Lompat ke isi

Bekisting: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29332558; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Column-formwork.JPG|thumb|right|280px|Bekisting kolom yang digunakan sebagai cetakan sementara untuk membentuk dan menahan beton saat proses pengecoran kolom struktur bangunan]]
'''Bekisting''' atau '''kotak cetak''' adalah bahan yang digunakan sebagai cetakan pada struktur [[bangunan]]. Bahan baku pembuatan bekisting utamanya [[kayu]], [[aluminium]], dan [[baja]]. Masing-masing jenis bahan bekisting memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri.
'''Bekisting''' atau '''kotak cetak''' adalah bahan yang digunakan sebagai cetakan pada struktur [[bangunan]]. Bahan baku pembuatan bekisting utamanya [[kayu]], [[aluminium]], dan [[baja]]. Masing-masing jenis bahan bekisting memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri.


== Jenis ==
== Jenis ==
=== Bekisting kayu ===
=== Bekisting kayu ===
Bekisting yang terbuat dari [[kayu]] umumnya digunakan pada pencetakan [[beton]]. Kayu yang digunakan berbentuk papan. Setelah beton tercetak pada bekisting yang dibangun, bekisting dibongkar. Pemakaian bekisting dari bahan kayu bersifat sekali pakai. Sebelum pencetakan beton di dalam bekisting kayu, bekisting harus dicat menggunakan oli khusus. Penggunaan oli membuat bekisting dengan isi beton yang telah mengeras dan kuat dapat dibongkar dengan mudah.
Bekisting yang terbuat dari [[kayu]] umumnya digunakan pada pencetakan [[beton]]. Kayu yang digunakan berbentuk papan. Setelah beton tercetak pada bekisting yang dibangun, bekisting dibongkar. Pemakaian bekisting dari bahan kayu bersifat sekali pakai.<ref>Jack C. McCormac. [https://www.google.co.id/books/edition/Desain_Beton_Bertulang_Jl_2/94NLTi0dEycC?hl=id&gbpv=1&dq=bekisting&pg=PA266&printsec=frontcover Desain Beton Bertulang Jilid 2]. Penerbit Erlangga. 2000. hlm. 265.</ref> Sebelum pencetakan beton di dalam bekisting kayu, bekisting harus dicat menggunakan oli khusus. Penggunaan oli membuat bekisting dengan isi beton yang telah mengeras dan kuat dapat dibongkar dengan mudah.<ref>Salmani. [https://books.google.co.id/books?id=XByZDwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id&source=gbs_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q&f=false Metodologi Bekisting dan Perancah pada Pekerjaan Konstruksi Bangunan dan Sipil]. Penerbit Deepublish. April 2019. hlm. 2. ISBN 978-623-209-328-7.</ref>


=== Bekisting aluminium ===
=== Bekisting aluminium ===
Pengerjaan bekisting berbahan [[aluminium]] secara garis besar terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama ialah pembuatan bekisting kolom. Kemudian tahap kedua ialah membuat bekisting dinding geser. Lalu tahap ketiga ialah membuat bekisting pelat dan balok.
Pengerjaan bekisting berbahan [[aluminium]] secara garis besar terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama ialah pembuatan bekisting kolom. Kemudian tahap kedua ialah membuat bekisting dinding geser. Lalu tahap ketiga ialah membuat bekisting pelat dan balok.<ref>Widiasanti, I., dkk. [https://www.google.co.id/books/edition/Metode_Pelaksanaan_Pekerjaan_Bekisting_A/T-NDEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=bekisting&pg=PA10&printsec=frontcover Metode Pelaksanaan Pekerjaan Bekisting Aluminium]. Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Oktober 2020. hlm. 10. ISBN 978-602-1619-11-7.</ref>


=== Bekisting baja ===
=== Bekisting baja ===
Keunggulan dari bekisting berbahan [[baja]] adalah dapat digunakan berulang kali. Perawatannya juga mudah dengan hasil cetakan yang baik. Pada pembuatan elemen struktur, bekisting baja bersifat lebih ekonomis. Kekurangan dari penggunaan bekisting baja ialah memerlukan biaya [[investasi]] awal yang mahal.
Keunggulan dari bekisting berbahan [[baja]] adalah dapat digunakan berulang kali. Perawatannya juga mudah dengan hasil cetakan yang baik. Pada pembuatan elemen struktur, bekisting baja bersifat lebih ekonomis. Kekurangan dari penggunaan bekisting baja ialah memerlukan biaya [[investasi]] awal yang mahal.<ref>Putra, F. E., dan Megantara, Y. [https://simantu.pu.go.id/personal/img-post/adminkms/post/20210309105036__F__BukuCL_conPuskim.pdf Teknologi Pracetak Sistem CL-CON: Upaya Mengejar Backlog Perumahan di Indonesia]. Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. hlm. 20. ISBN 978-602-5489-37-2.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bekisting&oldid=29332558 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29332558 (2026-06-10T07:27:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bekisting&oldid=29332558 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29332558 (2026-06-10T07:27:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.13

Bekisting kolom yang digunakan sebagai cetakan sementara untuk membentuk dan menahan beton saat proses pengecoran kolom struktur bangunan

Bekisting atau kotak cetak adalah bahan yang digunakan sebagai cetakan pada struktur bangunan. Bahan baku pembuatan bekisting utamanya kayu, aluminium, dan baja. Masing-masing jenis bahan bekisting memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri.

Jenis

Bekisting kayu

Bekisting yang terbuat dari kayu umumnya digunakan pada pencetakan beton. Kayu yang digunakan berbentuk papan. Setelah beton tercetak pada bekisting yang dibangun, bekisting dibongkar. Pemakaian bekisting dari bahan kayu bersifat sekali pakai.[1] Sebelum pencetakan beton di dalam bekisting kayu, bekisting harus dicat menggunakan oli khusus. Penggunaan oli membuat bekisting dengan isi beton yang telah mengeras dan kuat dapat dibongkar dengan mudah.[2]

Bekisting aluminium

Pengerjaan bekisting berbahan aluminium secara garis besar terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama ialah pembuatan bekisting kolom. Kemudian tahap kedua ialah membuat bekisting dinding geser. Lalu tahap ketiga ialah membuat bekisting pelat dan balok.[3]

Bekisting baja

Keunggulan dari bekisting berbahan baja adalah dapat digunakan berulang kali. Perawatannya juga mudah dengan hasil cetakan yang baik. Pada pembuatan elemen struktur, bekisting baja bersifat lebih ekonomis. Kekurangan dari penggunaan bekisting baja ialah memerlukan biaya investasi awal yang mahal.[4]

Referensi

  1. Jack C. McCormac. Desain Beton Bertulang Jilid 2. Penerbit Erlangga. 2000. hlm. 265.
  2. Salmani. Metodologi Bekisting dan Perancah pada Pekerjaan Konstruksi Bangunan dan Sipil. Penerbit Deepublish. April 2019. hlm. 2. ISBN 978-623-209-328-7.
  3. Widiasanti, I., dkk. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Bekisting Aluminium. Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Oktober 2020. hlm. 10. ISBN 978-602-1619-11-7.
  4. Putra, F. E., dan Megantara, Y. Teknologi Pracetak Sistem CL-CON: Upaya Mengejar Backlog Perumahan di Indonesia. Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. hlm. 20. ISBN 978-602-5489-37-2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29332558 (2026-06-10T07:27:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.