Lompat ke isi

Polonium hidrida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29299975; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Polonium hidrida''' (juga dikenal sebagai '''polonium dihidrida''', '''hidrogen polonida''', atau '''polana''') adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] [[Polonium|Po]][[Hidrogen|H]]<sub>2</sub>. Senyawa ini memiliki wujud [[cairan|cair]] pada suhu kamar, menjadikannya [[kalkogenida]] [[hidrogen]] kedua dengan sifat ini setelah [[sifat air|air]]. Senyawa ini sangat tidak stabil secara kimia dan cenderung terurai menjadi [[polonium]] dan hidrogen elemental. Senyawa ini merupakan senyawa yang [[volatilitas (kimia)|mudah menguap]] dan sangat [[labilitas|labil]], yang darinya banyak senyawa [[polonida]] dapat diturunkan. Selain itu, senyawa ini bersifat [[peluruhan radioaktif|radioaktif]].
[[File:Polane.png|thumb|right|280px|Polane]]
 
'''Polonium hidrida''' (juga dikenal sebagai '''polonium dihidrida''', '''hidrogen polonida''', atau '''polana''') adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] [[Polonium|Po]][[Hidrogen|H]]<sub>2</sub>. Senyawa ini memiliki wujud [[cairan|cair]] pada suhu kamar, menjadikannya [[kalkogenida]] [[hidrogen]] kedua dengan sifat ini setelah [[sifat air|air]]. Senyawa ini sangat tidak stabil secara kimia dan cenderung terurai menjadi [[polonium]] dan hidrogen elemental. Senyawa ini merupakan senyawa yang [[volatilitas (kimia)|mudah menguap]] dan sangat [[labilitas|labil]], yang darinya banyak senyawa [[polonida]] dapat diturunkan. Selain itu, senyawa ini bersifat [[peluruhan radioaktif|radioaktif]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polonium+hidrida&oldid=29299975 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


==Pembuatan==
==Pembuatan==
Polonium hidrida tidak dapat diproduksi melalui reaksi langsung dari unsur penyusunnya setelah dipanaskan. Rute sintesis lain yang tidak berhasil mencakup reaksi [[polonium tetraklorida]] (PoCl<sub>4</sub>) dengan [[litium aluminium hidrida]] (LiAlH<sub>4</sub>), yang hanya menghasilkan polonium elemental, serta reaksi [[asam klorida]] dengan [[magnesium polonida]] (MgPo). Fakta bahwa rute sintesis ini tidak berhasil mungkin disebabkan oleh [[radiolisis]] polonium hidrida setelah pembentukannya.
Polonium hidrida tidak dapat diproduksi melalui reaksi langsung dari unsur penyusunnya setelah dipanaskan. Rute sintesis lain yang tidak berhasil mencakup reaksi [[polonium tetraklorida]] (PoCl<sub>4</sub>) dengan [[litium aluminium hidrida]] (LiAlH<sub>4</sub>), yang hanya menghasilkan polonium elemental, serta reaksi [[asam klorida]] dengan [[magnesium polonida]] (MgPo). Fakta bahwa rute sintesis ini tidak berhasil mungkin disebabkan oleh [[radiolisis]] polonium hidrida setelah pembentukannya.<ref>K. W. Bagnall. [https://books.google.com/books?id=8qePsa3V8GQC Advances in Inorganic Chemistry and Radiochemistry]. Academic Press. 1962. hlm. 197–230. ISBN 9780120236046.</ref>


Sejumlah kecil polonium hidrida dapat dibuat dengan mereaksikan asam klorida dengan lembaran [[magnesium]] berlapis polonium. Selain itu, [[difusi]] sejumlah kecil polonium dalam [[paladium]] atau [[platina]] yang jenuh dengan hidrogen (lihat [[paladium hidrida]]) mungkin disebabkan oleh pembentukan dan migrasi polonium hidrida.
Sejumlah kecil polonium hidrida dapat dibuat dengan mereaksikan asam klorida dengan lembaran [[magnesium]] berlapis polonium. Selain itu, [[difusi]] sejumlah kecil polonium dalam [[paladium]] atau [[platina]] yang jenuh dengan hidrogen (lihat [[paladium hidrida]]) mungkin disebabkan oleh pembentukan dan migrasi polonium hidrida.<ref>K. W. Bagnall. [https://books.google.com/books?id=8qePsa3V8GQC Advances in Inorganic Chemistry and Radiochemistry]. Academic Press. 1962. hlm. 197–230. ISBN 9780120236046.</ref>


==Sifat==
==Sifat==
Baris 11: Baris 13:
Senyawa ini seharusnya memiliki sifat yang mirip dengan [[hidrogen selenida]] dan [[hidrogen telurida]], senyawa [[hidrida perbatasan]] lainnya. Senyawa ini diperkirakan menjadi senyawa [[Reaksi endoterm|endotermik]], seperti hidrogen telurida dan hidrogen selenida yang lebih ringan, dan karenanya akan terurai menjadi unsur-unsur penyusunnya, yang melepaskan panas dalam prosesnya. Jumlah panas yang dilepaskan dalam penguraian polonium hidrida adalah lebih dari 100 [[joule per mol|kJ/mol]], yang terbesar dari semua [[kalkogenida]] hidrogen.
Senyawa ini seharusnya memiliki sifat yang mirip dengan [[hidrogen selenida]] dan [[hidrogen telurida]], senyawa [[hidrida perbatasan]] lainnya. Senyawa ini diperkirakan menjadi senyawa [[Reaksi endoterm|endotermik]], seperti hidrogen telurida dan hidrogen selenida yang lebih ringan, dan karenanya akan terurai menjadi unsur-unsur penyusunnya, yang melepaskan panas dalam prosesnya. Jumlah panas yang dilepaskan dalam penguraian polonium hidrida adalah lebih dari 100 [[joule per mol|kJ/mol]], yang terbesar dari semua [[kalkogenida]] hidrogen.


Diprediksi bahwa, seperti kalkogenida hidrogen lainnya, polonium dapat membentuk dua jenis [[garam (kimia)|garam]]: polonida (mengandung [[Ion#Anion dan kation|anion]] Po<sup>2−</sup>) dan satu dari polonium hidrida (mengandung –PoH, yang akan menjadi analog polonium dari [[tiol]], [[selenol]], dan [[telurol]]). Namun, tidak ada garam dari polonium hidrida yang diketahui. Salah satu contoh polonida adalah [[timbal polonida]] (PbPo), yang terjadi secara alami saat [[timbal]] terbentuk dalam [[peluruhan alfa]] polonium.
Diprediksi bahwa, seperti kalkogenida hidrogen lainnya, polonium dapat membentuk dua jenis [[garam (kimia)|garam]]: polonida (mengandung [[Ion#Anion dan kation|anion]] Po<sup>2−</sup>) dan satu dari polonium hidrida (mengandung –PoH, yang akan menjadi analog polonium dari [[tiol]], [[selenol]], dan [[telurol]]). Namun, tidak ada garam dari polonium hidrida yang diketahui. Salah satu contoh polonida adalah [[timbal polonida]] (PbPo), yang terjadi secara alami saat [[timbal]] terbentuk dalam [[peluruhan alfa]] polonium.<ref>F. Weigel. ''Chemie des Poloniums''. ''Angewandte Chemie''. 1959. Vol. 71 (9). hlm. 289–316. doi:10.1002/ange.19590710902.</ref>


Polonium hidrida sulit dibuat karena [[peluruhan radioaktif|radioaktivitas]] polonium dan senyawanya yang ekstrem dan hanya dibuat dalam jumlah renik yang sangat encer. Akibatnya, sifat fisiknya tidak diketahui secara pasti. Juga tidak diketahui apakah polonium hidrida membentuk larutan [[asam]] dalam air seperti homolognya yang lebih ringan, atau apakah ia berperilaku lebih seperti logam hidrida (lihat pula [[hidrogen astatida]]).
Polonium hidrida sulit dibuat karena [[peluruhan radioaktif|radioaktivitas]] polonium dan senyawanya yang ekstrem dan hanya dibuat dalam jumlah renik yang sangat encer. Akibatnya, sifat fisiknya tidak diketahui secara pasti.<ref>K. W. Bagnall. [https://books.google.com/books?id=8qePsa3V8GQC Advances in Inorganic Chemistry and Radiochemistry]. Academic Press. 1962. hlm. 197–230. ISBN 9780120236046.</ref> Juga tidak diketahui apakah polonium hidrida membentuk larutan [[asam]] dalam air seperti homolognya yang lebih ringan, atau apakah ia berperilaku lebih seperti logam hidrida (lihat pula [[hidrogen astatida]]).
 
==Referensi==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polonium+hidrida&oldid=29299975 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29299975 (2026-06-01T00:17:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polonium+hidrida&oldid=29299975 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29299975 (2026-06-01T00:17:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.01

Polane

Polonium hidrida (juga dikenal sebagai polonium dihidrida, hidrogen polonida, atau polana) adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia PoH2. Senyawa ini memiliki wujud cair pada suhu kamar, menjadikannya kalkogenida hidrogen kedua dengan sifat ini setelah air. Senyawa ini sangat tidak stabil secara kimia dan cenderung terurai menjadi polonium dan hidrogen elemental. Senyawa ini merupakan senyawa yang mudah menguap dan sangat labil, yang darinya banyak senyawa polonida dapat diturunkan. Selain itu, senyawa ini bersifat radioaktif.[1]

Pembuatan

Polonium hidrida tidak dapat diproduksi melalui reaksi langsung dari unsur penyusunnya setelah dipanaskan. Rute sintesis lain yang tidak berhasil mencakup reaksi polonium tetraklorida (PoCl4) dengan litium aluminium hidrida (LiAlH4), yang hanya menghasilkan polonium elemental, serta reaksi asam klorida dengan magnesium polonida (MgPo). Fakta bahwa rute sintesis ini tidak berhasil mungkin disebabkan oleh radiolisis polonium hidrida setelah pembentukannya.[2]

Sejumlah kecil polonium hidrida dapat dibuat dengan mereaksikan asam klorida dengan lembaran magnesium berlapis polonium. Selain itu, difusi sejumlah kecil polonium dalam paladium atau platina yang jenuh dengan hidrogen (lihat paladium hidrida) mungkin disebabkan oleh pembentukan dan migrasi polonium hidrida.[3]

Sifat

Polonium hidrida merupakan senyawa yang lebih kovalen daripada kebanyakan logam hidrida karena polonium berada di antara logam dan metaloid serta memiliki beberapa sifat nonlogam. Polonium merupakan senyawa intermediat antara hidrogen halida seperti hidrogen klorida dan logam hidrida seperti stanana.

Senyawa ini seharusnya memiliki sifat yang mirip dengan hidrogen selenida dan hidrogen telurida, senyawa hidrida perbatasan lainnya. Senyawa ini diperkirakan menjadi senyawa endotermik, seperti hidrogen telurida dan hidrogen selenida yang lebih ringan, dan karenanya akan terurai menjadi unsur-unsur penyusunnya, yang melepaskan panas dalam prosesnya. Jumlah panas yang dilepaskan dalam penguraian polonium hidrida adalah lebih dari 100 kJ/mol, yang terbesar dari semua kalkogenida hidrogen.

Diprediksi bahwa, seperti kalkogenida hidrogen lainnya, polonium dapat membentuk dua jenis garam: polonida (mengandung anion Po2−) dan satu dari polonium hidrida (mengandung –PoH, yang akan menjadi analog polonium dari tiol, selenol, dan telurol). Namun, tidak ada garam dari polonium hidrida yang diketahui. Salah satu contoh polonida adalah timbal polonida (PbPo), yang terjadi secara alami saat timbal terbentuk dalam peluruhan alfa polonium.[4]

Polonium hidrida sulit dibuat karena radioaktivitas polonium dan senyawanya yang ekstrem dan hanya dibuat dalam jumlah renik yang sangat encer. Akibatnya, sifat fisiknya tidak diketahui secara pasti.[5] Juga tidak diketahui apakah polonium hidrida membentuk larutan asam dalam air seperti homolognya yang lebih ringan, atau apakah ia berperilaku lebih seperti logam hidrida (lihat pula hidrogen astatida).

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. K. W. Bagnall. Advances in Inorganic Chemistry and Radiochemistry. Academic Press. 1962. hlm. 197–230. ISBN 9780120236046.
  3. K. W. Bagnall. Advances in Inorganic Chemistry and Radiochemistry. Academic Press. 1962. hlm. 197–230. ISBN 9780120236046.
  4. F. Weigel. Chemie des Poloniums. Angewandte Chemie. 1959. Vol. 71 (9). hlm. 289–316. doi:10.1002/ange.19590710902.
  5. K. W. Bagnall. Advances in Inorganic Chemistry and Radiochemistry. Academic Press. 1962. hlm. 197–230. ISBN 9780120236046.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29299975 (2026-06-01T00:17:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.