Setil alkohol: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27780175; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Setil alkohol''', juga dikenal sebagai '''heksadekan-1-ol''' dan '''palmitil alkohol''', adalah sebuah [[alkohol lemak]] C-16 dengan [[rumus kimia|rumus]] CH<sub>3</sub>(CH<sub>2</sub>)<sub>15</sub>OH. Pada suhu kamar, setil alkohol memiliki bentuk padatan atau serpihan putih seperti [[malam (zat)|lilin]]. Nama '''setil''' berasal dari [[minyak paus|minyak ikan paus]] (minyak ''cetacea'', dari , dari ), bahan asal setil pertama kali diisolasi. | '''Setil alkohol''', juga dikenal sebagai '''heksadekan-1-ol''' dan '''palmitil alkohol''', adalah sebuah [[alkohol lemak]] C-16 dengan [[rumus kimia|rumus]] CH<sub>3</sub>(CH<sub>2</sub>)<sub>15</sub>OH. Pada suhu kamar, setil alkohol memiliki bentuk padatan atau serpihan putih seperti [[malam (zat)|lilin]]. Nama '''setil''' berasal dari [[minyak paus|minyak ikan paus]] (minyak ''cetacea'', dari , dari ),<ref>D. M. Raneft. [http://aquaticmammalsjournal.org/share/AquaticMammalsIssueArchives/2001/AquaticMammals_27-02/27-02_Ranneft.PDF A guide to the pronunciation and meaning of cetacean taxonomic names]. ''Aquatic Mammals''. 2001. Vol. 27 (2). hlm. 185.</ref> bahan asal setil pertama kali diisolasi.<ref>Thomas Nordegren. ''The A-Z Encyclopedia of Alcohol and Drug Abuse''. Universal Publishers. 2002. hlm. 165. ISBN 1-58112-404-X.</ref> | ||
==Pembuatan== | ==Pembuatan== | ||
Setil alkohol ditemukan pada tahun 1817 oleh [[kimiawan]] Prancis [[Michel Eugène Chevreul|Michel Chevreul]] ketika dia memanaskan [[spermaceti]], zat lilin yang diperoleh dari minyak [[paus sperma]], dengan kalium kaustik ([[kalium hidroksida]]). Serpihan-serpihan setil alkohol tertinggal saat pendinginan. Produksi modern didasarkan pada [[Redoks|reduksi kimiawi]] [[etil palmitat]]. | Setil alkohol ditemukan pada tahun 1817 oleh [[kimiawan]] Prancis [[Michel Eugène Chevreul|Michel Chevreul]] ketika dia memanaskan [[spermaceti]], zat lilin yang diperoleh dari minyak [[paus sperma]], dengan kalium kaustik ([[kalium hidroksida]]). Serpihan-serpihan setil alkohol tertinggal saat pendinginan.<ref>James Curtis Booth. [https://archive.org/details/encyclopediache00morfgoog The Encyclopedia of Chemistry, Practical and Theoretical]. Philadelphia, H.C. Baird. 1862. hlm. 429.</ref> Produksi modern didasarkan pada [[Redoks|reduksi kimiawi]] [[etil palmitat]].<ref>[https://www.britannica.com/science/cetyl-alcohol Cetyl alcohol]. ''Encyclopedia Britannica''. 20 Juli 1998.</ref> | ||
==Kemunculan dan kegunaan== | ==Kemunculan dan kegunaan== | ||
Senyawa eter [[kimil alkohol]], yang berasal dari setil alkohol dan gliserol, adalah komponen dari beberapa [[Dwilapis lipid|membran lipid]]. | Senyawa eter [[kimil alkohol]], yang berasal dari setil alkohol dan gliserol, adalah komponen dari beberapa [[Dwilapis lipid|membran lipid]]. | ||
Setil alkohol digunakan dalam industri kosmetik sebagai [[pengabur]] pada [[sampo]], atau sebagai [[pelembap]], [[Emulsi#Pengemulsi|pengemulsi]] atau [[bahan pengental]] dalam pembuatan krim dan losion kulit. Setil alkohol juga digunakan sebagai [[pelumas]] untuk mur dan baut, dan merupakan bahan aktif dalam beberapa "penutup kolam cair" (membentuk lapisan permukaan yang tidak mudah menguap untuk mengurangi penguapan air, kehilangan [[kalor laten|kalor penguapan laten]] yang terkait, dan dengan demikian menahan panas di dalam kolam). Selain itu, senyawa ini juga dapat digunakan sebagai ko-[[surfaktan]] non-ionik dalam aplikasi [[emulsi]]. | Setil alkohol digunakan dalam industri kosmetik sebagai [[pengabur]] pada [[sampo]], atau sebagai [[pelembap]], [[Emulsi#Pengemulsi|pengemulsi]] atau [[bahan pengental]] dalam pembuatan krim dan losion kulit.<ref>Susan C Smolinske. [https://archive.org/details/handbookoffooddr0000smol Handbook of Food, Drug, and Cosmetic Excipients]. CRC Press. 1992. hlm. [https://archive.org/details/handbookoffooddr0000smol/page/75 75]–76. ISBN 0-8493-3585-X.</ref> Setil alkohol juga digunakan sebagai [[pelumas]] untuk mur dan baut, dan merupakan bahan aktif dalam beberapa "penutup kolam cair" (membentuk lapisan permukaan yang tidak mudah menguap untuk mengurangi penguapan air, kehilangan [[kalor laten|kalor penguapan laten]] yang terkait, dan dengan demikian menahan panas di dalam kolam). Selain itu, senyawa ini juga dapat digunakan sebagai ko-[[surfaktan]] non-ionik dalam aplikasi [[emulsi]].<ref>Konstantin Golemanov. ''Selection of surfactants for stable paraffin-in-water dispersions, undergoing solid−liquid transition of the dispersed particles''. ''Langmuir''. April 2006. Vol. 22 (8). hlm. 3560–3569. doi:10.1021/la053059y.</ref> | ||
==Efek samping== | ==Efek samping== | ||
Orang yang memiliki [[dermatitis|eksem]] dapat sensitif terhadap setil alkohol, meskipun hal ini mungkin disebabkan oleh kotoran dan bukan oleh setil alkohol itu sendiri. Namun, setil alkohol terkadang termasuk dalam obat yang digunakan untuk pengobatan eksem. | Orang yang memiliki [[dermatitis|eksem]] dapat sensitif terhadap setil alkohol,<ref>LE Gaul. ''Dermatitis from cetyl and stearyl alcohols''. ''Archives of Dermatology''. 1969. Vol. 99 (5). hlm. 593. doi:10.1001/archderm.1969.01610230085016.</ref><ref>F Soga. ''Contact dermatitis due to lanoconazole, cetyl alcohol and diethyl sebacate in lanoconazole cream''. ''Contact Dermatitis''. 2004. Vol. 50 (1). hlm. 49–50. doi:10.1111/j.0105-1873.2004.00271j.x.</ref> meskipun hal ini mungkin disebabkan oleh kotoran dan bukan oleh setil alkohol itu sendiri.<ref>H Komamura. ''A case of contact dermatitis due to impurities of cetyl alcohol''. ''Contact Dermatitis''. 1997. Vol. 36 (1). hlm. 44–6. doi:10.1111/j.1600-0536.1997.tb00921.x.</ref> Namun, setil alkohol terkadang termasuk dalam obat yang digunakan untuk pengobatan eksem.<ref>Kato N. ''Contact dermatitis due to Japanese pharmacopeia cetyl alcohol''. ''Skin Research''. 1987. Vol. 29 (suppl 3). hlm. 258–262.</ref> | ||
==Senyawa terkait== | ==Senyawa terkait== | ||
* [[Asam palmitat]] | * [[Asam palmitat]] | ||
* [[Asam palmitat|Palmitat]] | * [[Asam palmitat|Palmitat]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Setil+alkohol&oldid=27780175 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27780175 (2025-09-05T02:59:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Setil+alkohol&oldid=27780175 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27780175 (2025-09-05T02:59:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.03
Setil alkohol, juga dikenal sebagai heksadekan-1-ol dan palmitil alkohol, adalah sebuah alkohol lemak C-16 dengan rumus CH3(CH2)15OH. Pada suhu kamar, setil alkohol memiliki bentuk padatan atau serpihan putih seperti lilin. Nama setil berasal dari minyak ikan paus (minyak cetacea, dari , dari ),[1] bahan asal setil pertama kali diisolasi.[2]
Pembuatan
Setil alkohol ditemukan pada tahun 1817 oleh kimiawan Prancis Michel Chevreul ketika dia memanaskan spermaceti, zat lilin yang diperoleh dari minyak paus sperma, dengan kalium kaustik (kalium hidroksida). Serpihan-serpihan setil alkohol tertinggal saat pendinginan.[3] Produksi modern didasarkan pada reduksi kimiawi etil palmitat.[4]
Kemunculan dan kegunaan
Senyawa eter kimil alkohol, yang berasal dari setil alkohol dan gliserol, adalah komponen dari beberapa membran lipid.
Setil alkohol digunakan dalam industri kosmetik sebagai pengabur pada sampo, atau sebagai pelembap, pengemulsi atau bahan pengental dalam pembuatan krim dan losion kulit.[5] Setil alkohol juga digunakan sebagai pelumas untuk mur dan baut, dan merupakan bahan aktif dalam beberapa "penutup kolam cair" (membentuk lapisan permukaan yang tidak mudah menguap untuk mengurangi penguapan air, kehilangan kalor penguapan laten yang terkait, dan dengan demikian menahan panas di dalam kolam). Selain itu, senyawa ini juga dapat digunakan sebagai ko-surfaktan non-ionik dalam aplikasi emulsi.[6]
Efek samping
Orang yang memiliki eksem dapat sensitif terhadap setil alkohol,[7][8] meskipun hal ini mungkin disebabkan oleh kotoran dan bukan oleh setil alkohol itu sendiri.[9] Namun, setil alkohol terkadang termasuk dalam obat yang digunakan untuk pengobatan eksem.[10]
Senyawa terkait
Referensi
- ↑ D. M. Raneft. A guide to the pronunciation and meaning of cetacean taxonomic names. Aquatic Mammals. 2001. Vol. 27 (2). hlm. 185.
- ↑ Thomas Nordegren. The A-Z Encyclopedia of Alcohol and Drug Abuse. Universal Publishers. 2002. hlm. 165. ISBN 1-58112-404-X.
- ↑ James Curtis Booth. The Encyclopedia of Chemistry, Practical and Theoretical. Philadelphia, H.C. Baird. 1862. hlm. 429.
- ↑ Cetyl alcohol. Encyclopedia Britannica. 20 Juli 1998.
- ↑ Susan C Smolinske. Handbook of Food, Drug, and Cosmetic Excipients. CRC Press. 1992. hlm. 75–76. ISBN 0-8493-3585-X.
- ↑ Konstantin Golemanov. Selection of surfactants for stable paraffin-in-water dispersions, undergoing solid−liquid transition of the dispersed particles. Langmuir. April 2006. Vol. 22 (8). hlm. 3560–3569. doi:10.1021/la053059y.
- ↑ LE Gaul. Dermatitis from cetyl and stearyl alcohols. Archives of Dermatology. 1969. Vol. 99 (5). hlm. 593. doi:10.1001/archderm.1969.01610230085016.
- ↑ F Soga. Contact dermatitis due to lanoconazole, cetyl alcohol and diethyl sebacate in lanoconazole cream. Contact Dermatitis. 2004. Vol. 50 (1). hlm. 49–50. doi:10.1111/j.0105-1873.2004.00271j.x.
- ↑ H Komamura. A case of contact dermatitis due to impurities of cetyl alcohol. Contact Dermatitis. 1997. Vol. 36 (1). hlm. 44–6. doi:10.1111/j.1600-0536.1997.tb00921.x.
- ↑ Kato N. Contact dermatitis due to Japanese pharmacopeia cetyl alcohol. Skin Research. 1987. Vol. 29 (suppl 3). hlm. 258–262.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27780175 (2025-09-05T02:59:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.