Kurva Wells: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27814024; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:The_Wells_falling_and_evaporation_curve_of_droplets_(The_Wells_Curve).png|thumb|right|280px|Kurva Wells menggambarkan percikan pernapasan secara cepat mengering atau jatuh menuju tanah setelah dikeluarkan]] | |||
Wells berpendapat bahwa nasib percikan pernapasan dipengaruhi oleh ukurannya. percikan pernapasan dengan ukuran lebih besar dibandingkan ambang batas ukuran (berdasarkan kelembapan) akan lebih mudah jatuh ke tanah oleh [[gaya gravitasi]], sedangkan percikan berukuran kecil akan [[Evaporasi|menguap]] secara cepat dan meninggalkan residu kering yang melayang di udara. Kedua nasib percikan pernapasan ini memengaruhi proses [[Penularan penyakit|transmisi penyakit]] akibat infeksi bakteri atau virus. | '''Kurva Wells''' adalah diagram yang menggambarkan nasib [[percikan pernapasan]] setelah dikeluarkan menuju udara. Diagram ini dikembangkan oleh [[W.F. Wells]] pada tahun 1934.<ref>W. F. Wells. [https://academic.oup.com/aje/article/20/3/611/280025 ON AIR-BORNE INFECTIONSTUDY II. DROPLETS AND DROPLET NUCLEI]. ''American Journal of Epidemiology''. 1934-11-01. Vol. 20 (3). hlm. 611–618. doi:10.1093/oxfordjournals.aje.a118097.</ref> Peristiwa seperti batuk, bersin, maupun ekshalasi keras lainnya menghasilkan percikan atau tetesan pernapasan dari [[saliva]] maupun mukosa pernapasan dengan rentang ukuran 1 µm hingga 2 mm.<ref>J. P. Duguid. [https://www.cambridge.org/core/journals/epidemiology-and-infection/article/size-and-the-duration-of-aircarriage-of-respiratory-droplets-and-dropletnuclei/219325B967EEBDB76464532AB3357F6C The size and the duration of air-carriage of respiratory droplets and droplet-nuclei]. ''Epidemiology & Infection''. 1946/09. Vol. 44 (6). hlm. 471–479. doi:10.1017/S0022172400019288.</ref><ref>Jan Gralton. [https://doi.org/10.1016/j.jinf.2010.11.010 The role of particle size in aerosolised pathogen transmission: A review]. ''Journal of Infection''. 2011-01. Vol. 62 (1). hlm. 1–13. doi:10.1016/j.jinf.2010.11.010.</ref> | ||
Wells berpendapat bahwa nasib percikan pernapasan dipengaruhi oleh ukurannya. percikan pernapasan dengan ukuran lebih besar dibandingkan ambang batas ukuran (berdasarkan kelembapan) akan lebih mudah jatuh ke tanah oleh [[gaya gravitasi]], sedangkan percikan berukuran kecil akan [[Evaporasi|menguap]] secara cepat dan meninggalkan residu kering yang melayang di udara. Kedua nasib percikan pernapasan ini memengaruhi proses [[Penularan penyakit|transmisi penyakit]] akibat infeksi bakteri atau virus.<ref>Jasmin S Kutter. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1879625717301773 Transmission routes of respiratory viruses among humans]. ''Current Opinion in Virology''. 2018-02-01. Vol. 28. hlm. 142–151. doi:10.1016/j.coviro.2018.01.001.</ref><ref>[https://www.worldcat.org/oclc/568015552 Natural ventilation for infection control in health-care settings]. World Health Organization. 2009. ISBN 92-4-154785-5.</ref> | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kurva+Wells&oldid=27814024 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27814024 (2025-09-12T08:48:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.05
Kurva Wells adalah diagram yang menggambarkan nasib percikan pernapasan setelah dikeluarkan menuju udara. Diagram ini dikembangkan oleh W.F. Wells pada tahun 1934.[1] Peristiwa seperti batuk, bersin, maupun ekshalasi keras lainnya menghasilkan percikan atau tetesan pernapasan dari saliva maupun mukosa pernapasan dengan rentang ukuran 1 µm hingga 2 mm.[2][3]
Wells berpendapat bahwa nasib percikan pernapasan dipengaruhi oleh ukurannya. percikan pernapasan dengan ukuran lebih besar dibandingkan ambang batas ukuran (berdasarkan kelembapan) akan lebih mudah jatuh ke tanah oleh gaya gravitasi, sedangkan percikan berukuran kecil akan menguap secara cepat dan meninggalkan residu kering yang melayang di udara. Kedua nasib percikan pernapasan ini memengaruhi proses transmisi penyakit akibat infeksi bakteri atau virus.[4][5]
Referensi
- ↑ W. F. Wells. ON AIR-BORNE INFECTIONSTUDY II. DROPLETS AND DROPLET NUCLEI. American Journal of Epidemiology. 1934-11-01. Vol. 20 (3). hlm. 611–618. doi:10.1093/oxfordjournals.aje.a118097.
- ↑ J. P. Duguid. The size and the duration of air-carriage of respiratory droplets and droplet-nuclei. Epidemiology & Infection. 1946/09. Vol. 44 (6). hlm. 471–479. doi:10.1017/S0022172400019288.
- ↑ Jan Gralton. The role of particle size in aerosolised pathogen transmission: A review. Journal of Infection. 2011-01. Vol. 62 (1). hlm. 1–13. doi:10.1016/j.jinf.2010.11.010.
- ↑ Jasmin S Kutter. Transmission routes of respiratory viruses among humans. Current Opinion in Virology. 2018-02-01. Vol. 28. hlm. 142–151. doi:10.1016/j.coviro.2018.01.001.
- ↑ Natural ventilation for infection control in health-care settings. World Health Organization. 2009. ISBN 92-4-154785-5.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27814024 (2025-09-12T08:48:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.