Bioaerosol: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28441138; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Bioaerosol''' atau [[mikroorganisme]] udara merupakan materi partikular [[bakteri]] yang berasal dari hewan atau tanaman, baik yang bersifat patogenik maupun non patogenik. Bioaerosol dapat memiliki ukuran 10 partikel virus nanometer hingga 100 mikrometer serbuk sari. Komponen penyusun berupa bakteri, air, polen, debu, [[senyawa organik]] maupun [[senyawa anorganik]]. Bakteri jamur, mikro alga, dalam bentuk vegetatif atau generatif merupakan mikroorganisme yang paling banyam memenuhi komponen udara bebas. Komponen-komponen penyusun bioaerosol meliputi jamur, virus, dan bakteri. Udara tidak memilik flora alami, mikroorganisme tersebut hanya tinggal sementara mengapung di udara dan terbawa oleh debu. | '''Bioaerosol''' atau [[mikroorganisme]] udara merupakan materi partikular [[bakteri]] yang berasal dari hewan atau tanaman, baik yang bersifat patogenik maupun non patogenik. Bioaerosol dapat memiliki ukuran 10 partikel virus nanometer hingga 100 mikrometer serbuk sari. Komponen penyusun berupa bakteri, air, polen, debu, [[senyawa organik]] maupun [[senyawa anorganik]]. Bakteri jamur, mikro alga, dalam bentuk vegetatif atau generatif merupakan mikroorganisme yang paling banyam memenuhi komponen udara bebas. Komponen-komponen penyusun bioaerosol meliputi jamur, virus, dan bakteri. Udara tidak memilik flora alami, mikroorganisme tersebut hanya tinggal sementara mengapung di udara dan terbawa oleh debu.<ref>Imelda Margaretha Aritonang. [http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/59199/Chapter%20II.pdf;jsessionid=A631BC2F4CDA1FED2086CED7658B95A2?sequence=4 Potensi Bakteri Filosfer Tanaman Ornamental untuk Menghambat Pertumbuhan Mikroorganisme Bioaerosol Berpotensi Patogen dari Lingkungan Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan].</ref><ref>[https://oshwiki.eu/wiki/Bioaerosols_and_OSH Bioaerosols and OSH: OSHwiki]. ''oshwiki.eu''.</ref> | ||
== Dampak == | == Dampak == | ||
Bioaerosol dapat menyebabkan pengaruh kesehatan, yaitu [[infeksi]], [[alergi]], dan iritasi. Kontaminasi bioaerosol bersumber dari sistem ventilasi udara yang terdistribusi keseluruh ruangan, sehingga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti gejala demam, pilek sesak nafas, dan nyeri pada otot dan tulang. | Bioaerosol dapat menyebabkan pengaruh kesehatan, yaitu [[infeksi]], [[alergi]], dan iritasi. Kontaminasi bioaerosol bersumber dari sistem ventilasi udara yang terdistribusi keseluruh ruangan, sehingga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti gejala demam, pilek sesak nafas, dan nyeri pada otot dan tulang.<ref>[https://www.lennox.com/buyers-guide/guide-to-hvac/glossary/bioaerosols BIOAEROSOLS]. ''www.lennox.com''.</ref> | ||
Hampir semua mikrob [[patogen]] dapat memicu timbulnya penyakit pada manusia, seperti penyakit paru, penyakit kulit dan lain-lain, yang mana perantaranya dapat berupa udara. Sebenarnya seluruh jenis mikrob yang ada dapat tersuspensi di dalam udara, tetapi perbedaan waktu membuat mikrob dapat hidup lama atau tidak dalam suspensi gas. Biasanya spora akan hidup lebih lama dibandingkan dengan masa hidup bakteri. | Hampir semua mikrob [[patogen]] dapat memicu timbulnya penyakit pada manusia, seperti penyakit paru, penyakit kulit dan lain-lain, yang mana perantaranya dapat berupa udara. Sebenarnya seluruh jenis mikrob yang ada dapat tersuspensi di dalam udara, tetapi perbedaan waktu membuat mikrob dapat hidup lama atau tidak dalam suspensi gas. Biasanya spora akan hidup lebih lama dibandingkan dengan masa hidup bakteri.<ref>[https://oshwiki.eu/wiki/Bioaerosols_and_OSH Bioaerosols and OSH: OSHwiki]. ''oshwiki.eu''.</ref><ref>[https://www.lennox.com/buyers-guide/guide-to-hvac/glossary/bioaerosols BIOAEROSOLS]. ''www.lennox.com''.</ref> | ||
== Daftar Pustaka == | == Daftar Pustaka == | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bioaerosol&oldid=28441138 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28441138 (2025-11-13T03:54:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bioaerosol&oldid=28441138 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28441138 (2025-11-13T03:54:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.10
Bioaerosol atau mikroorganisme udara merupakan materi partikular bakteri yang berasal dari hewan atau tanaman, baik yang bersifat patogenik maupun non patogenik. Bioaerosol dapat memiliki ukuran 10 partikel virus nanometer hingga 100 mikrometer serbuk sari. Komponen penyusun berupa bakteri, air, polen, debu, senyawa organik maupun senyawa anorganik. Bakteri jamur, mikro alga, dalam bentuk vegetatif atau generatif merupakan mikroorganisme yang paling banyam memenuhi komponen udara bebas. Komponen-komponen penyusun bioaerosol meliputi jamur, virus, dan bakteri. Udara tidak memilik flora alami, mikroorganisme tersebut hanya tinggal sementara mengapung di udara dan terbawa oleh debu.[1][2]
Dampak
Bioaerosol dapat menyebabkan pengaruh kesehatan, yaitu infeksi, alergi, dan iritasi. Kontaminasi bioaerosol bersumber dari sistem ventilasi udara yang terdistribusi keseluruh ruangan, sehingga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti gejala demam, pilek sesak nafas, dan nyeri pada otot dan tulang.[3]
Hampir semua mikrob patogen dapat memicu timbulnya penyakit pada manusia, seperti penyakit paru, penyakit kulit dan lain-lain, yang mana perantaranya dapat berupa udara. Sebenarnya seluruh jenis mikrob yang ada dapat tersuspensi di dalam udara, tetapi perbedaan waktu membuat mikrob dapat hidup lama atau tidak dalam suspensi gas. Biasanya spora akan hidup lebih lama dibandingkan dengan masa hidup bakteri.[4][5]
Daftar Pustaka
Referensi
- ↑ Imelda Margaretha Aritonang. Potensi Bakteri Filosfer Tanaman Ornamental untuk Menghambat Pertumbuhan Mikroorganisme Bioaerosol Berpotensi Patogen dari Lingkungan Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan.
- ↑ Bioaerosols and OSH: OSHwiki. oshwiki.eu.
- ↑ BIOAEROSOLS. www.lennox.com.
- ↑ Bioaerosols and OSH: OSHwiki. oshwiki.eu.
- ↑ BIOAEROSOLS. www.lennox.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28441138 (2025-11-13T03:54:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.