Lompat ke isi

Terakota: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29518394; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Terakota''', '''terracotta''', '''terra cotta''' atau '''terra-cotta''' (dari [[bahasa Itali]] berarti "tanah bakar", yang berasal dari [[bahasa Latin]] ''terra cocta'') adalah [[tembikar]] yang terbuat dari [[tanah liat]], walaupun kata tersebut dapat mengacu terhadap [[keramik]] glasir yang memiliki badan berpori dan berwarna merah. Penggunaannya termasuk di antaranya untuk kendi, pipa air dan hiasan permukaan pada [[konstruksi]] bangunan, dan termasuk di antaranya patung seperti [[Pasukan Terakota]] dan arca terakota [[Yunani]]. Istilah ini juga dipergunakan untuk benda yang terbuat dari materi tersebut dan untuk warna naturalnya, coklat dengan sedikit oranye, yang sangat bervariasi. Pada bidang [[arkeologi]] dan [[sejarah seni]], terakota sering dipergunakan untuk benda yang dibuat oleh roda perajin tembikar, seperti patung, di mana benda tersebut dibuat dari bahan yang sama, dan bahkan oleh orang yang sama, disebut sebagai [[tembikar]].
[[File:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Terracotta_hoofd_TMnr_0-439.jpg|thumb|right|280px|COLLECTIE TROPENMUSEUM Terracotta hoofd TMnr 0-439]]
 
'''Terakota''', '''terracotta''', '''terra cotta''' atau '''terra-cotta''' (dari [[bahasa Itali]] berarti "tanah bakar",<ref>[http://www.merriam-webster.com/dictionary/terra-cotta Merriam-Webster.com]</ref> yang berasal dari [[bahasa Latin]] ''terra cocta'') adalah [[tembikar]] yang terbuat dari [[tanah liat]],<ref>OED, "Terracotta"</ref> walaupun kata tersebut dapat mengacu terhadap [[keramik]] glasir yang memiliki badan berpori dan berwarna merah.<ref>‘Diagnosis Of Terra-Cotta Glaze Spalling.’ S.E. Thomasen, C.L. Searls. ''Masonry: Materials, Design, Construction and Maintenance''. ASTM STP 992 Philadelphia, USA, 1988. American Society for Testing & Materials.</ref><ref>‘Colour Degradation In A Terra Cotta Glaze’ H.J. Lee, W.M. Carty, J.Gill. ''Ceram.Eng.Sci.Proc.'' 21, No.2, 2000, p.45-58.</ref><ref>‘High-lead glaze compositions and alterations: example of byzantine tiles.’ A. Bouquillon. C. Pouthas. ''Euro Ceramics V. Pt.2. Trans Tech Publications'', Switzerland,1997, p.1487-1490 Quote: “A collection of architectural Byzantine tiles in glazed terra cotta is stored and exhibited in the Art Object department of the Louvre Museum as well as in the Musee de la Ceramique de Sevres.”</ref><ref>'Industrial Ceramics.' F.Singer, S.S.Singer. Chapman & Hall. 1971. Quote: "The lighter pieces that are glazed may also be termed 'terracotta.'</ref> Penggunaannya termasuk di antaranya untuk kendi, pipa air dan hiasan permukaan pada [[konstruksi]] bangunan, dan termasuk di antaranya patung seperti [[Pasukan Terakota]] dan arca terakota [[Yunani]]. Istilah ini juga dipergunakan untuk benda yang terbuat dari materi tersebut dan untuk warna naturalnya, coklat dengan sedikit oranye, yang sangat bervariasi. Pada bidang [[arkeologi]] dan [[sejarah seni]], terakota sering dipergunakan untuk benda yang dibuat oleh roda perajin tembikar, seperti patung, di mana benda tersebut dibuat dari bahan yang sama, dan bahkan oleh orang yang sama, disebut sebagai [[tembikar]].


== Pembuatan dan sifat ==
== Pembuatan dan sifat ==
Tanah liat yang halus, dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah dikeringkan, karya tersebut diletakkan di dalam tungku, atau di atas api terbuka (api unggun), lalu dibakar. Temperatur pembakaran sekitar 1000&nbsp;°C. Kandungan besi yang terdapat pada tanah liat, membuat karya tersebut berwarna kuning, oranye, merah, "terakota", merah jambu, abu-abu, atau cokelat. Terakota yang dibakar tidak menjadikannya tahan air. Namun, penggosokan pada permukaan sebelum dibakar dapat mengurangi tingkat penyerapannya dan terakota tersebut dapat ditambah dengan glasir untuk membuatnya menjadi kedap air. Hasilnya cocok digunakan untuk membawa air (biasanya pada masa dahulu), untuk peralatan perkebunan atau dekorasi bangunan di lingkungan tropis, dan untuk wadah penyimpan minyak, lampu minyak, atau oven. Kebanyakan penggunaan lainnya adalah untuk [[Alat makan|peralatan makan]] dan minum, pipa saluran air, atau dekorasi bangunan di lingkungan dingin yang membutuhkan bahan-bahan yang diglasir. Terakota jika tidak retak, akan berdenging jika dipukul perlahan. Beberapa terakota dibentuk dari dasar yang ditambahkan terakota yang didaur ulang ("[[Grog (lempung)|grog]]").
Tanah liat yang halus, dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah dikeringkan, karya tersebut diletakkan di dalam tungku, atau di atas api terbuka (api unggun), lalu dibakar. Temperatur pembakaran sekitar 1000&nbsp;°C. Kandungan besi yang terdapat pada tanah liat, membuat karya tersebut berwarna kuning, oranye, merah, "terakota", merah jambu, abu-abu, atau cokelat. Terakota yang dibakar tidak menjadikannya tahan air. Namun, penggosokan pada permukaan sebelum dibakar dapat mengurangi tingkat penyerapannya dan terakota tersebut dapat ditambah dengan glasir untuk membuatnya menjadi kedap air. Hasilnya cocok digunakan untuk membawa air (biasanya pada masa dahulu), untuk peralatan perkebunan atau dekorasi bangunan di lingkungan tropis, dan untuk wadah penyimpan minyak, lampu minyak, atau oven. Kebanyakan penggunaan lainnya adalah untuk [[Alat makan|peralatan makan]] dan minum, pipa saluran air, atau dekorasi bangunan di lingkungan dingin yang membutuhkan bahan-bahan yang diglasir. Terakota jika tidak retak, akan berdenging jika dipukul perlahan. Beberapa terakota dibentuk dari dasar yang ditambahkan terakota yang didaur ulang ("[[Grog (lempung)|grog]]").


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Terakota digunakan di sepanjang masa untuk memahat dan membuat wadah, dan juga untuk membuat bata dan genteng. Pada zaman dahulu, patung tanah liat yang pertama dikeringkan di bawah sinar matahari setelah dibentuk. Kemudian, patung tersebut diletakkan di abu dari api unggun untuk memperkeras, dan akhirnya mempergunakan tungku, seperti yang digunaan pada [[tembikar]] pada saat ini. Namun, hanya setelah pembakaran menggunakan suhu yang tinggi, bahan ini dapat digolongkan menjadi materi keramik.
Terakota digunakan di sepanjang masa untuk memahat dan membuat wadah, dan juga untuk membuat bata dan genteng. Pada zaman dahulu, patung tanah liat yang pertama dikeringkan di bawah sinar matahari setelah dibentuk. Kemudian, patung tersebut diletakkan di abu dari api unggun untuk memperkeras, dan akhirnya mempergunakan tungku, seperti yang digunaan pada [[tembikar]] pada saat ini. Namun, hanya setelah pembakaran menggunakan suhu yang tinggi, bahan ini dapat digolongkan menjadi materi keramik.


== Dalam Sejarah Seni ==
== Dalam Sejarah Seni ==
Arca terakota kasar ditemukan oleh para arkeolog pada ekskavasi [[Mohenjo-daro]] dan [[Harappa]], yang merupakan dua situs perkotaan besar pada periode [[Lembah Sungai Indus]] (3.000 - 1.500 SM), di daerah yang sekarang merupakan bagian dari [[Pakistan]]. Termasuk dalam benda yang ditemukan, di antaranya adalah batu berbentuk phallus, yang memberi kesan bahwa terdapat pemujaan terhadap dewa atau dewi kesuburan dan kepercayaan terhadap Dewi Ibu.<ref>Jacob Neusner, ed. World Religions in America . Louisville: Westminster John Knox Press, 2003.</ref>


Arca terakota kasar ditemukan oleh para arkeolog pada ekskavasi [[Mohenjo-daro]] dan [[Harappa]], yang merupakan dua situs perkotaan besar pada periode [[Lembah Sungai Indus]] (3.000 - 1.500 SM), di daerah yang sekarang merupakan bagian dari [[Pakistan]]. Termasuk dalam benda yang ditemukan, di antaranya adalah batu berbentuk phallus, yang memberi kesan bahwa terdapat pemujaan terhadap dewa atau dewi kesuburan dan kepercayaan terhadap Dewi Ibu.
Patung masa pre-kolonial [[Afrika Barat]] juga terbuat dari terakota.<ref>H. Meyerowitz; V. Meyerowitz (1939). "Bronzes and Terra-Cottas from Ile-Ife". ''The Burlington Magazine for Connoisseurs'' 75 (439), 150-152; 154-155.</ref> Daerah ini merupakan daerah yang paling terkenal di dunia untuk produksi seni terakota termasuk di antaranya budaya Nok dari [[Nigeria]] tengah dan utara, kebudayaan [[Benin]] di bagian barat dan selatan [[Nigeria]], dan kebudayaan [[Igbo]] di daerah timur [[Nigeria]] yang terkenal akan [[tembikar]] terakota.
 
Patung masa pre-kolonial [[Afrika Barat]] juga terbuat dari terakota. Daerah ini merupakan daerah yang paling terkenal di dunia untuk produksi seni terakota termasuk di antaranya budaya Nok dari [[Nigeria]] tengah dan utara, kebudayaan [[Benin]] di bagian barat dan selatan [[Nigeria]], dan kebudayaan [[Igbo]] di daerah timur [[Nigeria]] yang terkenal akan [[tembikar]] terakota.


== Dalam ilmu kimia ==
== Dalam ilmu kimia ==
Baris 23: Baris 22:
== Warna ==
== Warna ==
Warna terakota adalah antara jingga dan coklat.
Warna terakota adalah antara jingga dan coklat.


Hakikat Ilmu Alloh
Hakikat Ilmu Alloh
Baris 37: Baris 35:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Terakota&oldid=29518394 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29518394 (2026-08-03T08:20:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Terakota&oldid=29518394 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29518394 (2026-08-03T08:20:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.04

COLLECTIE TROPENMUSEUM Terracotta hoofd TMnr 0-439

Terakota, terracotta, terra cotta atau terra-cotta (dari bahasa Itali berarti "tanah bakar",[1] yang berasal dari bahasa Latin terra cocta) adalah tembikar yang terbuat dari tanah liat,[2] walaupun kata tersebut dapat mengacu terhadap keramik glasir yang memiliki badan berpori dan berwarna merah.[3][4][5][6] Penggunaannya termasuk di antaranya untuk kendi, pipa air dan hiasan permukaan pada konstruksi bangunan, dan termasuk di antaranya patung seperti Pasukan Terakota dan arca terakota Yunani. Istilah ini juga dipergunakan untuk benda yang terbuat dari materi tersebut dan untuk warna naturalnya, coklat dengan sedikit oranye, yang sangat bervariasi. Pada bidang arkeologi dan sejarah seni, terakota sering dipergunakan untuk benda yang dibuat oleh roda perajin tembikar, seperti patung, di mana benda tersebut dibuat dari bahan yang sama, dan bahkan oleh orang yang sama, disebut sebagai tembikar.

Pembuatan dan sifat

Tanah liat yang halus, dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah dikeringkan, karya tersebut diletakkan di dalam tungku, atau di atas api terbuka (api unggun), lalu dibakar. Temperatur pembakaran sekitar 1000 °C. Kandungan besi yang terdapat pada tanah liat, membuat karya tersebut berwarna kuning, oranye, merah, "terakota", merah jambu, abu-abu, atau cokelat. Terakota yang dibakar tidak menjadikannya tahan air. Namun, penggosokan pada permukaan sebelum dibakar dapat mengurangi tingkat penyerapannya dan terakota tersebut dapat ditambah dengan glasir untuk membuatnya menjadi kedap air. Hasilnya cocok digunakan untuk membawa air (biasanya pada masa dahulu), untuk peralatan perkebunan atau dekorasi bangunan di lingkungan tropis, dan untuk wadah penyimpan minyak, lampu minyak, atau oven. Kebanyakan penggunaan lainnya adalah untuk peralatan makan dan minum, pipa saluran air, atau dekorasi bangunan di lingkungan dingin yang membutuhkan bahan-bahan yang diglasir. Terakota jika tidak retak, akan berdenging jika dipukul perlahan. Beberapa terakota dibentuk dari dasar yang ditambahkan terakota yang didaur ulang ("grog").

Sejarah

Terakota digunakan di sepanjang masa untuk memahat dan membuat wadah, dan juga untuk membuat bata dan genteng. Pada zaman dahulu, patung tanah liat yang pertama dikeringkan di bawah sinar matahari setelah dibentuk. Kemudian, patung tersebut diletakkan di abu dari api unggun untuk memperkeras, dan akhirnya mempergunakan tungku, seperti yang digunaan pada tembikar pada saat ini. Namun, hanya setelah pembakaran menggunakan suhu yang tinggi, bahan ini dapat digolongkan menjadi materi keramik.

Dalam Sejarah Seni

Arca terakota kasar ditemukan oleh para arkeolog pada ekskavasi Mohenjo-daro dan Harappa, yang merupakan dua situs perkotaan besar pada periode Lembah Sungai Indus (3.000 - 1.500 SM), di daerah yang sekarang merupakan bagian dari Pakistan. Termasuk dalam benda yang ditemukan, di antaranya adalah batu berbentuk phallus, yang memberi kesan bahwa terdapat pemujaan terhadap dewa atau dewi kesuburan dan kepercayaan terhadap Dewi Ibu.[7]

Patung masa pre-kolonial Afrika Barat juga terbuat dari terakota.[8] Daerah ini merupakan daerah yang paling terkenal di dunia untuk produksi seni terakota termasuk di antaranya budaya Nok dari Nigeria tengah dan utara, kebudayaan Benin di bagian barat dan selatan Nigeria, dan kebudayaan Igbo di daerah timur Nigeria yang terkenal akan tembikar terakota.

Dalam ilmu kimia

Dalam ilmu kimia, keping-keping/lembaran terakota digunakan sebagai katalis heterogen untuk memutus alkana rantai-panjang. Proses ini berguna untuk mendapatkan produk-produk yang lebih berguna, seperti bensin atau petrol dari bahan yang kurang berguna semisal alkana rantai panjang berkekentalan tinggi.

Kelebihan dalam pemahatan

Dibandingkan dengan pemahatan dalam perunggu, terakota memakai cara yang jauh lebih sederhana untuk menghasilkan karya dengan biaya yang jauh lebih rendah. Teknik penggunaan cetakan yang dipakai kembali dapat dipergunakan untuk rangkaian kegiatan produksi. Jika dibandingkan dengan patung marmer dan hasil karya batu lainnya, hasil karya yang telah selesai, jauh lebih ringan dan dapat diglasir untuk menghasilkan produk dengan warna atau ketahanan yag lebih baik.

Warna

Warna terakota adalah antara jingga dan coklat.

Hakikat Ilmu Alloh

Lihat pula

Referensi

  1. Merriam-Webster.com
  2. OED, "Terracotta"
  3. ‘Diagnosis Of Terra-Cotta Glaze Spalling.’ S.E. Thomasen, C.L. Searls. Masonry: Materials, Design, Construction and Maintenance. ASTM STP 992 Philadelphia, USA, 1988. American Society for Testing & Materials.
  4. ‘Colour Degradation In A Terra Cotta Glaze’ H.J. Lee, W.M. Carty, J.Gill. Ceram.Eng.Sci.Proc. 21, No.2, 2000, p.45-58.
  5. ‘High-lead glaze compositions and alterations: example of byzantine tiles.’ A. Bouquillon. C. Pouthas. Euro Ceramics V. Pt.2. Trans Tech Publications, Switzerland,1997, p.1487-1490 Quote: “A collection of architectural Byzantine tiles in glazed terra cotta is stored and exhibited in the Art Object department of the Louvre Museum as well as in the Musee de la Ceramique de Sevres.”
  6. 'Industrial Ceramics.' F.Singer, S.S.Singer. Chapman & Hall. 1971. Quote: "The lighter pieces that are glazed may also be termed 'terracotta.'
  7. Jacob Neusner, ed. World Religions in America . Louisville: Westminster John Knox Press, 2003.
  8. H. Meyerowitz; V. Meyerowitz (1939). "Bronzes and Terra-Cottas from Ile-Ife". The Burlington Magazine for Connoisseurs 75 (439), 150-152; 154-155.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29518394 (2026-08-03T08:20:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.