Glasir es: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28011402; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Frozen_rain_covering_hawthorn_berries.jpg|thumb|right|280px|Frozen rain covering hawthorn berries]] | |||
Glasir es dapat terbentuk ketika hujan berlangsung dalam dua kondisi. Pertama, adanya lapisan udara dingin yang suhunya kurang dari 0 °C di dekat permukaan. Kedua, adanya lapisan udara hangat dengan suhu di atas 0 °C di atas lapisan udara dingin tersebut. [[Kepingan salju]] (bahasa Inggris: [[:en:Snowflake|snowflake]]) akan terbentuk saat dua kondisi tersebut terpenuhi. Ketika turun ke atmosfer melalui lapisan udara hangat, kepingan salju akan meleleh dan berubah menjadi tetes air. Saat tetesan air tersebut memasuki lapisan udara dingin di dekat permukaan, maka tetesan air membeku lagi sehingga membentuk glasir es. | '''Glasir es''' adalah lapisan [[es]] transparan dengan tekstur padat dan halus yang terbentuk di suatu permukaan ketika terjadi [[pembekuan hujan]].<ref>WMO. [https://cloudatlas.wmo.int/en/glaze.html Glaze]. ''International Cloud Atlas''.</ref> Secara morfologis bentuknya mirip dengan es bening. Selain bisa terbentuk karena [[hujan]], glasir es juga bisa dihasilkan dari gerimis, [[kabut]], atau [[Kondensasi|terkondensasi]] dari uap air yang sangat dingin.<ref>[https://web.archive.org/web/20070805212557/http://amsglossary.allenpress.com/glossary/search?id=glaze1 AMS Glossary]. ''web.archive.org''. 2007-08-05.</ref> | ||
Glasir es dapat terbentuk ketika hujan berlangsung dalam dua kondisi. Pertama, adanya lapisan udara dingin yang suhunya kurang dari 0 °C di dekat permukaan. Kedua, adanya lapisan udara hangat dengan suhu di atas 0 °C di atas lapisan udara dingin tersebut.<ref>[https://www.ouranos.ca/en/climate-phenomena/freezing-rain-background#:~:text=Definition%20%7C%20Freezing%20rain%20and%20glaze,%C2%B0C%20or%20slightly%20above. Freezing rain]. ''Ouranos''.</ref> [[Kepingan salju]] (bahasa Inggris: [[:en:Snowflake|snowflake]]) akan terbentuk saat dua kondisi tersebut terpenuhi. Ketika turun ke atmosfer melalui lapisan udara hangat, kepingan salju akan meleleh dan berubah menjadi tetes air. Saat tetesan air tersebut memasuki lapisan udara dingin di dekat permukaan, maka tetesan air membeku lagi sehingga membentuk glasir es.<ref>McCray, C., Ouranos; Paquin, D., Ouranos. [https://www.ouranos.ca/sites/default/files/2024-04/Ouranos_Revue2024_Verglas.pdf Évolution de la pluie verglaçante au Québec]. ''Synthèse des connaissances''. 2024.</ref> | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Glasir+es&oldid=28011402 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28011402 (2025-10-16T09:33:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.14

Glasir es adalah lapisan es transparan dengan tekstur padat dan halus yang terbentuk di suatu permukaan ketika terjadi pembekuan hujan.[1] Secara morfologis bentuknya mirip dengan es bening. Selain bisa terbentuk karena hujan, glasir es juga bisa dihasilkan dari gerimis, kabut, atau terkondensasi dari uap air yang sangat dingin.[2]
Glasir es dapat terbentuk ketika hujan berlangsung dalam dua kondisi. Pertama, adanya lapisan udara dingin yang suhunya kurang dari 0 °C di dekat permukaan. Kedua, adanya lapisan udara hangat dengan suhu di atas 0 °C di atas lapisan udara dingin tersebut.[3] Kepingan salju (bahasa Inggris: snowflake) akan terbentuk saat dua kondisi tersebut terpenuhi. Ketika turun ke atmosfer melalui lapisan udara hangat, kepingan salju akan meleleh dan berubah menjadi tetes air. Saat tetesan air tersebut memasuki lapisan udara dingin di dekat permukaan, maka tetesan air membeku lagi sehingga membentuk glasir es.[4]
Referensi
- ↑ WMO. Glaze. International Cloud Atlas.
- ↑ AMS Glossary. web.archive.org. 2007-08-05.
- ↑ Freezing rain. Ouranos.
- ↑ McCray, C., Ouranos; Paquin, D., Ouranos. Évolution de la pluie verglaçante au Québec. Synthèse des connaissances. 2024.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28011402 (2025-10-16T09:33:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.