Kebutuhan oksigen hayati: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27516191; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Kebutuhan Oksigen Biokimia (KOB)''' atau '''Kebutuhan Oksigen Hayati''' (KOH) (''Biochemical Oxygen Demand'', disingkat '''BOD''') adalah analisis empiris untuk mengukur proses-proses [[biologis]] (khususnya aktivitas [[mikroorganisme]] yang berlangsung di dalam air. Nilai KOB merupakan suatu pendekatan umum yang menunjukkan jumlah [[oksigen]] yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan [[zat]] organik terlarut dan sebagian zat-zat organik yang tersuspensi di dalam air. Di dalam pemantauan kualitas air, KOB merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat pencemaran air. Pengukuran parameter ini dapat dilakukan pada air minum maupun air buangan. | [[File:BOD_test_bottles_(biological_oxygen_demand)_(3231600029).jpg|thumb|right|280px|BOD test bottles (biological oxygen demand) (3231600029)]] | ||
'''Kebutuhan Oksigen Biokimia (KOB)''' atau '''Kebutuhan Oksigen Hayati''' (KOH) (''Biochemical Oxygen Demand'', disingkat '''BOD''') adalah analisis empiris untuk mengukur proses-proses [[biologis]] (khususnya aktivitas [[mikroorganisme]] yang berlangsung di dalam air. Nilai KOB merupakan suatu pendekatan umum yang menunjukkan jumlah [[oksigen]] yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan [[zat]] organik terlarut dan sebagian zat-zat organik yang tersuspensi di dalam air.<ref>Sybil, P Parker. ''McGraw-Hill Dictionary of Biology''. McGraw-Hill Company. 1984.</ref> Di dalam pemantauan kualitas air, KOB merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat pencemaran air. Pengukuran parameter ini dapat dilakukan pada air minum maupun air buangan. | |||
== Latar Belakang == | == Latar Belakang == | ||
Suatu badan air pada umunya mengandung mikroorganisme yang berutugas untuk menguraikan buangan organik yang ada pada air. Jumlahnya berubah-ubah, tergantung pada tingkat kebersihan air tersebut. Jumlah mikroorganisme pada air yang tercemar bahan buangan biasanya lebih banyak dari air bersih, tetapi bila air tersebut tercemar oleh bahan-bahan kimia yang bersifat antiseptik maka jumlah mikroorganismenya juga relatif lebih sedikit. Apabila hal ini terjadi, maka diperlukan penambahaan mikroorganisme yang dapat hidup pada lingkungan tercemar tersebut. | Suatu badan air pada umunya mengandung mikroorganisme yang berutugas untuk menguraikan buangan organik yang ada pada air. Jumlahnya berubah-ubah, tergantung pada tingkat kebersihan air tersebut. Jumlah mikroorganisme pada air yang tercemar bahan buangan biasanya lebih banyak dari air bersih, tetapi bila air tersebut tercemar oleh bahan-bahan kimia yang bersifat antiseptik maka jumlah mikroorganismenya juga relatif lebih sedikit. Apabila hal ini terjadi, maka diperlukan penambahaan mikroorganisme yang dapat hidup pada lingkungan tercemar tersebut.<ref>Wisnu Arya Wardhana. ''Dampak Pencemaran Lingkungan''. Andi. 1995. ISBN 979-533-700-9.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebutuhan+oksigen+hayati&oldid=27516191 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27516191 (2025-07-09T04:01:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.53

Kebutuhan Oksigen Biokimia (KOB) atau Kebutuhan Oksigen Hayati (KOH) (Biochemical Oxygen Demand, disingkat BOD) adalah analisis empiris untuk mengukur proses-proses biologis (khususnya aktivitas mikroorganisme yang berlangsung di dalam air. Nilai KOB merupakan suatu pendekatan umum yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan zat organik terlarut dan sebagian zat-zat organik yang tersuspensi di dalam air.[1] Di dalam pemantauan kualitas air, KOB merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat pencemaran air. Pengukuran parameter ini dapat dilakukan pada air minum maupun air buangan.
Latar Belakang
Suatu badan air pada umunya mengandung mikroorganisme yang berutugas untuk menguraikan buangan organik yang ada pada air. Jumlahnya berubah-ubah, tergantung pada tingkat kebersihan air tersebut. Jumlah mikroorganisme pada air yang tercemar bahan buangan biasanya lebih banyak dari air bersih, tetapi bila air tersebut tercemar oleh bahan-bahan kimia yang bersifat antiseptik maka jumlah mikroorganismenya juga relatif lebih sedikit. Apabila hal ini terjadi, maka diperlukan penambahaan mikroorganisme yang dapat hidup pada lingkungan tercemar tersebut.[2]
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27516191 (2025-07-09T04:01:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.