Antarktika: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29560408; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Antarctica_(orthographic_projection).svg|thumb|right|280px|Antarctica (orthographic projection)]] | |||
'''Antarktika''' ( ) adalah [[benua]] paling selatan dan paling sedikit penduduknya di [[Bumi]]. Terletak hampir seluruhnya di sebelah selatan [[Lingkar Antarktika]] dan dikelilingi oleh [[Samudra Selatan]] (juga dikenal sebagai Samudra Antarktika), benua ini mencakup [[Kutub Selatan]] geografis. Antarktika adalah benua terbesar kelima, kira-kira 40% lebih besar dari [[Eropa]], dan memiliki luas . Sebagian besar wilayah Antarktika tertutup oleh [[Lapisan es Antarktika|lapisan es Antarktika]], dengan ketebalan rata-rata . | '''Antarktika''' ( ) adalah [[benua]] paling selatan dan paling sedikit penduduknya di [[Bumi]]. Terletak hampir seluruhnya di sebelah selatan [[Lingkar Antarktika]] dan dikelilingi oleh [[Samudra Selatan]] (juga dikenal sebagai Samudra Antarktika), benua ini mencakup [[Kutub Selatan]] geografis. Antarktika adalah benua terbesar kelima, kira-kira 40% lebih besar dari [[Eropa]], dan memiliki luas . Sebagian besar wilayah Antarktika tertutup oleh [[Lapisan es Antarktika|lapisan es Antarktika]], dengan ketebalan rata-rata . | ||
| Baris 8: | Baris 10: | ||
== Etimologi == | == Etimologi == | ||
Nama yang diberikan pada benua ini berasal dari kata ''antarctic'', yang berasal dari [[Bahasa Prancis Pertengahan|bahasa Prancis Pertengahan]] atau () dan, pada gilirannya, [[Bahasa Latin|bahasa Latin]] (). diturunkan dari [[Bahasa Yunani|bahasa Yunani]] () dan (, ).<ref>December 2021.</ref> Filsuf Yunani [[Aristoteles]] menulis dalam ''[[Meteorologi (Aristoteles)|Meteorologi]]'' tentang sebuah "kawasan Antarktika" pada . Pakar geografi Yunani [[Marinus dari Tirus]] dilaporkan menggunakan nama ini pada peta dunianya dari abad ke-2 Masehi, yang kini telah hilang. Penulis-penulis [[Romawi Kuno|Romawi]] [[Gaius Julius Hyginus]] dan [[Apuleius]] menggunakan nama Yunani yang [[Romanisasi|diromanisasi]] untuk Kutub Selatan, yang darinya diturunkan istilah [[Bahasa Prancis Kuno|bahasa Prancis Kuno]] (modern ) yang tercatat pada tahun 1270, dan dari sana diturunkan istilah [[Bahasa Inggris Pertengahan|bahasa Inggris Pertengahan]] , yang pertama kali ditemukan dalam sebuah [[Risalah|risalah]] yang ditulis oleh penulis Inggris [[Geoffrey Chaucer]].<ref>December 2021.</ref> | |||
Gagasan orang Eropa mengenai keberadaan —sebuah benua yang luas di ujung selatan bumi untuk menyeimbangkan daratan utara Eropa, Asia, dan Afrika Utara—telah ada sebagai konsep intelektual sejak [[Zaman kuno klasik|zaman kuno klasik]]. Oleh karena itu, ''Terra Australis'' merupakan nama yang digunakan untuk merujuk pada seluruh daratan hipotetis yang diusulkan berada di lokasi tempat Antarktika kini diketahui ada.<ref>: 'They published maps and charts based on the hypothesis that Tierra del Fuego was the beginning of that Terra Australis. The first person ever to have rights over these lands was Pedro Sancho de la Hoz, who received them through a special decree signed by Emperor Charles V on 24 January 1539.'</ref> Pernyataan akan keberadaan daratan semacam itu bertahan hingga [[Eksplorasi maritim Eropa di Australia|penemuan Australia oleh orang Eropa]]. | |||
Selama awal abad ke-19, penjelajah [[Matthew Flinders]] meragukan keberadaan benua terpisah di selatan Australia (saat itu disebut [[Holandia Baru (Australia)|Holandia Baru]]) dan dengan demikian menyarankan agar nama "Terra Australis" digunakan sebagai gantinya untuk Australia. Pada tahun 1824, otoritas kolonial di [[Sydney]] secara resmi mengganti nama benua Holandia Baru menjadi Australia, sehingga istilah "Terra Australis" tidak lagi tersedia sebagai rujukan untuk Antarktika. Selama beberapa dekade berikutnya, para pakar geografi menggunakan frasa-frasa seperti "Benua Antarktika". Mereka mencari pengganti yang lebih puitis, dan menyarankan nama-nama seperti ''Ultima'' dan ''Antipodea''. ''Antarktika'' diadopsi pada tahun 1890-an, dengan penggunaan pertama nama tersebut dikaitkan dengan [[Kartografi|kartografer]] Skotlandia [[John George Bartholomew]].<ref>[https://digital.nls.uk/bartholomew/highlights/antarctica.html#:~:text=Edinburgh%20geographer%20and%20mapmaker%20John,since%20the%20first%20century%20AD. Highlights from the Bartholomew Archive: The naming of Antarctica]. ''The Bartholomew Archive''. National Library of Scotland. 2008.</ref> | |||
Selama awal abad ke-19, penjelajah [[Matthew Flinders]] meragukan keberadaan benua terpisah di selatan Australia (saat itu disebut [[Holandia Baru (Australia)|Holandia Baru]]) dan dengan demikian menyarankan agar nama "Terra Australis" digunakan sebagai gantinya untuk Australia. Pada tahun 1824, otoritas kolonial di [[Sydney]] secara resmi mengganti nama benua Holandia Baru menjadi Australia, sehingga istilah "Terra Australis" tidak lagi tersedia sebagai rujukan untuk Antarktika. Selama beberapa dekade berikutnya, para pakar geografi menggunakan frasa-frasa seperti "Benua Antarktika". Mereka mencari pengganti yang lebih puitis, dan menyarankan nama-nama seperti ''Ultima'' dan ''Antipodea''. ''Antarktika'' diadopsi pada tahun 1890-an, dengan penggunaan pertama nama tersebut dikaitkan dengan [[Kartografi|kartografer]] Skotlandia [[John George Bartholomew]]. | |||
== Geografi == | == Geografi == | ||
Berada dalam posisi asimetris di sekitar Kutub Selatan dan sebagian besar berada di selatan [[Lingkar Antarktika]] (salah satu dari lima [[Lingkar lintang|lingkar lintang]] utama yang menandai peta dunia), Antarktika dikelilingi oleh [[Samudra Selatan]]. [[Daftar sungai di Antarktika|Sungai-sungai]] terdapat di Antarktika; yang terpanjang adalah [[Sungai Onyx|Onyx]]. Antarktika memiliki luas lebih dari , hampir dua kali lipat luas wilayah Australia, menjadikannya benua terbesar kelima, dan sebanding dengan luas permukaan [[Pluto]]. Garis pantainya memiliki panjang hampir :<ref>[https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/antarctica/ Antarctica]. ''The World Factbook''. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.</ref> , dari empat tipe pesisir, 44% pantainya merupakan es mengapung dalam bentuk [[Paparan es|paparan es]], 38% terdiri dari dinding es yang bertumpu pada batuan, 13% merupakan [[Aliran es|aliran es]] atau tepian gletser, dan 5% sisanya merupakan batuan yang tersingkap. | |||
Berada dalam posisi asimetris di sekitar Kutub Selatan dan sebagian besar berada di selatan [[Lingkar Antarktika]] (salah satu dari lima [[Lingkar lintang|lingkar lintang]] utama yang menandai peta dunia), Antarktika dikelilingi oleh [[Samudra Selatan]]. [[Daftar sungai di Antarktika|Sungai-sungai]] terdapat di Antarktika; yang terpanjang adalah [[Sungai Onyx|Onyx]]. Antarktika memiliki luas lebih dari , hampir dua kali lipat luas wilayah Australia, menjadikannya benua terbesar kelima, dan sebanding dengan luas permukaan [[Pluto]]. Garis pantainya memiliki panjang hampir : , dari empat tipe pesisir, 44% pantainya merupakan es mengapung dalam bentuk [[Paparan es|paparan es]], 38% terdiri dari dinding es yang bertumpu pada batuan, 13% merupakan [[Aliran es|aliran es]] atau tepian gletser, dan 5% sisanya merupakan batuan yang tersingkap. | |||
[[Danau|Danau-danau]] yang terletak di dasar [[Lapisan es|lapisan es]] benua utamanya terbentuk di [[Lembah Kering McMurdo]] atau berbagai [[Oasis Antarktika|oasis]]. [[Danau Vostok]], yang ditemukan di bawah [[Stasiun Vostok]] milik Rusia, adalah [[Danau subglasial|danau subglasial]] terbesar di tingkat global dan salah satu danau terbesar di dunia. Danau ini dahulu diyakini telah tertutup rapat selama jutaan tahun, tetapi para ilmuwan kini memperkirakan airnya tergantikan secara bertahap oleh pencairan dan pembekuan lambat dari tudung es setiap 13.000 tahun. Selama musim panas, es di tepian danau dapat mencair, dan parit berair dapat terbentuk sementara. Antarktika memiliki danau air [[Danau garam|asin]] dan danau air tawar. | [[Danau|Danau-danau]] yang terletak di dasar [[Lapisan es|lapisan es]] benua utamanya terbentuk di [[Lembah Kering McMurdo]] atau berbagai [[Oasis Antarktika|oasis]]. [[Danau Vostok]], yang ditemukan di bawah [[Stasiun Vostok]] milik Rusia, adalah [[Danau subglasial|danau subglasial]] terbesar di tingkat global dan salah satu danau terbesar di dunia. Danau ini dahulu diyakini telah tertutup rapat selama jutaan tahun, tetapi para ilmuwan kini memperkirakan airnya tergantikan secara bertahap oleh pencairan dan pembekuan lambat dari tudung es setiap 13.000 tahun. Selama musim panas, es di tepian danau dapat mencair, dan parit berair dapat terbentuk sementara. Antarktika memiliki danau air [[Danau garam|asin]] dan danau air tawar. | ||
Antarktika dibagi menjadi [[Antarktika Barat]] dan [[Antarktika Timur]] oleh [[Pegunungan Transantarktika]], yang membentang dari [[Daratan Victoria]] hingga [[Laut Ross]]. Sebagian besar wilayah Antarktika tertutup oleh [[Lapisan es Antarktika|lapisan es Antarktika]], yang tebalnya rata-rata mencapai . Lapisan es ini membentang ke seluruh wilayah kecuali pada beberapa [[Oasis|oasis]], yang letaknya berada di wilayah pesisir, terkecuali Lembah Kering McMurdo. Beberapa aliran es Antarktika mengalir menuju salah satu dari banyaknya [[Paparan es#Paparan es Antarktika|paparan es Antarktika]], sebuah proses yang dijelaskan melalui [[Dinamika lapisan es|dinamika lapisan es]]. | Antarktika dibagi menjadi [[Antarktika Barat]] dan [[Antarktika Timur]] oleh [[Pegunungan Transantarktika]], yang membentang dari [[Daratan Victoria]] hingga [[Laut Ross]].<ref>Fei Ji. ''Variations of the effective elastic thickness over the Ross Sea and Transantarctic Mountains and implications for their structure and tectonics''. ''Tectonophysics''. 2017. Vol. 717. hlm. 127–138. doi:10.1016/j.tecto.2017.07.011.</ref> Sebagian besar wilayah Antarktika tertutup oleh [[Lapisan es Antarktika|lapisan es Antarktika]], yang tebalnya rata-rata mencapai .<ref>P. Fretwell. ''Bedmap2: improved ice bed, surface and thickness datasets for Antarctica''. ''The Cryosphere''. 28 February 2013. Vol. 7 (1). hlm. 375–393. doi:10.5194/tc-7-375-2013.</ref> Lapisan es ini membentang ke seluruh wilayah kecuali pada beberapa [[Oasis|oasis]], yang letaknya berada di wilayah pesisir, terkecuali Lembah Kering McMurdo.<ref>Michael Lucibella. [https://antarcticsun.usap.gov/science/4184/ The Lost Dry Valleys of the Polar Plateau]. ''The Antarctic Sun''. United States Antarctic Program. 21 October 2015.</ref> Beberapa aliran es Antarktika mengalir menuju salah satu dari banyaknya [[Paparan es#Paparan es Antarktika|paparan es Antarktika]], sebuah proses yang dijelaskan melalui [[Dinamika lapisan es|dinamika lapisan es]].<ref>Robert Hallberg. [https://www.gfdl.noaa.gov/ice-sheet-dynamics/ Ice Sheet Dynamics]. ''Geophysical Fluid Dynamics Laboratory''. 2019.</ref> | ||
Antarktika Timur meliputi [[Daratan Coats]], [[Daratan Ratu Maud]], [[Daratan Enderby]], [[Daratan Mac. Robertson|Daratan <abbr title="Macpherson">Mac</abbr>. Robertson]], [[Daratan Wilkes]], dan Daratan Victoria. Hampir seluruh wilayah ini berada di dalam [[Belahan Bumi timur|Belahan Bumi Timur]], kecuali sebagian kecilnya saja. Antarktika Timur sebagian besar tertutup oleh [[Lapisan Es Antarktika Timur]]. Terdapat banyak [[Daftar pulau di Antarktika dan subantarktika|pulau-pulau]] yang mengelilingi Antarktika, yang sebagian besarnya adalah pulau vulkanik dan masih sangat muda menurut standar geologis. Pengecualian yang paling menonjol dalam hal ini adalah pulau-pulau di [[Dataran Tinggi Kerguelen]], yang paling awal terbentuk sekitar 40 [[Tahun#Awalan SI untuk kelipatan|Ma]]. | Antarktika Timur meliputi [[Daratan Coats]], [[Daratan Ratu Maud]], [[Daratan Enderby]], [[Daratan Mac. Robertson|Daratan <abbr title="Macpherson">Mac</abbr>. Robertson]], [[Daratan Wilkes]], dan Daratan Victoria. Hampir seluruh wilayah ini berada di dalam [[Belahan Bumi timur|Belahan Bumi Timur]], kecuali sebagian kecilnya saja. Antarktika Timur sebagian besar tertutup oleh [[Lapisan Es Antarktika Timur]]. Terdapat banyak [[Daftar pulau di Antarktika dan subantarktika|pulau-pulau]] yang mengelilingi Antarktika, yang sebagian besarnya adalah pulau vulkanik dan masih sangat muda menurut standar geologis.<ref>Patrick Gerard Quilty. ''Origin and evolution of the sub-Antarctic islands: the foundation''. ''Papers and Proceedings of the Royal Society of Tasmania''. 2007. hlm. 35–58. doi:10.26749/rstpp.141.1.35.</ref> Pengecualian yang paling menonjol dalam hal ini adalah pulau-pulau di [[Dataran Tinggi Kerguelen]], yang paling awal terbentuk sekitar 40 [[Tahun#Awalan SI untuk kelipatan|Ma]].<ref>Patrick Gerard Quilty. ''Origin and evolution of the sub-Antarctic islands: the foundation''. ''Papers and Proceedings of the Royal Society of Tasmania''. 2007. hlm. 35–58. doi:10.26749/rstpp.141.1.35.</ref><ref>Hugo K.H. Olierook. ''Bunbury Basalt: Gondwana breakup products or earliest vestiges of the Kerguelen mantle plume?''. ''Earth and Planetary Science Letters''. April 2016. Vol. 440. hlm. 20–32. doi:10.1016/j.epsl.2016.02.008.</ref> | ||
[[Masif Vinson]], di [[Pegunungan Ellsworth]], adalah puncak tertinggi di Antarktika dengan ketinggian . Gunung Erebus di [[Pulau Ross]] merupakan [[Gunung berapi|gunung berapi]] aktif paling selatan di dunia dan [[Jenis letusan gunung berapi|meletus]] sekitar 10 kali setiap harinya. Abu dari letusannya telah ditemukan sejauh dari [[Kawah gunung berapi|kawah vulkanik]]. Terdapat bukti akan adanya sejumlah besar gunung berapi di bawah es, yang dapat menimbulkan risiko bagi lapisan es apabila tingkat aktivitasnya meningkat. Kubah es yang dikenal sebagai [[Kubah Argus]] di Antarktika Timur merupakan kenampakan es Antarktika tertinggi, pada ketinggian . Tempat ini merupakan salah satu tempat terdingin dan terkering di dunia—suhu di sana dapat mencapai titik terendah hingga , dan curah hujan tahunannya adalah . | [[Masif Vinson]], di [[Pegunungan Ellsworth]], adalah puncak tertinggi di Antarktika dengan ketinggian . Gunung Erebus di [[Pulau Ross]] merupakan [[Gunung berapi|gunung berapi]] aktif paling selatan di dunia dan [[Jenis letusan gunung berapi|meletus]] sekitar 10 kali setiap harinya. Abu dari letusannya telah ditemukan sejauh dari [[Kawah gunung berapi|kawah vulkanik]]. Terdapat bukti akan adanya sejumlah besar gunung berapi di bawah es, yang dapat menimbulkan risiko bagi lapisan es apabila tingkat aktivitasnya meningkat. Kubah es yang dikenal sebagai [[Kubah Argus]] di Antarktika Timur merupakan kenampakan es Antarktika tertinggi, pada ketinggian . Tempat ini merupakan salah satu tempat terdingin dan terkering di dunia—suhu di sana dapat mencapai titik terendah hingga , dan curah hujan tahunannya adalah . | ||
== Sejarah geologi == | == Sejarah geologi == | ||
Dari akhir era [[Neoproterozoikum]] hingga [[Kapur]], Antarktika merupakan bagian dari [[Superbenua|superbenua]] [[Gondwana]]. Antarktika modern terbentuk ketika Gondwana secara bertahap terpecah mulai sekitar 183 Ma. Selama sebagian besar masa [[Fanerozoikum]], Antarktika memiliki [[Iklim tropis|iklim tropis]] atau [[Iklim sedang|iklim sedang]], dan tertutup oleh hutan.<ref>Johann P. Klages. [http://nrl.northumbria.ac.uk/id/eprint/42650/1/Klages_Salzmann_etal_Nature2020.pdf Temperate rainforests near the South Pole during peak Cretaceous warmth]. ''Nature''. 2 April 2020. Vol. 580 (7801). hlm. 81–86. doi:10.1038/s41586-020-2148-5.</ref> | |||
Dari akhir era [[Neoproterozoikum]] hingga [[Kapur]], Antarktika merupakan bagian dari [[Superbenua|superbenua]] [[Gondwana]]. Antarktika modern terbentuk ketika Gondwana secara bertahap terpecah mulai sekitar 183 Ma. Selama sebagian besar masa [[Fanerozoikum]], Antarktika memiliki [[Iklim tropis|iklim tropis]] atau [[Iklim sedang|iklim sedang]], dan tertutup oleh hutan. | |||
=== Era Paleozoikum (539–252 Ma) === | === Era Paleozoikum (539–252 Ma) === | ||
Selama [[Kambrium|periode Kambrium]], Gondwana memiliki iklim yang sejuk. Sebagian wilayah Antarktika Barat berada di [[Belahan Bumi utara|Belahan Bumi Utara]], dan pada masa itu, [[Batu pasir|batu pasir]], [[Batu gamping|batu gamping]], dan [[Serpih|serpih]] dalam jumlah besar terendapkan. Antarktika Timur berada di wilayah [[Khatulistiwa|khatulistiwa]], tempat [[Invertebrata|invertebrata]] dasar laut dan [[Trilobita|trilobita]] berkembang biak di lautan tropis. Pada awal [[Devon|periode Devon]] (416 [[Annum|Ma]]), Gondwana berada di lintang yang lebih selatan, dan iklimnya lebih dingin, meskipun fosil-fosil tumbuhan darat diketahui berasal dari masa tersebut. Pasir dan [[Lanau|lanau]] terendapkan di wilayah yang sekarang menjadi Pegunungan Ellsworth, [[Pegunungan Horlick|Horlick]], dan [[Pegunungan Pensacola]]. | Selama [[Kambrium|periode Kambrium]], Gondwana memiliki iklim yang sejuk. Sebagian wilayah Antarktika Barat berada di [[Belahan Bumi utara|Belahan Bumi Utara]], dan pada masa itu, [[Batu pasir|batu pasir]], [[Batu gamping|batu gamping]], dan [[Serpih|serpih]] dalam jumlah besar terendapkan. Antarktika Timur berada di wilayah [[Khatulistiwa|khatulistiwa]], tempat [[Invertebrata|invertebrata]] dasar laut dan [[Trilobita|trilobita]] berkembang biak di lautan tropis. Pada awal [[Devon|periode Devon]] (416 [[Annum|Ma]]), Gondwana berada di lintang yang lebih selatan, dan iklimnya lebih dingin, meskipun fosil-fosil tumbuhan darat diketahui berasal dari masa tersebut. Pasir dan [[Lanau|lanau]] terendapkan di wilayah yang sekarang menjadi Pegunungan Ellsworth, [[Pegunungan Horlick|Horlick]], dan [[Pegunungan Pensacola]]. | ||
Antarktika mulai tertutup gletser selama masa [[Zaman es Paleozoikum Akhir|zaman es Paleozoikum Akhir]] yang dimulai pada akhir periode Devon (360 Ma), meskipun glasiasi akan meningkat secara substansial pada akhir masa [[Karbon]]. Benua ini bergeser lebih dekat ke Kutub Selatan, dan iklimnya mendingin, meskipun [[Flora Antarktika|flora]] tetap bertahan. Setelah deglasiasi pada paruh kedua [[Perm|Perm Awal]], daratan tersebut didominasi oleh [[Glossopteridales|glosopterid]] (kelompok tumbuhan berbiji yang telah punah dan tidak memiliki kerabat dekat yang masih hidup), yang paling menonjol adalah ''[[Glossopteris]]'', sebuah pohon yang ditafsirkan tumbuh di tanah yang tergenang air, yang membentuk endapan [[Batu bara|batu bara]] yang luas. Tumbuhan lain yang ditemukan di Antarktika selama zaman Perm meliputi [[Cordaitales]], [[Sphenopsida|sfenopsida]], pakis, dan [[Lycopodiophyta|likofita]]. Pada akhir zaman Perm, iklim menjadi lebih kering dan lebih panas di sebagian besar wilayah Gondwana, dan ekosistem hutan [[Glossopteridales|glosopterid]] runtuh sebagai bagian dari [[Peristiwa kepunahan Perm–Trias|peristiwa kepunahan Perm–Trias]]. Tidak ada bukti mengenai keberadaan [[Tetrapoda|tetrapoda]] yang pernah hidup di Antarktika selama masa Paleozoikum. | Antarktika mulai tertutup gletser selama masa [[Zaman es Paleozoikum Akhir|zaman es Paleozoikum Akhir]] yang dimulai pada akhir periode Devon (360 Ma), meskipun glasiasi akan meningkat secara substansial pada akhir masa [[Karbon]]. Benua ini bergeser lebih dekat ke Kutub Selatan, dan iklimnya mendingin, meskipun [[Flora Antarktika|flora]] tetap bertahan.<ref>Yann Rolland. [https://hal.archives-ouvertes.fr/hal-01925658/file/papier_thermochro_Antarctique-EPSL.final.pdf Late Paleozoic Ice Age glaciers shaped East Antarctica landscape]. ''Earth and Planetary Science Letters''. January 2019. Vol. 506. hlm. 123–133. doi:10.1016/j.epsl.2018.10.044.</ref> Setelah deglasiasi pada paruh kedua [[Perm|Perm Awal]], daratan tersebut didominasi oleh [[Glossopteridales|glosopterid]] (kelompok tumbuhan berbiji yang telah punah dan tidak memiliki kerabat dekat yang masih hidup), yang paling menonjol adalah ''[[Glossopteris]]'', sebuah pohon yang ditafsirkan tumbuh di tanah yang tergenang air, yang membentuk endapan [[Batu bara|batu bara]] yang luas. Tumbuhan lain yang ditemukan di Antarktika selama zaman Perm meliputi [[Cordaitales]], [[Sphenopsida|sfenopsida]], pakis, dan [[Lycopodiophyta|likofita]]. Pada akhir zaman Perm, iklim menjadi lebih kering dan lebih panas di sebagian besar wilayah Gondwana, dan ekosistem hutan [[Glossopteridales|glosopterid]] runtuh sebagai bagian dari [[Peristiwa kepunahan Perm–Trias|peristiwa kepunahan Perm–Trias]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Tidak ada bukti mengenai keberadaan [[Tetrapoda|tetrapoda]] yang pernah hidup di Antarktika selama masa Paleozoikum.<ref>James Collinson. [https://pubs.usgs.gov/of/2007/1047/ea/of2007-1047ea047.pdf Migration of Triassic tetrapods to Antarctica]. 2007.</ref> | ||
=== Era Mesozoikum (252–66 Ma) === | === Era Mesozoikum (252–66 Ma) === | ||
Pemanasan yang berkelanjutan mengeringkan sebagian besar wilayah Gondwana. Selama periode [[Trias]], Antarktika didominasi oleh [[Pakis biji|pakis biji]] (pteridosperma) yang termasuk dalam genus ''[[Dicroidium]]'', yang tumbuh sebagai pohon. Flora Trias lainnya yang berkaitan meliputi [[Ginkgo|ginkgofita]], [[Cycadophyta|sikadofita]], [[Tumbuhan runjung|runjung]], dan sfenopsida. [[Tetrapoda|Tetrapoda]] pertama kali muncul di Antarktika selama [[Kala (geologi)|kala]] [[Trias Awal]], dengan fosil tertua yang diketahui ditemukan di [[Formasi Fremouw]] di Pegunungan Transantarktika.<ref>James Collinson. [https://pubs.usgs.gov/of/2007/1047/ea/of2007-1047ea047.pdf Migration of Triassic tetrapods to Antarctica]. 2007.</ref> [[Sinapsida]] (juga dikenal sebagai "reptil mirip mamalia") mencakup spesies-spesies seperti ''[[Lystrosaurus]]'', dan merupakan hewan yang umum pada masa [[Trias Awal]]. | |||
[[Semenanjung Antarktika]] mulai terbentuk selama periode [[Jura]] ().<ref>K. Birkenmajer. ''Evolution of the Pacific margin of the northern Antarctic Peninsula: an overview''. ''Geologische Rundschau''. July 1994. Vol. 83 (2). hlm. 309–321. doi:10.1007/BF00210547.</ref> Afrika terpisah dari Antarktika pada zaman Jura sekitar 160 Ma, disusul oleh [[Anak benua India]] pada awal zaman Kapur (sekitar 125 Ma).<ref>Carmen Gaina. ''Breakup and early seafloor spreading between India and Antarctica''. ''Geophysical Journal International''. July 2007. Vol. 170 (1). hlm. 151–169. doi:10.1111/j.1365-246X.2007.03450.x.</ref> Pohon-pohon ''[[Ginkgo]]'', tumbuhan runjung, [[Bennettitales]], [[Equisetum|paku ekor kuda]], pakis, dan pakis haji sangat melimpah pada masa itu. Sekitar 80 juta tahun yang lalu, tumbuhan berbunga menjadi kelompok tumbuhan yang paling beragam di benua tersebut.<ref>Viviana D. Barreda. [https://nph.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/nph.15823 When flowering plants ruled Antarctica: evidence from Cretaceous pollen grains]. ''New Phytologist''. 26 March 2019. Vol. 223 (2). hlm. 1023–1030. doi:10.1111/nph.15823.</ref> Di Antarktika Barat, hutan konifer mendominasi di sepanjang periode [[Kapur]] (146–66 Ma), meskipun pohon ''beech'' selatan (''[[Nothofagus]]'') menjadi terkemuka menjelang akhir zaman Kapur.<ref>James Alistair Crame. ''Origins and Evolution of the Antarctic Biota''. ''Special Publications''. Geological Society of London. 1989. Vol. 47. hlm. 90. doi:10.1144/GSL.SP.1989.047.01.01.</ref> [[Amonoid|Amonit]] umum ditemukan di lautan di sekitar Antarktika, dan dinosaurus juga hadir, meskipun hanya beberapa [[Genus|genera]] dinosaurus Antarktika (''[[Cryolophosaurus]]'' dan ''[[Glacialisaurus]]'', dari [[Formasi Hanson]] Jura Awal di Pegunungan Transantarktika,<ref>Nathan D. Smith. [http://www.app.pan.pl/archive/published/app52/app52-657.pdf Anatomy of a basal sauropodomorph dinosaur from the Early Jurassic Hanson Formation of Antarctica]. ''Acta Palaeontologica Polonica''. 2007. Vol. 52 (4). hlm. 657–674.</ref> dan ''[[Antarctopelta]]'', ''[[Trinisaura]]'', ''[[Morrosaurus]]'', serta ''[[Imperobator]]'' dari Kapur Akhir di Semenanjung Antarktika) yang telah dideskripsikan.<ref>R. A. Coria. ''A new ornithopod (Dinosauria; Ornithischia) from Antarctica''. ''Cretaceous Research''. 2013. Vol. 41. hlm. 186–193. doi:10.1016/j.cretres.2012.12.004.</ref><ref>Sebastián Rozadilla. ''A new ornithopod (Dinosauria, Ornithischia) from the Upper Cretaceous of Antarctica and its palaeobiogeographical implications''. ''Cretaceous Research''. 2016. Vol. 57. hlm. 311–324. doi:10.1016/j.cretres.2015.09.009.</ref><ref>Ricardo C. Ely. ''Phylogeny of A New Gigantic Paravian (Theropoda; Coelurosauria; Maniraptora) From The Upper Cretaceous Of James Ross Island, Antarctica''. ''Cretaceous Research''. April 2019. Vol. 101. hlm. 1–16. doi:10.1016/j.cretres.2019.04.003.</ref><ref>Mitch Leslie. [http://www.smithsonianmag.com/history-archaeology/polar-dinosaurs-200712.html The Strange Lives of Polar Dinosaurs]. Smithsonian Magazine. December 2007.</ref> | |||
=== Era Kenozoikum sebelum masa kini (66–10 Ma) === | === Era Kenozoikum sebelum masa kini (66–10 Ma) === | ||
Selama awal [[Paleogen]], [[Jembatan darat Antarktika|jembatan darat Antarktika]] terus menghubungkan Antarktika dengan Amerika Selatan serta Australia bagian tenggara. Fauna dari [[Formasi La Meseta]] di Semenanjung Antarktika, yang berasal dari zaman [[Eosen]], sangat mirip dengan fauna-fauna yang setara di Amerika Selatan; dengan [[marsupial]], [[xenarthra]], [[Litopterna|litopterna]], dan [[astrapotheria]] [[Ungulata|ungulata]], serta [[Gondwanatheria|gondwanatheria]] dan kemungkinan [[meridiolestida]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Javier Nicolás Gelfo. [https://www.researchgate.net/publication/337086325 The Fossil Record of Antarctic Land Mammals: Commented Review and Hypotheses for Future Research]. ''Advances in Polar Sciences''. October 2019. Vol. 30 (3). hlm. 274–292. doi:10.13679/j.advps.2019.0021.</ref> Marsupial diperkirakan telah menyebar ke Australia dari Amerika Selatan melalui Antarktika pada awal Eosen.<ref>Mark D. B. Eldridge. ''An emerging consensus in the evolution, phylogeny, and systematics of marsupials and their fossil relatives (Metatheria)''. ''Journal of Mammalogy''. 23 May 2019. Vol. 100 (3). hlm. 802–837. doi:10.1093/jmammal/gyz018.</ref> | |||
Sekitar 53 Ma, Australia-[[Nugini]] terpisah dari Antarktika, yang membuka [[Celah Tasmania]].<ref>Philip Ball. [https://epic.awi.de/id/eprint/33230/1/ggge20160.pdf The spatial and temporal evolution of strain during the separation of Australia and Antarctica]. ''Geochemistry, Geophysics, Geosystems''. August 2013. Vol. 14 (8). hlm. 2771–2799. doi:10.1002/ggge.20160.</ref> [[Selat Drake]] terbuka di antara Antarktika dan Amerika Selatan sekitar 30 Ma, yang menghasilkan pembentukan [[Arus Lingkar Antarktika]] yang sepenuhnya mengisolasi benua tersebut.<ref>Matthew H. England. ''Ice–Atmosphere Feedbacks Dominate the Response of the Climate System to Drake Passage Closure''. ''Journal of Climate''. American Meteorological Society. 1 August 2017. Vol. 30. hlm. 5775. doi:10.1175/JCLI-D-15-0554.1.</ref> Berbagai model geografi Antarktika menunjukkan bahwa arus ini, beserta [[Putaran umpan balik|putaran umpan balik]] yang diakibatkan oleh penurunan kadar [[Karbon dioksida|CO<sub>2</sub>]], memicu pembentukan tudung es kutub yang kecil namun permanen. Seiring dengan makin menurunnya kadar CO<sub>2</sub>, es mulai menyebar dengan cepat, menggantikan hutan-hutan yang hingga saat itu menutupi Antarktika.<ref>Robert M. DeConto. [https://ui.adsabs.harvard.edu/abs/2003Natur.421..245D/abstract Rapid Cenozoic glaciation of Antarctica induced by declining atmospheric CO 2]. ''Nature''. 16 January 2003. Vol. 421 (6920). hlm. 245–249. doi:10.1038/nature01290.</ref> Ekosistem [[tundra]] terus bertahan di Antarktika hingga sekitar 14–10 juta tahun yang lalu, ketika pendinginan lebih lanjut pada akhirnya memusnahkan mereka.<ref>Allan C. Ashworth. ''''Antarctotrechus balli'' sp. n. (Carabidae, Trechini): the first ground beetle from Antarctica''. ''ZooKeys''. 2016. hlm. 109–122. doi:10.3897/zookeys.635.10535.</ref> | |||
Sekitar 53 Ma, Australia-[[Nugini]] terpisah dari Antarktika, yang membuka [[Celah Tasmania]]. [[Selat Drake]] terbuka di antara Antarktika dan Amerika Selatan sekitar 30 Ma, yang menghasilkan pembentukan [[Arus Lingkar Antarktika]] yang sepenuhnya mengisolasi benua tersebut. Berbagai model geografi Antarktika menunjukkan bahwa arus ini, beserta [[Putaran umpan balik|putaran umpan balik]] yang diakibatkan oleh penurunan kadar [[Karbon dioksida|CO<sub>2</sub>]], memicu pembentukan tudung es kutub yang kecil namun permanen. Seiring dengan makin menurunnya kadar CO<sub>2</sub>, es mulai menyebar dengan cepat, menggantikan hutan-hutan yang hingga saat itu menutupi Antarktika. Ekosistem [[tundra]] terus bertahan di Antarktika hingga sekitar 14–10 juta tahun yang lalu, ketika pendinginan lebih lanjut pada akhirnya memusnahkan mereka. | |||
=== Masa kini === | === Masa kini === | ||
[[Geologi]] Antarktika, yang sebagian besar tersembunyi oleh lapisan es benua, dapat dipelajari melalui teknik-teknik seperti [[penginderaan jauh]], [[Radar penembus tanah|radar penembus tanah]], dan [[Citra satelit|citra satelit]].<ref>Amin Beiranvand Pour. ''Regional geology mapping using satellite-based remote sensing approach in Northern Victoria Land, Antarctica''. ''Polar Science''. June 2018. Vol. 16. hlm. 23–46. doi:10.1016/j.polar.2018.02.004.</ref> Secara geologis, Antarktika Barat sangat menyerupai pegunungan [[Andes]] di Amerika Selatan. Semenanjung Antarktika terbentuk dari [[Orogenesis|pengangkatan geologis]] dan transformasi [[sedimen]] dasar laut menjadi [[Batuan metamorf|batuan metamorf]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Geologi]] Antarktika, yang sebagian besar tersembunyi oleh lapisan es benua, dapat dipelajari melalui teknik-teknik seperti [[penginderaan jauh]], [[Radar penembus tanah|radar penembus tanah]], dan [[Citra satelit|citra satelit]]. Secara geologis, Antarktika Barat sangat menyerupai pegunungan [[Andes]] di Amerika Selatan. Semenanjung Antarktika terbentuk dari [[Orogenesis|pengangkatan geologis]] dan transformasi [[sedimen]] dasar laut menjadi [[Batuan metamorf|batuan metamorf]]. | |||
Antarktika Barat terbentuk dari penggabungan beberapa [[Lempeng benua|lempeng benua]], yang menciptakan sejumlah rangkaian pegunungan di wilayah tersebut, dengan yang paling menonjol di antaranya adalah Pegunungan Ellsworth. Keberadaan [[Sistem Rift Antarktika Barat]] telah memicu [[vulkanisme]] di sepanjang perbatasan antara Antarktika Barat dan Timur, serta pembentukan Pegunungan Transantarktika. | Antarktika Barat terbentuk dari penggabungan beberapa [[Lempeng benua|lempeng benua]], yang menciptakan sejumlah rangkaian pegunungan di wilayah tersebut, dengan yang paling menonjol di antaranya adalah Pegunungan Ellsworth. Keberadaan [[Sistem Rift Antarktika Barat]] telah memicu [[vulkanisme]] di sepanjang perbatasan antara Antarktika Barat dan Timur, serta pembentukan Pegunungan Transantarktika. | ||
Antarktika Timur memiliki geologi yang bervariasi. Pembentukannya dimulai pada Eon [[Arkean]] (4.000 Ma2.500 Ma), dan berhenti pada Periode Kambrium. Wilayah ini berdiri di atas sebuah [[kraton]] batuan, yang menjadi dasar bagi [[Perisai (geologi)|Perisai]] Prakambrium. Di atas lapisan dasar tersebut terdapat batu bara dan batu pasir, batu gamping, serta serpih yang terendapkan selama periode Devon dan Jura untuk membentuk Pegunungan Transantarktika. Di wilayah pesisir seperti [[Rangkaian Shackleton]] dan Daratan Victoria, telah terjadi sejumlah [[Sesar|patahan]]. | Antarktika Timur memiliki geologi yang bervariasi. Pembentukannya dimulai pada Eon [[Arkean]] (4.000 Ma2.500 Ma), dan berhenti pada Periode Kambrium. Wilayah ini berdiri di atas sebuah [[kraton]] batuan, yang menjadi dasar bagi [[Perisai (geologi)|Perisai]] Prakambrium. Di atas lapisan dasar tersebut terdapat batu bara dan batu pasir, batu gamping, serta serpih yang terendapkan selama periode Devon dan Jura untuk membentuk Pegunungan Transantarktika. Di wilayah pesisir seperti [[Rangkaian Shackleton]] dan Daratan Victoria, telah terjadi sejumlah [[Sesar|patahan]].<ref>Guy J. G. Paxman. ''Uplift and tilting of the Shackleton Range in East Antarctica driven by glacial erosion and normal faulting''. ''Journal of Geophysical Research: Solid Earth''. March 2017. Vol. 122 (3). hlm. 2390–2408. doi:10.1002/2016JB013841.</ref><ref>Francesco Salvini. ''Cenozoic geodynamics of the Ross Sea region, Antarctica: Crustal extension, intraplate strike-slip faulting, and tectonic inheritance''. ''Journal of Geophysical Research: Solid Earth''. 10 November 1997. Vol. 102 (B11). hlm. 24669–24696. doi:10.1029/97JB01643.</ref> | ||
Batu bara pertama kali tercatat di Antarktika di dekat [[Gletser Beardmore]] oleh [[Frank Wild]] pada [[Ekspedisi Nimrod|Ekspedisi ''Nimrod'']] di tahun 1907, dan batu bara bermutu rendah diketahui keberadaannya di banyak bagian Pegunungan Transantarktika. [[Pegunungan Prince Charles]] mengandung endapan [[bijih besi]]. Terdapat sumber [[Ladang minyak|minyak]] dan [[ladang gas alam]] di Laut Ross. | Batu bara pertama kali tercatat di Antarktika di dekat [[Gletser Beardmore]] oleh [[Frank Wild]] pada [[Ekspedisi Nimrod|Ekspedisi ''Nimrod'']] di tahun 1907, dan batu bara bermutu rendah diketahui keberadaannya di banyak bagian Pegunungan Transantarktika. [[Pegunungan Prince Charles]] mengandung endapan [[bijih besi]].<ref>Walter Sullivan. [https://www.nytimes.com/1976/12/19/archives/soviet-team-finds-a-mountain-of-iron-in-antarctica.html Soviet Team Finds a 'Mountain of Iron' in Antarctica]. ''New York Times''. 19 December 1976.</ref> Terdapat sumber [[Ladang minyak|minyak]] dan [[ladang gas alam]] di Laut Ross.<ref>John Kingston. [https://pubs.usgs.gov/of/1991/0597/report.pdf The Undiscovered Oil and Gas of Antarctica]. ''United States Geographical Survey''. United States Department of the Interior. 1991. hlm. 12.</ref> | ||
== Iklim == | == Iklim == | ||
Antarktika adalah benua terdingin, paling berangin, dan terkering di Bumi.<ref>[https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/antarctica/ Antarctica]. ''The World Factbook''. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.</ref> | |||
Antarktika adalah benua terdingin, paling berangin, dan terkering di Bumi. | |||
Di dekat pesisir, suhunya dapat melampaui 10 °C pada musim panas dan turun hingga di bawah −40 °C pada musim dingin. Di wilayah pedalaman yang lebih tinggi, suhunya dapat naik hingga sekitar −30 °C pada musim panas namun turun hingga di bawah −80 °C pada musim dingin. | Di dekat pesisir, suhunya dapat melampaui 10 °C pada musim panas dan turun hingga di bawah −40 °C pada musim dingin. Di wilayah pedalaman yang lebih tinggi, suhunya dapat naik hingga sekitar −30 °C pada musim panas namun turun hingga di bawah −80 °C pada musim dingin. | ||
Suhu udara alami terendah yang pernah tercatat di Bumi adalah di Stasiun Vostok milik Rusia di Antarktika pada tanggal 21 Juli 1983. Suhu udara yang lebih rendah yaitu tercatat pada tahun 2010 oleh satelit—namun, suhu ini mungkin telah dipengaruhi oleh suhu permukaan tanah dan tidak dicatat pada ketinggian di atas permukaan sebagaimana disyaratkan untuk pencatatan suhu udara resmi. Antarktika lebih dingin daripada kawasan [[Arktika]], karena sebagian besar wilayah Antarktika berada lebih dari di atas permukaan laut, tempat suhu udaranya lebih dingin. Kehangatan relatif dari [[Samudra Arktik]] diteruskan melalui [[Es laut Arktika|es laut Arktika]] dan memoderasi suhu di kawasan Arktika. | Suhu udara alami terendah yang pernah tercatat di Bumi adalah di Stasiun Vostok milik Rusia di Antarktika pada tanggal 21 Juli 1983.<ref>John Turner. ''Record low surface air temperature at Vostok station, Antarctica''. ''Journal of Geophysical Research: Atmospheres''. 2009. Vol. 114 (D24). hlm. D24102. doi:10.1029/2009JD012104.</ref> Suhu udara yang lebih rendah yaitu tercatat pada tahun 2010 oleh satelit—namun, suhu ini mungkin telah dipengaruhi oleh suhu permukaan tanah dan tidak dicatat pada ketinggian di atas permukaan sebagaimana disyaratkan untuk pencatatan suhu udara resmi.<ref>Doyle Rice. [https://www.usatoday.com/story/weather/2013/12/10/antarctica-cold-record/3950019/ Antarctica records unofficial coldest temperature ever]. ''USA Today''. Gannett. 10 December 2013.</ref><ref>[https://www.antarctica.gov.au/about-antarctica/weather-and-climate/weather/ Antarctic Weather]. ''Australian Antarctic Program''. Government of Australia. 18 February 2019.</ref> Antarktika lebih dingin daripada kawasan [[Arktika]], karena sebagian besar wilayah Antarktika berada lebih dari di atas permukaan laut, tempat suhu udaranya lebih dingin. Kehangatan relatif dari [[Samudra Arktik]] diteruskan melalui [[Es laut Arktika|es laut Arktika]] dan memoderasi suhu di kawasan Arktika. | ||
Antarktika merupakan sebuah [[Gurun kutub|gurun kutub]] dengan sedikit [[Presipitasi|curah hujan]]; benua ini menerima curah air rata-rata yang setara dengan sekitar per tahun, sebagian besar dalam bentuk salju. Wilayah pedalamannya lebih kering dan menerima kurang dari per tahun, sedangkan kawasan pesisirnya umumnya menerima lebih dari . Di beberapa [[Daerah es biru|daerah es biru]], angin dan [[Sublimasi (transisi fase)|sublimasi]] menghilangkan lebih banyak salju daripada yang diakumulasikan melalui curah hujan. Di lembah-lembah kering, efek yang sama terjadi di atas lapisan dasar berbatu, yang mengarah pada lanskap yang tandus dan [[Desikasi|gersang]]. | Antarktika merupakan sebuah [[Gurun kutub|gurun kutub]] dengan sedikit [[Presipitasi|curah hujan]]; benua ini menerima curah air rata-rata yang setara dengan sekitar per tahun, sebagian besar dalam bentuk salju. Wilayah pedalamannya lebih kering dan menerima kurang dari per tahun, sedangkan kawasan pesisirnya umumnya menerima lebih dari .<ref>[https://www.antarctica.gov.au/about-antarctica/weather-and-climate/weather/ Antarctic weather]. ''Australian Antarctic Program''. 18 February 2019.</ref> Di beberapa [[Daerah es biru|daerah es biru]], angin dan [[Sublimasi (transisi fase)|sublimasi]] menghilangkan lebih banyak salju daripada yang diakumulasikan melalui curah hujan.<ref>Fengming Hui. ''Mapping blue-ice areas in Antarctica using ETM+ and MODIS data''. ''Annals of Glaciology''. 2014. Vol. 55 (66). hlm. 129–137. doi:10.3189/2014AoG66A069.</ref> Di lembah-lembah kering, efek yang sama terjadi di atas lapisan dasar berbatu, yang mengarah pada lanskap yang tandus dan [[Desikasi|gersang]].<ref>Andrew G. Fountain. ''Snow in the McMurdo Dry Valleys, Antarctica''. ''International Journal of Climatology''. April 2010. Vol. 30 (5). hlm. 633–642. doi:10.1002/joc.1933.</ref> | ||
=== Perbedaan regional === | === Perbedaan regional === | ||
Antarktika Timur lebih dingin daripada bagian baratnya karena ketinggiannya yang lebih tinggi. [[Front cuaca]] jarang menembus jauh ke dalam benua, sehingga membiarkan bagian tengahnya tetap dingin dan kering, dengan kecepatan angin yang sedang. Hujan salju lebat umum terjadi di bagian pesisir Antarktika, tempat curah salju hingga mencapai dalam 48 jam pernah tercatat. Di tepi benua, [[Angin katabatik|angin katabatik]] yang kuat dari [[Dataran tinggi kutub|dataran tinggi kutub]] sering kali bertiup dengan [[Badai#Klasifikasi|kekuatan badai]]. Selama musim panas, lebih banyak [[Radiasi matahari|radiasi matahari]] yang mencapai permukaan di Kutub Selatan daripada di [[Khatulistiwa|khatulistiwa]] karena 24 jam sinar matahari yang diterima di sana setiap harinya.<ref>[https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/antarctica/ Antarctica]. ''The World Factbook''. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.</ref> | |||
Antarktika Timur lebih dingin daripada bagian baratnya karena ketinggiannya yang lebih tinggi. [[Front cuaca]] jarang menembus jauh ke dalam benua, sehingga membiarkan bagian tengahnya tetap dingin dan kering, dengan kecepatan angin yang sedang. Hujan salju lebat umum terjadi di bagian pesisir Antarktika, tempat curah salju hingga mencapai dalam 48 jam pernah tercatat. Di tepi benua, [[Angin katabatik|angin katabatik]] yang kuat dari [[Dataran tinggi kutub|dataran tinggi kutub]] sering kali bertiup dengan [[Badai#Klasifikasi|kekuatan badai]]. Selama musim panas, lebih banyak [[Radiasi matahari|radiasi matahari]] yang mencapai permukaan di Kutub Selatan daripada di [[Khatulistiwa|khatulistiwa]] karena 24 jam sinar matahari yang diterima di sana setiap harinya. | |||
=== Perubahan iklim === | === Perubahan iklim === | ||
=== Penipisan ozon === | === Penipisan ozon === | ||
Para ilmuwan telah mempelajari [[lapisan ozon]] di [[atmosfer]] di atas Antarktika sejak tahun 1970-an. Pada tahun 1985, para ilmuwan Inggris, yang bekerja dengan data yang mereka kumpulkan di [[Stasiun Penelitian Halley]] di [[Paparan Es Brunt]], menemukan area luas dengan konsentrasi [[ozon]] yang rendah di atas Antarktika.<ref>Anne R. Douglass. ''The Antarctic ozone hole: An update''. ''Physics Today''. American Institute of Physics. 1 July 2014. Vol. 67 (7). hlm. 42–48. doi:10.1063/PT.3.2449.</ref><ref>Quirin Schiermeier. ''Atmospheric science: Fixing the sky''. ''Nature''. 12 August 2009. Vol. 460 (7257). hlm. 792–795. doi:10.1038/460792a.</ref> 'Lubang ozon' ini menutupi hampir seluruh benua dan mencapai ukuran terbesarnya pada bulan September 2006;<ref>Sofie Bates. [http://www.nasa.gov/feature/goddard/2020/large-deep-antarctic-ozone-hole-persisting-into-november Large, Deep Antarctic Ozone Hole Persisting into November]. ''NASA''. 30 October 2020.</ref> peristiwa yang berlangsung paling lama terjadi pada tahun 2020.<ref>[https://wmo.int/media/news/record-breaking-2020-ozone-hole-closes Record-breaking 2020 ozone hole closes]. ''World Meteorological Organization''. 6 January 2021.</ref> Penipisan ini disebabkan oleh [[Emisi atmosfer|emisi]] [[klorofluorokarbon]] dan halon ke atmosfer, yang menyebabkan ozon terurai menjadi gas-gas lain.<ref>[https://www.bas.ac.uk/data/our-data/publication/the-ozone-layer/ The Ozone Hole]. ''British Antarctic Survey''. 1 April 2017.</ref> Kondisi yang sangat dingin di Antarktika memungkinkan terbentuknya [[awan stratosfer kutub]]. Awan tersebut bertindak sebagai [[Katalisis|katalis]] untuk berbagai reaksi kimia, yang pada akhirnya berujung pada perusakan ozon.<ref>[https://csl.noaa.gov/assessments/ozone/2010/twentyquestions/Q10.pdf Q10: Why has an "ozone hole" appeared over Antarctica when ozone-depleting substances are present throughout the stratosphere?]. ''20 Questions: 2010 Update''. NOAA. 2010.</ref> [[Protokol Montreal]] tahun 1987 telah membatasi emisi zat-zat perusak ozon. Lubang ozon di atas Antarktika diprediksi akan perlahan menghilang; pada tahun 2060-an, kadar ozon diperkirakan akan kembali ke nilai yang terakhir tercatat pada tahun 1980-an.<ref>[https://ozone.unep.org/sites/default/files/2019-05/SAP-2018-Assessment-report.pdf World Meteorological Organization Global Ozone Research and Monitoring Project—Report No. 58: Scientific Assessment of Ozone Depletion 2018]. ''Scientific Assessment Panel (SAP)''. World Meteorological Organization.</ref> | |||
Penipisan ozon dapat menyebabkan pendinginan sekitar di [[stratosfer]]. Pendinginan ini memperkuat [[pusaran kutub]] sehingga mencegah keluarnya udara dingin di dekat Kutub Selatan, yang pada gilirannya mendinginkan massa benua di lapisan es Antarktika Timur. Daerah-daerah pinggiran Antarktika, terutama Semenanjung Antarktika, kemudian terpapar suhu yang lebih tinggi, yang mempercepat pencairan es.<ref>Quirin Schiermeier. ''Atmospheric science: Fixing the sky''. ''Nature''. 12 August 2009. Vol. 460 (7257). hlm. 792–795. doi:10.1038/460792a.</ref> Berbagai model menunjukkan bahwa penipisan ozon dan efek pusaran kutub yang menguat mungkin juga menjadi penyebab periode peningkatan luas es laut, yang berlangsung sejak awal pengamatan pada akhir 1970-an hingga 2014. Sejak saat itu, cakupan es laut Antarktika telah menyusut dengan cepat.<ref>Claire L. Parkinson. ''A 40-y record reveals gradual Antarctic sea ice increases followed by decreases at rates far exceeding the rates seen in the Arctic''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America''. 2019. Vol. 116 (29). hlm. 14414–14423. doi:10.1073/pnas.1906556116.</ref><ref>Eui-Seok Chung. [https://repository.library.noaa.gov/view/noaa/40960 Antarctic sea-ice expansion and Southern Ocean cooling linked to tropical variability]. ''Nature Climate Change''. May 2022. Vol. 12 (5). hlm. 461–468. doi:10.1038/s41558-022-01339-z.</ref> | |||
Penipisan ozon dapat menyebabkan pendinginan sekitar di [[stratosfer]]. Pendinginan ini memperkuat [[pusaran kutub]] sehingga mencegah keluarnya udara dingin di dekat Kutub Selatan, yang pada gilirannya mendinginkan massa benua di lapisan es Antarktika Timur. Daerah-daerah pinggiran Antarktika, terutama Semenanjung Antarktika, kemudian terpapar suhu yang lebih tinggi, yang mempercepat pencairan es. Berbagai model menunjukkan bahwa penipisan ozon dan efek pusaran kutub yang menguat mungkin juga menjadi penyebab periode peningkatan luas es laut, yang berlangsung sejak awal pengamatan pada akhir 1970-an hingga 2014. Sejak saat itu, cakupan es laut Antarktika telah menyusut dengan cepat. | |||
== Keanekaragaman hayati == | == Keanekaragaman hayati == | ||
Sebagian besar spesies di Antarktika tampaknya merupakan keturunan dari spesies yang hidup di sana jutaan tahun yang lalu. Dengan demikian, mereka pasti telah bertahan melewati berbagai [[Siklus glasial|siklus glasial]]. Spesies-spesies tersebut bertahan hidup dari periode iklim yang sangat dingin di [[Refugium (biologi populasi)|daerah-daerah hangat yang terisolasi]], seperti di tempat-tempat yang memiliki [[Energi panas bumi|panas bumi]] atau daerah-daerah yang tetap bebas es selama iklim yang lebih dingin.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Sebagian besar spesies di Antarktika tampaknya merupakan keturunan dari spesies yang hidup di sana jutaan tahun yang lalu. Dengan demikian, mereka pasti telah bertahan melewati berbagai [[Siklus glasial|siklus glasial]]. Spesies-spesies tersebut bertahan hidup dari periode iklim yang sangat dingin di [[Refugium (biologi populasi)|daerah-daerah hangat yang terisolasi]], seperti di tempat-tempat yang memiliki [[Energi panas bumi|panas bumi]] atau daerah-daerah yang tetap bebas es selama iklim yang lebih dingin. | |||
=== Hewan === | === Hewan === | ||
Kehidupan invertebrata di Antarktika mencakup berbagai spesies [[Tungau|tungau]] mikroskopis seperti ''[[Alaskozetes antarcticus]]'', [[Kutu|kutu]], [[Pinjal|pinjal]] (''Glaciopsyllus antarcticus''),<ref>Ralph Eric Thijl Vanstreels. ''Arthropod parasites of Antarctic and Subantarctic birds and pinnipeds: A review of host-parasite associations''. ''International Journal for Parasitology. Parasites and Wildlife''. 26 August 2020. Vol. 12. hlm. 275–290. doi:10.1016/j.ijppaw.2020.03.007.</ref> [[Nematoda|nematoda]], [[Tardigrada|tardigrada]], [[Rotifera|rotifera]], [[Kril|kril]], dan [[Ekor pegas|ekor pegas]]. [[Agas]] yang tidak dapat terbang ''[[Belgica antarctica]]'', hewan yang murni hidup di darat terbesar di Antarktika, ukurannya mencapai .<ref>Luke Sandro. [http://www.units.muohio.edu/cryolab/education/antarcticbestiary_terrestrial.htm#Belgica Antarctic Bestiary – Terrestrial Animals]. ''Laboratory for Ecophysiological Cryobiology''. Miami University.</ref> | |||
[[Kril Antarktika]], yang berkumpul dalam [[Kawanan ikan|kawanan]] yang besar, merupakan [[Spesies kunci|spesies kunci]] dari [[Ekosistem|ekosistem]] Samudra Selatan, dan menjadi organisme makanan yang penting bagi paus, anjing laut, [[Anjing laut macan tutul|anjing laut macan tutul]], anjing laut berbulu, [[Cumi-cumi|cumi-cumi]], [[Notothenioidei|ikan es]], dan banyak spesies burung, seperti penguin dan [[Albatros|albatros]]. Beberapa spesies hewan laut hidup dan bergantung secara langsung maupun tidak langsung pada [[Fitoplankton|fitoplankton]]. Kehidupan laut Antarktika meliputi [[Penguin|penguin]], [[Paus biru|paus biru]], [[Paus pembunuh|orca]], [[Cumi-cumi kolosal|cumi-cumi kolosal]], dan [[Anjing laut berbulu|anjing laut berbulu]].<ref>André Ancel. [https://comptes-rendus.academie-sciences.fr/biologies/articles/10.1016/j.crvi.2013.02.002/ The different breeding strategies of penguins: A review]. ''Comptes Rendus Biologies''. January 2013. Vol. 336 (1). hlm. 1–12. doi:10.1016/j.crvi.2013.02.002.</ref> [[Anjing laut berbulu Antarktika]] sangat banyak diburu pada abad ke-18 dan ke-19 untuk diambil [[Bulu hewan|bulunya]] oleh para [[Perburuan anjing laut|pemburu anjing laut]] dari Amerika Serikat dan Britania Raya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Anjing laut macan tutul adalah [[Pemangsa puncak|predator puncak]] di ekosistem Antarktika dan bermigrasi melintasi Samudra Selatan untuk mencari makanan.<ref>Iain J. Staniland. ''Long term movements and activity patterns of an Antarctic marine apex predator: The leopard seal''. ''PLOS ONE''. 2018. Vol. 13 (6). doi:10.1371/journal.pone.0197767.</ref> | |||
[[Kril Antarktika]], yang berkumpul dalam [[Kawanan ikan|kawanan]] yang besar, merupakan [[Spesies kunci|spesies kunci]] dari [[Ekosistem|ekosistem]] Samudra Selatan, dan menjadi organisme makanan yang penting bagi paus, anjing laut, [[Anjing laut macan tutul|anjing laut macan tutul]], anjing laut berbulu, [[Cumi-cumi|cumi-cumi]], [[Notothenioidei|ikan es]], dan banyak spesies burung, seperti penguin dan [[Albatros|albatros]]. Beberapa spesies hewan laut hidup dan bergantung secara langsung maupun tidak langsung pada [[Fitoplankton|fitoplankton]]. Kehidupan laut Antarktika meliputi [[Penguin|penguin]], [[Paus biru|paus biru]], [[Paus pembunuh|orca]], [[Cumi-cumi kolosal|cumi-cumi kolosal]], dan [[Anjing laut berbulu|anjing laut berbulu]]. [[Anjing laut berbulu Antarktika]] sangat banyak diburu pada abad ke-18 dan ke-19 untuk diambil [[Bulu hewan|bulunya]] oleh para [[Perburuan anjing laut|pemburu anjing laut]] dari Amerika Serikat dan Britania Raya. Anjing laut macan tutul adalah [[Pemangsa puncak|predator puncak]] di ekosistem Antarktika dan bermigrasi melintasi Samudra Selatan untuk mencari makanan. | |||
Terdapat sekitar 40 spesies burung yang berkembang biak di atau di dekat Antarktika, termasuk spesies [[Petrel|petrel]], [[Penguin|penguin]], [[Pecuk|pecuk]], dan [[Burung camar|camar]]. Berbagai spesies burung lainnya mengunjungi samudra di sekitar Antarktika, termasuk beberapa yang biasanya menetap di Arktika. [[Penguin kaisar]] adalah satu-satunya penguin yang berkembang biak selama musim dingin di Antarktika; spesies ini dan [[Penguin adélie]] berkembang biak lebih jauh di selatan dibandingkan penguin lainnya. | Terdapat sekitar 40 spesies burung yang berkembang biak di atau di dekat Antarktika, termasuk spesies [[Petrel|petrel]], [[Penguin|penguin]], [[Pecuk|pecuk]], dan [[Burung camar|camar]]. Berbagai spesies burung lainnya mengunjungi samudra di sekitar Antarktika, termasuk beberapa yang biasanya menetap di Arktika.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Penguin kaisar]] adalah satu-satunya penguin yang berkembang biak selama musim dingin di Antarktika; spesies ini dan [[Penguin adélie]] berkembang biak lebih jauh di selatan dibandingkan penguin lainnya.<ref>André Ancel. [https://comptes-rendus.academie-sciences.fr/biologies/articles/10.1016/j.crvi.2013.02.002/ The different breeding strategies of penguins: A review]. ''Comptes Rendus Biologies''. January 2013. Vol. 336 (1). hlm. 1–12. doi:10.1016/j.crvi.2013.02.002.</ref> | ||
Sebuah [[Sensus Kehidupan Laut]] oleh sekitar 500 peneliti selama [[Tahun Kutub Internasional]] diterbitkan pada tahun 2010. Penelitian tersebut menemukan bahwa lebih dari 235 organisme laut hidup di kedua wilayah kutub, yang menjembatani jarak sejauh . Hewan-hewan berukuran besar seperti beberapa jenis [[Cetacea|cetacea]] dan burung melakukan perjalanan bolak-balik setiap tahunnya. Bentuk kehidupan yang lebih kecil, seperti [[Teripang|teripang]] dan [[Pteropoda|siput perenang bebas]], juga ditemukan di kedua samudra kutub tersebut. Faktor-faktor yang mungkin membantu persebaran mereka meliputi perbedaan suhu di laut dalam pada kutub dan khatulistiwa yang tidak lebih dari serta sistem arus utama atau sabuk konveyor laut yang mampu mengangkut telur dan [[Larva|larva]]. | Sebuah [[Sensus Kehidupan Laut]] oleh sekitar 500 peneliti selama [[Tahun Kutub Internasional]] diterbitkan pada tahun 2010. Penelitian tersebut menemukan bahwa lebih dari 235 organisme laut hidup di kedua wilayah kutub, yang menjembatani jarak sejauh . Hewan-hewan berukuran besar seperti beberapa jenis [[Cetacea|cetacea]] dan burung melakukan perjalanan bolak-balik setiap tahunnya. Bentuk kehidupan yang lebih kecil, seperti [[Teripang|teripang]] dan [[Pteropoda|siput perenang bebas]], juga ditemukan di kedua samudra kutub tersebut. Faktor-faktor yang mungkin membantu persebaran mereka meliputi perbedaan suhu di laut dalam pada kutub dan khatulistiwa yang tidak lebih dari serta sistem arus utama atau sabuk konveyor laut yang mampu mengangkut telur dan [[Larva|larva]].<ref>Mark Kinver. [https://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7888558.stm Ice oceans 'are not poles apart']. ''BBC News''. 15 February 2009.</ref> | ||
Pada bulan Januari 2025, terlepasnya gunung es A-84 yang sangat besar (seukuran kota [[Chicago]]) dari [[Paparan Es George VI]] memberikan kesempatan langka untuk menjelajahi dasar laut di bawah paparan es yang mengapung dengan menggunakan [[Kendaraan bawah air otonom|kapal selam robotik]]. Para peneliti menemukan ekosistem yang secara tak terduga kaya akan [[Karang|karang besar]], [[Spons|spons kuno]], [[Ikan|ikan es]], [[Laba-laba laut|laba-laba laut]] raksasa, dan bahkan [[Gurita|gurita]] pada kedalaman hingga mencapai . Ekosistem-ekosistem tersebut mungkin menjadi habitat bagi spesies baru yang telah tersembunyi selama berabad-abad, dan ditopang oleh arus laut pembawa nutrisi. | Pada bulan Januari 2025, terlepasnya gunung es A-84 yang sangat besar (seukuran kota [[Chicago]]) dari [[Paparan Es George VI]] memberikan kesempatan langka untuk menjelajahi dasar laut di bawah paparan es yang mengapung dengan menggunakan [[Kendaraan bawah air otonom|kapal selam robotik]]. Para peneliti menemukan ekosistem yang secara tak terduga kaya akan [[Karang|karang besar]], [[Spons|spons kuno]], [[Ikan|ikan es]], [[Laba-laba laut|laba-laba laut]] raksasa, dan bahkan [[Gurita|gurita]] pada kedalaman hingga mencapai . Ekosistem-ekosistem tersebut mungkin menjadi habitat bagi spesies baru yang telah tersembunyi selama berabad-abad, dan ditopang oleh arus laut pembawa nutrisi.<ref>Logan Mock-Bunting. [https://schmidtocean.org/thriving-antarctic-ecosystems-found-in-wake-of-recently-detached-iceberg/ Thriving Antarctic Ecosystems Found in Wake of Recently Detached Iceberg]. ''Schmidt Ocean Institute''. 20 March 2025.</ref><ref>Mariela de Diego. [https://www.theweather.com/news/science/antarctica-a-84-iceberg-calving-reveals-incredible-ecosystem-never-before-seen-by-humans.html Antarctica: A-84 Iceberg Calving Reveals Incredible Ecosystem Never Before Seen by Humans]. ''The Weather''. 2 April 2024.</ref> | ||
=== Fungi === | === Fungi === | ||
Sekitar 1.150 spesies [[Fungi|fungi]] telah tercatat di kawasan Antarktika, dan sekitar 750 di antaranya tidak membentuk [[Liken|liken]].<ref>[http://www.antarctica.ac.uk/about_antarctica/wildlife/plants/index.php Plants of Antarctica]. ''British Antarctic Survey''. Natural Environment Research Council.</ref><ref>Paul D. Bridge. [http://www.cybertruffle.org.uk/cyberliber/59575/0106/0485.htm Non-lichenized fungi from the Antarctic region]. ''Mycotaxon''. 2008. Vol. 106. hlm. 485–490. doi:10.5962/p.414305.</ref> Beberapa spesies, yang telah berevolusi di bawah kondisi ekstrem, telah [[Endolit|mengolonisasi rongga struktural di dalam batuan berpori]] dan berkontribusi dalam membentuk formasi batuan di Lembah Kering McMurdo serta punggung pegunungan di sekitarnya.<ref>Selbmann, L. [https://wi.knaw.nl/images/ResearchGroups/Publications/2005Selbmann0001.pdf Fungi at the edge of life: cryptoendolithic black fungi from Antarctic desert]. ''Studies in Mycology''. 2005. Vol. 51. hlm. 1–32.</ref> | |||
[[Morfologi (biologi)|Morfologi]] yang disederhanakan dari fungi-fungi tersebut, bersama dengan [[Struktur#Biologis|struktur biologis]] yang serupa, [[Sistem metabolisme|sistem metabolisme]] yang mampu tetap aktif pada suhu yang sangat rendah, dan siklus hidup yang lebih pendek, menjadikannya sangat cocok dengan lingkungan semacam itu. Sel-selnya yang berdinding tebal dan sangat [[Melanin|termelanisasi]] membuatnya tahan terhadap radiasi [[Ultraviolet|UV]].<ref>Selbmann, L. [https://wi.knaw.nl/images/ResearchGroups/Publications/2005Selbmann0001.pdf Fungi at the edge of life: cryptoendolithic black fungi from Antarctic desert]. ''Studies in Mycology''. 2005. Vol. 51. hlm. 1–32.</ref> Sebuah spesies [[Endemisme|endemik]] Antarktika, liken [[Liken krustosa|menyerupai kerak]] ''[[Buellia frigida]]'', telah digunakan sebagai [[Organisme model|organisme model]] dalam penelitian [[Astrobiologi|astrobiologi]].<ref>Theresa Backhaus. ''Characterization of viability of the lichen ''Buellia frigida'' after 1.5 years in space on the International Space Station''. ''Astrobiology''. 2019. Vol. 19 (2). hlm. 233–241. doi:10.1089/ast.2018.1894.</ref> | |||
Ciri-ciri yang sama dapat diamati pada alga dan [[Sianobakteri|sianobakteri]], yang menunjukkan bahwa ciri-ciri tersebut adalah [[Adaptasi|adaptasi]] terhadap kondisi yang lazim di Antarktika. Hal ini telah memicu spekulasi bahwa [[Kehidupan di Mars|kehidupan di Mars]] mungkin mirip dengan fungi Antarktika, seperti ''[[Cryomyces antarcticus]]'' dan ''[[Cryomyces minteri]]''.<ref>Selbmann, L. [https://wi.knaw.nl/images/ResearchGroups/Publications/2005Selbmann0001.pdf Fungi at the edge of life: cryptoendolithic black fungi from Antarctic desert]. ''Studies in Mycology''. 2005. Vol. 51. hlm. 1–32.</ref> Beberapa spesies fungi, yang tampaknya endemik di Antarktika, hidup di kotoran burung, dan telah berevolusi sehingga dapat tumbuh di dalam kotoran yang sangat dingin, tetapi juga dapat melewati usus hewan berdarah panas.<ref>Valeria M. Godinho. ''Diversity and bioprospecting of fungal communities associated with endemic and cold-adapted macroalgae in Antarctica''. ''The ISME Journal''. Nature Publishing Group. July 2013. Vol. 7 (7). hlm. 1434–1451. doi:10.1038/ismej.2013.77.</ref> | |||
Ciri-ciri yang sama dapat diamati pada alga dan [[Sianobakteri|sianobakteri]], yang menunjukkan bahwa ciri-ciri tersebut adalah [[Adaptasi|adaptasi]] terhadap kondisi yang lazim di Antarktika. Hal ini telah memicu spekulasi bahwa [[Kehidupan di Mars|kehidupan di Mars]] mungkin mirip dengan fungi Antarktika, seperti ''[[Cryomyces antarcticus]]'' dan ''[[Cryomyces minteri]]''. Beberapa spesies fungi, yang tampaknya endemik di Antarktika, hidup di kotoran burung, dan telah berevolusi sehingga dapat tumbuh di dalam kotoran yang sangat dingin, tetapi juga dapat melewati usus hewan berdarah panas. | |||
=== Tumbuhan === | === Tumbuhan === | ||
Sepanjang sejarahnya, Antarktika telah memiliki berbagai macam kehidupan tumbuhan. Pada zaman [[Kapur]], benua ini didominasi oleh ekosistem pakis dan [[Tumbuhan runjung|tumbuhan runjung]], yang berubah menjadi [[Hutan hujan|hutan hujan]] iklim sedang menjelang akhir periode tersebut. Selama zaman [[Neogen]] yang lebih dingin (17–2,5 Ma), ekosistem [[Tundra|tundra]] menggantikan hutan-hutan hujan tersebut. Iklim Antarktika pada masa kini tidak memungkinkan terbentuknya vegetasi yang luas.<ref>Rhian L. Rees-Owen. ''The last forests on Antarctica: Reconstructing flora and temperature from the Neogene Sirius Group, Transantarctic Mountains''. ''Organic Geochemistry''. 2018. Vol. 118. hlm. 4–14. doi:10.1016/j.orggeochem.2018.01.001.</ref> Kombinasi antara suhu yang membekukan, [[Kualitas tanah|kualitas tanah]] yang buruk, serta kurangnya kelembapan dan sinar matahari menghambat pertumbuhan tumbuhan, yang menyebabkan rendahnya [[Keanekaragaman spesies|keanekaragaman spesies]] dan terbatasnya persebaran. [[Flora]] di benua ini sebagian besar terdiri dari [[Tumbuhan lumut|briotita]] (25 spesies [[Marchantiophyta|lumut hati]] dan 100 spesies [[Lumut daun|lumut daun]]). Terdapat tiga spesies [[Tumbuhan berbunga|tumbuhan berbunga]], yang semuanya ditemukan di Semenanjung Antarktika: ''[[Deschampsia antarctica]]'' (rumput rambut Antarktika), ''[[Colobanthus quitensis]]'' (lumut mutiara Antarktika), dan ''[[Poa annua]]'' (rumput biru tahunan) yang bukan spesies asli.<ref>Katarzyna Joanna Chwedorzewska. ''Poa annua L. in the maritime Antarctic: an overview''. ''Polar Record''. November 2015. Vol. 51 (6). hlm. 637–643. doi:10.1017/S0032247414000916.</ref> | |||
Sepanjang sejarahnya, Antarktika telah memiliki berbagai macam kehidupan tumbuhan. Pada zaman [[Kapur]], benua ini didominasi oleh ekosistem pakis dan [[Tumbuhan runjung|tumbuhan runjung]], yang berubah menjadi [[Hutan hujan|hutan hujan]] iklim sedang menjelang akhir periode tersebut. Selama zaman [[Neogen]] yang lebih dingin (17–2,5 Ma), ekosistem [[Tundra|tundra]] menggantikan hutan-hutan hujan tersebut. Iklim Antarktika pada masa kini tidak memungkinkan terbentuknya vegetasi yang luas. Kombinasi antara suhu yang membekukan, [[Kualitas tanah|kualitas tanah]] yang buruk, serta kurangnya kelembapan dan sinar matahari menghambat pertumbuhan tumbuhan, yang menyebabkan rendahnya [[Keanekaragaman spesies|keanekaragaman spesies]] dan terbatasnya persebaran. [[Flora]] di benua ini sebagian besar terdiri dari [[Tumbuhan lumut|briotita]] (25 spesies [[Marchantiophyta|lumut hati]] dan 100 spesies [[Lumut daun|lumut daun]]). Terdapat tiga spesies [[Tumbuhan berbunga|tumbuhan berbunga]], yang semuanya ditemukan di Semenanjung Antarktika: ''[[Deschampsia antarctica]]'' (rumput rambut Antarktika), ''[[Colobanthus quitensis]]'' (lumut mutiara Antarktika), dan ''[[Poa annua]]'' (rumput biru tahunan) yang bukan spesies asli. | |||
=== Organisme lain === | === Organisme lain === | ||
Dari 700 spesies alga di Antarktika, sekitar separuhnya adalah [[Fitoplankton|fitoplankton]] laut. [[Alga salju]] yang beraneka warna sangat melimpah di kawasan pesisir selama musim panas.<ref>[https://www.antarctica.gov.au/about-antarctica/plants/algae/ Algae]. ''Australian Antarctic Program''. Government of Australia. 12 August 2010.</ref> Bahkan [[Es laut|es laut]] dapat menampung komunitas ekologis yang unik, karena es ini mengeluarkan seluruh garam dari air ketika membeku, yang terakumulasi ke dalam kantong-kantong [[Air garam|air garam]] yang juga menampung mikroorganisme dorman. Ketika es mulai mencair, kantong-kantong air garam meluas dan dapat bergabung untuk membentuk saluran air garam, dan [[Alga|alga]] di dalam kantong-kantong tersebut dapat kembali aktif dan berkembang biak hingga masa pembekuan berikutnya.<ref>Klaus Morawetz. ''Formation of brine channels in sea ice''. ''The European Physical Journal E''. 3 March 2017. Vol. 40 (3). hlm. 25. doi:10.1140/epje/i2017-11512-x.</ref><ref>Susanne Neuer. [https://askabiologist.asu.edu/brine-channels Brine Channels]. ''Ask a Biologist''. Arizona State University. 15 July 2014.</ref> Bakteri juga telah ditemukan hingga kedalaman di bawah es.<ref>James Gorman. [https://www.nytimes.com/2013/02/07/science/living-bacteria-found-deep-under-antarctic-ice-scientists-say.html Bacteria Found Deep Under Antarctic Ice, Scientists Say]. ''The New York Times''. 6 February 2013.</ref> Diperkirakan kemungkinan besar terdapat komunitas bakteri asli di dalam badan air bawah tanah [[Danau Vostok]].<ref>Sergey A. Bulat. ''Microbiology of the subglacial Lake Vostok: first results of borehole-frozen lake water analysis and prospects for searching for lake inhabitants''. ''Philosophical Transactions of the Royal Society''. The Royal Society. 28 January 2016. Vol. 374 (2059). doi:10.1098/rsta.2014.0292.</ref> Keberadaan kehidupan di sana diperkirakan dapat memperkuat argumen mengenai kemungkinan adanya kehidupan di satelit alami [[Yupiter|Jupiter]], [[Europa (satelit)|Europa]], yang mungkin memiliki air di bawah kerak esnya.<ref>Bipasa Raha. [https://www.researchgate.net/publication/260246127 The Search for Earth-Like Habitable Planet: Antarctica Lake Vostok May be Jupiter's Europa]. ''Science and Culture''. 2013. hlm. 120–122.</ref> Terdapat sebuah komunitas bakteri [[Ekstremofil|ekstremofil]] di perairan yang sangat [[Alkali|alkali]] di [[Danau Untersee]].<ref>Klemens Weisleitner. ''Source Environments of the Microbiome in Perennially Ice-Covered Lake Untersee, Antarctica''. ''Frontiers in Microbiology''. 10 May 2019. Vol. 10. doi:10.3389/fmicb.2019.01019.</ref><ref>Richard Brice Hoover. [https://ntrs.nasa.gov/api/citations/20100002095/downloads/20100002095.pdf Psychrophilic and Psychrotolerant Microbial Extremophiles in Polar Environments]. NASA. January 2010. hlm. 25–26.</ref> Keberadaan makhluk-makhluk yang sangat tangguh di daerah yang sedemikian tidak ramah dapat semakin memperkuat argumen akan adanya [[Kehidupan ekstraterestrial|kehidupan ekstraterestrial]] di lingkungan yang dingin dan kaya akan [[Metana|metana]].<ref>Dana Coulter. [https://science.nasa.gov/headlines/y2008/07feb_cloroxlake.htm Extremophile Hunt Begins]. ''Science News''. NASA. 7 February 2008.</ref> | |||
Dari 700 spesies alga di Antarktika, sekitar separuhnya adalah [[Fitoplankton|fitoplankton]] laut. [[Alga salju]] yang beraneka warna sangat melimpah di kawasan pesisir selama musim panas. Bahkan [[Es laut|es laut]] dapat menampung komunitas ekologis yang unik, karena es ini mengeluarkan seluruh garam dari air ketika membeku, yang terakumulasi ke dalam kantong-kantong [[Air garam|air garam]] yang juga menampung mikroorganisme dorman. Ketika es mulai mencair, kantong-kantong air garam meluas dan dapat bergabung untuk membentuk saluran air garam, dan [[Alga|alga]] di dalam kantong-kantong tersebut dapat kembali aktif dan berkembang biak hingga masa pembekuan berikutnya. Bakteri juga telah ditemukan hingga kedalaman di bawah es. Diperkirakan kemungkinan besar terdapat komunitas bakteri asli di dalam badan air bawah tanah [[Danau Vostok]]. Keberadaan kehidupan di sana diperkirakan dapat memperkuat argumen mengenai kemungkinan adanya kehidupan di satelit alami [[Yupiter|Jupiter]], [[Europa (satelit)|Europa]], yang mungkin memiliki air di bawah kerak esnya. Terdapat sebuah komunitas bakteri [[Ekstremofil|ekstremofil]] di perairan yang sangat [[Alkali|alkali]] di [[Danau Untersee]]. Keberadaan makhluk-makhluk yang sangat tangguh di daerah yang sedemikian tidak ramah dapat semakin memperkuat argumen akan adanya [[Kehidupan ekstraterestrial|kehidupan ekstraterestrial]] di lingkungan yang dingin dan kaya akan [[Metana|metana]]. | |||
=== Konservasi dan perlindungan lingkungan === | === Konservasi dan perlindungan lingkungan === | ||
[[Langkah-langkah yang Disetujui untuk Konservasi Fauna dan Flora Antarktika|Perjanjian internasional pertama untuk melindungi keanekaragaman hayati Antarktika]] diadopsi pada tahun 1964.<ref>Hannah S. Wauchope. ''A snapshot of biodiversity protection in Antarctica''. ''Nature Communications''. 2019. Vol. 10 (1). hlm. 946. doi:10.1038/s41467-019-08915-6.</ref> [[Penangkapan ikan berlebih]] terhadap [[Kril|kril]] (hewan yang memainkan peran besar dalam ekosistem Antarktika) mendorong para pejabat untuk memberlakukan peraturan tentang penangkapan ikan. [[Konvensi Konservasi Sumber Daya Hayati Laut Antarktika]], sebuah traktat internasional yang mulai berlaku pada tahun 1980, mengatur perikanan, dengan tujuan untuk melestarikan hubungan ekologis.<ref>[https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/antarctica/ Antarctica]. ''The World Factbook''. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.</ref> Meskipun terdapat peraturan-peraturan ini, [[Penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur|penangkapan ikan ilegal]]—khususnya terhadap [[Ikan gigi patagonia|ikan gigi patagonia]] yang sangat berharga dan dipasarkan sebagai ''sea bass'' Chili di AS—tetap menjadi masalah.<ref>[https://www.ccamlr.org/en/fisheries/toothfish-fisheries Toothfish fisheries]. ''Convention for the Conservation of Antarctic Marine Living Resources''. 2 July 2021.</ref> | |||
Sejalan dengan traktat tahun 1980 tentang [[Perikanan berkelanjutan|penangkapan ikan berkelanjutan]], negara-negara yang dipimpin oleh Selandia Baru dan Amerika Serikat menegosiasikan traktat tentang penambangan. [[Konvensi Pengaturan Sumber Daya Mineral Antarktika|Konvensi Pengaturan Kegiatan Sumber Daya Mineral Antarktika]] ini diadopsi pada tahun 1988. Setelah kampanye yang kuat dari organisasi-organisasi lingkungan hidup, mula-mula Australia dan kemudian Prancis memutuskan untuk tidak meratifikasi traktat tersebut. Sebagai gantinya, negara-negara tersebut mengadopsi [[Protokol Perlindungan Lingkungan pada Traktat Antarktika]] (Protokol Madrid), yang mulai berlaku pada tahun 1998.<ref>[https://www.antarctica.gov.au/about-antarctica/law-and-treaty/the-madrid-protocol/ The Madrid Protocol]. Australian Antarctic Division. 17 May 2019.</ref> Protokol Madrid melarang segala bentuk penambangan, dan menetapkan benua tersebut sebagai "cagar alam yang diabdikan untuk perdamaian dan ilmu pengetahuan".<ref>[https://www.antarctica.gov.au/about-antarctica/law-and-treaty/the-madrid-protocol/ Protocol on Environmental Protection To The Antarctic Treaty (The Madrid Protocol)]. ''Australian Antarctic Programme''. 17 May 2019.</ref> | |||
[[ | Kelompok penekan [[Greenpeace]] mendirikan [[Pangkalan Taman Dunia|sebuah pangkalan di Pulau Ross]] dari tahun 1987 hingga 1992 sebagai bagian dari upayanya untuk menetapkan benua tersebut sebagai [[Kawasan lindung lintas batas|Taman Dunia]].<ref>[https://www.asoc.org/storage/documents/ECOs/1992/lxxxii.3_atcm.pdf Now you see it now you don't!]. ''ECO''. November 1992. Vol. 82 (3). hlm. 5.</ref> [[Suaka Paus Samudra Selatan]] didirikan pada tahun 1994 oleh [[Komisi Perpausan Internasional]]. Kawasan ini mencakup seluas dan sepenuhnya mengelilingi benua Antarktika. Seluruh [[Perburuan paus komersial|perburuan paus komersial]] dilarang di zona ini, meskipun Jepang terus berburu paus di daerah tersebut, dengan dalih untuk tujuan penelitian.<ref>[https://www.asoc.org/advocacy/wildlife-conservation/southern-ocean-whale-sanctuary Southern Ocean Whale Sanctuary]. ''Antarctic and Southern Coalition''. 14 October 2021.</ref> | ||
Terlepas dari perlindungan ini, keanekaragaman hayati di Antarktika masih terancam oleh aktivitas manusia. [[Kawasan Lindung Khusus Antarktika|Kawasan lindung khusus]] mencakup kurang dari 2% dari keseluruhan luas wilayah dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi [[Spesies karismatik|hewan-hewan dengan daya tarik populer]] dibandingkan hewan-hewan yang kurang terlihat.<ref>Hannah S. Wauchope. ''A snapshot of biodiversity protection in Antarctica''. ''Nature Communications''. 2019. Vol. 10 (1). hlm. 946. doi:10.1038/s41467-019-08915-6.</ref> Terdapat lebih banyak kawasan lindung daratan daripada [[Kawasan lindung laut|kawasan lindung laut]].<ref>Bernard W.T. Coetzee. ''Expanding the Protected Area Network in Antarctica is Urgent and Readily Achievable: Expanding Antarctica's protected areas''. ''Conservation Letters''. 2017. Vol. 10 (6). hlm. 670–680. doi:10.1111/conl.12342.</ref> Ekosistem-ekosistem tersebut terkena dampak ancaman lokal maupun global, khususnya [[Pencemaran|polusi]], [[Spesies invasif|invasi spesies asing]], dan berbagai [[Perubahan iklim di Antarktika|efek perubahan iklim]].<ref>Hannah S. Wauchope. ''A snapshot of biodiversity protection in Antarctica''. ''Nature Communications''. 2019. Vol. 10 (1). hlm. 946. doi:10.1038/s41467-019-08915-6.</ref> | |||
Terlepas dari perlindungan ini, keanekaragaman hayati di Antarktika masih terancam oleh aktivitas manusia. [[Kawasan Lindung Khusus Antarktika|Kawasan lindung khusus]] mencakup kurang dari 2% dari keseluruhan luas wilayah dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi [[Spesies karismatik|hewan-hewan dengan daya tarik populer]] dibandingkan hewan-hewan yang kurang terlihat. Terdapat lebih banyak kawasan lindung daratan daripada [[Kawasan lindung laut|kawasan lindung laut]]. Ekosistem-ekosistem tersebut terkena dampak ancaman lokal maupun global, khususnya [[Pencemaran|polusi]], [[Spesies invasif|invasi spesies asing]], dan berbagai [[Perubahan iklim di Antarktika|efek perubahan iklim]]. | |||
== Sejarah eksplorasi == | == Sejarah eksplorasi == | ||
Peta-peta dunia awal, seperti [[Peta Piri Reis|peta Piri Reis tahun 1513]], menampilkan benua hipotetis ''[[Terra Australis]]''. Jauh lebih besar dan tidak berkaitan dengan Antarktika, ''Terra Australis'' adalah sebuah daratan yang oleh para cendekiawan [[Zaman kuno klasik|zaman klasik]] diasumsikan perlu ada untuk menyeimbangkan daratan-daratan yang telah diketahui di belahan bumi utara.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Peta-peta dunia awal, seperti [[Peta Piri Reis|peta Piri Reis tahun 1513]], menampilkan benua hipotetis ''[[Terra Australis]]''. Jauh lebih besar dan tidak berkaitan dengan Antarktika, ''Terra Australis'' adalah sebuah daratan yang oleh para cendekiawan [[Zaman kuno klasik|zaman klasik]] diasumsikan perlu ada untuk menyeimbangkan daratan-daratan yang telah diketahui di belahan bumi utara. | |||
Kapal-kapal [[James Cook|Kapten James Cook]], dan , melintasi Lingkar Antarktika pada 17 Januari 1773, pada bulan Desember 1773, dan sekali lagi pada Januari 1774. Cook tiba dalam jarak sekitar dari pesisir Antarktika sebelum mundur karena berhadapan dengan [[Hamparan es|hamparan es]] pada bulan Januari 1773. Pada tahun 1775, ia menyebut keberadaan sebuah benua kutub sebagai "mungkin saja", dan dalam salinan lain [[Buku harian|jurnalnya]] ia menulis: "[Saya] sangat mempercayainya dan lebih dari mungkin bahwa kita telah melihat sebagian darinya". | Kapal-kapal [[James Cook|Kapten James Cook]], dan , melintasi Lingkar Antarktika pada 17 Januari 1773, pada bulan Desember 1773, dan sekali lagi pada Januari 1774. Cook tiba dalam jarak sekitar dari pesisir Antarktika sebelum mundur karena berhadapan dengan [[Hamparan es|hamparan es]] pada bulan Januari 1773. Pada tahun 1775, ia menyebut keberadaan sebuah benua kutub sebagai "mungkin saja", dan dalam salinan lain [[Buku harian|jurnalnya]] ia menulis: "[Saya] sangat mempercayainya dan lebih dari mungkin bahwa kita telah melihat sebagian darinya". | ||
=== Abad ke-19 === | === Abad ke-19 === | ||
[[Perburuan anjing laut|Para pemburu anjing laut]] merupakan beberapa di antara orang-orang pertama yang mendekati daratan Antarktika, kemungkinan pada awal abad ke-19. Sisa-sisa peninggalan manusia tertua yang diketahui di kawasan Antarktika adalah sebuah tengkorak, yang berasal dari tahun 1819 hingga 1825, milik seorang wanita muda di [[Pantai Yamana]] di [[Kepulauan Shetland Selatan]]. Wanita tersebut, yang kemungkinan besar merupakan bagian dari ekspedisi [[Perburuan anjing laut|perburuan anjing laut]], ditemukan pada tahun 1985.<ref>Martha Henriques. [https://www.bbc.com/future/article/20181019-the-bones-that-could-shape-antarcticas-future The bones that could shape Antarctica's fate]. ''BBC Future''. 22 October 2018.</ref> | |||
[[Perburuan anjing laut|Para pemburu anjing laut]] merupakan beberapa di antara orang-orang pertama yang mendekati daratan Antarktika, kemungkinan pada awal abad ke-19. Sisa-sisa peninggalan manusia tertua yang diketahui di kawasan Antarktika adalah sebuah tengkorak, yang berasal dari tahun 1819 hingga 1825, milik seorang wanita muda di [[Pantai Yamana]] di [[Kepulauan Shetland Selatan]]. Wanita tersebut, yang kemungkinan besar merupakan bagian dari ekspedisi [[Perburuan anjing laut|perburuan anjing laut]], ditemukan pada tahun 1985. | |||
Orang pertama yang melihat Antarktika atau paparan esnya sejak lama diyakini adalah pelaut Inggris [[Edward Bransfield]], seorang kapten di [[Angkatan Laut Kerajaan Inggris|Angkatan Laut Kerajaan]], yang menemukan ujung semenanjung Antarktika pada 30 Januari 1820. Namun, seorang kapten di [[Angkatan Laut Kekaisaran Rusia]], [[Fabian Gottlieb von Bellingshausen]], mencatat telah melihat sebuah paparan es pada 27 Januari. Pemburu anjing laut Amerika Serikat [[Nathaniel Palmer]], yang kapal perburuannya berada di kawasan tersebut pada saat itu, mungkin juga merupakan orang pertama yang melihat Semenanjung Antarktika. | Orang pertama yang melihat Antarktika atau paparan esnya sejak lama diyakini adalah pelaut Inggris [[Edward Bransfield]], seorang kapten di [[Angkatan Laut Kerajaan Inggris|Angkatan Laut Kerajaan]], yang menemukan ujung semenanjung Antarktika pada 30 Januari 1820. Namun, seorang kapten di [[Angkatan Laut Kekaisaran Rusia]], [[Fabian Gottlieb von Bellingshausen]], mencatat telah melihat sebuah paparan es pada 27 Januari. Pemburu anjing laut Amerika Serikat [[Nathaniel Palmer]], yang kapal perburuannya berada di kawasan tersebut pada saat itu, mungkin juga merupakan orang pertama yang melihat Semenanjung Antarktika. | ||
[[Ekspedisi Antarktika Rusia Pertama]], yang dipimpin oleh Bellingshausen dan [[Mikhail Lazarev]] menggunakan kapal [[Sloop perang|sloop perang]] seberat 985 ton ''[[Vostok (sloop perang)|Vostok]]'' dan kapal pendukung seberat 530 ton ''[[Mirny (sloop perang)|Mirny]]'', mencapai sebuah titik dalam jarak dari [[Daratan Ratu Maud]] dan mencatat penampakan sebuah paparan es pada koordinat , tanggal 27 Januari 1820. Penampakan ini terjadi tiga hari sebelum Bransfield melihat daratan [[Semenanjung Trinity]] di Antarktika, yang berbeda dari sekadar es di paparan es, dan 10 bulan sebelum Palmer melakukan hal yang sama pada bulan November 1820. Pendaratan pertama yang terdokumentasi di Antarktika dilakukan oleh pemburu anjing laut Amerika kelahiran Inggris [[John Davis (pemburu anjing laut)|John Davis]], yang diyakini bertempat di [[Teluk Hughes]] pada 7 Februari 1821, meskipun sejumlah sejarawan memperdebatkan klaim ini, karena tidak ada bukti bahwa Davis mendarat di benua Antarktika alih-alih di pulau lepas pantai. | [[Ekspedisi Antarktika Rusia Pertama]], yang dipimpin oleh Bellingshausen dan [[Mikhail Lazarev]] menggunakan kapal [[Sloop perang|sloop perang]] seberat 985 ton ''[[Vostok (sloop perang)|Vostok]]'' dan kapal pendukung seberat 530 ton ''[[Mirny (sloop perang)|Mirny]]'', mencapai sebuah titik dalam jarak dari [[Daratan Ratu Maud]] dan mencatat penampakan sebuah paparan es pada koordinat ,<ref>Erki Tammiksaar. [https://leht.postimees.ee/2631146/punane-bellingshausen Punane Bellingshausen]. ''Postimees''. 14 December 2013.</ref> tanggal 27 Januari 1820.<ref>Terence E. Armstrong. ''Bellingshausen and the discovery of Antarctica''. ''Polar Record''. September 1971. Vol. 15 (99). hlm. 887–889. doi:10.1017/S0032247400062112.</ref> Penampakan ini terjadi tiga hari sebelum Bransfield melihat daratan [[Semenanjung Trinity]] di Antarktika, yang berbeda dari sekadar es di paparan es, dan 10 bulan sebelum Palmer melakukan hal yang sama pada bulan November 1820. Pendaratan pertama yang terdokumentasi di Antarktika dilakukan oleh pemburu anjing laut Amerika kelahiran Inggris [[John Davis (pemburu anjing laut)|John Davis]], yang diyakini bertempat di [[Teluk Hughes]] pada 7 Februari 1821, meskipun sejumlah sejarawan memperdebatkan klaim ini, karena tidak ada bukti bahwa Davis mendarat di benua Antarktika alih-alih di pulau lepas pantai.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Pada 22 Januari 1840, dua hari setelah penemuan pesisir barat [[Kepulauan Balleny]], beberapa anggota kru dari ekspedisi tahun 18371840 milik penjelajah Prancis [[Jules Dumont d'Urville]] turun di [[Kepulauan Dumoulin]], di lepas pesisir Daratan Adélie, tempat mereka mengambil beberapa sampel mineral, alga, dan hewan, mengibarkan bendera Prancis, dan mengeklaim [[Klaim teritorial di Antarktika|kedaulatan Prancis atas wilayah tersebut]]. Kapten Amerika Serikat [[Charles Wilkes]] memimpin sebuah ekspedisi pada 1838–1839 dan menjadi orang pertama yang mengeklaim telah menemukan benua tersebut. Perwira angkatan laut Inggris [[James Clark Ross]] gagal menyadari bahwa apa yang disebutnya sebagai "berbagai petak daratan yang baru-baru ini ditemukan oleh navigator Amerika, Prancis, dan Inggris di ambang Lingkar Antarktika" saling terhubung untuk membentuk sebuah benua tunggal. Penjelajah Amerika [[Mercator Cooper]] mendarat di Antarktika Timur pada 26 Januari 1853. | Pada 22 Januari 1840, dua hari setelah penemuan pesisir barat [[Kepulauan Balleny]], beberapa anggota kru dari ekspedisi tahun 18371840 milik penjelajah Prancis [[Jules Dumont d'Urville]] turun di [[Kepulauan Dumoulin]], di lepas pesisir Daratan Adélie, tempat mereka mengambil beberapa sampel mineral, alga, dan hewan, mengibarkan bendera Prancis, dan mengeklaim [[Klaim teritorial di Antarktika|kedaulatan Prancis atas wilayah tersebut]]. Kapten Amerika Serikat [[Charles Wilkes]] memimpin sebuah ekspedisi pada 1838–1839 dan menjadi orang pertama yang mengeklaim telah menemukan benua tersebut.<ref>E. Tammiksaar. ''The Russian Antarctic Expedition under the command of Fabian Gottlieb von Bellingshausen and its reception in Russia and the world''. ''Polar Record''. September 2016. Vol. 52 (5). hlm. 578–600. doi:10.1017/S0032247416000449.</ref> Perwira angkatan laut Inggris [[James Clark Ross]] gagal menyadari bahwa apa yang disebutnya sebagai "berbagai petak daratan yang baru-baru ini ditemukan oleh navigator Amerika, Prancis, dan Inggris di ambang Lingkar Antarktika" saling terhubung untuk membentuk sebuah benua tunggal.<ref>William H. Hobbs. ''Wilkes Land Rediscovered''. ''Geographical Review''. October 1932. Vol. 22 (4). hlm. 640. doi:10.2307/208819.</ref> Penjelajah Amerika [[Mercator Cooper]] mendarat di Antarktika Timur pada 26 Januari 1853. | ||
Pendaratan pertama yang terkonfirmasi di massa benua Antarktika terjadi pada tahun 1895 ketika kapal [[Perburuan paus|pemburu paus]] Norwegia-Swedia ''[[Antarctic (kapal)|Antarctic]]'' mencapai [[Tanjung Adare]]. | Pendaratan pertama yang terkonfirmasi di massa benua Antarktika terjadi pada tahun 1895 ketika kapal [[Perburuan paus|pemburu paus]] Norwegia-Swedia ''[[Antarctic (kapal)|Antarctic]]'' mencapai [[Tanjung Adare]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
=== Abad ke-20 === | === Abad ke-20 === | ||
Selama Ekspedisi ''Nimrod'' yang dipimpin oleh penjelajah Inggris [[Ernest Shackleton]] pada tahun 1907, rombongan yang dipimpin oleh [[Edgeworth David]] menjadi yang pertama mendaki [[Gunung Erebus]] dan mencapai [[Kutub magnet Selatan|kutub magnet selatan]]. [[Douglas Mawson]], yang mengambil alih kepemimpinan rombongan Kutub Magnetis pada perjalanan pulang mereka yang berbahaya, pensiun pada tahun 1931.<ref>[https://www.antarctica.gov.au/about-antarctica/history/people/tannatt-edgeworth-david/ Tannatt William Edgeworth David]. Australian Antarctic Division.</ref> Antara Desember 1908 dan Februari 1909, Shackleton dan tiga anggota ekspedisinya menjadi manusia pertama yang melintasi [[Paparan Es Ross]], yang pertama melintasi Pegunungan Transantarktika (melalui Gletser Beardmore), dan yang pertama menginjakkan kaki di [[Dataran Tinggi Kutub|Dataran Tinggi Kutub selatan]]. Pada 14 Desember 1911, [[Ekspedisi Kutub Selatan Amundsen|sebuah ekspedisi]] yang dipimpin oleh penjelajah Norwegia [[Roald Amundsen]] dari kapal ''[[Fram (kapal)|Fram]]'' menjadi yang pertama mencapai Kutub Selatan geografis, menggunakan rute dari [[Teluk Paus]] dan naik ke [[Gletser Axel Heiberg]]. Satu bulan kemudian, [[Ekspedisi Terra Nova|Ekspedisi ''Terra Nova'']] yang bernasib nahas mencapai kutub tersebut. | |||
Penjelajah Amerika Serikat [[Richard E. Byrd]] memimpin empat ekspedisi ke Antarktika pada kurun 1920-an, 1930-an, dan 1940-an, menggunakan [[Transportasi di Antarktika|traktor]] mekanis pertama. Ekspedisinya melakukan penelitian geografis dan ilmiah yang ekstensif, dan ia dikreditkan karena telah menyurvei wilayah benua yang lebih luas daripada penjelajah lainnya. Pada tahun 1937, [[Ingrid Christensen]] menjadi wanita pertama yang menginjakkan kaki di daratan utama Antarktika.<ref>Jesse Blackadder. [http://www.antarctica.gov.au/magazine/2011-2015/issue-23-december-2012/antarctic-arts-fellowship/the-first-woman-in-antarctica The first woman in Antarctica]. ''Australian Antarctic Program''. Australian Antarctic Division. December 2012.</ref> [[Caroline Mikkelsen]] telah mendarat di sebuah pulau di Antarktika, lebih awal pada tahun 1935.<ref>F. I. Norman. ''Klarius Mikkelsen's 1935 landing in the Vestfold Hills, East Antarctica: some fiction and some facts''. ''Polar Record''. October 1998. Vol. 34 (191). hlm. 293–304. doi:10.1017/S0032247400025985.</ref> | |||
Kutub Selatan selanjutnya dicapai pada 31 Oktober 1956, ketika sebuah kelompok Angkatan Laut AS yang dipimpin oleh Laksamana Muda [[George J. Dufek]] mendaratkan sebuah pesawat di sana.<ref>[http://www.history.navy.mil/wars/datesoct.htm Dates in American Naval History: October]. ''Naval History and Heritage Command''. United States Navy.</ref> Enam orang wanita diterbangkan ke Kutub Selatan sebagai aksi publisitas pada tahun 1969.<ref>[https://www.royalsociety.org.nz/150th-anniversary/150-women-in-150-words/1968-2017/pamela-young/ Pamela Young]. Royal Society Te Apārangi.</ref> Pada musim panas 19961997, penjelajah Norwegia [[Børge Ousland]] menjadi orang pertama yang melintasi Antarktika seorang diri dari pesisir ke pesisir, dengan bantuan sebuah layang-layang di sebagian perjalanannya.<ref>Børge Ousland. [https://www.theguardian.com/travel/2013/dec/13/borge-ousland-how-i-crossed-antarctica Børge Ousland: How I crossed Antarctica alone]. ''The Guardian''. 13 December 2013.</ref> Ousland memegang rekor untuk perjalanan tercepat tanpa bantuan menuju Kutub Selatan, dengan waktu tempuh selama 34 hari.<ref>[http://www.guinnessworldrecords.com/world-records/fastest-unsupported-%28kite-assisted%29-journey-to-the-south-pole Fastest unsupported (kite assisted) journey to the South Pole taking just 34 days]. ''Guinness World Records''.</ref> | |||
Kutub Selatan selanjutnya dicapai pada 31 Oktober 1956, ketika sebuah kelompok Angkatan Laut AS yang dipimpin oleh Laksamana Muda [[George J. Dufek]] mendaratkan sebuah pesawat di sana. Enam orang wanita diterbangkan ke Kutub Selatan sebagai aksi publisitas pada tahun 1969. Pada musim panas 19961997, penjelajah Norwegia [[Børge Ousland]] menjadi orang pertama yang melintasi Antarktika seorang diri dari pesisir ke pesisir, dengan bantuan sebuah layang-layang di sebagian perjalanannya. Ousland memegang rekor untuk perjalanan tercepat tanpa bantuan menuju Kutub Selatan, dengan waktu tempuh selama 34 hari. | |||
== Demografi == | == Demografi == | ||
Penduduk semipermanen pertama di wilayah dekat Antarktika (daerah yang terletak di sebelah selatan [[Konvergensi Antarktika]]) adalah [[Perburuan anjing laut|para pemburu anjing laut]] dari Inggris dan Amerika yang dulunya menghabiskan waktu satu tahun atau lebih di [[Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan|Georgia Selatan]], dari tahun 1786 dan seterusnya. Selama era [[Perburuan paus|perburuan paus]], yang berlangsung hingga tahun 1966, populasi pulau tersebut bervariasi dari lebih dari 1.000 jiwa pada musim panas (lebih dari 2.000 jiwa pada tahun-tahun tertentu) hingga sekitar 200 jiwa pada musim dingin. Sebagian besar pemburu paus adalah orang Norwegia, dengan proporsi yang makin meningkat dari Inggris. Anak pertama yang lahir di kawasan kutub selatan adalah seorang anak perempuan Norwegia, [[Solveig Gunbjørg Jacobsen]], yang lahir di [[Grytviken]] pada tanggal 8 Oktober 1913. [[Emilio Marcos Palma]] adalah orang pertama yang lahir di daratan utama Antarktika di Pangkalan Esperanza milik Angkatan Darat Argentina, pada tanggal 7 Januari 1978.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Populasi Antarktika sebagian besar terdiri dari staf [[Stasiun penelitian di Antarktika|stasiun penelitian]] di Antarktika (yang terus dipertahankan terlepas dari penurunan populasi pada musim dingin), meskipun terdapat 2 pangkalan sipil seutuhnya di Antarktika: [[Pangkalan Esperanza]] dan [[Villa Las Estrellas|pangkalan Villa Las Estrellas]].<ref>[https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/antarctica/ Antarctica]. ''Resource Library''. National Geographic. 4 January 2012.</ref> Jumlah orang yang melakukan dan mendukung penelitian ilmiah beserta pekerjaan lainnya di benua ini dan pulau-pulau di dekatnya bervariasi dari sekitar 1.200 jiwa pada musim dingin hingga sekitar 4.800 jiwa pada musim panas, dengan tambahan 136 jiwa pada musim dingin hingga 266 jiwa pada musim panas dari 2 pangkalan sipil (per 2017). Beberapa [[Stasiun penelitian|stasiun penelitian]] memiliki staf sepanjang tahun, dengan personel yang menetap selama musim dingin biasanya tiba dari negara asal mereka untuk penugasan selama satu tahun. [[Kekristenan]] adalah agama yang paling umum di Antarktika, dengan 8 kapel dari berbagai denominasi Kristen terletak di sana; karena adanya kesulitan yang terkait dengan pengangkutan pemuka agama ke benua tersebut, sebagian besar ibadah dilakukan secara daring.<ref>John Bartlett. [https://www.theguardian.com/world/2023/jun/05/antarctica-church-photo-essay-russian-orthodox The church at the end of the world – photo essay]. ''The Guardian''. 5 June 2023.</ref><ref>[https://www.theguardian.com/world/2015/jul/24/priests-no-longer-needed-as-digital-antarctica-embraces-online-religion Priests no longer needed as digital Antarctica embraces online religion]. ''The Guardian''. 24 July 2015.</ref> [[Bahasa Inggris Antarktika]], ragam yang khas dari [[Bahasa Inggris|bahasa Inggris]], telah diketahui dipertuturkan oleh orang-orang yang tinggal di Antarktika dan [[Pulau subantarktika|pulau-pulau subantarktika]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Populasi Antarktika sebagian besar terdiri dari staf [[Stasiun penelitian di Antarktika|stasiun penelitian]] di Antarktika (yang terus dipertahankan terlepas dari penurunan populasi pada musim dingin), meskipun terdapat 2 pangkalan sipil seutuhnya di Antarktika: [[Pangkalan Esperanza]] dan [[Villa Las Estrellas|pangkalan Villa Las Estrellas]]. Jumlah orang yang melakukan dan mendukung penelitian ilmiah beserta pekerjaan lainnya di benua ini dan pulau-pulau di dekatnya bervariasi dari sekitar 1.200 jiwa pada musim dingin hingga sekitar 4.800 jiwa pada musim panas, dengan tambahan 136 jiwa pada musim dingin hingga 266 jiwa pada musim panas dari 2 pangkalan sipil (per 2017). Beberapa [[Stasiun penelitian|stasiun penelitian]] memiliki staf sepanjang tahun, dengan personel yang menetap selama musim dingin biasanya tiba dari negara asal mereka untuk penugasan selama satu tahun. [[Kekristenan]] adalah agama yang paling umum di Antarktika, dengan 8 kapel dari berbagai denominasi Kristen terletak di sana; karena adanya kesulitan yang terkait dengan pengangkutan pemuka agama ke benua tersebut, sebagian besar ibadah dilakukan secara daring. [[Bahasa Inggris Antarktika]], ragam yang khas dari [[Bahasa Inggris|bahasa Inggris]], telah diketahui dipertuturkan oleh orang-orang yang tinggal di Antarktika dan [[Pulau subantarktika|pulau-pulau subantarktika]]. | |||
== Politik == | == Politik == | ||
Status Antarktika diatur oleh [[Traktat Antarktika]] tahun 1959 dan perjanjian-perjanjian terkait lainnya, yang secara kolektif disebut Sistem Traktat Antarktika. Antarktika didefinisikan sebagai seluruh daratan dan paparan es di sebelah selatan 60° LS untuk keperluan Sistem Traktat tersebut.<ref>[https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/antarctica/ Antarctica]. ''The World Factbook''. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.</ref> Traktat ini ditandatangani oleh dua belas negara, termasuk [[Uni Soviet]], Britania Raya, Argentina, [[Chili]], Australia, dan Amerika Serikat. Sejak tahun 1959, 42 negara lainnya telah [[Konvensi Wina tentang Hukum Perjanjian#Penandatanganan, ratifikasi, dan aksesi|melakukan aksesi]] ke traktat tersebut. Negara-negara dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan jika mereka dapat menunjukkan bahwa mereka melakukan penelitian yang signifikan di Antarktika; , 29 negara memiliki 'status konsultatif' ini.<ref>[https://www.ats.aq/devAS/Parties?lang=e Parties]. ''Secretariat of the Antarctic Treaty''.</ref> Keputusan-keputusan didasarkan pada [[Pengambilan keputusan konsensus|konsensus]], alih-alih melalui [[Pemungutan suara|pemungutan suara]]. Traktat ini menetapkan Antarktika sebagai cagar ilmiah serta mendirikan kebebasan untuk penyelidikan ilmiah dan perlindungan lingkungan.<ref>Yelena Yermakova. ''Legitimacy of the Antarctic Treaty System: is it time for a reform?''. ''The Polar Journal''. 3 July 2021. Vol. 11 (2). hlm. 342–359. doi:10.1080/2154896X.2021.1977048.</ref><ref>M. Wright. ''The Ownership of Antarctica, its Living and Mineral Resources''. ''Journal of Law and the Environment''. 1987. Vol. 4.</ref> Beberapa negara yang memiliki stasiun penelitian di Antarktika mengizinkan warganya yang ditempatkan di benua tersebut untuk [[Pemilihan umum di Antarktika|memberikan suara dalam pemilihan umum mereka]].<ref>Mirjana Binggeli. [https://polarjournal.net/argentine-presidential-elections-when-antarctica-votes-milei/ Argentine presidential elections: when Antarctica voted for Milei]. ''Polar Journal''. 5 December 2023.</ref><ref>Juan Guerrero Pachon. [https://www.antarctica.gov.au/news/2019/democracy-in-the-deep-freeze/ Democracy in the deep freeze]. ''Australian Antarctic Program''. 17 May 2019.</ref> | |||
=== Klaim teritorial === | |||
Pada tahun 1539, [[Monarki Spanyol|Raja Spanyol]], [[Karl V, Kaisar Romawi Suci|Karl V]], membentuk [[Kegubernuran Terra Australis]], yang mencakup wilayah di sebelah selatan [[Selat Magellan]] dan dengan demikian Antarktika yang masih hipotetis pada masa itu, dan menganugerahkan Kegubernuran ini kepada [[Pedro Sancho de la Hoz]].<ref>: 'They published maps and charts based on the hypothesis that Tierra del Fuego was the beginning of that Terra Australis. The first person ever to have rights over these lands was Pedro Sancho de la Hoz, who received them through a special decree signed by Emperor Charles V on 24 January 1539.'</ref> Spanyol mengeklaim seluruh wilayah di selatan Selat Magellan hingga [[Kutub Selatan]], dengan perbatasan timur dan barat untuk klaim ini secara berturut-turut ditetapkan dalam [[Perjanjian Tordesillas]] dan [[Perjanjian Zaragoza|Zaragoza]]. Pada tahun 1555 klaim tersebut digabungkan ke dalam [[Kekaptenan Jenderal Chili|Chili]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Saat ini, kedaulatan atas berbagai wilayah di Antarktika diklaim oleh tujuh negara yang berbeda.<ref>[https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/antarctica/ Antarctica]. ''The World Factbook''. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.</ref> Meskipun beberapa dari negara-negara ini saling mengakui klaim satu sama lain, validitas klaim-klaim tersebut tidak diakui secara universal.<ref>[https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/antarctica/ Antarctica]. ''The World Factbook''. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.</ref> Klaim baru di Antarktika telah ditangguhkan sejak tahun 1959, meskipun pada tahun 2015, Norwegia secara resmi menetapkan Daratan Ratu Maud mencakup wilayah yang tidak diklaim di antara daratan tersebut dan Kutub Selatan.<ref>Ole Magnus Rapp. [https://www.aftenposten.no/norge/i/dw1q/norge-utvider-dronning-maud-land-helt-frem-til-sydpolen Norge utvider Dronning Maud Land helt frem til Sydpolen]. ''Aftenposten''. 21 September 2015.</ref> | |||
Klaim Argentina, Inggris, dan Chili saling tumpang tindih dan telah menyebabkan friksi. Pada tahun 2012, setelah [[Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran]] Inggris menetapkan kawasan yang sebelumnya tidak bernama menjadi [[Daratan Ratu Elizabeth]] sebagai penghormatan atas [[Yubileum Intan Elizabeth II|Yubileum Intan]] [[Elizabeth II|Ratu Elizabeth II]], pemerintah Argentina melayangkan protes terhadap klaim tersebut.<ref>[https://www.bbc.co.uk/news/uk-20822582 Argentina angry after Antarctic territory named after Queen]. ''BBC News''. 22 December 2012.</ref> Inggris menyerahkan beberapa wilayah yang diklaimnya kepada Australia dan Selandia Baru setelah kedua negara tersebut merdeka. Klaim oleh Inggris, Australia, Selandia Baru, Prancis, dan Norwegia tidak tumpang tindih dan diakui oleh satu sama lain. Negara-negara anggota Traktat Antarktika lainnya tidak mengakui klaim apa pun, namun telah menunjukkan suatu bentuk ketertarikan teritorial di masa lalu.<ref>Diego Ribadeneira. [http://www.afese.com/img/revistas/revista40/laantartida.pdf La Antartida]. ''AFESE''. 1988.</ref> | |||
* menetapkan "[[Antarktika Brasil|zona kepentingan]]" yang tidak dianggap sebagai klaim aktual.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
* secara resmi mencadangkan haknya untuk mengajukan klaim.<ref>Diego Ribadeneira. [http://www.afese.com/img/revistas/revista40/laantartida.pdf La Antartida]. ''AFESE''. 1988.</ref> | |||
* mewarisi hak Uni Soviet untuk mengeklaim wilayah berdasarkan Traktat Antarktika yang asli.<ref>[https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/fields/print_2070.html Disputes – international]. ''The World Factbook''. Central Intelligence Agency. 2011.</ref> | |||
* secara resmi mencadangkan haknya untuk mengajukan klaim.<ref>Diego Ribadeneira. [http://www.afese.com/img/revistas/revista40/laantartida.pdf La Antartida]. ''AFESE''. 1988.</ref> | |||
* mencadangkan haknya untuk mengajukan klaim dalam Traktat Antarktika yang asli.<ref>[https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/fields/print_2070.html Disputes – international]. ''The World Factbook''. Central Intelligence Agency. 2011.</ref> | |||
{| class="wikitable sortable" | |||
|- | |||
! scope="col" | Tahun | |||
! scope="col" | Pengeklaim | |||
! scope="col" | Wilayah | |||
! scope="col" | Batas klaim | |||
! scope="col" class="unsortable" | Peta | |||
|- | |||
| 1840 | |||
| | |||
| | |||
| data-sort-value="+136.11" | Awalnya tidak ditentukan; kemudian ditetapkan menjadi 142°2BT hingga 136°11BT | |||
| | |||
|- | |||
| 1908 | |||
| Britania Raya | |||
| | |||
| data-sort-value="-080.00" | 80°0BB hingga 20°0BB | |||
* 80°0BB hingga 74°0BB diklaim oleh Chili (1940) | |||
* 74°0BB hingga 53°0BB diklaim oleh Chili (1940) dan Argentina (1943) | |||
* 53°0BB hingga 25°0BB diklaim oleh Argentina (1943) | |||
| | |||
|- | |||
| 1923 | |||
| [[Alam Selandia Baru|Selandia Baru]] | |||
|[[Dependensi Ross]] | |||
| data-sort-value="+160.00" | 160°0BT hingga 150°0BB | |||
| | |||
|- | |||
| 1931 | |||
| | |||
| | |||
| data-sort-value="-090.35" | | |||
| | |||
|- | |||
| 1933 | |||
| | |||
| | |||
| data-sort-value="+044.38" | 44°38BT hingga 136°11BT, dan 142°2BT hingga 160°00BT | |||
| | |||
|- | |||
| 1939 | |||
| | |||
| | |||
| data-sort-value="-020.00" | 20°00BB hingga 44°38BT | |||
| | |||
|- | |||
| 1940 | |||
| | |||
| | |||
| data-sort-value="-090.00" | 90°0BB hingga 53°0BB | |||
* 80°00BB hingga 74°00BB diklaim oleh Britania Raya (1908) | |||
* 74°00BB hingga 53°00BB diklaim oleh Britania Raya (1908) dan Argentina (1943) | |||
| | |||
|- | |||
| 1943 | |||
| | |||
* | | | ||
* | | data-sort-value="-074.00" | 74°0BB hingga 25°0BB | ||
* 74°0BB hingga 53°0BB diklaim oleh Britania Raya (1908) dan Chili (1940) | |||
* 53°0BB hingga 25°0BB diklaim oleh Britania Raya (1908) | |||
| | |||
|- | |||
| – | |||
| ''[[Terra nullius|(Wilayah yang tidak diklaim)]]'' | |||
| [[Daratan Marie Byrd]] | |||
| data-sort-value="-150.00" | 150°0BB hingga 90°0BB<br /> (kecuali [[Pulau Peter I]]) | |||
| | |||
|} | |||
== Ekonomi dan pariwisata == | == Ekonomi dan pariwisata == | ||
Endapan batu bara, [[Hidrokarbon|hidrokarbon]], bijih besi, [[Platina|platina]], [[Tembaga|tembaga]], [[Kromium|kromium]], [[Nikel|nikel]], [[Emas|emas]], dan mineral-mineral lainnya telah ditemukan di Antarktika, tetapi tidak dalam jumlah yang cukup besar untuk diekstraksi.<ref>[https://www.cia.gov/the-world-factbook/field/natural-resources/ Natural Resources]. ''The World Factbook''. Central Intelligence Agency.</ref> Protokol Perlindungan Lingkungan pada Traktat Antarktika, yang mulai berlaku pada tahun 1998 dan dijadwalkan untuk ditinjau ulang pada tahun 2048, membatasi eksploitasi sumber daya Antarktika, termasuk mineral.<ref>Tony Press. [https://www.internationalaffairs.org.au/australianoutlook/antarctica-the-montreal-protocol-25-years-on/ Antarctica: The Madrid Protocol 25 Years On]. ''Australian Institute of International Affairs''. 5 October 2016.</ref> | |||
[[Pariwisata|Wisatawan]] telah [[Pariwisata di Antarktika|mengunjungi Antarktika]] sejak tahun 1957. Pariwisata tunduk pada ketentuan Traktat Antarktika dan Protokol Lingkungan;<ref>[https://iaato.org/visiting-antarctica/during-your-visit/ During Your Visit]. International Association of Antarctica Tour Operators.</ref> badan swaregulasi untuk industri ini adalah [[Asosiasi Internasional Operator Tur Antarktika]]. Wisatawan tiba dengan kapal kecil atau menengah di lokasi-lokasi berpemandangan indah yang spesifik dengan konsentrasi satwa liar ikonis yang dapat diakses. Sebagian besar pariwisata Antarktika berpusat pada tur pengamatan burung karena tingginya jumlah [[Penguin|penguin]] di benua ini. [[Pantai McDonald]] dikenal sebagai kawasan dengan lalu lintas ramai bagi para wisatawan yang mengamati populasi [[Penguin adélie|penguin adélie]] di sana.<ref>[https://datazone.birdlife.org/site/factsheet/mcdonald-beach-cape-bird-iba-antarctica BirdLife Data Zone]. ''DataZone''. BirdLife Australia.</ref> Penerbangan wisata keliling beroperasi dari Australia dan Selandia Baru hingga terjadinya [[Tragedi Gunung Erebus]] pada tahun 1979, ketika sebuah pesawat [[Air New Zealand]] menabrak Gunung Erebus, menewaskan seluruh 257 orang di dalamnya. [[Qantas]] melanjutkan kembali penerbangan melintas komersial ke Antarktika dari Australia pada pertengahan 1990-an. | |||
Lebih dari 74.000 wisatawan mengunjungi kawasan tersebut selama musim 2019–2020, yang mana 18.500 di antaranya bepergian dengan kapal pesiar namun tidak turun dari kapal untuk menjelajah di daratan.<ref>[https://iaato.org/information-resources/data-statistics/ IAATO Antarctic visitor figures 2019–2020]. ''Data & Statistics''. International Association of Antarctica Tour Operators. July 2020.</ref> Beberapa kelompok pelestarian alam telah menyatakan keprihatinan atas potensi dampak buruk yang disebabkan oleh lonjakan kedatangan pengunjung dan telah menyerukan pembatasan ukuran [[Kapal pesiar|kapal pesiar]] yang berkunjung serta kuota pariwisata.<ref>Mark Rowe. [https://www.telegraph.co.uk/travel/734551/Tourism-%27threatens-Antarctic%27.html Tourism threatens the Antarctic]. ''The Daily Telegraph''. 11 February 2006.</ref> Respons utama dari pihak-pihak Traktat Antarktika adalah mengembangkan pedoman yang menetapkan batasan pendaratan serta zona-zona tertutup atau terbatas di situs-situs yang lebih sering dikunjungi.<ref>[https://www.ats.aq/e/tourism.html Tourism and Non-Governmental Activities]. Secretariat of the Antarctic Treaty.</ref> | |||
Lebih dari 74.000 wisatawan mengunjungi kawasan tersebut selama musim 2019–2020, yang mana 18.500 di antaranya bepergian dengan kapal pesiar namun tidak turun dari kapal untuk menjelajah di daratan. Beberapa kelompok pelestarian alam telah menyatakan keprihatinan atas potensi dampak buruk yang disebabkan oleh lonjakan kedatangan pengunjung dan telah menyerukan pembatasan ukuran [[Kapal pesiar|kapal pesiar]] yang berkunjung serta kuota pariwisata. Respons utama dari pihak-pihak Traktat Antarktika adalah mengembangkan pedoman yang menetapkan batasan pendaratan serta zona-zona tertutup atau terbatas di situs-situs yang lebih sering dikunjungi. | |||
== Penelitian == | == Penelitian == | ||
Pada tahun 2017, terdapat lebih dari 4.400 ilmuwan yang melakukan penelitian di Antarktika, angka yang turun menjadi hanya sedikit di atas 1.100 pada musim dingin.<ref>[https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/antarctica/ Antarctica]. ''The World Factbook''. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.</ref> Terdapat lebih dari 70 stasiun penelitian permanen dan musiman di benua ini; yang terbesar, [[Stasiun McMurdo]] milik Amerika Serikat, mampu menampung lebih dari 1.000 orang.<ref>Georgina Davis. ''A history of McMurdo Station through its architecture''. ''Polar Record''. Cambridge University Press. 30 January 2017. Vol. 53 (2). hlm. 167–185. doi:10.1017/S0032247416000747.</ref> [[Survei Antarktika Britania]] memiliki lima stasiun penelitian utama di Antarktika, yang salah satunya sepenuhnya portabel. [[Princess Elisabeth Antarktika|Stasiun Princess Elisabeth]] milik Belgia adalah salah satu stasiun paling modern dan yang pertama mencapai [[Netralitas karbon|netralitas karbon]]. Argentina, Australia, Chili, dan Rusia juga memiliki kehadiran ilmiah yang besar di Antarktika.<ref>[https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/antarctica/ Antarctica]. ''The World Factbook''. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.</ref> Banyak negara merilis laporan strategi yang dirancang untuk memandu upaya penelitian mereka di Antarktika. [[Survei Antarktika Britania]] (BAS), [[Program Antarktika Australia]] (AAP), dan [[Program Antarktika Amerika Serikat]] (USAP) semuanya telah merilis laporan semacam itu, yang sebagian besar berfokus pada bagaimana perubahan iklim Antarktika dapat berdampak terhadap negara asal mereka masing-masing dan iklim global.<ref>Jane Francis. [https://www.bas.ac.uk/wp-content/uploads/2024/03/2239182604BAS-Strategy-2024-2034-1.pdf British Antarctic Survey Strategy 2023-2033]. British Antarctic Survey. 2023.</ref><ref>[https://www.antarctica.gov.au/site/assets/files/53908/australian-antarctic-science-strategic-plan.pdf Australian Antarctic Science Strategic Plan]. Australian Antarctic Science Council.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Para [[Ahli geologi|ahli geologi]] utamanya mempelajari [[Tektonika lempeng|tektonika lempeng]], [[Meteorit|meteorit]], dan pecahnya Gondwana. Para [[Ahli glasiologi|ahli glasiologi]] mempelajari sejarah dan dinamika es mengapung, [[Salju|salju]] musiman, gletser, dan lapisan es. Para [[Ahli biologi|ahli biologi]], selain meneliti satwa liar, tertarik pada bagaimana suhu rendah dan kehadiran manusia memengaruhi strategi adaptasi dan keberlangsungan hidup organisme.<ref>Michael Stoddart. ''Antarctic biology in the 21st century – Advances in, and beyond the international polar year 2007–2008''. ''Polar Science''. August 2010. Vol. 4 (2). hlm. 97–101. doi:10.1016/j.polar.2010.04.004.</ref> Para [[Ilmuwan biomedis|ilmuwan biomedis]] telah membuat penemuan-penemuan terkait penyebaran [[Virus|virus]] dan respons tubuh terhadap suhu musiman yang ekstrem.<ref>[https://www.antarctica.gov.au/science/technology-innovation/human-biology-and-medicine/ Human Biology and Medicine]. ''Australian Antarctic Programme''. 16 September 2020.</ref> | |||
Pemandangan luar angkasa dari Bumi menjadi lebih baik berkat atmosfer yang lebih tipis di ketinggian yang lebih tinggi dan kurangnya uap air di atmosfer yang disebabkan oleh suhu yang membekukan.<ref>Michael G. Burton. ''Astronomy in Antarctica''. ''The Astronomy & Astrophysics Review''. 2010. Vol. 18 (4). hlm. 417469. doi:10.1007/s00159-010-0032-2.</ref> Para [[Astrofisika|ahli astrofisika]] di [[Stasiun Kutub Selatan Amundsen–Scott]] mempelajari [[Radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik|radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik]] dan [[Neutrino|neutrino]] dari luar angkasa.<ref>Peter West. [https://www.nsf.gov/news/special_reports/livingsouthpole/sciencegoals.jsp Science Goals: Celebrating a Century of Science and Exploration]. ''National Science Foundation''. 2011.</ref> [[Detektor neutrino|Detektor neutrino]] terbesar di dunia, [[Observatorium Neutrino IceCube]], berada di Stasiun Amundsen-Scott. Observatorium ini terdiri dari sekitar 5.500 [[Modul optis|modul optis digital]], yang sebagian di antaranya mencapai kedalaman hingga , yang tertahan dalam es.<ref>[https://icecube.wisc.edu/about-us/facts/ IceCube Quick Facts]. ''IceCube Neutrino Observatory''.</ref> Para ilmuwan juga mengamati tingkat dosis radiasi yang lebih tinggi di sekitar pesisir Antarktika dibandingkan dengan rata-rata global: hal ini dikaitkan dengan sinar kosmik yang melewati atmosfer yang lebih tipis dibandingkan garis lintang khatulistiwa.<ref>Magdalena Długosz-Lisiecka. ''Natural gamma radiation at the sea level around the Antarctic continent recorded south of the 62° parallel''. ''Acta Universitatis Lodziensis. Folia Geographica Physica''. December 30, 2021. hlm. 7–12. doi:10.18778/1427-9711.20.01.</ref> | |||
Pemandangan luar angkasa dari Bumi menjadi lebih baik berkat atmosfer yang lebih tipis di ketinggian yang lebih tinggi dan kurangnya uap air di atmosfer yang disebabkan oleh suhu yang membekukan. Para [[Astrofisika|ahli astrofisika]] di [[Stasiun Kutub Selatan Amundsen–Scott]] mempelajari [[Radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik|radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik]] dan [[Neutrino|neutrino]] dari luar angkasa. [[Detektor neutrino|Detektor neutrino]] terbesar di dunia, [[Observatorium Neutrino IceCube]], berada di Stasiun Amundsen-Scott. Observatorium ini terdiri dari sekitar 5.500 [[Modul optis|modul optis digital]], yang sebagian di antaranya mencapai kedalaman hingga , yang tertahan dalam es. Para ilmuwan juga mengamati tingkat dosis radiasi yang lebih tinggi di sekitar pesisir Antarktika dibandingkan dengan rata-rata global: hal ini dikaitkan dengan sinar kosmik yang melewati atmosfer yang lebih tipis dibandingkan garis lintang khatulistiwa. | |||
Antarktika menyediakan lingkungan yang unik untuk penelitian meteorit: gurun kutub yang kering mengawetkannya dengan sangat baik, dan meteorit yang berumur lebih dari satu juta tahun telah ditemukan. Mereka relatif mudah ditemukan, karena batu meteorit yang gelap tampak mencolok di tengah lanskap es dan salju, serta aliran es mengakumulasikannya di daerah-daerah tertentu. [[Meteorit Daratan Adelie]], yang ditemukan pada tahun 1912, adalah yang pertama kali ditemukan. Meteorit-meteorit ini menyimpan petunjuk mengenai komposisi [[Tata Surya]] dan perkembangan awalnya. Sebagian besar meteorit berasal dari asteroid, tetapi beberapa meteorit yang ditemukan di Antarktika berasal dari Bulan dan Mars. | Antarktika menyediakan lingkungan yang unik untuk penelitian meteorit: gurun kutub yang kering mengawetkannya dengan sangat baik, dan meteorit yang berumur lebih dari satu juta tahun telah ditemukan. Mereka relatif mudah ditemukan, karena batu meteorit yang gelap tampak mencolok di tengah lanskap es dan salju, serta aliran es mengakumulasikannya di daerah-daerah tertentu.<ref>Kathryn Hansen. [https://earthobservatory.nasa.gov/images/149554/finding-meteorite-hotspots-in-antarctica Finding Meteorite Hotspots in Antarctica]. ''Earth Observatory''. NASA. 9 March 2022.</ref> [[Meteorit Daratan Adelie]], yang ditemukan pada tahun 1912, adalah yang pertama kali ditemukan. Meteorit-meteorit ini menyimpan petunjuk mengenai komposisi [[Tata Surya]] dan perkembangan awalnya.<ref>Kathryn Hansen. [https://earthobservatory.nasa.gov/images/149554/finding-meteorite-hotspots-in-antarctica Finding Meteorite Hotspots in Antarctica]. ''Earth Observatory''. NASA. 9 March 2022.</ref> Sebagian besar meteorit berasal dari asteroid, tetapi beberapa meteorit yang ditemukan di Antarktika berasal dari Bulan dan Mars.<ref>Tricia Talbert. [http://www.nasa.gov/feature/science-from-the-sky-nasa-renews-search-for-antarctic-meteorites Science from the Sky: NASA Renews Search for Antarctic Meteorites]. ''NASA''. 14 November 2016.</ref> | ||
== Budaya == | == Budaya == | ||
=== Film === | === Film === | ||
Rekaman gambar bergerak pertama tentang Antarktika diperkirakan direkam menggunakan kamera engkol tangan oleh seorang anggota tak dikenal dari [[Ekspedisi Antarktika Nasional Skotlandia]] pada awal tahun 1904. Kritikus film [[William Arnold (kritikus film)|William Arnold]], saat menulis tentang peringatan seratus tahun peristiwa tersebut pada tahun 2004, mengutip [[South (film)|''South'']] (1919), ''[[With Byrd at the South Pole]] yang memenangkan Oscar (1930), 90° South: With Scott to the Antarctic'' (1933), ''[[The Secret Land]]'' (1948), dan produksi [[IMAX]] ''Endurance: Shackleton's Legendary Antarctic Adventure'' (2000) sebagai beberapa film dokumenter Antarktika yang paling terkemuka. | Rekaman gambar bergerak pertama tentang Antarktika diperkirakan direkam menggunakan kamera engkol tangan oleh seorang anggota tak dikenal dari [[Ekspedisi Antarktika Nasional Skotlandia]] pada awal tahun 1904.<ref>William Arnold. [https://www.spl.org/online-resources/magazines-and-newspapers Frozen in Time]. ''The Seattle Post-Intelligencer''. January 29, 2004. hlm. C1-C2.</ref> Kritikus film [[William Arnold (kritikus film)|William Arnold]], saat menulis tentang peringatan seratus tahun peristiwa tersebut pada tahun 2004, mengutip [[South (film)|''South'']] (1919), ''[[With Byrd at the South Pole]] yang memenangkan Oscar (1930), 90° South: With Scott to the Antarctic'' (1933), ''[[The Secret Land]]'' (1948), dan produksi [[IMAX]] ''Endurance: Shackleton's Legendary Antarctic Adventure'' (2000) sebagai beberapa film dokumenter Antarktika yang paling terkemuka.<ref>William Arnold. [https://www.spl.org/online-resources/magazines-and-newspapers Frozen in Time]. ''The Seattle Post-Intelligencer''. January 29, 2004. hlm. C1-C2.</ref> | ||
Di antara film fiksi yang syutingnya sebagian atau seluruhnya dilakukan di Antarktika adalah ''[[Mr. Forbush and the Penguins]]'', sebuah komedi Inggris tahun 1971 yang dibintangi oleh [[John Hurt]]; ''[[Antarctica (film 1983)|Antarktika]]'', sebuah [[Film penyintasan|drama penyintasan]] Jepang tahun 1983 dengan musik yang digubah oleh [[Vangelis]]; dan ''[[South of Sanity (film)|South of Sanity]]'', sebuah [[Film horor|film horor]] beranggaran rendah Inggris tahun 2012. Festival Film Internasional Musim Dingin Antarktika (Winter International Film Festival of Antarctica/WIFFA), yang didirikan pada tahun 2006 sebagai sebuah cara untuk mengatasi isolasi sosial, diselenggarakan setiap tahun bagi mereka yang menghabiskan musim dingin di benua tersebut. WIFFA terbuka untuk [[Film pendek|film pendek]] berdurasi 5 menit atau kurang, yang direkam dalam kurun waktu 48 jam. | Di antara film fiksi yang syutingnya sebagian atau seluruhnya dilakukan di Antarktika adalah ''[[Mr. Forbush and the Penguins]]'', sebuah komedi Inggris tahun 1971 yang dibintangi oleh [[John Hurt]]; ''[[Antarctica (film 1983)|Antarktika]]'', sebuah [[Film penyintasan|drama penyintasan]] Jepang tahun 1983 dengan musik yang digubah oleh [[Vangelis]]; dan ''[[South of Sanity (film)|South of Sanity]]'', sebuah [[Film horor|film horor]] beranggaran rendah Inggris tahun 2012.<ref>Steven McKenzie. [https://www.bbc.co.uk/news/uk-scotland-highlands-islands-19980602 Scot shoots first fictional feature in Antarctica]. ''BBC News''. 17 October 2012.</ref> Festival Film Internasional Musim Dingin Antarktika (Winter International Film Festival of Antarctica/WIFFA), yang didirikan pada tahun 2006 sebagai sebuah cara untuk mengatasi isolasi sosial, diselenggarakan setiap tahun bagi mereka yang menghabiskan musim dingin di benua tersebut. WIFFA terbuka untuk [[Film pendek|film pendek]] berdurasi 5 menit atau kurang, yang direkam dalam kurun waktu 48 jam.<ref>Heiner Kubny. [https://polarjournal.ch/en/2022/08/31/freddie-mercury-in-antarctica/ Freddie Mercury in Antarctica]. ''Polar Journal''. 31 August 2022.</ref> | ||
=== Rekreasi === | === Rekreasi === | ||
Festival musik paling selatan di dunia, [[Icestock]], telah diselenggarakan di Stasiun McMurdo sejak tahun 1989. Para penyelenggara, penampil, dan pengunjung Icestock semuanya adalah personel yang bekerja di McMurdo atau [[Pangkalan Scott]] di dekatnya. | Festival musik paling selatan di dunia, [[Icestock]], telah diselenggarakan di Stasiun McMurdo sejak tahun 1989. Para penyelenggara, penampil, dan pengunjung Icestock semuanya adalah personel yang bekerja di McMurdo atau [[Pangkalan Scott]] di dekatnya.<ref>Stephanie Kryswonos. [https://antarcticsun.usap.gov/features/4202/ Icestock Rings in the New Year]. ''Antarctic Sun''. 2 February 2016.</ref><ref>Jackson Jandreau. [https://www.colorado.edu/aerospace/2020/01/14/24-hours-sunlight-life-and-aerospace-research-antarctica 24 hours of sunlight — life and aerospace research in Antarctica]. ''Ann and H.J. Smead Aerospace Engineering Sciences''. 2020-01-14.</ref><ref>Kim Griggs. [https://archive.wired.com/culture/lifestyle/news/2001/02/41756 Antarctica Rocks Out on Ice]. ''Wired''. 2019-02-20.</ref> | ||
Acara olahraga yang diadakan di Antarktika meliputi [[Maraton Es Antarktika & lomba ultra 100k]], [[Maraton Antarktika]] dan [[Lomba Kapal Pesiar Piala Antarktika]]. [[Sepak bola di Antarktika|Sepak bola]] telah dimainkan sejak awal abad ke-20, dengan tim-tim yang mewakili pangkalan-pangkalan atau kapal-kapal yang sedang berkunjung. | Acara olahraga yang diadakan di Antarktika meliputi [[Maraton Es Antarktika & lomba ultra 100k]],<ref>Benjamin Roman. [https://www.espn.com/espn/thelife/news/story?id=5761185 Serious about sports at end of the Earth]. ''ESPN.com''. 2010-11-03.</ref> [[Maraton Antarktika]]<ref>Lenny Bernstein. [https://www.washingtonpost.com/lifestyle/wellness/alexandrias-brooke-curran-on-winning-the-antarctica-marathon/2012/04/02/gIQAfhWbrS_story.html Alexandria's Brooke Curran on winning the Antarctica Marathon]. ''Washington Post''. 2012-04-02.</ref> dan [[Lomba Kapal Pesiar Piala Antarktika]].<ref>[https://www.sail-world.com/Australia/Antarctica-Cup-Yacht-Race/-36654 Antarctica Cup Yacht Race]. ''Sail-World.com''. 2007-08-16.</ref> [[Sepak bola di Antarktika|Sepak bola]] telah dimainkan sejak awal abad ke-20, dengan tim-tim yang mewakili pangkalan-pangkalan atau kapal-kapal yang sedang berkunjung.<ref>[https://asifuch.cl/futbol-en-la-antartica/ Fútbol en la Antártica]. ''Association of Chilean Football Researchers''. 2020-12-20.</ref><ref>[https://www.rsssf.org/miscellaneous/zuidpool.html Antarctica - football/soccer matches]. ''RSSSF''. 1911-05-19.</ref> | ||
Terdapat dua hari libur utama yang dirayakan di seluruh Antarktika: [[Hari Pertengahan Musim Dingin]] pada hari [[Titik balik matahari musim dingin|titik balik matahari musim dingin]] selatan (20 atau 21 Juni) dan [[Hari Antarktika]] pada tanggal 1 Desember, yang memperingati penandatanganan Traktat Antarktika pada tahun 1959. | Terdapat dua hari libur utama yang dirayakan di seluruh Antarktika: [[Hari Pertengahan Musim Dingin]] pada hari [[Titik balik matahari musim dingin|titik balik matahari musim dingin]] selatan (20 atau 21 Juni) dan [[Hari Antarktika]] pada tanggal 1 Desember, yang memperingati penandatanganan Traktat Antarktika pada tahun 1959.<ref>[https://www.coolantarctica.com/Community/midwinter_antarctica.php Midwinter in Antarctica]. ''Cool Antarctica''. 1986-06-21.</ref><ref>[https://www.arcus.org/events/arctic-calendar/33711 Celebrate Antarctica Day on December 1st]. ''Arctic Research Consortium of the U.S''. 2022-12-01.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 231: | Baris 256: | ||
== Catatan == | == Catatan == | ||
== Daftar pustaka == | == Daftar pustaka == | ||
* | |||
* | |||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | |||
* | |||
== Bacaan lanjutan == | == Bacaan lanjutan == | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* Ivanov, Lyubomir; Ivanova, Nusha (2022). ''The World of Antarctica''. Generis Publishing. 241 pp. | * Ivanov, Lyubomir; Ivanova, Nusha (2022). ''The World of Antarctica''. Generis Publishing. 241 pp. | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* of the Antarctic Treaty Secretariat (de facto government) | * of the Antarctic Treaty Secretariat (de facto government) | ||
* High resolution map (2022) – [https://rema.apps.pgc.umn.edu/ Reference Elevation Model of Antarctica] ([[Reference Elevation Model of Antarctica|REMA]]) | * High resolution map (2022) – [https://rema.apps.pgc.umn.edu/ Reference Elevation Model of Antarctica] ([[Reference Elevation Model of Antarctica|REMA]]) | ||
* | * | ||
* [http://www.antarctica.ac.uk/ British Antarctic Survey (BAS)] | * [http://www.antarctica.ac.uk/ British Antarctic Survey (BAS)] | ||
* [http://www.usap.gov/ U.S. Antarctic Program Portal] | * [http://www.usap.gov/ U.S. Antarctic Program Portal] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antarktika&oldid=29560408 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29560408 (2026-08-11T12:40:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi per 27 Agustus 2026 17.56

Antarktika ( ) adalah benua paling selatan dan paling sedikit penduduknya di Bumi. Terletak hampir seluruhnya di sebelah selatan Lingkar Antarktika dan dikelilingi oleh Samudra Selatan (juga dikenal sebagai Samudra Antarktika), benua ini mencakup Kutub Selatan geografis. Antarktika adalah benua terbesar kelima, kira-kira 40% lebih besar dari Eropa, dan memiliki luas . Sebagian besar wilayah Antarktika tertutup oleh lapisan es Antarktika, dengan ketebalan rata-rata .
Secara rata-rata, Antarktika adalah benua terdingin, terkering, dan paling berangin, serta memiliki ketinggian rata-rata tertinggi. Benua ini utamanya merupakan gurun kutub, dengan curah hujan tahunan lebih dari di sepanjang pesisir dan jauh lebih sedikit di wilayah pedalaman. Sekitar 70% cadangan air tawar dunia membeku di Antarktika, yang jika mencair, akan menaikkan permukaan laut global hampir setinggi . Antarktika memegang rekor untuk suhu terendah yang tercatat di Bumi, yaitu . Wilayah pesisir dapat mencapai suhu di atas pada musim panas. Spesies hewan asli di benua ini meliputi tungau, nematoda, penguin, anjing laut, dan tardigrada. Di tempat-tempat yang ditumbuhi vegetasi, sebagian besar bentuknya adalah liken atau lumut.
Paparan es Antarktika kemungkinan pertama kali terlihat pada tahun 1820, selama ekspedisi Rusia yang dipimpin oleh Fabian Gottlieb von Bellingshausen dan Mikhail Lazarev. Pada dekade-dekade berikutnya, dilakukan eksplorasi lebih lanjut oleh ekspedisi Prancis, Amerika, dan Inggris. Pendaratan pertama yang terkonfirmasi dilakukan oleh tim dari Norwegia pada tahun 1895. Pada awal abad ke-20, terdapat beberapa ekspedisi ke bagian pedalaman benua tersebut. Penjelajah Inggris Douglas Mawson, Edgeworth David, dan Alistair Mackay adalah orang-orang pertama yang mencapai Kutub Selatan magnetis pada tahun 1909, dan Kutub Selatan geografis pertama kali dicapai pada tahun 1911 oleh penjelajah Norwegia Roald Amundsen.
Antarktika dikelola oleh sekitar 30 negara, yang kesemuanya merupakan pihak-pihak dalam Sistem Traktat Antarktika tahun 1959. Berdasarkan ketentuan traktat tersebut, aktivitas militer, penambangan, ledakan nuklir, dan pembuangan limbah nuklir dilarang di Antarktika. Pariwisata, penangkapan ikan, dan penelitian adalah aktivitas manusia yang utama di Antarktika dan sekitarnya. Selama bulan-bulan musim panas, sekitar 5.000 orang tinggal di stasiun penelitian, angka yang turun menjadi sekitar 1.000 orang pada musim dingin. Meskipun benua ini terpencil, aktivitas manusia memberikan dampak yang signifikan terhadapnya melalui polusi, penipisan ozon, dan perubahan iklim. Mencairnya lapisan es Antarktika Barat yang berpotensi tidak stabil menyebabkan ketidakpastian terbesar dalam proyeksi skala abad untuk kenaikan permukaan laut, dan pencairan ini juga memengaruhi sirkulasi pembalikan Samudra Selatan, yang pada akhirnya dapat berdampak signifikan terhadap iklim Belahan Bumi Selatan dan produktivitas Samudra Selatan.
Etimologi
Nama yang diberikan pada benua ini berasal dari kata antarctic, yang berasal dari bahasa Prancis Pertengahan atau () dan, pada gilirannya, bahasa Latin (). diturunkan dari bahasa Yunani () dan (, ).[1] Filsuf Yunani Aristoteles menulis dalam Meteorologi tentang sebuah "kawasan Antarktika" pada . Pakar geografi Yunani Marinus dari Tirus dilaporkan menggunakan nama ini pada peta dunianya dari abad ke-2 Masehi, yang kini telah hilang. Penulis-penulis Romawi Gaius Julius Hyginus dan Apuleius menggunakan nama Yunani yang diromanisasi untuk Kutub Selatan, yang darinya diturunkan istilah bahasa Prancis Kuno (modern ) yang tercatat pada tahun 1270, dan dari sana diturunkan istilah bahasa Inggris Pertengahan , yang pertama kali ditemukan dalam sebuah risalah yang ditulis oleh penulis Inggris Geoffrey Chaucer.[2]
Gagasan orang Eropa mengenai keberadaan —sebuah benua yang luas di ujung selatan bumi untuk menyeimbangkan daratan utara Eropa, Asia, dan Afrika Utara—telah ada sebagai konsep intelektual sejak zaman kuno klasik. Oleh karena itu, Terra Australis merupakan nama yang digunakan untuk merujuk pada seluruh daratan hipotetis yang diusulkan berada di lokasi tempat Antarktika kini diketahui ada.[3] Pernyataan akan keberadaan daratan semacam itu bertahan hingga penemuan Australia oleh orang Eropa.
Selama awal abad ke-19, penjelajah Matthew Flinders meragukan keberadaan benua terpisah di selatan Australia (saat itu disebut Holandia Baru) dan dengan demikian menyarankan agar nama "Terra Australis" digunakan sebagai gantinya untuk Australia. Pada tahun 1824, otoritas kolonial di Sydney secara resmi mengganti nama benua Holandia Baru menjadi Australia, sehingga istilah "Terra Australis" tidak lagi tersedia sebagai rujukan untuk Antarktika. Selama beberapa dekade berikutnya, para pakar geografi menggunakan frasa-frasa seperti "Benua Antarktika". Mereka mencari pengganti yang lebih puitis, dan menyarankan nama-nama seperti Ultima dan Antipodea. Antarktika diadopsi pada tahun 1890-an, dengan penggunaan pertama nama tersebut dikaitkan dengan kartografer Skotlandia John George Bartholomew.[4]
Geografi
Berada dalam posisi asimetris di sekitar Kutub Selatan dan sebagian besar berada di selatan Lingkar Antarktika (salah satu dari lima lingkar lintang utama yang menandai peta dunia), Antarktika dikelilingi oleh Samudra Selatan. Sungai-sungai terdapat di Antarktika; yang terpanjang adalah Onyx. Antarktika memiliki luas lebih dari , hampir dua kali lipat luas wilayah Australia, menjadikannya benua terbesar kelima, dan sebanding dengan luas permukaan Pluto. Garis pantainya memiliki panjang hampir :[5] , dari empat tipe pesisir, 44% pantainya merupakan es mengapung dalam bentuk paparan es, 38% terdiri dari dinding es yang bertumpu pada batuan, 13% merupakan aliran es atau tepian gletser, dan 5% sisanya merupakan batuan yang tersingkap.
Danau-danau yang terletak di dasar lapisan es benua utamanya terbentuk di Lembah Kering McMurdo atau berbagai oasis. Danau Vostok, yang ditemukan di bawah Stasiun Vostok milik Rusia, adalah danau subglasial terbesar di tingkat global dan salah satu danau terbesar di dunia. Danau ini dahulu diyakini telah tertutup rapat selama jutaan tahun, tetapi para ilmuwan kini memperkirakan airnya tergantikan secara bertahap oleh pencairan dan pembekuan lambat dari tudung es setiap 13.000 tahun. Selama musim panas, es di tepian danau dapat mencair, dan parit berair dapat terbentuk sementara. Antarktika memiliki danau air asin dan danau air tawar.
Antarktika dibagi menjadi Antarktika Barat dan Antarktika Timur oleh Pegunungan Transantarktika, yang membentang dari Daratan Victoria hingga Laut Ross.[6] Sebagian besar wilayah Antarktika tertutup oleh lapisan es Antarktika, yang tebalnya rata-rata mencapai .[7] Lapisan es ini membentang ke seluruh wilayah kecuali pada beberapa oasis, yang letaknya berada di wilayah pesisir, terkecuali Lembah Kering McMurdo.[8] Beberapa aliran es Antarktika mengalir menuju salah satu dari banyaknya paparan es Antarktika, sebuah proses yang dijelaskan melalui dinamika lapisan es.[9]
Antarktika Timur meliputi Daratan Coats, Daratan Ratu Maud, Daratan Enderby, Daratan Mac. Robertson, Daratan Wilkes, dan Daratan Victoria. Hampir seluruh wilayah ini berada di dalam Belahan Bumi Timur, kecuali sebagian kecilnya saja. Antarktika Timur sebagian besar tertutup oleh Lapisan Es Antarktika Timur. Terdapat banyak pulau-pulau yang mengelilingi Antarktika, yang sebagian besarnya adalah pulau vulkanik dan masih sangat muda menurut standar geologis.[10] Pengecualian yang paling menonjol dalam hal ini adalah pulau-pulau di Dataran Tinggi Kerguelen, yang paling awal terbentuk sekitar 40 Ma.[11][12]
Masif Vinson, di Pegunungan Ellsworth, adalah puncak tertinggi di Antarktika dengan ketinggian . Gunung Erebus di Pulau Ross merupakan gunung berapi aktif paling selatan di dunia dan meletus sekitar 10 kali setiap harinya. Abu dari letusannya telah ditemukan sejauh dari kawah vulkanik. Terdapat bukti akan adanya sejumlah besar gunung berapi di bawah es, yang dapat menimbulkan risiko bagi lapisan es apabila tingkat aktivitasnya meningkat. Kubah es yang dikenal sebagai Kubah Argus di Antarktika Timur merupakan kenampakan es Antarktika tertinggi, pada ketinggian . Tempat ini merupakan salah satu tempat terdingin dan terkering di dunia—suhu di sana dapat mencapai titik terendah hingga , dan curah hujan tahunannya adalah .
Sejarah geologi
Dari akhir era Neoproterozoikum hingga Kapur, Antarktika merupakan bagian dari superbenua Gondwana. Antarktika modern terbentuk ketika Gondwana secara bertahap terpecah mulai sekitar 183 Ma. Selama sebagian besar masa Fanerozoikum, Antarktika memiliki iklim tropis atau iklim sedang, dan tertutup oleh hutan.[13]
Era Paleozoikum (539–252 Ma)
Selama periode Kambrium, Gondwana memiliki iklim yang sejuk. Sebagian wilayah Antarktika Barat berada di Belahan Bumi Utara, dan pada masa itu, batu pasir, batu gamping, dan serpih dalam jumlah besar terendapkan. Antarktika Timur berada di wilayah khatulistiwa, tempat invertebrata dasar laut dan trilobita berkembang biak di lautan tropis. Pada awal periode Devon (416 Ma), Gondwana berada di lintang yang lebih selatan, dan iklimnya lebih dingin, meskipun fosil-fosil tumbuhan darat diketahui berasal dari masa tersebut. Pasir dan lanau terendapkan di wilayah yang sekarang menjadi Pegunungan Ellsworth, Horlick, dan Pegunungan Pensacola.
Antarktika mulai tertutup gletser selama masa zaman es Paleozoikum Akhir yang dimulai pada akhir periode Devon (360 Ma), meskipun glasiasi akan meningkat secara substansial pada akhir masa Karbon. Benua ini bergeser lebih dekat ke Kutub Selatan, dan iklimnya mendingin, meskipun flora tetap bertahan.[14] Setelah deglasiasi pada paruh kedua Perm Awal, daratan tersebut didominasi oleh glosopterid (kelompok tumbuhan berbiji yang telah punah dan tidak memiliki kerabat dekat yang masih hidup), yang paling menonjol adalah Glossopteris, sebuah pohon yang ditafsirkan tumbuh di tanah yang tergenang air, yang membentuk endapan batu bara yang luas. Tumbuhan lain yang ditemukan di Antarktika selama zaman Perm meliputi Cordaitales, sfenopsida, pakis, dan likofita. Pada akhir zaman Perm, iklim menjadi lebih kering dan lebih panas di sebagian besar wilayah Gondwana, dan ekosistem hutan glosopterid runtuh sebagai bagian dari peristiwa kepunahan Perm–Trias.[15] Tidak ada bukti mengenai keberadaan tetrapoda yang pernah hidup di Antarktika selama masa Paleozoikum.[16]
Era Mesozoikum (252–66 Ma)
Pemanasan yang berkelanjutan mengeringkan sebagian besar wilayah Gondwana. Selama periode Trias, Antarktika didominasi oleh pakis biji (pteridosperma) yang termasuk dalam genus Dicroidium, yang tumbuh sebagai pohon. Flora Trias lainnya yang berkaitan meliputi ginkgofita, sikadofita, runjung, dan sfenopsida. Tetrapoda pertama kali muncul di Antarktika selama kala Trias Awal, dengan fosil tertua yang diketahui ditemukan di Formasi Fremouw di Pegunungan Transantarktika.[17] Sinapsida (juga dikenal sebagai "reptil mirip mamalia") mencakup spesies-spesies seperti Lystrosaurus, dan merupakan hewan yang umum pada masa Trias Awal.
Semenanjung Antarktika mulai terbentuk selama periode Jura ().[18] Afrika terpisah dari Antarktika pada zaman Jura sekitar 160 Ma, disusul oleh Anak benua India pada awal zaman Kapur (sekitar 125 Ma).[19] Pohon-pohon Ginkgo, tumbuhan runjung, Bennettitales, paku ekor kuda, pakis, dan pakis haji sangat melimpah pada masa itu. Sekitar 80 juta tahun yang lalu, tumbuhan berbunga menjadi kelompok tumbuhan yang paling beragam di benua tersebut.[20] Di Antarktika Barat, hutan konifer mendominasi di sepanjang periode Kapur (146–66 Ma), meskipun pohon beech selatan (Nothofagus) menjadi terkemuka menjelang akhir zaman Kapur.[21] Amonit umum ditemukan di lautan di sekitar Antarktika, dan dinosaurus juga hadir, meskipun hanya beberapa genera dinosaurus Antarktika (Cryolophosaurus dan Glacialisaurus, dari Formasi Hanson Jura Awal di Pegunungan Transantarktika,[22] dan Antarctopelta, Trinisaura, Morrosaurus, serta Imperobator dari Kapur Akhir di Semenanjung Antarktika) yang telah dideskripsikan.[23][24][25][26]
Era Kenozoikum sebelum masa kini (66–10 Ma)
Selama awal Paleogen, jembatan darat Antarktika terus menghubungkan Antarktika dengan Amerika Selatan serta Australia bagian tenggara. Fauna dari Formasi La Meseta di Semenanjung Antarktika, yang berasal dari zaman Eosen, sangat mirip dengan fauna-fauna yang setara di Amerika Selatan; dengan marsupial, xenarthra, litopterna, dan astrapotheria ungulata, serta gondwanatheria dan kemungkinan meridiolestida.[27][28] Marsupial diperkirakan telah menyebar ke Australia dari Amerika Selatan melalui Antarktika pada awal Eosen.[29]
Sekitar 53 Ma, Australia-Nugini terpisah dari Antarktika, yang membuka Celah Tasmania.[30] Selat Drake terbuka di antara Antarktika dan Amerika Selatan sekitar 30 Ma, yang menghasilkan pembentukan Arus Lingkar Antarktika yang sepenuhnya mengisolasi benua tersebut.[31] Berbagai model geografi Antarktika menunjukkan bahwa arus ini, beserta putaran umpan balik yang diakibatkan oleh penurunan kadar CO2, memicu pembentukan tudung es kutub yang kecil namun permanen. Seiring dengan makin menurunnya kadar CO2, es mulai menyebar dengan cepat, menggantikan hutan-hutan yang hingga saat itu menutupi Antarktika.[32] Ekosistem tundra terus bertahan di Antarktika hingga sekitar 14–10 juta tahun yang lalu, ketika pendinginan lebih lanjut pada akhirnya memusnahkan mereka.[33]
Masa kini
Geologi Antarktika, yang sebagian besar tersembunyi oleh lapisan es benua, dapat dipelajari melalui teknik-teknik seperti penginderaan jauh, radar penembus tanah, dan citra satelit.[34] Secara geologis, Antarktika Barat sangat menyerupai pegunungan Andes di Amerika Selatan. Semenanjung Antarktika terbentuk dari pengangkatan geologis dan transformasi sedimen dasar laut menjadi batuan metamorf.[35]
Antarktika Barat terbentuk dari penggabungan beberapa lempeng benua, yang menciptakan sejumlah rangkaian pegunungan di wilayah tersebut, dengan yang paling menonjol di antaranya adalah Pegunungan Ellsworth. Keberadaan Sistem Rift Antarktika Barat telah memicu vulkanisme di sepanjang perbatasan antara Antarktika Barat dan Timur, serta pembentukan Pegunungan Transantarktika.
Antarktika Timur memiliki geologi yang bervariasi. Pembentukannya dimulai pada Eon Arkean (4.000 Ma2.500 Ma), dan berhenti pada Periode Kambrium. Wilayah ini berdiri di atas sebuah kraton batuan, yang menjadi dasar bagi Perisai Prakambrium. Di atas lapisan dasar tersebut terdapat batu bara dan batu pasir, batu gamping, serta serpih yang terendapkan selama periode Devon dan Jura untuk membentuk Pegunungan Transantarktika. Di wilayah pesisir seperti Rangkaian Shackleton dan Daratan Victoria, telah terjadi sejumlah patahan.[36][37]
Batu bara pertama kali tercatat di Antarktika di dekat Gletser Beardmore oleh Frank Wild pada Ekspedisi Nimrod di tahun 1907, dan batu bara bermutu rendah diketahui keberadaannya di banyak bagian Pegunungan Transantarktika. Pegunungan Prince Charles mengandung endapan bijih besi.[38] Terdapat sumber minyak dan ladang gas alam di Laut Ross.[39]
Iklim
Antarktika adalah benua terdingin, paling berangin, dan terkering di Bumi.[40] Di dekat pesisir, suhunya dapat melampaui 10 °C pada musim panas dan turun hingga di bawah −40 °C pada musim dingin. Di wilayah pedalaman yang lebih tinggi, suhunya dapat naik hingga sekitar −30 °C pada musim panas namun turun hingga di bawah −80 °C pada musim dingin.
Suhu udara alami terendah yang pernah tercatat di Bumi adalah di Stasiun Vostok milik Rusia di Antarktika pada tanggal 21 Juli 1983.[41] Suhu udara yang lebih rendah yaitu tercatat pada tahun 2010 oleh satelit—namun, suhu ini mungkin telah dipengaruhi oleh suhu permukaan tanah dan tidak dicatat pada ketinggian di atas permukaan sebagaimana disyaratkan untuk pencatatan suhu udara resmi.[42][43] Antarktika lebih dingin daripada kawasan Arktika, karena sebagian besar wilayah Antarktika berada lebih dari di atas permukaan laut, tempat suhu udaranya lebih dingin. Kehangatan relatif dari Samudra Arktik diteruskan melalui es laut Arktika dan memoderasi suhu di kawasan Arktika.
Antarktika merupakan sebuah gurun kutub dengan sedikit curah hujan; benua ini menerima curah air rata-rata yang setara dengan sekitar per tahun, sebagian besar dalam bentuk salju. Wilayah pedalamannya lebih kering dan menerima kurang dari per tahun, sedangkan kawasan pesisirnya umumnya menerima lebih dari .[44] Di beberapa daerah es biru, angin dan sublimasi menghilangkan lebih banyak salju daripada yang diakumulasikan melalui curah hujan.[45] Di lembah-lembah kering, efek yang sama terjadi di atas lapisan dasar berbatu, yang mengarah pada lanskap yang tandus dan gersang.[46]
Perbedaan regional
Antarktika Timur lebih dingin daripada bagian baratnya karena ketinggiannya yang lebih tinggi. Front cuaca jarang menembus jauh ke dalam benua, sehingga membiarkan bagian tengahnya tetap dingin dan kering, dengan kecepatan angin yang sedang. Hujan salju lebat umum terjadi di bagian pesisir Antarktika, tempat curah salju hingga mencapai dalam 48 jam pernah tercatat. Di tepi benua, angin katabatik yang kuat dari dataran tinggi kutub sering kali bertiup dengan kekuatan badai. Selama musim panas, lebih banyak radiasi matahari yang mencapai permukaan di Kutub Selatan daripada di khatulistiwa karena 24 jam sinar matahari yang diterima di sana setiap harinya.[47]
Perubahan iklim
Penipisan ozon
Para ilmuwan telah mempelajari lapisan ozon di atmosfer di atas Antarktika sejak tahun 1970-an. Pada tahun 1985, para ilmuwan Inggris, yang bekerja dengan data yang mereka kumpulkan di Stasiun Penelitian Halley di Paparan Es Brunt, menemukan area luas dengan konsentrasi ozon yang rendah di atas Antarktika.[48][49] 'Lubang ozon' ini menutupi hampir seluruh benua dan mencapai ukuran terbesarnya pada bulan September 2006;[50] peristiwa yang berlangsung paling lama terjadi pada tahun 2020.[51] Penipisan ini disebabkan oleh emisi klorofluorokarbon dan halon ke atmosfer, yang menyebabkan ozon terurai menjadi gas-gas lain.[52] Kondisi yang sangat dingin di Antarktika memungkinkan terbentuknya awan stratosfer kutub. Awan tersebut bertindak sebagai katalis untuk berbagai reaksi kimia, yang pada akhirnya berujung pada perusakan ozon.[53] Protokol Montreal tahun 1987 telah membatasi emisi zat-zat perusak ozon. Lubang ozon di atas Antarktika diprediksi akan perlahan menghilang; pada tahun 2060-an, kadar ozon diperkirakan akan kembali ke nilai yang terakhir tercatat pada tahun 1980-an.[54]
Penipisan ozon dapat menyebabkan pendinginan sekitar di stratosfer. Pendinginan ini memperkuat pusaran kutub sehingga mencegah keluarnya udara dingin di dekat Kutub Selatan, yang pada gilirannya mendinginkan massa benua di lapisan es Antarktika Timur. Daerah-daerah pinggiran Antarktika, terutama Semenanjung Antarktika, kemudian terpapar suhu yang lebih tinggi, yang mempercepat pencairan es.[55] Berbagai model menunjukkan bahwa penipisan ozon dan efek pusaran kutub yang menguat mungkin juga menjadi penyebab periode peningkatan luas es laut, yang berlangsung sejak awal pengamatan pada akhir 1970-an hingga 2014. Sejak saat itu, cakupan es laut Antarktika telah menyusut dengan cepat.[56][57]
Keanekaragaman hayati
Sebagian besar spesies di Antarktika tampaknya merupakan keturunan dari spesies yang hidup di sana jutaan tahun yang lalu. Dengan demikian, mereka pasti telah bertahan melewati berbagai siklus glasial. Spesies-spesies tersebut bertahan hidup dari periode iklim yang sangat dingin di daerah-daerah hangat yang terisolasi, seperti di tempat-tempat yang memiliki panas bumi atau daerah-daerah yang tetap bebas es selama iklim yang lebih dingin.[58]
Hewan
Kehidupan invertebrata di Antarktika mencakup berbagai spesies tungau mikroskopis seperti Alaskozetes antarcticus, kutu, pinjal (Glaciopsyllus antarcticus),[59] nematoda, tardigrada, rotifera, kril, dan ekor pegas. Agas yang tidak dapat terbang Belgica antarctica, hewan yang murni hidup di darat terbesar di Antarktika, ukurannya mencapai .[60]
Kril Antarktika, yang berkumpul dalam kawanan yang besar, merupakan spesies kunci dari ekosistem Samudra Selatan, dan menjadi organisme makanan yang penting bagi paus, anjing laut, anjing laut macan tutul, anjing laut berbulu, cumi-cumi, ikan es, dan banyak spesies burung, seperti penguin dan albatros. Beberapa spesies hewan laut hidup dan bergantung secara langsung maupun tidak langsung pada fitoplankton. Kehidupan laut Antarktika meliputi penguin, paus biru, orca, cumi-cumi kolosal, dan anjing laut berbulu.[61] Anjing laut berbulu Antarktika sangat banyak diburu pada abad ke-18 dan ke-19 untuk diambil bulunya oleh para pemburu anjing laut dari Amerika Serikat dan Britania Raya.[62] Anjing laut macan tutul adalah predator puncak di ekosistem Antarktika dan bermigrasi melintasi Samudra Selatan untuk mencari makanan.[63]
Terdapat sekitar 40 spesies burung yang berkembang biak di atau di dekat Antarktika, termasuk spesies petrel, penguin, pecuk, dan camar. Berbagai spesies burung lainnya mengunjungi samudra di sekitar Antarktika, termasuk beberapa yang biasanya menetap di Arktika.[64] Penguin kaisar adalah satu-satunya penguin yang berkembang biak selama musim dingin di Antarktika; spesies ini dan Penguin adélie berkembang biak lebih jauh di selatan dibandingkan penguin lainnya.[65]
Sebuah Sensus Kehidupan Laut oleh sekitar 500 peneliti selama Tahun Kutub Internasional diterbitkan pada tahun 2010. Penelitian tersebut menemukan bahwa lebih dari 235 organisme laut hidup di kedua wilayah kutub, yang menjembatani jarak sejauh . Hewan-hewan berukuran besar seperti beberapa jenis cetacea dan burung melakukan perjalanan bolak-balik setiap tahunnya. Bentuk kehidupan yang lebih kecil, seperti teripang dan siput perenang bebas, juga ditemukan di kedua samudra kutub tersebut. Faktor-faktor yang mungkin membantu persebaran mereka meliputi perbedaan suhu di laut dalam pada kutub dan khatulistiwa yang tidak lebih dari serta sistem arus utama atau sabuk konveyor laut yang mampu mengangkut telur dan larva.[66]
Pada bulan Januari 2025, terlepasnya gunung es A-84 yang sangat besar (seukuran kota Chicago) dari Paparan Es George VI memberikan kesempatan langka untuk menjelajahi dasar laut di bawah paparan es yang mengapung dengan menggunakan kapal selam robotik. Para peneliti menemukan ekosistem yang secara tak terduga kaya akan karang besar, spons kuno, ikan es, laba-laba laut raksasa, dan bahkan gurita pada kedalaman hingga mencapai . Ekosistem-ekosistem tersebut mungkin menjadi habitat bagi spesies baru yang telah tersembunyi selama berabad-abad, dan ditopang oleh arus laut pembawa nutrisi.[67][68]
Fungi
Sekitar 1.150 spesies fungi telah tercatat di kawasan Antarktika, dan sekitar 750 di antaranya tidak membentuk liken.[69][70] Beberapa spesies, yang telah berevolusi di bawah kondisi ekstrem, telah mengolonisasi rongga struktural di dalam batuan berpori dan berkontribusi dalam membentuk formasi batuan di Lembah Kering McMurdo serta punggung pegunungan di sekitarnya.[71]
Morfologi yang disederhanakan dari fungi-fungi tersebut, bersama dengan struktur biologis yang serupa, sistem metabolisme yang mampu tetap aktif pada suhu yang sangat rendah, dan siklus hidup yang lebih pendek, menjadikannya sangat cocok dengan lingkungan semacam itu. Sel-selnya yang berdinding tebal dan sangat termelanisasi membuatnya tahan terhadap radiasi UV.[72] Sebuah spesies endemik Antarktika, liken menyerupai kerak Buellia frigida, telah digunakan sebagai organisme model dalam penelitian astrobiologi.[73]
Ciri-ciri yang sama dapat diamati pada alga dan sianobakteri, yang menunjukkan bahwa ciri-ciri tersebut adalah adaptasi terhadap kondisi yang lazim di Antarktika. Hal ini telah memicu spekulasi bahwa kehidupan di Mars mungkin mirip dengan fungi Antarktika, seperti Cryomyces antarcticus dan Cryomyces minteri.[74] Beberapa spesies fungi, yang tampaknya endemik di Antarktika, hidup di kotoran burung, dan telah berevolusi sehingga dapat tumbuh di dalam kotoran yang sangat dingin, tetapi juga dapat melewati usus hewan berdarah panas.[75]
Tumbuhan
Sepanjang sejarahnya, Antarktika telah memiliki berbagai macam kehidupan tumbuhan. Pada zaman Kapur, benua ini didominasi oleh ekosistem pakis dan tumbuhan runjung, yang berubah menjadi hutan hujan iklim sedang menjelang akhir periode tersebut. Selama zaman Neogen yang lebih dingin (17–2,5 Ma), ekosistem tundra menggantikan hutan-hutan hujan tersebut. Iklim Antarktika pada masa kini tidak memungkinkan terbentuknya vegetasi yang luas.[76] Kombinasi antara suhu yang membekukan, kualitas tanah yang buruk, serta kurangnya kelembapan dan sinar matahari menghambat pertumbuhan tumbuhan, yang menyebabkan rendahnya keanekaragaman spesies dan terbatasnya persebaran. Flora di benua ini sebagian besar terdiri dari briotita (25 spesies lumut hati dan 100 spesies lumut daun). Terdapat tiga spesies tumbuhan berbunga, yang semuanya ditemukan di Semenanjung Antarktika: Deschampsia antarctica (rumput rambut Antarktika), Colobanthus quitensis (lumut mutiara Antarktika), dan Poa annua (rumput biru tahunan) yang bukan spesies asli.[77]
Organisme lain
Dari 700 spesies alga di Antarktika, sekitar separuhnya adalah fitoplankton laut. Alga salju yang beraneka warna sangat melimpah di kawasan pesisir selama musim panas.[78] Bahkan es laut dapat menampung komunitas ekologis yang unik, karena es ini mengeluarkan seluruh garam dari air ketika membeku, yang terakumulasi ke dalam kantong-kantong air garam yang juga menampung mikroorganisme dorman. Ketika es mulai mencair, kantong-kantong air garam meluas dan dapat bergabung untuk membentuk saluran air garam, dan alga di dalam kantong-kantong tersebut dapat kembali aktif dan berkembang biak hingga masa pembekuan berikutnya.[79][80] Bakteri juga telah ditemukan hingga kedalaman di bawah es.[81] Diperkirakan kemungkinan besar terdapat komunitas bakteri asli di dalam badan air bawah tanah Danau Vostok.[82] Keberadaan kehidupan di sana diperkirakan dapat memperkuat argumen mengenai kemungkinan adanya kehidupan di satelit alami Jupiter, Europa, yang mungkin memiliki air di bawah kerak esnya.[83] Terdapat sebuah komunitas bakteri ekstremofil di perairan yang sangat alkali di Danau Untersee.[84][85] Keberadaan makhluk-makhluk yang sangat tangguh di daerah yang sedemikian tidak ramah dapat semakin memperkuat argumen akan adanya kehidupan ekstraterestrial di lingkungan yang dingin dan kaya akan metana.[86]
Konservasi dan perlindungan lingkungan
Perjanjian internasional pertama untuk melindungi keanekaragaman hayati Antarktika diadopsi pada tahun 1964.[87] Penangkapan ikan berlebih terhadap kril (hewan yang memainkan peran besar dalam ekosistem Antarktika) mendorong para pejabat untuk memberlakukan peraturan tentang penangkapan ikan. Konvensi Konservasi Sumber Daya Hayati Laut Antarktika, sebuah traktat internasional yang mulai berlaku pada tahun 1980, mengatur perikanan, dengan tujuan untuk melestarikan hubungan ekologis.[88] Meskipun terdapat peraturan-peraturan ini, penangkapan ikan ilegal—khususnya terhadap ikan gigi patagonia yang sangat berharga dan dipasarkan sebagai sea bass Chili di AS—tetap menjadi masalah.[89]
Sejalan dengan traktat tahun 1980 tentang penangkapan ikan berkelanjutan, negara-negara yang dipimpin oleh Selandia Baru dan Amerika Serikat menegosiasikan traktat tentang penambangan. Konvensi Pengaturan Kegiatan Sumber Daya Mineral Antarktika ini diadopsi pada tahun 1988. Setelah kampanye yang kuat dari organisasi-organisasi lingkungan hidup, mula-mula Australia dan kemudian Prancis memutuskan untuk tidak meratifikasi traktat tersebut. Sebagai gantinya, negara-negara tersebut mengadopsi Protokol Perlindungan Lingkungan pada Traktat Antarktika (Protokol Madrid), yang mulai berlaku pada tahun 1998.[90] Protokol Madrid melarang segala bentuk penambangan, dan menetapkan benua tersebut sebagai "cagar alam yang diabdikan untuk perdamaian dan ilmu pengetahuan".[91]
Kelompok penekan Greenpeace mendirikan sebuah pangkalan di Pulau Ross dari tahun 1987 hingga 1992 sebagai bagian dari upayanya untuk menetapkan benua tersebut sebagai Taman Dunia.[92] Suaka Paus Samudra Selatan didirikan pada tahun 1994 oleh Komisi Perpausan Internasional. Kawasan ini mencakup seluas dan sepenuhnya mengelilingi benua Antarktika. Seluruh perburuan paus komersial dilarang di zona ini, meskipun Jepang terus berburu paus di daerah tersebut, dengan dalih untuk tujuan penelitian.[93]
Terlepas dari perlindungan ini, keanekaragaman hayati di Antarktika masih terancam oleh aktivitas manusia. Kawasan lindung khusus mencakup kurang dari 2% dari keseluruhan luas wilayah dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi hewan-hewan dengan daya tarik populer dibandingkan hewan-hewan yang kurang terlihat.[94] Terdapat lebih banyak kawasan lindung daratan daripada kawasan lindung laut.[95] Ekosistem-ekosistem tersebut terkena dampak ancaman lokal maupun global, khususnya polusi, invasi spesies asing, dan berbagai efek perubahan iklim.[96]
Sejarah eksplorasi
Peta-peta dunia awal, seperti peta Piri Reis tahun 1513, menampilkan benua hipotetis Terra Australis. Jauh lebih besar dan tidak berkaitan dengan Antarktika, Terra Australis adalah sebuah daratan yang oleh para cendekiawan zaman klasik diasumsikan perlu ada untuk menyeimbangkan daratan-daratan yang telah diketahui di belahan bumi utara.[97]
Kapal-kapal Kapten James Cook, dan , melintasi Lingkar Antarktika pada 17 Januari 1773, pada bulan Desember 1773, dan sekali lagi pada Januari 1774. Cook tiba dalam jarak sekitar dari pesisir Antarktika sebelum mundur karena berhadapan dengan hamparan es pada bulan Januari 1773. Pada tahun 1775, ia menyebut keberadaan sebuah benua kutub sebagai "mungkin saja", dan dalam salinan lain jurnalnya ia menulis: "[Saya] sangat mempercayainya dan lebih dari mungkin bahwa kita telah melihat sebagian darinya".
Abad ke-19
Para pemburu anjing laut merupakan beberapa di antara orang-orang pertama yang mendekati daratan Antarktika, kemungkinan pada awal abad ke-19. Sisa-sisa peninggalan manusia tertua yang diketahui di kawasan Antarktika adalah sebuah tengkorak, yang berasal dari tahun 1819 hingga 1825, milik seorang wanita muda di Pantai Yamana di Kepulauan Shetland Selatan. Wanita tersebut, yang kemungkinan besar merupakan bagian dari ekspedisi perburuan anjing laut, ditemukan pada tahun 1985.[98]
Orang pertama yang melihat Antarktika atau paparan esnya sejak lama diyakini adalah pelaut Inggris Edward Bransfield, seorang kapten di Angkatan Laut Kerajaan, yang menemukan ujung semenanjung Antarktika pada 30 Januari 1820. Namun, seorang kapten di Angkatan Laut Kekaisaran Rusia, Fabian Gottlieb von Bellingshausen, mencatat telah melihat sebuah paparan es pada 27 Januari. Pemburu anjing laut Amerika Serikat Nathaniel Palmer, yang kapal perburuannya berada di kawasan tersebut pada saat itu, mungkin juga merupakan orang pertama yang melihat Semenanjung Antarktika.
Ekspedisi Antarktika Rusia Pertama, yang dipimpin oleh Bellingshausen dan Mikhail Lazarev menggunakan kapal sloop perang seberat 985 ton Vostok dan kapal pendukung seberat 530 ton Mirny, mencapai sebuah titik dalam jarak dari Daratan Ratu Maud dan mencatat penampakan sebuah paparan es pada koordinat ,[99] tanggal 27 Januari 1820.[100] Penampakan ini terjadi tiga hari sebelum Bransfield melihat daratan Semenanjung Trinity di Antarktika, yang berbeda dari sekadar es di paparan es, dan 10 bulan sebelum Palmer melakukan hal yang sama pada bulan November 1820. Pendaratan pertama yang terdokumentasi di Antarktika dilakukan oleh pemburu anjing laut Amerika kelahiran Inggris John Davis, yang diyakini bertempat di Teluk Hughes pada 7 Februari 1821, meskipun sejumlah sejarawan memperdebatkan klaim ini, karena tidak ada bukti bahwa Davis mendarat di benua Antarktika alih-alih di pulau lepas pantai.[101]
Pada 22 Januari 1840, dua hari setelah penemuan pesisir barat Kepulauan Balleny, beberapa anggota kru dari ekspedisi tahun 18371840 milik penjelajah Prancis Jules Dumont d'Urville turun di Kepulauan Dumoulin, di lepas pesisir Daratan Adélie, tempat mereka mengambil beberapa sampel mineral, alga, dan hewan, mengibarkan bendera Prancis, dan mengeklaim kedaulatan Prancis atas wilayah tersebut. Kapten Amerika Serikat Charles Wilkes memimpin sebuah ekspedisi pada 1838–1839 dan menjadi orang pertama yang mengeklaim telah menemukan benua tersebut.[102] Perwira angkatan laut Inggris James Clark Ross gagal menyadari bahwa apa yang disebutnya sebagai "berbagai petak daratan yang baru-baru ini ditemukan oleh navigator Amerika, Prancis, dan Inggris di ambang Lingkar Antarktika" saling terhubung untuk membentuk sebuah benua tunggal.[103] Penjelajah Amerika Mercator Cooper mendarat di Antarktika Timur pada 26 Januari 1853.
Pendaratan pertama yang terkonfirmasi di massa benua Antarktika terjadi pada tahun 1895 ketika kapal pemburu paus Norwegia-Swedia Antarctic mencapai Tanjung Adare.[104]
Abad ke-20
Selama Ekspedisi Nimrod yang dipimpin oleh penjelajah Inggris Ernest Shackleton pada tahun 1907, rombongan yang dipimpin oleh Edgeworth David menjadi yang pertama mendaki Gunung Erebus dan mencapai kutub magnet selatan. Douglas Mawson, yang mengambil alih kepemimpinan rombongan Kutub Magnetis pada perjalanan pulang mereka yang berbahaya, pensiun pada tahun 1931.[105] Antara Desember 1908 dan Februari 1909, Shackleton dan tiga anggota ekspedisinya menjadi manusia pertama yang melintasi Paparan Es Ross, yang pertama melintasi Pegunungan Transantarktika (melalui Gletser Beardmore), dan yang pertama menginjakkan kaki di Dataran Tinggi Kutub selatan. Pada 14 Desember 1911, sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh penjelajah Norwegia Roald Amundsen dari kapal Fram menjadi yang pertama mencapai Kutub Selatan geografis, menggunakan rute dari Teluk Paus dan naik ke Gletser Axel Heiberg. Satu bulan kemudian, Ekspedisi Terra Nova yang bernasib nahas mencapai kutub tersebut.
Penjelajah Amerika Serikat Richard E. Byrd memimpin empat ekspedisi ke Antarktika pada kurun 1920-an, 1930-an, dan 1940-an, menggunakan traktor mekanis pertama. Ekspedisinya melakukan penelitian geografis dan ilmiah yang ekstensif, dan ia dikreditkan karena telah menyurvei wilayah benua yang lebih luas daripada penjelajah lainnya. Pada tahun 1937, Ingrid Christensen menjadi wanita pertama yang menginjakkan kaki di daratan utama Antarktika.[106] Caroline Mikkelsen telah mendarat di sebuah pulau di Antarktika, lebih awal pada tahun 1935.[107]
Kutub Selatan selanjutnya dicapai pada 31 Oktober 1956, ketika sebuah kelompok Angkatan Laut AS yang dipimpin oleh Laksamana Muda George J. Dufek mendaratkan sebuah pesawat di sana.[108] Enam orang wanita diterbangkan ke Kutub Selatan sebagai aksi publisitas pada tahun 1969.[109] Pada musim panas 19961997, penjelajah Norwegia Børge Ousland menjadi orang pertama yang melintasi Antarktika seorang diri dari pesisir ke pesisir, dengan bantuan sebuah layang-layang di sebagian perjalanannya.[110] Ousland memegang rekor untuk perjalanan tercepat tanpa bantuan menuju Kutub Selatan, dengan waktu tempuh selama 34 hari.[111]
Demografi
Penduduk semipermanen pertama di wilayah dekat Antarktika (daerah yang terletak di sebelah selatan Konvergensi Antarktika) adalah para pemburu anjing laut dari Inggris dan Amerika yang dulunya menghabiskan waktu satu tahun atau lebih di Georgia Selatan, dari tahun 1786 dan seterusnya. Selama era perburuan paus, yang berlangsung hingga tahun 1966, populasi pulau tersebut bervariasi dari lebih dari 1.000 jiwa pada musim panas (lebih dari 2.000 jiwa pada tahun-tahun tertentu) hingga sekitar 200 jiwa pada musim dingin. Sebagian besar pemburu paus adalah orang Norwegia, dengan proporsi yang makin meningkat dari Inggris. Anak pertama yang lahir di kawasan kutub selatan adalah seorang anak perempuan Norwegia, Solveig Gunbjørg Jacobsen, yang lahir di Grytviken pada tanggal 8 Oktober 1913. Emilio Marcos Palma adalah orang pertama yang lahir di daratan utama Antarktika di Pangkalan Esperanza milik Angkatan Darat Argentina, pada tanggal 7 Januari 1978.[112]
Populasi Antarktika sebagian besar terdiri dari staf stasiun penelitian di Antarktika (yang terus dipertahankan terlepas dari penurunan populasi pada musim dingin), meskipun terdapat 2 pangkalan sipil seutuhnya di Antarktika: Pangkalan Esperanza dan pangkalan Villa Las Estrellas.[113] Jumlah orang yang melakukan dan mendukung penelitian ilmiah beserta pekerjaan lainnya di benua ini dan pulau-pulau di dekatnya bervariasi dari sekitar 1.200 jiwa pada musim dingin hingga sekitar 4.800 jiwa pada musim panas, dengan tambahan 136 jiwa pada musim dingin hingga 266 jiwa pada musim panas dari 2 pangkalan sipil (per 2017). Beberapa stasiun penelitian memiliki staf sepanjang tahun, dengan personel yang menetap selama musim dingin biasanya tiba dari negara asal mereka untuk penugasan selama satu tahun. Kekristenan adalah agama yang paling umum di Antarktika, dengan 8 kapel dari berbagai denominasi Kristen terletak di sana; karena adanya kesulitan yang terkait dengan pengangkutan pemuka agama ke benua tersebut, sebagian besar ibadah dilakukan secara daring.[114][115] Bahasa Inggris Antarktika, ragam yang khas dari bahasa Inggris, telah diketahui dipertuturkan oleh orang-orang yang tinggal di Antarktika dan pulau-pulau subantarktika.[116]
Politik
Status Antarktika diatur oleh Traktat Antarktika tahun 1959 dan perjanjian-perjanjian terkait lainnya, yang secara kolektif disebut Sistem Traktat Antarktika. Antarktika didefinisikan sebagai seluruh daratan dan paparan es di sebelah selatan 60° LS untuk keperluan Sistem Traktat tersebut.[117] Traktat ini ditandatangani oleh dua belas negara, termasuk Uni Soviet, Britania Raya, Argentina, Chili, Australia, dan Amerika Serikat. Sejak tahun 1959, 42 negara lainnya telah melakukan aksesi ke traktat tersebut. Negara-negara dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan jika mereka dapat menunjukkan bahwa mereka melakukan penelitian yang signifikan di Antarktika; , 29 negara memiliki 'status konsultatif' ini.[118] Keputusan-keputusan didasarkan pada konsensus, alih-alih melalui pemungutan suara. Traktat ini menetapkan Antarktika sebagai cagar ilmiah serta mendirikan kebebasan untuk penyelidikan ilmiah dan perlindungan lingkungan.[119][120] Beberapa negara yang memiliki stasiun penelitian di Antarktika mengizinkan warganya yang ditempatkan di benua tersebut untuk memberikan suara dalam pemilihan umum mereka.[121][122]
Klaim teritorial
Pada tahun 1539, Raja Spanyol, Karl V, membentuk Kegubernuran Terra Australis, yang mencakup wilayah di sebelah selatan Selat Magellan dan dengan demikian Antarktika yang masih hipotetis pada masa itu, dan menganugerahkan Kegubernuran ini kepada Pedro Sancho de la Hoz.[123] Spanyol mengeklaim seluruh wilayah di selatan Selat Magellan hingga Kutub Selatan, dengan perbatasan timur dan barat untuk klaim ini secara berturut-turut ditetapkan dalam Perjanjian Tordesillas dan Zaragoza. Pada tahun 1555 klaim tersebut digabungkan ke dalam Chili.[124]
Saat ini, kedaulatan atas berbagai wilayah di Antarktika diklaim oleh tujuh negara yang berbeda.[125] Meskipun beberapa dari negara-negara ini saling mengakui klaim satu sama lain, validitas klaim-klaim tersebut tidak diakui secara universal.[126] Klaim baru di Antarktika telah ditangguhkan sejak tahun 1959, meskipun pada tahun 2015, Norwegia secara resmi menetapkan Daratan Ratu Maud mencakup wilayah yang tidak diklaim di antara daratan tersebut dan Kutub Selatan.[127]
Klaim Argentina, Inggris, dan Chili saling tumpang tindih dan telah menyebabkan friksi. Pada tahun 2012, setelah Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris menetapkan kawasan yang sebelumnya tidak bernama menjadi Daratan Ratu Elizabeth sebagai penghormatan atas Yubileum Intan Ratu Elizabeth II, pemerintah Argentina melayangkan protes terhadap klaim tersebut.[128] Inggris menyerahkan beberapa wilayah yang diklaimnya kepada Australia dan Selandia Baru setelah kedua negara tersebut merdeka. Klaim oleh Inggris, Australia, Selandia Baru, Prancis, dan Norwegia tidak tumpang tindih dan diakui oleh satu sama lain. Negara-negara anggota Traktat Antarktika lainnya tidak mengakui klaim apa pun, namun telah menunjukkan suatu bentuk ketertarikan teritorial di masa lalu.[129]
- menetapkan "zona kepentingan" yang tidak dianggap sebagai klaim aktual.[130]
- secara resmi mencadangkan haknya untuk mengajukan klaim.[131]
- mewarisi hak Uni Soviet untuk mengeklaim wilayah berdasarkan Traktat Antarktika yang asli.[132]
- secara resmi mencadangkan haknya untuk mengajukan klaim.[133]
- mencadangkan haknya untuk mengajukan klaim dalam Traktat Antarktika yang asli.[134]
| Tahun | Pengeklaim | Wilayah | Batas klaim | Peta |
|---|---|---|---|---|
| 1840 | Awalnya tidak ditentukan; kemudian ditetapkan menjadi 142°2BT hingga 136°11BT | |||
| 1908 | Britania Raya | 80°0BB hingga 20°0BB
|
||
| 1923 | Selandia Baru | Dependensi Ross | 160°0BT hingga 150°0BB | |
| 1931 | ||||
| 1933 | 44°38BT hingga 136°11BT, dan 142°2BT hingga 160°00BT | |||
| 1939 | 20°00BB hingga 44°38BT | |||
| 1940 | 90°0BB hingga 53°0BB
|
|||
| 1943 | 74°0BB hingga 25°0BB
|
|||
| – | (Wilayah yang tidak diklaim) | Daratan Marie Byrd | 150°0BB hingga 90°0BB (kecuali Pulau Peter I) |
Ekonomi dan pariwisata
Endapan batu bara, hidrokarbon, bijih besi, platina, tembaga, kromium, nikel, emas, dan mineral-mineral lainnya telah ditemukan di Antarktika, tetapi tidak dalam jumlah yang cukup besar untuk diekstraksi.[135] Protokol Perlindungan Lingkungan pada Traktat Antarktika, yang mulai berlaku pada tahun 1998 dan dijadwalkan untuk ditinjau ulang pada tahun 2048, membatasi eksploitasi sumber daya Antarktika, termasuk mineral.[136]
Wisatawan telah mengunjungi Antarktika sejak tahun 1957. Pariwisata tunduk pada ketentuan Traktat Antarktika dan Protokol Lingkungan;[137] badan swaregulasi untuk industri ini adalah Asosiasi Internasional Operator Tur Antarktika. Wisatawan tiba dengan kapal kecil atau menengah di lokasi-lokasi berpemandangan indah yang spesifik dengan konsentrasi satwa liar ikonis yang dapat diakses. Sebagian besar pariwisata Antarktika berpusat pada tur pengamatan burung karena tingginya jumlah penguin di benua ini. Pantai McDonald dikenal sebagai kawasan dengan lalu lintas ramai bagi para wisatawan yang mengamati populasi penguin adélie di sana.[138] Penerbangan wisata keliling beroperasi dari Australia dan Selandia Baru hingga terjadinya Tragedi Gunung Erebus pada tahun 1979, ketika sebuah pesawat Air New Zealand menabrak Gunung Erebus, menewaskan seluruh 257 orang di dalamnya. Qantas melanjutkan kembali penerbangan melintas komersial ke Antarktika dari Australia pada pertengahan 1990-an.
Lebih dari 74.000 wisatawan mengunjungi kawasan tersebut selama musim 2019–2020, yang mana 18.500 di antaranya bepergian dengan kapal pesiar namun tidak turun dari kapal untuk menjelajah di daratan.[139] Beberapa kelompok pelestarian alam telah menyatakan keprihatinan atas potensi dampak buruk yang disebabkan oleh lonjakan kedatangan pengunjung dan telah menyerukan pembatasan ukuran kapal pesiar yang berkunjung serta kuota pariwisata.[140] Respons utama dari pihak-pihak Traktat Antarktika adalah mengembangkan pedoman yang menetapkan batasan pendaratan serta zona-zona tertutup atau terbatas di situs-situs yang lebih sering dikunjungi.[141]
Penelitian
Pada tahun 2017, terdapat lebih dari 4.400 ilmuwan yang melakukan penelitian di Antarktika, angka yang turun menjadi hanya sedikit di atas 1.100 pada musim dingin.[142] Terdapat lebih dari 70 stasiun penelitian permanen dan musiman di benua ini; yang terbesar, Stasiun McMurdo milik Amerika Serikat, mampu menampung lebih dari 1.000 orang.[143] Survei Antarktika Britania memiliki lima stasiun penelitian utama di Antarktika, yang salah satunya sepenuhnya portabel. Stasiun Princess Elisabeth milik Belgia adalah salah satu stasiun paling modern dan yang pertama mencapai netralitas karbon. Argentina, Australia, Chili, dan Rusia juga memiliki kehadiran ilmiah yang besar di Antarktika.[144] Banyak negara merilis laporan strategi yang dirancang untuk memandu upaya penelitian mereka di Antarktika. Survei Antarktika Britania (BAS), Program Antarktika Australia (AAP), dan Program Antarktika Amerika Serikat (USAP) semuanya telah merilis laporan semacam itu, yang sebagian besar berfokus pada bagaimana perubahan iklim Antarktika dapat berdampak terhadap negara asal mereka masing-masing dan iklim global.[145][146][147]
Para ahli geologi utamanya mempelajari tektonika lempeng, meteorit, dan pecahnya Gondwana. Para ahli glasiologi mempelajari sejarah dan dinamika es mengapung, salju musiman, gletser, dan lapisan es. Para ahli biologi, selain meneliti satwa liar, tertarik pada bagaimana suhu rendah dan kehadiran manusia memengaruhi strategi adaptasi dan keberlangsungan hidup organisme.[148] Para ilmuwan biomedis telah membuat penemuan-penemuan terkait penyebaran virus dan respons tubuh terhadap suhu musiman yang ekstrem.[149]
Pemandangan luar angkasa dari Bumi menjadi lebih baik berkat atmosfer yang lebih tipis di ketinggian yang lebih tinggi dan kurangnya uap air di atmosfer yang disebabkan oleh suhu yang membekukan.[150] Para ahli astrofisika di Stasiun Kutub Selatan Amundsen–Scott mempelajari radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik dan neutrino dari luar angkasa.[151] Detektor neutrino terbesar di dunia, Observatorium Neutrino IceCube, berada di Stasiun Amundsen-Scott. Observatorium ini terdiri dari sekitar 5.500 modul optis digital, yang sebagian di antaranya mencapai kedalaman hingga , yang tertahan dalam es.[152] Para ilmuwan juga mengamati tingkat dosis radiasi yang lebih tinggi di sekitar pesisir Antarktika dibandingkan dengan rata-rata global: hal ini dikaitkan dengan sinar kosmik yang melewati atmosfer yang lebih tipis dibandingkan garis lintang khatulistiwa.[153]
Antarktika menyediakan lingkungan yang unik untuk penelitian meteorit: gurun kutub yang kering mengawetkannya dengan sangat baik, dan meteorit yang berumur lebih dari satu juta tahun telah ditemukan. Mereka relatif mudah ditemukan, karena batu meteorit yang gelap tampak mencolok di tengah lanskap es dan salju, serta aliran es mengakumulasikannya di daerah-daerah tertentu.[154] Meteorit Daratan Adelie, yang ditemukan pada tahun 1912, adalah yang pertama kali ditemukan. Meteorit-meteorit ini menyimpan petunjuk mengenai komposisi Tata Surya dan perkembangan awalnya.[155] Sebagian besar meteorit berasal dari asteroid, tetapi beberapa meteorit yang ditemukan di Antarktika berasal dari Bulan dan Mars.[156]
Budaya
Film
Rekaman gambar bergerak pertama tentang Antarktika diperkirakan direkam menggunakan kamera engkol tangan oleh seorang anggota tak dikenal dari Ekspedisi Antarktika Nasional Skotlandia pada awal tahun 1904.[157] Kritikus film William Arnold, saat menulis tentang peringatan seratus tahun peristiwa tersebut pada tahun 2004, mengutip South (1919), With Byrd at the South Pole yang memenangkan Oscar (1930), 90° South: With Scott to the Antarctic (1933), The Secret Land (1948), dan produksi IMAX Endurance: Shackleton's Legendary Antarctic Adventure (2000) sebagai beberapa film dokumenter Antarktika yang paling terkemuka.[158]
Di antara film fiksi yang syutingnya sebagian atau seluruhnya dilakukan di Antarktika adalah Mr. Forbush and the Penguins, sebuah komedi Inggris tahun 1971 yang dibintangi oleh John Hurt; Antarktika, sebuah drama penyintasan Jepang tahun 1983 dengan musik yang digubah oleh Vangelis; dan South of Sanity, sebuah film horor beranggaran rendah Inggris tahun 2012.[159] Festival Film Internasional Musim Dingin Antarktika (Winter International Film Festival of Antarctica/WIFFA), yang didirikan pada tahun 2006 sebagai sebuah cara untuk mengatasi isolasi sosial, diselenggarakan setiap tahun bagi mereka yang menghabiskan musim dingin di benua tersebut. WIFFA terbuka untuk film pendek berdurasi 5 menit atau kurang, yang direkam dalam kurun waktu 48 jam.[160]
Rekreasi
Festival musik paling selatan di dunia, Icestock, telah diselenggarakan di Stasiun McMurdo sejak tahun 1989. Para penyelenggara, penampil, dan pengunjung Icestock semuanya adalah personel yang bekerja di McMurdo atau Pangkalan Scott di dekatnya.[161][162][163]
Acara olahraga yang diadakan di Antarktika meliputi Maraton Es Antarktika & lomba ultra 100k,[164] Maraton Antarktika[165] dan Lomba Kapal Pesiar Piala Antarktika.[166] Sepak bola telah dimainkan sejak awal abad ke-20, dengan tim-tim yang mewakili pangkalan-pangkalan atau kapal-kapal yang sedang berkunjung.[167][168]
Terdapat dua hari libur utama yang dirayakan di seluruh Antarktika: Hari Pertengahan Musim Dingin pada hari titik balik matahari musim dingin selatan (20 atau 21 Juni) dan Hari Antarktika pada tanggal 1 Desember, yang memperingati penandatanganan Traktat Antarktika pada tahun 1959.[169][170]
Lihat pula
Catatan
Daftar pustaka
Bacaan lanjutan
- Ivanov, Lyubomir; Ivanova, Nusha (2022). The World of Antarctica. Generis Publishing. 241 pp.
Pranala luar
- of the Antarctic Treaty Secretariat (de facto government)
- High resolution map (2022) – Reference Elevation Model of Antarctica (REMA)
- British Antarctic Survey (BAS)
- U.S. Antarctic Program Portal
Referensi
- ↑ December 2021.
- ↑ December 2021.
- ↑ : 'They published maps and charts based on the hypothesis that Tierra del Fuego was the beginning of that Terra Australis. The first person ever to have rights over these lands was Pedro Sancho de la Hoz, who received them through a special decree signed by Emperor Charles V on 24 January 1539.'
- ↑ Highlights from the Bartholomew Archive: The naming of Antarctica. The Bartholomew Archive. National Library of Scotland. 2008.
- ↑ Antarctica. The World Factbook. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.
- ↑ Fei Ji. Variations of the effective elastic thickness over the Ross Sea and Transantarctic Mountains and implications for their structure and tectonics. Tectonophysics. 2017. Vol. 717. hlm. 127–138. doi:10.1016/j.tecto.2017.07.011.
- ↑ P. Fretwell. Bedmap2: improved ice bed, surface and thickness datasets for Antarctica. The Cryosphere. 28 February 2013. Vol. 7 (1). hlm. 375–393. doi:10.5194/tc-7-375-2013.
- ↑ Michael Lucibella. The Lost Dry Valleys of the Polar Plateau. The Antarctic Sun. United States Antarctic Program. 21 October 2015.
- ↑ Robert Hallberg. Ice Sheet Dynamics. Geophysical Fluid Dynamics Laboratory. 2019.
- ↑ Patrick Gerard Quilty. Origin and evolution of the sub-Antarctic islands: the foundation. Papers and Proceedings of the Royal Society of Tasmania. 2007. hlm. 35–58. doi:10.26749/rstpp.141.1.35.
- ↑ Patrick Gerard Quilty. Origin and evolution of the sub-Antarctic islands: the foundation. Papers and Proceedings of the Royal Society of Tasmania. 2007. hlm. 35–58. doi:10.26749/rstpp.141.1.35.
- ↑ Hugo K.H. Olierook. Bunbury Basalt: Gondwana breakup products or earliest vestiges of the Kerguelen mantle plume?. Earth and Planetary Science Letters. April 2016. Vol. 440. hlm. 20–32. doi:10.1016/j.epsl.2016.02.008.
- ↑ Johann P. Klages. Temperate rainforests near the South Pole during peak Cretaceous warmth. Nature. 2 April 2020. Vol. 580 (7801). hlm. 81–86. doi:10.1038/s41586-020-2148-5.
- ↑ Yann Rolland. Late Paleozoic Ice Age glaciers shaped East Antarctica landscape. Earth and Planetary Science Letters. January 2019. Vol. 506. hlm. 123–133. doi:10.1016/j.epsl.2018.10.044.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ James Collinson. Migration of Triassic tetrapods to Antarctica. 2007.
- ↑ James Collinson. Migration of Triassic tetrapods to Antarctica. 2007.
- ↑ K. Birkenmajer. Evolution of the Pacific margin of the northern Antarctic Peninsula: an overview. Geologische Rundschau. July 1994. Vol. 83 (2). hlm. 309–321. doi:10.1007/BF00210547.
- ↑ Carmen Gaina. Breakup and early seafloor spreading between India and Antarctica. Geophysical Journal International. July 2007. Vol. 170 (1). hlm. 151–169. doi:10.1111/j.1365-246X.2007.03450.x.
- ↑ Viviana D. Barreda. When flowering plants ruled Antarctica: evidence from Cretaceous pollen grains. New Phytologist. 26 March 2019. Vol. 223 (2). hlm. 1023–1030. doi:10.1111/nph.15823.
- ↑ James Alistair Crame. Origins and Evolution of the Antarctic Biota. Special Publications. Geological Society of London. 1989. Vol. 47. hlm. 90. doi:10.1144/GSL.SP.1989.047.01.01.
- ↑ Nathan D. Smith. Anatomy of a basal sauropodomorph dinosaur from the Early Jurassic Hanson Formation of Antarctica. Acta Palaeontologica Polonica. 2007. Vol. 52 (4). hlm. 657–674.
- ↑ R. A. Coria. A new ornithopod (Dinosauria; Ornithischia) from Antarctica. Cretaceous Research. 2013. Vol. 41. hlm. 186–193. doi:10.1016/j.cretres.2012.12.004.
- ↑ Sebastián Rozadilla. A new ornithopod (Dinosauria, Ornithischia) from the Upper Cretaceous of Antarctica and its palaeobiogeographical implications. Cretaceous Research. 2016. Vol. 57. hlm. 311–324. doi:10.1016/j.cretres.2015.09.009.
- ↑ Ricardo C. Ely. Phylogeny of A New Gigantic Paravian (Theropoda; Coelurosauria; Maniraptora) From The Upper Cretaceous Of James Ross Island, Antarctica. Cretaceous Research. April 2019. Vol. 101. hlm. 1–16. doi:10.1016/j.cretres.2019.04.003.
- ↑ Mitch Leslie. The Strange Lives of Polar Dinosaurs. Smithsonian Magazine. December 2007.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Javier Nicolás Gelfo. The Fossil Record of Antarctic Land Mammals: Commented Review and Hypotheses for Future Research. Advances in Polar Sciences. October 2019. Vol. 30 (3). hlm. 274–292. doi:10.13679/j.advps.2019.0021.
- ↑ Mark D. B. Eldridge. An emerging consensus in the evolution, phylogeny, and systematics of marsupials and their fossil relatives (Metatheria). Journal of Mammalogy. 23 May 2019. Vol. 100 (3). hlm. 802–837. doi:10.1093/jmammal/gyz018.
- ↑ Philip Ball. The spatial and temporal evolution of strain during the separation of Australia and Antarctica. Geochemistry, Geophysics, Geosystems. August 2013. Vol. 14 (8). hlm. 2771–2799. doi:10.1002/ggge.20160.
- ↑ Matthew H. England. Ice–Atmosphere Feedbacks Dominate the Response of the Climate System to Drake Passage Closure. Journal of Climate. American Meteorological Society. 1 August 2017. Vol. 30. hlm. 5775. doi:10.1175/JCLI-D-15-0554.1.
- ↑ Robert M. DeConto. Rapid Cenozoic glaciation of Antarctica induced by declining atmospheric CO 2. Nature. 16 January 2003. Vol. 421 (6920). hlm. 245–249. doi:10.1038/nature01290.
- ↑ Allan C. Ashworth. 'Antarctotrechus balli sp. n. (Carabidae, Trechini): the first ground beetle from Antarctica. ZooKeys. 2016. hlm. 109–122. doi:10.3897/zookeys.635.10535.
- ↑ Amin Beiranvand Pour. Regional geology mapping using satellite-based remote sensing approach in Northern Victoria Land, Antarctica. Polar Science. June 2018. Vol. 16. hlm. 23–46. doi:10.1016/j.polar.2018.02.004.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Guy J. G. Paxman. Uplift and tilting of the Shackleton Range in East Antarctica driven by glacial erosion and normal faulting. Journal of Geophysical Research: Solid Earth. March 2017. Vol. 122 (3). hlm. 2390–2408. doi:10.1002/2016JB013841.
- ↑ Francesco Salvini. Cenozoic geodynamics of the Ross Sea region, Antarctica: Crustal extension, intraplate strike-slip faulting, and tectonic inheritance. Journal of Geophysical Research: Solid Earth. 10 November 1997. Vol. 102 (B11). hlm. 24669–24696. doi:10.1029/97JB01643.
- ↑ Walter Sullivan. Soviet Team Finds a 'Mountain of Iron' in Antarctica. New York Times. 19 December 1976.
- ↑ John Kingston. The Undiscovered Oil and Gas of Antarctica. United States Geographical Survey. United States Department of the Interior. 1991. hlm. 12.
- ↑ Antarctica. The World Factbook. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.
- ↑ John Turner. Record low surface air temperature at Vostok station, Antarctica. Journal of Geophysical Research: Atmospheres. 2009. Vol. 114 (D24). hlm. D24102. doi:10.1029/2009JD012104.
- ↑ Doyle Rice. Antarctica records unofficial coldest temperature ever. USA Today. Gannett. 10 December 2013.
- ↑ Antarctic Weather. Australian Antarctic Program. Government of Australia. 18 February 2019.
- ↑ Antarctic weather. Australian Antarctic Program. 18 February 2019.
- ↑ Fengming Hui. Mapping blue-ice areas in Antarctica using ETM+ and MODIS data. Annals of Glaciology. 2014. Vol. 55 (66). hlm. 129–137. doi:10.3189/2014AoG66A069.
- ↑ Andrew G. Fountain. Snow in the McMurdo Dry Valleys, Antarctica. International Journal of Climatology. April 2010. Vol. 30 (5). hlm. 633–642. doi:10.1002/joc.1933.
- ↑ Antarctica. The World Factbook. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.
- ↑ Anne R. Douglass. The Antarctic ozone hole: An update. Physics Today. American Institute of Physics. 1 July 2014. Vol. 67 (7). hlm. 42–48. doi:10.1063/PT.3.2449.
- ↑ Quirin Schiermeier. Atmospheric science: Fixing the sky. Nature. 12 August 2009. Vol. 460 (7257). hlm. 792–795. doi:10.1038/460792a.
- ↑ Sofie Bates. Large, Deep Antarctic Ozone Hole Persisting into November. NASA. 30 October 2020.
- ↑ Record-breaking 2020 ozone hole closes. World Meteorological Organization. 6 January 2021.
- ↑ The Ozone Hole. British Antarctic Survey. 1 April 2017.
- ↑ Q10: Why has an "ozone hole" appeared over Antarctica when ozone-depleting substances are present throughout the stratosphere?. 20 Questions: 2010 Update. NOAA. 2010.
- ↑ World Meteorological Organization Global Ozone Research and Monitoring Project—Report No. 58: Scientific Assessment of Ozone Depletion 2018. Scientific Assessment Panel (SAP). World Meteorological Organization.
- ↑ Quirin Schiermeier. Atmospheric science: Fixing the sky. Nature. 12 August 2009. Vol. 460 (7257). hlm. 792–795. doi:10.1038/460792a.
- ↑ Claire L. Parkinson. A 40-y record reveals gradual Antarctic sea ice increases followed by decreases at rates far exceeding the rates seen in the Arctic. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 2019. Vol. 116 (29). hlm. 14414–14423. doi:10.1073/pnas.1906556116.
- ↑ Eui-Seok Chung. Antarctic sea-ice expansion and Southern Ocean cooling linked to tropical variability. Nature Climate Change. May 2022. Vol. 12 (5). hlm. 461–468. doi:10.1038/s41558-022-01339-z.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Ralph Eric Thijl Vanstreels. Arthropod parasites of Antarctic and Subantarctic birds and pinnipeds: A review of host-parasite associations. International Journal for Parasitology. Parasites and Wildlife. 26 August 2020. Vol. 12. hlm. 275–290. doi:10.1016/j.ijppaw.2020.03.007.
- ↑ Luke Sandro. Antarctic Bestiary – Terrestrial Animals. Laboratory for Ecophysiological Cryobiology. Miami University.
- ↑ André Ancel. The different breeding strategies of penguins: A review. Comptes Rendus Biologies. January 2013. Vol. 336 (1). hlm. 1–12. doi:10.1016/j.crvi.2013.02.002.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Iain J. Staniland. Long term movements and activity patterns of an Antarctic marine apex predator: The leopard seal. PLOS ONE. 2018. Vol. 13 (6). doi:10.1371/journal.pone.0197767.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ André Ancel. The different breeding strategies of penguins: A review. Comptes Rendus Biologies. January 2013. Vol. 336 (1). hlm. 1–12. doi:10.1016/j.crvi.2013.02.002.
- ↑ Mark Kinver. Ice oceans 'are not poles apart'. BBC News. 15 February 2009.
- ↑ Logan Mock-Bunting. Thriving Antarctic Ecosystems Found in Wake of Recently Detached Iceberg. Schmidt Ocean Institute. 20 March 2025.
- ↑ Mariela de Diego. Antarctica: A-84 Iceberg Calving Reveals Incredible Ecosystem Never Before Seen by Humans. The Weather. 2 April 2024.
- ↑ Plants of Antarctica. British Antarctic Survey. Natural Environment Research Council.
- ↑ Paul D. Bridge. Non-lichenized fungi from the Antarctic region. Mycotaxon. 2008. Vol. 106. hlm. 485–490. doi:10.5962/p.414305.
- ↑ Selbmann, L. Fungi at the edge of life: cryptoendolithic black fungi from Antarctic desert. Studies in Mycology. 2005. Vol. 51. hlm. 1–32.
- ↑ Selbmann, L. Fungi at the edge of life: cryptoendolithic black fungi from Antarctic desert. Studies in Mycology. 2005. Vol. 51. hlm. 1–32.
- ↑ Theresa Backhaus. Characterization of viability of the lichen Buellia frigida after 1.5 years in space on the International Space Station. Astrobiology. 2019. Vol. 19 (2). hlm. 233–241. doi:10.1089/ast.2018.1894.
- ↑ Selbmann, L. Fungi at the edge of life: cryptoendolithic black fungi from Antarctic desert. Studies in Mycology. 2005. Vol. 51. hlm. 1–32.
- ↑ Valeria M. Godinho. Diversity and bioprospecting of fungal communities associated with endemic and cold-adapted macroalgae in Antarctica. The ISME Journal. Nature Publishing Group. July 2013. Vol. 7 (7). hlm. 1434–1451. doi:10.1038/ismej.2013.77.
- ↑ Rhian L. Rees-Owen. The last forests on Antarctica: Reconstructing flora and temperature from the Neogene Sirius Group, Transantarctic Mountains. Organic Geochemistry. 2018. Vol. 118. hlm. 4–14. doi:10.1016/j.orggeochem.2018.01.001.
- ↑ Katarzyna Joanna Chwedorzewska. Poa annua L. in the maritime Antarctic: an overview. Polar Record. November 2015. Vol. 51 (6). hlm. 637–643. doi:10.1017/S0032247414000916.
- ↑ Algae. Australian Antarctic Program. Government of Australia. 12 August 2010.
- ↑ Klaus Morawetz. Formation of brine channels in sea ice. The European Physical Journal E. 3 March 2017. Vol. 40 (3). hlm. 25. doi:10.1140/epje/i2017-11512-x.
- ↑ Susanne Neuer. Brine Channels. Ask a Biologist. Arizona State University. 15 July 2014.
- ↑ James Gorman. Bacteria Found Deep Under Antarctic Ice, Scientists Say. The New York Times. 6 February 2013.
- ↑ Sergey A. Bulat. Microbiology of the subglacial Lake Vostok: first results of borehole-frozen lake water analysis and prospects for searching for lake inhabitants. Philosophical Transactions of the Royal Society. The Royal Society. 28 January 2016. Vol. 374 (2059). doi:10.1098/rsta.2014.0292.
- ↑ Bipasa Raha. The Search for Earth-Like Habitable Planet: Antarctica Lake Vostok May be Jupiter's Europa. Science and Culture. 2013. hlm. 120–122.
- ↑ Klemens Weisleitner. Source Environments of the Microbiome in Perennially Ice-Covered Lake Untersee, Antarctica. Frontiers in Microbiology. 10 May 2019. Vol. 10. doi:10.3389/fmicb.2019.01019.
- ↑ Richard Brice Hoover. Psychrophilic and Psychrotolerant Microbial Extremophiles in Polar Environments. NASA. January 2010. hlm. 25–26.
- ↑ Dana Coulter. Extremophile Hunt Begins. Science News. NASA. 7 February 2008.
- ↑ Hannah S. Wauchope. A snapshot of biodiversity protection in Antarctica. Nature Communications. 2019. Vol. 10 (1). hlm. 946. doi:10.1038/s41467-019-08915-6.
- ↑ Antarctica. The World Factbook. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.
- ↑ Toothfish fisheries. Convention for the Conservation of Antarctic Marine Living Resources. 2 July 2021.
- ↑ The Madrid Protocol. Australian Antarctic Division. 17 May 2019.
- ↑ Protocol on Environmental Protection To The Antarctic Treaty (The Madrid Protocol). Australian Antarctic Programme. 17 May 2019.
- ↑ Now you see it now you don't!. ECO. November 1992. Vol. 82 (3). hlm. 5.
- ↑ Southern Ocean Whale Sanctuary. Antarctic and Southern Coalition. 14 October 2021.
- ↑ Hannah S. Wauchope. A snapshot of biodiversity protection in Antarctica. Nature Communications. 2019. Vol. 10 (1). hlm. 946. doi:10.1038/s41467-019-08915-6.
- ↑ Bernard W.T. Coetzee. Expanding the Protected Area Network in Antarctica is Urgent and Readily Achievable: Expanding Antarctica's protected areas. Conservation Letters. 2017. Vol. 10 (6). hlm. 670–680. doi:10.1111/conl.12342.
- ↑ Hannah S. Wauchope. A snapshot of biodiversity protection in Antarctica. Nature Communications. 2019. Vol. 10 (1). hlm. 946. doi:10.1038/s41467-019-08915-6.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Martha Henriques. The bones that could shape Antarctica's fate. BBC Future. 22 October 2018.
- ↑ Erki Tammiksaar. Punane Bellingshausen. Postimees. 14 December 2013.
- ↑ Terence E. Armstrong. Bellingshausen and the discovery of Antarctica. Polar Record. September 1971. Vol. 15 (99). hlm. 887–889. doi:10.1017/S0032247400062112.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ E. Tammiksaar. The Russian Antarctic Expedition under the command of Fabian Gottlieb von Bellingshausen and its reception in Russia and the world. Polar Record. September 2016. Vol. 52 (5). hlm. 578–600. doi:10.1017/S0032247416000449.
- ↑ William H. Hobbs. Wilkes Land Rediscovered. Geographical Review. October 1932. Vol. 22 (4). hlm. 640. doi:10.2307/208819.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Tannatt William Edgeworth David. Australian Antarctic Division.
- ↑ Jesse Blackadder. The first woman in Antarctica. Australian Antarctic Program. Australian Antarctic Division. December 2012.
- ↑ F. I. Norman. Klarius Mikkelsen's 1935 landing in the Vestfold Hills, East Antarctica: some fiction and some facts. Polar Record. October 1998. Vol. 34 (191). hlm. 293–304. doi:10.1017/S0032247400025985.
- ↑ Dates in American Naval History: October. Naval History and Heritage Command. United States Navy.
- ↑ Pamela Young. Royal Society Te Apārangi.
- ↑ Børge Ousland. Børge Ousland: How I crossed Antarctica alone. The Guardian. 13 December 2013.
- ↑ Fastest unsupported (kite assisted) journey to the South Pole taking just 34 days. Guinness World Records.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Antarctica. Resource Library. National Geographic. 4 January 2012.
- ↑ John Bartlett. The church at the end of the world – photo essay. The Guardian. 5 June 2023.
- ↑ Priests no longer needed as digital Antarctica embraces online religion. The Guardian. 24 July 2015.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Antarctica. The World Factbook. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.
- ↑ Parties. Secretariat of the Antarctic Treaty.
- ↑ Yelena Yermakova. Legitimacy of the Antarctic Treaty System: is it time for a reform?. The Polar Journal. 3 July 2021. Vol. 11 (2). hlm. 342–359. doi:10.1080/2154896X.2021.1977048.
- ↑ M. Wright. The Ownership of Antarctica, its Living and Mineral Resources. Journal of Law and the Environment. 1987. Vol. 4.
- ↑ Mirjana Binggeli. Argentine presidential elections: when Antarctica voted for Milei. Polar Journal. 5 December 2023.
- ↑ Juan Guerrero Pachon. Democracy in the deep freeze. Australian Antarctic Program. 17 May 2019.
- ↑ : 'They published maps and charts based on the hypothesis that Tierra del Fuego was the beginning of that Terra Australis. The first person ever to have rights over these lands was Pedro Sancho de la Hoz, who received them through a special decree signed by Emperor Charles V on 24 January 1539.'
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Antarctica. The World Factbook. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.
- ↑ Antarctica. The World Factbook. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.
- ↑ Ole Magnus Rapp. Norge utvider Dronning Maud Land helt frem til Sydpolen. Aftenposten. 21 September 2015.
- ↑ Argentina angry after Antarctic territory named after Queen. BBC News. 22 December 2012.
- ↑ Diego Ribadeneira. La Antartida. AFESE. 1988.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Diego Ribadeneira. La Antartida. AFESE. 1988.
- ↑ Disputes – international. The World Factbook. Central Intelligence Agency. 2011.
- ↑ Diego Ribadeneira. La Antartida. AFESE. 1988.
- ↑ Disputes – international. The World Factbook. Central Intelligence Agency. 2011.
- ↑ Natural Resources. The World Factbook. Central Intelligence Agency.
- ↑ Tony Press. Antarctica: The Madrid Protocol 25 Years On. Australian Institute of International Affairs. 5 October 2016.
- ↑ During Your Visit. International Association of Antarctica Tour Operators.
- ↑ BirdLife Data Zone. DataZone. BirdLife Australia.
- ↑ IAATO Antarctic visitor figures 2019–2020. Data & Statistics. International Association of Antarctica Tour Operators. July 2020.
- ↑ Mark Rowe. Tourism threatens the Antarctic. The Daily Telegraph. 11 February 2006.
- ↑ Tourism and Non-Governmental Activities. Secretariat of the Antarctic Treaty.
- ↑ Antarctica. The World Factbook. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.
- ↑ Georgina Davis. A history of McMurdo Station through its architecture. Polar Record. Cambridge University Press. 30 January 2017. Vol. 53 (2). hlm. 167–185. doi:10.1017/S0032247416000747.
- ↑ Antarctica. The World Factbook. Central Intelligence Agency. 3 May 2022.
- ↑ Jane Francis. British Antarctic Survey Strategy 2023-2033. British Antarctic Survey. 2023.
- ↑ Australian Antarctic Science Strategic Plan. Australian Antarctic Science Council.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Michael Stoddart. Antarctic biology in the 21st century – Advances in, and beyond the international polar year 2007–2008. Polar Science. August 2010. Vol. 4 (2). hlm. 97–101. doi:10.1016/j.polar.2010.04.004.
- ↑ Human Biology and Medicine. Australian Antarctic Programme. 16 September 2020.
- ↑ Michael G. Burton. Astronomy in Antarctica. The Astronomy & Astrophysics Review. 2010. Vol. 18 (4). hlm. 417469. doi:10.1007/s00159-010-0032-2.
- ↑ Peter West. Science Goals: Celebrating a Century of Science and Exploration. National Science Foundation. 2011.
- ↑ IceCube Quick Facts. IceCube Neutrino Observatory.
- ↑ Magdalena Długosz-Lisiecka. Natural gamma radiation at the sea level around the Antarctic continent recorded south of the 62° parallel. Acta Universitatis Lodziensis. Folia Geographica Physica. December 30, 2021. hlm. 7–12. doi:10.18778/1427-9711.20.01.
- ↑ Kathryn Hansen. Finding Meteorite Hotspots in Antarctica. Earth Observatory. NASA. 9 March 2022.
- ↑ Kathryn Hansen. Finding Meteorite Hotspots in Antarctica. Earth Observatory. NASA. 9 March 2022.
- ↑ Tricia Talbert. Science from the Sky: NASA Renews Search for Antarctic Meteorites. NASA. 14 November 2016.
- ↑ William Arnold. Frozen in Time. The Seattle Post-Intelligencer. January 29, 2004. hlm. C1-C2.
- ↑ William Arnold. Frozen in Time. The Seattle Post-Intelligencer. January 29, 2004. hlm. C1-C2.
- ↑ Steven McKenzie. Scot shoots first fictional feature in Antarctica. BBC News. 17 October 2012.
- ↑ Heiner Kubny. Freddie Mercury in Antarctica. Polar Journal. 31 August 2022.
- ↑ Stephanie Kryswonos. Icestock Rings in the New Year. Antarctic Sun. 2 February 2016.
- ↑ Jackson Jandreau. 24 hours of sunlight — life and aerospace research in Antarctica. Ann and H.J. Smead Aerospace Engineering Sciences. 2020-01-14.
- ↑ Kim Griggs. Antarctica Rocks Out on Ice. Wired. 2019-02-20.
- ↑ Benjamin Roman. Serious about sports at end of the Earth. ESPN.com. 2010-11-03.
- ↑ Lenny Bernstein. Alexandria's Brooke Curran on winning the Antarctica Marathon. Washington Post. 2012-04-02.
- ↑ Antarctica Cup Yacht Race. Sail-World.com. 2007-08-16.
- ↑ Fútbol en la Antártica. Association of Chilean Football Researchers. 2020-12-20.
- ↑ Antarctica - football/soccer matches. RSSSF. 1911-05-19.
- ↑ Midwinter in Antarctica. Cool Antarctica. 1986-06-21.
- ↑ Celebrate Antarctica Day on December 1st. Arctic Research Consortium of the U.S. 2022-12-01.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29560408 (2026-08-11T12:40:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.