Biokomposit: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28740049; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Biokomposit''' adalah campuran dari dua atau lebih bahan penyusun (yang salah satunya berasal dari alam) yang digabungkan untuk menghasilkan bahan baru dengan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan satu bahan saja. Biokomposit dapat dipakai dalam konstruksi bangunan, konstruksi bangunan, militer, hingga kemasan, di mana memiliki sifat yang dapat terurai, dapat didaur ulang, murah, serta menggunakan bahan baku terbarukan dan berkelanjutan. Hal ini dikarenakan bahan yang diperlukan bisa diperoleh dari limbah pertanian (seperti tandan kosong [[kelapa sawit]], tempurung [[kelapa]], ampas [[tebu]], tongkol [[jagung]], dan [[Sekam|sekam padi]]), [[mikroalga]] atau residunya, dan lain-lain, di mana bahan-bahan tersebut memilki kandungan pati dan selulosa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyusun biokomposit. Pati tersebut dapat diubah menjadi monomer dan akan disintesis menjadi berbagai polimer. | '''Biokomposit''' adalah campuran dari dua atau lebih bahan penyusun (yang salah satunya berasal dari alam) yang digabungkan untuk menghasilkan bahan baru dengan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan satu bahan saja.<ref>Alfred Rudin. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780123821782000134 Chapter 13 - Biopolymers]. Academic Press. 2013-01-01. hlm. 521–535. doi:10.1016/b978-0-12-382178-2.00013-4. ISBN 978-0-12-382178-2.</ref> Biokomposit dapat dipakai dalam konstruksi bangunan, konstruksi bangunan, militer, hingga kemasan, di mana memiliki sifat yang dapat terurai, dapat didaur ulang, murah, serta menggunakan bahan baku terbarukan dan berkelanjutan. Hal ini dikarenakan bahan yang diperlukan bisa diperoleh dari limbah pertanian (seperti tandan kosong [[kelapa sawit]], tempurung [[kelapa]], ampas [[tebu]], tongkol [[jagung]], dan [[Sekam|sekam padi]]), [[mikroalga]] atau residunya, dan lain-lain, di mana bahan-bahan tersebut memilki kandungan pati dan selulosa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyusun biokomposit. Pati tersebut dapat diubah menjadi monomer dan akan disintesis menjadi berbagai polimer.<ref>Arief Budiman. ''Biorefinery Mikroalga''. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.</ref> | ||
== Komponen<ref>Arief Budiman. ''Biorefinery Mikroalga''. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.</ref> == | |||
=== Matriks === | === Matriks === | ||
Merupakan suatu material atau serta homogen yang mengelilingi partikel penyusun komposit, di mana berfungsi sebagai bahan pengikat partikel dan pembentuk struktur fisik komposit. Contohnya adalah [[epoksi]], [[poliester]], [[polietilena]], [[polipropilena]], [[polivinil alkohol]], [[Polihidroksi alkanoat|polohidroksi alkanoat]], [[polibutilena suksinat]], [[asam poliaktat]], [[poli(ε-kaprolakton)]], dan lain-lain. | Merupakan suatu material atau serta homogen yang mengelilingi partikel penyusun komposit, di mana berfungsi sebagai bahan pengikat partikel dan pembentuk struktur fisik komposit. Contohnya adalah [[epoksi]], [[poliester]], [[polietilena]], [[polipropilena]], [[polivinil alkohol]], [[Polihidroksi alkanoat|polohidroksi alkanoat]], [[polibutilena suksinat]], [[asam poliaktat]], [[poli(ε-kaprolakton)]], dan lain-lain. | ||
| Baris 14: | Baris 12: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biokomposit&oldid=28740049 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28740049 (2025-12-26T01:38:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biokomposit&oldid=28740049 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28740049 (2025-12-26T01:38:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.13
Biokomposit adalah campuran dari dua atau lebih bahan penyusun (yang salah satunya berasal dari alam) yang digabungkan untuk menghasilkan bahan baru dengan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan satu bahan saja.[1] Biokomposit dapat dipakai dalam konstruksi bangunan, konstruksi bangunan, militer, hingga kemasan, di mana memiliki sifat yang dapat terurai, dapat didaur ulang, murah, serta menggunakan bahan baku terbarukan dan berkelanjutan. Hal ini dikarenakan bahan yang diperlukan bisa diperoleh dari limbah pertanian (seperti tandan kosong kelapa sawit, tempurung kelapa, ampas tebu, tongkol jagung, dan sekam padi), mikroalga atau residunya, dan lain-lain, di mana bahan-bahan tersebut memilki kandungan pati dan selulosa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyusun biokomposit. Pati tersebut dapat diubah menjadi monomer dan akan disintesis menjadi berbagai polimer.[2]
Komponen[3]
Matriks
Merupakan suatu material atau serta homogen yang mengelilingi partikel penyusun komposit, di mana berfungsi sebagai bahan pengikat partikel dan pembentuk struktur fisik komposit. Contohnya adalah epoksi, poliester, polietilena, polipropilena, polivinil alkohol, polohidroksi alkanoat, polibutilena suksinat, asam poliaktat, poli(ε-kaprolakton), dan lain-lain.
Penguat (Reinforcement)
Merupakan bahan tambahan untuk memperkuat komposit, di mana memiliki properti mekanis yang lebih tinggi daripada matriks dan ditambahkann tidak lebih dari 50% dari komposisi. Contohnya adalah kaca, karbon, aramid, dan lain-lain.
Pengisi (Filler)
Merupakan bahan pengisi matriks yang dapat bersifat menguatkan komposit atau tidak. Contohnya adalah kaca, karbon, silika, kaolin, kalsium karbonat, mika, talk, dan lain-lain.
Referensi
- ↑ Alfred Rudin. Chapter 13 - Biopolymers. Academic Press. 2013-01-01. hlm. 521–535. doi:10.1016/b978-0-12-382178-2.00013-4. ISBN 978-0-12-382178-2.
- ↑ Arief Budiman. Biorefinery Mikroalga. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.
- ↑ Arief Budiman. Biorefinery Mikroalga. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28740049 (2025-12-26T01:38:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.