Uranium terdeplesi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29011858; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
== Penjelasan awal == | == Penjelasan awal == | ||
Uranium yang tersedia di alam mempunyai 3 [[isotop]] yaitu [[Uranium-238|U<sup>238</sup>]], [[Uranium-235|U<sup>235</sup>]] dan [[Uranium-234|U<sup>234</sup>]], yang ditemukan di alam dengan komposisi 99,28 % U<sup>238</sup>, 0,72% U<sup>235</sup> dan 0,0057 % U<sup>234</sup> dengan aktivitas jenis 25,4 Bq/mg (1[[Becquerel|Bq]]=1 peluruhan atom radioaktif/detik). U<sup>235</sup> adalah isotop yang [[Fisi|fissil]] dan dapat meluruh sembari mengeluarkan sejumlah [[energi]], yang digunakan dalam industri nuklir. | Uranium yang tersedia di alam mempunyai 3 [[isotop]] yaitu [[Uranium-238|U<sup>238</sup>]], [[Uranium-235|U<sup>235</sup>]] dan [[Uranium-234|U<sup>234</sup>]], yang ditemukan di alam dengan komposisi 99,28 % U<sup>238</sup>, 0,72% U<sup>235</sup> dan 0,0057 % U<sup>234</sup> dengan aktivitas jenis 25,4 Bq/mg (1[[Becquerel|Bq]]=1 peluruhan atom radioaktif/detik). U<sup>235</sup> adalah isotop yang [[Fisi|fissil]] dan dapat meluruh sembari mengeluarkan sejumlah [[energi]], yang digunakan dalam industri nuklir. | ||
Industri nuklir dalam bentuk bahan bakar [[reaktor]] dan persenjataan membutuhkan uranium dengan kadar isotop U<sup>235</sup> yang lebih banyak (antara 2 - 94 % massa), sehingga diperlukan proses 'pengayaan' (enrichment) terhadap [[uranium alam]]. Dalam proses pengayaan ini, U<sup>235</sup> disaring dan dipekatkan secara terus menerus. Uranium sisa saringan ini yang kemudian dikenal sebagai DU, dengan komposisi 99,8 % U<sup>238</sup>, 0,2 % U<sup>235</sup> dan 0,001 % U<sup>234</sup>. | Industri nuklir dalam bentuk bahan bakar [[reaktor]] dan persenjataan membutuhkan uranium dengan kadar isotop U<sup>235</sup> yang lebih banyak (antara 2 - 94 % massa), sehingga diperlukan proses 'pengayaan' (enrichment) terhadap [[uranium alam]]. Dalam proses pengayaan ini, U<sup>235</sup> disaring dan dipekatkan secara terus menerus. Uranium sisa saringan ini yang kemudian dikenal sebagai DU, dengan komposisi 99,8 % U<sup>238</sup>, 0,2 % U<sup>235</sup> dan 0,001 % U<sup>234</sup>. | ||
== Kegunaan militer == | == Kegunaan militer == | ||
=== Sebagai proyektil (penembus berbasis energi kinetik ) === | === Sebagai proyektil (penembus berbasis energi kinetik ) === | ||
Secara kimiawi, uranium merupakan [[logam berat]] berwarna keperakan yang sangat padat. Sebuah [[kubus]] uranium bersisi 1 meter memiliki massa mendekati 20 kg dan secara umum 70 % lebih padat dibanding [[timbal]] ([[timah hitam]]) dan memiliki massa jenis yang terbesar sehingga kekuatan menembusnya sangat kuat. Selain itu, ada suhu 600 - 700 °C dalam tekanan yang sangat tinggi logam DU akan menyala dengan sendirinya, membentuk kabut [[Aerosol]] DU yang bersifat cair dan sangat panas. | Secara kimiawi, uranium merupakan [[logam berat]] berwarna keperakan yang sangat padat. Sebuah [[kubus]] uranium bersisi 1 meter memiliki massa mendekati 20 kg dan secara umum 70 % lebih padat dibanding [[timbal]] ([[timah hitam]]) dan memiliki massa jenis yang terbesar sehingga kekuatan menembusnya sangat kuat. Selain itu, ada suhu 600 - 700 °C dalam tekanan yang sangat tinggi logam DU akan menyala dengan sendirinya, membentuk kabut [[Aerosol]] DU yang bersifat cair dan sangat panas. | ||
| Baris 14: | Baris 12: | ||
=== Pelapis kendaraan tempur === | === Pelapis kendaraan tempur === | ||
Digunakan oleh militer [[Amerika Serikat]] sebagai pelapis tank [[M1 Abrams]], yaitu campuran antara DU dan 0,7% [[Titanium]]. | Digunakan oleh militer [[Amerika Serikat]] sebagai pelapis tank [[M1 Abrams]], yaitu campuran antara DU dan 0,7% [[Titanium]]. | ||
== Kegunaan non-militer == | == Kegunaan non-militer == | ||
* Sebagai pigmen keramik | * Sebagai pigmen keramik | ||
* Kontrabalans berat pesawat | * Kontrabalans berat pesawat<ref>Baik militer ataupun sipil</ref> | ||
== Kontroversi == | == Kontroversi == | ||
Penggunaan DU memang menjadi kontroversi berkait dengan bahan [[Radioaktif]] Uranium yang digunakannya. DU sendiri telah digunakan secara luas dalam kasus [[Perang Teluk I]] (1991) dan medan pertempuran [[Balkan]] (terutama pada saat krisis [[Kosovo]] 1999). Beberapa personel memang terekspos partikel DU ini, dan di kawasan teluk diduga terdapat 300 kg DU yang telah digunakan. Namun penyelidikan [[IAEA]] menunjukkan angka kematian yang sangat kecil (sehingga tidak signifikan secara statistik) pada ekspos DU ini. | Penggunaan DU memang menjadi kontroversi berkait dengan bahan [[Radioaktif]] Uranium yang digunakannya. DU sendiri telah digunakan secara luas dalam kasus [[Perang Teluk I]] (1991) dan medan pertempuran [[Balkan]] (terutama pada saat krisis [[Kosovo]] 1999). Beberapa personel memang terekspos partikel DU ini, dan di kawasan teluk diduga terdapat 300 kg DU yang telah digunakan. Namun penyelidikan [[IAEA]] menunjukkan angka kematian yang sangat kecil (sehingga tidak signifikan secara statistik) pada ekspos DU ini. | ||
== Efek terhadap tubuh manusia == | == Efek terhadap tubuh manusia == | ||
Secara kimiawi Uranium merupakan logam penekan kerja [[Ginjal]]. Sementara secara fisis, sebagai unsur radioaktif Uranium akan terkonsentrasi dalam [[Paru-paru]], ginjal dan [[sistem peredaran darah]] serta beberapa jaringan lunak lainnya untuk sementara waktu. Dalam beberapa negara, konsentrasi Uranium di dalam tubuh dibatasi pada angka 3 mikrogram pergram jaringan tubuh. IAEA sendiri memberikan batas maksimal dosis serapan tahunan 1 [[Sievert|mSv]] bagi penduduk yang berada di daerah peperangan dengan penggunaan senjata DU. Ini dilakukan untuk menghindari efek buruk Uranium pada tubuh manusia, di antaranya gangguan ginjal (secara kimiawi) ataupun [[kanker]] (akibat aktivitas radioaktifnya). | Secara kimiawi Uranium merupakan logam penekan kerja [[Ginjal]]. Sementara secara fisis, sebagai unsur radioaktif Uranium akan terkonsentrasi dalam [[Paru-paru]], ginjal dan [[sistem peredaran darah]] serta beberapa jaringan lunak lainnya untuk sementara waktu. Dalam beberapa negara, konsentrasi Uranium di dalam tubuh dibatasi pada angka 3 mikrogram pergram jaringan tubuh. IAEA sendiri memberikan batas maksimal dosis serapan tahunan 1 [[Sievert|mSv]] bagi penduduk yang berada di daerah peperangan dengan penggunaan senjata DU. Ini dilakukan untuk menghindari efek buruk Uranium pada tubuh manusia, di antaranya gangguan ginjal (secara kimiawi) ataupun [[kanker]] (akibat aktivitas radioaktifnya). | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 37: | Baris 28: | ||
* [http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs257/en/ Pengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan], di WHO Media Center | * [http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs257/en/ Pengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan], di WHO Media Center | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Uranium+terdeplesi&oldid=29011858 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29011858 (2026-03-05T14:53:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Uranium+terdeplesi&oldid=29011858 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29011858 (2026-03-05T14:53:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.10
Uranium terdeplesi ('Depleted uranium' atau 'DU'), adalah uranium yang mempunyai kadar isotop U235 yang lebih rendah dari uranium alami, biasanya sebagai akibat dari proses pengayaan uranium .
Penjelasan awal
Uranium yang tersedia di alam mempunyai 3 isotop yaitu U238, U235 dan U234, yang ditemukan di alam dengan komposisi 99,28 % U238, 0,72% U235 dan 0,0057 % U234 dengan aktivitas jenis 25,4 Bq/mg (1Bq=1 peluruhan atom radioaktif/detik). U235 adalah isotop yang fissil dan dapat meluruh sembari mengeluarkan sejumlah energi, yang digunakan dalam industri nuklir. Industri nuklir dalam bentuk bahan bakar reaktor dan persenjataan membutuhkan uranium dengan kadar isotop U235 yang lebih banyak (antara 2 - 94 % massa), sehingga diperlukan proses 'pengayaan' (enrichment) terhadap uranium alam. Dalam proses pengayaan ini, U235 disaring dan dipekatkan secara terus menerus. Uranium sisa saringan ini yang kemudian dikenal sebagai DU, dengan komposisi 99,8 % U238, 0,2 % U235 dan 0,001 % U234.
Kegunaan militer
Sebagai proyektil (penembus berbasis energi kinetik )
Secara kimiawi, uranium merupakan logam berat berwarna keperakan yang sangat padat. Sebuah kubus uranium bersisi 1 meter memiliki massa mendekati 20 kg dan secara umum 70 % lebih padat dibanding timbal (timah hitam) dan memiliki massa jenis yang terbesar sehingga kekuatan menembusnya sangat kuat. Selain itu, ada suhu 600 - 700 °C dalam tekanan yang sangat tinggi logam DU akan menyala dengan sendirinya, membentuk kabut Aerosol DU yang bersifat cair dan sangat panas. Sifat-sifat kimiawi dan fisis semacam ini yang menyebabkan kalangan militer menyukai DU untuk digunakan dalam sistem persenjataan konvensional yang bersifat taktis. Tidak sebagai bahan peledak nuklir, DU digunakan sebagai senjata penembus berenergi kinetis
Pelapis kendaraan tempur
Digunakan oleh militer Amerika Serikat sebagai pelapis tank M1 Abrams, yaitu campuran antara DU dan 0,7% Titanium.
Kegunaan non-militer
- Sebagai pigmen keramik
- Kontrabalans berat pesawat[1]
Kontroversi
Penggunaan DU memang menjadi kontroversi berkait dengan bahan Radioaktif Uranium yang digunakannya. DU sendiri telah digunakan secara luas dalam kasus Perang Teluk I (1991) dan medan pertempuran Balkan (terutama pada saat krisis Kosovo 1999). Beberapa personel memang terekspos partikel DU ini, dan di kawasan teluk diduga terdapat 300 kg DU yang telah digunakan. Namun penyelidikan IAEA menunjukkan angka kematian yang sangat kecil (sehingga tidak signifikan secara statistik) pada ekspos DU ini.
Efek terhadap tubuh manusia
Secara kimiawi Uranium merupakan logam penekan kerja Ginjal. Sementara secara fisis, sebagai unsur radioaktif Uranium akan terkonsentrasi dalam Paru-paru, ginjal dan sistem peredaran darah serta beberapa jaringan lunak lainnya untuk sementara waktu. Dalam beberapa negara, konsentrasi Uranium di dalam tubuh dibatasi pada angka 3 mikrogram pergram jaringan tubuh. IAEA sendiri memberikan batas maksimal dosis serapan tahunan 1 mSv bagi penduduk yang berada di daerah peperangan dengan penggunaan senjata DU. Ini dilakukan untuk menghindari efek buruk Uranium pada tubuh manusia, di antaranya gangguan ginjal (secara kimiawi) ataupun kanker (akibat aktivitas radioaktifnya).
Pranala luar
- Penerapan Militer DU, di Military Analysis Network
- Pengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan, di WHO Media Center
Referensi
- ↑ Baik militer ataupun sipil
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29011858 (2026-03-05T14:53:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.