, Kanada, Jerman Barat, Yunani, Italia, Belanda, Turki, dan Inggris.
Kelompok negara kedua memiliki hubungan turunan dengan artileri nuklir. Negara-negara ini menerjunkan unit artileri yang dilatih dan diperlengkapi untuk menggunakan senjata nuklir, tetapi tidak mengendalikan perangkat tersebut sendiri. Sebaliknya, perangkat tersebut dipegang oleh unit kustodian di negara-negara berkembang. Unit-unit kustodian ini tetap memegang kendali atas senjata nuklir sampai senjata tersebut dilepaskan untuk digunakan dalam krisis. Kelompok kedua ini mencakup negara-negara Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) seperti Belgia, Kanada, Jerman Barat, Yunani, Italia, Belanda, Turki, dan Inggris.
Baris 31: Baris 33:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Artileri+nuklir&oldid=28439582 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28439582 (2025-11-13T03:23:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Artileri+nuklir&oldid=28439582 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28439582 (2025-11-13T03:23:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.12

Nuclear artillery test Grable Event - Part of Operation Upshot-Knothole

Artileri nuklir adalah bagian dari senjata nuklir taktis dengan hasil terbatas, khususnya senjata yang diluncurkan dari darat pada sasaran di medan perang. Artileri nuklir umumnya diasosiasikan dengan peluru yang dikirimkan dengan meriam, tetapi dalam pengertian teknis, roket artileri jarak pendek, artileri laut atau rudal balistik taktis juga disertakan.

Pengembangan artileri nuklir adalah bagian dari dorongan luas negara-negara pemilik senjata nuklir untuk mengembangkan senjata nuklir yang dapat digunakan secara taktis melawan tentara musuh di lapangan (sebagai lawan dari penggunaan strategis terhadap kota, pangkalan militer, dan industri berat). Artileri nuklir dikembangkan dan dikerahkan oleh sekelompok kecil negara, termasuk Amerika Serikat, Uni Soviet, dan Prancis. Britania Raya merencanakan dan mengembangkan sebagian sistem senjata tersebut (rudal Blue Water dan peluru artileri Yellow Anvil) tetapi tidak memproduksinya.[1][2]

Kelompok negara kedua memiliki hubungan turunan dengan artileri nuklir. Negara-negara ini menerjunkan unit artileri yang dilatih dan diperlengkapi untuk menggunakan senjata nuklir, tetapi tidak mengendalikan perangkat tersebut sendiri. Sebaliknya, perangkat tersebut dipegang oleh unit kustodian di negara-negara berkembang. Unit-unit kustodian ini tetap memegang kendali atas senjata nuklir sampai senjata tersebut dilepaskan untuk digunakan dalam krisis. Kelompok kedua ini mencakup negara-negara Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) seperti Belgia, Kanada, Jerman Barat, Yunani, Italia, Belanda, Turki, dan Inggris.

Saat ini, artileri nuklir hampir seluruhnya digantikan dengan peluncur rudal balistik taktis bergerak yang membawa rudal dengan hulu ledak nuklir.

Lihat pula

Referensi

  1. William ‘Bill’ Yenne. Secret Gadgets and Strange Gizmos: High-Tech (and Low-Tech) Innovations of the U.S. Military. MBI. 2006. hlm. 44. ISBN 9781610607445..
  2. Bulletin of the Atomic Scientists. Aug 1984. hlm. 6S..

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28439582 (2025-11-13T03:23:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.