Lompat ke isi

Polibutilena: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29577987; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Polibutilena''' ('''polibutena-1''', '''poli(1-butena)''', '''PB-1''') adalah suatu [[poliolefin]] atau [[polimer]] jenuh dengan rumus kimia (CH<sub>2</sub>CH(Et))<sub>n</sub>. PB-1 banyak digunakan dalam pemipaan.
'''Polibutilena''' ('''polibutena-1''', '''poli(1-butena)''', '''PB-1''') adalah suatu [[poliolefin]] atau [[polimer]] jenuh dengan rumus kimia (CH<sub>2</sub>CH(Et))<sub>n</sub>. PB-1 banyak digunakan dalam pemipaan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polibutilena&oldid=29577987 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


== Produksi ==
== Produksi ==
Baris 5: Baris 5:


=== Katalis ===
=== Katalis ===
PB-1 isotaktis diproduksi secara komersial mengggunakan dua jenis [[katalis Ziegler–Natta]] yang heterogen. Jenis katalis pertama terdiri dari dua komponen, yaitu prekatalis padat, berupa bentuk kristal δ dari TiCl<sub>3</sub>, dan larutan kokatalis organoaluminium, seperti Al(C<sub>2</sub>H<sub>5</sub>)<sub>3</sub>. Jenis prekatalis kedua berupa prekatalis yang disangga. Bahan aktif dalam katalis ini adalah TiCl<sub>4</sub>, sedangkan penyangganya adalah MgCl<sub>2</sub> mikrokristalin. Katalis ini juga mengandung modifikasi khusus, berupa [[senyawa organik]] dari golongan [[ester]] atau [[eter]]. Prekatalis diaktifkan oleh kombinasi senyawa organoaluminium dan jenis modifikasi organik atau [[organologam]] lainnya.
PB-1 isotaktis diproduksi secara komersial mengggunakan dua jenis [[katalis Ziegler–Natta]] yang heterogen.<ref>Charles A. Harper. [https://books.google.com/books?id=5ncD3kZkbsYC&pg=RA1-PA17 Handbook of plastics technologies: the complete guide to properties and performance]. McGraw-Hill Professional. 2006. hlm. 17. ISBN 978-0-07-146068-2.</ref> Jenis katalis pertama terdiri dari dua komponen, yaitu prekatalis padat, berupa bentuk kristal δ dari TiCl<sub>3</sub>, dan larutan kokatalis organoaluminium, seperti Al(C<sub>2</sub>H<sub>5</sub>)<sub>3</sub>. Jenis prekatalis kedua berupa prekatalis yang disangga. Bahan aktif dalam katalis ini adalah TiCl<sub>4</sub>, sedangkan penyangganya adalah MgCl<sub>2</sub> mikrokristalin. Katalis ini juga mengandung modifikasi khusus, berupa [[senyawa organik]] dari golongan [[ester]] atau [[eter]]. Prekatalis diaktifkan oleh kombinasi senyawa organoaluminium dan jenis modifikasi organik atau [[organologam]] lainnya.


Dua keunggulan teknologi utama dari katalis yang disangga adalah produktivitas tinggi dan fraksi polimer isotaktik kristalin yang tinggi, yang dihasilkan pada suhu 70–80&nbsp;°C di bawah kondisi polimerisasi standar.
Dua keunggulan teknologi utama dari katalis yang disangga adalah produktivitas tinggi dan fraksi polimer isotaktik kristalin yang tinggi, yang dihasilkan pada suhu 70–80&nbsp;°C di bawah kondisi polimerisasi standar.<ref>Hwo, Charles C.; Watkins, Larry K. [http://www.freepatentsonline.com/EP0459742.html Laminated film with improved tear strength], European Patent Application EP0459742, Publication date 12/04/1991</ref><ref>Boo-Deuk Kim ''et al.'' (2008)</ref><ref>Akihiko Shimizu. [https://archive.org/details/sim_journal-of-polymer-science-part-a-polymer-chemistry_1969-11_7_11/page/3119 Monomer-isomerization polymerization. VI. Isomerizations of butene-2 with TiCl 3 or Al(C 2 H 5 ) 3 –TiCl 3 catalyst]. ''Journal of Polymer Science Part A: Polymer Chemistry''. 1969. Vol. 7 (11). hlm. 3119. doi:10.1002/pol.1969.150071108.</ref>


== Karakteristik ==
== Karakteristik ==
Baris 14: Baris 14:
Sebagai [[resin]] murni atau diperkuat, PB‑1 dapat menggantikan material seperti logam, karet, dan polimer rekayasa. Selain itu, PB‑1 juga digunakan secara sinergis sebagai komponen campuran (''blend'') untuk memodifikasi sifat poliolefin lain seperti [[polipropilena]] dan [[polietilena]]. Karena sifatnya yang spesifik, PB‑1 terutama digunakan dalam pipa bertekanan, kemasan fleksibel, pemanas air, komponen ''compounding'', dan perekat leleh panas (''hot melt adhesives'').
Sebagai [[resin]] murni atau diperkuat, PB‑1 dapat menggantikan material seperti logam, karet, dan polimer rekayasa. Selain itu, PB‑1 juga digunakan secara sinergis sebagai komponen campuran (''blend'') untuk memodifikasi sifat poliolefin lain seperti [[polipropilena]] dan [[polietilena]]. Karena sifatnya yang spesifik, PB‑1 terutama digunakan dalam pipa bertekanan, kemasan fleksibel, pemanas air, komponen ''compounding'', dan perekat leleh panas (''hot melt adhesives'').


Saat dipanaskan hingga sekitar 190&nbsp;°C atau lebih, PB‑1 mudah dibentuk melalui cetak tekan (''compression moulding''), injeksi, tiupan untuk bagian berongga, ekstrusi, maupun pengelasan. Struktur kristal dan berat molekul yang tinggi membuat PB‑1 memiliki ketahanan terhadap tekanan hidrostatik yang baik, dengan tingkat ''creep'' yang sangat rendah bahkan pada suhu tinggi. PB‑1 juga fleksibel, tahan benturan, dan memiliki kemampuan pemulihan elastis yang baik.
Saat dipanaskan hingga sekitar 190&nbsp;°C atau lebih, PB‑1 mudah dibentuk melalui cetak tekan (''compression moulding''), injeksi, tiupan untuk bagian berongga, ekstrusi, maupun pengelasan. Struktur kristal dan berat molekul yang tinggi membuat PB‑1 memiliki ketahanan terhadap tekanan hidrostatik yang baik, dengan tingkat ''creep'' yang sangat rendah bahkan pada suhu tinggi.<ref>Andrew Freeman. [https://archive.org/details/sim_solar-energy_2005_79_6/page/624 Mechanical performance of polysulfone, polybutylene, and polyamide 6/6 in hot chlorinated water]. ''Solar Energy''. 2005. Vol. 79 (6). hlm. 624–37. doi:10.1016/j.solener.2005.07.003.</ref> PB‑1 juga fleksibel, tahan benturan, dan memiliki kemampuan pemulihan elastis yang baik.<ref>Charles A. Harper. [https://books.google.com/books?id=5ncD3kZkbsYC&pg=RA1-PA17 Handbook of plastics technologies: the complete guide to properties and performance]. McGraw-Hill Professional. 2006. hlm. 17. ISBN 978-0-07-146068-2.</ref><ref>[http://www.pbpsa.com/eng/downloads/pbpsa-brochure.pdf Polybutylene]</ref>


Polybutylene isotaktik mengkristal dalam tiga bentuk berbeda. Kristalisasi dari larutan menghasilkan Form-III dengan titik leleh 106,5&nbsp;°C. Pendinginan dari lelehan menghasilkan Form-II dengan titik leleh 124&nbsp;°C dan densitas 0,89 g/cm³. Pada suhu kamar, Form-II secara spontan berubah menjadi Form-I dengan titik leleh 135&nbsp;°C dan densitas 0,95 g/cm³.
Polybutylene isotaktik mengkristal dalam tiga bentuk berbeda. Kristalisasi dari larutan menghasilkan Form-III dengan titik leleh 106,5&nbsp;°C. Pendinginan dari lelehan menghasilkan Form-II dengan titik leleh 124&nbsp;°C dan densitas 0,89 g/cm³. Pada suhu kamar, Form-II secara spontan berubah menjadi Form-I dengan titik leleh 135&nbsp;°C dan densitas 0,95 g/cm³.<ref>Mark Alger, Mark S. M. Alger. [https://books.google.com/books?id=OSAaRwBXGuEC&pg=PA398 Polymer science dictionary]. Springer. 1997. hlm. 398. ISBN 978-0-412-60870-4.</ref>


PB‑1 umumnya tahan terhadap bahan kimia seperti deterjen, minyak, lemak, asam, basa, alkohol, keton, hidrokarbon alifatik, dan larutan polar panas (termasuk air). Namun, ketahanannya lebih rendah terhadap hidrokarbon aromatik, hidrokarbon terklorinasi, dan asam pengoksidasi dibandingkan polimer lain seperti [[polisulfon]] dan [[poliamida]] 6/6.
PB‑1 umumnya tahan terhadap bahan kimia seperti deterjen, minyak, lemak, asam, basa, alkohol, keton, hidrokarbon alifatik, dan larutan polar panas (termasuk air).<ref>Charles A. Harper. [https://books.google.com/books?id=5ncD3kZkbsYC&pg=RA1-PA17 Handbook of plastics technologies: the complete guide to properties and performance]. McGraw-Hill Professional. 2006. hlm. 17. ISBN 978-0-07-146068-2.</ref> Namun, ketahanannya lebih rendah terhadap hidrokarbon aromatik, hidrokarbon terklorinasi, dan asam pengoksidasi dibandingkan polimer lain seperti [[polisulfon]] dan [[poliamida]] 6/6.<ref>Andrew Freeman. [https://archive.org/details/sim_solar-energy_2005_79_6/page/624 Mechanical performance of polysulfone, polybutylene, and polyamide 6/6 in hot chlorinated water]. ''Solar Energy''. 2005. Vol. 79 (6). hlm. 624–37. doi:10.1016/j.solener.2005.07.003.</ref>


Fitur tambahan PB‑1 meliputi resistensi abrasi basah yang tinggi, aliran meleleh yang mudah (''shear thinning''), dan kemampuan mendispersikan bahan pengisi (''fillers'') dengan baik. PB‑1 juga kompatibel dengan [[polipropilena]], karet etilena‑propilena, dan beberapa [[elastomer]] termoplastik.
Fitur tambahan PB‑1 meliputi resistensi abrasi basah yang tinggi, aliran meleleh yang mudah (''shear thinning''), dan kemampuan mendispersikan bahan pengisi (''fillers'') dengan baik. PB‑1 juga kompatibel dengan [[polipropilena]], karet etilena‑propilena, dan beberapa [[elastomer]] termoplastik.
Baris 27: Baris 27:
* [[Degradasi polimer]]
* [[Degradasi polimer]]
* [[Polibutilena tereftalat]]
* [[Polibutilena tereftalat]]
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polibutilena&oldid=29577987 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577987 (2026-08-14T16:36:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polibutilena&oldid=29577987 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577987 (2026-08-14T16:36:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.04

Polibutilena (polibutena-1, poli(1-butena), PB-1) adalah suatu poliolefin atau polimer jenuh dengan rumus kimia (CH2CH(Et))n. PB-1 banyak digunakan dalam pemipaan.[1]

Produksi

Polibutilena diproduksi melalui proses polimerisasi dari 1-butena menggunakan katalis Ziegler–Natta yang mendukung.

Katalis

PB-1 isotaktis diproduksi secara komersial mengggunakan dua jenis katalis Ziegler–Natta yang heterogen.[2] Jenis katalis pertama terdiri dari dua komponen, yaitu prekatalis padat, berupa bentuk kristal δ dari TiCl3, dan larutan kokatalis organoaluminium, seperti Al(C2H5)3. Jenis prekatalis kedua berupa prekatalis yang disangga. Bahan aktif dalam katalis ini adalah TiCl4, sedangkan penyangganya adalah MgCl2 mikrokristalin. Katalis ini juga mengandung modifikasi khusus, berupa senyawa organik dari golongan ester atau eter. Prekatalis diaktifkan oleh kombinasi senyawa organoaluminium dan jenis modifikasi organik atau organologam lainnya.

Dua keunggulan teknologi utama dari katalis yang disangga adalah produktivitas tinggi dan fraksi polimer isotaktik kristalin yang tinggi, yang dihasilkan pada suhu 70–80 °C di bawah kondisi polimerisasi standar.[3][4][5]

Karakteristik

PB‑1 adalah polimer linear dengan berat molekul tinggi, bersifat isotaktik dan tergolong semi‑kristalin. PB‑1 menggabungkan karakteristik khas dari poliolefin konvensional dengan beberapa sifat dari polimer teknis.

Sebagai resin murni atau diperkuat, PB‑1 dapat menggantikan material seperti logam, karet, dan polimer rekayasa. Selain itu, PB‑1 juga digunakan secara sinergis sebagai komponen campuran (blend) untuk memodifikasi sifat poliolefin lain seperti polipropilena dan polietilena. Karena sifatnya yang spesifik, PB‑1 terutama digunakan dalam pipa bertekanan, kemasan fleksibel, pemanas air, komponen compounding, dan perekat leleh panas (hot melt adhesives).

Saat dipanaskan hingga sekitar 190 °C atau lebih, PB‑1 mudah dibentuk melalui cetak tekan (compression moulding), injeksi, tiupan untuk bagian berongga, ekstrusi, maupun pengelasan. Struktur kristal dan berat molekul yang tinggi membuat PB‑1 memiliki ketahanan terhadap tekanan hidrostatik yang baik, dengan tingkat creep yang sangat rendah bahkan pada suhu tinggi.[6] PB‑1 juga fleksibel, tahan benturan, dan memiliki kemampuan pemulihan elastis yang baik.[7][8]

Polybutylene isotaktik mengkristal dalam tiga bentuk berbeda. Kristalisasi dari larutan menghasilkan Form-III dengan titik leleh 106,5 °C. Pendinginan dari lelehan menghasilkan Form-II dengan titik leleh 124 °C dan densitas 0,89 g/cm³. Pada suhu kamar, Form-II secara spontan berubah menjadi Form-I dengan titik leleh 135 °C dan densitas 0,95 g/cm³.[9]

PB‑1 umumnya tahan terhadap bahan kimia seperti deterjen, minyak, lemak, asam, basa, alkohol, keton, hidrokarbon alifatik, dan larutan polar panas (termasuk air).[10] Namun, ketahanannya lebih rendah terhadap hidrokarbon aromatik, hidrokarbon terklorinasi, dan asam pengoksidasi dibandingkan polimer lain seperti polisulfon dan poliamida 6/6.[11]

Fitur tambahan PB‑1 meliputi resistensi abrasi basah yang tinggi, aliran meleleh yang mudah (shear thinning), dan kemampuan mendispersikan bahan pengisi (fillers) dengan baik. PB‑1 juga kompatibel dengan polipropilena, karet etilena‑propilena, dan beberapa elastomer termoplastik.

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Charles A. Harper. Handbook of plastics technologies: the complete guide to properties and performance. McGraw-Hill Professional. 2006. hlm. 17. ISBN 978-0-07-146068-2.
  3. Hwo, Charles C.; Watkins, Larry K. Laminated film with improved tear strength, European Patent Application EP0459742, Publication date 12/04/1991
  4. Boo-Deuk Kim et al. (2008)
  5. Akihiko Shimizu. Monomer-isomerization polymerization. VI. Isomerizations of butene-2 with TiCl 3 or Al(C 2 H 5 ) 3 –TiCl 3 catalyst. Journal of Polymer Science Part A: Polymer Chemistry. 1969. Vol. 7 (11). hlm. 3119. doi:10.1002/pol.1969.150071108.
  6. Andrew Freeman. Mechanical performance of polysulfone, polybutylene, and polyamide 6/6 in hot chlorinated water. Solar Energy. 2005. Vol. 79 (6). hlm. 624–37. doi:10.1016/j.solener.2005.07.003.
  7. Charles A. Harper. Handbook of plastics technologies: the complete guide to properties and performance. McGraw-Hill Professional. 2006. hlm. 17. ISBN 978-0-07-146068-2.
  8. Polybutylene
  9. Mark Alger, Mark S. M. Alger. Polymer science dictionary. Springer. 1997. hlm. 398. ISBN 978-0-412-60870-4.
  10. Charles A. Harper. Handbook of plastics technologies: the complete guide to properties and performance. McGraw-Hill Professional. 2006. hlm. 17. ISBN 978-0-07-146068-2.
  11. Andrew Freeman. Mechanical performance of polysulfone, polybutylene, and polyamide 6/6 in hot chlorinated water. Solar Energy. 2005. Vol. 79 (6). hlm. 624–37. doi:10.1016/j.solener.2005.07.003.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29577987 (2026-08-14T16:36:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.