Lompat ke isi

Kimia material: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25126116; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''[[Kimia]] material''' adalah cabang [[ilmu]] kimia yang mempelajari bahan-bahan [[Senyawa organik|organik]], [[anorganik]], dan struktur zat suatu bahan kimia.
'''[[Kimia]] material''' adalah cabang [[ilmu]] kimia yang mempelajari bahan-bahan [[Senyawa organik|organik]], [[anorganik]], dan struktur zat suatu bahan kimia.<ref>[https://www.helsinki.fi/en/faculty-science/faculty/department-chemistry/research-chemistry Research in chemistry Faculty of Science University of Helsinki]. ''www.helsinki.fi''.</ref>


Terdapat perbedaan yang mendasar antara [[materi]] yang telah dikenal dalam kimia dan istilah material yang terdapat dalam kimia material. Ilmu kimia mempelajari sifat materi, baik itu intensif maupun sifat ekstensifnya. Akan tetapi dalam kimia material dikaji sifat-sifat materi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai fungsi tertentu. Misalnya sifat-sifat tertentu dari bahan unsur [[metaloid]] ([[silikon]], [[germanium]], dan [[arsen]]) yang dapat dimanfaatkan sebagai material [[semikonduktor]]. Klasifikasi material berdasarkan jenisnya, yaitu:
Terdapat perbedaan yang mendasar antara [[materi]] yang telah dikenal dalam kimia dan istilah material yang terdapat dalam kimia material. Ilmu kimia mempelajari sifat materi, baik itu intensif maupun sifat ekstensifnya. Akan tetapi dalam kimia material dikaji sifat-sifat materi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai fungsi tertentu. Misalnya sifat-sifat tertentu dari bahan unsur [[metaloid]] ([[silikon]], [[germanium]], dan [[arsen]]) yang dapat dimanfaatkan sebagai material [[semikonduktor]]. Klasifikasi material berdasarkan jenisnya, yaitu:
Baris 13: Baris 13:
# [[Estetis]], semata-mata aksesoris saja dan tidak memerlukan [[teknologi]]
# [[Estetis]], semata-mata aksesoris saja dan tidak memerlukan [[teknologi]]
#Struktur, mulai digunakan teknologi yang harus mempertimbangkan sifat-sifat mekanik yaitu [[plastisitas]], kekerasan, [[densitas]], dan sebagainya
#Struktur, mulai digunakan teknologi yang harus mempertimbangkan sifat-sifat mekanik yaitu [[plastisitas]], kekerasan, [[densitas]], dan sebagainya
#Fungsional, materi yang berfungsi dalam melakukan tugas tertentu, misalnya mengubah [[energi]] [[listrik]] menjadi energi [[cahaya]] (pada lampu [[neon]]), menahan panas dan fungsi yang lebih tinggi lagi, yang dikenal dengan material cerdas, yaitu yang mempunyai fungsi tertentu yang digunakan sebagai contoh sensor dan [[actuator]].
#Fungsional, materi yang berfungsi dalam melakukan tugas tertentu, misalnya mengubah [[energi]] [[listrik]] menjadi energi [[cahaya]] (pada lampu [[neon]]), menahan panas dan fungsi yang lebih tinggi lagi, yang dikenal dengan material cerdas, yaitu yang mempunyai fungsi tertentu yang digunakan sebagai contoh sensor dan [[actuator]].<ref>http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._KIMIA/196802161994022-SOJA_SITI_FATIMAH/Material_Chemistry/pengantar_kimia_material_.pdf</ref>
 
== Catatan kaki ==
 


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia+material&oldid=25126116 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25126116 (2024-01-04T17:09:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia+material&oldid=25126116 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25126116 (2024-01-04T17:09:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.53

Kimia material adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari bahan-bahan organik, anorganik, dan struktur zat suatu bahan kimia.[1]

Terdapat perbedaan yang mendasar antara materi yang telah dikenal dalam kimia dan istilah material yang terdapat dalam kimia material. Ilmu kimia mempelajari sifat materi, baik itu intensif maupun sifat ekstensifnya. Akan tetapi dalam kimia material dikaji sifat-sifat materi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai fungsi tertentu. Misalnya sifat-sifat tertentu dari bahan unsur metaloid (silikon, germanium, dan arsen) yang dapat dimanfaatkan sebagai material semikonduktor. Klasifikasi material berdasarkan jenisnya, yaitu:

  1. Logam dan alloy
  2. Polimer dan komposit
  3. Keramik (material semen dan kaca)
  4. Material alamiah (kayu dan karet)
  5. Material elektronik dan semikonduktor

Klasifikasi material berdasarkan fungsi yaitu:

  1. Estetis, semata-mata aksesoris saja dan tidak memerlukan teknologi
  2. Struktur, mulai digunakan teknologi yang harus mempertimbangkan sifat-sifat mekanik yaitu plastisitas, kekerasan, densitas, dan sebagainya
  3. Fungsional, materi yang berfungsi dalam melakukan tugas tertentu, misalnya mengubah energi listrik menjadi energi cahaya (pada lampu neon), menahan panas dan fungsi yang lebih tinggi lagi, yang dikenal dengan material cerdas, yaitu yang mempunyai fungsi tertentu yang digunakan sebagai contoh sensor dan actuator.[2]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25126116 (2024-01-04T17:09:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.