Penyulingan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29576221; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Simple_distillation_apparatus.png|thumb|right|280px|Simple distillation apparatus]] | |||
'''Penyulingan''' atau '''distilasi''' adalah suatu metode buat [[proses pemisahan|pemisahan]] [[bahan kimia]] berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap ([[keteruapan|volatilitas]]) bahan.<ref>[http://www.cheresources.com/extrdist.html Che Resources:Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation]. Diakses pada 1 April 2010.</ref> Sesuatu yang disuling disebut '''sulingan'''. | |||
Metode ini termasuk sebagai [[unit operasi]] kimia jenis [[perpindahan massa]]. Penerapan proses ini didasarkan pada [[teori]] bahwa pada suatu [[larutan]], masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi didasarkan pada [[Hukum Raoult]] dan [[Hukum Dalton]]. | Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan.<ref>[http://www.cheresources.com/extrdist.html. Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation] Diakses pada 1 Apr 2010.</ref> Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.<ref>[http://www.cheresources.com/extrdist.html Che Resources:Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation]. Diakses pada 1 April 2010.</ref> | ||
Metode ini termasuk sebagai [[unit operasi]] kimia jenis [[perpindahan massa]].<ref>[http://www.ces.purdue.edu/extmedia/ae/ae-117.html Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety] . Diakses pada 30 Maret 2010.</ref> Penerapan proses ini didasarkan pada [[teori]] bahwa pada suatu [[larutan]], masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya.<ref>[http://www.ces.purdue.edu/extmedia/ae/ae-117.html Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety] . Diakses pada 30 Maret 2010.</ref> Model ideal distilasi didasarkan pada [[Hukum Raoult]] dan [[Hukum Dalton]].<ref>[http://www.ces.purdue.edu/extmedia/ae/ae-117.html Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety] . Diakses pada 30 Maret 2010.</ref> | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Distilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan [[Yunani]] sekitar abad pertama [[masehi]] yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya permintaan akan [[alkohol|spiritus]].<ref>[http://www.gabarin.com/ayh/Notes/Notes%207.htm. Ahmad Y Hassan. Alcohol and the Distillation of Wine in Arabic Sources.] Diakses pada 14 November 2005.</ref> Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimos dari Panopolis-lah yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada sekitar abad ke-3.<ref>[http://www.gabarin.com/ayh/Notes/Notes%207.htm. Ahmad Y Hassan. Alcohol and the Distillation of Wine in Arabic Sources.] Diakses pada 14 November 2005.</ref> | |||
Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia [[Islam]] pada masa [[khalifah|kekhalifahan]] [[Abbasiah]], terutama oleh [[Al-Razi]] pada pemisahan [[alkohol]] menjadi senyawa yang relatif murni melalui alat [[alembik]], bahkan desain ini menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro, ''The Hickman Stillhead'' dapat terwujud.<ref>[http://www.gabarin.com/ayh/Notes/Notes%207.htm. Ahmad Y Hassan. Alcohol and the Distillation of Wine in Arabic Sources.] Diakses pada 14 November 2005.</ref> Tulisan oleh [[Jabir bin Hayyan|Jabir Ibnu Hayyan]] (721-815) yang lebih dikenal dengan Ibnu Jabir menyebutkan tentang uap [[anggur]] yang dapat terbakar.<ref>[http://www.gabarin.com/ayh/Notes/Notes%207.htm. Ahmad Y Hassan. Alcohol and the Distillation of Wine in Arabic Sources.] Diakses pada 14 November 2005.</ref> Ia juga telah menemukan banyak peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak dipakai sampai saat kini.<ref>[http://www.gabarin.com/ayh/Notes/Notes%207.htm. Ahmad Y Hassan. Alcohol and the Distillation of Wine in Arabic Sources.] Diakses pada 14 November 2005.</ref> Kemudian teknik penyulingan diuraikan dengan jelas oleh [[Al-Kindi]] (801-873).<ref>[http://www.gabarin.com/ayh/Notes/Notes%207.htm. Ahmad Y Hassan. Alcohol and the Distillation of Wine in Arabic Sources.] Diakses pada 14 November 2005.</ref> | |||
Salah satu penerapan terpenting dari metode distilasi adalah pemisahan [[minyak mentah]] menjadi bagian-bagian untuk penggunaan khusus seperti untuk transportasi, pembangkit listrik, pemanas, dll.<ref>[http://www.cheresources.com/extrdist.html. Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation] Diakses pada 1 Apr 2010.</ref> Udara didistilasi menjadi komponen-komponen seperti [[oksigen]] untuk penggunaan medis dan [[helium]] untuk pengisi balon.<ref>Silberberg MS. 2006. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change Ed ke-4. New York: McGraw-Hill.</ref> Distilasi juga telah digunakan sejak lama untuk [[pemekatan]] [[alkohol]] dengan penerapan [[panas]] terhadap larutan hasil [[fermentasi]] untuk menghasilkan [[minuman suling]].<ref>Syukri S. 1999. Kimia Dasar Jilid 1. Bandung: Penerbit ITB.</ref> | |||
Salah satu penerapan terpenting dari metode distilasi adalah pemisahan [[minyak mentah]] menjadi bagian-bagian untuk penggunaan khusus seperti untuk transportasi, pembangkit listrik, pemanas, dll. Udara didistilasi menjadi komponen-komponen seperti [[oksigen]] untuk penggunaan medis dan [[helium]] untuk pengisi balon. Distilasi juga telah digunakan sejak lama untuk [[pemekatan]] [[alkohol]] dengan penerapan [[panas]] terhadap larutan hasil [[fermentasi]] untuk menghasilkan [[minuman suling]]. | |||
== Jenis == | == Jenis == | ||
Ada 4 jenis distilasi yang akan dibahas di sini, yaitu distilasi sederhana, distilasi fraksionasi, distilasi uap, dan distilasi vakum. Selain itu ada pula [[distilasi ekstraktif]] dan [[distilasi azeotropik|distilasi azeotropik homogen]]'', distilasi dengan menggunakan garam berion, distilasi ''[[pressure-swing]]'', serta [[distilasi reaktif]]. | Ada 4 jenis distilasi yang akan dibahas di sini, yaitu distilasi sederhana, distilasi fraksionasi, distilasi uap, dan distilasi vakum.<ref>[http://www.cheresources.com/extrdist.html. Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation] Diakses pada 1 Apr 2010.</ref> Selain itu ada pula [[distilasi ekstraktif]] dan [[distilasi azeotropik|distilasi azeotropik homogen]]'', distilasi dengan menggunakan garam berion, distilasi ''[[pressure-swing]]'', serta [[distilasi reaktif]].<ref>[http://www.cheresources.com/extrdist.html. Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation] Diakses pada 1 Apr 2010.</ref> | ||
=== Distilasi sederhana === | === Distilasi sederhana === | ||
Pada distilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat [[volatil]].<ref>[http://www.chem.ucla.edu/~bacher/Specialtopics/Distillation.html. Bacher AD. 2007. Distillation] Diakses pada 3 April 2008.</ref> Jika campuran dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu.<ref>Syukri S. 1999. Kimia Dasar Jilid 1. Bandung: Penerbit ITB.</ref> Selain perbedaan titik didih, juga perbedaan ke[[volatil]]an, yaitu kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas.<ref>Silberberg MS. 2006. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change Ed ke-4. New York: McGraw-Hill.</ref> Distilasi ini dilakukan pada [[tekanan atmosfer]].<ref>[http://www.chem.ucla.edu/~bacher/Specialtopics/Distillation.html. Bacher AD. 2007. Distillation] Diakses pada 3 April 2008.</ref> Aplikasi distilasi sederhana digunakan untuk memisahkan campuran [[air]] dan [[alkohol]].<ref>Syukri S. 1999. Kimia Dasar Jilid 1. Bandung: Penerbit ITB.</ref> | |||
Pada distilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat [[volatil]]. Jika campuran dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Selain perbedaan titik didih, juga perbedaan ke[[volatil]]an, yaitu kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas. Distilasi ini dilakukan pada [[tekanan atmosfer]]. Aplikasi distilasi sederhana digunakan untuk memisahkan campuran [[air]] dan [[alkohol]]. | |||
=== Distilasi fraksionisasi === | === Distilasi fraksionisasi === | ||
Fungsi distilasi fraksionasi adalah memisahkan komponen-komponen [[cair]], dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi ini juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 20 °C dan bekerja pada [[tekanan atmosfer]] atau dengan tekanan rendah. Aplikasi dari distilasi jenis ini digunakan pada industri [[minyak mentah]], untuk memisahkan komponen-komponen dalam [[minyak mentah]] | Fungsi distilasi fraksionasi adalah memisahkan komponen-komponen [[cair]], dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya.<ref>Syukri S. 1999. Kimia Dasar Jilid 1. Bandung: Penerbit ITB.</ref> Distilasi ini juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 20 °C dan bekerja pada [[tekanan atmosfer]] atau dengan tekanan rendah.<ref>[http://www.chem.ucla.edu/~bacher/Specialtopics/Distillation.html. Bacher AD. 2007. Distillation] Diakses pada 3 April 2008.</ref> Aplikasi dari distilasi jenis ini digunakan pada industri [[minyak mentah]], untuk memisahkan komponen-komponen dalam [[minyak mentah]]<ref>Chang R. 2007. Chemistry Ed ke-9. New York: McGraw-Hill.</ref> | ||
Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom fraksionasi. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan [[suhu]] yang berbeda-beda pada setiap platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya. Semakin ke atas, semakin tidak [[volatil]] cairannya. | Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom fraksionasi.<ref>Syukri S. 1999. Kimia Dasar Jilid 1. Bandung: Penerbit ITB.</ref> Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan [[suhu]] yang berbeda-beda pada setiap platnya.<ref>Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.</ref> Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya.<ref>Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.</ref> Semakin ke atas, semakin tidak [[volatil]] cairannya.<ref>Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.</ref> | ||
=== Distilasi uap === | === Distilasi uap === | ||
[[Penyulingan uap|Distilasi uap]] digunakan pada campuran senyawa-senyawa yang memiliki [[titik didih]] mencapai 200 °C atau lebih.<ref>[http://www.chemguide.co.uk/physical/phaseeqia/immiscible.html. Clark J. 2005. Immiscible liquids and steam distillation].Diakses pada 1 Apr 2010.</ref> Distilasi uap dapat menguapkan senyawa-senyawa ini dengan suhu mendekati 100 °C dalam [[tekanan atmosfer]] dengan menggunakan uap atau air mendidih.<ref>[http://www.chemguide.co.uk/physical/phaseeqia/immiscible.html. Clark J. 2005. Immiscible liquids and steam distillation].Diakses pada 1 Apr 2010.</ref> Sifat yang fundamental dari distilasi uap adalah dapat mendistilasi campuran [[senyawa]] di bawah titik didih dari masing-masing senyawa campurannya.<ref>[FAO]. 1995. Flavours and fragances of plant origin. J Non-wood Forest Products 1: 111.</ref> Selain itu distilasi uap dapat digunakan untuk campuran yang tidak larut dalam [[air]] di semua temperatur, tetapi dapat didistilasi dengan air.<ref>[http://www.chem.ucla.edu/~bacher/Specialtopics/Distillation.html. Bacher AD. 2007. Distillation] Diakses pada 3 April 2008.</ref> Aplikasi dari distilasi uap adalah untuk mengekstrak beberapa produk alam seperti minyak eukaliptus dari [[eukaliptus]], minyak sitrus dari [[lemon]] atau [[jeruk]], dan untuk ekstraksi minyak [[parfum]] dari tumbuhan.<ref>[http://www.chemguide.co.uk/physical/phaseeqia/immiscible.html. Clark J. 2005. Immiscible liquids and steam distillation].Diakses pada 1 Apr 2010.</ref> | |||
Campuran dipanaskan melalui [[uap air]] yang dialirkan ke dalam campuran dan mungkin ditambah juga dengan pemanasan.<ref>Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.</ref> Uap dari campuran akan naik ke atas menuju ke [[kondensor]] dan akhirnya masuk ke [[labu distilat]].<ref>Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.</ref> | |||
Campuran dipanaskan melalui [[uap air]] yang dialirkan ke dalam campuran dan mungkin ditambah juga dengan pemanasan. Uap dari campuran akan naik ke atas menuju ke [[kondensor]] dan akhirnya masuk ke [[labu distilat]]. | |||
=== Distilasi vakum === | === Distilasi vakum === | ||
Distilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin didistilasi tidak stabil, dengan pengertian dapat [[dekomposisi|terdekomposisi]] sebelum atau mendekati titik didihnya atau campuran yang memiliki titik didih di atas 150 °C. Metode distilasi ini tidak dapat digunakan pada pelarut dengan titik didih yang rendah jika [[kondensor]]nya menggunakan air dingin, karena komponen yang menguap tidak dapat dikondensasi oleh air. Untuk mengurangi tekanan digunakan pompa vakum atau [[aspirator]]. [[Aspirator]] berfungsi sebagai penurun tekanan pada sistem distilasi ini. | Distilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin didistilasi tidak stabil, dengan pengertian dapat [[dekomposisi|terdekomposisi]] sebelum atau mendekati titik didihnya atau campuran yang memiliki titik didih di atas 150 °C.<ref>[http://www.chem.ucla.edu/~bacher/Specialtopics/Distillation.html. Bacher AD. 2007. Distillation] Diakses pada 3 April 2008.</ref> Metode distilasi ini tidak dapat digunakan pada pelarut dengan titik didih yang rendah jika [[kondensor]]nya menggunakan air dingin, karena komponen yang menguap tidak dapat dikondensasi oleh air.<ref>[http://www.chem.ucla.edu/~bacher/Specialtopics/Distillation.html. Bacher AD. 2007. Distillation] Diakses pada 3 April 2008.</ref> Untuk mengurangi tekanan digunakan pompa vakum atau [[aspirator]].<ref>[http://www.chem.ucla.edu/~bacher/Specialtopics/Distillation.html. Bacher AD. 2007. Distillation] Diakses pada 3 April 2008.</ref> [[Aspirator]] berfungsi sebagai penurun tekanan pada sistem distilasi ini.<ref>[http://www.chem.ucla.edu/~bacher/Specialtopics/Distillation.html. Bacher AD. 2007. Distillation] Diakses pada 3 April 2008.</ref> | ||
== Azeotrop == | == Azeotrop == | ||
Azeotrop adalah campuran dari dua atau lebih komponen yang memiliki titik didih yang konstan.<ref>Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.</ref> Azeotrop dapat menjadi gangguan yang menyebabkan hasil distilasi menjadi tidak maksimal.<ref>Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.</ref> Komposisi dari azeotrop tetap konstan dalam pemberian atau penambahan [[tekanan]].<ref>Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.</ref> Akan tetapi ketika tekanan total berubah, kedua titik didih dan komposisi dari azeotrop berubah. Sebagai akibatnya, azeotrop bukanlah komponen tetap, yang komposisinya harus selalu konstan dalam interval suhu dan tekanan, tetapi lebih ke campuran yang dihasilkan dari saling memengaruhi dalam kekuatan intramolekuler dalam larutan.<ref>Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.</ref> | |||
Azeotrop dapat didistilasi dengan menggunakan tambahan pelarut tertentu, misalnya penambahan [[benzena]] atau [[toluena]] untuk memisahkan air.<ref>Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.</ref> [[Air]] dan pelarut akan ditangkap oleh [[penangkap Dean-Stark]].<ref>Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.</ref> Air akan tetap tinggal di dasar penangkap dan pelarut akan kembali ke campuran dan memisahkan air lagi.<ref>Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.</ref> Campuran azeotrop merupakan penyimpangan dari [[hukum Raoult]].<ref>[http://www.chem.ucla.edu/~bacher/Specialtopics/Distillation.html. Bacher AD. 2007. Distillation] Diakses pada 3 April 2008.</ref> | |||
Azeotrop dapat didistilasi dengan menggunakan tambahan pelarut tertentu, misalnya penambahan [[benzena]] atau [[toluena]] untuk memisahkan air. [[Air]] dan pelarut akan ditangkap oleh [[penangkap Dean-Stark]]. Air akan tetap tinggal di dasar penangkap dan pelarut akan kembali ke campuran dan memisahkan air lagi. Campuran azeotrop merupakan penyimpangan dari [[hukum Raoult]]. | |||
=== Efektivitas distilasi === | === Efektivitas distilasi === | ||
Secara teori, hasil distilasi dapat mencapai 100% dengan cara menurunkan tekanan hingga 1/10 [[tekanan atmosfer]]. Dapat pula dengan menggunakan distilasi azeotrop yang menggunakan penambahan [[pelarut organik]] dan dua distilasi tambahan, dan dengan menggunakan penggunaan ''cornmeal'' yang dapat menyerap air baik dalam bentuk cair atau uap pada kolom terakhir. Namun, secara praktik tidak ada distilasi yang mencapai 100%. | Secara teori, hasil distilasi dapat mencapai 100% dengan cara menurunkan tekanan hingga 1/10 [[tekanan atmosfer]].<ref>[http://www.ces.purdue.edu/extmedia/ae/ae-117.html Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety] . Diakses pada 30 Maret 2010.</ref> Dapat pula dengan menggunakan distilasi azeotrop yang menggunakan penambahan [[pelarut organik]] dan dua distilasi tambahan, dan dengan menggunakan penggunaan ''cornmeal'' yang dapat menyerap air baik dalam bentuk cair atau uap pada kolom terakhir.<ref>[http://www.ces.purdue.edu/extmedia/ae/ae-117.html Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety] . Diakses pada 30 Maret 2010.</ref> Namun, secara praktik tidak ada distilasi yang mencapai 100%.<ref>[http://www.cheresources.com/extrdist.html. Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation] Diakses pada 1 Apr 2010.</ref> | ||
== Distilasi skala industri == | == Distilasi skala industri == | ||
Umumnya proses distilasi dalam skala industri dilakukan dalam menara, oleh karena itu unit proses dari distilasi ini sering disebut sebagai [[menara distilasi]] (MD).<ref>[http://www.ces.purdue.edu/extmedia/ae/ae-117.html Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety] . Diakses pada 30 Maret 2010.</ref> Menara distilasi biasanya berukuran 2-5 meter dalam [[diameter]] dan tinggi berkisar antara 6-15 [[meter]]. Masukan dari menara distilasi biasanya berupa cair jenuh, yaitu cairan yang dengan berkurang tekanan sedikit saja sudah akan terbentuk [[uap]] dan memiliki dua [[arus]] keluaran, arus yang di atas adalah arus yang lebih [[volatil]] (mudah menguap) dan arus bawah yang terdiri dari komponen berat. | |||
Menara distilasi terbagi dalam 2 jenis kategori besar:<ref>[http://www.ces.purdue.edu/extmedia/ae/ae-117.html Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety] . Diakses pada 30 Maret 2010.</ref> | |||
# Menara Distilasi tipe ''Stagewise'', menara ini terdiri dari banyak piringan yang memungkinkan kesetimbangan terbagi-bagi dalam setiap piringannya, dan | # Menara Distilasi tipe ''Stagewise'', menara ini terdiri dari banyak piringan yang memungkinkan kesetimbangan terbagi-bagi dalam setiap piringannya, dan | ||
# Menara Distilasi tipe ''Continous'', yang terdiri dari pengemasan dan kesetimbangan cair-gasnya terjadi di sepanjang [[kolom]] menara. | # Menara Distilasi tipe ''Continous'', yang terdiri dari pengemasan dan kesetimbangan cair-gasnya terjadi di sepanjang [[kolom]] menara. | ||
| Baris 57: | Baris 54: | ||
* [[Distilasi kering]] | * [[Distilasi kering]] | ||
* [[Sublimasi]] | * [[Sublimasi]] | ||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
* | * | ||
* | * | ||
* Needham, Joseph (1980). [https://books.google.com/books?id=JvLroG7r2MYC&printsec=frontcover ''Science and Civilisation in China'']. Cambridge University Press. ISBN 0-521-08573-X. | * Needham, Joseph (1980). [https://books.google.com/books?id=JvLroG7r2MYC&printsec=frontcover ''Science and Civilisation in China'']. Cambridge University Press. ISBN 0-521-08573-X. | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.agcom.purdue.edu/AgCom/Pubs/AE/AE-117.html Alcohol distillation] | |||
* [http://www.agcom.purdue.edu/AgCom/Pubs/AE/AE-117.html Alcohol distillation] | |||
* [http://www.members.tripod.com/historycheme/h_distill.html Case Study: Petroleum Distillation] | * [http://www.members.tripod.com/historycheme/h_distill.html Case Study: Petroleum Distillation] | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyulingan&oldid=29576221 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29576221 (2026-08-14T09:49:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 22.59
Penyulingan atau distilasi adalah suatu metode buat pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan.[1] Sesuatu yang disuling disebut sulingan.
Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan.[2] Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.[3]
Metode ini termasuk sebagai unit operasi kimia jenis perpindahan massa.[4] Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya.[5] Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.[6]
Sejarah
Distilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya permintaan akan spiritus.[7] Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimos dari Panopolis-lah yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada sekitar abad ke-3.[8]
Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia Islam pada masa kekhalifahan Abbasiah, terutama oleh Al-Razi pada pemisahan alkohol menjadi senyawa yang relatif murni melalui alat alembik, bahkan desain ini menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro, The Hickman Stillhead dapat terwujud.[9] Tulisan oleh Jabir Ibnu Hayyan (721-815) yang lebih dikenal dengan Ibnu Jabir menyebutkan tentang uap anggur yang dapat terbakar.[10] Ia juga telah menemukan banyak peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak dipakai sampai saat kini.[11] Kemudian teknik penyulingan diuraikan dengan jelas oleh Al-Kindi (801-873).[12]
Salah satu penerapan terpenting dari metode distilasi adalah pemisahan minyak mentah menjadi bagian-bagian untuk penggunaan khusus seperti untuk transportasi, pembangkit listrik, pemanas, dll.[13] Udara didistilasi menjadi komponen-komponen seperti oksigen untuk penggunaan medis dan helium untuk pengisi balon.[14] Distilasi juga telah digunakan sejak lama untuk pemekatan alkohol dengan penerapan panas terhadap larutan hasil fermentasi untuk menghasilkan minuman suling.[15]
Jenis
Ada 4 jenis distilasi yang akan dibahas di sini, yaitu distilasi sederhana, distilasi fraksionasi, distilasi uap, dan distilasi vakum.[16] Selain itu ada pula distilasi ekstraktif dan distilasi azeotropik homogen, distilasi dengan menggunakan garam berion, distilasi pressure-swing, serta distilasi reaktif.[17]
Distilasi sederhana
Pada distilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil.[18] Jika campuran dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu.[19] Selain perbedaan titik didih, juga perbedaan kevolatilan, yaitu kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas.[20] Distilasi ini dilakukan pada tekanan atmosfer.[21] Aplikasi distilasi sederhana digunakan untuk memisahkan campuran air dan alkohol.[22]
Distilasi fraksionisasi
Fungsi distilasi fraksionasi adalah memisahkan komponen-komponen cair, dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya.[23] Distilasi ini juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 20 °C dan bekerja pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah.[24] Aplikasi dari distilasi jenis ini digunakan pada industri minyak mentah, untuk memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah[25]
Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom fraksionasi.[26] Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap platnya.[27] Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya.[28] Semakin ke atas, semakin tidak volatil cairannya.[29]
Distilasi uap
Distilasi uap digunakan pada campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik didih mencapai 200 °C atau lebih.[30] Distilasi uap dapat menguapkan senyawa-senyawa ini dengan suhu mendekati 100 °C dalam tekanan atmosfer dengan menggunakan uap atau air mendidih.[31] Sifat yang fundamental dari distilasi uap adalah dapat mendistilasi campuran senyawa di bawah titik didih dari masing-masing senyawa campurannya.[32] Selain itu distilasi uap dapat digunakan untuk campuran yang tidak larut dalam air di semua temperatur, tetapi dapat didistilasi dengan air.[33] Aplikasi dari distilasi uap adalah untuk mengekstrak beberapa produk alam seperti minyak eukaliptus dari eukaliptus, minyak sitrus dari lemon atau jeruk, dan untuk ekstraksi minyak parfum dari tumbuhan.[34]
Campuran dipanaskan melalui uap air yang dialirkan ke dalam campuran dan mungkin ditambah juga dengan pemanasan.[35] Uap dari campuran akan naik ke atas menuju ke kondensor dan akhirnya masuk ke labu distilat.[36]
Distilasi vakum
Distilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin didistilasi tidak stabil, dengan pengertian dapat terdekomposisi sebelum atau mendekati titik didihnya atau campuran yang memiliki titik didih di atas 150 °C.[37] Metode distilasi ini tidak dapat digunakan pada pelarut dengan titik didih yang rendah jika kondensornya menggunakan air dingin, karena komponen yang menguap tidak dapat dikondensasi oleh air.[38] Untuk mengurangi tekanan digunakan pompa vakum atau aspirator.[39] Aspirator berfungsi sebagai penurun tekanan pada sistem distilasi ini.[40]
Azeotrop
Azeotrop adalah campuran dari dua atau lebih komponen yang memiliki titik didih yang konstan.[41] Azeotrop dapat menjadi gangguan yang menyebabkan hasil distilasi menjadi tidak maksimal.[42] Komposisi dari azeotrop tetap konstan dalam pemberian atau penambahan tekanan.[43] Akan tetapi ketika tekanan total berubah, kedua titik didih dan komposisi dari azeotrop berubah. Sebagai akibatnya, azeotrop bukanlah komponen tetap, yang komposisinya harus selalu konstan dalam interval suhu dan tekanan, tetapi lebih ke campuran yang dihasilkan dari saling memengaruhi dalam kekuatan intramolekuler dalam larutan.[44]
Azeotrop dapat didistilasi dengan menggunakan tambahan pelarut tertentu, misalnya penambahan benzena atau toluena untuk memisahkan air.[45] Air dan pelarut akan ditangkap oleh penangkap Dean-Stark.[46] Air akan tetap tinggal di dasar penangkap dan pelarut akan kembali ke campuran dan memisahkan air lagi.[47] Campuran azeotrop merupakan penyimpangan dari hukum Raoult.[48]
Efektivitas distilasi
Secara teori, hasil distilasi dapat mencapai 100% dengan cara menurunkan tekanan hingga 1/10 tekanan atmosfer.[49] Dapat pula dengan menggunakan distilasi azeotrop yang menggunakan penambahan pelarut organik dan dua distilasi tambahan, dan dengan menggunakan penggunaan cornmeal yang dapat menyerap air baik dalam bentuk cair atau uap pada kolom terakhir.[50] Namun, secara praktik tidak ada distilasi yang mencapai 100%.[51]
Distilasi skala industri
Umumnya proses distilasi dalam skala industri dilakukan dalam menara, oleh karena itu unit proses dari distilasi ini sering disebut sebagai menara distilasi (MD).[52] Menara distilasi biasanya berukuran 2-5 meter dalam diameter dan tinggi berkisar antara 6-15 meter. Masukan dari menara distilasi biasanya berupa cair jenuh, yaitu cairan yang dengan berkurang tekanan sedikit saja sudah akan terbentuk uap dan memiliki dua arus keluaran, arus yang di atas adalah arus yang lebih volatil (mudah menguap) dan arus bawah yang terdiri dari komponen berat.
Menara distilasi terbagi dalam 2 jenis kategori besar:[53]
- Menara Distilasi tipe Stagewise, menara ini terdiri dari banyak piringan yang memungkinkan kesetimbangan terbagi-bagi dalam setiap piringannya, dan
- Menara Distilasi tipe Continous, yang terdiri dari pengemasan dan kesetimbangan cair-gasnya terjadi di sepanjang kolom menara.
Lihat pula
Bacaan lebih lanjut
- Needham, Joseph (1980). Science and Civilisation in China. Cambridge University Press. ISBN 0-521-08573-X.
Pranala luar
Referensi
- ↑ Che Resources:Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation. Diakses pada 1 April 2010.
- ↑ Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation Diakses pada 1 Apr 2010.
- ↑ Che Resources:Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation. Diakses pada 1 April 2010.
- ↑ Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety . Diakses pada 30 Maret 2010.
- ↑ Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety . Diakses pada 30 Maret 2010.
- ↑ Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety . Diakses pada 30 Maret 2010.
- ↑ Ahmad Y Hassan. Alcohol and the Distillation of Wine in Arabic Sources. Diakses pada 14 November 2005.
- ↑ Ahmad Y Hassan. Alcohol and the Distillation of Wine in Arabic Sources. Diakses pada 14 November 2005.
- ↑ Ahmad Y Hassan. Alcohol and the Distillation of Wine in Arabic Sources. Diakses pada 14 November 2005.
- ↑ Ahmad Y Hassan. Alcohol and the Distillation of Wine in Arabic Sources. Diakses pada 14 November 2005.
- ↑ Ahmad Y Hassan. Alcohol and the Distillation of Wine in Arabic Sources. Diakses pada 14 November 2005.
- ↑ Ahmad Y Hassan. Alcohol and the Distillation of Wine in Arabic Sources. Diakses pada 14 November 2005.
- ↑ Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation Diakses pada 1 Apr 2010.
- ↑ Silberberg MS. 2006. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change Ed ke-4. New York: McGraw-Hill.
- ↑ Syukri S. 1999. Kimia Dasar Jilid 1. Bandung: Penerbit ITB.
- ↑ Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation Diakses pada 1 Apr 2010.
- ↑ Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation Diakses pada 1 Apr 2010.
- ↑ Bacher AD. 2007. Distillation Diakses pada 3 April 2008.
- ↑ Syukri S. 1999. Kimia Dasar Jilid 1. Bandung: Penerbit ITB.
- ↑ Silberberg MS. 2006. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change Ed ke-4. New York: McGraw-Hill.
- ↑ Bacher AD. 2007. Distillation Diakses pada 3 April 2008.
- ↑ Syukri S. 1999. Kimia Dasar Jilid 1. Bandung: Penerbit ITB.
- ↑ Syukri S. 1999. Kimia Dasar Jilid 1. Bandung: Penerbit ITB.
- ↑ Bacher AD. 2007. Distillation Diakses pada 3 April 2008.
- ↑ Chang R. 2007. Chemistry Ed ke-9. New York: McGraw-Hill.
- ↑ Syukri S. 1999. Kimia Dasar Jilid 1. Bandung: Penerbit ITB.
- ↑ Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.
- ↑ Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.
- ↑ Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.
- ↑ Clark J. 2005. Immiscible liquids and steam distillation.Diakses pada 1 Apr 2010.
- ↑ Clark J. 2005. Immiscible liquids and steam distillation.Diakses pada 1 Apr 2010.
- ↑ [FAO]. 1995. Flavours and fragances of plant origin. J Non-wood Forest Products 1: 111.
- ↑ Bacher AD. 2007. Distillation Diakses pada 3 April 2008.
- ↑ Clark J. 2005. Immiscible liquids and steam distillation.Diakses pada 1 Apr 2010.
- ↑ Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.
- ↑ Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.
- ↑ Bacher AD. 2007. Distillation Diakses pada 3 April 2008.
- ↑ Bacher AD. 2007. Distillation Diakses pada 3 April 2008.
- ↑ Bacher AD. 2007. Distillation Diakses pada 3 April 2008.
- ↑ Bacher AD. 2007. Distillation Diakses pada 3 April 2008.
- ↑ Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.
- ↑ Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.
- ↑ Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.
- ↑ Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.
- ↑ Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.
- ↑ Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.
- ↑ Lando JB, Maron SH. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Publising.
- ↑ Bacher AD. 2007. Distillation Diakses pada 3 April 2008.
- ↑ Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety . Diakses pada 30 Maret 2010.
- ↑ Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety . Diakses pada 30 Maret 2010.
- ↑ Yee DFC. 2008. In Depth Look at Extractive Distillation Diakses pada 1 Apr 2010.
- ↑ Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety . Diakses pada 30 Maret 2010.
- ↑ Kvaalen E, Wankat PC, McKenzie BA. 1914. Alcohol Distillation: Basic Principles, Equipment, Performance Relationships, and Safety . Diakses pada 30 Maret 2010.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29576221 (2026-08-14T09:49:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.