Sensitivitas (bahan peledak): Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28126298; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[rekayasa bahan peledak|teknik bahan peledak]], '''sensitivitas''' mengacu pada sejauh mana suatu [[bahan peledak]] dapat dipicu oleh benturan, [[panas]], atau [[gesekan]]. Metode standar penentuan sensitivitas mekanis (benturan dan gesekan) yang saat ini digunakan berbeda berdasarkan persiapan sampel (biasanya digunakan massa atau volume konstan; tumpukan atau pelet yang ditekan), susunan sampel (sampel terkurung/tidak terkekang, dll), jenis instrumen, kriteria boleh/tidak berangkat, dan analisis statistik hasil. | Dalam [[rekayasa bahan peledak|teknik bahan peledak]], '''sensitivitas''' mengacu pada sejauh mana suatu [[bahan peledak]] dapat dipicu oleh benturan, [[panas]], atau [[gesekan]]. Metode standar penentuan sensitivitas mekanis (benturan dan gesekan) yang saat ini digunakan berbeda berdasarkan persiapan sampel (biasanya digunakan massa atau volume konstan; tumpukan atau pelet yang ditekan), susunan sampel (sampel terkurung/tidak terkekang, dll), jenis instrumen, kriteria boleh/tidak berangkat, dan analisis statistik hasil.<ref>''NAVSEA OP 5, Volume 1''. U.S. Navy.</ref><ref>Nikita V. Muravyev. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S1385894721013899 Sensitivity of energetic materials: Evidence of thermodynamic factor on a large array of CHNOFCl compounds]. ''Chemical Engineering Journal''. October 2021. Vol. 421. hlm. 129804. doi:10.1016/j.cej.2021.129804.</ref> | ||
Sensitivitas, stabilitas dan [[brisance]] adalah tiga sifat bahan peledak yang paling signifikan yang memengaruhi penggunaan dan penerapannya. Semua [[Senyawa kimia|senyawa]] yang mudah meledak mempunyai sejumlah [[energi]] yang diperlukan untuk memulai, serupa dengan energi penyalaan minimum campuran bahan bakar-udara. Jika bahan peledak terlalu sensitif, bahan peledak tersebut dapat meledak secara tidak sengaja. Bahan peledak yang lebih aman kurang sensitif dan tidak akan meledak jika terjatuh atau salah penanganan secara tidak sengaja. Namun, bahan peledak seperti itu lebih sulit untuk dilakukan dengan sengaja. | Sensitivitas, stabilitas dan [[brisance]] adalah tiga sifat bahan peledak yang paling signifikan yang memengaruhi penggunaan dan penerapannya. Semua [[Senyawa kimia|senyawa]] yang mudah meledak mempunyai sejumlah [[energi]] yang diperlukan untuk memulai, serupa dengan energi penyalaan minimum campuran bahan bakar-udara. Jika bahan peledak terlalu sensitif, bahan peledak tersebut dapat meledak secara tidak sengaja. Bahan peledak yang lebih aman kurang sensitif dan tidak akan meledak jika terjatuh atau salah penanganan secara tidak sengaja. Namun, bahan peledak seperti itu lebih sulit untuk dilakukan dengan sengaja. | ||
| Baris 33: | Baris 33: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sensitivitas+%28bahan+peledak%29&oldid=28126298 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28126298 (2025-10-22T01:10:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sensitivitas+%28bahan+peledak%29&oldid=28126298 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28126298 (2025-10-22T01:10:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.10
Dalam teknik bahan peledak, sensitivitas mengacu pada sejauh mana suatu bahan peledak dapat dipicu oleh benturan, panas, atau gesekan. Metode standar penentuan sensitivitas mekanis (benturan dan gesekan) yang saat ini digunakan berbeda berdasarkan persiapan sampel (biasanya digunakan massa atau volume konstan; tumpukan atau pelet yang ditekan), susunan sampel (sampel terkurung/tidak terkekang, dll), jenis instrumen, kriteria boleh/tidak berangkat, dan analisis statistik hasil.[1][2]
Sensitivitas, stabilitas dan brisance adalah tiga sifat bahan peledak yang paling signifikan yang memengaruhi penggunaan dan penerapannya. Semua senyawa yang mudah meledak mempunyai sejumlah energi yang diperlukan untuk memulai, serupa dengan energi penyalaan minimum campuran bahan bakar-udara. Jika bahan peledak terlalu sensitif, bahan peledak tersebut dapat meledak secara tidak sengaja. Bahan peledak yang lebih aman kurang sensitif dan tidak akan meledak jika terjatuh atau salah penanganan secara tidak sengaja. Namun, bahan peledak seperti itu lebih sulit untuk dilakukan dengan sengaja.
Lihat pula
- Bahan peledak
- TNT
- ANFO
- HMX
- RDX
- PETN
- Bubuk aluminium
- Amonium pikrat
- Nitrogliserin
- Dinamit
- Hulu ledak
- Detonator
- Murang proksimitas
- Ranjau darat
- Ranjau laut
- Termit
- Mesiu
- Bahan energetik
- Granat tangan
- Bom
- Peledak biner
- Peluru artileri
- Amunisi berpandu presisi
- Peluru penembus zirah
- Hulu ledak anti-tank berdaya ledak tinggi, high-explosive anti-tank (HEAT)
- Daftar bahan peledak yang digunakan selama Perang Dunia II
- Tabel kecepatan ledakan bahan peledak
Referensi
- ↑ NAVSEA OP 5, Volume 1. U.S. Navy.
- ↑ Nikita V. Muravyev. Sensitivity of energetic materials: Evidence of thermodynamic factor on a large array of CHNOFCl compounds. Chemical Engineering Journal. October 2021. Vol. 421. hlm. 129804. doi:10.1016/j.cej.2021.129804.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28126298 (2025-10-22T01:10:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.