Lompat ke isi

Uranium alam: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26863903; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Uranium alam (NU, U<sub>nat</sub>)''' mengacu pada [[uranium]] yang sama dengan [[Kelimpahan alami unsur|rasio isotop]] seperti yang ditemukan di alam. Uranium ini mengandung 0,711% [[uranium-235]], 99,284% [[uranium-238]], dan jejak [[uranium-234]] 0,0055%. Dalam hal jumlah [[Peluruhan radioaktif|radioaktivitas]], sekitar 2,2% berasal dari uranium-235, 48,6% uranium-238, dan 49,2% uranium-234.
'''Uranium alam (NU, U<sub>nat</sub><ref>[http://www.world-nuclear.org/info/Nuclear-Fuel-Cycle/Introduction/Nuclear-Fuel-Cycle-Overview/ Nuclear Fuel Cycle Overview]. World Nuclear Association. October 2014.</ref>)''' mengacu pada [[uranium]] yang sama dengan [[Kelimpahan alami unsur|rasio isotop]] seperti yang ditemukan di alam. Uranium ini mengandung 0,711% [[uranium-235]], 99,284% [[uranium-238]], dan jejak [[uranium-234]] 0,0055%. Dalam hal jumlah [[Peluruhan radioaktif|radioaktivitas]], sekitar 2,2% berasal dari uranium-235, 48,6% uranium-238, dan 49,2% uranium-234.


Uranium alam dapat digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), baik untuk yang bertenaga rendah maupun tinggi. Secara historis, reaktor moderator grafit dan reaktor moderator [[air berat]] telah menggunakan bahan bakar uranium alam pada logam murni uranium (U) atau [[uranium dioksida]] (UO<sub>2</sub>) [[Keramik|bentuk keramik]]. Namun, percobaan pengisian bahan bakar dengan uranium trioksida (UO<sub>3</sub>) dan triuranium octaoxide, (U<sub>3</sub>O<sub>8</sub>) telah menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Uranium alam dapat digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), baik untuk yang bertenaga rendah maupun tinggi. Secara historis, reaktor moderator grafit dan reaktor moderator [[air berat]] telah menggunakan bahan bakar uranium alam pada logam murni uranium (U) atau [[uranium dioksida]] (UO<sub>2</sub>) [[Keramik|bentuk keramik]]. Namun, percobaan pengisian bahan bakar dengan uranium trioksida (UO<sub>3</sub>) dan triuranium octaoxide, (U<sub>3</sub>O<sub>8</sub>) telah menunjukkan hasil yang menjanjikan.<ref>[http://www.ornl.gov/~webworks/cppr/y2001/rpt/115351.pdf Design Parameters for a Natural Uranium UO3- or U3O8-Fueled Nuclear Reactor].</ref>


Uranium-235 sebesar 0,72% tidak cukup untuk menghasilkan reaksi berantai kritis mandiri dalam reaktor air ringan atau di [[senjata nuklir]]; aplikasi tersebut harus menggunakan [[Pengayaan uranium|uranium yang diperkaya]]. Senjata nuklir membutuhkan konsentrasi uranium-235 sebesar 90%, dan reaktor air ringan memerlukan konsentrasi kira-kira 3% uranium-235. Uranium alam tidak diperkaya merupakan bahan bakar yang sesuai untuk [[Reaktor air berat bertekanan|reaktor air berat]], seperti reaktor CANDU.
Uranium-235 sebesar 0,72% tidak cukup untuk menghasilkan reaksi berantai kritis mandiri dalam reaktor air ringan atau di [[senjata nuklir]]; aplikasi tersebut harus menggunakan [[Pengayaan uranium|uranium yang diperkaya]]. Senjata nuklir membutuhkan konsentrasi uranium-235 sebesar 90%, dan reaktor air ringan memerlukan konsentrasi kira-kira 3% uranium-235.<ref>W. Loveland. [http://oregonstate.edu/instruct/ch374/ch418518/Chapter%2016%20Nuclear%20Reactor%20Chemistry.pdf Modern Nuclear Chemistry]. 2006.</ref> Uranium alam tidak diperkaya merupakan bahan bakar yang sesuai untuk [[Reaktor air berat bertekanan|reaktor air berat]], seperti reaktor CANDU.


Dalam kesempatan langka, dalam sejarah geologi sebelumnya ketika uranium-235 lebih berlimpah, bijih uranium ditemukan secara alami terlibat dalam reaksi fisi, membentuk [[Reaktor nuklir alam|reaktor nuklir fisi alam]]. Uranium-235 meluruh pada tingkat yang lebih cepat ([[waktu paruh]] 700 juta tahun) dibandingkan dengan uranium-238, yang meluruh sangat perlahan (waktu paruh 4,5 miliar tahun). Oleh karena itu, satu miliar tahun yang lalu, ada uranium-235 dua kali lebih banyak dibandingkan dengan sekarang.
Dalam kesempatan langka, dalam sejarah geologi sebelumnya ketika uranium-235 lebih berlimpah, bijih uranium ditemukan secara alami terlibat dalam reaksi fisi, membentuk [[Reaktor nuklir alam|reaktor nuklir fisi alam]]. Uranium-235 meluruh pada tingkat yang lebih cepat ([[waktu paruh]] 700 juta tahun) dibandingkan dengan uranium-238, yang meluruh sangat perlahan (waktu paruh 4,5 miliar tahun). Oleh karena itu, satu miliar tahun yang lalu, ada uranium-235 dua kali lebih banyak dibandingkan dengan sekarang.
Baris 14: Baris 14:
* Siklus bahan bakar nuklir
* Siklus bahan bakar nuklir
* [[Fisika nuklir]]
* [[Fisika nuklir]]
== Referensi ==
* Design Parameters for a Natural Uranium Fueled Nuclear Reactor, C. M. Hopper et al., ORNL/TM-2002/240, November 2002.


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.nuclearfaq.ca/brat_fuel.htm] The evolution of CANDU fuel cycles
* [http://www.nuclearfaq.ca/brat_fuel.htm] The evolution of CANDU fuel cycles


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Uranium+alam&oldid=26863903 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26863903 (2025-01-31T01:18:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Uranium+alam&oldid=26863903 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26863903 (2025-01-31T01:18:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.10

Uranium alam (NU, Unat[1]) mengacu pada uranium yang sama dengan rasio isotop seperti yang ditemukan di alam. Uranium ini mengandung 0,711% uranium-235, 99,284% uranium-238, dan jejak uranium-234 0,0055%. Dalam hal jumlah radioaktivitas, sekitar 2,2% berasal dari uranium-235, 48,6% uranium-238, dan 49,2% uranium-234.

Uranium alam dapat digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), baik untuk yang bertenaga rendah maupun tinggi. Secara historis, reaktor moderator grafit dan reaktor moderator air berat telah menggunakan bahan bakar uranium alam pada logam murni uranium (U) atau uranium dioksida (UO2) bentuk keramik. Namun, percobaan pengisian bahan bakar dengan uranium trioksida (UO3) dan triuranium octaoxide, (U3O8) telah menunjukkan hasil yang menjanjikan.[2]

Uranium-235 sebesar 0,72% tidak cukup untuk menghasilkan reaksi berantai kritis mandiri dalam reaktor air ringan atau di senjata nuklir; aplikasi tersebut harus menggunakan uranium yang diperkaya. Senjata nuklir membutuhkan konsentrasi uranium-235 sebesar 90%, dan reaktor air ringan memerlukan konsentrasi kira-kira 3% uranium-235.[3] Uranium alam tidak diperkaya merupakan bahan bakar yang sesuai untuk reaktor air berat, seperti reaktor CANDU.

Dalam kesempatan langka, dalam sejarah geologi sebelumnya ketika uranium-235 lebih berlimpah, bijih uranium ditemukan secara alami terlibat dalam reaksi fisi, membentuk reaktor nuklir fisi alam. Uranium-235 meluruh pada tingkat yang lebih cepat (waktu paruh 700 juta tahun) dibandingkan dengan uranium-238, yang meluruh sangat perlahan (waktu paruh 4,5 miliar tahun). Oleh karena itu, satu miliar tahun yang lalu, ada uranium-235 dua kali lebih banyak dibandingkan dengan sekarang.

Selama Proyek Manhattan, nama Tuballoy digunakan untuk merujuk pada uranium alam dalam kondisi halus. Istilah ini masih digunakan sesekali. Uranium juga disebut dengan nama kode "Logam-X" selama Perang Dunia II. Demikian pula, uranium yang diperkaya disebut sebagai Oralloy (Oak Ridge alloy), dan uranium terdeplesi disebut sebagai Depletalloy (depleted alloy).

Lihat juga

Pranala luar

  • [1] The evolution of CANDU fuel cycles

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26863903 (2025-01-31T01:18:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.