Lompat ke isi

Klorin-36: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29478422; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Klorin-36''' (<sup>36</sup>Cl) adalah [[isotop klorin]] yang radioaktif dengan [[waktu paruh]] sekitar 301.000 tahun. Isotop ini meluruh terutama (sekitar 98%) melalui [[Peluruhan beta#Peluruhan β−|peluruhan beta-minus]] menjadi <sup>36</sup>[[Argon|Ar]], sedangkan sisanya meluruh melalui [[penangkapan elektron]] menjadi <sup>36</sup>[[Belerang|S]]. Isotop [[nuklida kosmogenik|kosmogenik]] ini terdapat secara alami dalam klorin bersama dua [[nuklida stabil|isotop stabil]]nya.
[[File:Chlorine-36.svg|thumb|right|280px|Chlorine-36]]


Sejumlah sangat kecil <sup>36</sup>Cl [[peluruhan radioaktif|radioaktif]] terdapat di lingkungan, dengan rasio sekitar banding 1 terhadap isotop-isotop klorin yang stabil. Rasio <sup>36</sup>Cl/Cl ini kadang-kadang disingkat sebagai R<sup>36</sup>Cl. Nilai tersebut setara dengan konsentrasi sekitar .
'''Klorin-36''' (<sup>36</sup>Cl) adalah [[isotop klorin]] yang radioaktif dengan [[waktu paruh]] sekitar 301.000 tahun. Isotop ini meluruh terutama (sekitar 98%) melalui [[Peluruhan beta#Peluruhan β−|peluruhan beta-minus]] menjadi <sup>36</sup>[[Argon|Ar]], sedangkan sisanya meluruh melalui [[penangkapan elektron]] menjadi <sup>36</sup>[[Belerang|S]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorin-36&oldid=29478422 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Isotop [[nuklida kosmogenik|kosmogenik]] ini terdapat secara alami dalam klorin bersama dua [[nuklida stabil|isotop stabil]]nya.


<sup>36</sup>Cl dihasilkan di atmosfer melalui [[Spalasi sinar kosmik|spalasi]] <sup>36</sup>Ar akibat interaksi dengan [[proton]] [[sinar kosmik]]. Pada lapisan paling atas [[litosfer]], <sup>36</sup>Cl terbentuk terutama melalui aktivasi [[Suhu neutron#Termal|neutron termal]] pada <sup>35</sup>Cl serta spalasi <sup>39</sup>[[Kalium|K]] dan <sup>40</sup>[[Kalsium|Ca]]. Di lingkungan bawah permukaan, [[penangkapan muon]] oleh <sup>40</sup>Ca menjadi mekanisme pembentukan yang lebih penting. Pada permukaan laut, laju produksi akibat spalasi di dalam batuan sekitar 4.200 atom <sup>36</sup>Cl/yr/mol <sup>39</sup>K dan 3.000 atom <sup>36</sup>Cl/yr/mol <sup>40</sup>Ca.
Sejumlah sangat kecil <sup>36</sup>Cl [[peluruhan radioaktif|radioaktif]] terdapat di lingkungan, dengan rasio sekitar  banding 1 terhadap isotop-isotop klorin yang stabil.<ref>M. Zreda. ''Cosmogenic chlorine-36 production rates in terrestrial rocks''. ''Earth and Planetary Science Letters''. 1991. Vol. 105 (1–3). hlm. 94–109. doi:10.1016/0012-821X(91)90123-Y.</ref><ref>M. Sheppard and M. Herod. ''Variation in background concentrations and specific activities of 36Cl, 129I and U/Th-series radionuclides in surface waters''. ''Journal of Environmental Radioactivity''. 2012. Vol. 106. hlm. 27–34. doi:10.1016/j.jenvrad.2011.10.015.</ref> Rasio <sup>36</sup>Cl/Cl ini kadang-kadang disingkat sebagai R<sup>36</sup>Cl. Nilai tersebut setara dengan konsentrasi sekitar .


Waktu paruh isotop ini menjadikannya sangat sesuai untuk [[geokronologi|penanggalan geologi]] pada rentang usia sekitar 60.000 hingga 1 juta tahun. Sifat-sifatnya juga membuatnya berguna sebagai [[Proksi (statistika)|proksi]] untuk mengkarakterisasi intensitas pembombardiran partikel kosmik dan aktivitas Matahari pada masa lalu.
<sup>36</sup>Cl dihasilkan di atmosfer melalui [[Spalasi sinar kosmik|spalasi]] <sup>36</sup>Ar akibat interaksi dengan [[proton]] [[sinar kosmik]]. Pada lapisan paling atas [[litosfer]], <sup>36</sup>Cl terbentuk terutama melalui aktivasi [[Suhu neutron#Termal|neutron termal]] pada <sup>35</sup>Cl serta spalasi <sup>39</sup>[[Kalium|K]] dan <sup>40</sup>[[Kalsium|Ca]].<ref>M. Zreda. ''Cosmogenic chlorine-36 production rates in terrestrial rocks''. ''Earth and Planetary Science Letters''. 1991. Vol. 105 (1–3). hlm. 94–109. doi:10.1016/0012-821X(91)90123-Y.</ref> Di lingkungan bawah permukaan, [[penangkapan muon]] oleh <sup>40</sup>Ca menjadi mekanisme pembentukan yang lebih penting.<ref>M. Zreda. ''Cosmogenic chlorine-36 production rates in terrestrial rocks''. ''Earth and Planetary Science Letters''. 1991. Vol. 105 (1–3). hlm. 94–109. doi:10.1016/0012-821X(91)90123-Y.</ref> Pada permukaan laut, laju produksi akibat spalasi di dalam batuan sekitar 4.200 atom <sup>36</sup>Cl/yr/mol <sup>39</sup>K dan 3.000 atom <sup>36</sup>Cl/yr/mol <sup>40</sup>Ca.<ref>M. Zreda. ''Cosmogenic chlorine-36 production rates in terrestrial rocks''. ''Earth and Planetary Science Letters''. 1991. Vol. 105 (1–3). hlm. 94–109. doi:10.1016/0012-821X(91)90123-Y.</ref>
 
Waktu paruh isotop ini menjadikannya sangat sesuai untuk [[geokronologi|penanggalan geologi]] pada rentang usia sekitar 60.000 hingga 1 juta tahun.<ref>[http://www.sahra.arizona.edu/programs/isotopes/chlorine.html Chlorine]. ''Isotopes & Hydrology''.</ref> Sifat-sifatnya juga membuatnya berguna sebagai [[Proksi (statistika)|proksi]] untuk mengkarakterisasi intensitas pembombardiran partikel kosmik dan aktivitas Matahari pada masa lalu.<ref>Chiara I. Paleari. ''Cosmogenic radionuclides reveal an extreme solar particle storm near a solar minimum 9125 years BP''. ''Nat. Commun''. 2022. Vol. 13 (214). doi:10.1038/s41467-021-27891-4.</ref>


Selain itu, sejumlah besar <sup>36</sup>Cl dihasilkan akibat iradiasi [[air laut]] selama [[uji coba nuklir|uji coba]] [[senjata nuklir]] di atmosfer dan [[ledakan bawah air|bawah air]] antara 1952 hingga 1958. Waktu tinggal <sup>36</sup>Cl di atmosfer adalah sekitar 2 tahun. Oleh karena itu, isotop ini digunakan sebagai penanda untuk mengidentifikasi air di permukaan [[tanah]] dan [[air tanah]] yang berasal dari periode tahun 1950-an. <sup>36</sup>Cl juga telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang ilmu kebumian lainnya, termasuk untuk penanggalan inti es dan sedimen.
Selain itu, sejumlah besar <sup>36</sup>Cl dihasilkan akibat iradiasi [[air laut]] selama [[uji coba nuklir|uji coba]] [[senjata nuklir]] di atmosfer dan [[ledakan bawah air|bawah air]] antara 1952 hingga 1958. Waktu tinggal <sup>36</sup>Cl di atmosfer adalah sekitar 2 tahun. Oleh karena itu, isotop ini digunakan sebagai penanda untuk mengidentifikasi air di permukaan [[tanah]] dan [[air tanah]] yang berasal dari periode tahun 1950-an. <sup>36</sup>Cl juga telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang ilmu kebumian lainnya, termasuk untuk penanggalan inti es dan sedimen.
==Lihat pula==
==Lihat pula==
*[[Isotop klorin]]
*[[Isotop klorin]]
==Referensi==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorin-36&oldid=29478422 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29478422 (2026-07-20T05:05:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorin-36&oldid=29478422 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29478422 (2026-07-20T05:05:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.04

Chlorine-36

Klorin-36 (36Cl) adalah isotop klorin yang radioaktif dengan waktu paruh sekitar 301.000 tahun. Isotop ini meluruh terutama (sekitar 98%) melalui peluruhan beta-minus menjadi 36Ar, sedangkan sisanya meluruh melalui penangkapan elektron menjadi 36S.[1] Isotop kosmogenik ini terdapat secara alami dalam klorin bersama dua isotop stabilnya.

Sejumlah sangat kecil 36Cl radioaktif terdapat di lingkungan, dengan rasio sekitar banding 1 terhadap isotop-isotop klorin yang stabil.[2][3] Rasio 36Cl/Cl ini kadang-kadang disingkat sebagai R36Cl. Nilai tersebut setara dengan konsentrasi sekitar .

36Cl dihasilkan di atmosfer melalui spalasi 36Ar akibat interaksi dengan proton sinar kosmik. Pada lapisan paling atas litosfer, 36Cl terbentuk terutama melalui aktivasi neutron termal pada 35Cl serta spalasi 39K dan 40Ca.[4] Di lingkungan bawah permukaan, penangkapan muon oleh 40Ca menjadi mekanisme pembentukan yang lebih penting.[5] Pada permukaan laut, laju produksi akibat spalasi di dalam batuan sekitar 4.200 atom 36Cl/yr/mol 39K dan 3.000 atom 36Cl/yr/mol 40Ca.[6]

Waktu paruh isotop ini menjadikannya sangat sesuai untuk penanggalan geologi pada rentang usia sekitar 60.000 hingga 1 juta tahun.[7] Sifat-sifatnya juga membuatnya berguna sebagai proksi untuk mengkarakterisasi intensitas pembombardiran partikel kosmik dan aktivitas Matahari pada masa lalu.[8]

Selain itu, sejumlah besar 36Cl dihasilkan akibat iradiasi air laut selama uji coba senjata nuklir di atmosfer dan bawah air antara 1952 hingga 1958. Waktu tinggal 36Cl di atmosfer adalah sekitar 2 tahun. Oleh karena itu, isotop ini digunakan sebagai penanda untuk mengidentifikasi air di permukaan tanah dan air tanah yang berasal dari periode tahun 1950-an. 36Cl juga telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang ilmu kebumian lainnya, termasuk untuk penanggalan inti es dan sedimen.

Lihat pula

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. M. Zreda. Cosmogenic chlorine-36 production rates in terrestrial rocks. Earth and Planetary Science Letters. 1991. Vol. 105 (1–3). hlm. 94–109. doi:10.1016/0012-821X(91)90123-Y.
  3. M. Sheppard and M. Herod. Variation in background concentrations and specific activities of 36Cl, 129I and U/Th-series radionuclides in surface waters. Journal of Environmental Radioactivity. 2012. Vol. 106. hlm. 27–34. doi:10.1016/j.jenvrad.2011.10.015.
  4. M. Zreda. Cosmogenic chlorine-36 production rates in terrestrial rocks. Earth and Planetary Science Letters. 1991. Vol. 105 (1–3). hlm. 94–109. doi:10.1016/0012-821X(91)90123-Y.
  5. M. Zreda. Cosmogenic chlorine-36 production rates in terrestrial rocks. Earth and Planetary Science Letters. 1991. Vol. 105 (1–3). hlm. 94–109. doi:10.1016/0012-821X(91)90123-Y.
  6. M. Zreda. Cosmogenic chlorine-36 production rates in terrestrial rocks. Earth and Planetary Science Letters. 1991. Vol. 105 (1–3). hlm. 94–109. doi:10.1016/0012-821X(91)90123-Y.
  7. Chlorine. Isotopes & Hydrology.
  8. Chiara I. Paleari. Cosmogenic radionuclides reveal an extreme solar particle storm near a solar minimum 9125 years BP. Nat. Commun. 2022. Vol. 13 (214). doi:10.1038/s41467-021-27891-4.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29478422 (2026-07-20T05:05:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.