Lanolin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29567951; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:AdepsLanaeCrudus-Lanolin.JPG|thumb|right|280px|Kaleng lemak wol (''adeps lanae''), di ''Centre Touristique de la Laine et de la Mode'' di Verviers, Belgia]] | |||
'''Lanolin''', dari bahasa Latin ''lāna'' ("wol") dan ''oleum'' ("minyak"), juga disebut '''lemak wol''', '''kuning telur wol''', '''malam wol''', '''lemak bulu domba''', '''kuning telur domba''', atau '''lemak wol''', adalah lilin yang disekresikan oleh [[kelenjar minyak]] hewan berbulu [[wol]].<ref>Ivar Malmstrom. [https://library.scconline.org/v001n04/27 Technological aspects of lanolin]. ''Journal of Cosmetic Science''. 1949. Vol. 1 (4).</ref> Lanolin yang digunakan oleh manusia berasal dari ras [[domba]] domestik yang dibesarkan khusus untuk wolnya. Secara historis, banyak [[farmakope]] menyebut lanolin sebagai lemak wol ('''''adeps lanae'''''); tetapi, karena lanolin tidak memiliki [[gliserida]] (ester [[gliserol]]), lanolin bukanlah lemak sejati.<ref>''The Lanolin Book''. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.</ref><ref>G. Barnett. [https://archive.org/details/sim_cosmetics-toiletries_1986-06_101_6/page/n22 Lanolin and Derivatives]. ''Cosmetics & Toiletries''. 1986. Vol. 101. hlm. 21–44.</ref> Lanolin terutama terdiri dari ester [[sterol]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lanolin&oldid=29567951 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sifat kedap air lanolin membantu domba melepaskan air dari bulunya. Ras domba tertentu menghasilkan lanolin dalam jumlah besar. | |||
Peran lanolin di alam adalah melindungi wol dan kulit dari iklim dan lingkungan; Ia juga berperan dalam kebersihan kulit ([[sistem integumen|integumental]]). Lanolin dan turunannya digunakan dalam perlindungan, perawatan, dan kecantikan kulit manusia. | Peran lanolin di alam adalah melindungi wol dan kulit dari iklim dan lingkungan; Ia juga berperan dalam kebersihan kulit ([[sistem integumen|integumental]]). Lanolin dan turunannya digunakan dalam perlindungan, perawatan, dan kecantikan kulit manusia.<ref>''The Lanolin Book''. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.</ref> | ||
==Komposisi== | ==Komposisi== | ||
Mutu lanolin dengan kemurnian tinggi yang khas sebagian besar terdiri dari ester lilin rantai panjang (sekitar 97% berat) dengan sisanya adalah alkohol lanolin, [[asam]] lanolin, dan [[hidrokarbon]] lanolin. | Mutu lanolin dengan kemurnian tinggi yang khas sebagian besar terdiri dari ester lilin rantai panjang (sekitar 97% berat) dengan sisanya adalah alkohol lanolin, [[asam]] lanolin, dan [[hidrokarbon]] lanolin.<ref>''The Lanolin Book''. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.</ref> | ||
Diperkirakan terdapat 8.000 hingga 20.000 jenis ester lanolin yang berbeda dalam lanolin, yang merupakan hasil kombinasi antara sekitar 200 asam lanolin yang berbeda dan sekitar 100 alkohol lanolin yang berbeda yang telah diidentifikasi sejauh ini. | Diperkirakan terdapat 8.000 hingga 20.000 jenis ester lanolin yang berbeda dalam lanolin, yang merupakan hasil kombinasi antara sekitar 200 asam lanolin yang berbeda dan sekitar 100 alkohol lanolin yang berbeda yang telah diidentifikasi sejauh ini.<ref>''The Lanolin Book''. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.</ref><ref>G. Barnett. [https://archive.org/details/sim_cosmetics-toiletries_1986-06_101_6/page/n22 Lanolin and Derivatives]. ''Cosmetics & Toiletries''. 1986. Vol. 101. hlm. 21–44.</ref> | ||
Komposisi lanolin yang kompleks dari ester rantai panjang, hidroksiester, diester, alkohol lanolin, dan asam lanolin berarti selain menjadi produk yang berharga, lanolin juga merupakan titik awal untuk produksi spektrum lengkap turunan lanolin, yang memiliki [[sifat kimia]] dan fisik yang luas. Rute derivatisasi utama meliputi [[hidrolisis]], [[kristalisasi]] pelarut fraksional, esterifikasi, [[hidrogenasi]], alkoksilasi, dan kuaternerisasi. Turunan lanolin yang diperoleh dari proses ini digunakan secara luas baik dalam kosmetik bernilai tinggi maupun produk perawatan kulit. | Komposisi lanolin yang kompleks dari ester rantai panjang, hidroksiester, diester, alkohol lanolin, dan asam lanolin berarti selain menjadi produk yang berharga, lanolin juga merupakan titik awal untuk produksi spektrum lengkap turunan lanolin, yang memiliki [[sifat kimia]] dan fisik yang luas. Rute derivatisasi utama meliputi [[hidrolisis]], [[kristalisasi]] pelarut fraksional, esterifikasi, [[hidrogenasi]], alkoksilasi, dan kuaternerisasi.<ref>''The Lanolin Book''. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.</ref><ref>G. Barnett. [https://archive.org/details/sim_cosmetics-toiletries_1986-06_101_6/page/n22 Lanolin and Derivatives]. ''Cosmetics & Toiletries''. 1986. Vol. 101. hlm. 21–44.</ref><ref>[http://mw4.m-w.com/medical/quaternizing?show=0&t=1306177224 Quaternise]. ''Merriam-Webster Medical Dictionary''.</ref><ref>[http://www2.basf.us/businessdevelopment/bcbdevalkoxylation.html Alkoxylation]. BASF.</ref> Turunan lanolin yang diperoleh dari proses ini digunakan secara luas baik dalam kosmetik bernilai tinggi maupun produk perawatan kulit. | ||
Hidrolisis lanolin menghasilkan alkohol lanolin dan asam lanolin. Alkohol lanolin merupakan sumber [[kolesterol]] yang kaya ([[lipid]] kulit yang penting) dan merupakan peng[[emulsi]] air dalam minyak yang kuat; alkohol ini telah digunakan secara luas dalam produk perawatan kulit selama lebih dari 100 tahun. Sekitar 40% asam yang berasal dari lanolin adalah asam alfa-hidroksi (AHA). Rincian AHA yang diisolasi dari lanolin dapat dilihat pada tabel di bawah ini. | Hidrolisis lanolin menghasilkan alkohol lanolin dan asam lanolin. Alkohol lanolin merupakan sumber [[kolesterol]] yang kaya ([[lipid]] kulit yang penting) dan merupakan peng[[emulsi]] air dalam minyak yang kuat; alkohol ini telah digunakan secara luas dalam produk perawatan kulit selama lebih dari 100 tahun. Sekitar 40% asam yang berasal dari lanolin adalah asam alfa-hidroksi (AHA).<ref>''The Lanolin Book''. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.</ref><ref>G. Barnett. [https://archive.org/details/sim_cosmetics-toiletries_1986-06_101_6/page/n22 Lanolin and Derivatives]. ''Cosmetics & Toiletries''. 1986. Vol. 101. hlm. 21–44.</ref> Rincian AHA yang diisolasi dari lanolin dapat dilihat pada tabel di bawah ini. | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! Jenis asam lanolik | |||
! Panjang rantai karbon | |||
! Nomor teridentifikasi | |||
|- | |||
| Alfa-hidroksi normal | |||
| | |||
| 12 | |||
|- | |||
| Alfa-hidroksi iso | |||
| | |||
| 6 | |||
|- | |||
| Alfa-hidroksi anteiso | |||
| | |||
| 7 | |||
|} | |||
==Produksi== | ==Produksi== | ||
Lanolin mentah merupakan sekitar 5–25% dari berat wol yang baru dicukur. Wol dari seekor domba [[Merino]] akan menghasilkan sekitar 250–300 ml lemak wol yang dapat dipulihkan. Lanolin diekstraksi dengan mencuci wol dalam air panas dengan [[Detergen|deterjen]] pembersih wol khusus untuk menghilangkan kotoran, lemak wol (lanolin mentah), suint (garam [[keringat]]), dan apa pun yang menempel pada wol. Lemak wol terus-menerus dihilangkan selama proses pencucian ini oleh pemisah [[sentrifugasi|sentrifuge]], yang memusatkannya menjadi zat seperti lilin yang mencair pada suhu sekitar 38 °C (100 °F). | Lanolin mentah merupakan sekitar 5–25% dari berat wol yang baru dicukur. Wol dari seekor domba [[Merino]] akan menghasilkan sekitar 250–300 ml lemak wol yang dapat dipulihkan. Lanolin diekstraksi dengan mencuci wol dalam air panas dengan [[Detergen|deterjen]] pembersih wol khusus untuk menghilangkan kotoran, lemak wol (lanolin mentah), suint (garam [[keringat]]), dan apa pun yang menempel pada wol. Lemak wol terus-menerus dihilangkan selama proses pencucian ini oleh pemisah [[sentrifugasi|sentrifuge]], yang memusatkannya menjadi zat seperti lilin yang mencair pada suhu sekitar 38 °C (100 °F).<ref>Amit Sengupta. [http://ajer.org/papers/v3(7)/F0373343.pdf Comprehensive view on chemistry, manufacturing & applications of lanolin extracted from wool pretreatment,also used in vitamins]. ''American Journal of Engineering Research (AJER)''. 2014. Vol. 3 (7). hlm. 33–43.</ref> | ||
==Kegunaan== | ==Kegunaan== | ||
Lanolin dan berbagai turunannya digunakan secara luas baik dalam [[perawatan pribadi]] (misalnya kosmetik bernilai tinggi, kosmetik wajah, produk bibir) maupun sektor perawatan kesehatan seperti linimen topikal. Lanolin juga ditemukan dalam pelumas, pelapis antikarat, semir sepatu, dan produk komersial lainnya.<ref>M. J. Zirwas. ''Moisturizer allergy: Diagnosis and management''. ''Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology''. 2008. Vol. 1 (4). hlm. 38–44.</ref> | |||
Lanolin merupakan alergen yang relatif umum dan sering disalahpahami sebagai alergi wol. Namun, alergi terhadap produk yang mengandung lanolin sulit dipastikan dan sering kali produk lain yang mengandung lanolin dapat digunakan. Uji tempel dapat dilakukan jika diduga adanya alergi lanolin.<ref>M. J. Zirwas. ''Moisturizer allergy: Diagnosis and management''. ''Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology''. 2008. Vol. 1 (4). hlm. 38–44.</ref> | |||
Lanolin | Lanolin sering digunakan dalam perawatan kulit bayi yang protektif dan untuk puting yang sakit akibat menyusui<ref>[https://www.lansinoh.com/products/hpa-lanolin HPA® Lanolin Cream]. ''lansinoh.com''.</ref> tetapi otoritas kesehatan merekomendasikan metode alternatif terlebih dahulu, termasuk membersihkan puting<ref>Agence Nationale d'Accréditation et d'Évaluation en Santé (French Health Authority). [https://www.has-sante.fr/upload/docs/application/pdf/Allaitement_recos.pdf Allaitement maternel - Recommandations (Maternal breastfeeding - advice)]. ''Haute Autorité de Santé''. May 2022.</ref> dan memperbaiki posisi bayi serta memeras ASI dengan tangan. Lanolin dilaporkan memiliki sifat yang menenangkan tetapi kurangnya penelitian menyebabkan rekomendasi sebelumnya menjadi yang utama.<ref>National Health Service (UK). [https://www.nhs.uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding-problems/sore-nipples/ Sore or cracked nipples when breastfeeding]. 7 December 2020.</ref> | ||
Lanolin | Lanolin digunakan secara komersial dalam banyak produk industri mulai dari pelapis anti[[karat]] hingga [[pelumas]]. Beberapa pelaut menggunakan lanolin untuk menciptakan permukaan licin pada [[baling-baling]] dan buritan kapal yang tidak dapat ditembus [[teritip]]. Produk komersial (misalnya Lanocote) yang mengandung hingga 85% lanolin<ref>[http://www.jamestowndistributors.com/userportal/pdfs/MSDS/LanoCote/b65f457msds.pdf MSDS for Lanocote]. ''www.forespar.com/products/boat-lubricant-lanocote.shtml''.</ref> digunakan untuk mencegah korosi pada pengencang laut, terutama saat dua logam berbeda bersentuhan satu sama lain dan air asin. Sifat anti airnya membuatnya berharga dalam banyak aplikasi sebagai minyak pelumas yang jika tidak demikian akan menjadi masalah [[korosi]]. | ||
7-Dehidrokolesterol dari lanolin digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi [[kolekalsiferol|vitamin D<sub>3</sub>]] dengan penyinaran sinar ultraviolet.<ref>M. F Holick. [https://archive.org/details/sim_new-england-journal-of-medicine_2007-07-19_357_3/page/266 Vitamin D deficiency]. ''New England Journal of Medicine''. 2007. Vol. 357 (3). hlm. 266–81. doi:10.1056/NEJMra070553.</ref> | |||
7-Dehidrokolesterol dari lanolin digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi [[kolekalsiferol|vitamin D<sub>3</sub>]] dengan penyinaran sinar ultraviolet. | |||
Pemain [[bisbol]] sering menggunakannya untuk melembutkan dan melunakkan [[sarung tangan bisbol]] mereka ([[krim cukur]] dengan lanolin populer digunakan untuk ini). | Pemain [[bisbol]] sering menggunakannya untuk melembutkan dan melunakkan [[sarung tangan bisbol]] mereka ([[krim cukur]] dengan lanolin populer digunakan untuk ini). | ||
Lanolin cair anhidrat yang dikombinasikan dengan paraben, telah digunakan dalam uji coba sebagai air mata buatan untuk mengobati [[xeroftalmia|sindrom mata kering]]. Lanolin anhidrat juga digunakan sebagai pelumas untuk slide penyetelan instrumen kuningan. | Lanolin cair anhidrat yang dikombinasikan dengan paraben, telah digunakan dalam uji coba sebagai air mata buatan untuk mengobati [[xeroftalmia|sindrom mata kering]].<ref>I. J. Wang. ''A comparison of the effect of carbomer-, cellulose- and mineral oil-based artificial tear formulations''. ''European Journal of Ophthalmology''. 2007. Vol. 17 (2). hlm. 151–159. doi:10.1177/112067210701700202.</ref><ref>A. D. Pucker. ''Over the counter (OTC) artificial tear drops for dry eye syndrome''. ''Cochrane Database of Systematic Reviews''. 2016. Vol. 2016 (2). hlm. CD009729. doi:10.1002/14651858.CD009729.pub2.</ref> Lanolin anhidrat juga digunakan sebagai pelumas untuk slide penyetelan instrumen kuningan. | ||
Lanolin juga dapat digunakan kembali pada pakaian wol agar anti air dan kotoran, seperti untuk penutup popok kain. | Lanolin juga dapat digunakan kembali pada pakaian wol agar anti air dan kotoran, seperti untuk penutup popok kain. | ||
| Baris 47: | Baris 64: | ||
==Standar dan peraturan perundang-undangan== | ==Standar dan peraturan perundang-undangan== | ||
Selain persyaratan kemurnian umum, lanolin harus memenuhi persyaratan resmi untuk kadar residu [[pestisida]] yang diizinkan. Suplemen Kelima ''[[United States Pharmacopeia]] XXII'' yang diterbitkan pada tahun 1992 adalah yang pertama kali menetapkan batas untuk 34 pestisida yang disebutkan. Batas total 40 [[Notasi bagian per|ppm]] (yaitu 40 mg/kg) pestisida ditetapkan untuk lanolin untuk penggunaan umum, tanpa batas individual yang lebih besar dari 10 ppm. | Selain persyaratan kemurnian umum, lanolin harus memenuhi persyaratan resmi untuk kadar residu [[pestisida]] yang diizinkan. Suplemen Kelima ''[[United States Pharmacopeia]] XXII'' yang diterbitkan pada tahun 1992 adalah yang pertama kali menetapkan batas untuk 34 pestisida yang disebutkan. Batas total 40 [[Notasi bagian per|ppm]] (yaitu 40 mg/kg) pestisida ditetapkan untuk lanolin untuk penggunaan umum, tanpa batas individual yang lebih besar dari 10 ppm.<ref>''The Lanolin Book''. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.</ref> | ||
Monograf kedua juga diperkenalkan ke dalam ''US Pharmacopoeia XXII'' pada tahun 1992 berjudul 'Lanolin yang Dimodifikasi'. Lanolin yang sesuai dengan monograf ini dimaksudkan untuk digunakan dalam aplikasi yang lebih tepat, misalnya pada luka terbuka. Dalam monograf ini, batas total pestisida dikurangi menjadi 3 ppm total pestisida, tanpa batas individual yang lebih besar dari 1 ppm. | Monograf kedua juga diperkenalkan ke dalam ''US Pharmacopoeia XXII'' pada tahun 1992 berjudul 'Lanolin yang Dimodifikasi'. Lanolin yang sesuai dengan monograf ini dimaksudkan untuk digunakan dalam aplikasi yang lebih tepat, misalnya pada luka terbuka. Dalam monograf ini, batas total pestisida dikurangi menjadi 3 ppm total pestisida, tanpa batas individual yang lebih besar dari 1 ppm. | ||
| Baris 53: | Baris 70: | ||
Pada tahun 2000, ''European Pharmacopoeia'' memperkenalkan batas residu pestisida ke dalam monograf lanolinnya. Persyaratan ini, yang secara umum dianggap sebagai standar kualitas baru, memperluas daftar pestisida menjadi 40 dan memberlakukan batas konsentrasi yang lebih rendah. | Pada tahun 2000, ''European Pharmacopoeia'' memperkenalkan batas residu pestisida ke dalam monograf lanolinnya. Persyaratan ini, yang secara umum dianggap sebagai standar kualitas baru, memperluas daftar pestisida menjadi 40 dan memberlakukan batas konsentrasi yang lebih rendah. | ||
Beberapa mutu lanolin dengan kemurnian sangat tinggi melampaui persyaratan monografi. Produk-produk baru yang diperoleh menggunakan teknik pemurnian yang rumit menghasilkan ester lanolin dalam keadaan alaminya, menghilangkan pengotor oksidatif dan lingkungan sehingga menghasilkan lanolin putih, tidak berbau, dan [[hipoalergenik]]. Mutu lanolin dengan kemurnian sangat tinggi ini sangat cocok untuk pengobatan gangguan dermatologis seperti [[eksem]] dan luka terbuka. | Beberapa mutu lanolin dengan kemurnian sangat tinggi melampaui persyaratan monografi. Produk-produk baru yang diperoleh menggunakan teknik pemurnian yang rumit menghasilkan ester lanolin dalam keadaan alaminya, menghilangkan pengotor oksidatif dan lingkungan sehingga menghasilkan lanolin putih, tidak berbau, dan [[hipoalergenik]]. Mutu lanolin dengan kemurnian sangat tinggi ini sangat cocok untuk pengobatan gangguan dermatologis seperti [[eksem]] dan luka terbuka.<ref>M. R. Arden Jones. ''British Contact Dermatitis Group: Summaries of Papers''. ''British Journal of Dermatology''. July 2002. Vol. 147 (Suppl. 62). hlm. 71. doi:10.1046/j.1365-2133.147.s62.19.x.</ref> | ||
Lanolin menarik perhatian karena kesalahpahaman mengenai potensi sensitisasinya. Sebuah penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit [[Universitas New York]] pada awal tahun 1950-an menunjukkan sekitar 1% pasien dengan gangguan dermatologis alergi terhadap lanolin yang digunakan pada saat itu. Menurut salah satu perkiraan, kesalahpahaman sederhana ini, yaitu gagal membedakan antara populasi umum yang sehat dan pasien dengan gangguan dermatologis, melebih-lebihkan potensi kepekaan lanolin sebanyak 5.000–6.000 kali. | Lanolin menarik perhatian karena kesalahpahaman mengenai potensi sensitisasinya. Sebuah penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit [[Universitas New York]] pada awal tahun 1950-an menunjukkan sekitar 1% pasien dengan gangguan dermatologis alergi terhadap lanolin yang digunakan pada saat itu. Menurut salah satu perkiraan, kesalahpahaman sederhana ini, yaitu gagal membedakan antara populasi umum yang sehat dan pasien dengan gangguan dermatologis, melebih-lebihkan potensi kepekaan lanolin sebanyak 5.000–6.000 kali.<ref>I. Steel. ''Lanolin Allergy: Hype or Hypersensitivity?''. ''Journal of the National Eczema Society (Exchange)''. 1994. hlm. 16–17.</ref><ref>I. Steel. ''Dilemmas in Lanolin Sensitivity''. 1995.</ref> | ||
''European Cosmetics Directive'', yang diperkenalkan pada bulan Juli 1976, memuat ketentuan bahwa kosmetik yang mengandung lanolin harus diberi label yang menyatakan hal tersebut. Keputusan ini langsung ditentang, dan pada awal tahun 1980-an, keputusan ini dibatalkan dan dihapus dari arahan tersebut. Meskipun hanya berlaku untuk jangka waktu yang singkat, keputusan ini merugikan industri lanolin dan reputasi lanolin secara umum. Keputusan ''Cosmetics Directive'' hanya berlaku untuk keberadaan lanolin dalam produk kosmetik; keputusan ini tidak berlaku untuk ratusan kegunaannya yang berbeda dalam produk dermatologis yang dirancang untuk perawatan kondisi kulit yang terganggu. | ''European Cosmetics Directive'', yang diperkenalkan pada bulan Juli 1976, memuat ketentuan bahwa kosmetik yang mengandung lanolin harus diberi label yang menyatakan hal tersebut. Keputusan ini langsung ditentang, dan pada awal tahun 1980-an, keputusan ini dibatalkan dan dihapus dari arahan tersebut. Meskipun hanya berlaku untuk jangka waktu yang singkat, keputusan ini merugikan industri lanolin dan reputasi lanolin secara umum.<ref>I. Steel. ''Lanolin Allergy: Hype or Hypersensitivity?''. ''Journal of the National Eczema Society (Exchange)''. 1994. hlm. 16–17.</ref> Keputusan ''Cosmetics Directive'' hanya berlaku untuk keberadaan lanolin dalam produk kosmetik; keputusan ini tidak berlaku untuk ratusan kegunaannya yang berbeda dalam produk dermatologis yang dirancang untuk perawatan kondisi kulit yang terganggu. | ||
Metode analisis modern telah mengungkapkan bahwa lanolin memiliki sejumlah kesamaan kimia dan fisik yang penting dengan lipid stratum korneum manusia; lipid yang membantu mengatur laju kehilangan air di seluruh [[epidermis]] dan mengatur keadaan hidrasi kulit. | Metode analisis modern telah mengungkapkan bahwa lanolin memiliki sejumlah kesamaan kimia dan fisik yang penting dengan lipid stratum korneum manusia; lipid yang membantu mengatur laju kehilangan air di seluruh [[epidermis]] dan mengatur keadaan hidrasi kulit.<ref>''The Lanolin Book''. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.</ref><ref>E. W. Clark. ''Poster No. 2''. American Academy of Dermatology. 1993.</ref><ref>E. W. Clark. [http://journal.scconline.org/pdf/cc1993/cc044n04/p00181-p00195.pdf Investigations into biomechanisms of the moisturizing function of lanolin]. ''Journal of the Society of Cosmetic Chemists''. 1993. Vol. 44 (4). hlm. 181–195.</ref> | ||
[[Mikroskopi pemindai elektron]] [[kriogenik]] telah menunjukkan bahwa lanolin, seperti lipid stratum korneum manusia, terdiri dari massa bahan kristal cair. Mikroskopi cahaya terpolarisasi silang telah menunjukkan [[vesikel]] multilamelar yang dibentuk oleh lanolin identik dengan yang dibentuk oleh lipid stratum korneum manusia. Penggabungan air terikat ke dalam stratum korneum melibatkan pembentukan vesikel multilamelar. | [[Mikroskopi pemindai elektron]] [[kriogenik]] telah menunjukkan bahwa lanolin, seperti lipid stratum korneum manusia, terdiri dari massa bahan kristal cair. Mikroskopi cahaya terpolarisasi silang telah menunjukkan [[vesikel]] multilamelar yang dibentuk oleh lanolin identik dengan yang dibentuk oleh lipid stratum korneum manusia. Penggabungan air terikat ke dalam stratum korneum melibatkan pembentukan vesikel multilamelar.<ref>''The Lanolin Book''. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.</ref><ref>E. W. Clark. [http://journal.scconline.org/pdf/cc1993/cc044n04/p00181-p00195.pdf Investigations into biomechanisms of the moisturizing function of lanolin]. ''Journal of the Society of Cosmetic Chemists''. 1993. Vol. 44 (4). hlm. 181–195.</ref> | ||
Studi bioteknologi kulit telah menunjukkan efek durasional dari tindakan [[pelembap|emolien]] (penghalusan kulit) yang dihasilkan oleh lanolin sangat signifikan dan berlangsung selama berjam-jam. Lanolin yang dioleskan ke kulit pada 2 mg/cm<sup>2</sup> telah terbukti mengurangi kekasaran sekitar 35% setelah satu jam dan 50% setelah dua jam, dengan efek keseluruhan berlangsung selama lebih dari delapan jam. Lanolin juga diketahui membentuk lapisan semioklusif (dapat bernapas) pada kulit. Bila dioleskan setiap hari pada dosis sekitar 4 mg/cm<sup>2</sup> selama lima hari berturut-turut, efek pelembap positif dari lanolin dapat dideteksi hingga 72 jam setelah aplikasi terakhir. Lanolin dapat mencapai sebagian efek pelembapnya dengan membentuk reservoir kelembapan sekunder di dalam kulit. | Studi bioteknologi kulit telah menunjukkan efek durasional dari tindakan [[pelembap|emolien]] (penghalusan kulit) yang dihasilkan oleh lanolin sangat signifikan dan berlangsung selama berjam-jam. Lanolin yang dioleskan ke kulit pada 2 mg/cm<sup>2</sup> telah terbukti mengurangi kekasaran sekitar 35% setelah satu jam dan 50% setelah dua jam, dengan efek keseluruhan berlangsung selama lebih dari delapan jam.<ref>''The Lanolin Book''. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.</ref> Lanolin juga diketahui membentuk lapisan semioklusif (dapat bernapas) pada kulit.<ref>G. Barnett. [https://archive.org/details/sim_cosmetics-toiletries_1986-06_101_6/page/n22 Lanolin and Derivatives]. ''Cosmetics & Toiletries''. 1986. Vol. 101. hlm. 21–44.</ref> Bila dioleskan setiap hari pada dosis sekitar 4 mg/cm<sup>2</sup> selama lima hari berturut-turut, efek pelembap positif dari lanolin dapat dideteksi hingga 72 jam setelah aplikasi terakhir.<ref>''The Lanolin Book''. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.</ref> Lanolin dapat mencapai sebagian efek pelembapnya dengan membentuk reservoir kelembapan sekunder di dalam kulit.<ref>E. W. Clark. ''Poster No. 2''. American Academy of Dermatology. 1993.</ref><ref>E. W. Clark. [http://journal.scconline.org/pdf/cc1993/cc044n04/p00181-p00195.pdf Investigations into biomechanisms of the moisturizing function of lanolin]. ''Journal of the Society of Cosmetic Chemists''. 1993. Vol. 44 (4). hlm. 181–195.</ref> | ||
Sifat perbaikan penghalang lanolin dilaporkan lebih unggul daripada yang dihasilkan oleh petrolatum dan gliserol. Dalam sebuah studi klinis kecil yang dilakukan pada subjek sukarelawan dengan tangan yang sangat kering (xerotik), lanolin terbukti lebih unggul daripada petrolatum dalam mengurangi tanda dan gejala kekeringan dan bersisik, retak dan lecet, serta nyeri dan gatal. Dalam studi lain, lanolin dengan tingkat kemurnian tinggi ditemukan secara signifikan lebih unggul daripada petrolatum dalam membantu penyembuhan luka superfisial. | Sifat perbaikan penghalang lanolin dilaporkan lebih unggul daripada yang dihasilkan oleh petrolatum dan gliserol.<ref>''The Lanolin Book''. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.</ref> Dalam sebuah studi klinis kecil yang dilakukan pada subjek sukarelawan dengan tangan yang sangat kering (xerotik), lanolin terbukti lebih unggul daripada petrolatum dalam mengurangi tanda dan gejala kekeringan dan bersisik, retak dan lecet, serta nyeri dan gatal. Dalam studi lain, lanolin dengan tingkat kemurnian tinggi ditemukan secara signifikan lebih unggul daripada petrolatum dalam membantu penyembuhan luka superfisial. | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lanolin&oldid=29567951 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29567951 (2026-08-12T20:49:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 22.58
Lanolin, dari bahasa Latin lāna ("wol") dan oleum ("minyak"), juga disebut lemak wol, kuning telur wol, malam wol, lemak bulu domba, kuning telur domba, atau lemak wol, adalah lilin yang disekresikan oleh kelenjar minyak hewan berbulu wol.[1] Lanolin yang digunakan oleh manusia berasal dari ras domba domestik yang dibesarkan khusus untuk wolnya. Secara historis, banyak farmakope menyebut lanolin sebagai lemak wol (adeps lanae); tetapi, karena lanolin tidak memiliki gliserida (ester gliserol), lanolin bukanlah lemak sejati.[2][3] Lanolin terutama terdiri dari ester sterol.[4] Sifat kedap air lanolin membantu domba melepaskan air dari bulunya. Ras domba tertentu menghasilkan lanolin dalam jumlah besar.
Peran lanolin di alam adalah melindungi wol dan kulit dari iklim dan lingkungan; Ia juga berperan dalam kebersihan kulit (integumental). Lanolin dan turunannya digunakan dalam perlindungan, perawatan, dan kecantikan kulit manusia.[5]
Komposisi
Mutu lanolin dengan kemurnian tinggi yang khas sebagian besar terdiri dari ester lilin rantai panjang (sekitar 97% berat) dengan sisanya adalah alkohol lanolin, asam lanolin, dan hidrokarbon lanolin.[6]
Diperkirakan terdapat 8.000 hingga 20.000 jenis ester lanolin yang berbeda dalam lanolin, yang merupakan hasil kombinasi antara sekitar 200 asam lanolin yang berbeda dan sekitar 100 alkohol lanolin yang berbeda yang telah diidentifikasi sejauh ini.[7][8]
Komposisi lanolin yang kompleks dari ester rantai panjang, hidroksiester, diester, alkohol lanolin, dan asam lanolin berarti selain menjadi produk yang berharga, lanolin juga merupakan titik awal untuk produksi spektrum lengkap turunan lanolin, yang memiliki sifat kimia dan fisik yang luas. Rute derivatisasi utama meliputi hidrolisis, kristalisasi pelarut fraksional, esterifikasi, hidrogenasi, alkoksilasi, dan kuaternerisasi.[9][10][11][12] Turunan lanolin yang diperoleh dari proses ini digunakan secara luas baik dalam kosmetik bernilai tinggi maupun produk perawatan kulit.
Hidrolisis lanolin menghasilkan alkohol lanolin dan asam lanolin. Alkohol lanolin merupakan sumber kolesterol yang kaya (lipid kulit yang penting) dan merupakan pengemulsi air dalam minyak yang kuat; alkohol ini telah digunakan secara luas dalam produk perawatan kulit selama lebih dari 100 tahun. Sekitar 40% asam yang berasal dari lanolin adalah asam alfa-hidroksi (AHA).[13][14] Rincian AHA yang diisolasi dari lanolin dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
| Jenis asam lanolik | Panjang rantai karbon | Nomor teridentifikasi |
|---|---|---|
| Alfa-hidroksi normal | 12 | |
| Alfa-hidroksi iso | 6 | |
| Alfa-hidroksi anteiso | 7 |
Produksi
Lanolin mentah merupakan sekitar 5–25% dari berat wol yang baru dicukur. Wol dari seekor domba Merino akan menghasilkan sekitar 250–300 ml lemak wol yang dapat dipulihkan. Lanolin diekstraksi dengan mencuci wol dalam air panas dengan deterjen pembersih wol khusus untuk menghilangkan kotoran, lemak wol (lanolin mentah), suint (garam keringat), dan apa pun yang menempel pada wol. Lemak wol terus-menerus dihilangkan selama proses pencucian ini oleh pemisah sentrifuge, yang memusatkannya menjadi zat seperti lilin yang mencair pada suhu sekitar 38 °C (100 °F).[15]
Kegunaan
Lanolin dan berbagai turunannya digunakan secara luas baik dalam perawatan pribadi (misalnya kosmetik bernilai tinggi, kosmetik wajah, produk bibir) maupun sektor perawatan kesehatan seperti linimen topikal. Lanolin juga ditemukan dalam pelumas, pelapis antikarat, semir sepatu, dan produk komersial lainnya.[16]
Lanolin merupakan alergen yang relatif umum dan sering disalahpahami sebagai alergi wol. Namun, alergi terhadap produk yang mengandung lanolin sulit dipastikan dan sering kali produk lain yang mengandung lanolin dapat digunakan. Uji tempel dapat dilakukan jika diduga adanya alergi lanolin.[17]
Lanolin sering digunakan dalam perawatan kulit bayi yang protektif dan untuk puting yang sakit akibat menyusui[18] tetapi otoritas kesehatan merekomendasikan metode alternatif terlebih dahulu, termasuk membersihkan puting[19] dan memperbaiki posisi bayi serta memeras ASI dengan tangan. Lanolin dilaporkan memiliki sifat yang menenangkan tetapi kurangnya penelitian menyebabkan rekomendasi sebelumnya menjadi yang utama.[20]
Lanolin digunakan secara komersial dalam banyak produk industri mulai dari pelapis antikarat hingga pelumas. Beberapa pelaut menggunakan lanolin untuk menciptakan permukaan licin pada baling-baling dan buritan kapal yang tidak dapat ditembus teritip. Produk komersial (misalnya Lanocote) yang mengandung hingga 85% lanolin[21] digunakan untuk mencegah korosi pada pengencang laut, terutama saat dua logam berbeda bersentuhan satu sama lain dan air asin. Sifat anti airnya membuatnya berharga dalam banyak aplikasi sebagai minyak pelumas yang jika tidak demikian akan menjadi masalah korosi.
7-Dehidrokolesterol dari lanolin digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi vitamin D3 dengan penyinaran sinar ultraviolet.[22]
Pemain bisbol sering menggunakannya untuk melembutkan dan melunakkan sarung tangan bisbol mereka (krim cukur dengan lanolin populer digunakan untuk ini).
Lanolin cair anhidrat yang dikombinasikan dengan paraben, telah digunakan dalam uji coba sebagai air mata buatan untuk mengobati sindrom mata kering.[23][24] Lanolin anhidrat juga digunakan sebagai pelumas untuk slide penyetelan instrumen kuningan.
Lanolin juga dapat digunakan kembali pada pakaian wol agar anti air dan kotoran, seperti untuk penutup popok kain.
Lanolin juga digunakan dalam produk pelembap bibir seperti Carmex. Bagi sebagian orang, bahan ini dapat mengiritasi bibir.
Lanolin terkadang digunakan oleh orang yang menjalani terapi tekanan saluran napas positif berkelanjutan untuk mengurangi iritasi akibat masker, khususnya masker bantal hidung yang sering kali dapat menimbulkan bintik-bintik nyeri di lubang hidung.
Lanolin merupakan bahan tambahan yang populer untuk lilin kumis, khususnya jenis yang 'sangat keras'.
Lanolin digunakan sebagai komponen pelumas utama dalam pelumas kuningan berbasis aerosol dalam proses pengisian ulang amunisi. Dicampur dengan etanol yang sangat pekat (biasanya 99%) dengan perbandingan 1:12, etanol bertindak sebagai pembawa yang menguap dengan cepat setelah aplikasi, meninggalkan lapisan tipis lanolin di belakang untuk mencegah kuningan menggumpal dalam cetakan pengubahan ukuran.
Lanolin, bila dicampur dengan bahan-bahan seperti minyak kaki sapi, lilin lebah, dan gliserol, digunakan dalam berbagai perawatan lumping, misalnya pada beberapa sabun pelana dan produk perawatan kulit.
Standar dan peraturan perundang-undangan
Selain persyaratan kemurnian umum, lanolin harus memenuhi persyaratan resmi untuk kadar residu pestisida yang diizinkan. Suplemen Kelima United States Pharmacopeia XXII yang diterbitkan pada tahun 1992 adalah yang pertama kali menetapkan batas untuk 34 pestisida yang disebutkan. Batas total 40 ppm (yaitu 40 mg/kg) pestisida ditetapkan untuk lanolin untuk penggunaan umum, tanpa batas individual yang lebih besar dari 10 ppm.[25]
Monograf kedua juga diperkenalkan ke dalam US Pharmacopoeia XXII pada tahun 1992 berjudul 'Lanolin yang Dimodifikasi'. Lanolin yang sesuai dengan monograf ini dimaksudkan untuk digunakan dalam aplikasi yang lebih tepat, misalnya pada luka terbuka. Dalam monograf ini, batas total pestisida dikurangi menjadi 3 ppm total pestisida, tanpa batas individual yang lebih besar dari 1 ppm.
Pada tahun 2000, European Pharmacopoeia memperkenalkan batas residu pestisida ke dalam monograf lanolinnya. Persyaratan ini, yang secara umum dianggap sebagai standar kualitas baru, memperluas daftar pestisida menjadi 40 dan memberlakukan batas konsentrasi yang lebih rendah.
Beberapa mutu lanolin dengan kemurnian sangat tinggi melampaui persyaratan monografi. Produk-produk baru yang diperoleh menggunakan teknik pemurnian yang rumit menghasilkan ester lanolin dalam keadaan alaminya, menghilangkan pengotor oksidatif dan lingkungan sehingga menghasilkan lanolin putih, tidak berbau, dan hipoalergenik. Mutu lanolin dengan kemurnian sangat tinggi ini sangat cocok untuk pengobatan gangguan dermatologis seperti eksem dan luka terbuka.[26]
Lanolin menarik perhatian karena kesalahpahaman mengenai potensi sensitisasinya. Sebuah penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Universitas New York pada awal tahun 1950-an menunjukkan sekitar 1% pasien dengan gangguan dermatologis alergi terhadap lanolin yang digunakan pada saat itu. Menurut salah satu perkiraan, kesalahpahaman sederhana ini, yaitu gagal membedakan antara populasi umum yang sehat dan pasien dengan gangguan dermatologis, melebih-lebihkan potensi kepekaan lanolin sebanyak 5.000–6.000 kali.[27][28]
European Cosmetics Directive, yang diperkenalkan pada bulan Juli 1976, memuat ketentuan bahwa kosmetik yang mengandung lanolin harus diberi label yang menyatakan hal tersebut. Keputusan ini langsung ditentang, dan pada awal tahun 1980-an, keputusan ini dibatalkan dan dihapus dari arahan tersebut. Meskipun hanya berlaku untuk jangka waktu yang singkat, keputusan ini merugikan industri lanolin dan reputasi lanolin secara umum.[29] Keputusan Cosmetics Directive hanya berlaku untuk keberadaan lanolin dalam produk kosmetik; keputusan ini tidak berlaku untuk ratusan kegunaannya yang berbeda dalam produk dermatologis yang dirancang untuk perawatan kondisi kulit yang terganggu.
Metode analisis modern telah mengungkapkan bahwa lanolin memiliki sejumlah kesamaan kimia dan fisik yang penting dengan lipid stratum korneum manusia; lipid yang membantu mengatur laju kehilangan air di seluruh epidermis dan mengatur keadaan hidrasi kulit.[30][31][32]
Mikroskopi pemindai elektron kriogenik telah menunjukkan bahwa lanolin, seperti lipid stratum korneum manusia, terdiri dari massa bahan kristal cair. Mikroskopi cahaya terpolarisasi silang telah menunjukkan vesikel multilamelar yang dibentuk oleh lanolin identik dengan yang dibentuk oleh lipid stratum korneum manusia. Penggabungan air terikat ke dalam stratum korneum melibatkan pembentukan vesikel multilamelar.[33][34]
Studi bioteknologi kulit telah menunjukkan efek durasional dari tindakan emolien (penghalusan kulit) yang dihasilkan oleh lanolin sangat signifikan dan berlangsung selama berjam-jam. Lanolin yang dioleskan ke kulit pada 2 mg/cm2 telah terbukti mengurangi kekasaran sekitar 35% setelah satu jam dan 50% setelah dua jam, dengan efek keseluruhan berlangsung selama lebih dari delapan jam.[35] Lanolin juga diketahui membentuk lapisan semioklusif (dapat bernapas) pada kulit.[36] Bila dioleskan setiap hari pada dosis sekitar 4 mg/cm2 selama lima hari berturut-turut, efek pelembap positif dari lanolin dapat dideteksi hingga 72 jam setelah aplikasi terakhir.[37] Lanolin dapat mencapai sebagian efek pelembapnya dengan membentuk reservoir kelembapan sekunder di dalam kulit.[38][39]
Sifat perbaikan penghalang lanolin dilaporkan lebih unggul daripada yang dihasilkan oleh petrolatum dan gliserol.[40] Dalam sebuah studi klinis kecil yang dilakukan pada subjek sukarelawan dengan tangan yang sangat kering (xerotik), lanolin terbukti lebih unggul daripada petrolatum dalam mengurangi tanda dan gejala kekeringan dan bersisik, retak dan lecet, serta nyeri dan gatal. Dalam studi lain, lanolin dengan tingkat kemurnian tinggi ditemukan secara signifikan lebih unggul daripada petrolatum dalam membantu penyembuhan luka superfisial.
Pranala luar
Referensi
- ↑ Ivar Malmstrom. Technological aspects of lanolin. Journal of Cosmetic Science. 1949. Vol. 1 (4).
- ↑ The Lanolin Book. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.
- ↑ G. Barnett. Lanolin and Derivatives. Cosmetics & Toiletries. 1986. Vol. 101. hlm. 21–44.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ The Lanolin Book. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.
- ↑ The Lanolin Book. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.
- ↑ The Lanolin Book. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.
- ↑ G. Barnett. Lanolin and Derivatives. Cosmetics & Toiletries. 1986. Vol. 101. hlm. 21–44.
- ↑ The Lanolin Book. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.
- ↑ G. Barnett. Lanolin and Derivatives. Cosmetics & Toiletries. 1986. Vol. 101. hlm. 21–44.
- ↑ Quaternise. Merriam-Webster Medical Dictionary.
- ↑ Alkoxylation. BASF.
- ↑ The Lanolin Book. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.
- ↑ G. Barnett. Lanolin and Derivatives. Cosmetics & Toiletries. 1986. Vol. 101. hlm. 21–44.
- ↑ Amit Sengupta. Comprehensive view on chemistry, manufacturing & applications of lanolin extracted from wool pretreatment,also used in vitamins. American Journal of Engineering Research (AJER). 2014. Vol. 3 (7). hlm. 33–43.
- ↑ M. J. Zirwas. Moisturizer allergy: Diagnosis and management. Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. 2008. Vol. 1 (4). hlm. 38–44.
- ↑ M. J. Zirwas. Moisturizer allergy: Diagnosis and management. Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. 2008. Vol. 1 (4). hlm. 38–44.
- ↑ HPA® Lanolin Cream. lansinoh.com.
- ↑ Agence Nationale d'Accréditation et d'Évaluation en Santé (French Health Authority). Allaitement maternel - Recommandations (Maternal breastfeeding - advice). Haute Autorité de Santé. May 2022.
- ↑ National Health Service (UK). Sore or cracked nipples when breastfeeding. 7 December 2020.
- ↑ MSDS for Lanocote. www.forespar.com/products/boat-lubricant-lanocote.shtml.
- ↑ M. F Holick. Vitamin D deficiency. New England Journal of Medicine. 2007. Vol. 357 (3). hlm. 266–81. doi:10.1056/NEJMra070553.
- ↑ I. J. Wang. A comparison of the effect of carbomer-, cellulose- and mineral oil-based artificial tear formulations. European Journal of Ophthalmology. 2007. Vol. 17 (2). hlm. 151–159. doi:10.1177/112067210701700202.
- ↑ A. D. Pucker. Over the counter (OTC) artificial tear drops for dry eye syndrome. Cochrane Database of Systematic Reviews. 2016. Vol. 2016 (2). hlm. CD009729. doi:10.1002/14651858.CD009729.pub2.
- ↑ The Lanolin Book. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.
- ↑ M. R. Arden Jones. British Contact Dermatitis Group: Summaries of Papers. British Journal of Dermatology. July 2002. Vol. 147 (Suppl. 62). hlm. 71. doi:10.1046/j.1365-2133.147.s62.19.x.
- ↑ I. Steel. Lanolin Allergy: Hype or Hypersensitivity?. Journal of the National Eczema Society (Exchange). 1994. hlm. 16–17.
- ↑ I. Steel. Dilemmas in Lanolin Sensitivity. 1995.
- ↑ I. Steel. Lanolin Allergy: Hype or Hypersensitivity?. Journal of the National Eczema Society (Exchange). 1994. hlm. 16–17.
- ↑ The Lanolin Book. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.
- ↑ E. W. Clark. Poster No. 2. American Academy of Dermatology. 1993.
- ↑ E. W. Clark. Investigations into biomechanisms of the moisturizing function of lanolin. Journal of the Society of Cosmetic Chemists. 1993. Vol. 44 (4). hlm. 181–195.
- ↑ The Lanolin Book. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.
- ↑ E. W. Clark. Investigations into biomechanisms of the moisturizing function of lanolin. Journal of the Society of Cosmetic Chemists. 1993. Vol. 44 (4). hlm. 181–195.
- ↑ The Lanolin Book. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.
- ↑ G. Barnett. Lanolin and Derivatives. Cosmetics & Toiletries. 1986. Vol. 101. hlm. 21–44.
- ↑ The Lanolin Book. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.
- ↑ E. W. Clark. Poster No. 2. American Academy of Dermatology. 1993.
- ↑ E. W. Clark. Investigations into biomechanisms of the moisturizing function of lanolin. Journal of the Society of Cosmetic Chemists. 1993. Vol. 44 (4). hlm. 181–195.
- ↑ The Lanolin Book. Beiersdorf. 1999. ISBN 9783931146054.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29567951 (2026-08-12T20:49:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.