Denim: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27998125; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Denim''' adalah kain [[Kapas|katun]] yang kokoh dengan [[Lungsin dan pakan|benang pakan]] melewati dua atau lebih benang lungsin. Kain yang digunakan menghadap sisi benang lungsin. Penggunaan [[silang kepar]] menghasilkan pola serong yang membedakannya dengan kain [[kanvas duk]]. Pendahulu denim, kain ''[[dungaree]]'', telah diproduksi di [[India]] selama beratus-ratus tahun. Denim yang paling umum dijumpai adalah denim berwarna indigo, dengan benang lungsinya yang telah dicelup warna dan benang pakannya dibiarkan putih. Sebagai hasil kain yang ditenun menggunakan cara silang kepar, satu sisi kain didominasi dengan benang lungsin berwarna nila, dan sisi benang pakan yang berwarna putih. Hal inilah yang membuat sisi dalam celana jins berwarna putih. Proses pencelupan warna nila yang mempertahankan inti benang lungsin tetap berwarna putih menciptakan kesan pudar yang menjadi ciri khas denim. | [[File:Denim_texture_01.jpg|thumb|right|280px|Denim texture 01]] | ||
'''Denim''' adalah kain [[Kapas|katun]] yang kokoh dengan [[Lungsin dan pakan|benang pakan]] melewati dua atau lebih benang lungsin. Kain yang digunakan menghadap sisi benang lungsin.<ref>Y. E. Mogahzy. ''Engineering Textiles: Integrating the Design and Manufacture of Textile Products''. Woodhead Publishing. 2009. hlm. 362. ISBN 978-1-84569-048-9.</ref> Penggunaan [[silang kepar]] menghasilkan pola serong yang membedakannya dengan kain [[kanvas duk]]. Pendahulu denim, kain ''[[dungaree]]'', telah diproduksi di [[India]] selama beratus-ratus tahun.<ref>[https://cmes.uchicago.edu/sites/cmes.uchicago.edu/files/uploads/Global/New%20Story%20of%20Jeans.pdf Story of Denim Blue Jeans across the Eras].</ref> Denim yang paling umum dijumpai adalah denim berwarna indigo, dengan benang lungsinya yang telah dicelup warna dan benang pakannya dibiarkan putih. Sebagai hasil kain yang ditenun menggunakan cara silang kepar, satu sisi kain didominasi dengan benang lungsin berwarna nila, dan sisi benang pakan yang berwarna putih. Hal inilah yang membuat sisi dalam celana jins berwarna putih.<ref>Kassia St. Clair. ''The Golden Thread: How Fabric Changed History''. John Murray. 2018. hlm. 177. ISBN 978-1-4736-5903-2.</ref> Proses pencelupan warna nila yang mempertahankan inti benang lungsin tetap berwarna putih menciptakan kesan pudar yang menjadi ciri khas denim. | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Kain denim berasal dari kota [[Nîmes|Nimes]] di [[Prancis|Perancis]]. Bahan kain ini mulanya dinamakan ''Serge de Nimes'', lalu disingkat menjadi ''de Nims'', kemudian menjadi denim. Bahan ini merupakan kain katun yang kuat, yang ditenun menggunakan [[silang kepar]]. Kain ini memiliki tekstur yang mirip dengan karpet, tetapi lebih tipis dan halus. Kain denim awal-awal hanya memiliki satu pilihan warna, yakni [[Nila|indigo]]. Akan tetapi, kain ini kemudian diproduksi dalam warna-warna lain seperti hitam, abu-abu, dan banyak lagi. | Kain denim berasal dari kota [[Nîmes|Nimes]] di [[Prancis|Perancis]]. Bahan kain ini mulanya dinamakan ''Serge de Nimes'', lalu disingkat menjadi ''de Nims'', kemudian menjadi denim. Bahan ini merupakan kain katun yang kuat, yang ditenun menggunakan [[silang kepar]]. Kain ini memiliki tekstur yang mirip dengan karpet, tetapi lebih tipis dan halus. Kain denim awal-awal hanya memiliki satu pilihan warna, yakni [[Nila|indigo]]. Akan tetapi, kain ini kemudian diproduksi dalam warna-warna lain seperti hitam, abu-abu, dan banyak lagi.<ref>[https://wolipop.detik.com/fashion-news/d-2095247/denim--jeans-serupa-tapi-tak-sama Denim & Jeans, Serupa Tapi Tak Sama]. ''detikcom''.</ref> | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Denim&oldid=27998125 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27998125 (2025-10-16T03:38:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.15

Denim adalah kain katun yang kokoh dengan benang pakan melewati dua atau lebih benang lungsin. Kain yang digunakan menghadap sisi benang lungsin.[1] Penggunaan silang kepar menghasilkan pola serong yang membedakannya dengan kain kanvas duk. Pendahulu denim, kain dungaree, telah diproduksi di India selama beratus-ratus tahun.[2] Denim yang paling umum dijumpai adalah denim berwarna indigo, dengan benang lungsinya yang telah dicelup warna dan benang pakannya dibiarkan putih. Sebagai hasil kain yang ditenun menggunakan cara silang kepar, satu sisi kain didominasi dengan benang lungsin berwarna nila, dan sisi benang pakan yang berwarna putih. Hal inilah yang membuat sisi dalam celana jins berwarna putih.[3] Proses pencelupan warna nila yang mempertahankan inti benang lungsin tetap berwarna putih menciptakan kesan pudar yang menjadi ciri khas denim.
Sejarah
Kain denim berasal dari kota Nimes di Perancis. Bahan kain ini mulanya dinamakan Serge de Nimes, lalu disingkat menjadi de Nims, kemudian menjadi denim. Bahan ini merupakan kain katun yang kuat, yang ditenun menggunakan silang kepar. Kain ini memiliki tekstur yang mirip dengan karpet, tetapi lebih tipis dan halus. Kain denim awal-awal hanya memiliki satu pilihan warna, yakni indigo. Akan tetapi, kain ini kemudian diproduksi dalam warna-warna lain seperti hitam, abu-abu, dan banyak lagi.[4]
Referensi
- ↑ Y. E. Mogahzy. Engineering Textiles: Integrating the Design and Manufacture of Textile Products. Woodhead Publishing. 2009. hlm. 362. ISBN 978-1-84569-048-9.
- ↑ Story of Denim Blue Jeans across the Eras.
- ↑ Kassia St. Clair. The Golden Thread: How Fabric Changed History. John Murray. 2018. hlm. 177. ISBN 978-1-4736-5903-2.
- ↑ Denim & Jeans, Serupa Tapi Tak Sama. detikcom.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27998125 (2025-10-16T03:38:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.