Reaksi elementer: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28484476; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Reaksi elementer''' (terkadang disebut pula '''reaksi dasar''') adalah suatu [[reaksi kimia]] di mana satu atau lebih [[reaktan|spesi kimia]] bereaksi langsung untuk membentuk [[produk (kimia)|produk]] dalam satu tahap reaksi tunggal dan dengan satu [[keadaan transisi]]. Dalam praktiknya, reaksi diasumsikan elementer jika tidak ada zat antara reaksi yang telah terdeteksi atau perlu didalilkan untuk menggambarkan reaksi pada skala [[molekul]]er. Reaksi yang tampaknya elementer sebenarnya adalah sebuah [[reaksi bertahap]], yaitu melalui tahapan reaksi kimia yang rumit, dengan [[Zat antara|intermediet reaksi]] pada variabel masa hidup. | '''Reaksi elementer''' (terkadang disebut pula '''reaksi dasar''') adalah suatu [[reaksi kimia]] di mana satu atau lebih [[reaktan|spesi kimia]] bereaksi langsung untuk membentuk [[produk (kimia)|produk]] dalam satu tahap reaksi tunggal dan dengan satu [[keadaan transisi]]. Dalam praktiknya, reaksi diasumsikan elementer jika tidak ada zat antara reaksi yang telah terdeteksi atau perlu didalilkan untuk menggambarkan reaksi pada skala [[molekul]]er.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+elementer&oldid=28484476 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Reaksi yang tampaknya elementer sebenarnya adalah sebuah [[reaksi bertahap]], yaitu melalui tahapan reaksi kimia yang rumit, dengan [[Zat antara|intermediet reaksi]] pada variabel masa hidup. | ||
Dalam suatu reaksi elementer [[unimolekuler]], suatu [[molekul]] A [[Disosiasi (kimia)|terdisosiasi]] atau mengalami [[isomer]]isasi untuk menghasilkan produk | Dalam suatu reaksi elementer [[unimolekuler]], suatu [[molekul]] A [[Disosiasi (kimia)|terdisosiasi]] atau mengalami [[isomer]]isasi untuk menghasilkan produk | ||
| Baris 10: | Baris 10: | ||
:<math>\frac{d[\mbox{A}]}{dt}=\frac{d[\mbox{B}]}{dt}=-k[\mbox{A}][\mbox{B}].</math> | :<math>\frac{d[\mbox{A}]}{dt}=\frac{d[\mbox{B}]}{dt}=-k[\mbox{A}][\mbox{B}].</math> | ||
Ekspresi laju bagi reaksi elementer bimolekuler terkadang dirujuk sebagai [[hukum aksi massa]] sebagaimana yang diusulkan oleh Guldberg dan Waage pada tahun 1864. Contoh dari reaksi jenis ini adalah reaksi [[sikloadisi]]. | Ekspresi laju bagi reaksi elementer bimolekuler terkadang dirujuk sebagai [[hukum aksi massa]] sebagaimana yang diusulkan oleh Guldberg dan Waage pada tahun 1864. Contoh dari reaksi jenis ini adalah reaksi [[sikloadisi]]. | ||
Ekspresi laju ini dapat diturunkan dari prinsip pertama dengan menggunakan [[teori tumbukan]] untuk [[gas ideal]]. Untuk kasus [[fluida]] encer hasil yang setara telah diperoleh dari argumen probabilistik sederhana. | Ekspresi laju ini dapat diturunkan dari prinsip pertama dengan menggunakan [[teori tumbukan]] untuk [[gas ideal]]. Untuk kasus [[fluida]] encer hasil yang setara telah diperoleh dari argumen probabilistik sederhana.<ref>Gillespie, D.T., A diffusional bimolecular propensity function, The Journal of Chemical Physics '''131''', 164109 (2009)</ref> | ||
Menurut teori tumbukan, probabilitas tiga spesi kimia bereaksi bersamaan satu sama lain dalam suatu reaksi elementer [[Molekularitas#Reaksi termolekuler|termolekuler]] dapat diabaikan. Oleh karena itu, reaksi termolekuler semacam itu biasa disebut reaksi non-elementer dan dapat dipecah menjadi seperangkat reaksi bimolekuler yang lebih mendasar, sesuai dengan hukum aksi massa. Namun, tidak selalu dimungkinkan untuk mendapatkan skema reaksi secara keseluruhan tetapi solusi berdasarkan [[persamaan laju]] dimungkinkan dalam hal [[keadaan tunak]] atau pendekatan [[Kinetika Michaelis-Menten|Michaelis-Menten]]. | Menurut teori tumbukan, probabilitas tiga spesi kimia bereaksi bersamaan satu sama lain dalam suatu reaksi elementer [[Molekularitas#Reaksi termolekuler|termolekuler]] dapat diabaikan. Oleh karena itu, reaksi termolekuler semacam itu biasa disebut reaksi non-elementer dan dapat dipecah menjadi seperangkat reaksi bimolekuler yang lebih mendasar,<ref>Cook, GB and Gray, P. and Knapp, DG and Scott, SK, Bimolecular routes to cubic autocatalysis, The Journal of Physical Chemistry '''93''', 2749--2755 (1989)</ref><ref>Aris, R. and Gray, P. and Scott, SK, Modelling cubic autocatalysis by successive bimolecular steps, Chemical Engineering Science '''43'''', 207--211 (1988)</ref> sesuai dengan hukum aksi massa. Namun, tidak selalu dimungkinkan untuk mendapatkan skema reaksi secara keseluruhan tetapi solusi berdasarkan [[persamaan laju]] dimungkinkan dalam hal [[keadaan tunak]] atau pendekatan [[Kinetika Michaelis-Menten|Michaelis-Menten]]. | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Orde reaksi]] | * [[Orde reaksi]] | ||
* [[Persamaan laju]] | * [[Persamaan laju]] | ||
| Baris 21: | Baris 20: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+elementer&oldid=28484476 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28484476 (2025-11-14T08:50:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+elementer&oldid=28484476 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28484476 (2025-11-14T08:50:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.05
Reaksi elementer (terkadang disebut pula reaksi dasar) adalah suatu reaksi kimia di mana satu atau lebih spesi kimia bereaksi langsung untuk membentuk produk dalam satu tahap reaksi tunggal dan dengan satu keadaan transisi. Dalam praktiknya, reaksi diasumsikan elementer jika tidak ada zat antara reaksi yang telah terdeteksi atau perlu didalilkan untuk menggambarkan reaksi pada skala molekuler.[1] Reaksi yang tampaknya elementer sebenarnya adalah sebuah reaksi bertahap, yaitu melalui tahapan reaksi kimia yang rumit, dengan intermediet reaksi pada variabel masa hidup.
Dalam suatu reaksi elementer unimolekuler, suatu molekul A terdisosiasi atau mengalami isomerisasi untuk menghasilkan produk
Pada suhu konstan, laju dari reaksi tersebut sebanding dengan konsentrasi spesi A
Dalam suatu reaksi elementer bimolekuler, dua atom, molekul, ion atau radikal, A dan B, bereaksi bersama untuk menghasilkan produk
Laju reaksi tersebut, pada suhu konstan, sebanding dengan perkalian konsentrasi spesi A dan B
Ekspresi laju bagi reaksi elementer bimolekuler terkadang dirujuk sebagai hukum aksi massa sebagaimana yang diusulkan oleh Guldberg dan Waage pada tahun 1864. Contoh dari reaksi jenis ini adalah reaksi sikloadisi. Ekspresi laju ini dapat diturunkan dari prinsip pertama dengan menggunakan teori tumbukan untuk gas ideal. Untuk kasus fluida encer hasil yang setara telah diperoleh dari argumen probabilistik sederhana.[2]
Menurut teori tumbukan, probabilitas tiga spesi kimia bereaksi bersamaan satu sama lain dalam suatu reaksi elementer termolekuler dapat diabaikan. Oleh karena itu, reaksi termolekuler semacam itu biasa disebut reaksi non-elementer dan dapat dipecah menjadi seperangkat reaksi bimolekuler yang lebih mendasar,[3][4] sesuai dengan hukum aksi massa. Namun, tidak selalu dimungkinkan untuk mendapatkan skema reaksi secara keseluruhan tetapi solusi berdasarkan persamaan laju dimungkinkan dalam hal keadaan tunak atau pendekatan Michaelis-Menten.
Lihat pula
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Gillespie, D.T., A diffusional bimolecular propensity function, The Journal of Chemical Physics 131, 164109 (2009)
- ↑ Cook, GB and Gray, P. and Knapp, DG and Scott, SK, Bimolecular routes to cubic autocatalysis, The Journal of Physical Chemistry 93, 2749--2755 (1989)
- ↑ Aris, R. and Gray, P. and Scott, SK, Modelling cubic autocatalysis by successive bimolecular steps, Chemical Engineering Science 43', 207--211 (1988)
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28484476 (2025-11-14T08:50:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.