Residu: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28399866; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[kimia]] '''residu''' atau '''latak''' adalah segala sesuatu yang tertinggal, tersisa atau berperan sebagai kontaminan dalam suatu proses kimia tertentu. Residu terkadang dapat disamakan dengan '''ampas''' atau '''pengotor'''. | [[File:Stearoptene_residue_obtained_by_Lemon_Essential_oil_distillation.jpg|thumb|right|280px|Stearoptene residue obtained by Lemon Essential oil distillation]] | ||
Dalam [[kimia]] '''residu''' atau '''latak''' adalah segala sesuatu yang tertinggal, tersisa atau berperan sebagai kontaminan dalam suatu proses kimia tertentu. Residu terkadang dapat disamakan dengan '''ampas''' atau '''pengotor'''.<sup class="reference" id="wu-cite-1">[[#wu-ref-1|[1]]]</sup> | |||
Residu mungkin dapat berupa materi yang tersisa setelah proses penyiapan, pemisahan, atau pemurnian, seperti [[distilasi]], [[penguapan]], atau [[filtrasi]]. Istilah ini juga dapat merujuk pada produk sampingan yang tidak diinginkan dari suatu [[reaksi kimia]]. Bergantung pada nilai kegunaannya, residu tersebut mungkin dapat digunakan kembali dalam proses lainnya agar menghasilkan produk yang lebih menguntungkan atau hanya sebagai limbah pengotor yang tidak berguna. | Residu mungkin dapat berupa materi yang tersisa setelah proses penyiapan, pemisahan, atau pemurnian, seperti [[distilasi]], [[penguapan]], atau [[filtrasi]]. Istilah ini juga dapat merujuk pada produk sampingan yang tidak diinginkan dari suatu [[reaksi kimia]]. Bergantung pada nilai kegunaannya, residu tersebut mungkin dapat digunakan kembali dalam proses lainnya agar menghasilkan produk yang lebih menguntungkan atau hanya sebagai limbah pengotor yang tidak berguna. | ||
| Baris 6: | Baris 8: | ||
== Kimia lingkungan dan pangan == | == Kimia lingkungan dan pangan == | ||
Dalam [[kimia lingkungan]] dan [[ekologi]], residu utamanya merujuk pada suatu zat berbahaya (seperti [[residu pestisida]]), yang dapat terkandung dalam [[udara]], [[tanah]], [[pangan]], [[tumbuhan]], [[hewan]] atau [[pakan]] hewan. Melalui pangan, residu berbahaya tersebut dapat pula mengkontaminasi manusia melalui jaringan [[rantai makanan]]. Paparan residu ini pada makhluk hidup secara umum lebih sering terjadi melalui konsumsi bahan pangan yang ditanam dengan perlakuan bahan kimia berbahaya seperti [[pestisida]], yang ditanam atau diproses di tempat yang dekat dengan area berpestisida.<sup class="reference" id="wu-cite-2">[[#wu-ref-2|[2]]]</sup> | |||
Senyawa kimiawi yang persisten dapat terakumulasi di dalam [[rantai makanan]] tanpa terurai, dan telah terdeteksi dalam berbagai [[produk hewan]] seperti [[daging sapi]], [[daging ayam]], [[telur ayam]], serta [[daging ikan]].<sup class="reference" id="wu-cite-3">[[#wu-ref-3|[3]]]</sup> | |||
Residu kimia beracun, limbah atau kontaminasi dari proses lain, menjadi perhatian dalam keamanan pangan. Sebagai contoh, [[Food and Drug Administration]] (FDA) memiliki pedoman untuk mendeteksi residu kimia yang mungkin berbahaya untuk dikonsumsi.<sup class="reference" id="wu-cite-4">[[#wu-ref-4|[4]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-5">[[#wu-ref-5|[5]]]</sup> Setiap negara memiliki [[kebijakan pertanian]] masing-masing mengenai batas residu maksimum dan asupan harian yang dapat diterima. Kadar [[bahan tambahan makanan|bahan kimia pangan]] yang diizinkan bervariasi di setiap negara karena bentuk pertanian berbeda-beda tergantung pada wilayah dan kondisi [[iklim]] dan [[geografi]]. | |||
Residu kimia beracun, limbah atau kontaminasi dari proses lain, menjadi perhatian dalam keamanan pangan. Sebagai contoh, [[Food and Drug Administration]] (FDA) memiliki pedoman untuk mendeteksi residu kimia yang mungkin berbahaya untuk dikonsumsi. Setiap negara memiliki [[kebijakan pertanian]] masing-masing mengenai batas residu maksimum dan asupan harian yang dapat diterima. Kadar [[bahan tambahan makanan|bahan kimia pangan]] yang diizinkan bervariasi di setiap negara karena bentuk pertanian berbeda-beda tergantung pada wilayah dan kondisi [[iklim]] dan [[geografi]]. | |||
== Biokimia == | == Biokimia == | ||
Dalam [[biokimia]] dan [[biologi molekuler]], residu mengacu pada [[monomer]] tertentu dalam [[polimer|rantai polimer]] dari [[polisakarida]], [[protein]] atau [[asam nukleat]].<sup class="reference" id="wu-cite-6">[[#wu-ref-6|[6]]]</sup> Orang mungkin mengatakan, "''[[Protein]] ini terdiri dari 118 residu [[asam amino]]''" atau "''Residu [[histidin]] dianggap basa karena mengandung cincin [[imidazola]].''" Perhatikan bahwa residu berbeda dengan [[gugus fungsional|bagian]], yang, dalam contoh di atas terbentuk oleh ''cincin imidazola'' atau ''bagian imidazola''. | |||
Konsep yang menyarankan istilah ini kemungkinan berasal dari reaksi [[kondensasi]] di mana kelas seperti blok pembangun [[monomer]]ik, seperti [[asam amino]] atau monosakarida, dirangkai untuk membentuk rantai polimer, seperti [[polisakarida]] atau [[peptida]]; beberapa atom, biasanya dalam bentuk molekul air, yang dikeluarkan dari masing-masing blok pembangun, hanya menyisakan "residu" dari blok pembangun tersebut, yang menghasilkan produk jadi. Sebuah residu mungkin merupakan salah satu asam amino dalam [[polipeptida]] atau salah satu [[monosakarida]] dalam molekul [[pati]].<sup class="reference" id="wu-cite-7">[[#wu-ref-7|[7]]]</sup> | |||
Konsep yang menyarankan istilah ini kemungkinan berasal dari reaksi [[kondensasi]] di mana kelas seperti blok pembangun [[monomer]]ik, seperti [[asam amino]] atau monosakarida, dirangkai untuk membentuk rantai polimer, seperti [[polisakarida]] atau [[peptida]]; beberapa atom, biasanya dalam bentuk molekul air, yang dikeluarkan dari masing-masing blok pembangun, hanya menyisakan "residu" dari blok pembangun tersebut, yang menghasilkan produk jadi. Sebuah residu mungkin merupakan salah satu asam amino dalam [[polipeptida]] atau salah satu [[monosakarida]] dalam molekul [[pati]]. | |||
Sebuah protein atau polipeptida yang tersusun dari asam amino dihubungkan oleh [[ikatan peptida]], asam amino sebagai satuan monomer dari polipeptida. Urutan asam amino dalam protein yang dikenal sebagai struktur utama protein tersebut. Urutan spesifik asam amino dalam protein menentukan struktur tiga dimensi dan akhirnya fungsinya. Asam amino diberi nomor berurutan, dimulai dari gugus ujung amino [[polipeptida]]. Misalnya, asam amino 45 dalam urutan tersebut akan diidentifikasi sebagai ''residu 45''. Sering kali, para ilmuwan menyebut residu individu menggunakan kedua nama asam amino dan posisinya. Oleh karena itu, jika residu nomor 45 dalam urutan polipeptida tertentu adalah [[asparagin]], residu tersebut akan disebut sebagai asparagin-45. | Sebuah protein atau polipeptida yang tersusun dari asam amino dihubungkan oleh [[ikatan peptida]], asam amino sebagai satuan monomer dari polipeptida. Urutan asam amino dalam protein yang dikenal sebagai struktur utama protein tersebut. Urutan spesifik asam amino dalam protein menentukan struktur tiga dimensi dan akhirnya fungsinya. Asam amino diberi nomor berurutan, dimulai dari gugus ujung amino [[polipeptida]]. Misalnya, asam amino 45 dalam urutan tersebut akan diidentifikasi sebagai ''residu 45''. Sering kali, para ilmuwan menyebut residu individu menggunakan kedua nama asam amino dan posisinya. Oleh karena itu, jika residu nomor 45 dalam urutan polipeptida tertentu adalah [[asparagin]], residu tersebut akan disebut sebagai asparagin-45. | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Distilasi]] | * [[Distilasi]] | ||
* [[Reaksi kimia]] | * [[Reaksi kimia]] | ||
| Baris 30: | Baris 27: | ||
* [[Limbah]] | * [[Limbah]] | ||
* [[Polusi]] | * [[Polusi]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<ol class="references wiki-unissula-manual-references"> | |||
<li id="wu-ref-1">[http://kbbi.web.id/residu Arti kata residu - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-1|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-2">[http://cfpub.epa.gov/eroe/index.cfm?fuseaction=detail.viewInd&lv=list.listByAlpha&r=224028&subtop=312 Pesticide Residue]. Environmental Protection Agency. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-2|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-3">Stephen W.C. Chung, Benedict L.S. Chen. ''Determination of organochlorine pesticide residues in fatty foods: A critical review on the analytical methods and their testing capabilities''. ''Journal of Chromatography A''. 2011. Vol. 1218 (33). hlm. 5555–5567. doi:10.1016/j.chroma.2011.06.066. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-3|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-4">[http://www.fda.gov/Food/FoodScienceResearch/LaboratoryMethods/ucm2006950.htm Drug & Chemical Residues Methods]. U.S. Food and Drug Administration. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-4|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-5">Sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-5|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-6">Voet, Donald; Voet, Judith G.; and Pratt, Charlotte W. (2002). ''Fundamentals of Biochemistry'', updated edition. New York: Wiley. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-6|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-7">Berg, Jeremy M.; Tymoczko, John L.; and Stryer, Lubert (2002). ''Biochemistry'', 5th ed. New York: W. H. Freeman. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-7|↑]]</span></li> | |||
</ol> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Residu&oldid=28399866 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28399866 (2025-11-10T11:26:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 09.13

Dalam kimia residu atau latak adalah segala sesuatu yang tertinggal, tersisa atau berperan sebagai kontaminan dalam suatu proses kimia tertentu. Residu terkadang dapat disamakan dengan ampas atau pengotor.[1]
Residu mungkin dapat berupa materi yang tersisa setelah proses penyiapan, pemisahan, atau pemurnian, seperti distilasi, penguapan, atau filtrasi. Istilah ini juga dapat merujuk pada produk sampingan yang tidak diinginkan dari suatu reaksi kimia. Bergantung pada nilai kegunaannya, residu tersebut mungkin dapat digunakan kembali dalam proses lainnya agar menghasilkan produk yang lebih menguntungkan atau hanya sebagai limbah pengotor yang tidak berguna.
Misalnya, ketika menyaring dari campuran air dan pasir, pasir yang tetap tertinggal pada kertas saring merupakan residu, dan air yang melewati penyaring tersebut disebut sebagai filtrat. Juga, setelah distilasi minyak mentah, akan menghasilkan residu. Residu ini dapat digunakan kembali, seperti misalnya, pada produksi bahan bakar minyak.
Kimia lingkungan dan pangan
Dalam kimia lingkungan dan ekologi, residu utamanya merujuk pada suatu zat berbahaya (seperti residu pestisida), yang dapat terkandung dalam udara, tanah, pangan, tumbuhan, hewan atau pakan hewan. Melalui pangan, residu berbahaya tersebut dapat pula mengkontaminasi manusia melalui jaringan rantai makanan. Paparan residu ini pada makhluk hidup secara umum lebih sering terjadi melalui konsumsi bahan pangan yang ditanam dengan perlakuan bahan kimia berbahaya seperti pestisida, yang ditanam atau diproses di tempat yang dekat dengan area berpestisida.[2]
Senyawa kimiawi yang persisten dapat terakumulasi di dalam rantai makanan tanpa terurai, dan telah terdeteksi dalam berbagai produk hewan seperti daging sapi, daging ayam, telur ayam, serta daging ikan.[3]
Residu kimia beracun, limbah atau kontaminasi dari proses lain, menjadi perhatian dalam keamanan pangan. Sebagai contoh, Food and Drug Administration (FDA) memiliki pedoman untuk mendeteksi residu kimia yang mungkin berbahaya untuk dikonsumsi.[4][5] Setiap negara memiliki kebijakan pertanian masing-masing mengenai batas residu maksimum dan asupan harian yang dapat diterima. Kadar bahan kimia pangan yang diizinkan bervariasi di setiap negara karena bentuk pertanian berbeda-beda tergantung pada wilayah dan kondisi iklim dan geografi.
Biokimia
Dalam biokimia dan biologi molekuler, residu mengacu pada monomer tertentu dalam rantai polimer dari polisakarida, protein atau asam nukleat.[6] Orang mungkin mengatakan, "Protein ini terdiri dari 118 residu asam amino" atau "Residu histidin dianggap basa karena mengandung cincin imidazola." Perhatikan bahwa residu berbeda dengan bagian, yang, dalam contoh di atas terbentuk oleh cincin imidazola atau bagian imidazola.
Konsep yang menyarankan istilah ini kemungkinan berasal dari reaksi kondensasi di mana kelas seperti blok pembangun monomerik, seperti asam amino atau monosakarida, dirangkai untuk membentuk rantai polimer, seperti polisakarida atau peptida; beberapa atom, biasanya dalam bentuk molekul air, yang dikeluarkan dari masing-masing blok pembangun, hanya menyisakan "residu" dari blok pembangun tersebut, yang menghasilkan produk jadi. Sebuah residu mungkin merupakan salah satu asam amino dalam polipeptida atau salah satu monosakarida dalam molekul pati.[7]
Sebuah protein atau polipeptida yang tersusun dari asam amino dihubungkan oleh ikatan peptida, asam amino sebagai satuan monomer dari polipeptida. Urutan asam amino dalam protein yang dikenal sebagai struktur utama protein tersebut. Urutan spesifik asam amino dalam protein menentukan struktur tiga dimensi dan akhirnya fungsinya. Asam amino diberi nomor berurutan, dimulai dari gugus ujung amino polipeptida. Misalnya, asam amino 45 dalam urutan tersebut akan diidentifikasi sebagai residu 45. Sering kali, para ilmuwan menyebut residu individu menggunakan kedua nama asam amino dan posisinya. Oleh karena itu, jika residu nomor 45 dalam urutan polipeptida tertentu adalah asparagin, residu tersebut akan disebut sebagai asparagin-45.
Lihat pula
Pranala luar
Referensi
- Arti kata residu - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online ↑
- Pesticide Residue. Environmental Protection Agency. ↑
- Stephen W.C. Chung, Benedict L.S. Chen. Determination of organochlorine pesticide residues in fatty foods: A critical review on the analytical methods and their testing capabilities. Journal of Chromatography A. 2011. Vol. 1218 (33). hlm. 5555–5567. doi:10.1016/j.chroma.2011.06.066. ↑
- Drug & Chemical Residues Methods. U.S. Food and Drug Administration. ↑
- Sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia. ↑
- Voet, Donald; Voet, Judith G.; and Pratt, Charlotte W. (2002). Fundamentals of Biochemistry, updated edition. New York: Wiley. ↑
- Berg, Jeremy M.; Tymoczko, John L.; and Stryer, Lubert (2002). Biochemistry, 5th ed. New York: W. H. Freeman. ↑
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28399866 (2025-11-10T11:26:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.