Defisiensi fosfor: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28925104; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Defisiensi fosfor''' adalah salah satu kondisi [[gangguan tanaman]] yang terjadi akibat kekurangan pasokan unsur fosfor. Fosfor dalam hal ini merujuk pada garam [[fosfat]] (), monohidrogen fosfat (), dan dihidrogen fosfat (). [[Anion]]-anion tersebut mudah saling berkonversi, dengan spesies dominan ditentukan oleh pH larutan atau tanah. Fosfat berperan penting dalam [[biosintesis]] materi genetik serta pembentukan [[Adenosine triphosphate|ATP]], yang esensial bagi kehidupan. Kekurangan fosfor dapat diatasi dengan pemberian sumber fosfor seperti [[tepung tulang]], [[fosfat alam]], pupuk kandang, maupun [[Pupuk|pupuk fosfat]]. | '''Defisiensi fosfor''' adalah salah satu kondisi [[gangguan tanaman]] yang terjadi akibat kekurangan pasokan unsur fosfor. Fosfor dalam hal ini merujuk pada garam [[fosfat]] (), monohidrogen fosfat (), dan dihidrogen fosfat (). [[Anion]]-anion tersebut mudah saling berkonversi, dengan spesies dominan ditentukan oleh pH larutan atau tanah. Fosfat berperan penting dalam [[biosintesis]] materi genetik serta pembentukan [[Adenosine triphosphate|ATP]], yang esensial bagi kehidupan. Kekurangan fosfor dapat diatasi dengan pemberian sumber fosfor seperti [[tepung tulang]], [[fosfat alam]], pupuk kandang, maupun [[Pupuk|pupuk fosfat]].<ref>Heinrich W. Scherer. ''Fertilizers''. Wiley-VCH. 2000. doi:10.1002/14356007.a10_323.pub3.</ref> | ||
== Pada Manusia (Hipofosfatemia) == | == Pada Manusia (Hipofosfatemia) == | ||
Dalam dunia medis, kekurangan fosfor dalam darah disebut sebagai '''[[hipofosfatemia]]'''. Fosfor sangat penting untuk pembentukan tulang, gigi, produksi energi ([[Adenosina trifosfat|ATP]]), dan struktur DNA. | Dalam dunia medis, kekurangan fosfor dalam darah disebut sebagai '''[[hipofosfatemia]]'''. Fosfor sangat penting untuk pembentukan tulang, gigi, produksi energi ([[Adenosina trifosfat|ATP]]), dan struktur DNA.<ref>A. Gaasbeek. ''Hypophosphatemia: an update on its etiology and treatment''. ''The American Journal of Medicine''. 2005. Vol. 118 (10). hlm. 1094–1101. doi:10.1016/j.amjmed.2005.02.014.</ref> | ||
=== Gejala dan Penyebab === | === Gejala dan Penyebab === | ||
Kekurangan fosfor yang parah dapat menyebabkan kelemahan otot, nyeri tulang ([[osteomalasia]]), hingga gangguan saraf. Penyebab utamanya meliputi malnutrisi berat, [[alkoholisme]] kronis, atau gangguan pada ginjal yang menyebabkan pembuangan fosfat berlebih. | Kekurangan fosfor yang parah dapat menyebabkan kelemahan otot, nyeri tulang ([[osteomalasia]]), hingga gangguan saraf. Penyebab utamanya meliputi malnutrisi berat, [[alkoholisme]] kronis, atau gangguan pada ginjal yang menyebabkan pembuangan fosfat berlebih.<ref>[https://ods.od.nih.gov/factsheets/Phosphorus-HealthProfessional/ Phosphorus: Fact Sheet for Health Professionals]. National Institutes of Health.</ref> | ||
== Pada Tumbuhan == | == Pada Tumbuhan == | ||
| Baris 11: | Baris 11: | ||
=== Gejala === | === Gejala === | ||
Pada tanaman, [[fosfor]] (P) dianggap sebagai unsur hara paling penting kedua setelah nitrogen untuk menjaga kesehatan dan fungsi. Fosfor digunakan oleh tanaman dalam berbagai proses seperti [[fotofosforilasi]], transfer genetik, transportasi nutrien, dan membran sel fosfolipid. Di dalam sel tanaman, fungsi-fungsi ini sangat penting; misalnya pada fotofosforilasi, pembentukan energi yang tersimpan pada tanaman merupakan hasil reaksi kimia yang melibatkan fosfor. Fosfor juga merupakan komponen molekuler utama dalam reproduksi genetik. Ketika fosfor hadir dalam jumlah yang tidak memadai, proses genetik seperti pembelahan sel dan pertumbuhan tanaman akan terganggu. Oleh karena itu, tanaman yang kekurangan fosfor dapat mengalami pematangan lebih lambat dibandingkan tanaman dengan kadar fosfor yang cukup. Pertumbuhan terhambat akibat defisiensi fosfor telah dikaitkan dengan ukuran daun yang lebih kecil dan jumlah daun yang lebih sedikit. Defisiensi fosfor juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam penyimpanan karbohidrat. Fotosintesis, fungsi utama sel tanaman yang menghasilkan energi dari cahaya matahari dan air, biasanya tetap berlangsung normal pada kondisi kekurangan fosfor. Namun, pemanfaatan fosfor dalam fungsi sel cenderung melambat. Ketidakseimbangan laju ini pada tanaman yang kekurangan fosfor menyebabkan penumpukan karbohidrat berlebih di dalam tanaman. Penumpukan karbohidrat ini sering terlihat dari penggelapan warna daun. Pada beberapa tanaman, perubahan pigmen daun akibat proses ini dapat membuat daun berwarna ungu tua. | Pada tanaman, [[fosfor]] (P) dianggap sebagai unsur hara paling penting kedua setelah nitrogen untuk menjaga kesehatan dan fungsi. Fosfor digunakan oleh tanaman dalam berbagai proses seperti [[fotofosforilasi]], transfer genetik, transportasi nutrien, dan membran sel fosfolipid.<ref>International Plant Nutrition Institute. ''Functions of phosphorus in plants''. ''Better crops with plant food''. 1999. Vol. 83 (1). hlm. 6–7.</ref> Di dalam sel tanaman, fungsi-fungsi ini sangat penting; misalnya pada fotofosforilasi, pembentukan energi yang tersimpan pada tanaman merupakan hasil reaksi kimia yang melibatkan fosfor. Fosfor juga merupakan komponen molekuler utama dalam reproduksi genetik. Ketika fosfor hadir dalam jumlah yang tidak memadai, proses genetik seperti pembelahan sel dan pertumbuhan tanaman akan terganggu. Oleh karena itu, tanaman yang kekurangan fosfor dapat mengalami pematangan lebih lambat dibandingkan tanaman dengan kadar fosfor yang cukup. Pertumbuhan terhambat akibat defisiensi fosfor telah dikaitkan dengan ukuran daun yang lebih kecil dan jumlah daun yang lebih sedikit.<ref>F. C. B. Zambrosi. ''Sugarcane performance under phosphorus deficiency: physiological responses and genotypic variation''. ''Plant and Soil''. 2014. Vol. 386 (1). hlm. 273–283.</ref> Defisiensi fosfor juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam penyimpanan karbohidrat. Fotosintesis, fungsi utama sel tanaman yang menghasilkan energi dari cahaya matahari dan air, biasanya tetap berlangsung normal pada kondisi kekurangan fosfor. Namun, pemanfaatan fosfor dalam fungsi sel cenderung melambat. Ketidakseimbangan laju ini pada tanaman yang kekurangan fosfor menyebabkan penumpukan karbohidrat berlebih di dalam tanaman. Penumpukan karbohidrat ini sering terlihat dari penggelapan warna daun. Pada beberapa tanaman, perubahan pigmen daun akibat proses ini dapat membuat daun berwarna ungu tua.<ref>September 2023.</ref> | ||
=== Gejala Visual === | === Gejala Visual === | ||
Tumbuhan yang kekurangan fosfor sering menunjukkan warna ungu pada daun tua akibat penumpukan [[antosianin]]. Selain itu, pertumbuhan tanaman akan menjadi kerdil karena terhambatnya pembelahan sel. | Tumbuhan yang kekurangan fosfor sering menunjukkan warna ungu pada daun tua akibat penumpukan [[antosianin]]. Selain itu, pertumbuhan tanaman akan menjadi kerdil karena terhambatnya pembelahan sel.<ref>Petra Marschner. ''Marschner's Mineral Nutrition of Higher Plants''. Academic Press. 2012. ISBN 978-0123849052.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 23: | Baris 20: | ||
* [[Hipofosfatemia]] | * [[Hipofosfatemia]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Defisiensi+fosfor&oldid=28925104 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28925104 (2026-02-04T04:57:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Defisiensi+fosfor&oldid=28925104 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28925104 (2026-02-04T04:57:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.02
Defisiensi fosfor adalah salah satu kondisi gangguan tanaman yang terjadi akibat kekurangan pasokan unsur fosfor. Fosfor dalam hal ini merujuk pada garam fosfat (), monohidrogen fosfat (), dan dihidrogen fosfat (). Anion-anion tersebut mudah saling berkonversi, dengan spesies dominan ditentukan oleh pH larutan atau tanah. Fosfat berperan penting dalam biosintesis materi genetik serta pembentukan ATP, yang esensial bagi kehidupan. Kekurangan fosfor dapat diatasi dengan pemberian sumber fosfor seperti tepung tulang, fosfat alam, pupuk kandang, maupun pupuk fosfat.[1]
Pada Manusia (Hipofosfatemia)
Dalam dunia medis, kekurangan fosfor dalam darah disebut sebagai hipofosfatemia. Fosfor sangat penting untuk pembentukan tulang, gigi, produksi energi (ATP), dan struktur DNA.[2]
Gejala dan Penyebab
Kekurangan fosfor yang parah dapat menyebabkan kelemahan otot, nyeri tulang (osteomalasia), hingga gangguan saraf. Penyebab utamanya meliputi malnutrisi berat, alkoholisme kronis, atau gangguan pada ginjal yang menyebabkan pembuangan fosfat berlebih.[3]
Pada Tumbuhan
Dalam pertanian, fosfor adalah nutrisi makro utama yang dibutuhkan untuk pertumbuhan akar dan pembungaan.
Gejala
Pada tanaman, fosfor (P) dianggap sebagai unsur hara paling penting kedua setelah nitrogen untuk menjaga kesehatan dan fungsi. Fosfor digunakan oleh tanaman dalam berbagai proses seperti fotofosforilasi, transfer genetik, transportasi nutrien, dan membran sel fosfolipid.[4] Di dalam sel tanaman, fungsi-fungsi ini sangat penting; misalnya pada fotofosforilasi, pembentukan energi yang tersimpan pada tanaman merupakan hasil reaksi kimia yang melibatkan fosfor. Fosfor juga merupakan komponen molekuler utama dalam reproduksi genetik. Ketika fosfor hadir dalam jumlah yang tidak memadai, proses genetik seperti pembelahan sel dan pertumbuhan tanaman akan terganggu. Oleh karena itu, tanaman yang kekurangan fosfor dapat mengalami pematangan lebih lambat dibandingkan tanaman dengan kadar fosfor yang cukup. Pertumbuhan terhambat akibat defisiensi fosfor telah dikaitkan dengan ukuran daun yang lebih kecil dan jumlah daun yang lebih sedikit.[5] Defisiensi fosfor juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam penyimpanan karbohidrat. Fotosintesis, fungsi utama sel tanaman yang menghasilkan energi dari cahaya matahari dan air, biasanya tetap berlangsung normal pada kondisi kekurangan fosfor. Namun, pemanfaatan fosfor dalam fungsi sel cenderung melambat. Ketidakseimbangan laju ini pada tanaman yang kekurangan fosfor menyebabkan penumpukan karbohidrat berlebih di dalam tanaman. Penumpukan karbohidrat ini sering terlihat dari penggelapan warna daun. Pada beberapa tanaman, perubahan pigmen daun akibat proses ini dapat membuat daun berwarna ungu tua.[6]
Gejala Visual
Tumbuhan yang kekurangan fosfor sering menunjukkan warna ungu pada daun tua akibat penumpukan antosianin. Selain itu, pertumbuhan tanaman akan menjadi kerdil karena terhambatnya pembelahan sel.[7]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Heinrich W. Scherer. Fertilizers. Wiley-VCH. 2000. doi:10.1002/14356007.a10_323.pub3.
- ↑ A. Gaasbeek. Hypophosphatemia: an update on its etiology and treatment. The American Journal of Medicine. 2005. Vol. 118 (10). hlm. 1094–1101. doi:10.1016/j.amjmed.2005.02.014.
- ↑ Phosphorus: Fact Sheet for Health Professionals. National Institutes of Health.
- ↑ International Plant Nutrition Institute. Functions of phosphorus in plants. Better crops with plant food. 1999. Vol. 83 (1). hlm. 6–7.
- ↑ F. C. B. Zambrosi. Sugarcane performance under phosphorus deficiency: physiological responses and genotypic variation. Plant and Soil. 2014. Vol. 386 (1). hlm. 273–283.
- ↑ September 2023.
- ↑ Petra Marschner. Marschner's Mineral Nutrition of Higher Plants. Academic Press. 2012. ISBN 978-0123849052.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28925104 (2026-02-04T04:57:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.