Lompat ke isi

Ondol: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27035655; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Korea-Seoul-Namsangol-03.jpg|thumb|right|280px|Korea-Seoul-Namsangol-03]]
'''Ondol''' atau '''gudeul''', adalah sistem [[pemanas]] ruangan tradisional [[Korea]]. Ondol bermanfaat mentransfer panas yang dihasilkan pembakaran kayu dari tungku pembakaran yang dialirkan dari sekat-sekat yang dibuat di bawah lantai. Pada penggunaan pada zaman modern, ondol mengacu pada segala macam pemanas bawah tanah, baik di [[hotel]] maupun di [[rumah]] gaya Barat di Korea.
'''Ondol''' atau '''gudeul''', adalah sistem [[pemanas]] ruangan tradisional [[Korea]]. Ondol bermanfaat mentransfer panas yang dihasilkan pembakaran kayu dari tungku pembakaran yang dialirkan dari sekat-sekat yang dibuat di bawah lantai. Pada penggunaan pada zaman modern, ondol mengacu pada segala macam pemanas bawah tanah, baik di [[hotel]] maupun di [[rumah]] gaya Barat di Korea.


Baris 5: Baris 7:
== Sejarah ==
== Sejarah ==
=== Penggunaan awal ===
=== Penggunaan awal ===
Situs ondol tertua ditemukan di sebuah situs arkeologis zaman perunggu yang bertarikh sekitar 1000 SM di Unggi, provinsi [[Hamgyeong Utara]], [[Korea Utara]]. Dari situs itu deitemukan sisa gudeul di situs permukiman purba.
Situs ondol tertua ditemukan di sebuah situs arkeologis zaman perunggu yang bertarikh sekitar 1000 SM di Unggi, provinsi [[Hamgyeong Utara]], [[Korea Utara]]. Dari situs itu deitemukan sisa gudeul di situs permukiman purba.<ref>[http://k.daum.net/qna/view.html?qid=3FhCO&l_cid=&l_st= History of Ondol].</ref>
 
Istilah "gudeul" sebenarnya lebih digunakan semenjak 2000 tahun lalu di Korea, sementara istilah "ondol" baru muncul sekitar abad ke-19. Berdasarkan penelitian sejarawan ''Son Jintae'' (1900 - hilang semasa [[Perang Korea]] 1950-1953), Gudeul berasal dari kata ''guun-dol'', yang artinya batu yang dipanaskan, dan pengucapannya berubah dari ''gudol'' atau ''gudul'' ke bentuk ''gudeul''. Istilah ondol didapatkan dari karakter [[hanja]] dari [[bahasa Tionghoa]].


Istilah "gudeul" sebenarnya lebih digunakan semenjak 2000 tahun lalu di Korea, sementara istilah "ondol" baru muncul sekitar abad ke-19.<ref>[http://report.empas.com/report/view.hcam?no=3612655&PHPSESSID=032d8e6e552f8daa593d0e88b896f602 Etymology of Ondol].</ref> Berdasarkan penelitian sejarawan ''Son Jintae'' (1900 - hilang semasa [[Perang Korea]] 1950-1953), Gudeul berasal dari kata ''guun-dol'', yang artinya batu yang dipanaskan, dan pengucapannya berubah dari ''gudol'' atau ''gudul'' ke bentuk ''gudeul''. Istilah ondol didapatkan dari karakter [[hanja]] dari [[bahasa Tionghoa]].


== Ondol modern ==
== Ondol modern ==
Ondol sudah digunakan sejak lama oleh orang Korea untuk menghangatkan rumah bagi kegiatan sehari-hari seperti makan, duduk, dan tidur pada zaman dahulu, kemudian sampai gaya rumah yang bergaya barat pada zaman sekarang. Ondol tradisional menggunakan bahan bakar [[kayu]] api kering, [[batu bara]], jerami, ataupun sampah pertanian. Untuk memasak dalam jangka waktu sebentar jerami padi dan sampah pertanian umumnya digunakan, sementara untuk memasak dalam waktu lama dan juga menghangatkan rumah digunakan kayu api. Bahan bakar diisi jarang-jarang atau sering (2-5 kali sehari), tergantung kondisi musim dan frekuensi waktu memasak.
Ondol sudah digunakan sejak lama oleh orang Korea untuk menghangatkan rumah bagi kegiatan sehari-hari seperti makan, duduk, dan tidur pada zaman dahulu, kemudian sampai gaya rumah yang bergaya barat pada zaman sekarang. Ondol tradisional menggunakan bahan bakar [[kayu]] api kering, [[batu bara]], jerami, ataupun sampah pertanian. Untuk memasak dalam jangka waktu sebentar jerami padi dan sampah pertanian umumnya digunakan, sementara untuk memasak dalam waktu lama dan juga menghangatkan rumah digunakan kayu api. Bahan bakar diisi jarang-jarang atau sering (2-5 kali sehari), tergantung kondisi musim dan frekuensi waktu memasak.


Baris 17: Baris 17:


== Galeri ==
== Galeri ==


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ondol&oldid=27035655 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27035655 (2025-03-15T11:00:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ondol&oldid=27035655 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27035655 (2025-03-15T11:00:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 09.01

Korea-Seoul-Namsangol-03

Ondol atau gudeul, adalah sistem pemanas ruangan tradisional Korea. Ondol bermanfaat mentransfer panas yang dihasilkan pembakaran kayu dari tungku pembakaran yang dialirkan dari sekat-sekat yang dibuat di bawah lantai. Pada penggunaan pada zaman modern, ondol mengacu pada segala macam pemanas bawah tanah, baik di hotel maupun di rumah gaya Barat di Korea.

Komponen-komponen penting dari ondol tradisional adalah perapian (agungi; 아궁이) yang digabungkan dengan ruangan (umumnya kamar tidur dan dapur) yang dilengkapi dengan saluran horizontal di bawah lantai guna mengalirkan udara hangat dan cerobong asap vertikal.

Sejarah

Penggunaan awal

Situs ondol tertua ditemukan di sebuah situs arkeologis zaman perunggu yang bertarikh sekitar 1000 SM di Unggi, provinsi Hamgyeong Utara, Korea Utara. Dari situs itu deitemukan sisa gudeul di situs permukiman purba.[1]

Istilah "gudeul" sebenarnya lebih digunakan semenjak 2000 tahun lalu di Korea, sementara istilah "ondol" baru muncul sekitar abad ke-19.[2] Berdasarkan penelitian sejarawan Son Jintae (1900 - hilang semasa Perang Korea 1950-1953), Gudeul berasal dari kata guun-dol, yang artinya batu yang dipanaskan, dan pengucapannya berubah dari gudol atau gudul ke bentuk gudeul. Istilah ondol didapatkan dari karakter hanja dari bahasa Tionghoa.

Ondol modern

Ondol sudah digunakan sejak lama oleh orang Korea untuk menghangatkan rumah bagi kegiatan sehari-hari seperti makan, duduk, dan tidur pada zaman dahulu, kemudian sampai gaya rumah yang bergaya barat pada zaman sekarang. Ondol tradisional menggunakan bahan bakar kayu api kering, batu bara, jerami, ataupun sampah pertanian. Untuk memasak dalam jangka waktu sebentar jerami padi dan sampah pertanian umumnya digunakan, sementara untuk memasak dalam waktu lama dan juga menghangatkan rumah digunakan kayu api. Bahan bakar diisi jarang-jarang atau sering (2-5 kali sehari), tergantung kondisi musim dan frekuensi waktu memasak.

Ondol tradisional dekat dengan tungku pembakaran dan lebih dikhususkan buat menghangatkan orang tua dan tamu yang dihormati. Kekurangan ondol konvensional adalah terbatasnya ruangan yang bisa dihangatkan serta dapat terjadinya penghangatan berlebih, asap pembakaran yang mengandung karbon monoksida yang menyebabkan polusi. Karena alasan inilah kini rumah modern di Korea mulai menggunakan ondol yang ramah lingkungan semenjak tahun 1960-an dengan menghubungkan lantai dengan sistem pemanas air atau pemanas elektrik. Saat ini ondol telah digunakan di kota-kota besar, sementara di daerah masih ada yang memakai ondol konvensional.

Galeri

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27035655 (2025-03-15T11:00:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.