Lompat ke isi

Indikator universal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27940947; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Indikator universal''' adalah [[Indikator asam-basa|indikator pH]] berisi [[larutan]] dari beberapa senyawa yang menunjukkan beberapa perubahan [[warna]] yang halus pada rentang [[pH]] antara 1-14 untuk menunjukkan [[keasaman]] atau kebasaan larutan. Meskipun secara komersial tersedia beeberapa indikator universal, sebagian besar variasi formula dipatenkan oleh Yamada pada tahun 1933. Perincian paten dapat ditemukan pada ''Chemical Abstracts''.Percobaan dengan indikator universal Yamada juga dijelaskan dalam Journal of Chemical Education.
[[File:Universal_indicator_paper.jpg|thumb|right|280px|Universal indicator paper]]


Suatu indikator universal biasanya terdiri dari air, [[1-propanol]], garam natrium [[Fenolftalin|fenolftalein]], natrium hidroksida, [[metil merah]], garam mononatrium [[bromotimol biru]], dan garam mononatrium [[timol biru]]. Warna-warna yang menandakan pH larutan, setelah ditambahkan indikator universal adalah:
'''Indikator universal''' adalah [[Indikator asam-basa|indikator pH]] berisi [[larutan]] dari beberapa senyawa yang menunjukkan beberapa perubahan [[warna]] yang halus pada rentang [[pH]] antara 1-14 untuk menunjukkan [[keasaman]] atau kebasaan larutan. Meskipun secara komersial tersedia beeberapa indikator universal, sebagian besar variasi formula dipatenkan oleh Yamada pada tahun 1933.<ref>''Jap. Pat.'' 99,664, Feb 21, 1933</ref> Perincian paten dapat ditemukan pada ''Chemical Abstracts''.<ref>''Chem Abstr'', '''28''', 2258 (1934)</ref>Percobaan dengan indikator universal Yamada juga dijelaskan dalam Journal of Chemical Education.<ref>For a discussion of these experiments, as well as recipes for Yamada and other universal indicators, see L. S. Foster. ''Demonstration experiments using universal indicators''. ''Journal of Chemical Education''. 1937. Vol. 14 (6). hlm. 274. doi:10.1021/ed014p274.</ref>


Suatu indikator universal biasanya terdiri dari air, [[1-propanol]], garam natrium [[Fenolftalin|fenolftalein]], natrium hidroksida, [[metil merah]], garam mononatrium [[bromotimol biru]], dan garam mononatrium [[timol biru]].<ref>"[http://www.iscid.org/encyclopedia/Universal_Indicator Universal Indicator] ". ISCID Encyclopedia of Science and Philosophy.</ref> Warna-warna yang menandakan pH larutan, setelah ditambahkan indikator universal adalah:
{| class="wikitable" style="margin-bottom: 10px;"
!Rentang pH
!Keterangan
!Warna
|-
|< 3
|Asam kuat
| bgcolor="red" |Merah
|-
|3-6
|Asam lemah
| bgcolor="yellow" |Jingga/Kuning
|-
|7
|Netral
| bgcolor="limegreen" |Hijau
|-
|8-11
|Basa lemah
| style="background:blue; color:white;" |Biru
|-
|> 11
|Basa kuat
| style="background:blueviolet; color:white" |Ungu/violet
|}
Warna dari kuning hingga merah menunjukkan larutan asam, warna biru muda hingga biru tua menandakan basa, dan warna hijau menunjukkan bahwa larutan tersebut netral.
Warna dari kuning hingga merah menunjukkan larutan asam, warna biru muda hingga biru tua menandakan basa, dan warna hijau menunjukkan bahwa larutan tersebut netral.
 
{| class="wikitable" style="margin-bottom: 10px;"
|+Komponen indikator universal
! Indikator
!Warna pada pH rendah
!Rentang pH transisi
!Warna pada pH tinggi
|-
|[[Timol biru]] (transisi pertama)
| style="background:red;" | Merah
| style="text-align:center;" | 1,2&nbsp;–&nbsp;2,8
| style="background:yellow;" | Kuning
|-
|[[Metil merah]]
| style="background:red;" |Merah
| style="text-align:center;" | 4,4&nbsp;–&nbsp;6,2
| style="background:yellow;" | Kuning
|-
|Bromotimol biru
| style="background:yellow;" |Kuning
| style="text-align:center;" | 6,0&nbsp;–&nbsp;7,6
| style="background:#33f;" | Biru
|-
|Timol biru (transisi kedua)
| style="background:yellow;" |Kuning
| style="text-align:center;" | 8,0&nbsp;–&nbsp;9,6
| style="background:#33f;" | Biru
|-
|[[Fenolftalin|Fenolftalein]]
| Tak berwarna
| style="text-align:center;" | &nbsp;&nbsp;8,3&nbsp;–&nbsp;10,0
| style="background:#f0f;" | Fuchsia
|}
Tersedia juga kertas indikator universal dengan warna yang berbeda untuk pH dari 1 hingga 14. Pencocok warna disediakan bersama dengan kertas uji yang dibeli.
Tersedia juga kertas indikator universal dengan warna yang berbeda untuk pH dari 1 hingga 14. Pencocok warna disediakan bersama dengan kertas uji yang dibeli.


== Macam-macam indikator universal ==
== Macam-macam indikator universal ==
 
Indikator universal adalah kumpulan campuran indikator yang menunjukkan perubahan warna dalam larutan, yang menginterpretasikan larutan tersebut asam atau basa. Indikator universal dapat berbentuk kertas maupun larutan.<ref>Denise Walker. [https://books.google.co.th/books?id=nPnRO_mQymUC&pg=PA13&dq=universal+indicator&hl=en&sa=X&ei=zWtwVeXfBM-RuATCqIOwAg&ved=0CBkQ6AEwAQ#v=onepage&q=universal%20indicator&f=false Acids and alkalis]. Evans. 2007. hlm. 13. ISBN 0-237-53002-3.</ref>
Indikator universal adalah kumpulan campuran indikator yang menunjukkan perubahan warna dalam larutan, yang menginterpretasikan larutan tersebut asam atau basa. Indikator universal dapat berbentuk kertas maupun larutan.
* Kertas: Berupa lembaran (strip) kertas berwarna yang berubah warna menjadi merah jika larutan bersifat asam dan biru juka larutan bersifat basa. Strip dapat diletakkan langsung di atas permukaan yang basah atau beberapa tetes larutan diteteskan di atas indikator universal menggunakan alat penetes (pipet). Jika larutan uji berwarna gelap, disarankan menggunakan indikator universal berbentuk kertas.
* Kertas: Berupa lembaran (strip) kertas berwarna yang berubah warna menjadi merah jika larutan bersifat asam dan biru juka larutan bersifat basa. Strip dapat diletakkan langsung di atas permukaan yang basah atau beberapa tetes larutan diteteskan di atas indikator universal menggunakan alat penetes (pipet). Jika larutan uji berwarna gelap, disarankan menggunakan indikator universal berbentuk kertas.
* Larutan: Komponen utama larutan indikator universal adalah timol biru, metil merah, bromotimol biru dan fenolftalein. Campuran ini sangat penting karena, masing-masing komponen, kehilangan atau mendapatkan elektron bergantung pada keasaman atau kebasaan larutan yang akan diuji. Indikator universal jenis ini paling layak digunakan untuk larutan tak berwarna, sehingga dapat meningkatkan akurasi pengujian
* Larutan: Komponen utama larutan indikator universal adalah timol biru, metil merah, bromotimol biru dan fenolftalein. Campuran ini sangat penting karena, masing-masing komponen, kehilangan atau mendapatkan elektron bergantung pada keasaman atau kebasaan larutan yang akan diuji. Indikator universal jenis ini paling layak digunakan untuk larutan tak berwarna, sehingga dapat meningkatkan akurasi pengujian
Baris 18: Baris 74:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indikator+universal&oldid=27940947 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27940947 (2025-10-08T15:31:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indikator+universal&oldid=27940947 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27940947 (2025-10-08T15:31:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.56

Berkas:Universal indicator paper.jpg
Universal indicator paper

Indikator universal adalah indikator pH berisi larutan dari beberapa senyawa yang menunjukkan beberapa perubahan warna yang halus pada rentang pH antara 1-14 untuk menunjukkan keasaman atau kebasaan larutan. Meskipun secara komersial tersedia beeberapa indikator universal, sebagian besar variasi formula dipatenkan oleh Yamada pada tahun 1933.[1] Perincian paten dapat ditemukan pada Chemical Abstracts.[2]Percobaan dengan indikator universal Yamada juga dijelaskan dalam Journal of Chemical Education.[3]

Suatu indikator universal biasanya terdiri dari air, 1-propanol, garam natrium fenolftalein, natrium hidroksida, metil merah, garam mononatrium bromotimol biru, dan garam mononatrium timol biru.[4] Warna-warna yang menandakan pH larutan, setelah ditambahkan indikator universal adalah:

Rentang pH Keterangan Warna
< 3 Asam kuat Merah
3-6 Asam lemah Jingga/Kuning
7 Netral Hijau
8-11 Basa lemah Biru
> 11 Basa kuat Ungu/violet

Warna dari kuning hingga merah menunjukkan larutan asam, warna biru muda hingga biru tua menandakan basa, dan warna hijau menunjukkan bahwa larutan tersebut netral.

Komponen indikator universal
Indikator Warna pada pH rendah Rentang pH transisi Warna pada pH tinggi
Timol biru (transisi pertama) Merah 1,2 – 2,8 Kuning
Metil merah Merah 4,4 – 6,2 Kuning
Bromotimol biru Kuning 6,0 – 7,6 Biru
Timol biru (transisi kedua) Kuning 8,0 – 9,6 Biru
Fenolftalein Tak berwarna   8,3 – 10,0 Fuchsia

Tersedia juga kertas indikator universal dengan warna yang berbeda untuk pH dari 1 hingga 14. Pencocok warna disediakan bersama dengan kertas uji yang dibeli.

Macam-macam indikator universal

Indikator universal adalah kumpulan campuran indikator yang menunjukkan perubahan warna dalam larutan, yang menginterpretasikan larutan tersebut asam atau basa. Indikator universal dapat berbentuk kertas maupun larutan.[5]

  • Kertas: Berupa lembaran (strip) kertas berwarna yang berubah warna menjadi merah jika larutan bersifat asam dan biru juka larutan bersifat basa. Strip dapat diletakkan langsung di atas permukaan yang basah atau beberapa tetes larutan diteteskan di atas indikator universal menggunakan alat penetes (pipet). Jika larutan uji berwarna gelap, disarankan menggunakan indikator universal berbentuk kertas.
  • Larutan: Komponen utama larutan indikator universal adalah timol biru, metil merah, bromotimol biru dan fenolftalein. Campuran ini sangat penting karena, masing-masing komponen, kehilangan atau mendapatkan elektron bergantung pada keasaman atau kebasaan larutan yang akan diuji. Indikator universal jenis ini paling layak digunakan untuk larutan tak berwarna, sehingga dapat meningkatkan akurasi pengujian

Lihat juga

Referensi

  1. Jap. Pat. 99,664, Feb 21, 1933
  2. Chem Abstr, 28, 2258 (1934)
  3. For a discussion of these experiments, as well as recipes for Yamada and other universal indicators, see L. S. Foster. Demonstration experiments using universal indicators. Journal of Chemical Education. 1937. Vol. 14 (6). hlm. 274. doi:10.1021/ed014p274.
  4. "Universal Indicator ". ISCID Encyclopedia of Science and Philosophy.
  5. Denise Walker. Acids and alkalis. Evans. 2007. hlm. 13. ISBN 0-237-53002-3.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27940947 (2025-10-08T15:31:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.